Jakarta, CNN Indonesia -- Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali menangkap sejumlah tersangka teroris dari jaringan Jamaah Islamiyah (JI) di Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Tenggara (Sulteng) pada Jumat (20/8) kemarin.

Sejak 12 Agustus kemarin, total Densus telah mengamankan 58 tersangka teroris yang tersebar di 11 Provinsi.

"Densus 88 AT kembali menangkap 5 tersangka teroris. Hari Jumat tanggal 20 Agustus 2021. Penangkapan dilakukan terhadap 5 tersangka di 2 provinsi," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Sabtu (21/8).

Dia menjelaskan, para tersangka itu diduga terlibat dalam kegiatan teroris berkaitan dengan senjata api. Satu tersangka berinisial MT di tangkap di Sulawesi Selatan. Sementara, empat lainnya ditangkap di Sulawesi Tengah (Sulteng).

"Sulawesi Selatan 1 orang atas nama MT (jaringan JI). Di Sulawesi Tengah 4 orang AR, NL, BL, F (jaringan JI)," jelasnya. Ramadhan mengatakan, Densus telah mengamankan barang bukti berupa senjata api dalam penangkapan itu.

Namun dia belum dapat merincikan lebih lanjut mengenai peristiwa tersebut. "Perannya menyembunyikan senjata api, barang bukti senjata api telah diamankan oleh Densus," tambah dia.

Sebagai informasi, puluhan tersangka teroris yang sebelumnya ditangkap oleh Densus diduga hendak melakukan aksi teror saat pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 RI.

Kadiv Humas Polri, Inspektur Jenderal Argo Yuwono penangkapan itu dilakukan usai Densus 88 melakukan profiling dan penyelidikan terkait dengan rencana kegiatan jaringan teroris tersebut.

Menurutnya, setiap agenda yang dibuat oleh jaringan teroris ini pada masa lalu memiliki keterkaitan hingga kini.

"Ini sesuai dengan keterangan daripada beberapa tersangka yang kami lakukan penangkapan. Ya memang, kelompok JI sendiri dan dia ingin menggunakan momen 17 Agustus hari kemerdekaan," kata Kadiv Humas Polri, Inspektur Jenderal Argo Yuwono dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (20/8).

(mjo/eks)

Diterbitkan di Berita
Deny Prastyo Utomo - detikNews Surabaya - Densus 88 mengamankan seorang terduga teroris di Jalan Jagir Wonokromo, Surabaya. Densus kemudian menggeledah rumah milik terduga teroris tersebut..

Ketua RT 12 Kelurahan Wonokromo, Muchsin, mengatakan terduga teroris yang diamankan adalah E. Muchsin mengaku tak tahu pasti kapan E diamankan. Dia hanya tahu E diamankan saat bertanya kepada salah satu petugas Densus.

"Saya tanya, pak E di mana. Dijawab dibawa Densus," ujar Muchsin kepada detikcom, Senin (16/8/2021). Muchsin kemudian bersama ketua RW diminta menjadi saksi saksi penggeledahan. Muchsin menyebut penggeledahan dilakukan sekitar pukul 05.30 WIB.

Muchsin menjelaskan ada dua tempat yang digeledah tim Densus 88. Pertama adalah workshop atau bengkel usaha aluminium dan rumah pribadi milik E. Penggeledahan berakhir sekitar pukul 08.00 WIB.

"Pak E sudah lama tinggal di sini, sebelum tahun 2000-an," tandas Muchsin.

(iwd/iwd)

Diterbitkan di Berita

Taliban Rebut Bandara Afghanistan

Kamis, 12 Agustus 2021 12:06

VOA Indonesia Pemberontak Taliban, Rabu (11/8), merebut bandara Afghanistan di Provinsi Farah dan Kunduz sementara melakukan konsolidasi kekuatan, dan pasukan Amerika menyelesaikan penarikan diri dari Afghanistan pada akhir bulan ini.

Beberapa laporan juga menyatakan pemberontak itu berhasil merebut sebuah pangkalan AD di Kunduz setelah ratusan tentara menyerah.

Anggota parlemen Afghanistan Shah Khan Sherzad menyatakan kepada TOLO, media setempat bahwa bandara dan pangkalan AD di Kunduz “direbut oleh Taliban bersama seluruh perlengkapannya.”

Taliban juga menyatakan telah memegang penuh kendali di sembilan ibukota provinsi dan dalam proses merebut wilayah lainnya.

Perkembangan terbaru pemberontak itu datang ketika Presiden Afghanistan Ashraf Ghani melakukan perjalanan ke Mazar-i-Sharif untuk menyemangati pasukan pro-pemerintah agar mempertahankan kota terbesar di utara Afghanistan itu.

Ini merupakan sebuah pusat komersial dan rute perdagangan perbatasan yang penting antara Afghanistan dan negara tetangganya.

Ofensif Taliban baru-baru ini menyaksikan kelompok pemberontak itu berhasil merebut pelintasan perbatasan Afghanistan dengan Iran, Turkmenistan, Iran, dan satu dari lima rute perdagangan dan perjalanan dengan Pakistan.

Pasukan keamanan kesulitan untuk membendung kemajuan cepat yang diperoleh Taliban. Itu menggoncangkan pemerintah Afghanistan yang didukung Amerika dan negara-negara Barat lainnya.

Kemunduran di medan pertempuran itu memaksa Ghani, Rabu (11/8) mengganti panglima AD dengan komandan dari korps pasukan khusus, Jenderal Hibatullah Alizai.

Berbicara kepada VOA, juru bicara Taliban Zabihullah Mujahi, Rabu (11/8) menjelaskan kejatuhan sembilan ibukota provinsi itu berarti pemberontak mengendalikan secara penuh sembilan dari keseluruhan 34 provinsi Afghanistan.

Mujahih menambahkan pemberontak Taliban bertekad melancarkan ofensif terhadap provinsi Kandahar dan Helmand di selatan, dimana kebanyakan distriknya sudah dikuasai oleh pemberontak. [jm/mg]

Diterbitkan di Berita

sindonews.com JAKARTA - Tiga jenderal turun langsung ke lapangan untuk melakukan pencarian 6 orang sisa Daftar Pencarian Orang (DPO) teroris Poso . Bahkan ke tiganya rela bermalam di pos sekat yang biasa ditempati personil TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Madago Raya.

Tiga jenderal tersebut adalah Irjen Polisi Abdul Rakhman Baso yang juga Kapolda Sulteng, Brigjen TNI Farid Makruf Danrem 132 Tadulako dan Brigjen Polisi Reza Arief Dewanto selaku Kepala Operasi (Kaops) Satgas Madago Raya.

Yang menarik, kolaborasi dua pucuk pimpinan TNI-Polri di Sulteng itu menunjukkan kepiawaiannya memasak santapan malam menu ala pasukan di medan tugas di pos sekat.

Wakasatgas Humas Ops Madago Raya AKBP Bronto Budiyono mengungkapkan, sebelum bergerak ke lapangan ketiga jenderal itu memberikan arahan kepada personel Satgas Madago Raya. Selanjutnya mereka turun kelapangan dengan menunggangi motor trail.

Patroli bermotor ini menyisir beberapa perkampungan di wilayah Kecamatan Poso Pesisir Selatan (PPS). "Sambil mencari keberadaan 6 orang sisa DPO teroris Poso pimpinan Ali Kalora mereka juga menyapa warga sepanjang perjalanan," ungkap Bronto, Rabu (11/8/2021).

Dia menerangkan upaya pencarian meyusuri hutan belantara. Setiap menemui pos sekat, rombongan berhenti untuk memberikan arahan sekaligus semangat kepada para personel. Rombongam akhirnya beristirahat di Pos Sekat Kelapa Dalam Desa Pantangolemba untuk bermalam.

"Disetiap pos rombongan berhenti untuk memberikan dorongan moril agar anggota tetap semangat dalam tugas. Bekerja tanpa pamrih untuk merah putih. pesan tersebut yang selalu disampaikan kepada pasukan yang bertugas," ungkap Broto.

Selain memberikan semangat rombongam juga selalu memberikan bantuan sembako disetiap pos yang dikunjungi. "Hal kecil yang selalu menjadi perhatian untuk anggota," tutup Bronto.

(ymn)

Diterbitkan di Berita
Novi Christiastuti - detikNews Kabul - Kelompok Taliban menembak mati seorang pejabat pemerintah Afghanistan di sebuah masjid di wilayah Kabul.

Penembakan dilakukan beberapa hari setelah Taliban memperingatkan akan menargetkan pejabat pemerintahan senior sebagai balasan atas meningkatkan serangan udara beberapa waktu terakhir.

Seperti dilansir AFP, Jumat (6/8/2021), pejabat yang ditembak mati Taliban itu diidentifikasi sebagai Dawa Khan Menapal yang merupakan kepala pusat informasi media pada pemerintahan Afghanistan.

"Sangat disayangkan, teroris yang biadab telah melakukan aksi pengecut sekali lagi dan membunuh seorang patriot Afghan," sebut juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Mirwais Stanikzai, merujuk pada kematian Menapal.

Taliban dalam pernyataannya mengklaim bertanggung jawab atas kematian Menapal pada Jumat (6/8) waktu setempat.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengirimkan pesan kepada media yang berbunyi: "Dia tewas dalam serangan khusus yang dilakukan oleh mujahidin."

Pertempuran dalam konflik berkepanjangan Afghanistan semakin meningkat sejak Mei, saat pasukan asing mulai ditarik pulang oleh negara masing-masing. 

Taliban dilaporkan telah menguasai sebagian besar wilayah pinggiran Afghanistan, dan sekarang tengah menantang pasukan pemerintah di beberapa kota besar.

Pada Rabu (4/8) waktu setempat, Taliban memperingatkan akan ada lebih banyak serangan menargetkan pejabat pemerintah Afghanistan. Sehari sebelumnya, Taliban melancarkan serangan terhadap Menteri Pertahanan (Menhan), yang berhasil selamat dari upaya pembunuhan itu.

Serangan bom dan penembakan terhadap Menhan Bismillah Mohammadi pada Selasa (3/8) malam waktu setempat membawa pertempuran ke ibu kota Kabul untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir.

Militer Afghanistan dan Amerika Serikat (AS) meningkatkan serangan udara dalam perjuangan melawan Taliban di berbagai kota. Pada Rabu (4/8) waktu setempat, Taliban menyebut serangan di area Kabul merupakan respons atas peningkatan serangan udara itu.

(nvc/ita)

Diterbitkan di Berita

VOA Indonesia - Kementerian Pertahanan Afghanistan mengatakan angkatan udaranya telah melakukan lebih banyak serangan udara terhadap posisi Taliban di Afghanistan Selatan, sementara kelompok pemberontak tersebut kembali meraih kemajuan di bagian utara negara itu.

Sebuah pernyataan kementerian pertahanan menyebutkan serangan udara itu sendiri sebetulnya dilangsungkan di berbagai penjuru negara itu, termasuk di provinsi Helmand, di bagian selatan Afghanistan, di mana ibu kota provinsinya -- Lashkar Gah -- sedang diperebutkan dengan sengit.

Taliban menguasai sembilan dari 10 distrik polisi di kota itu. Penduduk di Lashkar Gah melaporkan pengeboman besar-besaran terjadi di dekat stasiun radio dan televisi pemerintah, yang berada di bawah kendali Taliban.

Beberapa balai pernikahan dan wisma gubernur provinsi itu terletak di dekat stasiun radio dan televisi itu.

Di Afghanistan Utara, Taliban menguasai sebagian besar ibu kota provinsi, Sar-e-Pul, kata kepala dewannya, Mohammad Noor Rahmani. Dalam beberapa bulan terakhir, kelompok tersebut telah menguasai puluhan distrik di beberapa provinsi di wilayah utara negara itu.

Serangan Taliban tampaknya meningkat dengan dimulainya penarikan terakhir pasukan AS dan NATO pada akhir April. Pasukan keamanan Afghanistan menanggapinya dengan mengintensifkan serangan udara, dengan bantuan pasukan Amerika Serikat.

Perkembangan ini meningkatkan kekhawatiran banyak pihak tentang jatuhnya korban sipil di berbagai penjuru negara itu.

"Kami sangat prihatin dengan keselamatan orang-orang di Lashkar Gah, di Afghanistan Selatan, di mana puluhan ribu orang kemungkinan terjebak dalam pertempuran," kata Stephane Dujarric, juru bicara PBB, Rabu (4/8).

“Kami, bersama dengan mitra-mitra bantuan kemanusiaan kami di Afghanistan, kini sedang mengevaluasi kebutuhan dan tanggapan yang diperlukan di Afghanistan Selatan, jika akses memungkinkan,'' katanya. [ab/uh]

Diterbitkan di Berita

Palu (ANTARA) - Kepolisian berhasil mengidentifikasi dua jasad terduga Daftar Pencarian Orang Mujahidin Indonesia Timur Poso yang tewas dalam kontak tembak baru-baru ini di  pegunungan Tokasa, Desa Tanah Lanto, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, adalah Qatar dan Rukli

Menurut Kapolda Sulteng Irjen Pol Abdul Rakhman Baso berdasarkan hasil identifikasi, keduanya adalah Rukli dan Qatar alias Farel.

"Olah DNA dari tiga daftar pencarian orang (DPO) yang terakhir, pertama Qatar, kedua Rukli, dan ketiga adalah Ambo," katanya, Rabu

Kapolda mengatakan salah satu DPO Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso yang tewas, yakni Qatar merupakan DPO yang memimpin aksi pembunuhan di dua Desa di Kabupaten Sigi dan Kabupaten Poso.

"Hasil analisa intelijen itu Qatar yang melakukan pembunuhan di Lemban Tongoa dan Kalimago, kemudian seperti analisa kita mereka itu terbagi dari beberapa kelompok," katanya.

Sebelumnya pada bulan Juli 2021, selama sepekan terjadi dua kali kontak tembak antara satgas Madago Raya dengan DPO MIT Poso. Insiden Kontak tembak tersebut menewaskan tiga orang DPO MIT.

Insiden pertama terjadi pada Minggu (11/07), di Pegunungan Desa Tanah Lanto Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong yang menyebabkan dua DPO MIT Poso tewas.

Kemudian pada Sabtu (17/07) kontak tembak mengakibatkan satu DPO MIT Poso kembali tewas. Insiden terjadi di Desa Tolai Induk, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong. Tidak jauh dari lokasi kontak tembak yang pertama.

Dari dua lokasi tersebut, Satgas Madago Raya, mengamankan sejumlah barang bukti berupa senjata api jenis revolver, amunisi, bom lontong, kompas, bendera, dan sejumlah barang bukti lainnya yang diduga digunakan tiga DPO MIT Poso yang tewas tersebut.

Ketiga jenazah DPO MIT Poso ini dimakamkan di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Poboya, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Namun, dari tiga jenazah ini baru satu jenazah yang berhasil diidentifikasi kepolisian.

Data kepolisian, saat ini DPO MIT Poso yang masih terus dilakukan pengejaran oleh Tim Satgas Madago Raya berjumlah enam orang.

Pewarta: Rangga Musabar
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Diterbitkan di Berita

sindonews.com KANDAHAR - Para keluarga meninggalkan rumah mereka berbondong-bondong, bom-bom pesawat menghujani lingkungan dan mayat-mayat memenuhi jalan-jalan.

Itulah pemandangan memilukan ketika Taliban melancarkan perang mereka ke kota-kota Afghanistan selama akhir pekan lalu.

Pertempuran antara gerilyawan Taliban melawan pasukan pemerintah Afghanistan memulai babak baru berdarah dalam perang panjang negara itu.

Penduduk di kota selatan Lashkar Gah mengatakan bahwa Taliban berperang dari "jalan ke jalan" dengan pasukan keamanan Afghanistan dan telah mengepung markas polisi dan kantor gubernur.

“Pesawat itu membom kota setiap menit. Setiap inci kota telah dibom,” kata Badshah Khan, seorang penduduk Lashkar Gah, Ibu Kota Provinsi Helmand, kepada AFP melalui telepon.

“Anda bisa melihat mayat-mayat di jalanan. Ada mayat orang di alun-alun," ujarnya yang dilansir Senin (2/8/2021).

Pemerintah tetap mengendalikan Lashkar Gah hingga hari ini berkat rentetan serangan udara yang terus-menerus, tetapi masa depan ibu kota provinsi itu tampaknya menggantung dari seutas benang ketika gelombang demi gelombang pemberontak memasuki kota.

Kekerasan telah meningkat di seluruh Afghanistan sejak awal Mei ketika Taliban melancarkan serangan besar-besaran di sebagian besar negara itu ketika militer AS dan sekutunya memulai penarikan terakhirnya setelah hampir 20 tahun beroperasi.

Taliban melahap distrik pedesaan dengan kecepatan tinggi, yang seringkali tanpa perlawanan dari pasukan pemerintah Afghanistan.

Tetapi militer negara itu telah berusaha keras untuk mempertahankan serangkaian wilayah Ibu Kota Provinsi Helmand yang tersebar di Afghanistan—termasuk Lashkar Gah, Kandahar, dan Herat.

Setelah jeda singkat pertempuran selama liburan Idul Adha akhir bulan lalu, Taliban telah mengalihkan perhatian mereka untuk merebut kota-kota, meluncurkan serangan mematikan di beberapa ibu kota provinsi.

Situasi Memburuk

Di Lashkar Gah, warga setempat; Hazrat Omar Shirzad, sangat marah setelah Taliban memaksanya keluar dari rumahnya untuk berlindung dari serangan udara.

“Imarah Islam membakar bumi dan republik membakar langit. Tidak ada yang peduli dengan bangsa ini,” kata Shirzad. Imarah Islam adalah sebutan untuk kelompok Taliban di Afghanistan.

Pertempuran juga dilaporkan terjadi di Herat dekat perbatasan dengan Iran selama tiga hari berturut-turut, di mana gerilyawan Taliban mengerumuni pinggiran ibu kota.

“Semakin hari situasi keamanan semakin buruk,” kata Agha Reza, seorang pengusaha di Herat. “Ada kemungkinan 90 persen kota Herat akan runtuh ke tangan Taliban,” ujarnya, dengan menambahkan bahwa kota itu kekurangan pasokan listrik dan jalan-jalan utama diblokir karena bentrokan.

Seorang guru sekolah di Herat dengan syarat anonim mengatakan kepada AFP bahwa hanya beberapa sekolah yang buka di kota karena anak-anak lebih suka tinggal di dalam rumah.

"Tadi malam kami mendengar banyak pesawat terbang di atas kota... Hari ini, saya pergi ke sekolah dan hanya anak laki-laki yang berani datang," katanya.

Para pejuang dengan panglima perang veteran Ismail Khan yang milisinya membantu pasukan asing pimpinan AS menggulingkan rezim Taliban pada tahun 2001 telah berkumpul untuk menyelamatkan kota, berbaris bahu-membahu dengan pasukan keamanan Afghanistan di jalan-jalan menuju ke garis depan.

Dan di Kandahar, pertempuran berhari-hari telah membuat ribuan orang yang memadati pusat kota mengungsi untuk menghindari baku tembak di pinggir ibu kota provinsi.

Warga Kandahar, Khalid Hewadmal, mengatakan Taliban memaksa warga keluar dari rumah mereka saat mereka bergerak lebih dekat ke kota.

“Pada hari Jumat mereka telah memperingatkan warga untuk meninggalkan rumah mereka,” kata Hewadmal.

Kandahar adalah tempat kelahiran gerakan Taliban dan jatuhnya kota itu akan memberikan pukulan besar bagi pemerintah, yang secara efektif membelah negara itu menjadi dua sebelum musim dingin, ketika merebut kembali wilayah itu sangat sulit.

Pemerintah telah berulang kali menolak klaim kemenangan Taliban, tetapi sebagian besar pasukan pemerintah gagal membalikkan momentum mereka di medan perang.

(min)

Diterbitkan di Berita

sindonews.com KANDAHAR - Nazar Mohammad alias Khasha Zwan adalah komedian populer di Afghanistan . Pada Kamis malam pekan lalu, dia diseret dari rumahnya di Kandahar oleh orang-orang bersenjata dan kemudian disandarkan di bawah pohon lalu digorok lehernya.

Keluarga korban, yang dikutip media lokal TOLO News, menuduh para pelakunya adalah kelompok Taliban . Namun, kelompok yang sedang berperang dengan pasukan pemerintah itu membantah terlibat dalam pembunuhan sang komedian.

Menurut kantor berita ANI, komedian itu sebelumnya bertugas di Kepolisian Kandahar.

Kandahar, tempat Nazar Mohammad, telah menjadi medan pertempuran yang berkecamuk antara pasukan pemerintah dan Taliban. Perang telah meluas ke berbagai wilayah di negara itu seiring dengan penarikan tentara Amerika Serikat (AS) dan sekutu NATO-nya.

Menurut perkiraan pejabat lokal, sekitar 100 orang telah tewas dalam dua minggu terakhir di Kandahar. Selain itu, sekitar 300 orang lainnya hilang.

Taliban sendiri telah merebut wilayah teritorial besar selama beberapa minggu terakhir sebelum tentara AS benar-benar hengkang pada 31 Agustus. Menurut laporan media lokal, para milisi Taliban pergi dari rumah ke rumah di Kandahar mencari pegawai pemerintah.

Provinsi Kandahar secara tradisional menjadi kubu Taliban dan pertempuran di sana telah berlangsung sengit dalam beberapa pekan terakhir dengan gerilyawan merebut perbatasan utama dengan Pakistan di selatan, di Spin Boldak.

Wartawan Reuters Danish Siddiqui tewas di daerah itu beberapa waktu lalu saat meliput bentrokan antara pasukan keamanan Afghanistan dan milisi Taliban.

Banyak keluarga telah meninggalkan rumah mereka dalam jumlah besar dan melarikan diri ke utara menuju Kabul, atau mencari perlindungan di kamp-kamp pengungsi.

Sebelumnya, CNN telah melaporkan bahwa Taliban memenggal Sohail Pardis, seorang warga Afghanistan yang bekerja sebagai penerjemah untuk Angkatan Darat AS. Namun, lagi-lagi Taliban membantah telah memenggal Pardis.

Negara yang dilanda perang itu mengalami peningkatan 47% dalam jumlah semua warga sipil yang tewas dan terluka dalam kekerasan pada paruh pertama tahun 2021, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

"Saya memohon kepada para pemimpin Taliban dan Afghanistan untuk memperhatikan lintasan konflik yang suram dan mengerikan serta dampaknya yang menghancurkan terhadap warga sipil," kata Deborah Lyons, perwakilan khusus Sekjen PBB untuk Afghanistan seperti dikutip The Mirror, Selasa (27/7/2021).

Ketika pasukan asing menarik diri dari Afghanistan, Taliban mengumumkan pada hari Kamis pekan lalu bahwa mereka menguasai 90 persen perbatasan negara itu.

"Perbatasan Afghanistan dengan Tajikistan, Uzbekistan, Turkmenistan, dan Iran, atau sekitar 90 persen dari perbatasan, berada di bawah kendali kami," kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid kepada kantor berita pemerintah RIA Novosti.

Namun, Kementerian Pertahanan Afghanistan menggambarkan klaim Taliban sebagai "kebohongan mutlak".

Menegaskan bahwa pasukan pemerintah mengendalikan perbatasan Afghanistan dan semua "kota utama dan jalan raya", wakil juru bicara Kementerian Pertahanan Fawad Aman mengatakan kepada AFP: "Ini adalah propaganda tak berdasar."

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengatakan Taliban membunuh sekitar 100 warga sipil pekan lalu di Spin Boldak dekat perbatasan Pakistan.

"Pasukan keamanan Afghanistan akan segera membalas dendam pada teroris liar ini," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Mirwais Stanekzai di Twitter.
(min)

Diterbitkan di Berita

VIVA – Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Abdul Rakhman Baso turun langsung memimpin Satgas Madago Raya melakukan perburuan sisa teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, Sulawesi Tengah yang masih buron atau masuk daftar pencarian orang (DPO). 

Bersama beberapa pejabat satgas Madago Raya, dengan menunggangi motor trail, Kapolda Sulteng bertolak dari Poskotis Tokorondo Poso menuju wilayah Poso Pesisir Selatan, wilayah Lore bersaudara dan Kabupaten Sigi, pada Rabu, 21 Juli 2021.

Setidaknya ada delapan pos sekat, poskotis dan pos pengamanan daerah rawan yang menjadi sasaran untuk dikunjungi rombongan Kapolda Sulteng,

"Kapolda Sulteng selaku penanggung jawab kebijakan operasi (PJKO) satgas Madago Raya tidak ingin berlama-lama menuntaskan pencarian sisa DPO teroris Poso," kata Wakil Kasatgas Humas Operasi Madago Raya, AKBP Bronto Budiyono pada Kamis, 22 Juli 2021.

Menurut AKBP Bronto, patroli skala besar kembali dikerahkan untuk mempersempit ruang gerak DPO teroris Poso dan mencegah para simpatisan yang ingin memberikan suplai logistik atau bahan makanan, paska dilumpuhkannya tiga DPO teroris Poso dalam sepekan terakhir.

Selain itu, pasukan yang berada di Pos perlu diberikan motivasi, suplai logistik dan bahan makanan agar lebih bersemangat dalam bertugas menuntaskan sisa DPO teroris yang belum berkeinginan untuk menyerahkan diri.

"Kekuatan logistik untuk pasukan yang berada di medan operasi perlu diperhatikan, karena itu adalah kunci keberhasilan dalam tugas operasi, tanpa logistik yang cukup mustahil operasi akan berhasil," ungkapnya

 

 

Hari pertama penyisiran dari wilayah Poso Pesisir, Poso Pesisir Selatan sampai dengan wilayah Lore Utara atau Napu Kapolda Sulteng menyempatkan untuk beristirahat dan bermalam di Poskotis IV Napu.

Kamis pagi, rombongan kembali akan menyisir wilayah Napu atau Kecamatan Lore Utara sampai dengan wilayah Kabupaten Sigi. 

Kapolda Sulteng, lanjut Bronto, meminta kepada sisa-sisa DPO teroris Poso untuk segera menyerahkan diri dengan baik-baik. Apalagi, keluarga juga sudah menunggu kepulangan para DPO teroris.

"Selanjutnya diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku dan kembali kepangkuan NKRI seeta masih ada kesempatan untuk bertobat, memperbaiki kesalahan dan berkumpul kembali dengan keluarga yang sudah lama merindukan kepulangan kalian," ujarnya.

Laporan: Firman

Diterbitkan di Berita