Tim detikcom - detikNews Sambisa - Pemimpin kelompok militan Boko Haram, Abubakar Shekau dilaporkan tewas bunuh diri saat perang melawan kelompok teroris lainnya dari Negara Islam Provinsi Afrika Barat (ISWAP). Hal tersebut diungkap langsung oleh Pimpinan kelompok ISWAP.

"Shekau lebih suka dipermalukan di akhirat daripada dipermalukan di dunia. Dia bunuh diri seketika dengan meledakkan bahan peledak," bunyi sebuah rekaman suara dalam bahasa Kanuri yang mirip dengan suara pemimpin ISWAP Abu Musab Al-Barnawi, seperti dilansir AFP, Senin (7/6/2021).

Rekaman yang terindikasi berisi suara pimpinan kelompok ISWAP tersebut baru muncul ke publik 2 minggu setelah kabar meninggalnya Abubakar Shekau beredar.

Kelompok militan Boko Haram belum secara resmi mengomentari kematian pemimpin mereka tersebut. Sementara itu tentara Nigeria juga masih menyelidiki klaim tersebut.

Kelompok ISWAP menjelaskan dalam audio bahwa merek mengirim pejuang ke kantong Boko Haram di hutan Sambisa. Ketika itu kelompok tersebut menemukan Shekau duduk di dalam rumahnya dan terlibat dalam baku tembak.

"Dari sana dia mundur dan melarikan diri, berlari dan berkeliaran di semak-semak selama lima hari. Namun, para pejuang terus mencari dan memburunya sebelum mereka dapat menemukannya," kata suara itu.

Setelah menemukannya di semak-semak, para pejuang ISWAP mendesak dia dan para pengikutnya untuk bertobat. Tetapi Shekau menolak dan bunuh diri.

"Kami sangat senang," kata suara itu, menambahkan bahwa Shekau adalah "seseorang yang melakukan terorisme dan kekejaman yang tak terbayangkan."

(maa/maa)

Diterbitkan di Berita

Penanggung Jawab Komando Operasi (PJKO) Madago Raya, Irjen Pol Abdul Rakhman Baso mengatakan aparat keamanan berharap bisa menangkap seluruh anggota kelompok Teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) dalam dua bulan ke depan.

Dia optimistis dengan dukungan berbagai pihak, keberadaan MIT dapat tertangani secepatnya.

“Semangat yang diberikan kepada kami oleh tokoh masyarakat, lintas agama, legislatif, pemerintah daerah untuk kita bersama-sama, bersinergi dan bergandengan tangan menyelesaikan masalah ini. Kami dikasihkan target untuk pihak keamanan dua bulan,” kata Irjen Abdul Rakman Baso usai rapat dengar pendapat terkait situasi keamanan di Kabupaten Poso dan sekitarnya di Ruang Sidang Utama DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (2/6).

 

Kapolda Sulteng Irjen Pol Abdul Rakhman Baso memberikan keterangan dalam Konferensi Pers di DPRD Sulteng, Rabu (2/6/2021). (Foto: VOA/Yoanes Litha)
Kapolda Sulteng Irjen Pol Abdul Rakhman Baso memberikan keterangan dalam Konferensi Pers di DPRD Sulteng, Rabu (2/6/2021). (Foto: VOA/Yoanes Litha)

 

Irjen Abdul Rahman yang juga Kapolda Sulteng itu menegaskan aparat keamanan TNI-POLRI terus melakukan pengejaran terhadap anggota MIT.

Tidak hanya itu, aparat keamanan juga menata pengamanan di sekitar premukiman masyarakat yang berbatasan dengan gunung biru yang menjadi wilayah pergerakan kelompok itu.

Penanganan Khusus

Daftar Pencarian Orang (DPO) Tindak Pidana Terorisme yang memuat foto dan indentitas sembilan anggota kelompok MIT. (Foto: Humas Polda Sulteng)
Daftar Pencarian Orang (DPO) Tindak Pidana Terorisme yang memuat foto dan indentitas sembilan anggota kelompok MIT. (Foto: Humas Polda Sulteng)

 

Adnan Arsal, Ketua Penasehat Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Poso mengatakan tokoh lintas agama dan masyarakat di Poso mendukung sepenuhnya upaya TNI-POLRI untuk menangani kelompok MIT.

Dalam acara yang sama, Adnan mengatakan perwakilan tokoh lintas agama dan masyarakat menilai perlu ada penanganan khusus persoalan keamanan di wilayah itu.

“Ada Keppres (Keputusan Presiden Indonesia) atau Inpres (Instruksi Presiden) yang menangani secara khusus keamanan Poso dan kesejahteraan masyarakat” kata Adnan Arsal dalam konferensi pers itu.

Hal senada dikemukakan oleh Renaldy Damanik, tokoh masyarakat di Tentena. Menurutnya ada kerinduan masyarakat agar Presiden Joko Widodo dapat hadir di Kabupaten Poso.

 

Konferensi Pers di gedung DPRD Sulteng usai Rapat Dengar Pendapat menyikapi situasi dan kondisi keamanan di Poso, Rabu (2/6/2021). (Foto : VOA/Yoanes Litha)
Konferensi Pers di gedung DPRD Sulteng usai Rapat Dengar Pendapat menyikapi situasi dan kondisi keamanan di Poso, Rabu (2/6/2021). (Foto : VOA/Yoanes Litha)

 

“Bersama-sama mengharapkan perhatian yang kuat dari Presiden Republik Indonesia, Bapak Jokowi, untuk memberikan perhatian khusus untuk Kabupaten Poso dan sekitarnya dan sekaligus untuk mendukung seluruh kebutuhan operasi -Madago Raya- ini tentunya,” ujar Damanik

Ribuan Petani Terdampak

Desakan agar Satgas Madago Raya segera menangkap kelompok itu makin menguat menyusul serangkaian aksi teror oleh MIT. Pada November 2020, MIT membunuh empat petani di Desa Lembatongoa.

Kelompok beranggotakan sembilan orang itu mengulangi aksinya pada Mei 2021 dengan membunuh empat petani kopi warga Desa Kalemago, Lore Timur, Kabupaten Poso.

Wakil Bupati Poso Yasin Mangun mengungkapkan aksi teror kelompok itu menyebarkan ketakutan di kalangan warga yang umumnya bertani dan berkebun di sekitar kaki gunung biru, sebagai mata pencaharian.

“Yang terdampak secara sosial ekonomi serta psikologis itu ribuan orang. Masyarakat kita itu menjadi takut untuk ke kebun, takut untuk bersosialisasi, dan takut untuk bekerja melakukan aktivitas keseharian mereka,” ungkap Yasin Mangun.

Kondisi yang telah berlangsung lama itu menurunkan tingkat ekonomi masyarakat. Mereka takut menjadi sasaran MIT saat mengolah lahan kebun mereka.

Berdasarkan data Polda Sulteng kelompok MIT kini tersisa sembilan orang yang bergerak secara gerilya di hutan pegunungan luas yang secara administratif wilayah berada di Kabupaten Poso, Parigi Moutong dan Sigi. [yl/ft]

Diterbitkan di Berita

Tiga tim itu terdiri dari tim pengejar, tim sekat, dan tim kegiatan preventif untuk warga Poso agar tidak terganggu dari kegiatan DPO MIT Poso tersebut.

"Untuk masyarakat ada tim preventif agar masyarakat tidak terganggu dengan kegiatan para teroris ini," kata Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto, Senin (31/5/2021) seperti dikutip dari Antara.

Hasil analisa pihak Kepolisian, sembilan orang DPO MIT Poso terbagi dari dua kelompok. Satu kelompok berjumlah empat orang dan satu kelompok lagi berjumlah lima orang.

"Karena kemarin ada lima orang, berdasarkan keterangan saksi itu dipimpin oleh DPO MIT Poso, Qatar. Bisa jadi sembilan orang ini terbagi dua, satu kelompok dipimpin Qatar dan satu kelompok lagi dipimpin Ali Kalora," jelasnya

Untuk kekuatan DPO MIT Poso ini, Didik Supranoto menyebutkan pihak kepolisian belum mempunyai data yang tepat.

"Berapa amunisinya dan senjata mereka nanti kita akan sampaikan saat tim satgas Madago Raya punya data yang tepat," sebutnya

Pasca pembunuhan empat korban di Desa Kalimago tersebut, pihak kepolisian mengimbau kepada warga untuk tetap tenang dan tetap melaksanakan kegiatan seperti biasanya.

Selain itu,warga juga diimbau untuk melaporkan kepada aparat kepolisian terdekat jika melihat keberadaan sembilan orang DPO MIT tersebut.

"TNI dan Polri yang tergabung di satgas Madago Raya telah melakukan kegiatan secara maksimal untuk titik yang dicurigai sebagai lintasan para Mujahidin Indonesia Timur di tempat tempat turun terhadap masyarakat," tambahnya. 

Diterbitkan di Berita

suaraislam.co

Sekitar 1.500 warga negara Indonesia (WNI) yang telah menjadi teroris lintas batas atau foreign terrorist fighters (FTF). Hal tersebut diungkap Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Boy Rafli Amar. Boy mengatakan 800 orang diantaranya belum pulang.

“FTF asal Indonesia seperti perkiraan Satgas FTF BNPT total ada 1.500 orang, dengan rincian 800 orang belum pulang, meninggal dunia 100 orang, dideportasi sudah sampai di Indonesia sebanyak 550 orang dan returning 50 orang,” kata Boy Rafli dalam Rapat Kerja Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (27/5).

Lebih lanjut, Boy menjelaskan proses hukum sedang dilakukan terhadap 120 deportan dan returning sejak tahun 2015, terkait tindak pidana atau pendanaan terorisme.

Menurutnya, terhadap deportan dan returning yang tidak menjalani proses hukum, menjalani program deradikalisasi yang melibatkan Balai Rehabilitasi Sosial dan Anak yang memerlukan perlindungan khusus.

“Lalu terkait tahap reintegrasi ke masyarakat dilakukan dengan pengawasan terbuka dan tertutup. Pengawasan terbuka dilakukan dengan kunjungan bagi profil yang dianggap kooperatif dan tertutup dilakukan melalui surveillance berbasis teknologi informasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan pemantauan terhadap profil deportan dan returning akan dievaluasi untuk melihat tingkat radikalisme, target, dan menentukan skala prioritas dalam menentukan target.

Boy menjelaskan, rencananya BNPT akan pergi ke Suriah dan Irak untuk melakukan assessment terhadap WNI yang menjadi FTF dan dilaporkan terhadap Presiden terkait apakah layak dilakukan repatriasi ke Indonesia.

“Kami seharusnya ke Suriah dan Irak untuk assessment, namun menunggu sinyal karena kondisi pandemi Covid-19,” katanya.

Raker Komisi III DPR RI tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh, dan diikuti para anggota Komisi III DPR yang hadir secara luring dan daring.

Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi menyatakan akan tetap memproses hukum pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, Ali Kalora apabila menyerahkan diri.

Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah Kombes Didik Supranoto mengatakan pihak kepolisian seringkali mengimbau para buronan kasus terorisme agar menyerah.

"Kita itu di negara hukum, tentu proses hukum terhadap permasalahan-permasalahan ini terkait pidana tetap kami laksanakan," kata Didik saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (25/5).

Didik mengatakan Kapolda Sulteng Inspektur Jenderal Abdul Rakhman Baso menyatakan kepolisian akan menjamin keselamatan para buronan tersebut apabila menyerahkan diri.

Namun demikian, dia belum mendapatkan informasi lebih lanjut terkait upaya penyerahan diri yang hendak dilakukan oleh Ali Kalora. Kata dia, sejauh ini tim masih berfokus melakukan pengejaran terhadap jejak teror mereka beberapa hari lalu.

"Diimbau oleh Pak Kapolda (jika menyerahkan diri), kami akan jamin keselamatannya," tambah dia lagi.

Dia menjelaskan kepolisian mengirim pasukan untuk menyekat wilayah-wilayah perbatasan yang menjadi akses perjalanan MIT Poso. Hal itu dilakukan pascapenyerangan terhadap empat petani di wilayah Desa Kilimago, Poso, Sulawesi Tengah.

"Tempat-tempat yang mengambil logistik ke kebun-kebun masyarakat ini yang kita antisipasi oleh tim-tim sekat itu," ucapnya.

Sebagai informasi, pembunuhan terhadap empat warga sipil pada Selasa (11/5) lalu diduga dilakukan oleh MIT pimpinan Qatar alias Farel alias Anas.

Dari informasi yang diperoleh dari Satuan Tugas Madago Raya, MIT bertumpu pada dua kelompok utama. Kelompok Ali Kalora berada di wilayah Poso Pesisir Utara dan kelompok Qatar alias Farel alias Anas bergerilya di sekitar Lembah Napu, Lore Timur.

Ali Kalora sendiri digadang sebagai pimpinan MIT Poso dan telah buron lima tahun lamanya. Dia menggantikan posisi Santoso alias Abu Wardah yang tewas ditembak oleh Satuan Tugas Operasi Tinombala pada 18 Juli 2016 dalam sebuah penyergapan.

(mjo/pmg)

Diterbitkan di Berita

Syaiful W Harahap tagar.id Poso, Sulawesi Tengah – Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah Komisaris Besar Didik Supranoto mengatakan Satuan Tugas (Satgas) Madago Raya terus melakukan pengejaran terhadap kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) hingga ke hutan-hutan di pegunungan Poso. Kelompok yang berjumlah sembilan orang itu saat ini telah berpencar menjadi dua kelompok. Yoanes Litha melaporkannya untuk voaindonesia.com. []

Menurut Didik, kelompok pertama berjumlah empat orang dan dipimpin Ali Kalora, sementara kelompok kedua berjumlah lima dan orang dipimpin Qatar. Kelompok kedua inilah yang melakukan pembunuhan terhadap empat petani kopi, warga desa Kalemago Lore Timur pada 11 Mei 2021.

 

Aktivitas Personel TNI-Polri

Aktivitas Personel TNI-Polri di Pos Komando Taktis Satgas Operasi Madago Raya di desa Tokorondo, Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. 12 Januari 2021 Foto: voaindonesia.com/Yoanes Litha)

 

“Kemudian ke mana mereka, ini tentu tim operasi yang lebih tahu. Tapi yang jelas, sekarang ini tim mengoptimalkan kegiatannya untuk melakukan pengejaran di dua kelompok ini. Jadi personel yang tergabung dalam Madago Raya ini kita optimalkan untuk melakukan tugasnya” jelas Didik Supranoto di Mapolda Sulteng, Kamis (20/5).

Ditambahkan Didik, selain melakukan pengejaran ke dalam hutan, Satgas Madago Raya juga melakukan penyekatan di lokasi-lokasi yang diduga menjadi jalur pergerakan kelompok itu. MIT diduga mencari logistik bahan makanan di perkebunan milik warga di sekitar kaki gunung di wilayah Kabupaten Poso, Sigi dan Parigi Moutong.

 

Warga mengusung

Warga mengusung empat peti mati menuju pekuburan Desa Kalemago, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. 12 Mei 2021 (Foto: voaindonesia.com/Yoanes Litha)

 

“Kemudian dari Polres-Polres ini juga melakukan monitor di wilayah bawah, di perkampungannya. Jadi saya harapkan masyarakat tidak terlalu takut. Silakan untuk melakukan kegiatannya di perkebunan, persawahan atau ladang mereka,” kata Didik seraya menambahkan belum ada rencana penambahan perkuatan personel Madago Raya yang dikerahkan untuk memburu kelompok MIT.

1. Warga Masih Trauma

Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi Pasaribu mengatakan dari pemantauan pihaknya, warga di desa Kalemago masih merasakan trauma setelah empat warga di desa itu menjadi korban kelompok MIT. Menurutnya, warga di desa itu berharap pemerintah dapat memperbaiki saluran irigasi agar warga juga dapat mengolah sawah sehingga mereka memiliki alternatif sumber mata pencaharian selain kegiatan berladang berkebun di sekitar lereng gunung.

“Salah satu yang kami sampaikan kepada Bupati Poso agar mendukung adanya irigasi di daerah perkampungan Kalemago, agar mereka bisa melakukan kegiatan perekonomian selain berladang juga menggarap sawah,” kata Edwin Partogi Pasaribu dihubungi dari Palu, Jumat (21/5).

LPSK bersama perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Polda Sulteng, Selasa (18/5), berziarah ke makam empat warga desa Kalemago yang menjadi korban kelompok MIT. Kehadiran LPSK dimaksudkan untuk memberikan dukungan moril maupun materiil. LPSK juga memberikan santunan kepada perwakilan keluarga korban yang penyerahannya dilakukan di Polda Sulteng.

Edwin berharap kelompok MIT dapat menyerahkan diri kepada aparat keamanan sehingga dapat mengakhiri kekerasan di Sulawesi Tengah.

 

Wakil Ketua Lembaga

Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Edwin Partogi Pasaribu, dan perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Polda Sulteng, berziarah ke makam empat korban serangan terorisme di Kalemago, Lore Timur, Kabupaten Poso (Foto: voaindonesia.com/Yoanes Litha)

 

“Mereka (MIT) bisa langsung ke aparat penegak hukum atau juga menghubungi LPSK untuk kami fasilitasi penyerahan dirinya agar kekhawatiran mereka diperlakukan secara kasar tidak terjadi," ungkap Edwin.

2. Penyelesaian Secepatnya

Sahir Sampeali, Tokoh Masyarakat Tampo (Tanah) Lore di Kabupaten Poso, menegaskan keinginan masyarakat agar masalah gangguan keamanan yang disebabkan oleh kelompok MIT dapat segera tuntas untuk memulihkan rasa aman masyarakat setempat.

“Yang paling kami rasakan adalah rasa tidak aman, tidak pernah merasakan keamanan. Satu contoh, saya pribadi seorang muslim yang hidup di wilayah Lore, yang hidup di wilayah jalan antara Poso dan Lore, Saya seorang muslim, saya juga merasakan ketidakamanan, apalagi dengan saudara-saudara saya yang kristiani, coba bisa dibayangkan itu,” ungkap Sahir Sampeali, Senin, 17 Mei 2021.

Ditambahkannya, aksi teror oleh MIT turut berdampak pada perekonomian warga yang takut mengolah lahan kebun di lereng gunung biru karena khawatir dengan keselamatan mereka bila sewaktu-waktu bertemu dengan kelompok tersebut (yl/ah)/voaindonesia.com. []

Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Polri mengklaim telah mengidentifikasi sejumlah titik yang menjadi lokasi tempat persembunyian kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso pimpinan Ali Kalora.

Hal itu terungkap pasca sejumlah penyerangan yang dilakukan oleh Ali Kalora cs terhadap warga sipil yang dilakukan dalam beberapa waktu terakhir.

"Sudah tahu sebenarnya, wilayah mereka (MIT Poso) bermain itu aparat keamanan sudah tahu," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (18/5).

Namun demikian, kata dia, penyergapan terhadap seluruh anggota MIT Poso tersebut sulit dilakukan selama ini lantaran kondisi lapangan yang menyulitkan petugas.

"Jadi memang membutuhkan sumber daya yang besar, artinya fisik personelnya, logistiknya, peralatannya, itu kan membutuhkan sesuatu yang besar," ucap Rusdi. "Mereka (teroris MIT) bergerak terus," tambahnya lagi.

Empat warga Desa Kilimago, Poso, Sulawesi Tengah, sebelumnya, dibunuh oleh kelompok MIT pimpinan Ali Kalora. Mereka disergap oleh sekitar lima orang teroris di sebuah kebun.

Salah seorang saksi berhasil melarikan mengungkapkan kelompok teroris itu tiba-tiba muncul dari belakang saat korban tengah berbincang-bincang. Walhasil, dua orang tewas akibat penyerangan itu.

Setelah dilakukan penyisiran oleh aparat, ditemukan dua korban lain tak jauh dari tempat kejadian perkara.

"Ditemukan lagi korban tiga dan empat yang berjarak sekitar 200 meter," ungkap Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Didik Supranoto kepada wartawan, Selasa (11/5) lalu.

(mjs/ugo)

Diterbitkan di Berita
Konten ini diproduksi oleh kumparan
 
Sebanyak 12 orang tewas akibat ledakan bom di masjid di ibu kota Afghanistan, Kabul. Insiden berdarah tersebut terjadi saat Salat Jumat. Jubir Kepolisian Kabul, Ferdous Faramarz, mengatakan imam masjid menjadi salah satu korban jiwa. Selain itu, terdapat pula 15 orang korban luka.
 
Meski demikian Ferdous tidak mengungkap di masjid mana ledakan tersebut terjadi, demikian dikutip dari Reuters. Sampai saat ini masih belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab.
 
Teroris Taliban, yang biasanya menjadi otak serangan di Afghanistan, kini tengah melakukan gencatan senjata untuk menghormati Idul Fitri.
 
Ledakan di Kabul terjadi sepekan usai ledakan besar di sebuah sekolah. Kejadian berdarah itu mengakibatkan 80 orang lebih tewas.
 
Kekerasan di Afghanistan makin meningkat seiring rencana AS menarik seluruh pasukannya dari negara itu. Rencananya, semua tentara AS akan angkat kaki sebelum 11 September 2021.
Diterbitkan di Berita

TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak empat orang petani di Lembah Napu, Desa Kalimango, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, diduga dibunuh oleh kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. Pembunuhan ini terjadi pada Selasa, 11 Mei 2021, pukul 07.30 WITA.

"Keempatnya adalah petani di Desa Kalimango," kata Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah Komisaris Besar Didik Supranato pada Rabu, 12 Mei 2021.

Tempo merangkum sejumlah fakta dari kejadian ini, berikut di antaranya:

1. Mengalami Luka
Didik mengatakan keempat korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dalam keadaan terluka. Adapun dugaan pelakunya adalah kelompok MIT Poso disampaikan oleh saksi yang berhasil melarikan diri.

"Tidak ada luka tembak, hanya luka akibat senjata tajam," kata Didik. Jenazah pun, kata dia, sudah dievakuasi dan dikebumikan oleh keluarga.

2. Dua Lokasi Berbeda
Menurut Didik, para korban ini sebelumnya didatangi oleh lima orang tak dikenal. Mereka kemudian membunuh para petani tersebut dan mengambil uang dan barang lain milik korban.

Empat korban yang meninggal adalah PP, LL, SS, dan MS. Para korban ini ditemukan di dua lokasi berbeda di perkebunan kopi di Desa Kalimago. "Dari keterangan saksi, yang memimpin kelompok teror ini adalah Qatar, salah satu DPO," kata Didik.

3. Kebun Berjarak 2 kilometer
Didik juga mengatakan lokasi kejadian berda di perkebunan, dengan jarak 2 km dari perkampungan warga. Ia meminta warga tidak panik, tapi tetap waspada.

Saat ini, TNI dan Polri berjaga di lokasi. "Kalau ada orang-orang yang mencurigakan, segera dilaporkan kepada aparat terdekat," kata Didik.

4. KSP Mengutuk
Deputi V Kantor Staf Kepresidenan Jaleswari Pramodhawardani mengutuk keras pembunuhan empat orang petani tersebut. Jaleswari memastikan bahwa aparat keamanan akan mengejar kelompok teroris MIT.

"Tindakan kekejian yang dipertontonkan oleh para teroris MIT di tengah bulan suci Ramadan serta situasi pandemi Covid-19 menunjukkan watak dan perilaku para teroris yang sama sekali tidak memiliki nilai-nilai agama serta tidak memiliki nurani kemanusiaan," kata Jaleswari.

5. Jaminan bagi Warga
Sementara itu, Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Pendeta Jacky Manuputty mendesak pemerintah dan aparat keamanan untuk meningkatkan upaya penanganan kelompok teroris ini. Sehingga tidak lagi jatuh korban warga tak bersalah yang dibantai dengan cara-cara barbar.

"Masyarakat berhak atas jaminan keamanan dan ketentraman, serta bebas dari segala bentuk teror, dan pemerintah wajib memberikannya," kata dia.

6. Satgas Madago Raya
Saat ini, teroris Ali Kalora dan anggotanya memang masih jadi buron pemerintah. Terakhir pada 5 April 2021, Polri mengumumkan perpanjangan masa tugas Satuan Tugas Madago Raya selama tiga bulan untuk mengejar kelompok teroris Ali Kalora. Perpanjangan dilakukan terhitung 1 April 2021.

"Untuk ke depan, satgas akan mengedepankan preemtif dan preventif," ujar Asisten Operasi Kapolri Inspektur Jenderal Imam Sugianto melalui keterangan tertulis.

Satgas Madago Raya, atau yang dulu dikenal Satgas Tinombala dibentuk untuk melumpuhkan dan menangkap jaringan teroris MIT yang dipimpin Santoso. Santoso telah tewas setelah baku tembak dengan satuan tugas Tinombala pada 18 Juli 2016.

Operasi ini melibatkan gabungan pasukan Polri-TNI untuk meringkus sisa-sisa teroris kelompok Santoso di Poso. Adapun pergantian nama ini diresmikan pada 1 Januari 2021 lalu.

Imam mengatakan, buron dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur saat ini masih berjumlah sembilan orang. "DPO masih 9 orang ya, bisa juga bertambah. Tunggu update dari Polda Sulteng," kata dia.

Diterbitkan di Berita

KBRN, Sidoarjo: Remisi lebaran rupanya juga didapatkan terpidana bom Bali, Umar Patek alias Hisyam bin Alizein alias Abu Syekh, tampak ceria wajahnya tak bisa menyembunyikan raut kebahagiaan, dirinya mendapatkan remisi selama 2 bulan 15 hari.

Remisi itu diberikan secara simbolis oleh Kalapas Kelas I Surabaya di Porong Gun Gun Gunawan bersama 1.371 napi yang lain. Mereka mendapat remisi mulai dari 15 hari hingga 2 bulan. Bahkan ada yang bebas.

"Kami hari ini sangat senang, dan bersyukur kepada Allah, karena mendapatkan remisi satu bulan 15 hari," kata Umar kepada wartawan usai mendapat remisi di Lapas Porong, Kamis (13/5/21).

Umar berharap dirinya terus mendapatkan remisi, agar secepatnya bebas dan kembali bisa berkumpul ke masyarakat. Rencananya, dirinya akan andil memberikan edukasi agar para milenial tidak mengikuti ajaran-ajaran radikalisme.

"Kami sampai dengan saat ini menjadi napi di Lapas Porong sudah mendapatkan remisi jumlah totalnya 15 bulan, 15 hari," jelas Umar Patek.

Umar Patek merupakan napi teroris (Napiter) kasus bom Bali yang divonis 20 tahun penjara oleh PN Jakarta Barat. Selama menjalani hukuman di Lapas Kelas I Surabaya di Porong baru mendapatkan remisi 15 bulan, 15 hari. Dari data yang diperoleh bahwa Umar Patek diperkirakan bebas tahun 2024.

Sementara Kalapas Kelas I Surabaya di Porong Gun Gun Gunawan mengatakan, jumlah napi yang memenuhi syarat mendapat remisi dari Kemenkumham sebanyak 1.371 napi. Dengan rincian, Remisi Khusus (RK) 1 sebanyak 1.351 napi, sementara RK 2 sebanyak 20 napi.

"Yang 19 napi masih menjalani subsiber, yang 1 napi bebas langsung," kata Gun Gun.

Dia menjelaskan, remisi dari jenis kejahatannya, narkoba 988 napi, tipikor 3 napi, pidana umum 379 napi, sementara itu napiter 1 orang. Rincian jumlah remisi RK 1 di antaranya, remisi dua bulan 112 napi, 1 bulan 15 hari sebanyak 320 napi, yang mendapat remisi 1 bulan sebanyak 896 napi, yang mendapat remisi 15 hari sebanyak 22 napi.

"Sementara rincian RK 2, yakni remisi 2 bulan sebanyak 2 napi. Yang mendapat 1 bulan 15 hari sebanyak 14 napi. Yang mendapatkan 1 bulan 4 napi, sedangkan yang mendapatkan 15 hari 1 napi," pungkasnya.

Diterbitkan di Berita