Diterbitkan di Berita

Hasan Kurniawan sindonews.com TANGERANG SELATAN - Seorang terduga terorisme di Jalan Cirendeu Indah IV, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), yakni AJ alias Kijut (47), diciduk Densus 88 Antiteror Mabes Polri.

Kijut diduga terlibat dalam serangan terorisme bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar. Hal yang menarik, saat ditangkap pria berusia sekitar 47 tahun itu mengenakan kaos putih bertuliskan #KamiOposisi.

KM (42), tokoh masyarakat sekitar mengatakan, Kijut merupakan warga asli Cirendeu. Dia tinggal mengontrak bersama istri dan anak-anaknya. Warga sekitar mengenalnya sebagai orang pertama yang membawa bendera Laskar FPI di wilayah Cirendue.

"Enggak nyangka, dia asli orang sini. Dulu bandel, minum dan lain-lain. Tatonya juga banyak. Dia FPI, Laskar," kata KM, saat ditemui SINDOnews, di lokasi kejadian.

Menurut KM, Kijut memang sudah lama hijrah. Bahkan, jauh sebelum menikah Kijut sudah tidak berkecimpung dalam dunia hitam lagi. Dia sudah tidak lagi minum minuman keras. Namun satu hal, dia tidak bisa meninggalkan kebiasaannya merokok kretek.

"Orangnya baik, ramah sama siapa saja. Kalau dulu orangnya kurus, sekarang gemuk. Dia mudanya bergaul, supel. Cuma kalau dulu kenakalan anak-anak remaja, minum dan nongkrong," jelasnya.

Diketahui sebelumnya, warga Kelurahan Cirendue, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, dihebohkan dengan penangkapan seorang warganya karena diduga ikut terlibat dalam jaringan pelaku teroris bom bunuh diri.

Ketua RT setempat, Edi menuturkan, ada beberapa barang yang turut diamankan dari kontrakan AJ. "Saya hanya menyaksikan saja. Petugas ngakunya dari macam-macam, ada Densus, Polda juga," tukasnya.
(thm)

Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Foto terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror di kawasan Condet, Jakarta Timur, beredar. Foto itu memperlihatkan dia sedang berada di kawasan Pengadilan Negeri Jakarta Timur saat sidang Rizieq Shihaberlangsung.

Pengacara Rizieq Shihab, Achmad Michdan enggan berkomentar saat ditanya terkait foto salah satu terduga teroris yang disebut-sebut sebagai mantan Wakil Ketua Bidang Jihad Front Pembela Islam (FPI).

Michdan mengaku tidak tahu soal kehadiran orang itu di foto tersebut. "Saya enggak tahu," kata Michdan saat dikonfirmasi, Selasa (30/3).

Sementara itu, Aziz Yanuar yang juga pengacara FPI tak merespons saat ditanya terkait hal tersebut. Pesan singkat serta panggilan telepon dari CNNIndonesia.com tidak digubris oleh yang bersangkutan.

readyviewedPada Senin (29/3), Densus 88 Antiteror menggerebek terduga teroris di Bekasi dan Condet. Penangkapan ini merupakan rangkaian perburuan polisi usai peristiwa ledakan bom bunuh diri di Katedral Makassar, Minggu (28/3).

Saat melakukan penggerebekan di Condet dan Bekasi, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa atribut baju dan buku berlogo FPI.

Hingga kemarin, polisi telah menangkap 13 orang terduga teroris di sejumlah lokasi, termasuk Condet dan Bekasi. Empat dari 13 terduga teroris itu ditangkap di Makassar. Mereka diduga turut membantu pelaku bom bunuh diri untuk membeli bahan-bahan peledak.

Hari ini sidang tatap muka dengan terdakwa Rizieq Shihab kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Aparat kepolisian memperketat pengamanan di sekitar pengadilan pasca-aksi teror bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar.

Pada Sidang Jumat (26/3) lalu, sebanyak 1.985 personel dikerahkan untuk proses pengamanan. Para simpatisan dan pendukung Rizieq dari berbagai daerah datang ke PN Jakpus untuk mengawal sidang. Polisi juga mengadang mereka dan beberapa kali membubarkan aksi mereka di pengadilan.

(tst/pmg)

 
Diterbitkan di Berita

Afdal Namakule fin.co.id JAKARTA- Sebuah video viral di jagat maya. Seorang penceramah bernama Ustad Hasyim Yahya mengatakan bahwa teroris adalah ajaran Islam. Ustad Hasyim menilai, bahwa orang Islam yang baik adalah yang menjadi teroris.

“Orang Islam yang baik itu menjadi teroris. Buka (Alquran) Al Anfal ayat 60. Datangkan ustad siapa, kiyai siapa (untuk debat), bahwa orang Islam itu hadir jadi teroris,” kata ustad tersebut dalam video ceramah yang viral dengan durasi 1 menit 36 detik itu.

Alquran surah Al Anfal ayat 60 yang dimaksud Ustad Hasyim itu, Indonesianya begini:

Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; tetapi Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan).”

Lebih lanjut, Ustad Hasyim juga mengomentari soal Bhineka tunggal ika. Dia mengatakan, Bhineka tunggal ika bukan berarti meninggalkan ajaran Islam.

“Silahkan kamu yang mau bhineka tungga ika. Itu tidak berarti bahwa seseorang muslim yang hidup di negara ini harus melanggar aturan agamanya,” katanya.

Lebih jauh dia juga menyinggung soal upacara bendera. Dia menilai, cara mengheningkan cipta dalam upacara mirip orang-orang kafir.

“Ketika upacara apa, upacara, waktu berdoa kita disuruh mengheningkan cipta. Mengheningkan cipta ini bukan cara Islam, ini cara orang kafir, cara orang hindu kaum nasrani dan lainnya,” ucapnya. Belum diketahui sumber video itu, namun diduga bersumber dari Chanel YouTube Masjid Mujahidin TV. (dal/fin).  

 

Diterbitkan di Berita

Syahdan Alamsyah - detikNews Sukabumi - Sejumlah barang bukti diamankan Densus 88 Mabes Polri hasil penggeledahan yang diamankan polisi dari rumah bercat hijau di Kampung Limbangan, Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Barang bukti itu kemudian disimpan polisi di atas meja di dalam ruang Bhayangkari Polsek Parungkuda. Selain pipa paralon dan pipa besi, terlihat serbuk hitam di dalam toples plastik bening. Seluruh barang bukti itu terlihat di foto oleh petugas identifikasi.

Selain itu terlihat juga topi hitam bertuliskan Alumni 212 dan kaus hitam dengan siluet sosok Habib Rizieq Shihab. Pihak kepolisian juga belum merilis barang-barang yang diamankan Densus 88 dari rumah tersebut.

Sebelumnya petugas memang membawa barang bukti tersebut dari rumah yang pernah ditinggali oleh salah seorang terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Jakarta.

Selepas itu polisi bergerak menuju Mapolsek Parungkuda, Resor Sukabumi.Di lokasi rumah petugas membawa sejumlah barang dari dalam rumah tersebut, selain senjata tajam jenis golok juga pipa-pipa besi berbagai ukuran.

Ada juga benda mirip rangkaian elektronik dan serbuk berwarna hitam.Benda-benda itu kemudian dimasukkan ke dalam plastik bening dan map cokelat.

Kepada awak media Kapolres Sukabumi, AKBP Lukman Syarif membenarkan informasi kedatangan Densus 88 berkaitan dengan penangkapan terduga teroris di Jakarta.

"Jadi sore hari ini kami membackup dari rekan-rekan kami dari Densus 88 terkait tersangka yang diamankan oleh Densus 88 di Jakarta," kata Lukman di Mapolsek Parungkuda, Senin (29/3/2021). Lukman membenarkan rumah yang digeledah adalah kediaman orang tua dari terduga teroris tersebut.

"Saat ini kami melakukan penggeledahan di rumah orang tua sekaligus yang ditinggali oleh terduga yang ditangkap di Jakarta, dengan saat ini ada istrinya di lokasi rumah tersebut," lanjut Lukman. (sya/mud)

 

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, KOMPAS.TV - Polisi menangkap dua terduga teroris di Condet, Jakarta Timur. Mereka diduga terkait dengan aksi bom bunuh diri di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021) kemarin.

Penangkapan terduga teroris Senin (29/3/2021) siang terjadi di sebuah rumah yang juga jadi tempat jual beli mobil bekas. Selain dari detasemen khusus anti-teror, pasukan Gegana juga hadir di lokasi penangkapan dan meggeledah tempat tinggal terduga. 

Polisi pun memasang garis polisi dan menghalau warga dari lokasi penangkapan. Sejak Senin siang, sejumlah polisi siaga menjaga lokasi.

Dalam penangkapan terduga teroris di kawasan Condet, Densus 88 menemukan beberapa barang bukti berupa diduga bahan peledak, senjata tajam, hingga atribut ormas terlarang, FPI. Dalam penggeledahan, beberapa identitas milik terduga juga ditemukan.

Salah satunya kartu anggota ormas FPI yang telah dinyatakan sebagai ormas terlarang di Indonesia. Saat ditangkap, terduga teroris sempat melawan polisi.

Namun dalam waktu singkat terduga ditangkap dan dibawa ke Mapolda Metro Jaya. Menurut tetangga, terduga selama ini jual beli mobil bekas. 

Diterbitkan di Berita
Konten ini diproduksi oleh kumparan
 
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah menghapus ratusan konten terkait bom di Gereja Katedral Makassar yang ada di berbagai platform media sosial.
 
Berdasarkan keterangan juru bicara Kominfo, Dedy Permadi, pihaknya telah menghapus 134 posting-an di media sosial “yang tidak selayaknya dipublikasikan” terkait insiden tersebut. Dia menjelaskan, blokir konten ini sudah dilakukan sejak Minggu (28/3).
 
“Sejak kejadian Bom di Makassar, Minggu 28 Maret 2021 lalu, Kementerian Kominfo langsung melakukan patroli siber untuk menelusuri konten-konten di media sosial yang mengandung unsur kekerasan, potongan tubuh, luka-luka, dan konten lainnya yang tidak selayaknya dipublikasikan,” kata Dedy kepada kumparanTECH, Senin (29/3).
 
Berdasarkan keterangan Dedy per Senin (29/3) pukul 10.00 WIB, Kominfo telah menghapus 34 konten di Facebook, 21 konten di Instagram, 59 konten di Twitter, dan 20 di YouTube.
 
Kominfo Hapus Ratusan Konten Bom Gereja Katedral Makassar di Medsos (1)
Ilustrasi sosial media. Foto: Shutter Stock
 
“Keseluruhan konten tersebut telah diajukan Kominfo kepada masing-masing platform untuk dilakukan pemutusan akses/blokir,” kata Dedy.
 
 “Kami kembali mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarluaskan konten seperti tersebut di atas dan bersama-sama menangkal paham radikalisme-terorisme baik di ruang fisik maupun ruang digital.”
 
Sebelumnya, Gereja Katedral Makassar diserang aksi terorisme pada Minggu (28/3) pagi, di mana dua orang pelaku melakukan aksi bom bunuh diri di depan gerbang lokasi tersebut. Dalam insiden tersebut, tak ada korban jiwa kecuali kedua pelaku tewas.
 
Sejauh ini, jumlah korban luka akibat bom bunuh diri yang masih dirawat di rumah sakit tinggal 15 orang. Sebanyak 13 di antaranya di rawat di RS Bhayangkari Makassar dan 2 lainnya di RS Siloam.
Diterbitkan di Berita

voi.id MATARAM - Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap empat orang terduga teroris di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kabid Humas Polda NTB Kombes Artanto membenarkan informasi penangkapan empat warga terduga teroris di Kota Bima.

"Penangkapannya hari Minggu (28/3), di Kota Bima. Seiring berjalan dengan waktu kejadian (bom bunuh diri) di Makassar," kata Artanto. Kini keempat terduga teroris masih diamankan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda NTB.

"Diamankan di Rutan Polda NTB guna pengamanan lebih lanjut," ujarnya. Terkait dengan identitasnya, Artanto hanya menyebutkan inisial mereka. Untuk asal dan lokasi penangkapannya, Artanto enggan sampaikan.

"Jadi apakah ada kaitannya dengan kelompok radikal (Jamaah Ansharut Daulah) atau sebagainya, saya tidak punya kewenangan, karena ini hasil giat dari Densus 88/Antiteror, kewenangan itu ada di Mabes Polri," kata Artanto. 

Salah satu terduga teroris yang ditangkap berinisial BU alias Gozi asal Rite, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima.

Mantan narapidana teroris ini ditangkap di Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, bersama dua anggota JAD lainnya, berinisial LA alias Guru Mudi dan MU alias Abu Zahiroh

Kemudian RAP alias Abu Ridho yang ditangkap di lokasi berbeda, yakni di Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.

Sebelum akhirnya diamankan di Rutan Polda NTB, keempatnya sempat diamankan oleh Tim Densus 88/Antiteror di Markas Komando (Mako) Brimob Detasemen Pelopor Bima.

Diterbitkan di Berita

Makassar - Sebuah ledakan terjadi di depan Gereja Katedral Makassar. Ada korban akibat kejadian ini. Pantauan detikcom di Jalan Kartini, Kota Makassar, Minggu (28/3/2021), tampak kobaran api akibat ledakan masih menyala di sekitar lokasi. Selain itu, tampak potongan tubuh manusia di sekitar lokasi kejadian. Ledakan terjadi sekitar pukul 10.28 Wita.

Saat ledakan terjadi, sejumlah jemaat gereja tengah beribadah di lokasi. Selain potongan tubuh manusia, di lokasi kejadian saat ini tampak sejumlah korban luka dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit. Belum ada informasi lebih lanjut dari pihak kepolisan terkait ledakan tersebut.

(nvl/imk)

Diterbitkan di Berita

Yudha Bahar sindonews.com DELISERDANG - Tim Densus 88 Anti Teror mabes Polri, bersama Polda Sumatera Utara, melakukan penggerebekan sebuah gudang barang bekas di Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Dalam penggerebekan gudang barang bekas di Jalan Sunan Kalijaga Pasar 5 tersebut, petugas menemukan sedikitnya 500 kotak amal dari dalam gudang barang bekas milik Amin yang disewa terduga anggota jaringan teroris, Usup.

Selain menemukan kotak amal , petugas juga menemukan ribuan selebaran bertuliskan Yayasan Amal Islam Ibnul Jauzy yang diduga dijadikan modus terduga teroris untuk mendapatkan dana dari masyarakat.

Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri dan Polda Sumatera Utara, juga menemukan sejumlah buku hingga dua helai baju milik terduga teroris .

Ratusan kotak amal ini, mulai berada di gudang sejak dua tahun lalu, dan hanya dijalankan oleh satu orang pria yang tinggal bersama seorang istri dan empat anaknya di gudang tersebut. Kini pria itu dalam pengejaran polisi.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol. Hadi Wahyudi mengatakan, penggerebekan ini merupakan hasil pengembangan dari rangkaian operasi Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, yang sebelumnya juga telah dilakukan penyitaan kotak amal serupa di kawasan Tanjung Balai, beberapa waktu lalu.

Penggerebekan gudang kotak amal ini, dilakukan setelah 18 terduga teroris ditangkap dari sejumlah tempat di Sumatera Utara.

Dalam penggerebekan gudang penyimpanan kotak amal ini, petugas belum menangkap pemilik kotak amal , namun identitasnya sudah diketahui. Seluruh barang bukti, akan dibawa ke Polda Sumatera Utara, guna proses penyidikan lebih lanjut.
(eyt)

Diterbitkan di Berita