okezone.com JAKARTA - Kepala Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Dokter Hewan Endah Rumiyati menegaskan tidak ada satwa lain selain dua harimau Hari dan Tino yang menunjukkan gejala Covid-19.

"Selain harimau Hari dan Tino tidak ada satwa di dalam TMR ini yang menunjukkan gejala Covid jadi hanya harimau Hari dan Tino," kata Endah saat jumpa pers di depan kandang eksibit harimau, Minggu (1/8/2021).

Endah menambahkan bahwa kawasan TMR ditutup sejak tanggal 22 Juni 2021 dan tidak ada tamu. Ia pun melakukan tracing terhadap perawat satwa tersebut hasilnya negatif.

"Di kami kan memang ditutup pada tanggal 22 Juni jadi memang tidak ada tamu, deteksi ini muncul kita juga sudah melihat kondisi perawat tidak ada yang memiliki gejala klinis ke arah sakit memang sampai saat ini kami akan Tracing karena memang tidak ada perawat kami yang menunjukkan sakit, tapi kami tidak menutup kemungkinan memang kalau OTG jadi kami tetap Tracing," terangnya.

Lebih lanjut, Endah melakukan test disebabkan harimau ini memiliki gejala klinis sakit. Namun, pihaknya tidak menutup kemungkinan akan mengecek seluruh satwa.

"Jadi kami melakukan test ini karena harimau ini memiliki gejala klinis sakit, kami tidak melakukan test untuk satwa yang tidak menunjukkan klinis sakit tetapi mungkin ke depan tidak menutup kemungkinan apabila kami ingin mengecek semua satwa ke depan kami akan coba kita fikirkan agar kita lebih tahu," tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau kembali situasi dua harimau yang terinfeksi Covid-19 itu. Ia pun memastikan bahwa keduanya telah sembuh dari virus tersebut.

"Warga Jakarta yaitu Hari dan Tino sudah menunjukan tanda tanda kesembuhan. Hari itu berusia 12 tahun, Tino berusia 9 tahun mereka ayah dan anak dari harimau Sumatera yang berada di TMR," ucap Anies.

 

(fkh)

Diterbitkan di Berita

TEMPO.CO, Jakarta - Guru Besar Ilmu Biokimia dan Biologi Molekular Universitas Airlangga (Unair) Chairul Anwar Nidom telah mengidentifikasi Covid-19 varian baru yang disebutnya lebih mengkhawatirkan.

Temuan itu berdasarkan data analisis bioinformatik yang berasal dari GISAID Initiative—organisasi nirlaba internasional yang mempelajari genetika virus. Menurut Nidom, pihaknya di Laboratoriun Profesor Nidom Foundation (PNF) sudah menengarai terkait dengan munculnya varian baru.

“Tapi bukan Delta Plus, di kami namanya B1446.2B,” ujar Nidom saat dihubungi Jumat malam, 30 Juli 2021, sambil menambahkan bahwa varian itu termasuk dalam varian Delta, selain B1617.2 dan B1617.1

Nidom menjelaskan, varian ini memiliki struktur delesi—mutasi yang berefek merusak pada protein yang dihasilkan, lebih daripada substitusi. Menariknya, kata dia, B1446.2B memiliki isolat protein yang berasal dari Indonesia, bukan impor.

“Jadi mutasi virus akibat tekanan yang terjadi di alam Indonesia, dan lebih mengkhawatirkan dari varian Delta lainnya,” tutur dia. Dari segi karakter virus, dia mengatakan varian jenis Delta ini secara umum memiliki percepatan perbanyakan diri dalam tubuh inang yang sangat tinggi.

Jadi, jika dites polymerase chain reaction (PCR), nilai batas ambang siklus virus (CT Value) rendah antara 10-18, bahkan ada yang di bawah 10 (semakin rendah angkanya, semakin tinggi jumlah virusnya atau per satuan waktu replikasinya lebih banyak).

Namun anehnya, Ketua Tim PNF itu menambahkan, jika ditanam di sel kultur—biakan sel yang digunakan untuk menumbuhkan virus yang berasal dari spesimen swab nasofaring atau trachea—agak sulit tumbuh.

Jadi, setelah PCR positif, umumnya virus itu sudah tumbuh di dalam biakan sel karena punya reseptor khusus.

Artinya, profesor di Fakultas Kedokteran Hewan Unair itu berujar, ada dua kemungkinan, varian ini umumnya mampu memperbanyak diri secara cepat sehingga cepat menular atau mempunyai reseptor bukan pada angiotensin converting enzyme 2 (ACE2), tapi pada reseptor lain yang bukan berada di saluran pernapasan.

“Sehingga menjadi penting upaya pelacakan varian Covid-19 varian di darah.” Varian Delta lainnya adalah Delta Plus atau dikenal sebagai B.1.617.2.1 atau AY 1.

Ini menjadi subvarian baru yang menarik perhatian komunitas medis karena memiliki mutasi yang memungkinkan virus menyerang sel paru-paru dengan lebih baik dan berpotensi lolos dari vaksin.

WebMD, pekan lalu melaporkan Delta Plus telah ditemukan di Amerika Serikat, Inggris, dan hampir selusin negara lain.

Sementara India—tempat pertama kali varian ini diidentifikasi pada Februari—telah melabeli varian itu sebagai “variant of concern”, sedang Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) dan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO belum.

Diterbitkan di Berita

Pamekasan, CNN Indonesia -- Ketua Tim Penanganan Pasien Covid-19 RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan Syaiful Hidayat mengonfirmasi setidaknya ada 50 tenaga kesehatan (Nakes) dan 10 dokter yang terpapar Covid-19 varian Delta.

Sedangkan tiga dokter di antaranya meninggal dunia. "Rata-rata mereka tertular Covid-19 varian Delta," kata Syaiful kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (31/7). Menurutnya data tersebut terhitung sejak Bulan Juli.Sementara data bagi pasien Covid-19 yang meninggal berjumlah 154 pasien.

Data tersebut terhitung sejak pandemi Covid-19 secara keseluruhan. "Saat ini mereka sedang menjalani perawatan intensif di RSUD, dan sebagian pula ada yang melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumahnya," ungkapnya.

Dokter yang akrab dipanggil Yayak itu mengatakan, tiga dokter yang meninggal itu belum diketahui klasternya. Sebab, mobilitas dokter dan perawat sangat tinggi. Meski begitu Yayak meminta kedisiplinan protokol kesehatan jadi hal yang utama untuk disadari masyarakat.

"Harus disiplin, jangan selalu bergantung pada pemerintah. Karena kesadaran ini yang bisa meminimilisir penyebaran Covid-19, bila semuanya sudah patuh protokol," ujarnya. Sebelumnya, Yayak menyampaikan, dalam sepekan rumah sakit sudah banyak menerima pasien rujukan.

Dari sekian banyaknya, hingga memicu kamar pasien melebihi muatan. "Daftar antrean di rumah sakit, sehari bisa mencapai dua belas sampai delapan belas pasien," kata Syaiful.

Akibatnya, lanjut Syaiful, rumah sakit terpaksa harus membuka tenda darurat di halaman untuk menampung pasien. Padahal rumah sakit sudah menyediakan lima ruang isolasi, ditambah satu ruang instalasi gawat darurat (IGD).

Ia menyampaikan ke belakang bila pasien terus menanjak datang, bukan tidak mungkin rumah sakit akan membuka rumah sakit lapangan. Sebab sebagai institusi pelayanan kesehatan, rumah sakit tidak bisa menolak pasien yang datang.

"Rumah sakit rujukan pun, banyak kamar isolasinya sudah penuh. Jadi arahnya nanti, kami rasa perlu ada rumah sakit lapangan," ujarnya. 

(nrs/chs)

Diterbitkan di Berita

Varian Delta mendominasi Italia

Sabtu, 31 Juli 2021 11:51

Milan (ANTARA) - Varian COVID-19 Delta mendominasi Italia, kata Institut Kesehatan Nasional (ISS) pada Jumat (30/7), merilis data yang menunjukkan varian tersebut menyumbang 94,8 persen kasus sejak 20 Juli.

Varian yang pertama kali ditemukan di India pada Desember 2020 itu kini menjadi dominan di dunia dan menyebabkan lonjakan tingkat infeksi yang memicu kekhawatiran pemulihan ekonomi global.

Dalam survei sebelumnya berdasarkan data per 22 Juni, varian Delta hanya menyumbang 22,7 persen kasus. Sebaliknya, varian Alpha menyumbang 3,2 persen kasus sejak 20 Juli versus 57,8 persen dari data sebelumnya.

"Sangat penting untuk melanjutkan pelacakan kasus secara sistematis dan merampungkan siklus vaksinasi secepat mungkin," kata Kepala ISS Silvio Brusaferro melalui pernyataan.

ISS mengeklaim survei mereka tidak mencakup semua kasus varian, tetapi hanya yang terdeteksi pada hari itu.

Pihaknya menambahkan bahwa varian Gamma, yang pertama kali muncul di Brazil, berkurang menjadi 1,4 dari 11,8 persen dalam survei terdahulu.

ISS juga menunjukkan "peningkatan yang sangat tipis" dalam kasus varian Beta, yang mulanya terdeteksi di Afrika Selatan, yang katanya ditandai oleh pengelakan imun secara parsial.

Italia mencatat 128.029 kematian COVID-19 sejak wabah melanda negara tersebut pada Februari tahun lalu. Angka tersebut merupakan yang tertinggi kedua di Eropa setelah Inggris, dan tertinggi kedelapan di dunia.

Hingga kini, tercatat pula 4,34 juta kasus COVID-19 di negara tersebut. Hingga Jumat, hampir 59 persen warga Italia yang berusia 12 tahun ke atas telah mendapatkan dosis vaksin lengkap, sementara sekitar 10 persennya masih menunggu dosis kedua.

Sumber: Reuters

Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Malaysia menjadi salah satu negara yang terdampak sangat parah oleh pandemi Covid-19. Bahkan, dalam rasio perbandingan kasus positif per populasi, Negeri Jiran itu merupakan salah satu yang terburuk di dunia.

Mengutip CNBC International, dari data yang dihimpun Our World In Data pada basis rata-rata pergerakan tujuh hari, Malaysia mencatat 483,72 infeksi Covid yang dikonfirmasi per satu juta orang pada hari Rabu (28/7/2021).

Ini merupakan rasio tertinggi kedelapan secara global dan teratas di Asia. Bahkan, ini masih lebih tinggi dari Indonesia yang mencatatkan 152,8 infeksi Covid per satu juta orang.

Dari segi kematian, kasus kematian dalam basis sepekan menunjukkan bahwa negara yang berbentuk persekutuan itu melaporkan sekitar 4,90 per satu juta populasi kematian terkait Covid-19.

Itu merupakan yang tertinggi ke-19 secara global. Selain itu, angka ini merupakan yang tertinggi ketiga di Asia setelah Myanmar dengan rasio 6,29 dan Indonesia dengan rasio 5,79.

Beberapa analis menilai bahwa tingginya kasus Covid ini disebabkan oleh respon penanganan wabah yang kurang baik dan tanggap. Meski sudah lockdown berkali-kali, dinamika politik yang menjadi sebuah momok bagi penanganan pandemi.

"Respons Malaysia terhambat oleh pemerintahan yang kacau dan pertikaian politik yang terus-menerus," ujar Joshua Kurlantzick, peneliti Asia Tenggara di lembaga think tank Council on Foreign Relations.

Malaysia sendiri memang sedang dalam konflik politik internal yang tajam. Banyak pihak yang mengecam dan meminta Perdana Menteri (PM) Muhyiddin Yassin untuk mundur akibat manuvernya yang meminta keadaan darurat nasional dilakukan dan pembatasan pergerakan publik secara sepihak.

Bahkan, langkah ini membuat pihak partai koalisi pendukungnya saat ini semakin menipis. Terakhir kontroversi juga muncul saat salah satu menteri menyebut status darurat akan dicabur meski Raja Malaysia menyebut tak ada pembicaraan soal itu.

Terlepas dari pergumulan politik, pihak berwenang Malaysia telah mempercepat laju vaksinasi dalam beberapa pekan terakhir. Lebih dari 18% dari 32 juta penduduk negara itu telah divaksinasi penuh.

Pemerintah Malaysia mengatakan pihaknya bertujuan untuk menginokulasi sebagian besar populasi orang dewasa pada akhir tahun. Malaysia menargetkan pelonggaran bisa segera dilakukan Oktober nanti.

Hingga saat ini, Malaysia mencatatkan sekitar 1,06 juta kasus Covid-19 dengan 8.551 kematian sejak pandemi melanda. Kemarin dan lusa kasus baru berada di kisaran 17.000 pasien

(sef/sef)

Diterbitkan di Berita
 
 
VOA Indonesia - Pegawai federal di Washington DC dan beberapa kota lain hari Rabu (28/7) mulai kembali mengenakan masker di tempat kerja mereka, di tengah perebakan luas varian Delta.
Pegawai pemerintah diperkirakan akan diberitahu secara resmi pada hari Kamis (29/7) bahwa mereka perlu divaksinasi atau mengikuti uji medis secara teratur.
 
Karine Jean-Pierre, wakil juru bicara Gedung Putih
Karine Jean-Pierre, wakil juru bicara Gedung Putih 
 
“Meskipun belum ada keputusan final, saya ingin mengatakan bahwa bukti vaksinasi bagi pegawai federal merupakan salah satu opsi yang sedang menjadi pertimbangan utama,” ujar Karine Jean-Pierre, wakil juru bicara Gedung Putih kepada wartawan di Air Force One dalam penerbangan singkat dari Pangkalan Udara Andrews di Maryland ke Pennsylvania.
 
Ketika wartawan menanyakan tentang keharusan mengenakan masker kepada Presiden Joe Biden ketika ia meninggalkan pesawat, ia mengatakan akan berbicara tentang hal-hal terkait virus corona pada hari Kamis (29/7).
Tanda-tanda kewajiban mengenakan masker bagi pegawai federal telah tampak di sebagian gedung federal, termasuk di ruang jumpa pers Gedung Putih, yang meminta agar mereka yang telah divaksinasi pun untuk mengenakan masker. 

 

 

“Di kawasan yang memiliki penularan substansial atau tinggi, badan-badan federal harus mewajibkan semua pegawai federal, kontraktor dan pengunjung atau tamu yang datang – terlepas apakah mereka sudah divaksin atau belum – untuk mengenakan masker di dalam gedung federal,” demikian petikan pernyataan Kantor Manajemen dan Anggaran dalam email ke seluruh badan federal Selasa malam (27/7).

“Mulai hari ini, kebijakan itu mencakup wilayah Washington DC,” tambah pernyataan itu.

Mengenakan Masker Jadi Keharusan di DPR

Masker juga menjadi suatu keharusan di DPR setelah dokter yang hadir di gedung Capitol mengambil langkah itu pasca rekomendasi Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) hari Selasa bahwa mereka yang sudah divaksinasi sekali pun harus tetap mengenakan masker di dalam ruangan pada fasilitas umum di daerah-daerah dengan tingkat perebakan substansial atau tinggi.

 

Pemimpin faksi Republik di DPR AS, Kevin McCarthy menolak "wajib masker".
Pemimpin faksi Republik di DPR AS, Kevin McCarthy menolak "wajib masker".

 

Pemimpin faksi Republik di DPR, Kevin McCarthy, menolak hal itu dengan mengatakan keharusan mengenakan masker “bukan keputusan yang didasarkan pada sains.”

Ketika dimintai pendapat terhadap pernyataan McCarthy itu, Ketua DPR Nancy Pelosi mengatakan “ia orang bodoh.”

 

https://twitter.com/DaniellaMicaela/status/1420387417358577664

 

Partai Republik telah “membangkang” untuk mengikuti sains tentang masker dan vaksin di tengah perebakan pandemi virus corona, tambah Pelosi kepada wartawan dalam konferensi pers regular di Capitol Hill.

Departemen Urusan Veteran Jadi Badan Federal Pertama yang Haruskan Masker

Departemen Urusan Veteran yang mengelola sekitar 1.400 fasilitas medis di Amerika, Senin lalu (26/7) menjadi badan federal pertama yang mengharuskan vaksinasi seluruh pegawai layanan kesehatannya.

Departemen itu mengatakan hampir 150 pegawainya telah meninggal dunia karena tertular COVID-19 sejak Maret 2020.

Gubernur New York Andrew Cuomo hari Rabu (28/7) mengumumkan bahwa semua pegawai negara bagian itu – yang jumlahnya mencapai sekitar 10.000 orang – harus sudah divaksinasi selambat-lambatnya pada Hari Buruh 6 September mendatang.

“Ini tindakan yang pintar, adil dan demi kepentingan semua orang,” tegas Cuomo. Walikota New York Bill de Blasio menyampaikan pengumuman serupa Senin lalu pada 300.000 pegawainya.

 

 

Setelah California, Kini New York

New York menjadi negara bagian kedua setelah California yang memberlakukan kebijakan seperti itu bagi seluruh pegawai pemerintah.

Kebijakan yang diumumkan Gubernur California Gavin Newsom Senin lalu tidak hanya mencakup 246.000 pegawai pemerintah negara bagian, tetapi juga lebih dari dua juta petugas layanan kesehatan di sektor pemerintah dan swasta.

Kasus COVID-19 di Amerika meningkat pesat empat kali lipat dibanding bulan lalu. Johns Hopkins University mengatakan jumlah kasus COVID-19 di Amerika adalah yang tertinggi di dunia yaitu lebih dari 34,6 juta orang, dan sekitar 611.000 ribu kematian. [em/lt]

Diterbitkan di Berita

Elshinta.com - Keberhasilan kabupaten Kudus Jawa Tengah menangani lonjakan kasus penyebaran covid-19 beberapa waktu lalu. Membuat Presiden RI menginstruksikan Staf Khusus Kepresidenan untuk melakukan verifikasi lapangan terkait keberhasilan kabupaten Kudus tersebut.

Hal ini tidak lepas dari sinergitas semua pihak. Rombongan staf Presiden disambut oleh Bupati Kudus H.M. Hartopo, jajaran Forkopimda Kudus, Sekda beserta para asisten, dan kepala OPD terkait di gedung Command Center Diskominfo, Rabu (28/7).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menjelaskan kondisi kabupaten Kudus ketika terjadi lonjakan. "Kondisi kudus mengalami titik terendah bulan april minggu 19, puncaknya kasus terjadi pada 12 juni 2021 kasus aktif sampe 2342.

Kasus harian mencapai 500, kematian 34 per hari. Saat itu, BOR disemua rumah sakit hampir 100% terisi," paparnya. Lonjakan kasus covid terjadi saat idul fitri ketika terjadi lonjakan pemudik yang masuk di kabupaten Kudus.

"Tradisi masyarakat kami saat bulan syawal adalah anjang sana anjang sini, para pemudik berbondong-bondong datang dari berbagai daerah untuk sungkeman," ungkapnya.

Inilah yang menjadi penyebab lonjakan kasus covid dikarenakan masyarakat mulai abai prokes saat bersilaturahmi.

"Ketika masyarakat abai prokes yang seharusnya ditaati, maka memuncaklah persebaran covid-19. Hal tersebut terdeteksi pasca lebaran kemarin," kata Bupati seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Kamis (29/7).

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemkab Kudus melakukan berbagai kebijakan dalam penanganan penyebaran covid termasuk bersinergi dengan pihak terkait.

"Berbagai upaya kami lakukan dalam penanganan kasus ini. Diantaranya bersinergi dengan pemangku kebijakan, penyediaan isolasi terpusat, mengaktifkannya jogo tonggo, penguatan 3T, percepatan vaksinasi dengan melibatkan pihak swasta," ungkapnya.

Adanya penerapan PPKM Mikro telah lebih dulu diterapkan dengan memaksimalkan jogo tongo."Kami terapkan pembatasan aktifitas masyarakat dengan penerapan PPKM Mikro didukung dengan upaya memaksimalkan jogo tonggo," kata Hartopo.

"Kami kumpulkan donasi dalam memaksimalkan jogo tonggo dilingkup paling bawah yaitu tingkat RT, dana tersebut kami gunakan buat mendukung keperluan logistik warga yang tengah melakukan isolasi mandiri," terangnya.

Sementara itu, Abraham Wiratomo Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Khusus Kepresidenan menyimpulkan jika keberhasilan Kudus dalam menangani penyebaran covid terdiri dari beberapa faktor.

"Cara kabupaten Kudus dalam penanganan covid perlu dicontoh, ada tiga poin penting yang harus dilakukan yakni sinergi dari seluruh pemangku kepentingan, transparansi data, eksekusi yang cepat dan tepat. Hal ini dirasa dapat dijadikan contoh untuk daerah lain," jelasnya. 

Diterbitkan di Berita

KBRN, Jakarta: Jumlah pasien yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat terus mengalami penurunan. Hal ini seiring dengan menurunnya kasus harian di Ibu Kota beberapa hari terakhir. 

Kepala Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian mengatakan, berdasarkan data, Rabu (28/7/2021) pagi, terdapat 3.235 pasien Covid-19 yang masih dirawat di RSDC Wisma Atlet. Menurutnya jumlah pasien pagi ini berkurang dibandingkan data kemarin. 

"Jumlahnya berkurang 251 orang, semula 3.486 jadi 3.235," kata Aris lewat keterangan tertulisnya, Rabu (28/7/2021). 

Aris menjelaskan, secara keseluruhan pasien dirawat di empat tower RS Wisma Atlet Kemayoran, yakni tower 4, 5, 6 dan 7. Para pasien itu umumnya mengalami gejala sedang hingga berat.

Sementara itu, pasien yang mengalami gejala ringan atau pun tanpa gejala menjalani perawatan di RSDC Rusun Nagrak serta RSDC Pasar Rumput.

Berdadarkan data, ada 170 pasien yang menjalani rawat inap di tower 1, 2 dan 3 Rusun Nagrak di Cilincing, Jakarta Utara. 

"Jumlah itu juga mengalami penurunan dibandingkan data kemarin. Jumlah pasien rawat inap di Rusun Nagrak berkurang 53 orang," jelas Aris.

Sementara di RSDC Pasar Rumput, ada 277 orang yang menjalani rawat inap. Jumlahnya bertambah 85 orang dibandingkan data kemarin.

Terus berkurangnya jumlah pasien di RS Wisma Atlet sejalan dengan kasus Covid-19 di Jakarta yang terus menurun.

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan pemerintah hinga saat ini belum menetapkan sertifikat vaksin Covid-19 sebagai syarat administrasi.

Demikian ditegaskan Juru bicara vaksinasi covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmidzi. Menurutnya, kabar mengenai sertifikat vaksin sebagai salah satu syarat administrasi adalah bbohong atau hoaks.

Dikatakan Nadia, sertifikat vaksin Covid-19 belum digunakan untuk menjadi persyaratan administrasi apapun.

"Sampai sekarang vaksinasi sebagai bukti administrasi kami belum lakukan persyaratan tersebut. Kalau ada yang mengatakan saat ini sertifikat vaksin sudah menjadi syarat administrasi itu adalah hoaks ya," kata Nadia, Selasa (29/6/2021)

Nadia pun menegaskan, hingga saat ini syarat perjalanan pun masih menggunakan hasil rapid antigen dan juga swab PCR. 

"Yang pasti yang kita gunakan PCR atau rapid antigen, kalau syarat administrasi sampai sekarang belum kita lakukan," tegasnya.

Menurut Nadia, aturan tersebut jelas tertuang dalam Surat Edaran Satuan Tugas atau Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 12 Tahun 2021.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Irawan HP

Diterbitkan di Berita

BETANEWS.ID, KUDUS – Sempat mengalami lonjakan Kasus Covid-19, saat ini angka kasus covid di Kudus mulai menurun. Baik angka kasus aktif, maupun angka kematian harian melandai.

Upaya menurunkan angka Covi-19 tersebut diapresiasi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat konferensi video Rakor Penanganan Covid-19 di Jawa Tengah bersama yang berlangsung di Command Center Diskominfo Kudus Senin (26/7/2021).

Hartopo mengungkapkan, pasien Covid-19 di rumah sakit sedikit. RSUD dr Loekmono Hadi menampung total 34 pasien dengan separuh pasien dirujuk dari luar daerah.

Sementara itu, jika dilihat di tingkat RT, zona hijau di Kabupaten Kudus mencapai 92 persen. Meskipun begitu, Hartopo meminta masyarakat tetap disiplin terapkan protokol kesehatan dan melaksanakan PPKM level IV dengan baik.

“Kasus aktif harian Kabupaten Kudus telah melandai. Bahkan, di RSUD pasien Covid-19 hanya 34 pasien. Itu hanya 16 orang yang dari Kudus, sisanya dari luar kota,” ucapnya. 

Sampai saat ini, Kabupaten Kudus pun menunggu kiriman vaksin untuk tahap kedua. Hartopo berharap, vaksin tersebut segera dikirim, sehingga dapat langsung dilakukan vaksinasi.

“Kami masih menunggu kiriman vaksin tahap kedua agar segera kami lakukan vaksinasi,” jelasnya. Merespon hal tersebut, Ganjar Pranowo mengungkapkan segera mengirim vaksin tersebut ke Kudus dalam beberapa hari.

Dalam rakor yang diikuti bupati dan walikota se Jawa Tengah tersebut, Ganjar mengapresiasi upaya Forkopimda Kudus yang tak pernah patah semangat menekan angka kasus Covid-19.

Upaya Kudus dalam menggencarkan isolasi terpusat dan vaksinasi perlu diacungi jempol. Ganjar pun menyebut langkah Kabupaten Kudus dapat menjadi contoh bagi kabupaten lain, sehingga angka Covid-19 segera terkendali.

“Dulu Kudus menjadi salah satu wilayah yang mempunyai kasus aktif Covid-19 tertinggi. Sekarang, berkat kerja keras dan semangat dari Forkopimda Kudus, angka kasus menjadi terkendali. Bisa dicontoh wilayah lain,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Diterbitkan di Berita