PATI ( Sigijateng.id ) – Bupati Pati Haryanto menyatakan sebanyak 4.000 karyawan PT Dua Kelinci akan divaksin setelah sebanyak 652 orang perusahaan di di Pati Jawa Tengah ini dipastikan terpapar Covid-19.  

“Karyawan yang sehat disiapkan untuk divaksin. Jumlahnya sekitar 4000-an orang. InsyaAllah tak masalah semua OTG, keluarga, tetangga dijaga agar tidak ketularan. Mereka yang diisolasi, logistiknya tercukupi,” kata bupati dikutip dari smol.id, Sabtu (19/6/2021).

Dikabarkan sebelumnya, Tim Satgas Covid-19 melakukan swab secara menyeluruh kepada karyawan PT Dua Kelinci, dan dipastikan sebanyak 652 karyawannya terkonfirmasi positif vid-19.

Menurut Tofan R, tim Siaga Covid-19 PT Dua Kelinci, swab dilakukan menyusul diketahuina ada dua orang karyawan asal kudus yang positif.

Pihak perusahaan kemudian mengambil langkah untuk melakukan swab antigen kepada seluruh karyawan. Hasilnya, 652 karyawan memang positif Covid-19.

“Berdasarkan data itu, kami bisa menangani karyawan yang positif lebih sistematis. Karena sebagian besar hanya OTG dan gejala ringan, sehingga hanya butuh isolasi mandiri dan perawatan yang bisa kami berikan secara maksimal,” papar dia.

Pihaknya kemudian melaporkan kejadian ini ke Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kabupaten. Selanjutnya Satgas yang dipimpin Bupati Pati Haryanto pun, melakukan pengecekan di perusahaan yang berada di Jalan Raya Pati-Kudus itu.

Bupati Haryanto mengatakan, dari data yang ada, saat swab antigen massal dilaksanakan, karyawan asal Kudus yang positif ada sebanyak 114 orang, sedangkan karyawan dari Pati yang positif sebanyak 538 orang.

Sehingga total karyawan pabrik PT Dua Kelinci yang positif sebanyak 652 orang. “Karyawan asal Kudus isolasinya juga di Kudus, statusnya orang tanpa gejala, kecuali yang dua karyawan positif tadi dirawat di rumah sakit,” kata Haryanto

Dikatakan dia, dengan semakin banyaknya warga yang terdeteksi, justru akan lebih baik. Dan bisa dipastikan penanganannya segera dilakukan, sehingga tidak akan meluas.

“Kami sudah berkoordinasi dengan manajemen perusahaan, untuk langkah antisipasi agar tak semakin meluas. Salah satunya dengan penataan karyawan. Bila sebelumnya pegawai yang masuk dengan sistem shif dengan jumlah 50 persen, nantinya menjadi 30 – 25 persen saja. Tujuannya agar covid-19 tidak semakin menyebar,” kata dia.

Haryanto juga menyebutkan, langkah perusahaan juga sudah cukup baik, dengan menyediakan tempat isolasi. Sementara untuk yang menjalani isolasi di rumah, utamanya di Kecamatan Margorejo, akan dilakukan pemantauan.

“Mereka akan kami pastikan isolasi mandirinya tidak dicampur dengan keluarga. Yang campur akan diedukasi Muspika. Kami akan upayakan melakukan tracing di Desa Jambean Kidul, dan yang lainnya,” terang bupati.

Bupati mengatakan, karyawan yang isolasi mandiri maupun isolasi terpusat diawasi ketat. Sementara karyawan yang sehat kerja di pabrik (bagian produksi) shif-nya diperkecil. (asz)

Diterbitkan di Berita

KBRN, Jakarta: Covid-19 varian Delta yang pertama kali ditemukan di India bakal mendominasi kasus penularan secara global. Kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Soumya Swaminathan mengatakan, adanya varian Covid-19 baru yang lebih menular meningkatkan kebutuhan akan vaksin yang efektif.

Inggris melaporkan lonjakan kasus infeksi yang tajam akibat varian Delta, memaksa Perdana Menteri Boris Johnson untuk memperpanjang pembatasan hingga akhir Juli.

Pejabat kesehatan Jerman memperkirakan Delta bisa dengan cepat menjadi varian dominan di negaranya meskipun jumlah warga yang menerima vaksin sudah terbilang banyak.

Di Rusia, pemerintah menyebut lonjakan kasus infeksi harian sebagian besar dipicu varian Delta. Negara itu berada di ambang gelombang ketiga wabah virus corona setelah penambahan kasus harian mencetak rekor lagi, terutama di Moskow.

Pemerintah Rusia juga menyalahkan warganya yang enggan mendapatkan vaksin Covid-19.

"Delta dalam perjalanan untuk menjadi varian dominan secara global karena peningkatan transmisibilitasnya," kata Swaminathan, dalam pernyataan dari Jenewa, Swiss, dikutip dari Reuters, Sabtu (19/6/2021).

Dilansir ABC varian Delta pertama kali terdeteksi di India pada Oktober tahun lalu. Saat ini strain dominan di Inggris, menurut angka Kesehatan Masyarakat Inggris. 

Pihak berwenang Inggris memperkirakan varian Delta 40 persen lebih menular daripada varian Alpha yang membuat Inggris memberlakukan lockdown pada awal tahun. 

Sedangkan, daftar gejala terbaru menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), yaitu kelelahan, nyeri otot atau tubuh, sakit kepala, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau pilek, mual atau muntah, dan diare sebagai kemungkinan gejala infeksi. 

Pada Rabu (16/6/2021) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan varian Delta telah terdeteksi di lebih dari 80 negara dan terus bermutasi saat menyebar.

 

Diterbitkan di Berita

Tim detikcom - detikNews Jakarta - Indonesia mengalami lonjakan penularan virus Corona. Wacana lockdown mulai mengemuka lagi. Begini beda lockdown, PSBB, dan PPKM mikro.

Rencana lockdown jelas terdengar dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan HB X. Istilah lockdown mulai populer lagi saat kasus COVID-19 meningkat di negara ini.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak Indonesia menerapkan pembatasan sosial yang lebih ketat. Secara nasional, Indonesia tidak lockdown atau PSBB ketat sampai saat ini. Indonesia menerapkan PPKM mikro.

Ini ditegaskan oleh Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito. "Laksanakan saja kebijakan PPKM mikro yang ada dengan disiplin dan konsisten," kata Wiku, Sabtu (19/6/2021).

Begini perbedaan lockdown, PSBB, dan PPKM mikro:

1. Lockdown

Lockdown adalah istilah Bahasa Inggris yang bermakna penguncian supaya tidak ada orang yang bisa keluar-masuk suatu tempat. Lockdown juga bermakna penghentian mobilitas masyarakat. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah berbicara soal ini.

"Lockdown itu orang nggak boleh keluar rumah, transportasi semuanya berhenti, baik itu yang namanya bus, kendaraan pribadi, sepeda motor, kereta api, pesawat, semuanya berhenti semuanya, kegiatan-kegiatan kantor semuanya dihentikan semuanya, nah ini yang kita tidak mengambil jalan yang itu," kata Jokowi di Pulau Galang, 1 April 2020 lalu.

Ini adalah istilah populer yang tidak tercantum dalam undang-undang. Di Indonesia, lockdown setara dengan karantina wilayah. Istilah 'karantina wilayah' tercantum dalam UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Dalam karantina wilayah, kebutuhan hidup warga yang kena lockdown dijamin oleh pemerintah pusat. Hal ini diatur dalam Pasal 55 UU Nomor 6 Tahun 2018 tersebut.

"Selama dalam Karantina Wilayah, kebutuhan hidup dasar orang dan makanan hewan ternak yang berada di wilayah karantina menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat.

Tanggung jawab Pemerintah Pusat dalam penyelenggaraan Karantina Wilayah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan melibatkan Pemerintah Daerah dan pihak yang terkait," demikian bunyi Pasal 55.

2. PSBB

PSBB, sebagaimana diketahui, adalah singkatan dari Pembatasan Sosial Berskala Besar. PSBB diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020, ditandatangani Menteri Kesehatan yang saat itu dijabat Terawan Agus Putranto, pada 3 April 2020.

Berdasarkan Permenkes tersebut, PSBB adalah pembatasan kegiatan penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi COVID-19, tujuannya untuk mencegah kemungkinan penyebaran COVID-19.

Satu wilayah dapat menetapkan PSBB asalkan memenuhi syarat, yakni jumlah kasus dan jumlah kematian COVID-19 meningkat dan menyebar signifikan dengan cepat dan ada kaitan dengan wilayah lain.

Mekanisme kebijakannya, gubernur/bupati/walikota mengusulkan PSBB, menteri menetapkan persetujuan, dan PSBB diterapkan di lingkup wilayah tertentu (provinsi, kabupaten, atau kota).

PSBB meliputi peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum, pembatasan kegiatan sosial dan budaya, pembatasan moda transportasi, dan pembatasan kegiatan lain khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan.

3. PPKM dan PPKM mikro

PPKM adalah singaktan dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. PPKM adalah istilah yang muncul setelah PSBB.

PPKM bersifat mikro alias per daerah yang mengalami lonjakan tinggi kasus COVID-19. Ini pernah dijelaskan oleh Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto, 7 Januari 2021.

"Penerapan dilakukan secara mikro sesuai arahan Bapak Presiden. Nanti pemerintah daerah, gubernur, akan menentukan wilayah-wilayah yang akan dilakukan pembatasan tersebut," kata Airlangga.

PPKM Mikro tercantum dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 3 Tahun 2021. Dalam Inmendagri dijelaskan, PPKM mikro diterapkan sampai ke tingkat Rukun Tetangga (RT)/Rukun Warga (RW).

Ada konsep zonasi yang menjadi panduan pengendalian, yakni zona hijau yang tanpa kasus COVID-19, zona kuning, zona oranye, hingga zona merah yang paling parah terkena kasus COVID-19.

Dalam Inmendagri tersebut, disebut pula istilah PPKM Kabupaten/Kota. Isinya adalah:


- Aktivitas perkantoran WFH 50%
- sekolah daring dan luring dibuka dengan protokol ketat, diawali secara berathap dengan proyek percontohan terlebih dulu.
- sektor esensial dapat beroperasi 100%
- restoran kapasitas 50%
- pusat perbelanjaan maksimal pukul 21.00
- tempat ibadah kapasitas 50%
- kegiatan sosial budaya dan seni yang menimbulkan kerumunan maksimal 25%
- pengaturan kapasitas dan jam operasional transportasi umum

Sebagaimana diberitakan detikcom, sejak 1 Juni seluruh provinisi di Indonesia menerapkan PPKM. Pengajuan pembatasan PPKM berada di tangan pemerintah pusat.

(dnu/idh)

Diterbitkan di Berita

MURIANEWS, Kudus – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kudus mencatat adanya penambahan pasien baru, pasien sembuh, dan pasien meninggal pada Jumat (19/6/2021) malam.

Kabar baiknya, jumlah pasien sembuh lebih banyak dari pasien baru. Sehingga membuat jumlah pasien aktif menurun walau tak signifikan. Rinciannya, adalah 237 pasien konfirmasi baru, 256 pasien yang telah sembuh, dan 26 pasien konfirmasi yang meninggal dunia.

“Penambahan di tiga kategori tersebut, menjadikan jumlah kasus aktif kembali menurun di 1.922 orang, atau menurun sebanyak 45 pasien,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo, Sabtu (19/6/2021).

Sementara untuk akumulasi, lanjutnya, hingga Sabtu pagi, total kasus ada sebanyak 11.634 orang yang terkonfirmasi Covid-19. Untuk jumlah pasien sembuh, kini berada di angka 8.744 orang. Kemudian pasien meninggal berada di angka 968 orang.

“Sementara jumlah pasien aktif yang kami sebutkan tadi, 1.922 orang. Dari jumlah itu 1.530 pasien menjalani isolasi mandiri dan 392 lainnya dalam perawatan di rumah sakit,” rincinya.

Kabupaten Kudus, lanjut Badai, juga masih mengawasi setidaknya 5.789 kontak erat pasien Covid-19, 380 suspek yang masih menunggu hasil swab-PCR, dan 189 probable.

“Oleh karena itu kami harapkan masyarakat bisa melaksanakan disiplin protokol kesehatan secara baik dan benar,” katanya.

Penerapan prokesnya, seperti rajin mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. “sehingga bisa memutus rantai penularan virus ini,” lanjut Badai.

Para pasien yang kini menjalani isolasi pun diharapkan bisa melaksanakannya dengan sungguh-sungguh. Sehingga klaster keluarga bisa dihindari. “Pasien yang tengah dirawat juga kami upayakan kesembuhannya,” jelas dia.

Kabupaten Kudus sendiri kini tengah menerapkan kebijakan sepekan di rumah saja guna memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Pelaksanaannya sudah berjalan hingga akhir pekan ini.  

Reporter: Anggara Jiwandhana

Editor: Ali Muntoha

Diterbitkan di Berita

KBRN, Jakarta: Posko penyekatan Jembatan Suramadu di sisi Surabaya semakin diperketat menyusul peristiwa perusakan sejumlah fasilitas yang terjadi pada Jumat (18/6) pagi.

"Ada pengetatan dan bantuan personel dari kepolisian, termasuk pengetatan di sisi Bangkalan," ujar Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya Irvan Widyanto ketika ditemui di sekitar Jembatan Suramadu, Jumat siang (18/6/2021) seperti dikutip dari Antara.

Sebelumnya, beberapa video perusakan posko penyekatan Jembatan Suramadu sisi Surabaya viral di sejumlah media sosial.

Pada video tersebut, meja dan kursi sudah berserakan dan sejumlah dokumen berhamburan. Beberapa petugas dan tenaga kesehatan yang tak kuasa membendung warga akhirnya menyelamatkan diri.

Sejumlah aparat TNI-Polri mencoba menenangkan warga di lokasi dan tidak lama kemudian keadaan sudah terkendali.

Irvan yang juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Kota Surabaya tersebut menjelaskan tindak perusakan terjadi sekitar pukul 04.45 WIB, sedangkan penumpukan warga sejak pukul 03.00 WIB.

"Mereka rata-rata tergesa-gesa mau bekerja dan berangkat sebelum subuh. Lalu di sini ada penumpukan, sehingga harus menunggu. Nah, saat itu ada yang tidak sabar dan ingin cepat-cepat sampai, yang lain terpengaruh," kata dia.

Selain pengetatan, kata Irvan, tentu ada evaluasi menyeluruh dari Satgas.

Sementara itu, pantauan di pos penyekatan Suramadu sisi Surabaya, aktivitas kembali berjalan seperti sebelumnya, yakni pengendara diminta turun dan mengikuti prosedur tes cepat antigen.

Sedangkan, bagi pengendara yang bisa menunjukkan surat tes negatif COVID-19 dipersilakan melanjutkan perjalanan.

Petugas yang terdiri dari Satpol PP, Linmas, TNI dan Polri berjaga secara berlapis di jalan akses pintu keluar Suramadu sisi Surabaya, serta pintu masuk menuju Madura.

Tampak juga dua personel dari Brimob Polri lengkap dengan senjata laras panjang didampingi aparat TNI berjaga di bawah tenda posko penyekatan. (foto: Antara)

Diterbitkan di Berita

SURABAYA, KOMPAS.TV – Penumpukan pengendara terjadi di pos penyekatan Suramadu arah Madura pada Jumat Dini Hari (18/6)

Akibat penumpukan tersebut memicu emosi pengendara yang menunggu antrian swab tes.

Dalam video yang beredar terlihat para pengendara merusak meja, kursi yang ada di pos swab tes massal Suramadu.

Aparat keamanan yang bertugas berusaha amankan situasi, namun karena banyaknya jumlah pengendara situasi sempat berlangsung memanas.

Kapolres Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum menyampaikan kisruh yang terjadi dinihari hingga menjelang pagi tadi dipicu penumpukan pengendara yang sebagian tidak sabar dengan antrian.

“Tadi itu terjadi karena semua masyarakat ingin cepat dilayani, tidak sabar dan buru-buru sehingga terjadi miss komunikasi namun kami yang berjaga di sini segera mengurai kepadatan tersebut. Dan kepqda pihak yang tadi kita beri pelayanan dan data saat ini sedang kita tindak lanjuti,”ungkap AKBP Ganis

Ganis jelaskan petugas yang berjaga sudah sesuai prosedur dan arahan melaksanakan tugas, namun karena pengendara yang tidak sabar akhirnya terjadi perusakan pos swab.

AKBP Ganis menambahkan dari insiden tersebut tidak ada warga yang diamankan, namun pihaknya meminta kepada seluruh masyarakat maupun para pengendara yang melintas di Jembatan Suramadu masuk Surabaya untuk bersabar dan kooperatif mengikuti prosedur yang ada.

“Sementara pelaksanaan kegiatan penyekatan ini tentunya untuk masyarakat biar sehat. Kami sudah melaksanakan sesuai SOP yang ada. Kami laksanakan 1x24 jam untuk mereka yang belum swab atau memiliki surat rapid test antigen,"

Video Editor: Noval

Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengimbau agar umat Islam untuk menghindari aktivitas di tempat ibadah seperti di masjid dan musala sementara waktu imbas penularan virus Corona (Covid-19) yang tengah melonjak.

Sekretaris Jendral PBNU Helmy Faishal Zaini mengimbau agar umat Islam beribadah di rumah untuk menekan angka penularan Covid-19.

"Mari kita tunda dan hindari kegiatan-kegiatan yang bersifat kolosal, berkumpul dan bergerombol. Segala aktivitas keagamaan bisa dilakukan di rumah demi keamanan bersama," kata Helmy dalam keterangan resminya, Jumat (18/6).

Helmy juga meminta kepada seluruh warga Indonesia, terutama warga NU untuk selalu mematuhi instruksi dan imbauan dari pemerintah. Termasuk patuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan selama menghadapi pandemi Covid-19 ini.

Ia juga mendorong peran aktif tokoh agama untuk menjadi teladan mengampanyekan dan mempraktikkan protokol kesehatan agar terhindar dari wabah Covid-19

"Kami juga meminta kepada segenap jajaran Pengurus Nahdlatul Ulama dari wilayah sampai ranting agar aktif ikut mensosialisasikan protokol dan imbauan pemerintah melalui sarana-sarana yang dimiliki. Antara lain dengan speaker, toa, media sosial dan lain sebagainya," kata dia.

Senada, Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad juga mengimbau agar umat yang berada di zona merah penularan corona untuk menghindari kerumunan, termasuk di rumah ibadah.

Imbauan itu sejalan dengan edaran Menteri Agama agar seluruh kegiatan keagamaan di rumah-rumah ibadah di daerah zona merah untuk sementara ditiadakan sampai wilayah tersebut dinyatakan aman dari virus Corona.

"Sama, untuk zona merah sementara menghindari kerumunan termasuk di tempat ibadah," kata Dadang kepada CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

Dadang menilai melonjaknya Covid-19 belakangan ini karena keteledoran semua pihak. Pasalnya, protokol kesehatan yang seharusnya dipatuhi justru mulai diabaikan.

Ia lantas meminta semua pihak bisa menahan diri untuk selalu menggunakan prokes termasuk di mall, pasar, tempat rekreasi dan di rumah ibadah.

"Sangat memprihatinkan. Karena keteledoran kita semua abai pada prokes," kata dia.

readyviewed Belakangan ini Indonesia mengalami lonjakan penularan virus corona. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa lonjakan kasus usai Libur Lebaran 2021 lebih tinggi dari Lebaran tahun lalu.

Pada pekan keempat usai Lebaran 2020, kasus naik 93,11 persen, sementara tahun ini naik hingga 112,22 persen.

(rzr/bmw)

Diterbitkan di Berita
Konten ini diproduksi oleh kumparan
  
Kondisi tenaga kesehatan (nakes) di Kudus, Jawa Tengah, yang sempat terpapar COVID-19 akibat menangani pasien di fasilitas pelayanan kesehatan kini telah berangsur pulih.
 
Hingga 12 Juni 2021, 308 nakes terkonfirmasi positif COVID-19, 277 tenaga kesehatan dalam perawatan isolasi mandiri, dan 193 lainnya sudah dinyatakan sembuh.
 
“Namun, hari ini (Kamis, 17/6), 90% nakes yang isolasi mandiri sudah bisa mulai masuk kerja dan kembali melayani masyarakat. Ini sebuah berita yang menggembirakan. Selain itu, hal ini juga menunjukkan bahwa vaksin yang diberikan kepada mereka benar-benar efektif melindungi dari kondisi terburuk,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Badai Ismoyo dikutip dari situs Kemenkes, Jumat (18/6).
 
Vaksin Ampuh! 90% Nakes di Kudus yang Terpapar Corona Sudah Sembuh (1)
Warga menutup lingkungnya untuk penanganan COVID-19 di Kudus. Foto: Akhmad Nazaruddin Lathif/ANTARA
 
Jumlah tenaga kesehatan di Kudus sendiri saat ini mencapai kurang lebih 6.000 orang. Dengan perlindungan yang diberikan melalui program vaksinasi bagi nakes yang dimulai periode Januari-Maret 2021 lalu, nakes di Kudus tidak terlalu banyak terpapar COVID-19.
 
“Hampir 100% nakes di Kudus yang berjumlah sekitar 6.000 orang telah menerima vaksinasi dosis satu dan dua. Dari jumlah tersebut, hanya 308 nakes yang terpapar atau sekitar 5,13% dari jumlah keseluruhan nakes dan sebagian besar di antaranya sudah sembuh dan mulai bekerja kembali,” ujar Badai.
 

Data RSUD Kudus

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr. Loekmono Hadi, dr. Abdul Aziz Achyar menyampaikan data terbaru pada Kamis (17/6), bahwa dari total 153 nakes yang terkonfirmasi kasus positif COVID-19 di rumah sakit tersebut, hanya 11 orang (7,1%) yang dirawat inap, 86 (56%) sisanya melakukan isolasi mandiri.
 
Vaksin Ampuh! 90% Nakes di Kudus yang Terpapar Corona Sudah Sembuh (2)
Suasana di Kudus, Jawa Tengah, pada Senin (7/6) pagi, usai pemberlakuan di rumah saja. Foto: Indra Subagja/kumparan
 
Kemudian dari 153 kasus konfirmasi COVID-19 tersebut 59 (38,5%) nakes RSUD dr. Loekmono Hadi sudah dinyatakan sembuh. Hal ini menunjukkan bahwa vaksinasi COVID-19 bagi nakes efektif mengurangi gejala kesakitan dan risiko kematian.
 
Hingga Kamis (17/6), nakes dan tenaga penunjang kesehatan di Kudus yang telah divaksinasi dosis pertama mencapai 6.085 orang dan yang telah mendapatkan dosis kedua sebanyak 5.888 orang.
  

Menggencarkan Vaksinasi di Kudus

Untuk mengantisipasi dan melakukan intervensi kesehatan di Kudus, Kementerian Kesehatan telah mengalokasikan vaksin COVID-19 sejumlah 50 ribu dosis khusus guna mempercepat cakupan vaksinasi di Kudus.
 
Hal ini merupakan upaya melindungi masyarakat Kudus dari COVID-19 karena terbukti vaksinasi memberikan perlindungan bagi tenaga kesehatan yang sudah mendapatkannya lebih dahulu.
 
 
Vaksin Ampuh! 90% Nakes di Kudus yang Terpapar Corona Sudah Sembuh (3)
Bupati Kudus Hartopo saat tinjau penanganan corona. Foto: kumparan
 
“Untuk saat ini kita sudah menggencarkan vaksinasi secara masal di Kudus, supaya nanti bisa melandaikan penularan COVID-19,” ujar Bupati Kudus H.M Hartopo, Kamis (10/6) lalu.
 
Diakui Hartopo, lonjakan kasus COVID-19 berawal dari pemudik yang pulang ke Kudus.
 
“Perlu kita informasikan bahwa masyarakat jangan abai dengan protokol kesehatan meski sudah divaksinasi. Vaksinasi sendiri sebetulnya hanya sarana meningkatkan imunitas. Supaya seandainya terpapar COVID-19 tidak bergejala berat,” terangnya.
 
 
Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Metro Jaya bakal menggelar patroli gabungan dalam rangka menegakkan penerapan protokol kesehatan pencegahan virus corona (Covid-19) di masyarakat.

Patroli masif akan dilakukan bersama TNI dan Pemprov DKI Jakarta menyusul terjadi lonjakan kasus positif Covid-19.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan patroli ini akan diawali dengan pelaksanaan apel bersama di Monas pada Jumat (18/6) sore.

"Nanti sore kami akan apel di Monas, kita akan sama-sama nanti apel, di sana kita lakukan patroli masif termasuk di dalamnya adalah yustisi," tutur Yusri di Polda Metro Jaya, Jumat (18/6). 

Patroli akan dilakukan di seluruh wilayah Jakarta. Dalam pelaksanaannya, akan dilakukan pembagian tim untuk patroli di masing-masing wilayah.

Petugas yang terjun ke lapangan juga akan membagikan masker kepada masyarakat.

"Kembali lagi bagaimana kita mengingatkan masyarakat, kerumunan kita bubarkan, pengetatan PPKM berskala mikro ini, dengan aturan-aturan itu yang kita tegakkan sekarang untuk mendisiplinkan masyarakat," ucap Yusri.

Diketahui, kasus Covid-19 di Jakarta terus mengalami peningkatan. Pada Kamis (17/6) kemarin, tercatat kasus positif harian Covid-19 DKI Jakarta mencapai 4.144 orang.

Menyikapi hal ini, Pangdam Jaya Mayjen Mulyo Aji dan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menggelar rapat evaluasi terkait penanganan Covid-19 di Jakarta.

"Kita melaksanakan evaluasi pelaksanaan kegiatan yang sudah kita laksanakan beberapa hari yang lalu, dihadapkan kepada dua target yang harus dicapai oleh DKI, yaitu herd immunity dan PPKM," kata Mulyo di Polda Metro Jaya, Jumat (18/6).

(mjo/bmw)

Diterbitkan di Berita

BETANEWS.ID, KUDUS – Pabrik Rokok (PR) Sukun targetkan bisa melakukan vaksinasi sekitar 13.800 masyarakat untuk wilayah Kabupaten Kudus. Melalui Klinik Pratama Sukun Grup (KPSG), target vaksinasi tersebut sangat mungkin bisa dicapai secara cepat.

Kepala KPSG Sunaryo Gana menjelaskan, PR Sukun telah memvaksin hampir seluruh karyawan sekitar 6.000 orang. Salain itu, PR Sukun juga telah melakukan vaksinasi terhadap lansia, pelayan publik. Kini, giliran masyarakat umum yang disasar untuk mendapatkan vaksinasi.

“Kami pertama melakukan vaksinasi kepada lansia di pertengahan April, ada sebanyak 1.500 orang, lalu layanan publik, dan sekarang masyarakat umum. Sampai hari ini, target kami ada sekitar 1.300 an masyarakat umum bisa divaksin. Target kami secara keseluruhan ada 13.800 an warga bisa divaksin,” jelas Sunaryo.

Pihaknya berharap, dalam sepekan ini, target vaksinasi bisa tercapai. Pihaknya mengharap masyarakat mau ikut menyukseskan kegiatan vaksinasi ini dan tidak termakan berita hoaks yang tersebar di masyarakat tentang dampak negatif vaksin.

“Kami juga meminta dukungan dari TNI, Polri, pihak perusahaan, tokoh masyarakat, dan lainnya untuk ikut mendukung menyukseskan kegiatan vaksinasi ini,” tuturnya.

Sunaryo menambahkan, usai Lebaran lalu, semua karyawan PR Sukun telah dites untuk mengetahui apakah terpapar Covid-19 atau tidak. Hasil tes menunjukkan, 0,8 persen dinyatakan reaktif.

“Ada sekitar 43 orang yang terkonfirmasi positif. Kita arahkan mereka untuk melakukan isolasi terpusat. Kita sediakan sembako, obat, dan uang transportasi,” lanjutnya.

Pihaknya juga berharap agar testing dan tracing di Kudus bisa lebih gencar dilakukan. Hal itu diyakini bisa lebih cepat memutus rantai penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Corporate Secretary PR Sukun Deka Hendratmanto menjelaskan, sejak akhir 2020, PR Sukun telah mengikuti anjuran Pemkab Kudus terkait PPKM Mikro bagi perusahaan. Salah satunya dengan membagi jam kerja karyawan dalam tiga sift.

“Sejak Pemkab memberlakukan kebijakan PPKM Mikro, kami sudah melaksanakannya. Sejak awal tahun kami sudah melakukan modifikasi pengaturan sift kerja,” jelas Deka.

Deka menyebut, PR Sukun memiliki sekitar 6.000 karyawan, dan nyaris semuanya telah divaksin. Jika ada yang belum divaksin, pihaknya menyebut disebabkan karena mereka tidak lolos saat melakukan skrining. Selain itu juga disebabkan ada yang masih menjalani isolasi mandiri.

“Jadi saat ini kami juga sedang menyelesaikan bagi karyawan yang belum divaksin,” katanya.

Editor: Suwoko

Diterbitkan di Berita