Liputan6.com, Jakarta Saat ini banyak pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri. Lalu, ada juga masyarakat yang membeli obat hanya berdasarkan rekomendasi teman atau yang beredar di WhatsApp Group.

Terkait hal ini, Kementerian Kesehatan kembali mengimbau masyarakat untuk berkonsultasi terlebih dahulu sebelum membeli obat terapi COVID-19.

"Kepada seluruh masyarakat sebelum membeli obat-obatan terapi COVID-19 harus berkonsultasi dulu dengan dokter," kata Plt Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes RI, drg Arianti Anaya. 

Bila konsumsi obat tidak sesuai malah bisa merugikan tubuh. Obat yang seharusnya bisa mengobati tapi karena tidak sesuai malah menjadi racun bagi tubuh.

"Obat itu tentu punya risiko, kalau digunakan tidak sesuai malah menjadi racun bukan mengobati," kata Arianti dalam konferensi pers pada Sabtu, 10 Juli 2021.

Ia berharap masyarakat memahami hal ini sehingga tidak sembarangan dalam membeli obat dan vitamin untuk pasien COVID-19.

 

Stok Obat Terapi COVID-19 Aman

 

Di tengah isu kelangkaan obat COVID-19, Arianti juga menjelaskan agar masyarakat tidak khawatir karena stok obat sebenarnya cukup.

"Stok yang kita punya, kita sudah hitung itu cukup, dengan lonjakan kasus yang tinggi, yang tentunya membutuhkan obat-obatan," katanya.

Kementerian Kesehatan juga mendorong industri farmasi agar meningkatkan kapasitas produksi obat terkait penanganan COVID-19. Bila ada bahan yang harus impor, sebaiknya proses tersebut dipercepat.

Mengenai fakta di lapangan masyarakat masih mengalami kelangkaan obat, Arianti mengatakan ini karena distribusi belum berjalan optimal.

"Distribusi ini harus dipercepat karena stoknya ada. Sekarang tinggal dorong agar industri bisa mendorong obat ini ke fasiltas kesehatan dan apotek sehingga masyarakat bisa mengakses," katanya.

 

Infografis Harga Eceran Tertinggi Obat dalam Masa Pandemi Covid-19
Diterbitkan di Berita

MURIANEWS, Jepara – Angka kasus Covid-19 di Kabupaten Jepara terpantau fluktuatif. Hingga saat ini, status Jepara masih berada di zona merah. Status tersebut dipastikan oleh Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jepara, Muh Ali.

Meskipun di laman resmi corona.jepara.go.id statusnya sudah oranye dengan risiko sedang, pihaknya memastikan bahwa status Jepara masih Zona Merah.

“Benar, di laman resmi itu memang zona oranye. Tapi yang benar kita masih zona merah,” ungkap Muh Ali, Sabtu (10/7/2021). Di laman resmi itu, hingga Jumat (9/7/2021) malam, jumlah kasus aktif orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 1.105 orang.

Dalam lima hari terakhir, penambahan dan penurunan angka kasus cukup signifikan. Secara berurutan, sejak tanggal 5 Juli lalu, jumlah kasus sebanyak 1.562 orang, kemudian naik menjadi 1.780 orang pada 6 Juli.

Meningkat lagi pada 7 juli sebanyak 1.796 kasus, kemudian turun menjadi 1.329 pada 8 Juli, dan pada 9 Juli kembali turun menjadi 1.105 kasus. Sebelumnya, satgas mengaku terdapat tumpukan sampel tes PCR sejak pekan lalu.

Itu memengaruhi jumlah kenaikan kasus pada pekan ini. Masih banyaknya orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Jepara dan memerlukan perawatan di rumah sakit, membuat konsumsi oksigen oleh pihak rumah sakit masih tinggi.

Di RSUD RA Kartini Jepara misalnya, dalam sepekan sedikitnya membutuhkan 6.000 liter oksigen. Humas RSUD Kartini, Hadi Sarwoko mengatakan, untuk kebutuhan oksigen tabung liquid di ICU dan ruang terpusat membutuhkan 800 liter per hari.

Sementara, kebutuhan oksigen tabung berukuran 6 meter kubik, tiap hari sebanyak 15 hingga 20 tabung. “Sehari oksigen yang (tabung) liquid butuh 800 liter, jadi seminggu setidaknya 6.000 liter, itu pun kami masih ketar-ketir,” ujar Hadi.

Untuk memenuhi kebutuhan oksigen, RSUD Kartini menambah perusahaan pemasok. Semula, hanya bekerja sama dengan satu perusahaan. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan oksigen, kini bekerja sama dengan tiga perusahaan.

“Kalau tidak pandemi dengan satu perusahaan saja cukup. Tapi karena ini persediannya harus lebih, perusahaan yang selama ini sudah bekerjasama secara lisan mengatakan tidak sanggup,” kata Hadi.

Selain memenuhi kebutuhan oksigen yang dirawat, RSUD Kartini juga membantu pemenuhan oksigen sejumlah fasilitas kesehatan di Jepara. itu seperti Puskesmas di Karimunjawa dan sejumlah rumah sakit swasta.

“Mana yang punya tabung kosong kami pinjam dulu, begitu juga sebaliknya,” kata Hadi.  

Reporter: Faqih Mansur Hidayat Editor: Ali Muntoha


Diterbitkan di Berita

sindonews.com JAKARTA - Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta bakal beroperasi sebagai rumah sakit (RS) penanganan Covid-19 mulai Sabtu, 10 Juli 2021. Terdapat delapan gedung yang bakal digunakan sebagai tempat perawatan pasien covid-19 sedang hingga berat.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Abdul Kadir menerangkan bahwa untuk mendapatkan perawatan di RS Asrama Haji Pondok Gede, pasien covid-19 terlebih dahulu harus mengisi aplikasi Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi Nasional (Sisrutenas).

"Sisrutenas ini diisi oleh rumah sakit atau Puskesmas terdekat dari tempat tinggal pasien. Melalui aplikasi ini nanti akan ada rujukan dan bisa dilihat riwayat dari pasien sehingga ketika dirujuk kesini bisa mendapatkan penanganan yang sesuai,” kata Abdul Kadir, di Asrama Haji Pondok Gede, Jumat (9/7/2021).

Ia menambahkan, pihaknya mengoptimalkan seluruh gedung di asrama haji ini untuk dapat melayani pasien Covid-19. Sementara, pengelolaan manajemen RS Asrama Haji merupakan extension (perpanjangan) dari beberapa rumah sakit.

Adapun rumah sakit yang terlibat dalam manajemen RS Asrama Haji, yaitu: RS Dharmais mengelola pelayanan di Gedung A, RS Harapan Kita mengelola Gedung B, RS Kota mengelola Gedung C, RS Marzoeki Mahdi Bogor mengelola Gedung H, serta RS Ibu dan Anak Bunda mengelola Gedung D5.

"Kita mengoptimalkan semua pelayanan seluruh gedung yang ada di asrama haji, menyiapkan tempat sebanyak-banyaknya, extension (perluasan) rumah sakit dibawah agar kita dapat memonitor secara langsung dan tentunya lebih terkoordinir," terangnya.

Selain sarana prasarana, dari pihak Kemenkes juga telah menyiapkan tenaga kesehatan (Nakes) untuk memberikan pelayanan di RS Asrama Haji Pondok Gede. Total ada350 nakes yang berasal dari seluruh daerah dengan 78 spesialis.

"Nakes yang kami siapkan merupakan tenaga profesional yang berpengalaman di bidangnya dan semua menginap di asrama haji," ujar Abdul Kadir.

Lima gedung yang disiapkan sebagai tempat perawatan pasien Covid 19 adalah gedung A, B, C, H, dan D5. Satu gedung yang sudah digunakan untuk perawatan intensif pasien Covid-19 dengan gejala sedang dan berat adalah Gedung Arafah.

Sedang dua gedung yang akan digunakan sebagai akomodasi tenaga kesehatan adalah gedung D3 dan D4.

(kha)
Diterbitkan di Berita
Presiden Joko Widodo mengajak berbagai lapisan masyarakat, salah satunya mahasiswa, untuk menjadi relawan COVID-19, dalam mengantisipasi lonjakan kasus virus corona yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir ini.

“Saya ingin mengajak kepada para mahasiswa, para pemuda-pemudi, kepada ibu-ibu PKK, kepada kader-kader Posyandu untuk bersama-sama bahu-membahu bergotong-royong menjadi sukarelawan, menjadi relawan dalam penanganan pandemi COVID-19 ini,” ujarnya dalam peresmian Rumah Sakit Darurat Wisma Haji di Jakarta, Jumat (9/7).

Jokowi mengatakan sejak penanganan pandemi pada Maret 2020, seluruh tenaga kesehatan, aparatur sipil negara (ASN), TNI dan Polri, sudah bekerja keras setiap waktu.

Maka dari itu dengan adanya bantuan relawan dari berbagai komunitas masyarakat ini akan sangat berguna dalam upaya menekan perebakan wabah virus corona.

 

Seorang petugas medis mendorong tangki oksigen yang akan digunakan untuk merawat pasien di tenda darurat yang didirikan untuk menampung lonjakan kasus COVID-19, di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, Minggu, 4 Juli 2021. (AP Photo/Kalandra)
Seorang petugas medis mendorong tangki oksigen yang akan digunakan untuk merawat pasien di tenda darurat yang didirikan untuk menampung lonjakan kasus COVID-19, di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, Minggu, 4 Juli 2021. (AP Photo/Kalandra)

 

“Dokter, tenaga kesehatan, ASN, TNI dan Polri sudah bekerja keras pagi, siang, malam, sejak bulan Maret 2020 yang lalu sampai saat ini. Dan saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Tapi akan lebih bagus lagi apabila ada tambahan relawan-relawan dari seluruh komponen masyarakat sehingga penanganan COVID-19 ini bisa kita tangani dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Tanggapan Mahasiswa

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) Leon Alvinda Putra mengaku belum bisa merespons ajakan Presiden Jokowi. Ia mengatakan belum mengetahui secara jelas terkait jenis relawan COVID-19 apa yang dibutuhkan pemerintah.

Meski begitu, ia menjelaskan sejak pandemi COVID-19 terjadi mulai Maret 2020 lalu, pihaknya sudah melakukan banyak kegiatan-kegiatan untuk membantu penanganan perebakan wabah virus corona ini.

“Pada prinsipnya BEM UI selalu siap hadir di tengah masyarakat. Hal ini sebenarnya kami dari BEM UI sudah banyak melakukan terkait membantu penanganan pandemi COVID-19 sejak 2020. Misalnya BEM UI 2020 memberikan bantuan sembako kepada masyarakat sekitar UI yang terdampak pandemi COVID-19, kami juga membuat konten edukasi terkait COVID-19, dan membuat kajian yang tahun lalu diaudiensikan langsung ke gugus tugas,” ungkapnya kepada VOA.

Pada tahun ini, BEM UI ujarnya juga melakukan hal yang serupa. Yang terbaru, menurut Leon, pihaknya sedang berkoordinasi dengan rektorat UI untuk melaksanakan program vaksinasi massal COVID-19 bagi kalangan mahasiswa.

Selain itu, aliansi BEM UI juga sedang membuat kajian yang berisikan evaluasi dan rekomendasi yang akan ditujukan kepada pemerintah dalam penanganan pandemi COVID-19 ini.

 

Presiden mengatakan RS Darurat Wisma Haji digunakan untuk menampung pasien COVID-19 dengan gejala sedang hingga berat. (Foto: Courtesy/Biro Pers)
Presiden mengatakan RS Darurat Wisma Haji digunakan untuk menampung pasien COVID-19 dengan gejala sedang hingga berat. (Foto: Courtesy/Biro Pers)

 

Peresmian Rumah Sakit Darurat Wisma Haji

Kasus COVID-19 di Tanah Air memang terus meningkat tajam dalam beberapa waktu terakhir ini seiring dengan menyebarnya varian delta. Guna mengantisipasi hal ini, pemerintah terus menambah tempat tidur di berbagai tempat untuk menampung pasien COVID-19.

Sebelumnya pemerintah sudah mengkonversi Rusun Pasar Rumput dan Rusun Nagrak di wilayah DKI Jakarta untuk bisa menampung ribuan pasien COVID-19 dengan gejala ringan dan orang tanpa gejala (OTG).

Yang terbaru, Jokowi meresmikan operasional Rumah Sakit Wisma Haji, di Pondok Gede, Jakarta Timur , pada Jumat (9/7). Rencananya rumah sakit ini akan menampung pasien COVID-19 yang bergejala sedang hingga berat mulai Sabtu (10/7).

 

Presiden didampingi Menteri Agama meninjau Persiapan RS Darurat Wisma Haji. (Foto: Courtesy/Biro Pers)
Presiden didampingi Menteri Agama meninjau Persiapan RS Darurat Wisma Haji. (Foto: Courtesy/Biro Pers)

 

Rumah Sakit Wisma Haji Pondok Gede ini dilengkapi dengan 900 tempat tidur isolasi, 50 tempat tidur perawatan intensif (ICU), dan 40 tempat tidur perawatan ketat (HCU).

“Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Menkes, Menteri PUPR beserta seluruh jajarannya yang telah bekerja keras dalam waktu lima hari untuk menyiapkan Wisma Haji dikonversi menjadi rumah sakit," ujar Presiden.

"Saya tadi sudah cek ke dalam peralatan rumah sakit, kemudian pergantian AC, kemudian pembangunan lift untuk para pasien, saya lihat semuanya dalam keadaan 99 persen siap sehingga besok pagi rumah sakit wisma haji ini sudah bisa dioperasionalkan,” ungkap Jokowi. [gi/ah]

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Cuitan Eko Kuntadhi menarik perhatian banyak warganet. Pasalnya, ia mengunggah tangkapan layar pernyataan seorang warganet yang mendoakan Permadi Arya alias Abu Janda agar meninggal karena covid, namun justru orang tersebut meninggal.

Eko pun menulis turut berduka cita atas meninggalnya orang itu yakni  Ahmad Bin Hassan Al Athos. Ahmad Bin Hassan Al Athos meninggal dunia, 8 Juli 2021 kemarin.

Eko Kuntadhi juga mengunggah pernyataan Ahmad Bin Hassan Al Athos yang sempat sumpahi Abu Janda meninggal dunia.

"Ya Allah mattin ya Allah," begitu kata Ahmad Bin Hassan Al Athos dalam instagramnya, @hamadaaattos.

 

https://twitter.com/eko_kuntadhi/status/1413431957636063239

 

Eko pun mencuit: 

“Innalillahi waiina ilaihi raji'un. Semoga Allah mengampuni semua kesalahan dan melapangkan kuburnya...,” Jumat malam 9 Juli 2021.

Sementara itu, diberitakan pegiat media sosial Permadi Arya atau yang kerap dikenal Abu Janda positif Covid-19. Sebelumnya, ia melakukan isolasi mandiri (isoman).

Namun, kemudian dibawa ke ICU RS Mayapada Jakarta Selatan untuk mendapatkan perawatan intensif. Kabar Abu Janda positif Covid-19 dan dibawa ke ICU rumah sakit dibenarkan teman dekatnya, Muannas Alaidid.

Kata Muannas, kabar tersebut langsung kepada Abu Janda. Melalui sebuah grup pertemanan, Muannas menanyakan soal kondisi Abu Janda.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati

Diterbitkan di Berita

Mengingat, vaksinasi COVID-19 saat ini hanya mengurangi dampak keterpaparan, masih terdapat kemungkinan tertular dan menularkan virus COVID-19 jika longgar terhadap protokol kesehatan dalam keseharian. Hal ini terlihat dari kasus positif yang masih fluktuatif dan kini mengalami kenaikan. Butuh kerja bersama untuk memutus rantai penularan ini.

“Data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 42.124 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 29.486 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 13.112 positif dan 16.374 negatif. Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 5.639 orang dites, dengan hasil 937 positif dan 4.702 negatif,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia Handayani di Jakarta, dilansir dari PPID DKI Jakarta, Jumat (9/7/2021).

Ia mengatakan, tren kasus positif aktif pada anak di bawah usia 18 tahun masih bertambah. Sebanyak 15% dari 13.112 kasus positif hari ini adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun, dengan rincian, yaitu 1.474 kasus adalah anak usia 6 - 18 tahun dan 482 kasus adalah anak usia 0 - 5 tahun. Sedangkan, 9.897 kasus adalah usia 19 - 59 tahun dan 1.259 kasus adalah usia 60 tahun ke atas.

“Untuk itu, penting sekali bagi para orang tua agar menjaga anak-anaknya lebih ketat dan menghindari keluar rumah membawa anak-anak. Sebisa mungkin lakukan aktivitas di rumah saja bersama anak, karena kasus positif pada anak saat ini masih tinggi," jelasnya.

Ia menyampaikan, target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu. "Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 177.461 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 435.904 per sejuta penduduk," terangnya.

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sejumlah 1.940 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 100.142 (orang yang masih dirawat/ isolasi). 

Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 636.389 kasus. Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 526.941 dengan tingkat kesembuhan 82,8%, dan total 9.306 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,5%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,6%.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 42,8%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 13,7%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%.

Sementara itu, proses vaksinasi juga masih terus berlangsung. Untuk Vaksinasi Program, total dosis 1 saat ini sebanyak 5.388.600 orang (61,1%), dengan jumlah yang divaksin dosis 1 hari ini sebanyak 226.905 orang.

“Sedangkan total dosis 2 kini mencapai 1.950.495 orang (22,1%), dengan jumlah yang divaksin dosis 2 hari ini sebanyak 5.374 orang,” tambahnya.

Lebih lanjut, capaian vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun, untuk dosis 1 telah dilakukan sebanyak 8,4%. Sedangkan warga usia 18-59 tahun, untuk dosis 1 telah dilakukan sebanyak 59,5% dan vaksinasi dosis 2 sebanyak 17,9%. 

Sedangkan, pada kelompok lansia, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan sebanyak 65,8% dan vaksinasi dosis 2 sebanyak 58,7%. Sementara vaksinasi gotong royong, untuk dosis 1 telah diberikan kepada 105.582 orang dan dosis 2 sebanyak 40.732 orang.

Melalui Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, penindakan atas pelanggaran penggunaan masker dan pendataan buku tamu juga akan digencarkan, begitu pula dengan bentuk pelanggaran-pelanggaran PSBB lainnya, seperti pelanggaran di restoran/rumah makan, serta pelanggaran perkantoran, tempat usaha, dan tempat industri.

“Sanksi yang diberlakukan berupa kerja sosial, denda, penghentian sementara kegiatan, hingga pencabutan izin usaha,” tegasnya.

Berdasarkan laporan harian Satpol PP Provinsi DKI Jakarta pada 8 Juli 2021 pukul 18.00 WIB, telah dilakukan penertiban, terdiri dari operasi masker, penertiban pada restoran, rumah makan, warung makan, dan kafe, serta pada perkantoran, tempat kerja, dan tempat usaha dengan total denda sebesar Rp 4.400.000.

Selain itu, terdapat 30 restoran, rumah makan, warung, makan, dan kafe yang dilakukan penghentian sementara. Selain itu, terdapat 8 perkantoran dan 17 tempat usaha lainnya juga dihentikan sementara.

“Harapannya, masyarakat dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan turut berpartisipasi dalam memutus mata rantai penularan COVID-19,” ucapnya.

Pemprov DKI Jakarta menyarankan, untuk melakukan vaksinasi, warga dapat langsung ke tempat vaksinasi. Namun, untuk mempercepat proses vaksinasi, warga disarankan mendaftar online melalui aplikasi JAKI atau situs corona.jakarta.go.id/vaksinasi. 

“Dengan mendaftar secara online, warga dapat memilih waktu dan tempat vaksinasi sendiri, sekaligus bisa melakukan pre-screening tes online,” ujarnya.

Untuk menemukan tempat vaksinasi, warga juga mengeceknya melalui aplikasi google maps. Hanya dengan menuliskan vaksin COVID-19 warga dapat menemukan lokasi serta dibantu informasi jalur menemukan lokasi yang dipilih.

Adapun kategori warga 18+ yang dapat divaksinasi di DKI Jakarta adalah:

- Warga ber-KTP DKI Jakarta,

- Warga ber-KTP dari luar DKI Jakarta, tetapi berdomisili di DKI Jakarta (membawa keterangan domisili diperoleh dari petugas RT, tidak harus dari ketua RT),

- Pekerja di DKI Jakarta yang ber-KTP dari luar DKI Jakarta (membawa keterangan dari tempat kerja).

Pemprov DKI Jakarta juga masih membuka kesempatan untuk masyarakat berbagi dengan sesama yang membutuhkan bantuan karena terdampak pandemi COVID-19 dalam program Kolaborasi Sosial Berskala Besar atau KSBB.

Masyarakat dapat memberikan bantuan berupa bahan pangan pokok, makanan siap saji, hingga uang tunai. Informasi lengkap seputar KSBB dapat melalui situs corona.jakarta.go.id/kolaborasi.

Diterbitkan di Berita

Siti Fatimah - detikFinance Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan dalam waktu dekat RI akan kembali kedatangan vaksin COVID-19. Dia mengatakan, setidaknya ada total 441 juta dosis vaksin yang dikumpulkan Indonesia hingga akhir tahun 2021.

Adapun pada bulan ini pihaknya akan menerima dosis vaksin sebanyak 33 juta dari Amerika Serikat. "Seperti tadi Pak Menko sampaikan, terima kasih kepada teman-teman dari Amerika yang sudah memberikan moderna 4 juta akan datang bertahap, tahap pertamanya akan datang minggu ini," kata Budi dalam konferensi pers PPKM Luar Jawa-Bali, Jumat (9/7/2021).

Kemudian vaksin selanjutnya akan datang dari Jepang sebanyak 2,1 juta dosis. Budi mengatakan, sebagian sudah diterima dan total dosis akan datang di pekan ini.

Lalu ada vaksin dari Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) COVAX sebanyak 3,4 juta dosis. Dengan begitu, kata dia, semakin banyak vaksin yang diterima maka akan mempercepat proses vaksinasi bagi masyarakat.

"Makin banyak vaksin yang datang, kita bisa menyuntikan ini ke rakyat kita dengan lebih cepat," ujarnya.

Pada Juli, Indonesia akan menerima 33 juta dosis vaksin COVID-19, berlanjut Agustus sebanyak 45 juta dosis dan naik hingga puncaknya pada Oktober 2021 sebanyak 85 juta dosis vaksin COVID-19.

"Walaupun data ini berubah even setiap hari karena memang ada ketidakpastian dari sisi suplainya. Setidaknya kalau kita lihat secara akumulasi sampai akhir tahun ini kita bisa menerima 441 juta dosis," jelasnya.

Sekedar diketahui, untuk mencapai herd immunity, Indonesia menargetkan vaksinasi pada 181,5 juta jiwa atau setara dengan 363 juta dosis. Dengan total vaksin tersebut, Budi menyebut seharusnya sudah dapat memenuhi kebutuhan vaksin di Indonesia.

"Seperti teman-teman ingat target vaksinasi 181,5 juta orang atau 363 juta dosis. Harusnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi seluruh target populasi kita," pungkasnya.

(eds/eds)

Diterbitkan di Berita
 

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Rumah Sakit (RS) Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur untuk penanganan COVID-19, sudah mulai dapat dioperasikan besok Sabtu, 10 Juli 2021.

Pernyataan ini disampaikan oleh Jokowi saat meninjau dan meresmikan RS Asrama Haji Pondok Gede bersama dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada Jumat (9/7/2021).

"Saya tadi sudah cek ke dalam, peralatan rumah sakit, kemudian pergantian AC, kemudian pembangunan lift untuk para pasien, saya lihat semuanya dalam keadaan 99 persen siap," ujarnya.

"Sehingga, besok pagi, Rumah Sakit Wisma Haji ini sudah bisa dioperasionalkan," kata Jokowi dalam konferensi persnya, yang disiarkan dari kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Ajak Masyarakat Jadi Relawan

Pada kesempatan tersebut, Jokowi pun juga mengajak mahasiswa, pemuda-pemudi, ibu-ibu PKK, dan kader-kader Posyandu, untuk bersama-sama menjadi relawan dalam penanganan COVID-19.

"Dokter, tenaga kesehatan, ASN, TNI, dan Polri, sudah bekerja keras pagi siang malam sejak bulan Maret 2020 yang lalu sampai saat ini," kata mantan Wali Kota Solo itu.

"Akan lebih bagus lagi apabila ada tambahan relawan-relawan dari seluruh komponen masyarakat, sehingga penanganan COVID ini bisa kita tangani dengan sebaik-baiknya," imbuh Jokowi.

Infografis Kasus Covid-19 Melonjak, Rumah Sakit Terancam Kolaps
Diterbitkan di Berita

inharmonia.co - Worldometer.info sore ini, Jumat, 09 Juli 2021, pkl 10.15 GMT (17.15 WIB) mencatat new recovered Indonesia pada peringkat 1 di dunia, dengan jumlah pasien yang baru sembuh sebanyak 28.975 orang.  Prestasi tenaga kesehatan kemarin 21.189 orang sembuh. Jadi ada kenaikan lebih dari 7.500 orang. Prestasi yang luar biasa.

Perlu dicatat, Indonesia menjadi peringakat pertama pada menit itu karena India belum secara penuh memasukkan datanya, bahkan Brazil masih belum memasukkan datanya sama sekali, karena waktu Sao Paulo masih pukul 07.15 pagi. Peringkat pada tanggal 9 Juli 2021 akan dilaporkan pada pukul 24.00 GMT atau pukul 07.00 WIB. (MRE)***

 

 

Diterbitkan di Berita

alinea.id Kementerian Luar Negeri RI menyatakan bahwa dukungan kerja sama pemerintah Singapura berupa alat-alat kesehatan bagi Indonesia tiba pada Jumat (9/7).

Dikutip dari keterangan resmi Kemlu RI, bantuan dari Singapura termasuk 200 ventilator, 256 tabung oksigen kapasitas 50 liter, masker, sarung tangan, APD, tutup kepala, serta alat kesehatan lainnya. 

"Dukungan tersebut dikirim melalui jalur udara dan akan terdapat beberapa dukungan yang akan dikirim melalui jalur laut," tutur Kemlu RI dalam pernyataannya.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga melakukan pengadaan secara mandiri (pembelian) dari Singapura berupa 10,000 unit oxygen concentrator, di mana sebagian kecil yaitu 30 unit telah tiba bersama dengan dukungan pemerintah Singapura.

Kemlu menyatakan bahwa selain Singapura, pada Jumat juga akan tiba dukungan kerja sama penanganan pandemik Covid-19 dari Australia berupa 1.000 ventilator.

Dukungan kerja sama telah ditawarkan oleh sejumlah negara kepada Indonesia, yaitu Amerika Serikat, Belanda, Australia, Jepang, Inggris, Singapura, Uni Emirat Arab (UEA), India, China, dan entitas internasional lainnya. 

Kemlu RI menambahkan, dukungan kerja sama yang ditawarkan antara lain berupa vaksin, obat-obatan, maupun alat kesehatan lainnya.

"Indonesia mengapresiasi tawaran dukungan kerja sama tersebut," jelas Kemlu RI. "Kerja sama dan kolaborasi adalah prinsip yang terus dikedepankan oleh dunia agar dunia dapat segera keluar dari pandemi ini secara bersama."

Diterbitkan di Berita