Jakarta (Kemenag) --- Pandemi telah berdampak pada ekonomi masyarakat. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pengurus Pusat Muhammadiyah mengimbau masyarakat mendonasikan atau mensedekahkan dana kurbannya untuk membantu warga terdampak Covid-19.

"Pandemi Covid-19 telah menimbulkan dampak buruk di masyarakat terutama timbulnya masalah sosial-ekonomi. Oleh karena itu, PBNU mengimbau warga nahdliyin yang memiliki kemampuan secara ekonomi agar mendonasikan dana yang akan dibelikan hewan, untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19," demikian dikutip dari Surat Edaran PBNU 4162/C.I.34/07/2021, Sabtu (17/7/2021).

Surat edaran ini terbit pada 28 Dzulqa'dah 1442 H atau 9 Juli 2021. SE ini ditandatangani Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekjen PBNU H Ahmad Helmy Faishal Zaini, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf.

Meski demikian, PBNU mempersilakan warga yang mampu bila ingin tetap membeli hewan kurban, serta membantu warga terdampak Covid-19.

"Warga nahdliyin yang memiliki kemampuan untuk berdonasi dalam rangka membantu penanggulangan dampak Covid-19, dan juga memiliki kemampuan untuk melaksanakan kurban dipersilakan untuk melaksanakan keduanya," demikian tertulis dalam poin d edaran tersebut.

Dalam ketentuan lainnya, edaran ini menjelaskan, tempat-tempat yang dinyatakan aman dari Covid-19 oleh pemerintah setempat dan satgas Covid-19 dapat melaksanakan Salat Iduladha di masjid/mushalla dengan menjalankan protokol kesehatan ketat. Sedangkan daerah yang menjalankan PPKM Darurat diminta untuk tidak melaksanakan salat di masjid/mushalla atau lapangan.

Imbauan senada disampaikan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang tertuang dalam edaran Nomor 05/EDR/I.0/E/2021 tentang Imbauan Perhatian, Kewaspadaan, dan Penanganan Covid-19, serta Persiapan Menghadapi Idul Adha 1442 Hijriah. Imbauan ini ditandatangani Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Syamsul Anwar dan Sekretaris Mohammad Mas'udi di Yogyakarta, 2 Juli 2021.

Selain mengimbau Salat Iduladha di rumah, PP Muhammadiyah menyarankan umat muslim yang hendak berkurban, bisa dialihkan dengan bersedekah menggunakan uang tunai. Sebab, jumlah kaum dhuafa di Indonesia meningkat karena dampak pandemi Covid-19. Sehingga, 
sangat disarankan agar umat Islam yang mampu untuk lebih mengutamakan bersedekah berupa uang daripada menyembelih hewan kurban.

Meski demikian, PP Muhammadiyah juga mempersilakan umat muslim yang mampu untuk melangsungkan keduanya baik berkurban dan bersedekah uang tunai. Baik membantu duafa maupun berkurban, keduanya mendapatkan pahala di sisi Allah SWT.

 
Diterbitkan di Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa orang yang terinfeksi varian delta memiliki gejala yang sejalan dengan flu biasa. Namun ada juga bukti awal yang menunjukkan bahwa gejala orang lain mungkin lebih terasa dengan varian delta.

“Kami telah melihat bahwa tingkat rawat inap tampaknya meningkat pada populasi yang lebih muda dengan varian delta,” kata kepala petugas medis sebuah perusahaan perawatan kesehatan yang berkantor pusat di Tennessee, Premise Health, Jonathan Leizman, dikutip laman Huffpost, Ahad (18/7).  

Namun, hingga kini, tidak ada konsensus ilmiah tentang varian delta yang cenderung membuat orang lebih sakit daripada strain awal.

“Sekarang ada data yang keluar dari Inggris dan Skotlandia yang menunjukkan bahwa tingkat keparahan penyakit dapat meningkat, dan mungkin mengarah pada peningkatan risiko rawat inap,” kata dokter spesialis penyakit menular di Wexner Medical Center di Ohio State University, Carlos Malvestutto.

Malvestutto mengatakan, orang yang tidak divaksinasi sangat rentan karena varian baru, khususnya varian delta. Varian ini menular lebih cepat dan mungkin menyebabkan penyakit yang lebih parah.

Sementara sebagian besar kasus baru dan rawat inap terjadi pada mereka yang belum divaksinasi COVID-19, yaitu sekitar 99 persen infeksi baru di beberapa bagian negara.

Apa yang disebut "kasus terobosan" memang terjadi di antara mereka yang telah menerima kedua suntikan vaksin Pfizer-BioNTech atau Moderna atau vaksin dosis tunggal Johnson & Johnson.

Tapi, menurut data yang tersedia, gejala yang dialami orang dalam kasus terobosan tersebut cenderung relatif ringan. Sekitar sepertiga orang yang terinfeksi setelah divaksinasi lengkap, misalnya, sama sekali tidak menunjukkan gejala.

CDC sekarang hanya melacak kasus terobosan yang mengakibatkan rawat inap atau kematian, jadi tidak ada data yang benar-benar kuat melihat berapa banyak orang yang mengalami gejala ringan pasca-vaksin (atau tidak ada gejala sama sekali).

Sayangnya pula, tidak ada kejelasan tentang varian apa yang mungkin dialami orang-orang tersebut yang terekam. Pada akhirnya, tujuan vaksinasi tidak hanya untuk mengurangi penularan tetapi juga secara drastis mengurangi rawat inap dan kematian dan vaksin telah melakukan hal itu.

“Sebagian besar individu yang divaksinasi lengkap tidak memiliki konsekuensi penyakit yang parah, yang membuat kami berpikir gejalanya mungkin lebih ringan secara umum untuk individu yang divaksinasi lengkap,” kata Leizman. Kasus terobosan juga masih jarang terjadi di Amerika Serikat (AS).

Itulah sebabnya para ahli kesehatan bersikeras bahwa mendapatkan vaksinasi adalah hal terbaik yang dapat dilakukan orang untuk menjaga diri mereka sendiri dan orang lain tetap aman, dan untuk menghindari timbulnya gejala apapun sama sekali.

"Saya dalam keadaan di mana kita melihat peningkatan yang signifikan pada pasien rawat inap dan mereka semua adalah orang yang belum divaksinasi, yang sangat sulit dan menghancurkan, karena ini benar-benar dapat dicegah," kata Powderly.

 
Diterbitkan di Berita
Syahidah Izzata Sabiila - detikNews Jakarta - Malaysia mencatatkan rekor kematian harian baru COVID-19. Tercatat kematian harian mencapai 138 kasus pada Sabtu (17/7), sehingga mencatatkan total kumulatif 6.866 kasus kematian COVID-19 sejak awal pandemi.

Seperti dilansir The Star dan Bernama, Minggu (18/7/2021) Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Tan Sri Dr Noor Hisham Abdullah menyebut dari total 138 kasus kematian, 128 diantaranya dialami warga negara Malaysia. Sedangkan 10 kasus lainnya dialami warga negara asing (WNA).

Sementara itu, kasus harian COVID-19 dilaporkan mencapai 12.528, dimana 12.509 adalah transmisi lokal, sementara 19 lainnya kasus impor.

"Saat ini ada 119.814 kasus aktif, sedangkan total pasien Covid-19 yang dirawat di ICU sebanyak 908 orang dengan 425 orang di antaranya mengalami masalah pernapasan," katanya.

Untuk kesembuhan, total 6.629 orang sembuh, sehingga total kasus sembuh menjadi 779.171 sejauh ini.

Lebih dari 98% kasus harian baru COVID-19 pada Sabtu (17/7) tidak menunjukkan gejala, atau hanya memiliki gejala ringan. Lebih dari separuh kasus baru (6.840) atau 54,6% diklasifikasikan sebagai Kategori 1 (tanpa gejala), dan 5.468 kasus (43,6%) dalam Kategori 2 (gejala ringan).

Sebanyak 112 kasus atau 0,9% tergolong Kategori 3 (mengalami radang paru-paru), dan 44 kasus (0,4%) masuk Kategori 4, artinya mengalami radang paru-paru dan membutuhkan oksigen. Sebanyak 64 kasus, atau 0,5% berada di Kategori 5, yang berarti mereka adalah kasus kritis yang membutuhkan ventilator.

Berikut Data Kasus Kematian Harian COVID-19 Malaysia pada Sabtu (17/7) yang disampaikan Dr Noor Hisham Abdullah:
1. 46 kematian di Selangor
2. 20 kematian di Negeri Sembilan
3. 16 kematian di Kuala Lumpur
4. 16 kematian di Johor
5. 12 kematian di Pahang
6. 11 kematian di Melaka
7. 7 kematian di Kedah
8. 4 kematian di Perak
9. 3 kematian di Penang
10. 2 kematian di Terengganu
11. 1 kematian di Sabah

Warga Malaysia Diminta Tak Picu Klaster Baru Jelang Idul Adha

Dr Noor Hisham Abdullah, memperingatkan warga Malaysia agar tidak memicu klaster baru dengan saling berkunjung atau bepergian ke luar batas negara di masa perayaan Hari Raya Idul Fitri. Menurutnya, banyak klaster COVID-19 yang muncul karena perilaku lalai selama perayaan serupa sebelumnya.

"Kementerian Kesehatan menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai dan tidak mengulangi sikap yang tidak bertanggung jawab, terutama saat perayaan Hari Raya Idul Adha yang akan jatuh pada Selasa (20 Juli). Masyarakat diingatkan bahwa larangan perjalanan lintas kabupaten dan antar negara bagian masih berlaku. Begitu juga larangan kunjungan untuk merayakan Idul Adha. Jangan sampai kemeriahan merayakan Hari Raya Aidiladha membuat kita semua 'dikorbankan' untuk COVID-19," ujarnya dalam keterangan tertulis.

(izt/dhn)

 

Diterbitkan di Berita

VOA Indonesia

Menteri Sains Malaysia Khairy Jamaluddin, Jumat (16/7), mengatakan negaranya akan segera mengizinkan penjualan vaksin COVID-19 Sinopharm dan Sinovac secara komersial.

Hal tersebut diputuskan ketika pemerintah mencoba meningkatkan program vaksinasi di tengah kasus COVID-19 yang melonjak.

Malaysia memiliki salah satu dari jumlah infeksi virus corona per kapita tertinggi di Asia Tenggara, tetapi juga sekaligus menjadi salah satu negara dengan tingkat vaksinasi tercepat.

Reuters mengutip Khairy, melaporkan vaksin Sinopharm - yang disetujui Malaysia pada hari Jumat (16/7) untuk penggunaan darurat- akan segera dijual untuk pembelian pribadi.

Sementara itu, vaksin Sinovac akan tersedia untuk umum mulai 1 Agustus, setelah pemerintah menerima pengiriman sekitar 15 juta dosis, katanya.

Malaysia pada hari Jumat (16/7) melaporkan 12.541 kasus virus corona baru, sehingga total infeksi menjadi 893.323, termasuk 6.728 kematian.

 

Seorang perawat memberikan vaksin COVID-19 kepada seorang wanita tua di rumahnya di pedesaan Sabab Bernam, negara bagian Selangor tengah, Malaysia, Selasa, 13 Juli 2021. (Foto: AP)
 

 

Malaysia sebelumnya mengatakan akan berhenti memberikan vaksin Sinovac setelah stoknya habis, dan sebaliknya akan sangat bergantung pada vaksin Pfizer untuk program vaksinasi nasionalnya.

Pada hari Jumat (16/7), Khairy mengklarifikasi bahwa kelebihan vaksin Sinovac akan tetap tersedia bagi mereka yang mungkin memiliki masalah alergi dengan vaksin lain.

"Tidak ada masalah atas kemanjuran Sinovac," katanya.

Malaysia juga akan mempertimbangkan untuk membeli lebih banyak dosis dari Sinovac jika terjadi kekurangan vaksin AstraZeneca dari negara tetangga Thailand, kata Khairy. [ah]

Diterbitkan di Berita

Suara.comSingapura melaporkan lonjakan kasus Covid-19 terbesar dalam 10 bulan terakhir setelah satu kluster terdeteksi di sebuah karaoke plus-plus.

Menyadur Al Jazeera Sabtu (17/7/2021), Kementerian Kesehatan Singapura melaporkan 56 kasus pada hari Rabu (14/7). Sebanyak 42 kasus terdeteksi di klaster karaoke.

Kluster karaoke pertama kali terdeteksi ketika seorang wanita Vietnam mengunjungi dokter karena mengalami masalah pernapasan akut pada Minggu.

Wanita Vietnam tersebut memasuki Singapura pada Februari 2021 menggunakan visa jangka pendek dan disponsori oleh sang pacar yang seorang warga Singapura.

Pihak berwenang berhasil melacak bahwa wanita tersebut sempat mengunjungi tempat karaoke. Setelah itu, kasus lain mulai terdeksi. Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) langsung terjun menginvestigasi penyebaran di kalangan pramuria yang kerap berpindah-pindah belasan KTV yang berbeda lokasi.

Jumlah kasus Covid-19 langsung melonjak drastis, dari 12 kasus pada Selasa (13/7) tembus 120 kasus hingga Jumat (16/7). Meskipun aturan pembatasan sudah dicabut, Pemerintah Singapura masih melarang kelab malam dan karaoke untuk buka.

"Setiap outlet yang menyediakan layanan, permainan dadu, dan semua kontak yang sangat dekat ini, tidak pernah diizinkan," kata Menteri Kesehatan Ong Ye Kung kepada Channel News Asia. Setelah terjadi kluster tersebut, Ong Ye Kung memperingatkan polisi akan mengambil tindakan tegas terhadap pelanggar.

Polisi Singapura mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah menangkap 20 wanita pada Rabu malam, di antaranya warga Korea Selatan, Malaysia, Thailand, dan Vietnam, atas dugaan kegiatan di karaoke KTV.

Today melaporkan bahwa tiga operator karaoke sedang diselidiki karena melanggar aturan jarak sosial, tetapi tidak terkait dengan kluster. Ong mengatakan tidak ada rencana untuk kembali menerapkan pembatasan yang baru-baru ini dilonggarkan setelah kluster tersebut ditemukan.

Di antara mereka yang terinfeksi juga seorang penumpang kapal pesiar yang dibawa ke rumah sakit pada hari Rabu. Hampir 3.000 penumpang dan awak saat ini diisolasi, menunggu hasil tes keluar.

Pada bulan Mei, Singapura telah memberlakukan pembatasan khusus yang bertujuan memperlambat penyebaran varian Delta. Pembatsan ini juga bertujuan untuk menyelesaikan program vaksinasi yang ditargetkan mencapai dua pertiga dari populasinya pada 9 Agustus.

Diterbitkan di Berita

Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menggratiskan angkutan oksigen sebanyak 122 ton melalui angkutan kereta api dengan rute Stasiun Kalimas, Surabaya menuju Stasiun Sungai Lagoa, Jakarta pada Jumat (16/7).

Angkutan oksigen milik PT Virtue Dragon Nickel Industrial Park untuk Kementerian Kesehatan tersebut diangkut menggunakan 2 gerbong ISO Tank masing-masing berisi 28 ton oksigen dan 3 gerbong petikemas masing-masing berisi 22 ton oksigen.

“Pengiriman oksigen secara cuma-cuma ini merupakan bentuk dukungan KAI dalam penanggulangan pandemi Covid-19 pada masa PPKM Darurat,” kata VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam keterangannya, Minggu.

Joni menegaskan, KAI secara konsisten mendukung penuh semua upaya pemerintah untuk menanggulangi pandemi COVID-19 .

Kenaikan kasus COVID-19 masih terus terjadi dan telah menyebabkan lonjakan kebutuhan oksigen nasional. Oksigen tersebut dibutuhkan oleh pasien COVID-19 baik di rumah sakit maupun di tempat isolasi.

Pada masa PPKM Darurat ini, KAI melalui anak usahanya KAI Logistik menghadirkan promo dengan menggratiskan biaya angkutan oksigen dan tabung oksigen kosong menggunakan kereta api untuk kepentingan non komersial.

Layanan ini diperuntukkan bagi angkutan oksigen dan tabung oksigen kosong dengan tujuan pengiriman ke Rumah Sakit atau tempat lain yang ditentukan oleh Kementerian, Pemerintah Daerah atau Lembaga lain yang ditunjuk oleh pemerintah sebagai sentra pengumpulan oksigen untuk aksi kemanusiaan tersebut.

"Promo ini bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat distribusi oksigen bagi masyarakat yang sedang menjalani pengobatan COVID-19," ujar Joni.

Untuk syarat dan ketentuan selengkapnya terkait angkutan oksigen gratis menggunakan kereta api ini masyarakat dapat menghubungi call center KAI Logistik di Telepon 150121, email Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. dan WhatsApp di 081388223205 serta di media sosial Instagram @kalogistics, twitter @KA_Logistics, dan Facebook KeretaApiLogistik.

Joni mengatakan, keunggulan angkutan barang menggunakan kereta api antaranya adalah waktu pengiriman yang terjadwal, tepat waktu, lebih ramah lingkungan, serta aman.

“KAI sendiri sudah mendapatkan izin khusus dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mengangkut B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) kategori DG class 2 yakni berupa gas,” kata Joni.

Hadirnya layanan pengiriman oksigen dan tabung oksigen kosong secara gratis ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, supaya semakin banyak masyarakat yang membutuhkan oksigen untuk pengobatan COVID-19 dapat tertangani dengan segera.
 

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Diterbitkan di Berita

KBRN,  Jakarta: Pemerintah terus menjamin ketersediaan obat terapi Covid-19 salah satunya dengan melakukan impor. Ada 3 jenis obat yang diupayakan stoknya tetap aman untuk Indonesia, antara lain Remdesivir, Actemra, dan Gammaraas.

“Kami menyadari bahwa ada obat-obat impor yang memang secara global pasokannya sangat ketat, dan obat-obat tersebut antara lain remdesivir, actemra, gammaraas,” kata Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono dalam Konferensi Pers secara virtual, Sabtu (17/7/2021).

Wamenkes menjelaskan obat remdesivir akan diimpor dari India, Pakistan, dan Cina. Sebelumnya telah dilakukan negosiasi bersama dengan Kementerian Luar Negeri agar India bisa membuka kembali ekspornya. 

“Sudah mulai masuk (remdesivir) sekitar 50 ribu vial dan nanti akan bertambah lagi menjadi 50 ribu vial lagi per minggu. Kami juga sudah membuka akses ke Cina supaya obat-obat yang mirip dengan remdesivir bisa masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu,  terkait obat actemra, pemerintah Indonesia sudah berkomunikasi langsung dengan produsen di Swiss, yakni perusahaan Roche. Obat actemra ini jadi salah satu obat terapi Covid-19 yang cukup sulit didapatkan.

Sedangkan untuk obat Gammaraas, pemerintah Indonesia sudah mendapatkan impor dari Cina sebanyak 30 ribu vial. Namun masih butuh stok lebih banyak lagi untuk mencukupi kebutuhan di Indonesia.

Lebih lanjut,  Dante mengatakan Untuk obat-obat yang stok nya dikategorikan masih cukup dan kelihatan masih jarang untuk masyarakat, sudah dilakukan pertemuan dengan Gabungan Perusahaan Farmasi supaya distribusi obat itu menjadi semakin lebih merata di seluruh tanah air.

Meskipun stok obat aman, Dante tetap menekankan masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan, memakai masker dan menghindari kerumunan, serta rajin mencuci tangan dengan sabun. 

Diterbitkan di Berita

sindonews.com PURBALINGGA - Dalam waktu sepekan, empat orang anggota keluarga terdiri dari ayah, ibu dan dua anak perempuan di Purbalingga, Jawa Tengah meninggal saat menjalani isolasi mandiri di rumah.

Tim relawan pemakaman jenazah COVID-19 Purbalingga, Jawa Tengah langsung bergegas ke rumah duka di Kelurahan Penambongan, Purbalingga. Dengan APD lengkap mereka membantu mengevakuasi jenazah ibu dan anaknya yang meninggal di rumah.

Ibu dan anak perempuannya sedang menjalani isolasi mandiri setelah sepekan sebelumnya, dua anggota keluarganya yakni ayah dan seorang anaknya yang juga perempuan meninggal dunia.

Meninggalnya ibu dan anak tersebut hanya berselang satu jam. Sang ibu meninggal terlebih dahulu, selang satu jam kemudian anaknya menyusul menghadap Sang pencipta. Ibu dan seorang anaknya menjalani isolasi mandiri karena tidak mendapat ruang perawatan di rumah sakit.

"Dalam sepekan, satu keluarga terdiri dari ayah ibu dan dua anak perempuannya meninggal. Sang ayah diketahui memiliki riwayat penyakit komplikasi dan dinyatakan positif COVID-19. Sedangkan anaknya memiliki riwayat penyakit asma dan meninggal beberapa jam kemudian," ujar Sidik, salah seorang relawan, Minggu (18/7/2021).

 

(nag)
Diterbitkan di Berita

BBC News Indonesia

Pemerintah Inggris Raya memastikan bahwa hampir semua pembatasan Covid-19 di Inggris akan dicabut pada 19 Juli.

Itu berarti semua pembatasan kontak sosial di sana tidak akan lagi berlaku. Begitu pula memakai masker di sejumlah tempat umum tidak lagi diwajibkan, termasuk kelab malam boleh dibuka kembali. Pembatasan jumlah orang yang berkumpul juga dicabut.

Sebelum Inggris, beberapa negara lain di penjuru dunia sudah melonggarkan pembatasan kegiatan masyarakat selama pandemi Covid-19 tahun ini - dengan hasil yang beragam.

Apa yang terjadi di negara-negara yang sudah melonggarkan pembatasan?

Israel

Negara ini mulai mencabut pembatasan pada Februari lalu saat sudah memvaksinasi banyak rakyatnya.

Mulai pertengahan Juni - saat lebih dari separuh populasi sudah menerima dua kali dosis vaksin - warga Israel tidak lagi memakai masker dan kehidupan di sana kembali ke era sebelum pandemi.

Semua toko, restoran, hotel, dan bioskop kembali buka.

 

covid, israel, varian delta

Israel membuka kembali bar dan restoran Maret lalu. GETTY IMAGES

 

Sejak itu, akibat munculnya varian Delta yang lebih menular, kasus harian yang terkonfirmasi terus meningkat, mencapai rekor tertinggi dalam empat bulan terakhir sebanyak 754 pada Selasa (13/07).

Para pejabat mengungkapkan kasus-kasus yang serius, termasuk jumlah penderita yang dirawat di rumah sakit, masih relatif rendah.

Namun, peningkatan kasus itu membuat pemerintah di bawah perdana menteri baru Naftali Bennett untuk memikirkan antisipasi selanjutnya.

Melalui langkah yang disebut sebagai "penanggulangan lunak," warga Israel diminta untuk belajar hidup dengan Covid.

Sejumlah pembatasan pun kembali diberlakukan, termasuk wajib memakai masker di dalam ruangan tempat umum dan karantina bagi mereka yang baru tiba di Israel.

Belanda

Bersamaan dengan peningkatan vaksinasi dan penurunan kasus baru, Belanda melonggarkan pembatasan akhir Juni lalu. Masker tidak perlu lagi dipakai di hampir semua tempat dan kaum muda diimbau kembali keluar lagi.

Sejak itu, jumlah kasusnya naik lagi, mencapai level tertinggi sejak Desember - walau pelonggaran itu belum sampai mencatat peningkatan jumlah penderita yang masuk rumah sakit.

 

covid, belanda

Belanda terpaksa menerapkan pembatasan kembali setelah sempat dilonggarkan. GETTY IMAGES

 

Setelah makin gencarnya kritik dari para pejabat kesehatan, Perdana Menteri Mark Rutte terpaksa menerapkan kembali pembatasan pada Jumat (16/07) di banyak sektor, padahal baru dua pekan dicabut.

Semua restoran dan bar harus tutup mulai tengah malam dan kelab malam tidak boleh dibuka. Pembatasan kembali itu disertai pernyataan maaf PM Rutte karena terlalu awal melonggarkan pembatasan.

"Apa yang kami kira telah dimungkinkan ternyata tidak demikian," ujarnya.

Laman pemerintah Belanda menyatakan bahwa pembatasan itu berlaku hingga setidaknya 13 Agustus 2021.

Korea Selatan

Sempat dianggap contoh sukses dalam menangani Covid-19, Korsel termasuk satu dari sedikit negara di Asia Timur yang dikira sudah di luar zona pandemi.

Pada Juni lalu Korsel mengumumkan rencana membolehkan warga untuk bepergian tanpa masker, membolehkan pertemuan skala kecil dan melonggarkan jam buka restoran.

Namun, para pakar memperingatkan bahwa Korsel terlalu dini untuk melonggarkan pertahanan dari serangan Covid, apalagi mayoritas rakyatnya masih belum divaksinasi.

Kini, negeri ginseng itu menghadapi lonjakan kasus terburuk.

 

Korsel, covid
 

Warga Korsel kini diminta untuk memakai masker lagi di tempat umum. GETTY IMAGES

 

Munculnya kasus-kasus harian yang mencetak rekor tertinggi di Korsel memaksa pemerintah memperketat lagi aturan pembatasan sosial di hampir penjuru negeri.

Di Ibu Kota Seoul, warga dilarang untuk bertemu lebih dari satu orang setelah jam 6 sore.

Dengan pesatnya penularan varian Delta sementara tingkat vaksinasi yang lambat, kepercayaan publik atas kemampuan Korsel mengatasi Covid telah menurun.

Swedia

Tidak seperti kebanyakan negara, Swedia lebih banyak bergantung pada pendekatan sukarela dari warganya untuk mengatasi penularan, walau juga membatasi jam buka restoran dan jumlah keramaian di tempat-tempat umum.

Beberapa pembatasan itu telah dilonggarkan, termasuk membolehkan gelanggang olahraga dihadiri maksimal 3000 orang dan mencabut pembatasan jam buka restoran mulai 1 Juli. Pembatasan di sektor-sektor lain juga dihapus pada 15 Juli.

Sejak musim semi lalu, jumlah kasus di Swedia menurun, sebagian berkat meningkatnya vaksinasi dan cuaca yang lebih hangat sehingga membuat banyak warga menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan.

Namun, di tengah kekhawatiran atas meningkatnya penularan varian Delta, orang yang baru tiba di Swedia harus dites Covid.

Australia

Tahun lalu, warga Australia masih menikmati hidup dengan sedikit pembatasan. Masker wajah tidak diwajibkan saat negara itu secara konsisten mencatat tidak ada kasus harian.

Bila ada kenaikan kasus, pihak berwenang langsung menerapkan karantina wilayah untuk menekan jumlah penularan harian kembali ke nol. Contohnya, Kota Perth ditutup selama lima hari pada Januari lalu walau hanya ditemukan satu kasus.

Namun munculnya kasus varian Delta di Sydney pertengahan Juni lalu membuat kota terbesar di Australia itu kembali menerapkan karantina wilayah. Diperkirakan berlangsung setidaknya hingga akhir Juli.

Sydney saat ini menghadapi kasus harian lebih dari 100. Virus itu menyebar cepat - bahkan di pekan pertama lockdown - di kota yang tidak terbiasa dengan pembatasan.

Pejabat setempat mengatakan karantina wilayah itu juga memaksa warga untuk tinggal di rumah.

 

Namun, dengan lebih dari 90% populasinya belum divaksinasi, pemerintah memperkirakan kondisi ke arah normal belum akan segera terwujud.

Kurangnya persediaan vaksin, terutama Pfizer, membuat banyak warga belum dapat divaksinasi hingga di bulan-bulan akhir tahun ini.

Amerika Serikat

Banyak negara bagian sudah melonggarkan pembatasan saat Presiden Joe Biden menggencarkan program vaksinasi, seperti tidak lagi mewajibkan masker dan membolehkan kegiatan usaha dibuka lagi.

Juni lalu, sebagai negara bagian terpadat di AS, California mengumumkan 'pembukaan kembali besar-besaran," sedangkan New York mencabut hampir semua pembatasan setelah vaksinasinya sudah menembus 70%.

 

Secara umum, kasus harian di AS masih rendah. Jumlah penularan baru tidak sampai sepersepuluh dari tingkat rata-rata harian saat puncak pandemi Januari lalu, walaupun kini meningkat dua kali lipat dalam dua pekan terakhir.

Namun makin banyak yang khawatir akan varian Delta pada kasus penularan di beberapa negara bagian yang tingkat vaksinasinya masih rendah.

Saat vaksinasi di daerahnya masih lambat, beberapa negara bagian menyarankan wargaya tetap pakai masker karena kekhawatiran atas varian Covid itu.

Di Kota New York, jumlah kasusnya melonjak hampir sepertiganya dalam sepekan, di mana penularan tertinggi terjadi di beberapa lingkungan yang vaksinasinya masih sangat rendah.

Tingkat kematian juga naik, walau tidak sepesat kasus penularan. Kalangan pejabat mengungkapkan bahwa sebagian besar penderita yang masuk rumah sakit akibat Covid rata-rata belum divaksinasi.

Diterbitkan di Berita

Tim OkezoneOkezone JAKARTA - Kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali bertambah. Tercatat pada hari ini, Sabtu (17/7/2021), terdapat penambahan 51.952 kasus baru, sehingga totalnya menjadi 2.832.755.

Sementara itu, jumlah pasien sembuh bertambah 27.903 jadi 2.232.394. Sedangkan pasien meninggal bertambah 1.092 jadi 72.489.

Namun, kasus di DKI Jakarta terpantau melandai, jumlah kasus harian lebih sedikit dibanding kasus sembuh. Dari data Kemenkes dijelaskan bahwa kasus harian di DKI Jakarta menyentuh angka 10.168.

Sedangkan kasus sembuh mencapai 11.613. Sedangkan total kematian dalam sehari akibat Covid-19 hanya ada di angka 67.

Data penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia ini dipublikasikan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di https://www.covid19.go.id dan laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui laman https://www.kemkes.go.id/.

 

(kha)

 
Diterbitkan di Berita