Anadolu Agency JAKARTA Pemerintah Malaysia pada Senin mengumumkan telah melakukan vaksinasi Covid-19 sebanyak 140.573 dosis dalam 24 jam terakhir.

Jumlah ini di bawah target 200.000 harian yang ditetapkan pemerintah dalam Program Vaksinasi Nasional COVID-19.

Dalam pernyataannya, Menteri Kesehatan Adham Baba mengatakan 116.514 orang menerima dosis pertama vaksin, sementara 24.059 lainnya menerima dosis kedua.

Dia mengatakan total 1.612.753 orang telah menerima dua dosis vaksin dan 4.202.601 orang menerima dosis pertama atau 12.9 persen dari total populasi​​​​​​​

Dari tambahan ini, total jumlah dosis yang diberikan di Malaysia sejauh ini telah mencapai 5.815.575.

Diterbitkan di Berita

voi.id JAKARTA - Pengembang virus COVID-19 Sputnik lansiran Rusia, mengklaim vaksin tersebut mampu melindungi penerimanya dari berbagai jenis virus corona yang diketahui ada di dunia saat ini.

Kepala pengembangan vaksin, Pusat Epidemiologi dan Mikrobiologi Nasional Gamaleya, Alexander Gintsburg mengatakan, hal ini dimungkinkan seiring dengan antibodi yang dikembangkan oleh pihaknya. 

"Anti-bodi sebagai hasil penggunaan Sputnik V melindungi terhadap semua jenis varian COVID-19 yang dikenal saat ini, mulai dari jenis Inggris hingga jenis Delta Indian," kata Gintsburg kepada Rossiya-1 seperti dikutip dari TASS, Senin 21 Juni.

Lebih jauh Gintsburg menjelaskan, varian Delta COVID-19 yang pertama kali ditemukan di India, merupakan varian yang menyebabkan transisi lebih cepat dari gejala ringan ke jenis penyakit yang lebih serius. 

"Ini (strain India) lebih agresif, mengurangi waktu transisi dari gejala ringan ke bentuk penyakit yang serius, sehingga memotong waktu kemungkinan munculnya antibodi sendiri," ungkap Gintsburg.

Vaksin Sputnik V tidak hanya digunakan di Rusia, melainkan juga di berbagai negara di belahan dunia. Akhir bulan lalu, Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) menandatangani kesepakatan dengan Dana Darurat Anak Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), terkait pasokan vaksin COVID-19.

Total ada 220 juta dosis vaksin Sputnik V yang akan disiapkan untuk UNICEF. Sebelumnya, RDIF mengumumkan telah melamar ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk registrasi dan prakualifikasi Sputnik V pada Oktober 2020. Keputusan WHO diharapkan terbit dalam waktu dekat.

RDIF juga akan melakukan pembicaraan dengan Global Alliance for Vaccines and Immunization (GAVI), untuk membahas kemungkinan memasukkan Sputnik V ke dalam portfolio COVAX vaksin virus corona. 

Untuk diketahui, Rusia mencatat 5.316.826 kasus COVID-19, sementara 4.869.972 orang telah pulih dan 129.361 meninggal sejak pandemi tahun lalu.

Diterbitkan di Berita

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama menyatakan asrama haji yang tersebar di seluruh Indonesia siap digunakan untuk menampung pasien COVID-19 dalam menjalani isolasi mandiri.

"Asrama haji pernah digunakan sebagai ruang isolasi COVID-19. Tahun ini, Menag Yaqut Cholil Qoumas sudah memberikan izin dan asrama haji siap kembali digunakan sebagai ruang isolasi COVID-19," ujar Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Khoirizi dalam keterangan tertulisnya di jakarta, Senin.

Khoirizi mengatakan 27 dari 31 asrama haji milik Kemenag sudah siap digunakan untuk menampung pasien. Namun, empat asrama haji lainnya belum bisa digunakan dengan berbagai alasan, seperti Asrama Haji Pontianak, Mamuju, Jayapura, dan Sorong.

Menurutnya, koordinasi antara Kemenag dengan Satgas COVID-19 terkait penggunaan asrama haji sebagai ruang isolasi sudah dilakukan sejak lama. Bahkan, pemanfaatan asrama haji sebagai ruang isolasi juga sudah dilakukan pada 2020.

Ia mencontohkan Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, penyiapannya sudah dilakukan bersama dengan Satgas COVID-19 DKI Jakarta. Bahkan, kesiapannya juga sudah ditinjau oleh Sekda DKI dan Pangdam Jaya.

"Ada dua gedung di Asrama Haji Pondok Gede yang disiapkan sebagai ruang isolasi," ujar dia.

Demikian pula dengan UPT Asrama Haji Gorontalo, Kepala UPT sudah menggelar rapat dengan Satgas setempat agar bisa digunakan untuk menampung pasien COVID-19.

“Asrama Haji Gorontalo akan menjadi alternatif ketiga bila ruang isolasi pasien COVID-19 di tingkat provinsi sudah tidak memadai,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Saiful Mujab mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak RS Haji Jakarta untuk memastikan ruang isolasi yang disiapkan sudah sesuai standar Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Kementerian Kesehatan, bahkan WHO.

"Setiap pasien menempati satu kamar, satu tempat tidur. Tidak boleh digabung. Ada juga standar pelayanan kasus di bawah pengawasan tenaga kesehatan," ujarnya.

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Diterbitkan di Berita
Konten ini diproduksi oleh kumparan
 
Lonjakan kasus COVID-19 masih terus terjadi pasca libur Lebaran dan kian mengkhawatirkan. Sejumlah ahli hingga pemerhati berpendapat sudah saatnya pemerintah menerapkan lockdown untuk menekan kasus virus corona.
 
Ketua Dewan Pertimbangan PB IDI Prof Dr dr Zubairi Djoerban,SpPD(K) menjadi salah satu yang meminta Indonesia melakukan lockdown. Ia menyarankan ini dilakukan selama dua pekan.
 
 "Saran saya. Lebih bijaksana bagi Indonesia untuk terapkan lockdown selama dua minggu," kata Zubairi dalam cuitan Twitternya @ProfesorZubairi yang dikutip kumparan, Senin (21/6).
 
 
Menurut Zubairi, lockdown adalah langkah tepat untuk memperlambat penyebaran corona dan membuat situasi fasilitas kesehatan lebih stabil. Sehingga tak lebih banyak nyawa hilang akibat COVID-19.
 
"Untuk apa? Memperlambat penyebaran, meratakan kurva, menyelamatkan fasilitas kesehatan, dan yang pamungkas: menahan situasi pandemi jadi ekstrem--yang akan membahayakan lebih banyak nyawa," tandas dia.
 
Sebelumnya, anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay juga meminta pemerintah untuk menerapkan lockdown. Meski lain dengan Zubairi, ia menyarankan lockdown diterapkan pada akhir pekan dahulu sebagai percobaan.
 
"Sekarang pemerintah harus lockdown. Dari dulu, saya minta sudah lama. Nah lockdown itu mulai dari akhir pekan, Jumat sore sampai Senin pagi itu enggak boleh keluar rumah, itu dulu. Karena kalau sudah tiga hari orang enggak keluar rumah, penyebaran di 3 hari itu enggak ada," kata Ketua Fraksi PAN DPR RI itu kepada kumparan, Minggu (20/6).
 
Ketua Dewan Pertimbangan IDI Minta Indonesia Lockdown 2 Pekan untuk Tekan Corona (1)
Ilustrasi Jakarta akan kembali memberlakukan PSBB. Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO
 
"Ini Sultan di DIY sudah minta lockdown. Kemudian Anies Baswedan, walaupun dia enggak ada lockdown akhir pekan. Dulu usul saya itu lockdown, sekarang gantian [usul] kalau akhir pekan atau minggu orang di rumah saja," imbuh dia.
 
Ancaman lonjakan kasus COVID-19 saat ini terpampang dari data-data yang ada. Meski kasus corona cenderung menurun pada Maret diiringi percepatan vaksinasi, dua pekan ke belakang kasus kembali naik signifikan mendekati puncak kasus pekanan di Januari 2021, yakni 89.052.
 
Pekan lalu pada 8-13 Juni, kasus naik sebesar 55.320. Sementara pekan ini pertumbuhan kasus meroket ke angka 78.551 atau 41,99 persen. Menurut data satu bulan terakhir, pertumbuhan kasus corona di Indonesia naik 92 persen.
 
 
 
Diterbitkan di Berita

BBC News Indonesia

Varian Delta menyebar dengan cepat di Inggris dan menyebabkan kasus Covid-19 melonjak sekali lagi. Mungkinkah negara-negara lain bernasib sama?

Di mana saja varian Delta menyebar?

Laboratorium di seluruh dunia yang menganalisis materi genetik virus telah membagikan temuan mereka ke basis data global. Saat ini, Inggris sepertinya memiliki lebih banyak kasus varian Delta daripada sebagian besar negara lain di dunia.

 

WHO

Selain cegah stigma, penggunaan alfabet Yunani untuk varian Covid-19 disebut WHO akan permudah masyarakat membicarakan turunan virus corona. GETTY IMAGES

 

Sebanyak 75.953 kasus varian Delta ditelusuri di Inggris hingga 16 Juni, naik nyaris dua kali lipat dari 42.323 kasus pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, hingga 14 Juni, 2.853 kasus varian Delta telah diidentifikasi di AS, 747 di Jerman, 277 di Spanyol dan 97 di Denmark, menurut situs web pemantauan global GISAID.

Adapun di Indonesia, telah ditemukan 107 kasus varian Delta per 13 Juni, menurut data Kementerian Kesehatan.

Tapi ini bukan catatan pasti tentang berapa banyak jumlah kasus yang ada - ini catatan berapa banyak yang terlihat, dan Inggris memiliki sistem yang sangat baik untuk mendeteksi varian virus corona.

Jadi kemungkinan angka-angka ini menyamarkan insiden varian yang jauh lebih besar di beberapa negara yang melakukan lebih sedikit pengurutan analisis genetik virus (whole genome sequencing).

Misalnya, ada 875 kasus varian Delta yang diidentifikasi di India pada 3 Mei ketika virus sedang berkecamuk, dan tercatat hanya 142 kasus varian Delta dalam empat pekan terakhir.

Kendati negara itu mencatat antara setengah juta hingga dua juta kasus baru sejak awal Mei, dengan varian Delta diyakini sebagai varian dominan.

 

Usulan nama-nama baru untuk varian virus Covid-19

 

Di Inggris, 38.000 kasus varian Delta tercatat dalam 28 hari terakhir. Pemerintah Skotlandia mengatakan varian tersebut bertanggung jawab atas "sebagian besar" kasus baru.

Pemerintah Irlandia Utara telah memperingatkan bahwa varian tersebut kemungkinan akan menjadi jenis yang dominan dan pemerintah Wales mengatakan varian Delta mendorong peningkatan kasus dan kini negara itu berada dalam fase awal gelombang ketiga virus corona.

Mengapa Inggris sangat terdampak dibanding negara lain?

Para pakar meyakini faktor utama yang membuat lonjakan kasus di Inggris dalam waktu singkat disebabkan oleh volume perjalanan.

Merujuk data pemerintah Inggris, varian itu masuk ke Inggris melalui setidaknya 500 pelancong.

Dr Jeffrey Barrett dari Sanger Institute, yang menganalisis materi genetik dari tes swab Covid-19 untuk mengetahui mutasi virus corona, mengatakan angka sebenarnya kemungkinan lebih dari 1.000.

Ini penting karena cara penyebaran virus yang tidak teratur.

Kita berbicara tentang angka reproduksi virus yang berarti bahwa, tanpa langkah-langkah pembatasan jaga jarak atau pengendalian infeksi, satu orang kemungkinan menginfeksi rata-rata tiga orang.

Namun pada kenyataannya, tak setiap orang menginfeksi tiga orang lainnya.

 

Perbandingan angka R berbagai varian Covid-19, dibandingkan penyakit lain.

 

Sebaliknya, satu orang mungkin menginfeksi 30 orang lain, sedangkan yang lain tidak menginfeksi siapa pun - baik karena perbedaan dalam biologi, perilaku, atau kondisi kehidupan mereka.

Ada unsur kebetulan - jika lima orang tiba di Inggris membawa varian ini, bisa jadi Anda beruntung ketika tidak ada dari mereka yang menularkannya.

Jika 500 kasus varian Delta sudah tercatat sejauh ini, kemungkinan besar setidaknya satu orang yang terinfeksi varian Delta akan menularkan infeksi mereka, atau bahkan menjadi penyebar super.

Jadi perbedaan antara lima dan 500 pelancong yang masuk dengan varian Delta tidak akan persis 100 kali infeksi.

Selain itu, varian Delta memasuki Inggris pada saat pembatasan sedang dilonggarkan dan dalam cuaca dingin.

Cuaca dingin akan membuat lebih banyak orang di dalam ruangan, dan di sisi lain, virus bisa bertahan lebih lama di luar ruangan.

 

Scientist holds a sample tube

GETTY IMAGES

 

Apakah negara lain akan bernasib sama?

Para pakar meyakini beberapa negara mungkin sudah menuju ke arah yang sama seperti Inggris - tetapi mereka memiliki program pengurutan genetik lebih sedikit dan lebih lambat, yang berarti kita belum dapat melihatnya dalam data.

Dan di beberapa negara seperti AS, varian tersebut baru terdeteksi tak lama kemudian - mungkin karena lebih sedikit orang yang memiliki hubungan langsung dengan India - sehingga varian ini diperkirakan baru akan meningkat dalam beberapa pekan mendatang.

Dr Muge Cevik, seorang spesialis penyakit menular di Universitas St Andrews, mengatakan, pada waktunya, kita mungkin melihat lonjakan kasus serupa di negara lain.

Dia juga menambahkan prospek seperti itu "jauh lebih mengkhawatirkan di negara-negara dengan tingkat vaksinasi rendah".

 

pekerja migran

Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) antre untuk melakukan pengecekan dokumen perjalanan di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (29/04) ANTARA FOTO/TEGUH PRIHATNA

 

Varian Delta sangat mungkin menjadi varian dominan di negara lain, dan mungkin di seluruh dunia, katanya.

Varian ini jauh lebih menular dan kita tahu - termasuk dari varian Alfa yang pertama kali diidentifikasi di Kent, Inggris - bahwa virus akhirnya menemukan cara untuk menyebar.

Mungkinkah itu bisa dicegah?

Menurut Otoritas Penerbangan Sipil INggris , 42.406 orang melakukan perjalanan dua arah antara India dan Inggris pada bulan April.

Lebih sedikit perjalanan berarti lebih sedikit peluang bagi varian untuk masuk.

Pada bulan Januari, Sage, badan ilmiah pemerintah, telah memperingatkan bahwa: "Tidak ada intervensi, selain penutupan perbatasan yang lengkap, atau karantina wajib bagi semua pengunjung pada saat kedatangan di fasilitas yang ditunjuk, terlepas dari riwayat pengujian, yang dapat hampir sepenuhnya mencegah impor kasus atau varian baru."

Pemerintah Inggris menempatkan India dalam daftar merah - yang berarti orang yang datang dari negara itu harus melakukan karantina mandiri di hotel - pada 23 April.

Ini terjadi setelah Organisasi Kesehatan Dunia mengklasifikasikan Delta sebagai "variant of interest" dan setelah diketahui berada di Inggris, tetapi sebelum ditetapkan sebagai "variant of concern" oleh otoritas kesehatan Inggris.

Meskipun hingga kini belum jelas varian apa saja yang menyebabkan masalah di India, tapi semakin jelas bahwa banyak orang menjadi korban dari varian virus tersebut.

 

testing centre at airport

GETTY IMAGES

 

Tetapi Dr Cevik mengatakan "pada akhirnya itu akan terjadi" di Inggris, meskipun sejumlah upaya untuk mengurangi kasus impor dilakukan.

Dia menunjukkan bahkan Australia, yang memiliki salah satu kontrol perbatasan paling ketat di dunia, telah mengalami wabah varian Delta, meskipun jumlahnya relatif kecil.

Dan, tambahnya, ancaman negara-negara "daftar merah" mungkin mendorong mereka untuk menghentikan pengujian dan pengurutan.

"Kita tidak akan dapat sepenuhnya menghentikan varian yang datang," katanya, dan solusi terbaik adalah memvaksinasi sebanyak mungkin orang di dunia.

Diterbitkan di Berita
Ciremaitoday.com, Kuningan - Pembuat video tak percaya adanya virus corona yang viral diamankan petugas Polres Kuningan, Polda Jawa Barat. Warga berinisial AS dari Desa/Kecamatan Ciwaru Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dijemput petugas saat berada di bengkel tempatnya bekerja.
Seusai diamankan petugas, AS membuat pernyataan klarifikasi di ruang Sat Reskrim Polres Kuningan. Dalam video berdurasi 1 menit itu, AS meminta maaf karena sudah membuat pernyataan yang tidak percaya adanya COVID-19.
 
 
“Saya meminta maaf atas apa yang sudah saya lakukan kemarin, dengan mengupload video ketidakpercayaan adanya COVID-19. Saya sadar saat ini, pasti ada beberapa teman-teman lembaga yang bilang sakit hatinya atas pernyataan saya,” kata AS seperti dalam video yang diterima awak media, Minggu (20/6/2021).
 
Dia menyebutkan, beberapa lembaga yang dimaksud yakni Satgas COVID-19 Kuningan, tenaga kesehatan hingga TNI-Polri. Termasuk masyarakat Kabupaten Kuningan secara luas, khususnya di Desa Ciwaru. 
“Untuk itu, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya berjanji tidak akan mengulangi lagi apa yang saya lakukan,” ucapnya.
 
AS berpesan, agar tindakan yang telah dilakukan tidak ditiru oleh orang lain. “Kepada teman-teman jangan sampai seperti saya. Mudah-mudahan teman-teman yang lainnya bisa melakukan interaksi di medsos itu sebijak mungkin,” tutupnya. 
Sebelumnya personel Polsek Ciwaru, Polres Kuningan, mengamankan AS pada Sabtu (19/6/2021) pagi. AS dibawa ke kantor kepolisian untuk dimintai keterangan kaitan dengan video yang dibuatnya.
 
 
Kapolsek Ciwaru, Iptu Nurjani dalam keterangan persnya, mengatakan, warga berinisial AS terpaksa diamankan petugas setelah menerima laporan akibat video yang dibuatnya viral.
Sebab video berdurasi 2 menit 50 detik itu menunjukan sikap tidak percaya adanya COVID-19, sehingga membuat resah masyarakat.
 
“Bahkan dari Jumat malam itu kami sudah mencari pembuat video, hanya tidak ketemu baik di bengkel tempatnya bekerja maupun di rumahnya. Kemudian pada Sabtu pagi, anggota Polsek Ciwaru mengamankan pelaku di bengkel tempatnya bekerja,” ungkapnya. 
Dia menjelaskan, warga berinisial AS diamankan akibat ucapan dalam video yang dibuatnya dianggap memprovokasi masyarakat luas. Bahkan banyak tenaga kesehatan tidak terima dengan pernyataan pelaku di video tersebut.
 
“Ucapannya di video tersebut membuat teman-teman nakes merasa geram, apalagi saat ini situasi di Ciwaru dalam kondisi kasus COVID-19 cukup meningkat. Karena khawatir memprovokasi dan adanya laporan warga, maka kami mengamankan pelaku,” bebernya.
Diterbitkan di Berita

JAKARTA, mediakita.co – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengimbau warga Ibukota agar di rumah saja. Hal itu disampaikan Anies Baswedan melalui akun twitternya https://twitter.com/aniesbaswedan. (19/6/2021)

Orang nomor satu di DKI Jakarta tersebut mengimbau agar Sabtu-Minggu di rumah saja menghabiskan waktu bersama keluarga dan hanya keluar rumah bila mendesak.

‘Teman-teman, mari kita di rumah saja hari Sabtu-Minggu ini. Habiskan waktu bersama keluarga, tidak usah bepergian kecuali untuk kebutuhan yang mendesak dan pokok. Semoga teman-teman tetap sehat dan terhindar dari potensi penularan COVID-19’ tulis Anies Baswedan.

 

 

Sehari kemudian tepatnya hari ini Minggu (20/6/2021) di akun yang sama, Anis membagikan aktifitasnya bersama keluarga plesiran keliling bersepeda.

Anies yang mengunggah foto bersama istri dan anaknya mengungkapkan bahwa ia bersepeda menyusuri jalur sepeda sepanjang Jalan Sudirman.

‘Pagi ini olahraga bersepeda bersama @FeryFarhati dan Ismail. Menyusuri jalur sepeda sepanjang jalan Sudirman, dengan tetap menjaga jarak dan menaati prokes.’ tulisnya disertai foto dirinya bersepeda.

Unggahan Anies tersebut direspon netizen. Adalah akun twitter menulis:

BACA JUGA :  Hasil Survei SMRC: Apapun Partainya, Tahun 2024 Tetap Ganjar Presidennya

‘Katanya Sabtu-Minggu di rumah saja pak? Berarti sepedaan hal yang penting dan mendesak ya?’ tanyanya sembari disertai cuitan imbauan Anies sebelumnya.

Selain Anies, istri dan anaknya tampak pula beberapa orang yang bersepeda dengannya sebagian besar mengendarai sepeda di luar jalur sepeda yang ditentukan. Akibatnya netizen pun menyayangkan kelakuan orang yang bersama gubernur tersebut tapi tidak ditegur.

‘Padahal jelas di foto kedua ada yang sepedahan diluar jalurnya. Gubernurnya aja gamau langsung jewer yang bandel’ tulis akun https://twitter.com/hilMANCE 

 

 

Seperti santer diberitakan bahwa jalur sepeda yang ada di Jalan Sudirman tersebut yang menghabiskan anggaran 28 milyar akan dibongkar karena dianggap mengganggu lalulintas dan tidak efektif. (Prb/mediakita.co)

 
 
Diterbitkan di Berita

Dian Utoro Aji - detikNews Jepara - Kabupaten Jepara, Jawa Tengah masuk zona merah penyebaran virus Corona atau COVID-19. Satgas Penanganan COVID-19 menyebutkan ada 300 tenaga kesehatan (nakes) terkonfirmasi positif COVID-19.

"Kita saat ini tengah rekrutmen tenaga nakes, karena perawatnya habis. Banyak yang positif juga, ada nakes 300-an," kata Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Jepara, Muh Ali saat dihubungi detikcom lewat sambungan telepon, Minggu (20/6/2021).

Ali menjelaskan ratusan nakes tersebut saat ini ada yang sedang menjalani isolasi mandiri namun juga ada yang tengah dirawat di rumah sakit. Namun Ali tidak merinci secara pasti.

"Ada dirawat dan ada yang isolasi mandiri. Kita tidak mungkin mendeteksi satu-satu," ungkap dia.

Dia mengatakan pemerintah daerah tengah mengadakan rekrutmen tenaga kesehatan. Menurutnya pemkab membutuhkan nakes sebanyak 70 sampai 100 nakes. Namun saat ini baru mendapatkan 30 nakes.

"Pemkab disediakan anggaran untuk nakes, cuma kita rekrutmen tidak cepat, dapatnya baru 30 an, butuhnya 70 sampai 100 nakes," ungkap Ali.

Ali menambahkan kebutuhan nakes tersebut nantinya akan diperbantukan rumah sakit di Jepara. Terlebih rumah sakit di Jepara tengah menambah ruang untuk pasien COVID-19 yang mencapai 50 persen lebih.

"RS Kartini lebih dari 50 persen disiapkan untuk itu (ruang pasien COVID-19) yang di Kelet juga perintah Gubernur harus lebih dari 50 persen. Saat ini, semalam tempat tidurnya penuh. Kemarin sore update terakhir, sedangkan nakes kita banyak yang kena," tambah Ali.

Dari data kasus COVID-19 di Jepara per Minggu (20/6) konfirmasi aktif ada sebanyak 2.567 orang. Dirawat di rumah sakit ada 327 orang dan 2.240 menjalani isolasi mandiri.

Berikutnya kasus sembuh ada 8.738 orang, lalu kasus meninggal dunia ada 609 orang. Secara keseluruhan ada sebanyak 11.914 orang terkonfirmasi positif Corona.

(mbr/mbr)

Diterbitkan di Berita
 
KBRN, Jakarta: Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyampaikan, tingkat efikasi vaksin COVID-19 yang kini sudah beredar dalam menghadapi COVID-19 varian baru mengalami penurunan. 
Ketua Ikatan Dokter Indonesia Dr Daeng M. Faqih mengatakan, meski mengalami penurunan efikasi, vaksinasi tetap harus dilakukan karena masih bermanfaat untuk proteksi dari penularan virus. Hal tersebut disampaikan Dr Daeng dalam diskusi virtual pada Sabtu (19/06/21) mengenai lonjakan kasus COVID-19 usai libur Lebaran. 

"Laporan dari para peneliti, termasuk saya terakhir melihat dari Inggris, memang ada sedikit penurunan (tingkat efikasi). Misalnya Pfizer, kalau dengan varian lain itu 90 persen, untuk varian baru yang Delta yang diperhatikan betul itu sedikit turun tapi masih bagus di angka 70 persen. Termasuk Astrazeneca juga mengalami penurunan," jelas Daeng. 

Hanya saja, Daeng berujar, meski ada penurunan tingkat efikasi, vaksinasi masih sangat dibutuhkan untuk proteksi dari penularan virus. 

"Tapi masih efektif untuk melakukan proteksi, sehingga masih sangat bermanfaat untuk dilakukan upaya proteksi dengan vaksinasi," ujar Daeng menambahkan. 

Sebelumnya, Fisikawan dan peneliti Boghuma Titanji melalui akun Twitter @boghuma mengungkapkan, efikasi tiap-tiap vaksin Covid-19 yang sudah digunakan di berbagai negara terhadap beragam varian Virus Corona hasil mutasi. Dalam tabel yang diunggah Boghuma Titanji yang terpantau pada Sabtu (19/06/21), tampak vaksin Sinovac yang digunakan Indonesia memiliki efikasi terhadap varian awal Corona sebesar 65 persen, dan 50 persen terhadap varian P1 yang berasal dari Afrika Selatan.

Sayangnya, dalam data tersebut vaksin Sinovac tercatat tidak memiliki efikasi terhadap varian Delta atau B.1.617.2 yang berasal dari India yang kini dikabarkan menjadi salah satu penyebab kasus positif di Indonesia melonjak tajam. Hanya empat vaksin yang tercatat memiliki efikasi terhadap varian Delta yaitu: Pfizer 87,9 persen, AstraZeneca 65,5 persen, dan Covishield serta Covaxin dengan 65 persen masing-masing.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyampaikan, bahwa jika berdasarkan data tersebut, didasarkan pada vaksinasi yang dilakukan di Inggris dan AS yaitu hanya menggunakan AstraZeneca dan Pfizer. Namun, jika dilihat secara keseluruhan, WHO merekomendasikan semua jenis vaksin yang telah mendapatkan izin penggunaan darurat.

 
Diterbitkan di Berita

covid19.gi.id JAKARTA— Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengkonfirmasi tengah terjangkit virus corona menyusul aktifitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir.

“Saya ingin menginformasikan terkait dengan kondisi kesehatan saya. Seperti yang diketahui, dalam beberapa minggu terakhir, saya melakukan kunjungan kerja ke beberapa daerah yang mengalami lonjakan kasus COVID-19 cukup tinggi seperti Kudus dan Bangkalan,” tutur Wiku dalam siaran pers, Sabtu (19/6/2021)

Dia menambahkan pada hari Jum'at, 18 Juni 2021, melakukan swab antigen dan hasilnya positif. “Selanjutnya, untuk mengkonfirmasi hasil swab antigen ini, saya kemudian melakukan swab PCR dan hasilnya saya terima hari ini yaitu positif COVID-19.”

Wiku menegaskan, saat ini kondisi fisiknya dalam keadaan baik-baik saja dan hal yang terpenting optimistis dapat segera sembuh. Dia memperkirakan tertular COVID-19 saat melakukan kunjungan ke sejumlah daerah.

“Seperti yang saya sampaikan, saya melakukan perjalanan dinas ke berbagai daerah dengan secara disiplin mematuhi protokol kesehatan. Terdapat kemungkinan saya terpapar saat melakukan kegiatan tersebut saat daya tahan tubuh mengalami penurunan karena kelelahan,” tuturnya.

Sebagai bagian dari protokol kesehatan, Wiku telah meminta kepada mereka yang memiliki kontak erat dengan dirinya untuk melakukan test antigen sebagai upaya testing dan juga tracing. “Saya juga meminta kepada masyarakat untuk secara disiplin mematuhi protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. “

Wiku mengingatkan, siapapun dapat tertular COVID-19 dan hanya dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan, maka kita dapat mencegah diri dari penularan COVID-19.

“Terakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh tim Satgas Penanganan COVID-19, BNPB, KPC-PEN, dan rekan-rekan media. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan perlindungan dari pandemi COVID-19,” pungkas Wiku.

[STPC19/HER/VJY]

Diterbitkan di Berita