MURIANEWS, Kudus – Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus kembali mencatat adanya penambahan pasien baru, pasien sembuh, dan pasien meninggal pada Rabu (23/6/2021) malam.

Dengan rincian, 251 pasien baru, 286 pasien sembuh, dan 15 pasien meninggal dunia. Sehingga menjadikan jumlah pasien aktif di Kabupaten Kudus menjadi sebanyak 2.017 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo menyampaikan, untuk saat ini angka kesembuhan mulai berangsur stabil dan cenderung naik. Sementara angka kematian mulai mengalami penurunan.

“Untuk kemarin, angka kesembuhan sedikit naik dari 75,4 persen menjadi 76,03 persen, sedangkan angka kematian sedikit mengalami penurunan dari 8,28 persen menjadi 8,24 persen,” ujar Badai, Rabu (24/6/2021).

Sementara untuk jumlah penambahan kasus baru, lanjut dia, masih sangat fluktuatif. Di tiga hari terakhir misalnya. Pada tanggal 21 Juni, penambahan kasus aktif hanya sebanyak 155 orang saja. Kemudian di dua hari terakhir meningkat ke 222 hingga 251 orang per hari.

Delapan dari sembilan kecamatan pun kini dikategorikan sebagai zona merah penyebaran Covid-19. “Hanya Kaliwungu saja yang kini berstatus oranye. Ini menunjukkan jika Kudus masih mempunyai risiko tinggi penularan Covid-19,” kata dia.

Oleh karena itu pihaknya berharap masyarakat bisa melaksanakan disiplin protokol kesehatan secara baik dan benar. Penerapan prokesnya, seperti rajin mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

“Serta mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan, sehingga bisa memutus rantai penularan virus ini,” jelas Badai.   

Reporter: Anggara Jiwandhana

Editor: Ali Muntoha


Diterbitkan di Berita

FAJAR.CO.ID – Baru-baru ini viral sebuah video yang memperlihatkan seorang warga ngotot mengatakan bahwa virus Covid-19 itu sudah berakhir.

Berdasarkan video yang diunggah oleh akun Instagram @lambe_turah, Rabu (23/06/2021), terlihat seorang warga diberhentikan oleh Satpol PP lantaran warga tersebut tak memakai masker.

Warga tersebut menolak memakai masker lantaran ia menganggap bahwa virus Coivd-19 telah berakhir.

Akhirnya petugas Satpol PP pun meminta warga tersebut untuk menyampaikan pernyataannya terkait covid-19 yang dianggapnya telah berakhir.

“Saya menyatakan bahwa covid itu sudah berakhir sebetulnya, jadi diluar negeri sana juga sebetulnya sudah selesai,” tegas warga tersebut yang diketahui bernama Yusuf.

Ia bahkan meminta kepada pemerintah agar pembatasan Covid-19 ini tidak diperpanjang lagi.

“Kepada pemerintah, kepada gubernur, kepada presiden, kepada seluruh rakyat Indonesia, harus dibukalah otak dan pemikirannya,” lanjut Yusuf.

 

Screenshot (instagram/lambe_turah)

 

Kejadian bermula pada saat Petugas Satpol PP sedang menggelar operasi Tibmask (Tertib Masker) di depan museum taman prasasti, kecamatan Gambir.

Kemudian, petugas melihat Yusuf mengendarai motor dan tidak menggunakan masker sehingga diberhentikan.

Ketika diberhentikan, Yusuf sempat menerobos petugas dilapis pertama dan kedua.

Sampai akhirnya berhasil diberhentikan oleh petugas dilapis ketiga.

Setelah diberhentikan, Yusuf menolak untuk diberikan sanksi dan ngotot bahwa corona itu sudah tidak ada.

Karena terjadi adu mulut, maka petugas hanya mendata & memberikan himbauan untuk memakai masker.

Kemudian mempersilahkan untuk melanjutkan perjalanan, karena khawatir memancing perhatian masyarakat di sekitar lokasi. (hmk/fajar)

Diterbitkan di Berita

Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo meminta kepada seluruh masyarakat agar segera melakukan vaksinasi bila sudah mendapat jatah.

"Jika sudah ada kesempatan mendapat vaksin, segera ambil, jangan ada yang menolak," kata Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu.

Presiden mengingatkan bahwa agama apapun tidak ada yang menolak pemberian vaksin COVID-19.

"Ini demi keselamatan kita. Vaksin merupakan upaya terbaik yang tersedia saat ini," tambah Presiden.

Alasannya adalah karena pemerintah menargetkan tercapainya kekebalan komunitas untuk mengatasi pandemi COVID-19.

"Maka sebelum itu (kekebalan komunitas) tercapai, kita harus tetap berdisiplin dan menjaga diri terutama memakai masker. Saya minta satu hal yang sederhana ini, tinggallah di rumah jika tidak ada kebutuhan mendesak," ungkap Presiden.

Presiden menegaskan hanya dengan langkah bersama, Indonesia dapat menghentikan pandemi COVID-19.

"Semua orang harus berperan serta, semua warga harus ikut berkontribusi, tanpa kesatuan itu kita tidak akan mampu menghentikan penyebaran COVID-19," ungkap Presiden.

Presiden Jokowi pun meminta agar gubernur, bupati dan wali kota untuk meneguhkan komitmen dan mempertajam penerapan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro.

"Optimalkan posko-posko COVID-19 yang telah terbentuk di masing-masing wilayah desa atau kelurahan," tambah Presiden.

Fungsi utama posko adalah mendorong perubahan perilaku masyarakat agar disiplin 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan.

Berdasarkan data Satgas COVID-19 per 22 Juni 2021, kasus COVID-19 di Indonesia bertambah 13.668 kasus sehingga totalnya mencapai 2.018.113 kasus.

Pasien yang dinyatakan sembuh bertambah 8.375 orang menjadi 1.810.136 orang dan pasien meninggal dunia bertambah 335 orang sehingga totalnya 55.291 orang telah meninggal.

Sedangkan jumlah orang yang sudah menerima vaksinasi COVID-19 dosis pertama di Indonesia sampai Selasa (22/6) pukul 12.00 WIB mencapai 23.789.884 orang atau bertambah 524.111 dibanding hari sebelumnya.

Sementara jumlah warga yang sudah mendapat suntikan pertama dan kedua atau dosis lengkap adalah sebanyak 12.514.917 orang atau bertambah 194.531 dibanding sehari sebelumnya.

Sampai 20 Juni 2021, jumlah total vaksin yang telah diterima Indonesia saat ini adalah sebanyak 104.728.400 dosis vaksin COVID-19 dari target 426,8 juta dosis.

Rincian vaksin COVID-19 yang dimiliki Indonesia adalah vaksin produksi Sinovac sebanyak 94,5 juta dosis, AstraZeneca 8.228.400 dosis, dan Sinopharm 2 juta dosis.

#ingatpesanibu
#sudahdivaksintetap3m
#vaksinmelindungikitasemua

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Diterbitkan di Berita

Delhi, REQNews.com -- India mengumumkan temuan baru varian virus korona setelah hampir dua lain kasus terdeteksi di seluruh negeri, dan berpotensi memicu gelombang ketiga.

Resminya, bernama AY.1, tapi dokter dan pengamat kesehatan di India lebih suka menyebutnya Delta Plus. Varian ini kali pertama ditemukan di Eropa, dan kini diduga menyebar di negara bagian Maharashtra, Kerala, dan Madhya Pradesh.

Kementerian Kesehatan India mengakan Delta Plus menunjukan kemampuan menular lebih tinggi, dan menyarankan tiga negara bagian itu meningkatkan pengujian.

"Berdasarkan temuan Indian SARS-CoV-2 Genome Consortia (INSAGO), Kementerian Kesehatan memperingatakan dan memberi tahu Maharahtra, Kerala, dan Madhya Pradesh," demikian pernyataan resmi pemerintah India.

INSAGOC adalah konsorsium badan medis dan ilmiah India. Di dalamnya terdapat Dewan Penelitian Medis India dan Dewan Penelitian Ilmiah dan Industri.

Konsorsium bertugas mengurutkan selurun genome virus dan memberi masukan tepat waktu serta langkah-langkah respon kesehatan masyarakat untuk dijalankan setiap negara bagian.

Al Jazeera melaporkan pejabat kesehatan India telah mengidentifikasi tiga karakteristik varian Delta Plus.

"Pertama, meningkatkan transmisibilitas. Kedua, lebih mengikat reseptor sel paru-paru. Ketiga, ada potensi pengurangan respon antibodi," kata pejabat itu.

Varian Delta Plus terbentuk karena mutasi strain Delta atau varian B.1.617.2 yang kali pertama ditemukan di India, dan diyakini sebagai penyebab gelombang kedua pandemi ganas di negara itu.

Pakar kesehatan memperingatkan varian Delta Plus dapat memicu gelombang ketiga Covid-19 di India.

Sementara itu India, Rabu 23 Juni, melaporkan 50.848 infeksi dengan 1.38 kematian dalam 24 jam terakhir. Data Kementerian Kesehatan India menunjukan total infeksi mencapai 30 juta dengan jumlah kematian 390.660.

Ditemukan di AS

Kementerian Kesehatan India juga mengatakan varian Delta Plus juga ditemukan di delapan negara; Inggris, AS, Jepang, Rusia, Portugal, Swiss, Nepal, dan Cina.

Di AS, varian Delta Plus mewakili 20 persen infeksi baru di AS, yang membuat Paman Sam berpotensi mengikuti Inggris. Saat ini, varian Delta Plus mendominasi laporan infeksi di Inggris, dengan penyebaran super cepat di kalangan anak muda.

Dr Anthony Fauci, pakar penyakit menular AS, memperingatkan Gedung Putih mengenai kemungkinan negaranya mengikuti jalur Inggris.

Varian ini menyumbang setengah dari infeksi baru di wilayah Iowa, Kansas, Missouri, Nebraska, Colorado, Montana, North Dakota, South Dakota, Utah, dan Wyoming.

Diterbitkan di Berita

BBC News Indonesia

Menjelang Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020, para ahli medis telah mewanti-wanti tentang kemungkinan penyebaran Covid-19.

Olimpiade dimulai pada 23 Juli dan penyelenggara mengatakan hingga 10.000 warga setempat akan diizinkan menonton acara itu seacara langsung.

Adapun Paralimpiade dimulai pada 24 Agustus, dengan jumlah penonton yang akan dikonfirmasi pada 16 Juli.

Bagaimana langkah persiapan Jepang? Lantas apakah Indonesia tetap mengirimkan kontingen ke Jepang?

Bagaimana situasi infeksi Covid-19 di Jepang?

Sekitar 1.400 kasus baru dilaporkan setiap hari, tetapi jumlah kasus telah turun dari puncaknya, yakni lebih dari 6.000 kasus pada pertengahan Mei.

 

Charts show Covid cases and deaths in Japan

 

Para ahli mengatakan tingkat kasus harian di kota tuan rumah Tokyo harus turun di bawah 100 kasus agar penyelenggaraan Olimpiade bisa berjalan aman.

Pada 21 Juni, otoritas kesehatan kota melaporkan 236 kasus baru, dengan rata-rata hanya di bawah 400 kasus baru sehari selama tujuh hari terakhir.

Penurunan tajam dari pertengahan Mei kini telah mendatar, sebagaimana dengan gambaran nasional.

 

Chart shows Covid cases in Tokyo over time

Pada puncak penularan pada bulan Mei, rumah sakit di banyak daerah kewalahan sehingga dengan sebagian besar Jepang dalam keadaan darurat. Hal ini membuat otoritas melakukan kebijakan pembatasan.

Dalam pelaksanaan Olimpiade, akan diberlakukan kebijakan khusus di Tokyo, seperti pembatasan operasional bar.

Berapa orang yang sudah divaksinasi?

Kampanye vaksinasi massal diluncurkan di dua kota terbesar, Tokyo dan Osaka, ketika infeksi meningkat.

Tetapi sampai saat ini, hanya sekitar 16% dari negara yang telah divaksinasi.

Itu kira-kira proporsi yang sama dengan warga yang mendapat satu dosis di India.

 

The Ugandan Olympic team in Japan

Tim Uganda telah tiba di Tokyo tetapi salah satu tim harus dikarantina setelah dinyatakan positif Covid REUTERS

 

Lebih dari setengah populasi Inggris, Amerika Serikat, dan Jerman telah mendapat satu dosis vaksin.

Jepang baru mulai memvaksinasi orang pada bulan Februari, lebih lambat dari kebanyakan negara maju lainnya.

Vaksin Pfizer, selama beberapa bulan, adalah satu-satunya vaksin yang disetujui di Jepang.

Proses ini memakan waktu lebih lama karena Jepang bersikeras melakukan uji coba sendiri di samping tes yang dilakukan secara internasional.

 

Elderly man receiving jab in Tokyo

Ada sejumlah hambatan dalam program vaksinasi Jepang GETTY IMAGES

 

Para pejabat mengatakan hal ini dilakukan untuk membangun kepercayaan warga pada vaksin, menurut pemberitaan surat kabar Asahi Shimbun.

Kekhawatiran seputar efek samping vaksin telah berkontribusi pada keraguan terhadap vaksinasi di masa lalu.

Sebuah kajian yang dilakoni Imperial College London terhadap 15 negara menemukan bahwa Jepang memiliki tingkat kepercayaan terendah terhadap vaksin virus corona.

Peluncuran vaksin juga terhambat karena kurangnya pasokan dan hambatan logistik.

Hukum Jepang hanya mengizinkan dokter dan perawat untuk melakukan vaksinasi, tetapi aturan tersebut sekarang telah dilonggarkan untuk memungkinkan dokter gigi hingga paramedis mendukung upaya vaksinasi.

Sejak awal bulan, jumlah suntikan harian meningkat hampir dua kali lipat - pertanda bahwa pendekatan baru tampaknya berhasil.

Jepang dilaporkan telah mendapatkan lebih dari 300 juta dosis suntikan Pfizer, AstraZeneca dan Moderna (mereka menyetujui produksi dan penggunaan AstraZeneca dan Moderna pada bulan Mei), yang akan cukup untuk memvaksinasi seluruh penduduk.

Langkah apa lagi yang diambil Jepang?

Jepang -tak seperti banyak negara lainnya- tidak menerapkan kebijakan lockdown yang ketat atau menutup perbatasannya secara keseluruhan sejak pandemi terjadi tahun lalu.

 

Japanese officials at start of torch relay in Fukushima

Arak obor Olimpiade dimulai pada bulan Maret GETTY IMAGES

 

Pada April 2020, pemerintah memberlakukan keadaan darurat, meskipun pedoman tinggal di rumah bersifat sukarela.

Bisnis yang tidak penting diminta untuk tutup, tetapi tidak akan kena sanksi jika tidak mematuhinya.

Pembatasan masuk diberlakukan untuk beberapa negara.

Meskipun memiliki populasi lansia yang besar dan pusat kota yang padat penduduk, Jepang terbukti relatif berhasil dalam mengendalikan virus di awal dan menghindari tingkat kematian yang tinggi.

Ada beberapa teori yang menjawab mengapa hal ini bisa terjadi, antara lain:

  • kepatuhan publik yang tinggi terhadap protokol kesehatan seperti penggunaan masker
  • kontak fisik yang dekat seperti berpelukan dan berciuman umumnya dihindari
  • tingkat penyakit kronis yang lebih rendah seperti penyakit jantung, obesitas, dan diabetes

 

Crowds in street in Japan

Warga Jepang patuh memakai masker GETTY IMAGES

 

Namun, ada peningkatan kasus sepanjang tahun 2020 dan secara nasional, jumlah kasus meningkat tajam di akhir tahun dan mencapai puncaknya pada Januari 2021.

Pada saat itu, pemerintah menghadapi kritik atas kampanye perjalanan domestik demi meningkatkan perekonomian.

Keadaan darurat diumumkan di Tokyo dan sembilan wilayah lainnya ketika jumlah kasus mulai meningkat pada bulan April.

Apa langkah Indonesia?

Jumlah kasus penularan covid di Tokyo masih relatif tinggi walau belakangan ini sudah menurun, Indonesia tetap mempersiapkan kontingennya ke pesta olahraga terbesar sedunia itu, seperti diungkapkan Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia, Ferry Kono.

"Sementara ini kita masih tetap on schedule. Semua atlet kita sudah divaksin. Kita juga melakukan monitoring atas aktivitas mereka selama empat minggu sebelum keberangkatan. Dan ini semua memenuhi protokol yang sudah ditetapkan melalui guide book yang kami terima," kata Ferry kepada BBC News Indonesia Selasa (22/06).

Keberangkatan kontingen Indonesia akan dibagi dalam empat kloter. Kloter pertama tanggal 8 Juli adalah tim badminton yang akan menjalani training camp di Kumamoto.

"Kloter berikut pada tanggal 18 (Juli) dari Jakarta adalah rombongan besar selain tim badminton. Lalu ada lagi tanggal 21 dan tanggal 25 Juli," ujarnya.

Setidaknya ada delapan cabang olahraga yang sudah disiapkan kontingen Indonesia untuk berlaga di Olimpiade Tokyo, yaitu angkat besi (lima atlet), atletik (dua atlet), badminton (11 atlet), menembak (satu atlet), panahan (empat atlet), mendayung (dua atlet), selancar ombak (satu atlet dengan disiapkan satu atlet cadangan), dan renang (dua atlet).

Sedangkan untuk cabang senang dan voli pantai, lanjut Ferry, pihaknya masih menunggu hasil kualifikasi.

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemain timnas Skotlandia Billy Gilmour menjadi yang terbaru yang dinyatakan positif terpapar COVID-19 pada 21 Juni sehingga tidak bisa memperkuat Skotlandia melawan Kroasia dalam pertandingan terakhir fase grupnya Selasa malam nanti.

Berikut pemain-pemain Euro 2020 yang masih terdampak kasus ini, seperti dilaporkan Reuters:

BELANDA

* Jasper Cillessen - dinyatakan positif pada 28 Mei
 

Belanda akhirnya mengeluarkan kiper utamanya ini dari skuad karena pelatih Frank de Boer tak mau mengambil risiko menunggu kapan dia bisa pulih.

PORTUGAL

* Joao Cancelo - dinyatakan positif 12 Juni 

Bek Portugal ini dicoret dari skuad Euro 2020 setelah dinyatakan positif dan digantikan Diogo Dalot.

RUSIA

* Andrei Mostovoy - diyatakan positif 11 Juni

Rusia mengganti gelandang Andrei Mostovoy dengan beker Roman Yevgenyev setelah tes virus corona menunjukkan hasil tidak menguntungkan. 

SKOTLANDIA

* Billy Gilmour - dinyatakan positif 21 Juni

Gelandang Billy Gilmour akan absen dalam pertandingan terakhir Grup D hari ini melawan Kroasia setelah dinyatakan positif COVID-19.

SLOVAKIA

* Denis Vavro - dinyatakan positif 17 Juni 

Bek Denis Vavro dan seorang staf dites positif menjelang laga melawan Swedia dalam Euro 2020. 

SPANYOL

* Sergio Busquets - dinyatakan positif 6 Juni 

Kapten Sergio Busquets dinyatakan positif delapan hari sebelum pertandingan pertama Spanyol dalam Euro 2020 sehingga absen melawan Swedia tak kembali masuk kamp 18 Juni setelah dinyatakan negatif. 

Bek Diego Llorente juga dinyatakan positif lima hari sebelum laga pembuka, tapi bergabung kembali dengan skuad beberapa kemudian setelah dinyatakan negatif dalam dua putaran tes. 

SWEDIA

* Dejan Kulusevski - dimyatakan positif 8Juni* Mattias Svanberg - dinyatakan positif 8Juni 

Duet gelandang Swedia Dejan Kulusevski dan Mattias Svanberg absen dalam laga pembuka melawan Spanyol. 

Kulusevski kembali bergabung dengan tim untuk laga melawan Slovakia.

Reporter : Widita Fembrian
Editor : Widita Fembrian

Diterbitkan di Berita
Elshinta.com - Universitas Oxford pada Rabu mengatakan sedang menguji obat anti parasit ivermectin sebagai pengobatan yang memungkinkan untuk COVID-19, sebagai bagian dari penelitian yang didukung pemerintah Inggris dan bertujuan untuk membantu pemulihan di lingkungan selain rumah sakit.

Dalam beberapa penelitian laboratorium, Ivermectin menghasilkan pengurangan replikasi virus, kata universitas itu, seraya menambahkan bahwa uji coba kecil menunjukkan bahwa pemberian obat lebih awal dapat mengurangi muatan virus dan durasi gejala pada beberapa pasien dengan COVID-19 ringan.

Dijuluki PRINSIP, penelitian di Inggris pada Januari itu menunjukkan bahwa antibiotik azithromycin dan doxycycline umumnya tidak efektif melawan COVID-19 tahap awal.

Sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan regulator Eropa dan AS telah merekomendasikan untuk tidak menggunakan ivermectin pada pasien COVID-19, ivermectin digunakan untuk mengobati penyakit itu di beberapa negara, termasuk India.

"Dengan memasukkan ivermectin dalam uji coba skala besar seperti PRINSIP, kami berharap dapat menghasilkan bukti kuat untuk menentukan seberapa efektif pengobatan tersebut terhadap COVID-19, dan apakah ada manfaat atau bahaya yang terkait dengan penggunaannya," kata peneliti yang juga ketua bersama dalam percobaan itu, Chris Butler.

Orang dengan kondisi hati yang parah, yang menggunakan obat pengencer darah warfarin atau menjalani perawatan lain yang diketahui berinteraksi dengan ivermectin, akan dikeluarkan dari uji coba, tambah universitas itu.

Ivermectin adalah pengobatan ketujuh yang diselidiki dalam uji coba tersebut, dan saat ini sedang dievaluasi bersama obat antivirus favipiravir, kata Universitas Oxford.
 
 
Diterbitkan di Berita

Aria Triyudha medcom.id Jakarta: Foto mobil truk dengan spanduk bertuliskan angkutan jenazah viral di media sosial. Di sudut spanduk, tercantum tulisan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta dan tampak pula sejumah petugas berseragam APD lengkap.

Banyak netizen mengira jenazah warga yang meninggal akibat covid-19 diangkut dengan truk. Dugaan itu dibantah Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Suzi Marsitawati.

"Itu simulasi," kata Suzi saat dikonfirmasi, Senin, 21 Juni 2021. 

Ia menyebut, simulasi digelar tadi pagi. Dia enggan memebeberkan detail simulasi. Suzi juga mengaku tidak mengetahui apakah truk sebagai pengangkut jenazah warga positif covid-19 akan direalisasikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta atau tidak.

DKI Jakarta kembali mencatat rekor kasus harian covid-19 pada Minggu, 20 Juni 2021. Kasus covid-19 di Ibu Kota tembus 5.582 kasus positif harian. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak pandemi. 

Lonjakan kasus covid-19 ini membuat total kasus di Jakarta berada di angka 474.029 kasus. Sedangkan, kasus aktif menjadi 30.142 orang. 

Sementara, total kasus sembuh sebanyak 435.982 kasus. Serta, total korban meninggal akibat covid-19 mencapai 7.905 orang. 

 
(ADN)

Diterbitkan di Berita

Bandung, CNN Indonesia -- Tim riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan 72 persen atau 44 dari total 61 sampel klinis pasien Covid-19 telah terinfeksi varian Delta.

Sebelumnya, LIPI sebagai salah satu institusi dalam konsorsium surveilans genom SARS-CoV-2 telah menerima 104 sampel klinis pasien COVID-19 dari Balitbangkes (Badan Penelitian Pengembangan Kesehatan)

Kementerian Kesehatan RI untuk dilakukan analisis whole genome sequencing (WGS). Sebagian sampel itu berasal dari Karawang.

Hingga 21 Juni 2021, LIPI sudah selesai mengidentifikasi 61 sampel dimana 44 di antaranya mengandung virus SARS-CoV-2 varian Delta.

Peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI Anik Budhi Dharmayanthi berharap sisa sampel sebanyak 38 sampel bisa selesai diidentifikasi dalam beberapa minggu ke depan.

"Dua jenis variant of concern (VoC) telah berhasil diidentifikasi yaitu B.1617.2 atau varian Delta sebanyak 44 sampel dan B.1.1.7 atau varian alpha sebanyak 3 sampel," kata dalam keterangannya, Senin (22/6).

Sementara sisa 14 sampel lain menurut Peneliti bidang mikrobiologi dari Pusat Penelitian Biologi LIPI,Sugiyono merupakan varian lama yang tidak masuk dalam VoC.

Lebih lanjut Anik menyebut hasil tersebut pun sudah dimasukkan dalam data internasional yang mengumpulkan data varian virus influenza, Global initiative on sharing all influenza data (GISAID).

Saat ini, kasus Covid-19 di Indonesia kembali mengalami peningkatan yang signifikan. Selain itu, beberapa wilayah seperti Jakarta, Kudus, dan Bangkalan melaporkan adanya varian baru virus corona dalam pasien yang teridentifikasi sebagai virus korona varian Delta.

Terbaru, varian Delta juga telah terdeteksi di Karawang, Jawa Barat.

Identifikasi varian Delta ini menjadi yang pertama ditemukan di Jawa Barat, namun hal tersebut tidak serta merta mengimplikasikan bahwa varian ini baru saja muncul di daerah ini.

"Proporsi kemunculan varian Delta memang cukup besar dari sampel-sampel yang sudah dianalisa genomnya, yaitu sekitar 72 persen dari 61 sampel.

Namun, perlu hati-hati juga menginterpretasikan karena belum tentu sebanyak itu pula proporsi di lapangan terkait varian yang beredar," ujar Peneliti dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Anggia Prasetyoputri menambahkan.

 

 Foto: AP/Sakchai Lalit
 

Anggia menjelaskan bahwa awal mula kemunculan varian Delta di Jawa Barat belum dapat dipastikan, sehingga diperlukan pemantauan terhadap pasien, penelusuran kontak, dan investigasi kasus lebih mendalam.

Virus corona varian Delta atau SARS-CoV.2 B.1.617.2 merupakan mutasi dari Covid-19 yang selama ini mewabah (SARS-CoV.2 B.1.617).

Virus ini pertama kali terdeteksi di India pada akhir 2020, dan resmi dinamakan varian Delta oleh World Health Organization (WHO) pada 31 Mei 2021, serta dikategorikan sebagai Variant of Concern (VOC).

"Saat ini ada empat VOC, yaitu Alpha (B.1.1.7), Beta (B.1.351), Gamma (P.1) dan yang terbaru adalah Delta (B.1.617.2)," kata peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI yang juga merupakan Ketua Tim Riset Whole Genome Sequencing (WGS) LIPI Sugiyono Saputra.

Sugiyono menyebutkan varian Delta yang termasuk dalam VOC ini memiliki tingkat infeksi yang cenderung lebih tinggi.

"Variant of concern (VOC) merupakan bagian dari variant of interest (VOI) yang melalui penilaian komparatif, mampu menyebabkan peningkatan penularan (transmisi), peningkatan virulensi atau gejala klinis, atau dapat menurunkan efektivitas dalam upaya penanggulangan seperti vaksin dan terapi," katanya.

Menyikapi beredarnya surat dari Kepala Pusat Penelitian Biologi LIPI untuk civitas pusat penelitian tersebut, terkait imbauan untuk bekerja dari rumah,

Pelaksana Harian Kepala LIPI Agus Haryono menegaskan surat tersebut dibuat untuk kalangan internal agar memperketat protokol kesehatan demi mencegah penyebaran virus.

"LIPI mendukung pola kerja fleksibel, terlebih selama masa pandemi," ujar Agus.

Untuk pencegahan ekstra, Agus menyebutkan, lakukan disinfeksi ruangan lebih sering.

"Publik juga harus terus menjalankan protokol kesehatan secara lebih ketat dengan memakai masker dua lapis, menjaga jarak, rajin mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan keluar rumah untuk urusan yang penting saja," tuturnya.

(hyg/eks)

Diterbitkan di Berita

MURIANEWS, Kudus – Keterisian tempat tidur isolasi Covid-19 dan tempat tidur ICU Covid-19 di rumah sakit di Kudus mulai sedikit melega.

Hingga Senin (21/6/2021) malam, keterisian tempat tidur isolasi maupun tempat tidur ICU Covid-19 menurun di angka 88 persen. Pada pekan sebelumnya, tingkat keterisiannya mencapai 94 persen.

Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi Kudus kini telah memiliki 191 buah. Kemudian hingga Selasa (22/6/2021), jumlah keterisiannya mencapai 92 persen.

“Di RSUD kami mencatat mereka memiliki 191 tempat tidur, kemudian kini sudah terisi 176.

Artinya sisa 15 tempat tidur, untuk tempat tidur ICU juga sama, dari sepuluh tempat tidur kini hanya tersisa dua,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo, Selasa (22/6/2021).

Kemudian di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus, kini tersisa 27 buah tempat tidur. RSI sendiri, meningkatkan kapasitasnya menjadi 93 tempat tidur dan kini terisi 65 tempat tidur. Untuk ICU, terisi tiga dari empat tempat tidur.

Selanjutnya Rumah Sakit Mardi Rahayu, kini tersisa enam buah tempat tidur isolasi setelah mereka meningkatkan kapasitasnya. Rumah sakit rujukan lini dua tersebut kini menyediakan sebanyak 93 tempat tidur, hingga Selasa ini sudah terisi 87 tempat tidur.

Sementara 34 tempat tidur ICU mereka, kini tiga tempat tidur saja. Untuk Rumah Sakit Aisyiah, mereka menyediakan 45 tempat tidur dan terisi penuh.

Delapan tempat tidur pada ICU mereka juga penuh. Begitu pula dengan RS Kumala Siwi yang menyediakan sebanyak 27 tempat tidur kini juga telah terisi penuh. Tiga tempat tidur ICU RS tersebut juga telah terisi.

“Sementara untuk Rumah Sakit Nurussyifa, dari 28 tempat tidur yang disiapkan kini terisi 18 tempat tidur, satu tempat tidur ICU mereka kini belum terisi,” terangnya.

Sementara 14 tempat tidur isolasi di Rumah Sakit Kartika Husada kini tersedia tiga tempat tidur, setelah sebelumnya penuh. Bupati Kudus HM Hartopo terus mendorong rumah sakit-rumah sakit penanganan Covid-19 di Kudus untuk menambah kapasitas ruang isolasinya.

Dengan harapan, sebagian besar pasien yang butuh perawatan bisa diatasi sendiri oleh rumah sakit di Kudus.

“Kami terus mendorong rumah sakit untuk meningkatkan kapasitas tempat tidur untuk isolasi covid, sehingga masyarakat Kudus bisa tertangani semua, ini juga dorongan dari pusat untuk menambah kapasitas tempat tidur hingga 50 persen,” ujar dia.  

Reporter: Anggara Jiwandhana Editor: Ali Muntoha

Diterbitkan di Berita