Varian Delta Mulai Mendominasi Dunia

Sabtu, 17 Juli 2021 17:15

KBRN, Jakarta: Varian COVID-19 Delta kini mendominasi dunia, dibarengi dengan lonjakan kematian di seluruh Amerika Serikat, yang semuanya hampir berasal dari kalangan orang yang tidak divaksin, kata pejabat AS pada Jumat (16/7).

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) Rochelle Walensky saat acara jumpa pers mengungkapkan bahwa kasus COVID-19 di AS meningkat 70 persen selama sepekan sebelumnya dan kematian naik 26 persen.

Wabah terjadi di sebagian wilayah dengan tingkat vaksinasi yang rendah, kata CDC. Berdasarkan data CDC, jumlah rata-rata sepekan terkait infeksi harian kini lebih dari 26.000 kasus, jauh lebih tinggi dari sekitar 11.000 kasus pada Juni.

"Ini menjadi pandemi bagi mereka yang tidak divaksin," katanya.

Ia menambahkan bahwa 97 persen orang yang masuk rumah sakit karena COVID-19 adalah mereka yang belum divaksin.Walensky mengatakan bahwa semakin banyak daerah di seluruh AS kini menunjukkan risiko transmisi COVID-19 yang tinggi.

Perkembangan itu memutarbalikkan penurunan risiko transmisi dalam beberapa bulan terakhir.

Sekitar satu dari lima kasus baru terjadi di Florida, menurut koordinator tanggap COVID-19 Gedung Putih Jeff Zients.Varian Delta, yang secara signifikan sangat menular dibandingkan COVID-19 versi asli, telah terdeteksi di sekitar 100 negara secara global dan kini menjadi varian dominan di seluruh dunia, kata pakar penyakit menular AS Anthony Fauci.

"Kita sedang berhadapan dengan varian COVID-19 yang mengerikan," kata Fauci selama pembicaraan melalui telepon.

Walensky mendesak warga Amerika yang belum divaksin agar menerima suntikan COVID-19. Ia juga mengeklaim bahwa vaksin buatan Pfizer dan Moderna terbukti sangat ampuh melawan varian Delta.

Menurut Walensky, masyarakat harus menerima dosis kedua vaksin, bahkan jika mereka telah melewati batas waktu penerimaan. Sekitar lima juta orang di AS telah mendapatkan vaksinasi dalam 10 hari terakhir, kata Zients, termasuk banyak di negara bagian yang sejauh ini memiliki tingkat vaksinasi yang rendah.

Ia menambahkan bahwa AS memiliki vaksin yang cukup untuk dijadikan dosis penguat, namun otoritas masih berupaya menentukan apakah dosis ketiga tersebut memang diperlukan. (Reu/ant)

Diterbitkan di Berita

PWMU.CO – Krisis Covid-19, Ini 9 Panduan Terbaru dari PP Muhammadiyah yang dituangkan melalui surat edaran Nomor 05/EDR/I.0/E/2021 yang ditandatangani oleh Ketua Umum Haedar Nashir dan Sekretaris Agung Danarto, di Yogyakarta 2 Juli 2021.

Salinan surat yang diterima PWMU.CO Jumat (2/7/2021) selengkapnya sebagai berikut:

Imbauan Perhatian, Kewaspadaan, dan Penanganan Covid-19, serta Persiapan Menghadapi Idul Adha 1442/2021.

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum wr wb

Dengan memperhatikan kondisi perkembangan laju Covid-19 yang sangat parah dan mengkhawatirkan keselamatan jiwa, Pimpinan Pusat Muhammadiyah perlu memberikan panduan kepada pimpinan Persyarikatan dan warga Muhammadiyah sebagai berikut.

  1. Warga Muhammadiyah agar terus mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan banyak melakukan ibadah seperti salat, puasa, zikir, tadarus Al-Qur’an dan sebagainya dengan terus berdoa agar pandemi Covid-19 segera berakhir.
  2. Warga Muhammadiyah agar sama-sama berusaha mengatasi Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah kecuali untuk kepentingan yang sangat urgen dan jika ditinggalkan akan menimbulkan masalah/kemudaratan seperti kepentingan pekerjaan bagi yang sangat membutuhkan, pemenuhan kebutuhan pangan dan kesehatan, dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat dan mempertimbangkan keselamatan jiwa.
  3. Kegiatan Persyarikatan yang diselenggarakan secara tatap muka/luring (offline) dengan melibatkan orang banyak/menimbulkan kerumunan agar tidak dilaksanakan untuk sementara waktu dan dapat dioptimalkan pelaksanaannya secara daring (online) menggunakan fasilitas teknologi.
  4. Sebagai langkah pencegahan sebagai bagian dari kehati-kehatian mencegah kemudaratan yang lebih besar akibat tingginya kasus positif Covid-19, masjid dan musala untuk sementara waktu agar dinonaktifkan terlebih dahulu dari segala aktivitas yang melibatkan jamaah. Segala ibadah baik yang sunah maupun fardu yang melibatkan jamaah hendaknya dilaksanakan di rumah. Azan sebagai penanda masuknya waktu salat tetap dikumandangkan pada setiap awal waktu salat wajib dengan mengganti kalimat “ḥayya ‘alaṣ-ṣalah” dengan “ṣallū fī riḥālikum” atau lainnya sesuai dengan tuntunan syariat.
  5. Proses pembelajaran/perkuliahan di amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan harus mengikuti kebijakan Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara disiplin dan ketat (Edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 08/EDR/I.0/F/2020 tanggal 24 Muharam 1442 H/12 September 2020 M tentang Pembelajaran/Perkuliahan di Amal Usaha Muhammadiyah Bidang Pendidikan dalam Kondisi Darurat Covid-19 dan Surat Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 87/I.4/F/2021 tanggal 10 Dzulqa’dah 1442 H/21 Juni 2021 M perihal Penyelenggaraan Pendidikan Sekolah/Madrasah/Pesantren Muhammadiyah Tahun Ajaran Baru 2021/2022).
  6. Warga Muhammadiyah agar memiliki empati dan peduli kepada tenaga kesehatan, relawan, dan rumah sakit Muhammadiyah/‘Aisyiyah yang menangani pasien Covid-19. Hal ini mengingat pengorbanan yang sangat besar dari para tenaga kesehatan, relawan, dan rumah sakit sebagai benteng terakhir yang berjuang menangani Covid-19 namun akhir-akhir ini menghadapi opini dan stigma yang merugikan tenaga kesehatan, relawan, dan rumah sakit.
  7. Warga Muhammadiyah diinstruksikan mengikuti kebijakan dan pandangan Pimpinan Pusat tentang pandemi Covid-19 dan vaksinasi. Agar tidak terlibat perdebatan yang mengarah kepada tidak percaya Covid-19 dan menolak vaksinasi, yang mencerminkan sikap tidak menghargai ilmu serta beragama secara bayani, burhani, dan irfani. Berdasarkan pertimbangan rasional dan ilmiah yang diajarkan Islam, Muhammadiyah memandang Covid-19 bukan hasil konspirasi akan tetapi nyata adanya sebagai pandemi. Mencegah dan mengatasinya menunjukkan sikap keagamaan dan keilmuan untuk penyelamatan jiwa (ḥifẓ an-nafs).

    Oleh karena itu bagi Muhammadiyah segala usaha mengatasi Covid-19 termasuk vaksinasi adalah ikhtiar untuk pencegahan, penurunan risiko penularan dan menghilangkan kedaruratan, selain juga bertujuan untuk menjaga keberlangsungan generasi (Edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 01/EDR/I.0/E/2021 tanggal 29 Jumadilawal 1442 H/13 Januari 2021 M tentang Pembatasan Kegiatan Persyarikatan Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat dan Tuntunan Vaksinasi untuk Pencegahan Covid-19).
  8. Warga Muhammadiyah agar menggalakkan sikap berbuat baik (ihsan) dan saling menolong (ta‘āwun) di antara warga masyarakat, terutama kepada kelompok rentan, misalnya dengan cara berbagi masker, hand sanitizer, mencukupi kebutuhan pokok dari keluarga yang terdampak secara langsung atau terkena Covid-19 dan melaksanakan isolasi mandiri di rumah, tidak melakukan panic buying (pembelian barang karena panik/penimbunan barang berdasarkan rasa takut), dan tindakan nyata lainnya.
  9. Khusus terkait dengan Iduladha 1442 Hijriah dan rangkaiannya Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan sebagai berikut.
    a. Takbir keliling tidak disarankan dan sebaiknya dilakukan di rumah.

    b. Salat Iduladha di lapangan/masjid/tempat fasilitas umum sebaiknya ditiadakan atau tidak dilaksanakan.

    c. Salat Iduladha bagi yang menghendaki dapat dilakukan di rumah masingmasing bersama anggota keluarga dengan cara yang sama seperti salat Id di lapangan.

    d. Hukum ibadah kurban adalah sunah muakkadah bagi muslim yang telah memiliki kemampuan untuk berkurban dengan tata cara sesuai tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

    e. Pandemi Covid-19 menimbulkan masalah sosial ekonomi dan meningkatnya jumlah kaum duafa, karena itu sangat disarankan agar umat Islam yang mampu untuk lebih mengutamakan bersedekah berupa uang daripada menyembelih hewan kurban.

    f. Bagi mereka yang mampu membantu penanggulangan dampak ekonomi Covid-19 sekaligus mampu berkurban, maka dapat melakukan keduanya.

    g. Membantu duafa maupun berkurban keduanya mendapatkan pahala di sisi Allah SWT, namun berdasarkan beberapa dalil, memberi sesuatu yang lebih besar manfaatnya untuk kemaslahatan adalah yang lebih diutamakan.

    h. Apabila ada yang berkurban maka dapat dilakukan alternatif berikut ini dengan urutan skala prioritas:
    1) kurban sebaiknya dikonversi berupa dana dan disalurkan melalui Lazismu untuk didistribusikan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan di daerah tertinggal, terpencil, dan terluar atau diolah menjadi kornet (kemasan kaleng);

    2) penyembelihan hewan kurban dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan
    (RPH) agar lebih sesuai syariat dan higienis;

    3) jumlah hewan yang disembelih di luar RPH hendaknya dibatasi (tidak terlalu banyak) untuk menghindari kemubaziran dan distribusi yang merata, disembelih oleh tenaga profesional, mengurangi kerumunan massa, dan pemenuhan protokol kesehatan yang ketat sehingga dapat menjamin keamanan dan keselamatan bersama;

    4) hewan kurban berupa kambing atau domba sebaiknya disembelih di rumah masing-masing oleh tenaga profesional dan apabila mampu dapat disembelih sendiri oleh orang yang berkurban (ṣāḥibul-qurbān); dan

    5) pembagian daging kurban diantar oleh panitia ke rumah masing-masing penerima dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

    i. Tuntunan Salat Iduladha dan Kurban pada Masa Pandemi Covid-19 tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Edaran ini.
    Semoga Allah SWT melimpahkan berkah dan rahmat-Nya bagi bangsa Indonesia.
Naṣrun min Allāhu wa fatḥun qarīb
Wassalamu‘alaikum wr. wb.

Editor: Mohammad Nurfatoni
Diterbitkan di Berita
Sebanyak 60 ribuan orang dengan kasus aktif Covid-19 di Jawa Barat dengan berbagai gejala terpaksa isolasi mandiri (isoman) di rumah seiring keterbatasan kapasitas tempat isolasi dan rumah sakit.

"Saya bingung, kata dokter saya harus isoman. Pas lagi isoman nggak boleh ke mana-mana, kan isoman. Saya bingung cari makan, sedangkan saudara kena [Covid] juga istrinya. Jadi dia tidak bisa ke mana-mana juga," kata Naufal Rabani.

Naufal didiagnosa positif Covid-19 pada awal Juni lalu. Ia mengaku kebingungan memenuhi kebutuhan pokok harian.

Di satu sisi, dia harus tetap di rumah, namun di sisi lain tidak ada orang yang membantu memenuhi kebutuhan pokoknya, terutama perihal makan.

Satgas Covid-19 setempat dan tetangga di sekitar rumahnya tidak memberikan bantuan seperti yang diharapkan, padahal warga Cibeunying Kidul, Kota Bandung, ini sudah melapor ke pengurus RT/RW agar mendapat pertolongan.

"Saya mengontak rumah singgah [tempat isolasi], kondisinya juga penuh. Padahal kondisi saya OTG, isteri saya bergejala. Jadi harus di rumah. Saya bingung makan gimana," ujarnya kepada wartawan Yuli Saputra yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Senin (12/07).

"Saya kontak-kontak ke dokter puskesmas, katanya suruh orang lain saja. Saya nggak ada siapa-siapa di rumah. Malah dokter itu [bilang] saya yang lagi positif ini nggak apa-apa keluar, tapi memakai masker. Saya kaget juga, saya positif kenapa dokter nyaranin begitu," ungkap Naufal melalui sambungan telepon.

Terpaksa, Naufal pun keluar rumah untuk mencari makan buat dirinya dan sang istri. Naufal mengaku paham risiko penularan bila kontak dengan orang lain. Tapi, Naufal tak tahu harus berbuat apa lagi.

 

Bandung, PPKM

Keadaan Pasar Baru, Kota Bandung yang lengang di masa PPKM pada 14 Juli 2021. GETTY IMAGES

 

"Saya berjuang sendiri [selama isoman]," tutur Naufal yang sekarang sudah sembuh.

Naufal tak sendiri. Sebagian warga warga Bandung yang melakukan isoman kesulitan memenuhi kebutuhan pokok lantaran larangan keluar rumah. Mereka harus memikirkan bagaimana bisa makan, di tengah perjuangan untuk sembuh.

'Selangkah lebih maju dari pemerintah'

Naufal tidak seberuntung Mira Sari. Perempuan 36 tahun ini mendapat cukup bantuan dari berbagai pihak selama isoman.

Selain dari tetangga dan satgas setempat, Mira yang terpapar Covid-19 bersama suami dan ibunya ini, mendapat bantuan dari gerakan berbagi makanan bagi warga isoman yang digagas Nadya Rizki Amatullah dan kawan-kawan.

"Alhamdulillah, sangat membantu sekali karena makanan yang diberikan ini healthy food," ujar Mira.

 

berbagi makanan isoman

Tim Gerakan Berbagi Makanan untuk Isoman sedang menyiapkan paket makan bagi pasien Covid 19 yang sedang isoman. Sebanyak 100 paket makanan disiapkan setiap hari GERAKAN BERBAGI MAKANAN UNTUK ISOMAN

 

Saat dinyatakan positif Covid-19, Mira sempat khawatir memikirkan bagaimana memenuhi kebutuhan pokok keluarganya. Terlebih lagi, di rumahnya ada dua anaknya yang masih kecil, juga dua orang lansia.

Beruntung warga Coblong, Kota Bandung, ini mendapat informasi ada gerakan berbagi makanan bagi warga isoman.

"Awalnya ada yang menghubungi, salah satu teman saya via WhatsApp, katanya suruh menghubungi [nomor penggagas gerakan] itu, nanti kalau ada rezekinya dari pihak itu bisa membantu.

"Lalu suami saya menghubungi via WhatsApp, Alhamdulillah, direspons. Katanya, kirim hasil swab-nya, fotokopi KTP. Besoknya baru kita dapat bantuan," kata Mira.

Warga Kabupaten Bandung, Hendi Setiawan beruntung pula mendapat bantuan logistik selama isoman dari komunitas Solidaritas Sosial Bandung (SSB).

Hendi mendapat paket sembako, vitamin, susu, dan popok bayi. Bantuan itu membuatnya bisa melalui masa isoman dengan nyaman, di saat dia dan keluarga tidak mendapat bantuan dari warga sekitar rumahnya.

"Kalau dibilang membutuhkan, ya membutuhkan. Karena kan dari puskesmas itu cuma dikasih vitamin selama lima hari, dan setelah saya diperpanjang isolasi mandiri juga nggak dikasih vitamin lagi."

Meski begitu, Hendi mengaku tak memanfaatkan situasi. Dia hanya menerima bantuan untuk kebutuhan yang kurang saja.

"Susu, alhamdulillah, masih bisa beli. Tapi dibilang kurang, ya kurang. Karena mau minta tolong ke saudara, seperti kakak, orang tua, [mereka juga] sama juga, sedang isolasi mandiri.

"Belum pernah saya mendapat bantuan dari [warga] sini. Penyemprotan disinfektan juga tidak ada. Padahal banyak [yang positif]," kata Hendi.

 

Jawa barat, joko widodo, ridwan kamil

Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) dan Bupati Bogor Ade Yasin (tengah) meninjau vaksinasi massal di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (17/06) ANTARA FOTO

 

Hendi berkata pernah mengakses fitur isoman di Pikobar Jabar, sebuah aplikasi ponsel yang berisi informasi Covid-19 di Jawa Barat, namun sampai saat ini bantuan obat dan vitamin belum diterimanya.

"[Gubernur Jawa Barat] Ridwan Kamil ada obat gratis, bagi-bagi, saya sempat daftar, tapi udah beberapa hari ke belakang [daftarnya, sampai sekarang obatnya] belum sampai," ujar Hendi merujuk ke program bantuan suplemen vitamin dan obat yang diluncurkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pekan lalu.

Ayah dua anak itu mengapresiasi langkah komunitas SSB yang selangkah lebih maju dibanding pemerintah dalam membantu warga yang tengah isoman.

"Kan sekarang banyak yang isoman malah pusing, stress, takut, ini harus bagaimana nanti saya. Makanya saya apresiasi banget buat kegiatan seperti ini. Sebelum pemerintah turun, bisa dibilang komunitas ini sudah melangkah duluan.

"Yang saya tahu warung-warung ditutup, apa saja ditutup, tapi nggak mikirin orang-orang nanti gimana, buat cari makan susah. Itu mereka yang sehat, apalagi saya yang nggak bisa ke mana-mana," tutur Hendi.

 

Virus kebaikan, bukan virus corona

bandung, isoman

Petugas kesehatan mengevakuasi jenazah korban Covid-19 yang meninggal dunia saat isoman, Bandung, 14 Juli 2021 TIMUR MATAHARI

 

Akhir Juni tahun ini, Nadya Rizki Amatullah terpapar Covid-19 dengan gejala ringan sehingga dia memutuskan isoman di rumahnya di Jakarta.

Selama isoman, Nadya tidak terlalu kesulitan memenuhi kebutuhan harian lantaran suaminya negatif hingga bisa tetap beraktifitas.

Namun di hari keenam masa isoman, Nadya mulai memikirkan orang-orang yang sedang isoman, tapi tidak seberuntung dirinya, seperti anak kos atau supir ojek online yang menjadi tulang punggung keluarga.

Dari situlah, Nadya terpikir membantu orang-orang yang kesulitan saat menjalani isoman. Ia pun mengunggah ide tersebut di akun Instagramnya.

"Saya kepikiran juga, kasihan kalau anak-anak kos yang kena [Covid-19]. Atau sopir ojol yang cari makan, dia yang kerja, makannya bagaimana. Sebenarnya cuma kepikiran dari situ saja.

"Akhirnya saya posting di Instagram. Alhamdulillah, saya sedang ada uang, kalau misalnya ada yang mau dibantu untuk makanan selama isoman, boleh DM saya. Kasih lihat bukti PCR dan KTP, maksudnya biar tahu benar atau enggak dia sedang isoman," papar Nadya.

 

isoman

Penerima paket makanan dari Gerakan Berbagi Makanan untuk Isoman di Kota Bandung GERAKAN BERBAGI MAKANAN UNTUK ISOMAN

 

Di luar dugaan Nadya, unggahan itu direspons banyak orang. Ada yang ingin menyumbang, membuat gerakan serupa di daerahnya, juga berkolaborasi. Dimulai oleh Nadya di Jakarta, gerakan ini mulai menular ke Bandung, Cibinong, Solo, dan Yogyakarta.

"Sebenarnya tidak menyangka jadi viral, karena memang awalnya benar-benar niat pribadi, terus makin ke sini orang banyak yang jiwa sosialnya tinggi tapi kadang-kadang mereka suka bingung mau bergerak dari mana. Itu banyak banget yang mau nyumbang.

"Untuk yang daerah Bandung saya cari-cari, akhirnya ada teman saya juga, yang mengusulkan bikin di daerah Bandung," ujar perempuan 37 tahun ini.

Hingga kini, sebanyak 130 orang dari Bandung dan Jakarta telah mendapat bantuan. Nadya menerapkan sistem orang tua asuh, yakni satu orang donatur membantu kebutuhan harian satu orang atau satu keluarga selama masa isoman.

Permintaan bantuan masih berdatangan melalui pesan langsung di akunnya. Karena keterbatasan, Nadya terpaksa menyeleksi penerima bantuan.

"Kalau yang masuk masih banyak, tapi yang memang kita pilih. Pertama, yang isomannya masih di awal-awal. Kedua, yang memang dia sendiri di sini, ngekos, terus yang dia kepala keluarga. Kalau yang masih punya saudara, kami tidak masukkan," katanya.

Melihat respon positif dari banyak orang atas gerakan ini, Nadya yakin banyak orang-orang baik di luar sana yang bisa saling membantu dan menularkan virus kebaikan.

Gerakan ini bisa diartikan pula sebagai itikad memberikan sesuatu yang bermanfaat dibanding mengeluhkan keadaan.

 

penerima bantuan

Salah seorang penerima bantuan paket isoman dari Solidaritas Sosial Bandung. SOLIDARITAS SOSIAL BANDUNG

 

"Saya cuma, sudah tidak usah nyinyir dengan keadaan, sudah seperti ini, mau bagaimana lagi. Yang penting kita bisa ngasih manfaat, dari pada kita komentar yang aneh di sosmed lebih baik menyebarkan manfaat dengan repost yang baik, berbuat yang baik," ungkapnya.

Nadya tidak memiliki target sampai kapan gerakan ini akan dilakukan.

"Mengalir saja selama masih ada rejekinya, teman-teman yang mau bantu juga masih ada, masih jalan terus," pungkas dia.

Tak mau bergantung donasi saja

Minggu siang (11/07), Dani Chrisdian baru selesai belanja kebutuhan bagi pasien Covid-19 yang isoman.

Kebutuhan berupa sembako, vitamin, dan logistik lainnya itu akan dikemas sore hari, sebelum diantar ke penerimanya. Setiap hari, Solidaritas Sosial Bandung (SSB), komunitas di mana Dani menjadi relawan, mengirimkan sebanyak 20 hingga 30 paket logistik.

Paket-paket itu tidak hanya diantar di wilayah Kota Bandung saja, tapi hingga ke wilayah Kabupaten Bandung dan Bandung Barat, seperti Ngamprah, Jayagiri, dan Majalaya.

 

bandung, ppkm

Suasana di Kota Bandung pada 14 Juli 2021 GETTY IMAGES

 

"Untuk pengiriman kita sesuaikan dengan ketersediaan tenaga kawan-kawan kurir. Kita pun saat ini kondisinya lumayan terbatas untuk antar ke rumah. Jadi dari data yang masuk biasanya kita pilih juga per area, berapa paket ke area Selatan, Barat, Timur, begitu teknisnya," kata Dani.

Karena keterbatasan, Dani menyebutkan, SSB baru bisa memenuhi separuh dari 275 jiwa yang mengajukan bantuan. Gerakan ini cakupannya menjadi luas lantaran infonya semakin sering dibagikan melalui sosial media.

Kondisi itu juga seiring semakin banyaknya warga yang isoman di rumah.

"Laporannya untuk saat ini tidak hanya logistik saja, tapi juga ketersediaan ruang isoman, oksigen, terus ambulan. Ya laporan [kebutuhan] seperti itu sudah lumayan masuk ke kami, tapi kami hanya bisa memberikan informasi dari teman-teman, kami lanjutkan [informasinya] saja.

"Laporan untuk oksigen, kami cukup kesulitan. Kemarin hampir dua hari mengantri belum dapat juga," tutur Dani.

Untuk satu keluarga yang isoman, Dani menyebutkan, pihaknya akan mendampingi minimal selama isoman atau 14 hari.

Tapi jika ada warga yang masih positif setelah masa isoman selesai, SSB akan mengkaji ulang apakah pendampingan akan dilanjutkan atau tidak.

Komunitas SSB aktif berkegiatan sosial sejak pandemi Covid-19 tahun lalu. Diawali dengan melakukan gerakan solidaritas pangan, yakni menginisiasi 15 dapur umum untuk membantu pekerja jalanan yang terdampak pandemi akibat kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Sedangkan kebijakan PPKM saat ini, membuat SSB menggeser fokus kegiatannya.

"Untuk kondisi PPKM sekarang, kita lebih fokus dengan kondisi rumah sakit yang full dan lain sebagainya. Jadi kita berpikir banyak warga yang sedang isoman di rumah dan mungkin [menyebabkan] banyak kendala dari warga yang isoman tentang distribusi kebutuhannya. Dari situlah kami muncul untuk mendampingi," ujar Dani.

Kegiatan ini, lanjut Dani, didanai secara swadaya para relawan. Selain itu, dilakukan cara-cara kreatif penggalangan dana, misalnya menjual barang-barang sumbangan dari musisi, sablon donasi, atau membuat album kompilasi.

SSB juga berkolaborasi dengan ilustrator. "Jadi si ilustrator berdonasi dalam bentuk gambar, akhirnya kita cetak [menjadi kaos], kita jual," ungkap Dani.

"Kalau misalkan terus mengandalkan donasi agak susah juga karena kita juga enggak tahu 'bensinnya' sampai kapan."

Tujuan dari gerakan sosial ini, menurut Dani, adalah merespon ketidakhadiran pemerintah dalam kondisi pandemi ini.

"Salah satunya itu, merespon ketidakhadiran pemerintah karena bicara pangan dan kesehatan menjadi kewajiban pemerintah untuk memenuhi semua warganya. Di luar itu pun kita jadi membangun kembali semangat gotong royong antar warga," tegas Dani.

Dani berharap, komunitas SSB bisa terus hadir membantu dan mendampingi warga yang membutuhkan selama pandemi Covid 19 yang entah kapan berakhir.

Wartawan Yuli Saputra di Kota Bandung, Jawa Barat, berkontribusi pada tulisan ini.

Diterbitkan di Berita

VOA Indonesia

Dalam keterangan tertulis yang diterima VOA, Rabu (14/7), Kedutaan Besar Jepang di Jakarta membantah pemerintahnya memiliki rencana untuk mengevakuasi warganya dari Indonesia terkait kenaikan tajam kasus harian COVID-19 di Indonesia.

 

Menteri Sekretaris Kabinet Jepang, Katsunobu Kato. (AP)
Menteri Sekretaris Kabinet Jepang, Katsunobu Kato. (AP)

 

"Penerbangan yang dilakukan Rabu pagi terlaksana atas inisiatif dari perusahaan swasta Jepang dan bukan usaha evakuasi maupun repatriasi dari pemerintah Jepang. Sama halnya dengan Indonesia, dan negara-negara manapun, Jepang juga masih mengadakan pembatasan masuk bagi orang-orang dari luar negeri," kata Kedutaan Jepang di Jakarta.

Pembatasan ini, menurut Kedutaan Jepang di Jakarta dilakukan untuk menjaga agar kapasitas pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan di bandara udara, jumlah petugas medis, dan fasilitas karantina bagi mereka yang datang dari luar negeri ini dapat beroperasi dengan baik.

Kedutaan Jepang di Jakarta mengatakan pernyataan Menteri Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato hari Selasa (13/7) lebih dimaksudkan untuk penambahan kuota bagi warganya yang akan masuk kembali ke Jepang, agar dapat tetap beroperasi dengan baik.

 

Hal yang sama juga diungkapkan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Teuku Faizasyah. Menurutnya Kementerian Luar Negeri telah menerima informasi dari Kedutaan Jepang di Indonesia yang menegaskan tidak ada rencana pemerintah negara Sakura tersebut untuk mengevakuasi warganya dari Indonesia.

 

Teuku Faizasyah. (Foto: IG/KBRI Yangon)
Teuku Faizasyah. (Foto: IG/KBRI Yangon)

 

"Yang ada adalah kepulangan secara mandiri warga negara Jepang di Jakarta yang diatur atau diorganisir oleh perusahaan swasta Jepang. Salah satu pertimbangan mengapa mereka kembali ke Jepang adalah untuk keperluan vaksinasi. Oleh karena itu, ada kepulangan secara kolektif yang diatur oleh pihak perusahaan Jepang pada hari ini," kata Faizasyah.

Faizasyah menekankan kepulangan warga Jepang dari Indonesia pada hari Rabu (14/7) merupakan kepulangan mandiri, bukan evakuasi atau repatriasi. Tentunya dalam proses kepulangan tersebut, perlu peran pemerintah Jepang dalam hal perizinan, pengaturan karantina, dan sebagainya.

Faizasyah menambahkan pekan lalu, Jepang mengirim bantuan hampir satu juta dosis vaksin COVID-19 bagi Indonesia dan minggu ini dijadwalkan donasi vaksin akan tiba lagi di tanah air.

 

WHO di Indonesia Yakin Separuh Warga Indonesia Telah Divaksinasi pada Akhir 2021

Dalam sambutannya terkait kedatangan 3.476.400 dosis vaksin AstraZeneca dari fasilitas Covax semalam, kepala perwakilan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) di Indonesia Dr. N. Paranietharan meyakini akhir tahun ini setengah dari penduduk Indonesia sudah menerima suntikan vaksin COVID-19 karena pasokan vaksin yang lancar.

Paranietharan meminta semua warga Indonesia untuk tinggal di rumah dan membatasi kegiatan di luar rumah sebagai satu-satunya cara untuk menekan tingkat penularan varian Delta dari virus COVID-19. Selain tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

 

Pengiriman vaksin AstraZeneca dai Jepang, di bandara Taoyuan, Taiwan, 8 Juli 2021. (REUTERS)
Pengiriman vaksin AstraZeneca dai Jepang, di bandara Taoyuan, Taiwan, 8 Juli 2021. (REUTERS)

 

"Kalau kita semua bisa tetap tinggal di rumah dalam beberapa pekan mendatang, kita bisa menekan tingkat penularan yang terjadi seperti sekarang ini. Ini penting. Itulah satu-satunya cara yang bisa kita lakukan untuk menghadapi virus varian Delta," ujar Paranietharan.

Imbauan itu disampaikan Paranietharan di tengah lonjakan sangat tinggi kasus COVID-19 di Indonesia. Hari ini, terdapat 54.517 penderita baru COVID-19, naik dibanding kemarin sebanyak 47.899 orang. [fw/em]

Diterbitkan di Berita

MURIANEWS, Pati – Bupati Pati Haryanto melarang warganya untuk menyelenggarakan acara nyate bareng saat Hari Raya Iduladha tahun 2021.

Hal ini lantaran Pati masih masuk dalam zona merah persebaran Covid-19, sehingga kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan harus dihindari.

“Menjelang hari raya Iduladha juga berisiko juga. Jangan sampai nanti di situ motong kambing, motong sapi dan bikin sate bareng,” ujar Haryanto, Kamis (15/7/2021).

Menurutnya, pada saat acara nyate bareng tersebut, dikhawatirkan warga tidak menerapkan protokol kesehatan. Apalagi, setelah itu warga akan memakan sate secara bersama.

Dipastikan tidak memakai masker. “Dengan begitu, akan terjadi penularan virus corona. Sebab, sebelum dilakukan swab, kita tidak tahu apakah yang ada di sebelah kita ini positif Covid-19 atau tidak. karena itu, kita harus menjaga jarak dan menaati protokol kesehatan,” jelasnya.

Pelarangan mengadakan acara nyate bareng tersebut, lanjut Haryanto, bukan berarti kemudian melarang masyarakat untuk berkurban.

Apalagi, semua tata cara untuk menjalankan kurban, juga sudah diatur oleh Kementerian Agama (Kemenag).

“Kami tidak melarang kurban. Tapi, semuanya harus menaati petunjuk yang ada, termasuk saat memotong hewan kurban maupun saat mendistribusikan daging. Semua sudah ada aturannya,” katanya.

Selain itu, saat Iduladha yang jatuh pada 20 Juli masih masuk dalam masa PPKM Darurat. Sehingga, pihaknya juga berharap agar semua elemen masyarakat dapat menaati aturan yang ada.

“Hal ini semata-mata adalah untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona,” tandasnya.  

Reporter: Cholis Anwar Editor: Ali Muntoha


Diterbitkan di Berita

“Saat pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong dan para Menteri Singapura selalu ditanyakan bantuan apa yang bisa dilakukan Singapura, terutama di dalam penanganan Covid-19 di Indonesia. Pemerintah Indonesia berterima kasih atas respon cepat untuk menambah peralatan yang dibutuhkan untuk distribusi oksigen. Sekarang ini tantangannya memang bagaimana produksi oksigen yang ada bisa cepat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Menko Airlangga dalam siaran pers yang diterima, Kamis (15/7/2021).

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah Singapura berkomitmen menambah bantuan Iso Tank dan Liquid Oxygen sebanyak 24 unit ke Indonesia, yang akan dikirimkan secara bertahap dalam enam pekan ke depan.

“Pemerintah Singapura berkomitmen menambah bantuan Iso Tank dan Liquid Oxygen sebanyak 24 unit. Melalui Smart Gas akan dilakukan refurnished terhadap Iso Tank yang tersedia di Singapura dan sebagian lagi akan dipesan yang baru dari Tiongkok,” sebutnya.

Dalam upaya penanganan Covid-19, terutama varian Delta yang tingkat penyebarannya sangat cepat, pemerintah Indonesia terus mengambil langkah pengendalian penyebaran virus ini. 

Pemerintah, kata Airlangga, telah menambah tempat-tempat isolasi mandiri untuk mereka yang terinfeksi Covid-19. Penambahan ruang isolasi mandiri memerlukan dukungan peralatan baik tabung silinder maupun Iso Tank untuk mendistribusikan oksigen yang ada.

Dalam pertemuan dengan para pengusaha Indonesia di Singapura, Menko Airlangga juga mengapresiasi inisiatif mereka untuk mengumpulkan bantuan oxygen concentrator. 

Sejauh ini sudah terkumpul 11 ribu oxygen concentrator, dan pengiriman pertama sebanyak 1.500 unit sudah tiba di Jakarta. Kolaborasi antara pengusaha Indonesia dan pengusaha Singapura diorganisir oleh Temasek.

Sementara, Istri PM Singapura, Ho Ching turun tangan langsung untuk memastikan donasi itu bisa terkumpul dan dikirimkan ke Indonesia sesegera mungkin. 

Diterbitkan di Berita
Khadijah Nur Azizah - detikHealth Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi memberikan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization vaksin Pfizer. Vaksin buatan Amerika Serikat ini memiliki efikasi sebesar 95,5-100 persen.

Vaksin Pfizer berbasis teknologi messenger RNA (mRNA) yang akan memicu tubuh membentuk spike protein untuk menciptakan antibodi melawan virus Corona.

"Pada hari Rabu (15/7/2021) BPOM telah menerbitkan EUA untuk vaksin yang diproduksi Pfizer dengan platform mRNA," kata Kepala BPOM Penny K Lukito dalam konferensi pers, Kamis (15/7/2021).

Vaksin ini digunakan dengan indikasi pencegahan COVID-19 mulai dari usia 12 tahun keatas. Diberikan secara injeksi dengan dua kali penyuntikan dalam rentang waktu 3 minggu.

"Efikasi pada usia 16 tahun keatas adalah 95,5 persen dan pada remaja 12-15 tahun adalah sebesar 100 persen," kata Penny.

Penny mengatakan tidak ada reaksi yang berarti pasca suntikan. Keamanan vaksin dapat ditoleransi dengan baik dengan tingkat keparahan grade satu dan dua.


(kna/kna)

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Bukannya mereda, kasus Covid-19 di Indonesia semakin memburuk beberapa waktu belakangan. Pada Rabu (14/7/2021), Indonesia kembali mencatatkan rekor penambahan kasus harian, yakni di angka 54.517.

Penambahan terbanyak ada di Ibu Kota Jakarta dengan 12.667 kasus. Kondisi ini tentu merugikan bagi banyak pihak, terutama warga miskin Ibu Kota yang serba kekurangan.

Hidup dalam ketidakberdayaan Koordinator Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) Eny Rochayati mengatakan, masyarakat yang tinggal di kampung-kampung Jakarta, salah satunya di Jakarta Utara, kini hidup dalam ketidakberdayaan.

Warga bertahan tanpa nafkah hingga ada yang meninggal sesak napas tanpa teridentifikasi secara medis penyebab kematian tersebut. ”Kejadian kematiannya tinggi sekali. Setiap hari, ada kematian, paling tidak itu dua orang. Gejalanya sama, sesak napas,” kata Eny, dilansir dari Kompas.id.

Mereka yang meninggal itu ada yang hanya bertahan di rumah hingga mengembuskan napas terakhir. Sebagian warga meninggal setelah ditolak rumah sakit karena kapasitas ruang perawatan penuh.

Salah satunya dialami kerabat Eny yang selama 10 hari menderita sakit kepala, lambung, dan sesak napas.

Kerabatnya yang juga bagian dari pengurus JRMK itu mencari rumah sakit di berbagai tempat. Ia sempat diterima di salah satu rumah sakit di wilayah Penjaringan dan ditempatkan di tenda darurat.

Hanya saja, ia tidak mendapat banyak pelayanan kesehatan sehingga dibawa pulang ke rumah oleh keluarganya. Dalam perjalanan pulang itu, kerabat Eny meninggal, tepatnya pada 7 Juli 2021.

Satu per satu warga meninggal saat isolasi mandiri Menurut Eny, warga yang menderita sakit sebagian memutuskan bertahan di rumah tanpa mengakses layanan kesehatan karena ada ketakutan tersendiri apabila menjalani tes usap.

Bagi warga, jika sakit dan dipastikan positif Covid-19, itu berarti mereka harus menjalani perawatan di rumah sakit dan tak bisa bertemu keluarga.

”Ada ketakutan, kalau ketika mereka berobat di rumah sakit, lalu swab dan misalnya dinyatakan positif karena kondisinya parah, berarti harus dirawat di rumah sakit.

Itu menjadi ketakutan mereka karena mereka menganggap itu hari terakhir mereka melihat keluarganya,” kata Eny. Sebagian warga memutuskan bertahan di rumah tanpa menjalani tes usap.

Sayangnya, sebagian dari mereka yang bertahan di rumah itu lalu tak tertolong dan meninggal. Di wilayah RW 019, Kelurahan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, saat ini ada 48 keluarga yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah setelah dinyatakan Covid-19.

Warga yang menjalani isolasi mandiri dan tiba-tiba mengalami perburukan dan butuh rujukan ke rumah sakit kesulitan untuk mendapatkan layanan ambulans.

”Ada warga yang sampai sesak napas, kami angkut pakai becak. Susah akses ambulans. Saya coba telepon ke rumah sakit supaya dapat ruang di ICU (tapi belum dapat juga) sampai akhirnya meninggal dunia,” kata Ketua RW 019 Kelurahan Tugu Utara, Ricardo Hutahean.

Di RW Ricardo, sudah tiga orang yang meninggal saat isolasi mandiri. Mereka meninggal akibat terjadi perburukan tiba-tiba karena terlambat atau sama sekali tak mendapat pertolongan medis.

Krisis tabung oksigen Tak sedikit dari warga yang menjalani isolasi mandiri juga butuh bantuan pernapasan dari tabung oksigen. Upaya menolong warga yang menderita sesak napas dengan bantuan tabung oksigen ini juga tak mudah dilakukan.

Eny dalam minggu ini mencoba membantu warga yang membutuhkan oksigen setelah berhasil mendapatkan pinjaman tabung dari aktivis kemanusiaan, Sandiyawan Sumardi. Namun, untuk mengisi oksigen pun sangat sulit.

”Kami sudah dapat link dari mana-mana. Tapi saat coba dilacak oleh keluarga, tidak ada, semua kosong. Lalu, ketika dapat oksigen, antrenya seharian.

Bisa dibayangkan, orang dalam keadaan sesak napas menunggu oksigen sampai seharian, padahal hitungan menit saja sudah megap-megap,” kata Eny.

Di wilayah padat penduduk Penjaringan, satu tabung oksigen yang didapatkan dari Sandiyawan digunakan bergilir oleh warga setempat.

Jelas saja, satu tabung itu sama sekali tak cukup untuk melayani kebutuhan orang-orang yang menderita sesak napas. Saat satu warga masih menggunakan tabung itu, warga lain juga mengiba mendapatkan giliran karena mengalami sesak napas.

”Sementara banyak yang teriak, butuh tabung,” katanya. Dari berbagai kejadian yang terjadi pada warga di kampung-kampung Jakarta itu, JRMK berharap kepada pemerintah untuk tak sekadar mengutamakan sosialisasi dan penegakan hukum PPKM darurat.

Warga miskin kini membutuhkan solusi konkret dari pemerintah untuk mengatasi persoalan ekonomi, sosial, dan persoalan kesehatan yang mendera warga.

”Orang sehat itu karena makan. Kita diminta tidak ke mana-mana untuk memutus mata rantai penularan. Tetapi, kebutuhan kita tidak dipenuhi. Jadi mesti imbang, yang sakit ditolong, yang sehat juga ditolong,” ucap Eny lagi.


Editor : Ivany Atina Arbi


 

Diterbitkan di Berita
Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth Jakarta - Varian Delta (B1617.2), virus Corona asal India yang kini telah menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengkategorikan virus jenis ini ke dalam 'variant of concern (VoC)'.

Hal ini karena varian Delta memiliki tingkat penularan yang tinggi. Bagaimana tidak, virus ini telah memicu gelombang kedua COVID-19 di India, dan kini Indonesia tengah menghadapi varian Delta.

"Varian Delta tingkat transmisinya paling cepat lebih dari Alpha (B117). Penelitian di inggris menemukan kalau proses transmisinya 60 persen lebih cepat ketimbang varian Alpha.

Gejalanya juga lebih berat dan 2,5 kali lebih banyak menyerang usia muda," kata dr Riyadi Sutarto SpP dari RSUP Persahabatan, dalam siaran langsung di Instagram @radiokesehatan, Selasa, (13/7/2021).

Siapa saja yang paling berisiko terinfeksi varian Delta?

Berdasarkan data dari National Health Service (NHS), yang menganalisis 92.029 kasus varian Delta di Inggris dari awal Februari sampai pertengahan Juni 2021, ada beberapa kelompok tertentu yang paling berisiko terinfeksi varian ini, sebagai berikut.

  • Orang berusia di bawah 50 tahun
  • Orang yang belum divaksinasi COVID-19.

Data ini didapatkan setelah meninjau 92.029 kasus dengan 82.500 pasien di antaranya adalah mereka yang berusia di bawah 50 tahun. Kemudian 53.882 kasus lagi adalah orang-orang yang belum divaksinasi COVID-19.

Meski demikian, data menunjukkan 117 kematian warga Inggris yang terinfeksi varian Delta mayoritas berada di kelompok usia di atas 50 tahun.

Apa saja gejala varian Delta?

Gejala yang ditimbulkan dari varian Delta tampaknya tak jauh berbeda dengan gejala COVID-19 lainnya.

Meski demikian, profesor epidemiologi genetik di King's College London sekaligus pendiri studi gejala COVID ZOE, Professor Tim Spector, MD, mengatakan ada beberapa gejala yang umum terjadi ketika seseorang terpapar varian Delta, sebagai berikut.

Vaksinasi COVID-19 bikin kebal dari varian Delta?

Menurut NHS, orang yang sudah divaksinasi COVID-19 secara penuh umumnya akan memiliki risiko yang lebih rendah untuk tertular varian Delta.

Dari 92.029 kasus varian Delta di Inggris, 20.000 kasus di antaranya sudah menerima satu dosis vaksin COVID-19 dan 7.235 lainnya sudah mendapat dua dosis vaksin COVID-19.

Data tersebut menunjukkan vaksinasi COVID-19 tidak memberikan 100 persen perlindungan terhadap varian Delta. Namun, orang yang sudah divaksinasi akan memiliki risiko yang lebih rendah terkena varian Delta.


(ryh/kna)

Diterbitkan di Berita

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan pemerintah akan membagikan 11.212 ton beras untuk bantuan sosial selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali.

Bantuan beras merupakan perintah presiden. Selain bantuan sosial yang dilayani Kementerian Sosial, TNI Polri juga bergerak menyalurkan bantuan untuk masyarakat kelas bawah.

"Tidak boleh ada rakyat sampai kelaparan. Saya ulangi, tidak boleh ada rakyat sampai kelaparan. Itu perintah dan kami laksanakan," kata Luhut dalam konferensi pers virtual yang dipantau di Jakarta, Kamis.

Pemerintah akan menyalurkan bantuan beras sebanyak 10 kilogram untuk setiap keluarga paling lambat pekan kedua Juli.

Jumlah masyarakat miskin yang terdapat di Jawa hingga Bali sebanyak 14,84 juta jiwa dengan target coverage mencapai 30 persen.

Jumlah keluarga yang akan mendapatkan bantuan beras ada sebanyak 1,21 juta keluarga atau sekitar 4,4 juta jiwa. Kebutuhan beras mencapai 11.212 ton dengan biaya mencapai Rp117,7 miliar.

Pemerintah menargetkan penerima bantuan adalah pekerja harian dan pekerja informal terutama di daerah padat penduduk yang terkena dampak PPKM Darurat, seperti pedagang pasar, objek daring, supir angkutan umum, pedagang kaki lima, perdagang asongan, pemilik dan petugas warung makan, kuli bangunan atau kuli pelabuhan, pemulung, dan sebagainya.

Kriteria penerima bantuan dapat ditentukan lebih lanjut sesuai situasi di lapangan. TNI-Polri akan mengatur distribusi bantuan supaya tidak menimbulkan kerumunan.

Dalam pemberitaan sebelumnya, pemerintah pusat telah memutuskan untuk melaksanakan PPKM Darurat pada 3-20 Juli 2021 di Jawa hingga Bali guna menekan laju penyebaran COVID-19.

Beberapa ketentuan yang dikeluarkan adalah pengetatan kewajiban bekerja dari rumah, untuk semua pekerja sektor non-esensial, dan kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring.

Bagi sektor esensial, maksimal 50 persen staf yang bekerja di kantor, dengan melakukan protokol kesehatan secara ketat, dan 100 persen bagi sektor kritikal.

Pemerintah mengizinkan supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan swalayan untuk beroperasi hingga pukul 20.00 WIB, dengan kapasitas pengunjung 50 persen. Untuk apotek, diperbolehkan untuk beroperasi selama 24 jam.

Namun, pemerintah memutuskan agar pusat perbelanjaan, serta pusat perdagangan lain, termasuk kawasan wisata ditutup selama penerapan PPKM Darurat tersebut.


Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Diterbitkan di Berita