Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 12 menteri India dilaporkan mengundurkan diri massal pada Rabu (7/7), termasuk menteri kesehatan, yang menjadi sorotan di tengah pandemi Covid-19.

Reuters melaporkan bahwa salah satu menteri yang mengundurkan diri adalah Menteri Kesehatan, Harsh Vardhan. Menurut sumber terdekat, langkah itu merupakan harga politik atas perjuangan pemerintah dalam mengatasi gelombang pandemi Covid-19.

Indian Express melaporkan bahwa menteri lain yang turut mengundurkan diri yakni Menteri Pendidikan Ramesh Pokhriyal Nishank, Menteri Hukum dan Keadilan, Elektronik, dan Teknologi Informasi Ravi Shankar Prasad, juga Menteri Lingkungan Hidup, Hutan, dan Perubahan Iklim Prakash Javadekar.

Ada pula Babul Supriyo, Sadananda Gowda, Santosh Gangwar, Debasree Chaudhuri, Rattan Lal Kataria, Sanjay Dhotre, Thawarchand Gehlot, Pratap Chandra Sarangi, dan Ashwini Chaubey (MoS).   

Sejumlah media melaporkan bahwa kedua belas menteri ini mengundurkan diri setelah Perdana Menteri Narendra Modi dilaporkan bakal merombak kabinetnya.

Perombakan ini terjadi ketika pemerintah Modi menghadapi kritik paling pedas dalam beberapa tahun karena infeksi dan kematian akibat Covid-19 melonjak pada April dan Mei.

Laporan sejumlah media lokal menyebut perombakan juga mungkin terjadi di kementerian tenaga kerja. Namun, menteri keuangan, urusan luar negeri, dalam negeri, dan pertahanan tidak mungkin dirombak.

Media pemerintah, Radio All India, melaporkan bahwa Modi diperkirakan akan menunjuk kader yang lebih muda dari partainya untuk menjadi menteri. Ia juga dilaporkan memberikan porsi yang lebih besar kepada perempuan.

(isa/has)

Diterbitkan di Berita

MURIANEWS, Kudus – Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus menerima bantuan sebanyak 55 tempat tidur untuk perawatan pasien Covid-19 dari Djarum Foundation. Pemberian bantuan tersebut pun dilakukan secara dua tahap.

“Tahap pertama 30 bed, sementara kemarin ada tambahan 25 bed lagi dari Djarum foundation,” kata Direktur RSI Sunan Kudus dr Ahmad Syaifuddin, Rabu (7/7/2021).

Bantuan tersebut, lanjut dia, sangat membantu RSI Sunan Kudus dalam menangani pasien Covid-19. Terlebih ketika pemerintah daerah menginstruksikan semua rumah sakit di Kudus menambah kapasitas isolasi.

“Tentu ini sangat membantu, dari segi kualitas bed-nya juga bagus, sehingga bisa menambah kenyamanan pasien ketika dirawat,” kata dia.

Pihaknya menambahkan, selama ini, Djarum Foundation juga telah mendonasikan sejumlah alat kesehatan penunjang perawatan Covid-19 lainnya di RSI Sunan Kudus.

Di antaranya adalah High Flow Nasal Cannula (HNFC) dan pasien monitor. “Tentunya juga APD dan alat kesehatan lainnya,” jelas dia. RSI Sunan Kudus sendiri, kini memiliki sebanyak 96 tempat tidur untuk perawatan pasien Covid-19.

Kemudian sampai pagi tadi, telah terisi sebanyak 62 tempat tidur.  “Untuk total keseluruhan kami ada sebanyak 212 tempat tidur,” tandasnya.

Djarum Foundation Associate Purwono Nugroho mengungkapkan jika sampai saat ini, sudah ada sekitar 300 lebih tempat tidur pasien yang diberikan pada sejumlah rumah sakit penanganan Covid-19 di Jawa Tengah.

Sementara untuk Kabupaten Kudus sendiri, kata dia, sudah ada sebanyak 185 bed yang telah diberikan pada tiga rumah sakit penanganan Covid-19. Yakni RS Aisyiyah, RSI Sunan Kudus, dan RS Nurusyifa.  

Reporter: Anggara Jiwandhana Editor: Ali Muntoha

Diterbitkan di Berita
Trio Hamdani - detikFinance Jakarta - PT Indofarma (Persero) mengimpor 230 juta dosis atau vial remdesivir dari India. Obat tersebut akan tiba di Indonesia dalam 2 tahap pada Juli ini.

Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto menjelaskan remdesivir dari India akan tiba di Indonesia sebanyak 140 ribu pada 11 Juli, dan 90 ribu vial pada 15 Juli.

"Sehingga secara keseluruhan kita bulan ini akan dapat sekitar 230.000 vial," kata dia dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI yang disiarkan secara langsung, Rabu (7/7/2021).

Remdesivir adalah obat yang dikonsumsi via infus dan tidak diedarkan di pasaran. Obat tersebut hanya tersedia di rumah sakit. "Jadi memang ini tidak bisa diperoleh di apotek. Ini hanya tersedia di rumah sakit," tambahnya.

Indofarma mengimpor Remdesivir dari perusahaan farmasi asal India, Mylan Laboratories Limited. Alasannya karena perusahaan tersebut telah memperoleh lisensi resmi dari Gilead Sciences, Inc.

Gilead adalah perusahaan farmasi bergengsi asal Amerika Serikat (AS) yang fokus kepada penemuan, pengembangan, dan komersialisasi obat yang berinovasi. Obat jenis remdesivir itu juga sudah terbukti banyak menyembuhkan pasien COVID-19 di AS.

"Mylan memperoleh lisensi dari Gilead AS, dan di AS obat ini terbukti menyembuhkan banyak pasien COVID-19," ungkap Arief kepada detikcom, 3 Oktober 2020 lalu.

Obat remdesivir yang diedarkan oleh BUMN farmasi tersebut bermerek Desrem. Selain Indofarma, perusahaan farmasi swasta seperti PT Kalbe Farma juga mengimpor remdesivir dengan merek dagang Covifor.

(toy/fdl)

Diterbitkan di Berita

inharmonia.co Pagi ini penambahan kasus baru Covid-19 Indonesia turun ke peringkat 3 (sehari sebelumnya Indonesia di peringkat 2 dunia) walaupun jumlahnya justru bertambah menjadi 31.189 orang. Juara dunia adalah Brasil (62.504 kasus baru) dan runner up adalah India (43.957 kasus baru).

Peringkat ini dikutip dari data worldometer.info yang menggunakan waktu GMT. Perbedaan waktu antara GMT dengan Waktu Indonesia Barat adalah 7 jam.

Perlu dicatat, Brasil bukan hanya juara dalam kasus baru, tetapi juara dunia dalam new recovered, yaitu sebanyak 110.973 orang. India juga jadi runner up pasien yang baru sembuh sebanyak 47.136 orang. Karena jumlah new recoverednya lebih banyak daripad kasus barunya, maka kasus aktif Brasil dan India turun. Sebaliknya Indonesia, new recoverednya berada di peringkat 8 dunia dengan 15.863 pasien yang baru sembuh, sehingga kasus aktif Indonesia bertambah.

Bagaimana dengan Inggris (UK)? Kasus baru Inggris pada peringkat 4 dunia, dengan 28.773 kasus baru, di bawah Indonesia. Namun, jumlah new recovered Inggris hanya 3.533 orang (peringkat 19), sehingga kasus aktifnya bertambah sekitar 25.000 orang, dan peringkat kasus aktif Inggris melejit ke peringkat 3 dunia, dengan 489.246 kasus aktif, mengalahkan India. (Muhammad Ridlo Eisy).***

Diterbitkan di Berita
Nafilah Sri Sagita K - detikHealth Jakarta - Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDAI) Daeng M Faqih menyebut lonjakan kasus COVID-19 saat ini didominasi varian Delta atau B1617.2. Varian Delta yang pertama kali diidentifikasi di India juga memicu penularan lebih cepat hingga gejala
COVID-19 kerap memburuk.
"Sekarang ada yang lebih prihatin lagi, varian Delta ini mutasinya lebih menular dibandingkan mutasi sebelumnya, kemudian diyakini oleh para pakar ini lebih berbahaya," sebut Daeng dalam Gelora Talks 'Benarkah Varian Baru COVID-19 Makin Ganas?' Selasa (6/7/2021).

"Kami sudah mendapat laporan dari kawan-kawan di lapangan, dari kawan-kawan LIPI yang sedang meneliti bahwa memang varian Delta ini di lonjakan kasus sekarang 80 persen dari menginfeksi daripada varian yang lain," sambungnya.

Hal tersebut digambarkan dalam salah satu kasus pasien COVID-19 di sebuah rumah sakit. Daeng menuturkan, ada 160 pasien yang terinfeksi varian Delta dari 211 pasien COVID-19.

Jumlah kasus COVID-19 yang akhirnya membutuhkan perawatan di rumah sakit juga terus meningkat. Hal ini yang kemudian memicu kekhawatiran para ahli gejala COVID-19 para pasien kini banyak berakhir kritis.

"Nah artinya varian Delta ini sekarang lagi merajai di kasus lonjakan karena kecepatan penularannya," kata Daeng.

"Kemudian varian delta ini menyebabkan perburukan lebih sering, buktinya memang kebanyakan kasus-kasus sekarang ini kalau ditkatakan oleh para peneliti itu hospitalitynya lebih tinggi dari sebelumnya," bebernya.

Daeng menyebut kriteria pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit umumnya sudah mengalami gejala COVID-19 sedang, berat, hingga kritis dan disertai kondisi pneumonia hingga gangguan sistemik lainnya.

"Kalau semakin banyak kasus membutuhkan pelayanan di RS maka memang gejala perburukannya lebih cepat ini yang terjadi pada varian Delta," pungkasnya.


(naf/up)

Diterbitkan di Berita

Elshinta.com - Gereja Ortodoks berpengaruh di Rusia memperingatkan orang-orang yang menolak divaksin COVID-19, menyebutnya sebagai pendosa yang harus bertobat selama sisa hidup mereka, saat negara itu melaporkan lonjakan baru infeksi dan kematian.

Gereja meminta umatnya agar disuntik vaksin saat 24.353 infeksi baru COVID-19 dilaporkan pada Senin, termasuk 6.557 infeksi di Moskow, sehingga totalnya mencapai 5.635.294 infeksi.

Satgas COVID-19 pemerintah mengatakan dalam sehari 654 orang meninggal karena COVID-19, menambah total menjadi 138.579.

Badan statistik federal melakukan pendataan terpisah dan menyebutkan Rusia mencatat sekitar 270.000 kematian COVID-19 selama periode April 2020-April 2021.

Berbicara di stasiun TV pemerintah Metropolitan Hilarion, kepala departemen hubungan eksternal gereja Patriarkh Moskow, mengatakan mereka yang menolak divaksin melakukan "sebuah dosa yang harus mereka tebus seumur hidup mereka."

Ia menambahkan: "Setiap hari saya menyaksikan situasi di mana orang-orang mendatangi pendeta untuk mengakui bahwa mereka menolak untuk memvaksin diri mereka sendiri atau orang terdekat mereka dan akhirnya menyebabkan kematian seseorang.

"... Dosanya yakni memikirkan diri sendiri tanpa memikirkan orang lain."

Sumber: Reuters

 
Diterbitkan di Berita

BETANEWS.ID, SEMARANG – Setelah sempat mengalami kenaikan cukup tinggi dan menjadi perhatian nasional, kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus terus melandai. Bahkan saat ini, Kudus dinyatakan telah keluar dari zona merah penyebaran Covid-19 di Jawa Tengah.

“Kudus melandai, bahkan sekarang sudah oranye kalau dari data epidemologis. Kudus sudah tidak masuk zona merah,” kata Ganjar ditemui di kantornya, Selasa (6/7/2021).

Dengan berhasilnya penanganan kasus Covid-19 di Kudus, Ganjar berharap daerah-daerah sekitar Kudus yang merah bisa segera melandai.

“Kami harapkan tren Kudus bisa mempengaruhi area sekitarnya yang masih tinggi. Ya Jepara, Pati, Rembang dan sekitarnya,” jelasnya.

Ganjar mengatakan, pihaknya terus memantau penanganan kasus Covid-19 di daerah zona merah sekitar Kudus. Beberapa melandai, namun untuk Jepara sedang meningkat. “Jepara lagi meningkat sekarang, jadi kami terus perhatikan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga meminta daerah lain di Jateng untuk terus meningkatkan BOR di masing-masing rumah sakit. Sehingga jika terjadi lonjakan, tidak akan ada kepanikan.

“Semua saya minta tidak boleh berdiam diri. Pengalaman di Banjarnegara, kemarin itu kasusnya biasa saja. Sekarang terjadi peningkatan cukup tinggi. Maka kemarin saat rapat, saya minta Kadinkes Banjarnegara untuk menyiapkan semuanya,” tegasnya.

Seperdi diketahui, peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus sempat menggegerkan banyak pihak. Peningkatan yang terjadi secara mendadak usai lebaran itu membuat rumah sakit di Kudus tak mampu menampung pasien.

Tak hanya Pemkab Kudus, Pemprov Jateng juga turun tangan untuk menangani lonjakan kasus di Kudus. Bahkan pemerintah pusat baik dari Kementerian Kesehatan, BNPB juga terjun langsung untuk menangani peningkatan kasus di sana.

Editor : Kholistiono

Diterbitkan di Berita

suaraislam.co Sikap Abdul Somad yang marah karena keputusan Menteri Agama menutup masjid selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diberlakukan mendapat banyak kritikan dari berbagai pihak. Salah satunya

Salah satunya datang dari pemilik akun Hasanudin Abdurakhman. Lewat status Facebook-nya hari ini, ia menyebut Abdul Somad bicara tanpa ilmu, hingga menilainya bukan seorang ulama.

“Ulama bicara dengan ilmu. Somad ini tidak. Dia bukan ulama,” tulis warganet yang akrab disapa Kang Hasan itu.

Pernyataan Abdul Somad bahwa berkumpul di masjid tidak bahaya lantaran ibadah hanya selama 5 sampai 10 menit dinilai Kang Hasan menjadi salah satu fakta bahwa ia memang bicara tanpa ilmu.

“Kata Somad, tak apa pergi ke masjid, cuma beberapa menit. Dia mengabaikan fakta bahwa sudah ada sangat banyak kasus penularan di masjid.”

Terkait responsnya atas pembukaan mal, pasar, yang dinilai Somad tidak adil terhadap masjid, lagi-lagi jadi bukti bahwa dirinya memang bicara tanpa merujuk fakta yang ada. “Kok mal dibuka? Dia ngomong tanpa fakta.”

Dalam aturan PPKM Darurat, jelas Kang Hasan, mal dan pusat perbelanjaan harus tutup. Restoran hanya boleh melayani pembelian untuk dibawa pulang saja. “Yang boleh buka hanya toko untuk membeli bahan pokok.”

Senada dengan Kang Hasan, Pengurus Cabang Istimewa NU Amerika Akhmad Sahal atau Gus Sahal juga melayangkan kritik kepada Abdul Somad.

Gus Sahal mempertanyakan konsistensi Somad terhadap penolakan atas keputusan Menag tersebut. Jika Somad konsisten, maka ia juga akan marah-marah kepada Pemerintah Arab Saudi yang telah menutup 782 masjid untuk cegah Covid-19.

“Kalo UAS konsisten, harusnya dia mara mara juga dong ama Saudi…,” kata Gus Sahal, Minggu 4 Juli 2021.

Sebelumnya, bereda video di media sosial, Ustaz Abdul Somad menggebu-gebu menyampaikan kritikan keras hingga menilai kegiatan di masjid tidak terlalu berbahaya.

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar kembali membuat heboh warganet. Kali ini ia menanggapi pernyataan netizen tentang tuduhan “konspirasi” terkait Covid-19. 

Mulanya adalah akun DeDe MuflihaH @MuflihahDede mencuit: 

“Covid itu konspirasi yg ingin menghancurkn islam soalnya datangny setiap hari raya...covidnya berdasi covid buatn cukong,” kata DeDe MuflihaH.

Denny pun memberikan komentar. 

 

https://twitter.com/Dennysiregar7/status/1412288368516476930 

 

“Kenapa apa2 selalu dikaitkan ma Islam ya ? Lemah amat Islam di mata kadrun..,” kata Denny Siregar, Selasa 6 Juli 2021.

Tak hanya sampai di situ, selang beberapa saat ia kembali menanggapi cuitan akun KomikKita@komikkitatweet yang menyindir kebijakan Pemprov DKI Jakarta dalam upaya penggalangan donasi untuk penanganan Covid.

"Ngemis Sumbangan ke Dubes ..? kenapa gak minta donasi rakyat "monas" yang 7 Juta itu tong...?" tanya Komikkita.

Denny pun tertawa, “Wkwkwkkw...”. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto

Diterbitkan di Berita
Tim detikcom - detikNews Bandung - Kasus COVID-19 di Kota Bandung masih terus mengalami lonjakan. Bagi warga yang membutuhkan bantuan penanganan COVID-19 bisa menghubungi nomor hotline yang sudah disiapkan Pemkot Bandung.

Kepala Dinkes Kota Bandung Ahyani Raksanagara mengungkapkan warga yang memerlukan bantuan bisa mengirim pesan ke nomor 0811-2442-119 (Whatsapp/WA) atau telepon ke 119.

Warga yang memerlukan bantuan bisa mengiri pesan melalui WA dengan format nama, nomor telepon yang bisa dihubung dan keluhan yang diderita. Setelah itu, petugas akan menghubungi kembali untuk melakukan skrining.

Dia berharap layanan hotline ini bisa dimanfaatkan warga terutama bagi yang sedang menjalanai isolasi mandiri, keadaan darurat dan keluarga atau tetanggi meninggal akibat COVID-19.

"Karena banyak melayani, warga juga bisa menghubungi RT/RW dan Satgas Kelurahan setempat," ucapnya, dalam siaran pers yang diterima detikcom, Selasa (6/7/2021).

Selain itu, warga juga bisa menghubungi nomor hotline Puskesmas yang telah disediakan oleh Dinkes Kota Bandung. Namun Ahyani meminta masyarakat tidak panik ketika merasakan gejala maupun kontak dengan yang positif COVID-19.

"Bagi yang tanpa gejala atau ringan, yang paling utama melakukan isolasi mandiri kemudian kontak puskesmas untuk konsultasi," ujarnya.

Berikut ini nomor hotline (WA) Puskesmas untuk melayani penanganan COVID-19:

1.Kecamatan Gedebage

Kelurahan Cisaranten Kidul dan Rancabolang (UPT Riung Bandung) : 082120181020

Kelurahan Rancanumpang dan Cimuncrang (UPT Cempaka Arum) : 082116583054

2.Kecamatan Rancasari

Kelurahan Cipamokolan dan Manjahlega (UPT Cipamokolan) : 082117834348(WA)/081250778543 (Telp).

Kelurahan Derwati dan Mekarjaya (UPT Derwati) : 082117083893

3.Kecamatan Buah Batu

Kelurahan Margasari dan Cijawura (UPT Margahayu Raya) : 082117000973

Kelurahan Sekejati dan Jatisari (UPT Sekejati) : 08122068259 atau 081386061603

4.Kecamatan Bandung Kidul

Kelurahan Kujangsari dan Batununggal (UPT Kujangsari) : 081214937625

Kelurahan Mengger dan Wates (UPT Mengger) : 085294053412 atau (UPT Pasawahan) : 0895412951877

5.Kecamatan Kiaracondong

Kelurahan Babakan Sari, Sukapura, Kebon Kangkung, Kebon Jayanti (UPT Babakan Sari) : 081285602023

Kelurahan Babakan Surabaya, Cicaheum (UPT Babakan Surabaya) : 085161577500

6.Kecamatan Regol

Kelurahan Balonggede, Pungkur (UPT Pasundan) : 085315921791 atau 081321251201

Kelurahan Ciateul, Cigereleng, Ciseureuh (UPT Moh Ramdan) : 089699039242 (WA) atau 089668388924 (Tlp)

Kelurahan Pasirluyu, Ancol (UPT Pasirluyu) : 081221451690 atau 081285572957

7.Kecamatan Bandung Kulon

Kelurahan Caringin, Warung Muncang, Cibuntu (UPT Cibuntu) : 081398239757

Kelurahan Cijerah, Gempolsari (UPT Cijerah) : 08217976418

Kelurahan Cigondewah Rahayu, Cigondewah Kaler, Cigondewah Kidul (UPT Cigondewoh) : 081276019453

8.Kecamatan Cibeunying Kidul

Kelurahan Padasuka, Cicadas, Sukamaju, Cikutra (UPT Padasuka) : 082120570582

Kelurahan Sukapada, Pasirlayung (UPT Pasirluyung) : 081222262792

9.Kecamatan Lengkong

Kelurahan Burangrang, Malabar, Cikawao (UPT Talaga Bodas) : 082120806990

Kelurahan Paledang, Cijagra (UPT Suryalaya) : 082116368808 (UPT Cijagra Baru) : 085819375000 (UPT Cijagra Lama) ; 081912800078

10.Kecamatan Batununggal

Kelurahan Kebongedang, Cibangkong, Kebonwaru (UPT Ibrahim Aji) : 082127697177

Kelurahan Gumuruh, Binong, Maleer (UPT Gumuruh) : 081219650316

Kelurahan Samoja, Kacapiring (UPT Ahmad Yani) ; 081312778576

11.Kecamatan Antapani

Kelurahan Antapani Tengah, Antapani Kidul, Antapani Kulon, Antapani Wetan (UPT Antapani) : 082120473114 atau 081296492974

12.Kecamatan Mandalajati

Kelurahan Sindanglaya, Pasir Impun (UPT Sindang Jaya) : 081285900614

Kelurahan Jatihandap (UPT Jatihandap) : 0895617105500 atau (UPT Mandala Mekar) : 08993701868

Kelurahan Karang Pamulang (UPT Pamulang) : 081395407579 atau (UPT Girimande) : 082120206996 atau 081212821654

13.Kecamatan Arcamanik

Kelurahan Bina Harap, Sukamiskin (UPT Arcamanik) : 082123440363

Kelurahan Cisaranten Kulon, Cisaranten Endah (UPT Rusunawa) : 088220966096

14.Kecamatan Sukasari

Kelurahan Sukarasa, UPT Sukarasa : 082120552051

Kelurahan Ledeng, UPT Ledeng : 08112182322

Kelurahan Gegerkalong, UPT Karangsetra : 081284683993

Kelrahan Sarijadi, UPT Sarijadi : 082111245615

15.Kecamatan Sukajadi

Kelurahan Cipedes, Pasteur, Sukabungah (UPT Sukajadi) : 082118589007

Kelurahan Sukawarna (UPT Sukawarna) : 085861223572

Kelurahan Sukagalih (UPT Sukagalih) : 087875749138

16.Kecamatan Cicendo

Kelurahan Pasir Kaliki, Husen Sastranegara, Pajajaran, Arjuna, Pamoyanan (UPT Pasir Kaliki) : 082120818125

Kelurahan Sukaraja (UPT Sukaraja) : 089524000438

17.Kecamatan Andir

Kelurahan Garuda, Maleber, Campaka, Dungus Cariang (UPT Garuda) : 08218066700

Kelurahan Kebon Jeruk, Ciroyom (UPT Babatan) : 081221072531

18.Kecamatan Ujung Berung

Kelurahan Pasirwangi, Cigending, Pasir Endah (UPT Ujung Berung Indah) : 08112224266

Kelurahan Pasir Jati, Pasanggrahan (UPT Pasir Jati) : 0811222753

19.Kecamatan Cinambo

Kelurahan Cisaranten Wetan, Babakan Penhulu, Pakemitan, Sukamulya (UPT Cinambo) : 082111431142

20.Kecamatan Cibiru

Kelurahan Pasirbiru (UPT Cibiru) : 0811216560

Kelrahan Cisurupan (UPT Cilengkrang) : 081220555656

Kelurahan Cipadung, Palasari (UPT Cipadung) : 082214390081

21.Kecamatan Panyileukan

Kelurahan Cipadung Kulon, Cipadung Wetan, Mekar Mulya (UPT Panghegar) : 082120814084

Kelurahan Cipadung Kidul (UPT Panyileukan) : 081321105397

22.Kecamatan Astana Anyar

Kelurahan Karanganyar, Cibadak (UPT Pagarsih) : 082113720330

Kelurahan Nyengseret (UPT Astana Anyar) : 089668394270

Kelurahan Panjunan (UPT Lio Genteng) : 085793427326 atau 081285378510

Kelurahan Pelindung Hewan, Karasak (UPT Pelindung Hewan) : 081221759262

23.Kecamatan Bojongloa Kaler

Kelurahan Kopo, Sukaasih (UPT Citarip) : 081121112107

Kelurahan Bakakan Tarogong, Babakan Asih (UPT Babakan Tarogong) : 087737830496

Kelurahan Jamika (UPT Sukapakir) : 08118895656

24.Kecamatan Bojongloa Kidul

Kelurahan Situasaeur, Kebonlega (UPT Kopo) : 08981315838

Kelurahan Cibaduyut Kidul, Cibaduyut (UPT Cibaduyut Kidul) : 081382352781

Kelurahan Cibaduyut Wetan, Mekarwangi (UPT Cibaduyut Wetan) : 082120181951

25.Kecamatan Babakan Ciparay

Kelurahan Babakan Ciparay, Margahayu Utara (UPT Caringin) : 0895346193455

Kelurahan Margasuka, Cirangrang (UPT Cibolerang) : 0854721178381

Kelurahan Babakan, Sukahaji (UPT Sukahaji) : 0822115495036

26.Kecamatan Cidadap

Kelurahan Ciumbuleuit, Hegarmanah (UPT Ciumbuleuit) : 0895333103709

Kelurahan Ledeng (UPT Cipaku) : 082116777747

27.Kecamatan Coblong

Kelurahan Sadangserang (UPT Puter) : 08562224221

Kelurahan Lebakgede (UPT Sekeloa) : 081222857737

Kelurahan Sekeloa (UPT Cikutralama) : 082389883396

Kelurahan Dago, Lebak Siliwangi (UPT Dago) : 081646915164

28.Kecamatan Bandung Wetan

Kelurahan Cihapit, Citarum (UPT Salam) : 0811207114

Kelurahan Taman Sari (UPT Taman Sari) : 082197772640

29.Kecamatan Sumur Bandung

Kelurahan Merdeka, Braga, Kebon Pisang (UPT Tamblong) : 089668223131

Kelurahan Babakan Ciamis (UPT Balaikota) : 082312149435

30.Kecamatan Cibeunying Kaler

Kelurahan Cihaurgeulis, Neglasari, Sukaluyu (UPT Neglasari) : 081287070178

Kelurahan Cigadung (UPT Cigadung) : 08986952369.

(mso/mso)
Diterbitkan di Berita