Jakarta (ANTARA) - Kantor Staf Kepresidenan (KSP) menyayangkan adanya rencana aksi demonstrasi menolak kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) saat pandemi karena dapat menyebabkan kerumunan massa yang memicu risiko penularan COVID-19.

Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Bidang Informasi dan Komunikasi Politik Juri Ardiantoro dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu, mengatakan saat ini yang dibutuhkan adalah empati terhadap semua pejuang pandemi COVID-19, yakni para tenaga kesehatan dan pasien yang sedang berusaha sembuh dari infeksi virus corona.

“Termasuk empati kepada aparat yang menjaga masyarakat agar taat protokol kesehatan dan masyarakat yang bahu membahu mengatasi pandemi serta berusaha meringankan beban ekonomi,” kata Juri.

Juri mengatakan justru saat ini masyarakat harus menghindari aktivitas kerumunan seperti demonstrasi karena bisa mempercepat persebaran COVID-19

“Penting sekali untuk menghindari aktivitas yang menyebabkan kerumunan. Hal itu seperti aksi-aksi demonstrasi yang bisa menjadi klaster penyebaran COVID-19, dimana saat ini daya penularannya sangat cepat,” ujar Juri.

Hal tersebut disampaikan KSP menanggapi beredarnya pesan berantai dan berbagai unggahan di media sosial yang mengajak masyarakat untuk melakukan demonstrasi di jalan.

Aksi turun ke jalan menolak PPKM telah dilakukan di beberapa kelompok masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.

Juri mengingatkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah berkali-kali menyatakan pemerintah terbuka dan menghargai berbagai kritik dari berbagai pihak.

“Sebagaimana disampaikan Presiden, pemerintah memahami bahwa kehidupan masyarakat saat ini sedang mengalami tekanan yang tidak ringan, tetapi kebijakan pembatasan-pembatasan kegiatan masyarakat harus diambil untuk menurunkan angka penularan COVID-19 yang sedang tinggi dan mencegah lumpuhnya rumah sakit akibat kewalahan menerima pasien,” katanya.

Meskipun diterapkan kebijakan PPKM, kata Juri, pemerintah menggulirkan kebijakan bantuan sosial dan ekonomi untuk meringankan beban hidup masyarakat yang bergantung pada penghasilan harian.

“Oleh karena itu pemerintah menambah bantuan berupa pembagian beras, pendirian dapur-dapur umum, selain yang sudah berjalan seperti subsidi listrik, bansos, BLT dana desa, subsidi kuota internet, Program Keluarga Harapan (PKH), dan kartu sembako,” ujarnya.

Selain itu, pada saat yang sama pemerintah membangun sistem yang memudahkan pengobatan pasien COVID-19. Hal itu termasuk bagi yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) dengan layanan telemedisin dan obat gratis.

Menurut Juri, kolaborasi dari seluruh komponen masyarakat adalah kunci untuk bisa mengatasi pandemi COVID-19. Hal itu bisa dimulai dengan kedisplinan untuk mematuhi protokol kesehatan hingga bergotong royong membantu masyarakat sekitar yang sedang isoman.

“Banyak saudara kita yang membutuhkan obat-obatan dan alat kesehatan lain untuk sembuh dari COVID-19. Banyak juga saudara-saudara kita yang sedang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mari kita gotong royong bersama dengan pemerintah mengatasi semua kesulitan ini,” kata Juri.

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Diterbitkan di Berita

RIYADH, NETRALNEWS.COM - Otoritas Arab Saudi pada Kamis (22/7/2021) mengumumkan bahwa pelaksanaan musim Haji tahun ini berjalan lancar dan aman dari virus corona serta penyakit menular lainnya, Saudi Press Agency melaporkan. 

Menteri Kesehatan Arab Saudi Tawfiq Al-Rabiah mengaitkan keberhasilan tersebut dengan sistem terintergrasi fasilitas kesehatan di tempat-tempat suci, ambulans yang dilengkapi dengan peralatan canggih, dan tim yang berkualitas, lapor kantor berita tersebut.  

Kementerian menambahkan bahwa pembatasan jumlah jamaah domestik selama musim Haji tahun ini juga mendukung keberhasilan tersebut. 

Untuk tahun keduImagea berturut-turut, Arab Saudi hanya mengizinkan jamaah dari dalam negeri untuk melaksanakan ibadah haji guna mencegah penyebaran pandemi COVID-19.

 

Reporter : Antara
Editor : Nazaruli

Diterbitkan di Berita
Antara - detikNews Kupang - Dua orang dari 11 anggota keluarga yang mengambil secara paksa jenazah pasien COVID-19 di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), terkonfirmasi positif terpapar Corona. Keduanya dinyatakan positif COVID-19 setelah melalui tes cepat antigen.

"Pada Kamis (22/7), Polres Kupang Kota bersama Dinas Kesehatan Kota Kupang sudah melakukan tes antigen terhadap 11 anggota keluarga pasien COVID-19 yang jenazahnya diambil paksa. Hasilnya, dua orang positif," kata Kabid Humas Polda NTT Kombes Rishian Krisna seperti dilansir Antara, Jumat (23/7/2021).

Mantan Kapolres Timor Tengah Utara (TTU) itu menyebutkan dua anggota keluarga pasien COVID-19 yang dinyatakan positif itu adalah suami dan anak pasien tersebut.

Sebelumnya, pada Sabtu (17/7), pasien berinisial LHH (27) yang terkonfirmasi COVID-19 diambil secara paksa oleh pihak keluarganya saat pemakaman dengan protokol COVID-19.

Pihak keluarga tidak terima LHH dinyatakan positif COVID-19. Mereka ingin LHH dibawa pulang ke rumah untuk disemayamkan.

Namun akhirnya polisi setempat bertindak cepat untuk memberikan pemahaman melalui negosiasi antara anggota Polres Kupang Kota dan pihak keluarga.

"Setelah melalui perdebatan yang panjang, keluarga memperbolehkan Satgas COVID-19 memakamkan jenazah pasien COVID-19 itu di pemakaman dengan protokol COVID di TPU Batukadera Kota Kupang," katanya.

Pihak Keluarga Minta Maaf

Sementara itu, perwakilan keluarga jenazah pasien COVID-19 Abdullah Ulomando menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat NTT, khususnya Kota Kupang, atas perbuatan yang meresahkan.

"Pihak keluarga menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan yang terjadi yang mengakibatkan suami dan anak almarhumah ikut terinfeksi COVID-19," ujar Abdullah.

Abdullah berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi masyarakat Kota Kupang untuk tidak ditiru.

Keluarga pun mengimbau agar apabila ada penyampaian dari RS, puskesmas, atau balai kesehatan mana pun bahwa pasien terkonfirmasi positif, harus mengikuti aturan dari pemerintah yang berlaku.

(jbr/idh)

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, KOMPAS.TV - Layanan Telemedicine sebelumnya diujicobakan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di DKI Jakarta dan diperluas ke wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).

Kini Kemenkes kembali memperluas jangkauan penggunaan layanan telemedicine di beberapa kota yang berada di  Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

"Namun penggunaannya baru menjangkau skala perkotaan," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Widyawati, yang dikutip dari laman Kemenkes, Jumat (23/7/2021). 

Adapun kota di empat provinsi tersebut yang dapat menggunakan layanan telemedicine yakni Karawang, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Surakarta. Kota Yogyakarta, Kota Surabaya, Kota Malang, dan Kota Denpasar.

Widyawati menuturkan terdapat 11 platform telemedicine di Indonesia yang bekerjasama dengan Kemenkes antara lain Halodoc, YesDok, Alodokter, Klik Dokter, SehatQ, Good Doctor, Klinikgo, Link Sehat, Milvik, Prosehat, dan Getwell.

Sebagai informasi telemedicine adalah layanan medis online yang memungkinkan dokter atau tenaga medis memberikan pelayanan kesehatan dari jarak jauh.

Layanan ini diberikan bagi pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri (Isoman). 

"Layanan telemedicine ini gratis dimulai dari proses pengambilan dan pemeriksaan sampel di laboratorium," ujarnya. 

Adapun alur pelayanan untuk mendapatkan konsultasi dan obat gratis melelui telemedicine sebagai berikut:

1. Untuk mendapatkan layanan ini, pasien harus melakukan tes PCR/Antigen di laboratorium yang telah terafiliasi dengan sistem New All Record (NAR) Kementerian Kesehatan.

2. Jika hasilnya positif, laboratorium penyedia layanan test Covid-19 akan melaporkan data hasil pemeriksaan ke database Kementerian Kesehatan (NAR).

3. Pasien akan menerima pesan Whatsapp dari Kemenkes RI (dengan centang hijau) secara otomatis. Namun, jika tidak mendapatkan WA, bisa memeriksa NIK di situs https://isoman.kemkes.go.id.

4. Setelah dapat WA pemberitahuan, pasien bisa melakukan konsultasi secara daring dengan dokter di salah satu dari 11 layanan telemedicine.

5. Caranya tekan link yang ada di pesan WA dari Kemenkes atau di link yang muncul saat pengecekan NIK mandiri di situs https://isoman.kemkes.go.id/panduan, lalu memasukkan kode voucher supaya bisa konsultasi dan dapat paket obat gratis.

6. Sebelum berkonsultasi, pasien harus menginformasikan bahwa dirinya adalah pasien program Kemenkes.

7. Selesai konsultasi, dokter akan memberikan resep digital sesuai kondisi pasien. Hanya pasien kategori isoman, yang akan mendapatkan obat dan vitamin secara gratis.

Pasien Covid-19 yang isolasi mandiri (Isoman) kini tidak perlu mengirimkan pesan ke apotek Kimia Farma, tapi cukup mengisi form pemesanan obat dan unggah KTP di platform telemedicine yang dipilih.

Penulis : Isnaya Helmi | Editor : Iman Firdaus

Diterbitkan di Berita

MURIANEWS, Kudus – Sejumlah rumah sakit yang melayani vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Kudus mulai menunda penyuntikan vaksin untuk dosis dua. Hal ini menyusul sudah tak ada stok vaksin yang dimiliki.

Sejumlah rumah sakit tersebut di antaranya, Rumah Sakit  Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi Kudus, Rumah Sakit Mardi Rahayu, hingga Rumah Sakit Islam Sunan Kudus.

Ketiga rumah sakit tersebut pun kompak menunda pelaksanaan vaksinasi dosis dua hingga alokasi vaksin tersedia kembali.

Direktur Rumah Sakit Mardi Rahayu dr Pujianto menyebutkan, pihak RS hingga kini masih memiliki tanggungan penyuntikan vaksin dosis dua kepada 4.562 orang.

Jumlah itu merupakan setengah dari capaian vaksinasi RS Mardi Rahayu yang berjumlah sebanyak 8.993 orang. Terdiri dari kelompok masyarakat umum dan remaja. RS Mardi Rahayu sendiri, baru bisa melayani vaksinasi kembali ketika droping vaksin didapatkan kembali.

“Untuk vaksinasi dosis pertama saja kami sudah berhenti sejak 7 Juli, karena stok vaksin di sini habis dan tidak ada kiriman vaksin lagi,” katanya, Kamis (22/7/2021).

Sementara Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus dr Abdul Aziz Achyar juga turut membenarkan jika RSUD Kudus menunda pelaksanaan vaksinasi dosis dua.

Penyuntikan, sambung dia, baru akan dilakukan kembali setelah mendapat droping vaksin dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus. Di RSI Sunan Kudus sendiri, melalui laman resmi Instagramnya juga mengumumkan jika stok vaksinasi dosis dua untuk saat ini tengah kosong.

Pihak RSI, akan menginformasikan kembali ketika telah mendapat droping vaksin kembali.  

Reporter: Anggara Jiwandhana Editor: Ali Muntoha

Diterbitkan di Berita

LONDON, KOMPAS.TV - Penelitian Public Health England di Inggris memastikan bahwa dosis lengkap atau dua dosis vaksin Covid-19 buatan Pfizer dan buatan AstraZeneca efektif melawan virus Corona varian Delta yang lebih menular seperti halnya terhadap varian Alpha.

Para peneliti mengatakan vaksin tersebut sangat efektif melawan varian Delta, yang sekarang menjadi varian dominan di seluruh dunia.

Walau begitu penelitian tersebut menegaskan kembali, satu suntikan vaksin tidak cukup untuk perlindungan secara maksimal.

Studi yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine ini memastikan temuan awal yang diumumkan oleh Public Health England pada bulan Mei lalu tentang kemanjuran vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech dan Oxford-AstraZeneca, berdasarkan data dunia.

Simak hasil penelitiannya disini

Penelitian itu pada Rabu (21/7/2021) menemukan dua dosis suntikan Pfizer 88 persen efektif mencegah infeksi bergejala dari varian Delta, dibandingkan dengan 93,7 persen terhadap varian Alpha, secara umum sama seperti yang dilaporkan sebelumnya.

 

Vaksin Covid-19 buatan Pfizer dan BioNTech. Penelitian itu hari Rabu, (21/07/2021) menemukan dua dosis suntikan Pfizer 88 persen efektif mencegah infeksi bergejala dari varian Delta, dibandingkan dengan 93,7 persen terhadap varian Alpha, secara umum sama seperti yang dilaporkan sebelumnya (Sumber: BioNTech via Xinhua)

 

 

Sementara, dua suntikan vaksin AstraZeneca 67 persen efektif melawan varian Delta, naik dari 60 persen yang dilaporkan semula, dan 74,5 persen efektif terhadap varian Alpha, dibandingkan dengan perkiraan awal sebesar 66 persen.

"Hanya perbedaan kecil dalam efektivitas vaksin yang dicatat dengan varian Delta dibandingkan dengan varian Alpha setelah menerima dua dosis vaksin," tulis peneliti Public Health England dalam penelitian tersebut.

Data dari Israel memperkirakan efektivitas suntikan Pfizer lebih rendah terhadap infeksi bergejala, meskipun perlindungan terhadap penyakit parah tetap tinggi.

Penulis : Edwin Shri Bimo | Editor : Gading Persada

Diterbitkan di Berita
Novi Christiastuti - detikNews Kuala Lumpur - Malaysia baru saja mencetak rekor tertinggi untuk kematian harian akibat virus Corona (COVID-19). Negara ini melaporkan nyaris 200 kematian dalam sehari, yang menandai hari terkelam sejak pandemi Corona merebak awal tahun lalu.

Seperti dilansir Channel News Asia, Kamis (22/7/2021), Kementerian Kesehatan Malaysia melaporkan sedikitnya 199 kematian akibat Corona dalam 24 jam terakhir di wilayahnya.

Dengan tambahan itu, maka total 7.440 kematian akibat Corona kini tercatat di Malaysia. Kementerian Kesehatan Malaysia juga melaporkan tambahan 11.985 kasus Corona dalam sehari. Ini berarti sudah sembilan hari berturut-turut Malaysia mencatat tambahan kasus harian Corona di atas 10.700 kasus setiap harinya.

Lebih dari separuh tambahan kasus terbaru di Malaysia berasal dari wilayah Klang Valley, dengan 5.550 kasus terdeteksi di Selangor dan 1.174 kasus terdeteksi di ibu kota Kuala Lumpur. Wilayah Negeri Sembilan melaporkan 745 kasus, sedangkan wilayah Kedah dan Johor melaporkan masing-masing 800 kasus dan 644 kasus.

Lonjakan kasus itu menjadikan total kasus Corona di Malaysia saat ini mencapai 951.884 kasus. Dari total kasus tersebut, sebanyak 137.587 kasus di antaranya masih merupakan kasus aktif dan sebanyak 806.857 kasus Corona lainnya berujung kesembuhan. 

Disebutkan juga oleh Kementerian Kesehatan Malaysia bahwa negara ini masih menangani 927 pasien Corona yang dirawat di unit perawatan intensif, dengan 459 pasien di antaranya membutuhkan bantuan alat pernapasan.

Diketahui bahwa Malaysia memasuki lockdown nasional ketiga sejak 1 Juni lalu, setelah melaporkan lebih dari 9.000 kasus dalam sehari. Jumlah kasus harian terus bertambah hingga akhirnya mencapai lima digit angka untuk pertama kalinya pada 13 Juli lalu.

Situasi ini mendorong warga Malaysia untuk meluapkan ketidaksenangan mereka terhadap pemimpin dan pemerintahan di negaranya melalui tagar berbunyi #KerajaanGagal via media sosial.

(nvc/ita)
Diterbitkan di Berita

Jakarta (ANTARA) - Tim pemulasaraan jenazah COVID-19 di Kelurahan Sunter Agung, Jakarta Utara mengungkapkan pasien COVID-19 yang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri (isoman) membludak.

"Kemarin itu ada yang tiga (meninggal dalam sehari), ada yang dua, memang bertubi-tubi saat itu di Sunter Agung angka kematiannya kemarin akibat COVID-19 itu," kata Warji saat ditemui wartawan di Jakarta Utara, Rabu.

Senada, anggota pemulasaraan jenazah Sunter Agung lainnya, Achmad Mustofa menimpali pernyataan rekannya tersebut, namun petugas tetap berupaya menangani pemulasaraan jenazah sebelum dikebumikan.

Usai pemulasaraan, jenazah tersebut bisa langsung dikuburkan di Taman Pemakaman Umum Khusus COVID-19 Rorotan di Cilincing, Jakarta Utara.

"Sudah di-wrapping (dimasukkan peti dan dibungkus plastik), sudah siap. Tinggal dibawa (oleh Satuan Kerja Perangkat Dinas terkait)," kata Mustofa.

Lurah Sunter Agung Danang Wijanarka membenarkan jika jenazah yang meninggal dunia karena COVID-19 di lingkungan Kelurahan Sunter Agung cukup banyak.

Total Danang menuturkan Kelurahan Sunter Agung memiliki lima tim pemulasaraan yang beranggotakan 39 orang telah menangani sembilan jenazah yang meninggal dunia karena COVID-19.

"Awalnya cukup banyak, sekitar sembilan orang. Tapi sekarang berangsur-angsur sudah mulai sedikit. Seminggu terakhir ini juga sudah enggak ada, moga-moga (yang isolasi mandiri) sudah pada sehat lah," ujar Danang berharap.

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Diterbitkan di Berita

Ketujuh kawasan tersebut berada di Jakarta, Bandung, Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, Semarang, Solo Raya, Surabaya, dan Bali.

“Sesuai dengan tugas yang diberikan oleh Pemerintah, Kementerian PUPR menyiapkan tidak hanya ruang isolasi, tetapi juga rumah sakit. Contohnya Asrama Haji di Pondok Gede yang terdiri dari lima gedung yang telah diubah menjadi Rumah Sakit Darurat untuk penanganan Covid-19 dengan total hampir 900 tempat tidur, termasuk untuk menampung tenaga kesehatan,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam siaran pers yang diterima, Rabu (21/7/2021).

Gedung Asrama Haji Pondok Gede yang dimanfaatkan sebagai RS Darurat Covid-19 adalah Gedung A, Gedung B, Gedung C, Gedung H dan Gedung D5, yang sudah beroperasi secara bertahap sejak, Jumat (16/7/2021) lalu. 

Selain itu, terdapat juga Gedung D3 dan D4 yang akan dimanfaatkan bagi para tenaga kesehatan. Selain Asrama Haji Pondok Gede, di Jakarta juga disiapkan Rumah Susun (Rusun) Pasar Rumput dan Gedung Pusat Kesehatan Ibu Anak (PKIA) Kiara di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). 

Rusun Pasar Rumput sendiri, memanfaatkan tiga tower yang ada dengan total kapasitas 5.952 tempat tidur. Untuk Tower 1 akan memanfaatkan 689 unit dengan total 2.067 tempat tidur, Tower 2 sebanyak 606 unit dengan 1.818 tempat tidur, dan Tower 3 sebanyak 689 unit dengan total 2.067 tempat tidur. 

Sedangkan di Gedung PKIA Kiara di RSCM, akan memanfaatkan bangunan di lantai 3, 4, 5, 8, 9, dan 10 dengan total kapasitas 394 tempat tidur.

Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara (Jubir) Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja menyebut, pengerjaan di RSCM ini ditargetkan selesai dalam tiga minggu ke depan. 

“Penyelesaian renovasi Gedung PKIA Kiara RSCM paling lambat selesai pada tiga pekan ke depan,” kata Endra.

Selain itu, terdapat juga dua fasilitas di Bali dan empat fasilitas di DI Yogyakarta.

"Terdapat setidaknya tiga fasilitas RS Darurat Covid-19 di Bandung yang disiapkan dan diperkirakan mulai beroperasi Rabu (21/7/2021),” imbuh Endra. 

Sementara di Surabaya, Endra menyatakan saat ini tengah disiapkan RS Indrapura Surabaya untuk menjadi layanan pasien Covid-19 yang diperkirakan penyelesaian renovasinya rampung awal Agustus 2021.

“Kementerian PUPR juga tengah menyiapkan fasilitas isolasi dan perawatan Covid-19 di Semarang dan Solo Raya yang diperkirakan dapat beroperasi mulai Kamis, 22 Juli 2021 yang akan datang,” ujarnya. 

Sebagai langkah antisipasi, Kementerian PUPR juga siap untuk terus mengkonversi bangunan lain di luar Pulau Jawa-Bali menjadi RS Darurat Covid-19. 

Sejak awal pandemi terdapat beberapa RS Darurat yang telah disiapkan, antara lain RS Pulau Galang di Kepulauan Riau, Wisma Atlet Kemayoran dan Rusun Pasar Rumput di DKI Jakarta, RSUD Lamongan di Jawa Timur dan RS Universitas Muhammadiyah Malang di Jawa Timur, dan RS Akademik UGM di Yogyakarta.

Diterbitkan di Berita

MURIANEWS, Kudus – Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Kudus kini menembus angka 15.756 orang. Dari jumlah itu, kini tinggal 383 pasien aktif, baik yang menjalani perawatan di rumah sakit maupun isolasi mandiri.

Sementara untuk jumlah pasien sembuh, kini berada di angka 14.111 orang. Serta jumlah pasien meninggal ada sebanyak 1.262 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo mengatakan, untuk rincian jumlah kasus aktif terdiri dari 91 pasien menjalani perawatan di rumah sakit rujukan.

Sementara untuk 292 sisanya, kini tengah menjalani isolasi mandiri. “Bagi yang tidak bergejala dan rumahnya memadai, maka akan diperbolehkan untuk menjalani isolasi mandiri.

Namun jika bergejala, maka akan dirawat,” kata Badai, Rabu (21/7/2021) Kabupaten Kudus masih memiliki setidaknya 83 suspek dan 205 probable. Dari 83 suspek dalam wilayah, sebayak 56 dirawat dan 27 lainnya isolasi mandiri.

“Secara keseluruhan, kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus kini trennya terus mengalami penurunan walau penambahan pasien harian masih terjadi,” ujarnya.

Semua desa di Kabupaten Kudus pun kini tak ada yang berstatus zona merah, setelah pada pekan lalu, masih ada dua desa dengan status zona merah. Hanya memang tetap didominasi zona oranye.

Walau demikian, Badai berharap masyarakat tak mengendurkan penerapan protokol kesehatan 5M. Mulai dari mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Dengan begitu diharapkan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kudus bisa ditekan semaksimal mungkin. “Ini jadi perhatian kita bersama. Karena untuk menurunkan (kasus Covid-19, red) perlu sinergitas baik dari masyarakat, pemerintah, dan unsur-unsur lainnya,” ujar Badai.  

Reporter: Anggara Jiwandhana Editor: Ali Muntoha


Diterbitkan di Berita