Jakarta, CNN Indonesia -- 

Sebanyak 22 tersangka terorisme dari kelompok Jamaah Islamiyah (JI) yang ditangkap di wilayah Jawa Timur akan ditempatkan di Rumah Tahanan (Rutan) khusus teroris Cikeas, Jawa Barat.

Mereka dibawa oleh anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri ke Jakarta melalui Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

"Ke-22 tersangka akan dibawa ke rutan Cikeas," kata Rusdi kepada wartawan, di Bandara Soetta, Kamis (18/3).

Rusdi mengatakan penangkapan puluhan tersangka itu merupakan bentuk pecegahan atau preventif strike terkait aktivitas terorisme di Indonesia.

Dalam penangkapan tersebut, Densus 88 turut mengamankan satu pucuk senjata api berjenis FN dengan 50 butir peluru, beberapa senjata tajam berupa katana, pedang, pisau, panah, hingga busur.

"Perlu kita sadari bersama, kelompok-kelompok ini masih hidup di antara kita," ujarnya.

Para teroris itu diringkus di sejumlah wilayah antara lain Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya, Mojokerto, Malang dan Bojonegoro. Mereka antara lain FA, FU, NA, SS, AY, TS, YA, RZ, BR, YP, EP, YT, AI, AS, RA, ZA, ME, IE, HS, AR, BS dan, HAB.

Jamaah Islamiyah (JI) JI sendiri merupakan jaringan terorisme yang bertanggung jawab atas berbagai kasus teror di Indonesia. Beberapa di antaranya seperti Bom Bali 1 dan 2, kemudian ledakan di hotel JW Marriot serta Ritz-Carlton di kawasan Mega Kuningan, Jakarta pada 2009.

(mjo/fra)

 
Diterbitkan di Berita

Gubernur Herat Sayed Abdul Wahid Qatali mengatakan puluhan rumah dan toko rusak akibat ledakan tersebut, dengan wanita dan anak-anak termasuk di antara yang tewas. Tim penyelamat di tempat kejadian berusaha menyelamatkan orang-orang yang terjebak di bawah reruntuhan, seperti dikutip dari Deutsche Welle, Sabtu (13/3/2021). 

Meskipun tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu, pihak berwenang setempat menyalahkan Taliban atas insiden tersebut. Taliban fundamentalis Sunni telah melancarkan pemberontakan terhadap pemerintah Afghanistan yang didukung Barat selama hampir dua dekade.

Diterbitkan di Berita

Puteranegara Batubara sindonews.com JAKARTA - Polri menyatakan dari informasi terakhir diketahui ada 6.000 anggota dan simpatisan kelompok terorisme Jamaah Islamiyah (JI) yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Jadi gini JI itu anggota dan kelompoknya pernah kami sampaikan jumlahnya 6.000. Nah 6.000 itu gabungan anggota dan simpatisan. Simpatisan bisa bergeser," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (12/3/2021). 

Terkait dengan hal itu, Ahmad mengakui, sampai saat ini detasemen berlambang burung hantu tersebut masih terus melakukan pemburuan kepada kelompok Jamaah Islamiyah tersebut. "Tentunya ya Densus 88 tak berhenti akan terus lakukan pemantauan dan monitor terhadap kelompok tersebut," ujar Ahmad. 

Ahmad menyebut, 22 terduga teroris yang ditangkap di wilayah Jawa Timur, bakal dibawa ke Jakarta guna memudahkan proses penyidikan tim Densus 88 Antiteror Polri. "Sebentar lagi dibawa ke Jakarta 22 terduga teroris," ujar Ahmad.
Densus 88 sebelumnya telah melakukan beberapa rangkaian aksi penangkapan terhadap terduga terorisme di di Jawa Timur.

Mereka diduga terafiliasi kelompok Jamaah Islamiyah (JI). Adapun pada tahap awal penangkapan, ke-12 terduga teroris yang ditangkap di Jatim adalah, UBS alias F, TS, AS, AIH alias AP, BR, RBM, Y, F, ME, AYR, RAS, MI. Mereka disinyalir telah menyiapkan aksi Amaliah. Sedangkan, 10 terduga lainnya belum diungkap identitasnya.
(cip)

Diterbitkan di Berita

Rhany Chairunissa Rufinaldo, Adam Abu-bashal  Anadolu Agency ABUJA Pasukan khusus Nigeria melumpuhkan 33 pejuang Boko Haram dalam bentrokan di Negara Bagian Borno pada Selasa.

Para teroris tewas dalam bentrokan di wilayah Chikingudu, namun rekan-rekan mereka berhasil melarikan diri dari tempat kejadian, sementara tentara menyita sejumlah besar amunisi. Dalam bentrokan itu, dua tentara gugur dan tujuh lainnya luka-luka.

Boko Haram melancarkan pemberontakan berdarah di timur laut Nigeria pada 2009, tetapi kemudian menyebarkan kekejamannya ke negara tetangga, Niger, Chad dan Kamerun, yang memicu tanggapan militer.

Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan, lebih dari 30.000 orang tewas dan hampir 3 juta orang terlantar dalam satu dekade kegiatan teroris Boko Haram di Nigeria,

Kekerasan yang dilakukan oleh Boko Haram telah mempengaruhi sekitar 26 juta orang di wilayah Danau Chad dan membuat 2,6 juta lainnya mengungsi, menurut Badan Pengungsi PBB.

Diterbitkan di Berita
Suparno - detikNews Sidoarjo - Dalam upaya pencegahan dan penanggulangan paham radikal hingga terorisme, Polresta Sidoarjo menggelar Focus Group Discussion (FGD). Temanya 'Terorisme Musuh Kita Bersama'.

FGD diikuti oleh para instansi terkait. Seperti Bakesbangpol Kabupaten Sidoarjo hingga Kepala Kemenag Kabupaten Sidoarjo. Dengan protokol kesehatan yang ketat, FGD juga diikuti para tokoh agama Sidoarjo. Yakni Ketua PCNU Sidoarjo, Ketua PD Muhammadiyah Sidoarjo dan Ketua MWC NU Sidoarjo.

Selain itu, yang hadir dalam FGD kali ini yakni Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko, Dir Intelkam Polda Jatim, BNPT (Densus 88 ATT) dan Eks teroris Muhammad Yusuf bersama Sahrul Munib sebagai nara sumber.

Kedatangan Tim Divisi Humas Polri di Jawa Timur khususnya di Polresta Sidoarjo, untuk secara langsung melihat kegiatan kontra radikal yang diselenggarakan oleh Polda Jawa Timur dan jajarannya.


Kombes Ahmad juga mengungkapkan bahwa FGD ini digelar bertujuan untuk memberikan ketahanan terhadap paham-paham radikal, yang merupakan bibit-bibit aksi terorisme di Indonesia.

"Karena pemahaman radikal tersebut bisa tumbuh dan berkembang serta bisa berpengaruh terhadap masyarakat," kata Ahmad di Mapolresta Sidoarjo, Selasa (9/3/2021).Saat memberikan sambutan, Kombes Ahmad Ramadhan menyatakan bahwa diskusi ini berfokus pada memerangi terorisme, dan mencegah paham radikal masuk ke Indonesia. Khususnya di Sidoarjo, Jawa Timur.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Mabes Polri telah merilis 22 orang terduga teroris yang ditangkap di Jawa Timur. Salah satu lokasi penangkapannya yakni Sidoarjo. Sebelumnya Mabes Polri juga telah menangkap teroris di Makassar, Gorontalo dan Lampung.

"Teroris dan radikal seperti sel-sel yang tidur yang suatu saat akan bangun dan bangkit dan membahayakan orang banyak," jelas Ahmad.Ahmad menjelaskan, ada dua kelompok jaringan teroris di Indonesia. Yaitu jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jemaah Islamyah (JI).

Kelompok atau jaringan teroris JI terafiliasi dengan kelompok teroris Al Qaeda. Sedangkan kelompok teroris JAD terafiliasi dengan ISIS.

Ahmad menambahkan, perlu pola pencegahan yang harus dilakukan oleh Polri, dengan cara preventif terhadap paham radikal dan terorisme di Indonesia. Diharapkan, tokoh-tokoh masyarakat nantinya bisa bersama-sama membantu memerangi aksi terorisme di Indonesia.

"Jadi dengan kegiatan kita hari ini diharapkan dapat menjadikan pencegahan dan penanaman terhadap ketahanan masyarakat untuk tidak terpapar paham radikalisme," pungkas Ahmad. 

(sun/bdh)

Diterbitkan di Berita

KENDARI, KOMPAS - Jenazah Brigadir Satu Anumerta Herlis Pombili yang gugur dalam kontak tembak dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur di Palu, dimakamkan di kampung halamannya di Kolaka Utara.

Anggota Brimob Polda Sulawesi Tengah ini dimakamkan tepat di sebelah makam ibunya yang meninggal beberapa tahun sebelumnya. 

Jenazah Briptu Herlis tiba di kampung halamannya, di Kolaka Utara, pada Kamis (4/3/2021) sekitar pukul 12.00 Wita. Anggota Kompi 4 Tolitoli Brimob Polda Sulteng ini diterbangkan dari Palu menuju kampung halamannya di Kecamatan Pakue, Kolaka Utara dengan helikopter.

Komandan Satuan Brimob Polda Sultra Komisaris Besar Adarma Sinaga menuturkan, setelah tiba, jenazah Briptu Herlis dibawa ke pemakaman umum di daerah tempat tinggal almarhum. Hal tersebut sesuai dengan permintaan keluarga untuk dimakamkan di sebelah pusara almarhum sang ibu.

“Dalam pengantaran jenazah, ikut juga sejumlah pejabat dan personel dari Polda Sulteng. Dari kami ada 30 personil Brimob Polda Sultra yang terlibat dalam rangkaian upacara pemakaman kedinasan. Inspektur upacara adalah Bupati Kolaka Utara Nur Rahman Umar,” kata Adarma, di Kendari, Sultra, Kamis siang.

 

Jenazah Briptu Anumerta Herlis Pombili tiba di kampung halamannya di Pakue, Kolaka Utara, Kamis (4/3/2021) siang. Briptu herlis meninggal dunia setelah tertembak oleh kelompok Mujahidin Indonesia Timur di Desa Gayatri, Kecamatan Poso Pesisir Utara, sekitar 8 kilometer dari permukiman warga, Rabu (3/3/201), 15.30 Wita. BRIMOB POLDA SULTRA

 

Awalnya, tutur Adarma, jenazah Briptu Herlis direkomendasikan untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kendari. Sebab, almarhum termasuk pahlawan yang berkorban hingga meninggal dunia terkait keamanan dan keutuhan bangsa. 

Akan tetapi, oleh pihak keluarga, meminta untuk dimakamkan di pemakaman umum di Kolaka Utara. Mengikuti permintaan itu, pemakaman akhirnya dilakukan di lokasi sesuai permintaan keluarga besar almarhum. 

Brigadir Kepala Aksan, kakak korban menyampaikan, pihaknya menyatakan berterima kasih atas rekomendasi tempat pemakaman di Taman Makam Pahlawan di Kendari.

Akan tetapi, mengingat lokasi Kolaka Utara dan Kendari yang berjarak sekitar 200 kilometer, keluarga memutuskan agar pemakaman dilakukan di lokasi pemakaman umum terdekat. 

“Lokasi Taman Makam Pahlawan itu jauh dari tempat keluarga besar kami, jadi diputuskan untuk dimakamkan di pemakaman umum, itu yang pertama. Yang kedua, ibu kami juga dimakamkan di pemakaman umum, jadi bisa dimakamkan berdekatan,” katanya. 

 

 
Jenazah Briptu Anumerta Herlis Pombili tiba di kampung halaman di Pakue, Kolaka Utara, (4/3/2021) siang. Briptu herlis meninggal dunia setelah tertembak oleh kelompok Mujahidin Indonesia Timur di Desa Gayatri, Kecamatan Poso Pesisir Utara, sekitar 8 kilometer dari permukiman warga, Rabu (3/3/201), 15.30 Wita. BRIMOB POLDA SULTRA

 

Meninggalnya Briptu Herlis, kata Aksan, menjadi duka yang dalam untuk keluarga. Sebab, sang adik adalah sosok pendiam yang punya perhatian besar terhadap keluarga. Bahkan, sebelum masuk hutan untuk bertugas sehari sebelumnya, almarhum sempat menelepon sang ayah untuk mengabarkan kondisi dan situasi. 

Meski demikian, ia melanjutkan, pihak keluarga ikhlas akan kejadian yang terjadi, dan menyerahkan semuanya ke yang kuasa. Ia berharap tidak ada lagi korban selanjutnya dari operasi yang digelar di wilayah Sulawesi Tengah. 

Sebelumnya, kontak senjata terjadi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Rabu (3/3/2021), antara aparat Satuan Tugas Operasi Madago Raya dan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Dalam kejadian ini, Briptu Herlis tewas tertembak. 

 

Warga membuka laman yang menampilkan Daftar Pencarian Orang (DPO) teroris Poso di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (4/4/2018). Polda Sulteng kembali merilis sisa DPO Teroris Poso dari 41 menjadi 29 orang yang tergabung dalam kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso. Jumlah tersebut berkurang karena 10 di antaranya tewas tertembak dan dua ditangkap hidup-hidup. ANTARA/BASRI MARZUKI

 

Baku tembak tersebut pecah di pegunungan Desa Gayatri, Kecamatan Poso Pesisir Utara, sekitar 8 kilometer dari permukiman warga, pukul 15.30 Wita. Baku tembak bermula saat anggota Satuan Tugas Operasi Madago Raya berpatroli dan bertemu dengan anggota kelompok MIT.

”Telah gugur salah satu personel Brimob Polda Sulteng atas nama Brigadir Satu Herlis. Jenazahnya telah berada di RS Bhayangkara untuk divisum,” kata Kepala Bidang Humas Polda Sulteng Komisaris Besar Didik Supranoto, di Palu.

Didik memastikan kontak senjata tersebut terjadi antara aparat dan kelompok MIT yang dipimpin Ali Kalora. Baku tembak masih serangkaian dengan kontak senjata pada Senin (1/3/2021) di Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara.

Namun, Didik tidak bisa memastikan kelompok itu orang yang sama yang terlibat baku tembak pada Senin, yang dipastikan ada Ali Kalora di dalamnya.

 

 

Kepala Polda Sulteng Inspektur Jenderal (Pol) Abdul Rakhman Baso di Palu, Sulteng, Selasa (2/3/2021) memperlihatkan gambar dua anggota Mujahidin Indonesia Timur yang tewas ditembak di Poso, Senin (1/3/2021). KOMPAS/VIDELIS JEMALI

 

Sebelumnya, kontak senjata terjadi pada Senin yang menewaskan dua anggota MIT dan satu anggota TNI. Dua orang tersisa dari kelompok itu kemudian dikejar aparat. Salah satu dari dua orang tersebut dipastikan Ali Kalora, pemimpin kelompok MIT.

”Satuan Tugas Operasi Madago Raya masih mengejar kelompok MIT,” katanya. Operasi Madago Raya digelar untuk mengejar anggota MIT di Poso. Operasi digelar sejak 2016 yang sebelumnya bernama Operasi Tinombala.

Sejak Januari 2021 operasi itu berganti sandi menjadi Operasi Madago Raya. Tinombala merujuk nama gunung di timur Kabupaten Parigi Moutong, kabupaten tetangga Poso.

Sementara madago, kata dalam bahasa Pamona, bahasa yang dipakai suku Pamona, salah satu suku di Poso, berarti ’baik hati’.

Operasi berpusat di pegunungan berhutan lebat di Kabupaten Poso, Parigi Moutong, dan Sigi. Wilayah itu merupakan medan gerilya kelompok Ali Kalora, yang diperkirakan tersisa 9 orang setelah dua orang tewas pada Senin (Kompas, Rabu, 3 Maret 2021).

Diterbitkan di Berita

medcom.id Kabul: Kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan tiga wanita pekerja media di Afghanistan. Serangan yang sama melukai seorang wanita lainnya, yang kini kritis di rumah sakit.

ISIS mengklaim para petempurnya telah menargetkan tiga wanita yang bekerja di sebuah stasiun televisi di kota Jalalabad Timur, pada Selasa, 2 Maret 2021, malam waktu setempat.

Kelompok militan itu mengklaim anggotanya melakukan pembunuhan terhadap apa yang disebutnya sebagai "wartawan yang bekerja untuk salah satu stasiun media yang setia kepada pemerintah Afghanistan yang murtad".

Ketiga wanita, yang bekerja untuk televisi lokal Enikas TV, diketahui berusia antara 18- 20 tahun. Menurut pejabat Afghanistan, ketiganya ditembak ketika dalam perjalanan pulang kerja.

Pemakaman ketiganya akan dilaksanakan pada Rabu, 3 Maret 2021, waktu setempat.

Selain tiga korban meninggal dunia, diketahui ada satu wanita lain yang mengalami luka-luka akibat serangan itu. Kini, wanita itu tengah dirawat di sebuah rumah sakit dalam kondisi kritis.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengutuk serangan itu, di mana awalnya polisi setempat menuduh pemberontak Taliban, yang kemudian membantah terlibat. 
(KHL)

Diterbitkan di Berita

KBRN, Jakarta: Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng) terus diburu oleh Satgas Madago Raya, tak terkecuali oknum penyuplai bahan makanan kelompok tersebut.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Pori, Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, saat baku tembak terakhir, Satgas Madago Raya menyergap kelompok yang turun hutan untuk mengambil bahan makanan.

"Kami mendalami pihak-pihak yang memberi logistik pada kelompok ini," kata Rusdi Mabes Polri Jakarta Selatan, Rabu (3/3/2021).

Rusdi mengaku, juga akan melakukan pengamanan hingga proses pemakaman dua anggota MIT yang tertembak. Pasalnya, salah satu teroris yang tertembak adalah menantu petinggi MIT Santoso.

Untuk diketahui, di Poso sebelumnya terjadi arak-arakan terhadap jenazah anggota MIT yang mati tertembak.

"Semua akan diamankan. Setelah TNI dan Polri banyak di sana, jadi aktivitas mereka semakin terjepit. Mudah-mudahan bisa segera diselesaikan," tutur Rusdi.

Sebelumnya, Satgas Madago Raya melakukan penembakan terhadap dua anggota kelompok teroris MIT pimpinan Ali Kalora.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulteng, Kombes Didik Supranato mengatakan, dua teroris yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) itu ditembak hingga tewas. Sebelum ditembak, Satgas Madago Raya dan kelompok MIT terlibat baku tembak.

"Iya (dua tewas). Atas nama Alvin dan Khairul," kata Didik saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (2/3/2021). (Ccp)

 

Oleh: Immanuel Christian

Editor: Rachmad Zein

Diterbitkan di Berita

Raja Adil Siregar - detikNews Pekanbaru - Praka Dedi Irawan gugur saat baku tembak dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Keluarga bercerita soal komunikasi terakhir dengan Dedi.

"Saat di hutan kemarin pukul 11.00 WIB, itu ada video call sama keluarga. Terakhir kita pihak keluarga komunikasi itu," kata kakak kandung Praka Dedi, Heru, di rumah duka, Selasa (2/3/2021). 

Dalam komunikasi terakhir itu, Praka Dedi menyampaikan bakal memasuki hutan di Poso. Dia meminta keluarga tak khawatir. "Dia bilang mau masuk hutan kurang lebih 5 hari, tidak ada sinyal. Ya kalau tidak ada kabar, jangan khawatir, itu katanya," ujar Heru.

Heru menyebut Praka Dedi berangkat ke Poso 2 bulan lalu. Sebelum berangkat, Dedi sempat cuti 10 hari dan pulang ke rumah orang tuanya di Jalan Kusuma, Bukit Raya, Pekanbaru.

Setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah dibawa ke Pemakaman Taman Bahagia, tepat di sebelah Taman Makam Pahlawan (TMP) Pekanbaru. Dandim 0301 Pekanbaru Kolonel Inf Edi Budiman memimpin upacara pemakaman.Praka Dedi gugur meninggalkan seorang istri bernama Nana dan satu orang putri, Naira, yang masih berusia 2 tahun. Praka Dedi selama ini tinggal di Jakarta.

 

(ras/haf)

Diterbitkan di Berita

Ainur Rofiq - detikNews Bojonegoro - Tiga terduga teroris diringkus Densus 88 Antiteror di Bojonegoro pagi tadi. Berikut ini hasil penggeledahan terkait penangkapan 3 terduga teroris tersebut.

Densus 88 melakukan penggeledahan di rumah dan toko herbal serta tempat servis senapan angin milik terduga teroris YP (40). Rumah tersebut berada di Jalan Raya Kuncen, Desa Kuncen, Padangan.

Penggeledahan disaksikan oleh pihak Pemdes dan Ketua RT setempat. Densus 88 mengamankan belasan pucuk senapan angin dan pelurunya, buku-buku dan komputer.

Setelah dilakukan penggeledahan, di rumah terduga teroris tersebut langsung dipasang garis polisi. Pantauan detikcom di lokasi, tampak banyak aparat kepolisian saat penggeledahan dilakukan."Ya tadi saya sempat disuruh nyaksikan ada senapan angin, peluru, buku dan komputer juga ada, kotak amal banyak," ujar teman YP, Widyo kepada detikcom, Selasa (2/3/2021).

Selain rumah YP, Densus 88 juga melakukan penggeledahan di Panti Asuhan Waladun Sholih terkait penangkapan terduga teroris EP (29). Panti tersebut berada di Desa Ngeper, Kecamatan Padangan.

"Tadi saya di sawah, dipanggil sama petugas polsek untuk dampingi di panti situ. Ada dua senapan angin, busur panah dan anak panah, ada juga kotak amal. Saya lupa apa saja tadi, " jelas Saji kepada detikcom di rumahnya.Di Panti Asuhan ini, menurut kesaksian Ketua RT setempat, Saji (45), Densus 88 menemukan busur panah, anak panah dan dua senapan angin.

Namun terkait penangkapan terduga teroris berinisial YT (39), detikcom belum mendapatkan informasi terkait penggeledahannya. YT diamankan Densus 88 Antiteror di sekitar Pasar Kasiman, Kecamatan Kasiman sekitar pukul 07.00 WIB.

(sun/bdh)

Diterbitkan di Berita