Tim detikcom - detikNews Jakarta - Indonesia kembali menerima kedatangan vaksin COVID-19. Ada 21,2 juta dosis bahan baku vaksin Sinovac yang tiba pada siang hari ini.

Kedatangan vaksin COVID-19 tahap 30 ini disiarkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (27/7/2021). Vaksin Sinovac itu tiba di Bandara Soekarno-Hatta.

"Pada siang hari ini kita menyaksikan kedatangan vaksin COVID-19 yaitu vaksin Sinovac sebanyak 21,2 juta dosis dalam bentuk bahan baku," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

"Kami menyampaikan pemerintah selalu memastikan keamanan kualitas atau mutu dan khasiat atau efikasi untuk seluruh jenis vaksin yang diperoleh vaksin yang disediakan di Indonesia melalui proses evaluasi Badan POM dan rekomendasi dari ITAGI, WHO, dan para ahli," ujar Airlangga.

Dia meminta masyarakat tidak perlu khawatir untuk menerima vaksin. Vaksinasi, kata Airlangga, merupakan salah satu upaya keluar dari krisis pandemi COVID-19.

"Bapak Presiden Joko Widodo menekankan bahawa vaksinasi COVID-19 adalah game changer yaitu langkah krusial untuk menentukan kesuksesan kita untuk keluar dari pandemi ini," ujar Airlangga.

Selain itu, Airlangga mengungkapkan, target kelompok yang harus divaksinasi untuk mencapai kekebalan kelompok di Indonesia meningkat. Jumlah itu ditambah dengan kelompok anak-anak.

"Untuk mencapai kekebalan kelompok dibutuhkan sekitar 208 juta penduduk Indonesia yang perlu divaksin jumlah ini meningkat setelah ditambahkan kelompok anak berusia 12-17 tahun dan saat sekarang 718 ribu anak telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama semakin cepat tentunya akan semakin cepat baik," ujar Airlangga.

(knv/knv)

Diterbitkan di Berita

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pemprov Sumsel mendapat bantuan dana penanggulangan covid-19 sebesar Rp.2 Triliun. 

Bantuan ini diberikan oleh keluarga alm Akidi Tio, pengusaha sukses asal Kota Langsa Kabupaten Aceh Timur melalui dokter keluarga mereka di Palembang, Prof dr Hardi Darmawan

Penyerahan dana bantuan turut disaksikan Gubernur Sumsel H Herman Deru, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Dra Lesty Nuraini Apt Kes dan Danrem 044/Gapo, Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji. 

"Ini luar biasa sekali, ada yang memberikan bantuan untuk penanganan covid-19" "Bantuan berupa uang sebesar Rp. 2 triliun," ujar Gubernur Sumsel H Herman Deru saat ditemui setelah penyerahan bantuan covid-19 sebesar Rp 2 T di Mapolda Sumsel, Senin (26/7/2021). 

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri mengatakan, Akidi Tio adalah keluarga yang ia kenal saat bertugas di Aceh beberapa tahun silam. 

Perwakilan keluarga lalu menyampaikan kepada dirinya bahwa akan ada bantuan dana yang diberikan kepada masyarakat Sumsel terdampak covid-19.

Meski Kapolda sendiri tak menampik sempat sedikit dibuat terkejut dengan nominal fantastis dari bantuan yang diberikan. "Mendengarnya saja kaget, apalagi melaksanakan (amanah) itu"

"Menurut saya ini adalah amanah yang sangat luar biasa dan berat sekali karena uang yang diamanahkan ini besar dan pastinya harus dipertanggungjawabkan"

"Tapi saya yakin kalau amanah ini langsung disampaikan ke semua pihak dan masyarakat, InsyaAllah amanah ini dapat dikelola sebaik-baiknya," ujar Kapolda. 

Terkait alokasi, Kapolda mengatakan, nantinya akan dibentuk tim ahli yang akan mengalokasikan dana bantuan tersebut sesuai kebutuhan.

Kapolda menyebut dirinya hanya sebagai perantara dalam menyalurkan bantuan dari pihak keluarga ke pemprov sumsel. Namun ia memastikan bantuan itu akan ditujukan untuk penanganan covid-19 termasuk masyarakat terdampak pandemi. 

"Saya hanya makelar kebaikan saja. Terkait alokasi, nanti akan ada ahli-ahli yang lebih paham. Saya hanya membantu untuk menyampaikan seperti dengan gubernur, pangdam, dan steakholder terkait lainnya," ujarnya. 

Menurut Kapolda, ada begitu banyak yang dibutuhkan oleh masyarakat di masa pandemi covid-19 ini. 

"Seperti bagaimana masyarakat mencegah COVID-19. Banyak sekali faktor. Kemudian kalau sakitnya, apa yang bisa kita lakukan. Pemberian obat dan seterusnya, kemudian oksigen termasuk tenaga kesehatan dan orang-orang yang bekerja di sektor itu"

"Makanya nanti harus ada komunikasi dengan teman-teman ahli supaya bantuan yang diberikan bisa tepat sasaran," ujarnya. 

Alasan Keluarga Akidi Tio

Bantuan sebesar Rp.2 triliun diberikan keluarga alm. Akidi Tio, pengusaha sukses asal Kota Langsa Kabupaten Aceh Timur untuk penanganan covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel).

Bantuan ini diberikan melalui dokter keluarga alm. Akidi Tio di Palembang, Prof dr Hardi Darmawan dan juga disampaikan langsung kepada Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri yang mengenal keluarga pengusaha itu saat bertugas di Aceh beberapa tahun silam.

"Saya sebenernya adalah dokter keluarga dari almarhum Pak Akidi. Sudah 36 tahun dengan Pak Akidi dan bila ditambah dengan anak-anak, mantu dan cicit-cicitnya, berarti terhitung sudah 48 tahun saya mengenal keluarga beliau," ujar Prof dr Hardi Darmawan saat ditemui setelah acara penyerahan bantuan di Mapolda Sumsel, Senin (26/7/2021).

Hardi menjelaskan, Akidi Tio adalah seorang pengusaha sukses di bidang pembangunan dan kontraktor.

Meski sukses dalam bidangnya, Akidi Tio semasa hidup tidak pernah lewat dalam memberikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Kebiasaan itu juga Akidi Tio ajarkan kepada tujuh anaknya yang kini juga sudah jadi pengusaha sukses dan mayoritas menetap di Jakarta.

"Sesuai dengan namanya, Akidi artinya keyakinan. Dia sudah berpesan pada anak, cucu, cicit, kalau kamu berhasil di bidang apapun, jangan lupa menyisihkan untuk orang-orang miskin, itu pesan beliau," ujar Hardi.

Menurut Hardi, penyerahan bantuan di Sumsel karena Akidi Tio juga pernah tinggal di Kota Palembang.

Keluarga itu begitu dermawan bahkan kerap memberikan bantuan rutin ke masyarakat.

Luar biasanya, mereka melakukan itu tanpa ada publikasi ke media.

"Bahkan sebelum pandemi mereka juga sering membantu misalnya panti-panti jompo di Palembang ini banyak yang dibantunya. Apalagi dalam pendemi ini, jelas sekali banyak orang kesusahan," ujarnya.

Bahkan sudah banyak bantuan yang diberikan oleh keluarga alm. Akidi Tio dalam penanganan covid-19.

"Seperti kepada orang-orang yang melakukan isolasi mandiri, mereka banyak membantu misalnya kirim makanan. Hanya saja memang tidak dipublikasi," ujarnya.

Hardi sendiri, sempat dibuat kaget dengan niat pemberian bantuan Rp.2 triliun oleh keluarga Akidi Tio untuk penanganan covid-19 di Sumsel.

"Biasanya mereka itu nelpon untuk berobat. Tapi justru waktu itu malah bikin saya surprise karena mereka bilang mau kasih sumbangan dana bantuan untuk penanganan covid dan kesehatan di Sumsel. Jumlah juga tidak tangung-tanggung besarnya," kata dia.

Terkait alokasi penyaluran dana, Hadi mengatakan, pihak keluarga menyerahkan seluruhnya kepada pemprov, dinkes dan Polda Sumsel.

"Itu amanah dari keluarga beliau. Apalagi memang saat ini banyak sekali terjadi masalah, baik dari rumah sakit, peralatan, nakes, macam-macam. Diharapkan, bantuan yang diberikan bisa bermanfaat," ujarnya.


Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: M. Syah Beni

Diterbitkan di Berita

Anadolu Agency JAKARTA Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud mengarahkan Pusat Bantuan Kemanusiaan Raja Salman (KSrelief) untuk mengirim bantuan kepada Malaysia dalam rangka penanganan Covid-19.

Raja Salman memberikan arahan tersebut menanggapi permintaan dari Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein saat berkomunikasi dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Supervisor General di KSrelief Abdullah bin Abdulaziz Al Rabeeah mengungkapkan bantuan itu terdiri dari 1 juta dosis vaksin Covid-19, alat kesehatan, dan kebutuhan medis lainnya.

Berdasarkan pemberitaan media Saudi Press Agency, Abdullah mengatakan arahan kerjaan tersebut merupakan penegasan peran kemanusiaan oleh Arab Saudi terhadap negara-negara yang paling terdampak pandemi.

Malaysia tengah mengalami peningkatan kasus Covid-19 akibat merebaknya varian Delta ke seluruh negeri. Pada Senin hari ini, Malaysia melaporkan 14.516 kasus baru Covid-19 sehingga totalnya menjadi 1.027.954 orang.

Jumlah kasus baru pada Senin hari ini menurun dibanding data pada Minggu ketika Malaysia mencatat 17.045 pasien baru dan menjadikannya kasus harian Covid-19 tertinggi.

Malaysia menerapkan lockdown atau karantina secara nasional mulai 12 Mei dan baru akan mencabutnya jika jumlah kasus di bawah 4.000 per hari.

Diterbitkan di Berita

metroonlinentt.com - Mulai 1 Agustus, yang Belum Divaksin Tak Diizinkan Masuk ke Tempat Umum di Arab Saudi. Pemerintah Arab Saudi bakal menerapkan aturan baru, melarang semua orang yang Bekum divaksin COVID-19 memasuki tempat-tempat umum.

Larangan itu sendiri akan berlaku mulai 1 Agustus mendatang. Pengumuman yang dikeluarkan Kementerian Urusan Kota dan Pedesaan Arab Saudi ini, melansir Gulfnews, menerangkan bahwa setiap orang yang belum disuntik vaksin COVID-19 tidak akan diizinkan memasuki mal, pusat perbelanjaan, toko ritel, dan pasar.

Selain itu, setiap warga atau penduduk harus menunjukkan bukti vaksin agar bisa diizinkan masuk ke restoran, kafe, tempat pangkas rambut pria, salon kecantikan wanita, aula pernikahan, dan tempat pesta.

“Sebagai kelanjutan dari upaya untuk melindungi kesehatan masyarakat, pegawai dan pengunjung (yang bekerja di atau akan masuk ke) sejumlah badan usaha di kota-kota harus sudah divaksinasi,” demikian pernyataan Kementerian Urusan Kota dan Pedesaan Saudi di akun Twitter.

Hal lain, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengumumkan bahwa mulai 9 Agustus, semua warga negara wajib disuntik dua dosis vaksin COVID-19 sebelum bepergian ke luar negeri.

Pengumuman itu menyusul penyebaran varian baru virus Corona serta rendahnya efektivitas dosis tunggal vaksin terhadap varian baru tersebut.

Mengutip Kementerian Kesehatan Saudi, sejumlah studi dan penelitian ilmiah menunjukkan, dua dosis dapat melindungi orang-orang dari komplikasi penyakit yang ditimbulkan berbagai varian virus COVID-19. 

* (Montt/Kabar6).

Diterbitkan di Berita

Diaspora Jawa merupakan salah satu kelompok etnis asal Indonesia yang tinggal di Amerika Serikat. Di ibu kota AS Washington, D.C., dan sekitarnya kelompok ini bersatu dalam wadah bernama Paguyuban Orang Jawa (Paguyuban Tiyang Jawi/PTJ) dengan tujuan untuk melestarikan tradisi dan budaya Jawa serta ikut memperkenalkan keragaman budaya Indonesia di Amerika.

Paguyuban Orang Jawa (Paguyuban Tiyang Jawi/PTJ) didirikan sebagai ajang silaturahmi warga Jawa dan bertujuan untuk melestarikan tradisi dan budaya Jawa, terutama bagi generasi muda dan penerus, serta untuk membantu memperkenalkan keragaman budaya Indonesia di Amerika.

Sebagai warga Jawa di Amerika, pengurus dan para anggota PTJ juga ingin mempertahankan ciri-ciri yang khas, nilai-nilai yang luhur, dan kebiasaan-kebiasaan yang baik dari etnis Jawa, serta tidak melupakan asal-usulnya, atau tidak ingin seperti kata peribahasa, “kacang lupa pada kulitnya.”

Lantip Sri Sadewo, Pengurus PTJ (foto: courtesy).
Lantip Sri Sadewo, Pengurus PTJ (foto: courtesy).

 

Lantip Sri Sadewo, atau yang akrab dipanggil Dewo, adalah salah seorang penggagas, pendiri dan aktivis PTJ. Pria berasal dari Banjarnegara, Jawa Tengah ini telah tinggal di Amerika selama 21 tahun.

Lulusan IKIP Semarang ini mengelola seksi seni budaya dalam kepengurusan PTJ, dan ikut berperan sebagai salah seorang pelatih grup seni reog Ponorogo.

Dewo mengatakan bahwa sebenarnya PTJ berdiri untuk memfasilitasi keinginan dan kerinduan banyak warga diaspora Jawa di Washington, D.C. dan sekitarnya.

"Masyarakat Jawa di sini menanyakan apa sebenarnya wadah untuk berkumpulnya komunitas Jawa karena selama ini, selama puluhan tahun, di Washington tidak ada wadah yang tepat, yang bisa dijadikan sebagai ajang komunikasi antar diaspora Jawa. Makanya kami kemudian membentuk satu tim untuk membentuk kepengurusan PTJ agar kegiatan-kegiatan yang bersifat kejawaan itu kemudian bisa terorganisir, dan alhamdulillah melalui beberapa kegiatan termasuk yang bertempat di kediaman ambassador (Duta Besar RI), bisa kami lakukan,” ujarnya.

Menurut Dewo, masing-masing anggota dan pengurus memiliki kesibukan dengan urusan pekerjaan masing-masing.

Namun, pengurus bertekad akan mengelola PTJ dengan baik dan terus berusaha mengadakan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan untuk mengobati kerinduan tersebut, sekaligus memupuk persaudaraan di antara para anggotanya serta merawat dan meneruskan warisan budaya Jawa kepada generasi muda sekarang dan generasi penerus mendatang.

 

Pengurus grup seni Singo Lodoyo menunjukkan piagam penghargaan yang diterima dari Duta Besar RI di Washington DC (foto: courtesy).
Pengurus grup seni Singo Lodoyo menunjukkan piagam penghargaan yang diterima dari Duta Besar RI di Washington DC (foto: courtesy).

 

"Aktivitas-aktivitas yang kita lakukan salah satunya aktivitas kemanusiaan, aktivitas budaya. Itulah hal yang paling kita pentingkan, yakni ikut melestarikan kebudayaan Jawa sehingga kebudayaan Jawa ini bisa tetap lestari. Walaupun kita berada jauh dari tanah air, akan tetapi kecintaan kita terhadap budaya kita masih tetap kita pertahankan.”

Selain itu, Dewo mengatakan bahwa selama pandemi COVID-19, PTJ ikut merasa prihatin dan peduli dengan kondisi saudara-saudara di Indonesia.

 

Reog Singo Lodoyo pentas pada Festival Bunga Sakura (Cherry Blosson Festival) di Washington DC (foto: courtesy).
Reog Singo Lodoyo pentas pada Festival Bunga Sakura (Cherry Blosson Festival) di Washington DC (foto: courtesy).

 

"Melalui kegiatan ini, kami, baik PTJ maupun Singo Lodoyo, kita bekerja sama, bahu-membahu untuk kemudian mencoba melakukan fund raising, mengumpulkan dana dari teman-teman. Dasar kenapa kita melakukan itu karena kita ikut prihatin, ikut sedih melihat dan mendengar situasi di Indonesia.

COVID-19 begitu merajalela dan banyak sekali kekurangan di antara warga kita, saudara-saudara kita di Indonesia sehingga kami berupaya untuk membantu semampu kami. Kami bukan orang yang mampu dengan jumlah besar, tetapi kami memiliki usaha, memiliki empati untuk berusaha ikut membantu melalui dana yang sampai saat ini kita belum bisa menghitung. Jadi, seberapapun hasil dari kegiatan ini, maupun hasil dari aktivitas panitia nanti sepenuhnya akan kita serahkan ke Indonesia. Siapa dan di mana penerimanya, itu nanti akan kami rembuk lagi.”

Pihak KBRI, menurut Dewo, memberikan sumbangan secara moril, dorongan dan motivasi, dan izin penggunaan fasilitas, seperti juga kepada semua perkumpulan diaspora Indonesia di Washington, D.C. Dia menambahkan, “sangat kami harapkan bahwa tidak hanya KBRI tetapi juga semua pihak, termasuk dari Indonesia bisa mendukung kami untuk tetap melestarikan budaya Jawa di tanah Paman Sam ini.”

Singo Lodoyo adalah grup reog Ponorogo yang walaupun dibentuk jauh sebelum lahirnya PTJ, kini menjadi salah satu bentuk perkumpulan seni kebanggaan warga Jawa di ibu kota Amerika dan sekitarnya.

 

Bandi Wiyono, Ketua grup seni Reog Singo Lodoyo (foto: courtesy).
Bandi Wiyono, Ketua grup seni Reog Singo Lodoyo (foto: courtesy).

 

Bandi Wiyono, pria asli dari Ponorogo, adalah ketua grup yang telah bertahan selama 15 tahun itu.

"Reog Singo Lodoyo didirikan bulan Mei tahun 2006 karena sebagai orang Jawa di perantauan, rasa “kangen” dan cinta budaya Jawa itu tidak bisa dibendung lagi, sehingga akhirnya saat itu kita mengumpulkan iuran, mengumpulkan dana dan akhirnya kita bisa membeli reog satu unit lengkap langsung dari Ponorogo. Reog itu dibawa ke Washington melalui kerjasama dengan Embassy of Indonesia.”

Bandi mengatakan sumbangan KBRI “sangat luar biasa,” terutama dari segi pendanaan. “Kadang-kadang ketika grup reog ini mengadakan tur ke luar daerah, misalnya Chicago atau New York, KBRI juga selalu membantu soal dana, di samping grup juga mendapatkan sponsor,” tambahnya.

Berbagai kegiatan pentas telah dilakukan oleh grup ini, baik partisipasi rutin dalam perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia, maupun berbagai event internasional.

“Setiap (ada perayaan) Indonesian Independence Day kita selalu ikut berperan serta, terus sebelum COVID, kita selalu aktif mengikuti kegiatan di International Festival di Takoma Park setiap bulan September. Kita juga mengikuti Bowie International Festival dan kita sudah pernah main di New York dua kali di diaspora community New York, juga di Chicago dan di Philadelphia malah empat kali.”

 

Reog Singo Lodoyo pentas untuk peringatan HUT RI di Wisma Indonesia Washington DC (foto: courtesy).
Reog Singo Lodoyo pentas untuk peringatan HUT RI di Wisma Indonesia Washington DC (foto: courtesy).

 

Menurut Bandi, Singo Lodoyo juga telah pentas di berbagai kota di negara bagian Virginia dalam berbagai event internasional, seperti Asian Heritage Festival. “Jadi kita ikut di dalamnya, semua untuk mempromosikan budaya reog dari lokal ke dunia internasional,” ujarnya.

Bandi merasa bersyukur bahwa reog Ponorogo sebagai salah satu bentuk seni Jawa dihargai di Amerika. “Yang jelas masyarakat Amerika sangat menerima dan sangat antusias dengan budaya reog yang berada di Amerika dan kami mendapatkan support yang luar biasa. Makanya kami bisa berdiri sampai sekarang.”

Kiprah Singo Lodoyo telah membuahkan berbagai penghargaan, mulai dari Duta Besar RI di Washington, D.C., hingga berbagai penyelenggara festival, termasuk untuk kategori “good performance award” pada festival diaspora di Chicago.”

 

Ketua grup Reog Singo Lodoyo menerima penghargaan dari Duta Besar RI di Wasington DC (foto: courtesy).
Ketua grup Reog Singo Lodoyo menerima penghargaan dari Duta Besar RI di Wasington DC (foto: courtesy).

 

Bandi mengatakan sejauh ini telah terjadi tiga kali regenerasi pemain Singo Lodoyo. “Mulai sekarang ini jathil itu semua dari orang kita, tapi kelahirannya di Amerika. Jadi, biar sambil memperkenalkan budaya reog dari orang-orang kita itu, biar mengerti reog itu apa sih. Alhamdulillah anak-anak yang kelahiran di sini mengerti reog semua sekarang ini.”

Bandi menambahkan bahwa Singo Lodoyo sudah bersilaturahmi dengan Bupati Ponorogo untuk mencoba menjajaki kerja sama dengan pemerintah daerah kabupaten di Jawa Timur itu. “Kami juga sudah dua kali melakukan (pertemuan) virtual dan alhamdulillah dia juga sangat mendukung dengan adanya reog yang berada di sini. Semoga nanti menjadi kerja sama yang bagus sekali dan memajukan budaya Ponorogo ke Amerika. Kita hidup di Amerika selalu sibuk bekerja, tapi kita akan cinta dan rindu akan reog Ponorogo. Kita akan melanjutkan supaya reog Ponorogo maju, dari lokal ke pentas internasional.”

 

Franklin Paul Norris, Penulis dan Peneliti (foto: courtesy).
Franklin Paul Norris, Penulis dan Peneliti (foto: courtesy).

 

Berbicara kepada VOA, Franklin Paul Norris, warga Amerika yang beristrikan seorang wanita Jawa menyatakan sangat mendukung berdirinya Paguyuban Tiyang Jawi. “Sumbangan organisasi-organisasi warisan budaya seperti PTJ di Washington, D.C., sebenarnya sangat berharga, terutama bagi orang-orang di Amerika Serikat yang mungkin sama sekali belum pernah mendengar tentang Indonesia maupun penduduk Jawa.”

Paul, yang bekerja sebagai penulis dan peneliti lepas, mengatakan fungsi sumbangsih budaya seperti yang dilakukan oleh PTJ jelas tidak hanya memperkaya ragam dan khazanah budaya dalam suatu komunitas, tetapi terlebih penting lagi dapat menambah perspektif orang-orang dalam komunitas bersangkutan. "Jadi, fungsi sumbangsih budaya dari organisasi semacam ini memberi orang perspektif tambahan untuk memahami dan menemukan arti informasi di sekitar mereka, pengalaman-pengalaman mereka. Dalam dunia modern yang terglobalisasi, orang benar-benar membutuhkan sebanyak mungkin alat perspektif yang berbeda-beda yang dapat mereka kumpulkan untuk membantu mereka menghadapi dan mengatasi dunia modern ini serta semua informasi berbeda yang mereka hadapi setiap hari. Jadi, melalui uluran tangannya, organisasi PTJ benar-benar memberikan kontribusi yang sangat berharga bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

PTJ, yang menurut pengurusnya beranggotakan sekitar 300 orang (dari perkiraan sekitar 500 orang Jawa di Metropolitan Washington, D.C.), hanyalah salah satu kelompok sosial kemasyarakatan berbasis etnis yang dibentuk oleh diaspora Indonesia di Amerika.

Yudho Sasongko, Minister Counselor dan Kepala Fungsi Penerangan dan Sosial-Budaya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) menyatakan sesuai data yang ada di KBRI, warga negara Indonesia yang mencatatkan diri ke perwakilan RI di seluruh AS jumlahnya diperkirakan 150 ribu orang. Dari jumlah itu, menurutnya, jumlah WNI yang bermukim di District of Columbia, Maryland dan Virginia (DMV) tercatat sekitar 3.000 orang. [lt/ab]

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, HOLOPIS.COM – Rais Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia-Selandia Baru, KH Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir menyebut bahwa KH Muhammad Najih Maimoen adalah sosok yang sangat alim dalam konteks ilmu agama.

Tidak hanya sekedar memiliki kealiman, Gus Nadir menyebut bahwa Gus Najih, panggilan akrab KH Muhammad Najih Maimoen, juga memiliki nilai kemuliaan tersendiri. Karena dari sisi nasab (silsilah keturunan -red), Gus Najih adalah sosok putra KH Maimoen Zubari atau Mbah Maimoen.

“Gus Najih Maimoen itu kiai yang alim, sosok mulia, putra dari sosok yang juga mulia,” kata Gus Nadir, Sabtu (24/7/2021).

Hanya saja ia tak sependapat dengan keyakinan dan narasi yang diutarakan oleh Gus Najih tentang vaksinasi, di mana video statemen Gus Najih beredar luas di media sosial.

Bagi Gus Nadir, persoalan vaksinasi ini seharusnya tidak menjadi domain Gus Najih untuk menyampaikan penilaiannya secara sepihak.

Jika memang Gus Najih memiliki kesalahan, langkah yang paling tepat adalah meminta maaf sehingga tidak menjadi polemik yang tidak perlu di kalangan masyarakat.

Terlebih lagi, persoalan vaksinasi Covid-19 sudah ada kajian dan jurnal ilmiahnya untuk menanggulangi pandemi yang saat ini tengah melanda hampir semua negara di dunia.

“Tapi masalah vaksin ini bukan “al-umur ad-diniyah”. Ini di luar keahliannya. Lebih baik minta maaf dan menarik kembali ucapannya,” tuturnya.

Toh kata Gus Nadir, permintaan maaf yang diutarakan Gus Najih nantinya tidak akan mengurangi nilai kealiman dan kemuliaannya sebagai tokoh agama Islam yang baik. “Orang alim yang meminta maaf akan bertambah mulia,” pungkasnya.

Hal senada juga diutarakan oleh akademisi muslim Indonesia, Ayang Utriza Yakin. Ia meyakini bahwa ketinggian ilmu yang dimiliki Gus Najih bisa membuat ulama kharismatik keturunan ulama mulia itu bisa menyudahi polemik yang ada.

“Saya yakin Gus Najih Maimoen itu berjiwa besar sesuai dengan keluasan ilmu agamanya akan meminta maaf atas kesalahan ucapannya tentang vaksin, yang memang bukan keahlian beliau baik ilmu kedokteran maupun ilmu geopolitik internasional,” ujarnya.

Diterbitkan di Berita

okezone.com PALEMBANG - Kepala Dinas Penerangan, Brigjen TNI Tatang Subarna mengatakan, protokol kesehatan (prokes) Covid-19 dilakukan secara ketat terhadap 330 Tentara Amerika (US Army) saat tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sabtu 24 Juli 2021.

"Kedatangan 330 tentara Amerika gelombang pertama ini untuk mengikuti Latihan Bersama Garuda Shield ke 15 / 2021, dan merupakan latihan terbesar dalam sejarah kerja sama antara TNI AD dengan AD Amerika Serikat," ujarnya, Sabtu (24/7/2021).

Menurutnya, latihan bersama ini akan digelar dari tanggal 1 sampai dengan 14 Agustus 2021, dan digelar di tiga daerah latihan tempur Baturaja, Amborawang, dan Makalisung. Tujuan dari latihan bersama untuk meningkatkan kerja sama dan kemampuan prajurit TNI AD dengan AD Amerika Serikat dalam pelaksanaan tugas operasi.

Dalam pelaksanaannya, kata dia, latihan tersebut akan melibatkan penyelenggara dan pelaku sebanyak 2.246 personel TNI AD dan 2.282 personel AD Amerika Serikat dengan materi latihan Staff Exercise, Field Training Exercise, Live Fire Exercise, Medical Exercise, dan Aviation.

"Untuk Bandara di Palembang ini, kedatangan US Army akan beturut-turut sampai dengan tanggal 26 nanti, menggunakan lima pesawat. Sedangkan di Amborawang dan Makalisung, hanya pada tanggal 25 besok, masing-masing menggunakan satu pesawat," jelas Brigjen TNI Tatang Subarna, saat ikut menjemput di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

Selain prokes yang ketat dari Satgas Covid-19, ketentuan-ketentuan yang berlaku juga diterapkan terhadap para Tentara Amerika tersebut, seperti pemeriksaan dari pihak Bea Cukai dan Imigrasi untuk mewujudkan pelaksanaan latihan aman dan tertib.

 

(Ari)

Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan pemerintah akan melakukan penegakan hukum terhadap peserta aksi demonstrasi yang dilakukan di masa pandemi Covid-19.

Aksi yang dimaksud yaitu  demo turun ke jalan tanpa mengindahkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Pemerintah ingin tegaskan bahwa aksi demo secara fisik yang tidak sesuai dengan protokol kesehatan, membahayakan keselamatan masyarakat, serta melanggar hukum akan dilakukan tindakan tegas," kata Mahfud dalam konferensi pers yang digelar secara daring dan bisa diakses di YouTube Kemenko Polhukam, Sabtu (24/7).

Hal ini kata dia, dilakukan atas dasar prinsip keselamatan rakyat. Sebab menurutnya, di masa pandemi Covid-19 ini semua yang dilakukan pemerintah sebagai langkah menyelamatkan masyarakat.

"Demi prinsip nomor satu, ingin selamatkan masyarakat yang banyak. Mohon dukungannya, penegakan hukum menjadi kunci," kata dia.

Dia pun meminta agar masyarakat tetap tenang dan menjaga ketertiban serta keamanan di wilayahnya masing-masing.

Mahfud mengatakan pemerintah akan terus bekerja sama dengan setiap stakeholder untuk menghadapi Covid-19 yang belum juga berakhir di Indonesia.

"Kepada semua masyarakat harap tetap tenang dan jaga ketertiban dan keamanan di wilayah masing-masing," kata dia.

Seruan aksi demonstrasi mulai bermunculan di berbagai daerah dengan mengusung tema 'Jokowi End Game'. Hal ini buntut ketidakpuasan masyarakat terhadap penanganan pandemi yang selama ini dilakukan pemerintah.

Polda Metro Jaya mengerahkan 3.385 personel gabungan untuk melakukan pengamanan Aksi Nasional Jokowi End Game yang rencananya digelar pada Sabtu (24/7) ini. Saat aksi belum dimulai, polisi telah mengamankan sejumlah pemuda di sekitar Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta.

"Ya, beberapa orang [diamankan di sekitar Monas]," kata Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya, Kombes Pol Marsudianto, kepada CNNIndonesia.com.

(tst/pmg)

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Denny Siregar mengungkap anggaran sekali demo untuk membiayai aparatur dan lain-lain mencapai Rp100 miliar. 

Dana tersebut sebenarnya bisa digunakan untuk menghadapi pandemi dan bisa juga untuk mendirikan sekolah serta puskesmas.

"Inget obrolan dgn seseorang.. “Setiap ada demo besar, negara keluarkan uang utk kerahkan aparat dan jaga kota bisa sampe 100 miliar rupiah. Brp puskesmas bisa kita bangun dgn uang sebesar itu ? Brp sekolah bisa dibangun dgn uang sebesar itu??” kata Denny, Sabtu 24 Juli 2021.

"Pendemo ga punya otak!!" imbuh Denny kesal.

Sementara diberitakan secara terpisah, logo Gojek tercantum dalam poster viral seruan aksi massa 'Jokowi End Game'. Gojek menyayangkan penggunaan logonya dalam poster itu. Gojek mengimbau driver-nya tidak ikut aksi massa tersebut.

"Dapat kami sampaikan bahwa hal tersebut adalah hoax atau tidak benar," kata SVP Corporate Affairs Gojek, Rubi W Purnomo, dalam keterangan pers tertulisnya, Jumat (23/7/2021).

Gojek menilai pencantuman logo perusahaannya dalam poster di media sosial itu menimbulkan persepsi bahwa Gojek atau pengemudi (driver) Gojek mendukung aksi itu. Padahal itu tidak benar.

"Kami sangat menyayangkan penyalahgunaan logo Gojek tanpa izin dan sepengetahuan kami pada konten terkait unjuk rasa dan kegiatan politik yang tersebar di media sosial dengan mengatasnamakan berbagai perusahaan, termasuk Gojek," kata Rubi.

Gojek juga tegas mengatur penggunaan atribut perusahaannya oleh semua mitra driver, sebutan mereka untuk para ojol yang bekerja di Gojek. Atribut Gojek tidak boleh digunakan untuk kegiatan yang tidak berhubungan dengan Gojek.

"Gojek mengimbau para driver-nya untuk tidak ikut aksi itu, terlebih saat ini adalah masa pandemi COVID-19, PPKM Level 4," kata dia.

"Kami terus mengimbau mitra driver untuk senantiasa menaati aturan pemerintah terkait PPKM darurat, termasuk menghindari aktivitas yang dapat menyebabkan kerumunan sehingga dapat meminimalkan risiko paparan COVID-19 yang lebih luas lagi. Kami juga mengimbau mitra driver Gojek tidak terprovokasi dan tetap beroperasi seperti biasa dengan mengedepankan protokol kesehatan sesuai ketentuan," kata dia dinukil detik.com.

Poster seruan aksi 'Jokowi End Game' beredar di media sosial. Aksi massa tersebut rencananya dilakukan pada 24 Juli dengan melakukan long march dari Glodok ke Istana Negara.

Menanggapi hal itu, polisi meminta masyarakat memahami situasi pandemi COVID-19 yang sedang mengganas. Masyarakat diminta tidak berkerumun. Bila hendak menyampaikan pendapat, masyarakat bisa menyampaikannya lewat kepolisian.

"Lihat rumah sakit-kuburan udah penuh. Apa mau diperpanjang lagi PPKM ini sementara masyarakat mengharapkan supaya bisa relaksasi. Tapi intinya di sini bagaimana masyarakat mau sadar, mau disiplin, hindari kerumunan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati

 
Diterbitkan di Berita

Jakarta (ANTARA) - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus memastikan ojek berbasis aplikasi atau ojek daring dan seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) tidak ikut serta berunjuk rasa terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di depan Istana Negara, Jakarta Pusat.

Pengemudi ojek daring dan ormas, dikatakan Yusri, tidak turun ke jalan karena mematuhi ketentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Jakarta.

"Beberapa organisasi seperti ojol (ojek online) dan organisasi yang lain mengatakan tidak ikut karena mereka sadar bahwa Jakarta ini tinggi angka COVID-19," kata Yusri di Jakarta, Sabtu.

Walau belum menemukan massa yang turun menggelar aksi, Yusri memastikan petugas kepolisian tetap melakukan penjagaan di beberapa titik.

"Jadi banyak berikan hoax yang beredar tapi kami tetap antisipasi. Pengamanan penyekatan masih berjalan pengamanan di titik-titik yang dianggap ini sudah kira siapkan," ujar Yusri.

Dia berharap elemen masyarakat yang lain tidak terprovokasi ajakan melalui sosial media untuk menggelar aksi demonstrasi di jalanan.

Dari pantauan Antara di lokasi, belum ada massa yang masuk ke sekitar Istana Negara maupun Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat Jakarta Pusat.

Namun, petugas kepolisian dari Direktorat Lalu Lintas dan Satuan Brimob Polda Metro Jaya terpantau tetap melakukan penjagaan di setiap sisi jalan.

Pewarta: Walda Marison
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Diterbitkan di Berita