Valerie Dante alinea.id - Kementerian Luar Negeri RI mengumumkan bahwa per Jumat (28/5) pukul 08.00 WIB, secara total 4.688 WNI di luar negeri dinyatakan terjangkit Covid-19. Jumlah itu termasuk 3.827 yang sembuh, 199 yang meninggal, dan 662 lainnya masih dalam perawatan.

Sebanyak 782 WNI di Singapura terinfeksi Covid-19 dengan perincian dua meninggal, 21 stabil, dan 759 sembuh. Sementara itu, 389 WNI di Qatar yang tertular Covid-19 dengan perincian 387 sembuh dan dua meninggal.

Hong Kong mencatat 298 WNI terinfeksi Covid-19 dengan perincian 292 sembuh dan enam stabil. Sementara itu, Korea Selatan melaporkan 293 WNI terinfeksi Covid-19 dengan perincian 276 sembuh dan 17 stabil.

Terdapat 270 WNI di Arab Saudi yang terpapar Covid-19. Sebanyak 89 sembuh, 80 stabil, dan 101 meninggal. Kuwait mencatat 261 WNI terinfeksi. Sebanyak 246 sembuh, tujuh stabil, dan delapan meninggal.

Lebih lanjut, 225 WNI positif Covid-19 di Taiwan. Sebanyak 127 sembuh, sementara 98 lainnya dalam kondisi stabil. Amerika Serikat melaporkan 201 WNI terjangkit. Sebanyak 26 meninggal, 26 stabil, dan 149 lainnya dinyatakan sembuh.

Sebanyak 201 WNI yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di sejumlah kapal terinfeksi. Sebanyak 12 WNI dalam kondisi stabil, tujuh WNI di antaranya meninggal dan 182 sembuh.

Sementara itu, Malaysia mencatat 168 WNI positif Covid-19. Sebanyak 52 sembuh, 114 stabil, dan dua meninggal. India melaporkan 136 WNI terjangkit Covid-19 dengan perincian 123 sembuh, 10 stabil, dan tiga meninggal di India.

Sebanyak 133 WNI yang dinyatakan positif Covid-19 di Turki. Sebanyak 90 sembuh, 39 stabil, dan empat meninggal. Inggris melaporkan 119 WNI positif Covid-19 dengan perincian 108 sembuh, lima stabil, dan enam meninggal.

Di Uni Emirat Arab (UEA) terdapat 114 WNI terjangkit Covid-19. Tujuh di antaranya meninggal, satu stabil, dan 106 sembuh. Terdapat 72 WNI yang terpapar Covid-19 di Yordania dengan perincian 69 sembuh dan tiga meninggal.

Sebanyak 68 WNI di Belanda yang terjangkit Covid-19. Dilaporkan 53 sembuh, 10 stabil, dan lima meninggal. Bahrain mencatat 64 WNI terinfeksi Covid-19. Sebanyak 55 sembuh, empat stabil, dan lima lainnya meninggal.

Mesir melaporkan 56 WNI terjangkit Covid-19 dengan perincian 49 sembuh, empat stabil, dan tiga meninggal. Sebanyak 54 WNI terinfeksi di Vatikan dengan perincian 34 sembuh dan 20 stabil. Sementara itu, Suriah mencatat 37 WNI positif, 35 sembuh dan dua stabil.

Pakistan mencatat 37 WNI terjangkit dengan perincian 33 sembuh dan empat stabil. Sementara itu, sebanyak 36 WNI terinfeksi Covid-19 Jerman. Tiga meninggal, 11 sembuh, dan 22 lainnya stabil.

Sementara itu, Jepang dan Rusia mencatat 35 WNI terjangkit Covid-19. Empat sembuh dan 31 stabil di Jepang, sementara 34 sembuh dan satu stabil di Rusia. 

Spanyol melaporkan 34 WNI terinfeksi dengan perincian 33 sembuh dan satu meninggal. Lebih lanjut, Filipina mencatat 33 WNI positif Covid-19. Seluruhnya dinyatakan sembuh di Filipina.

Italia mencatat 30 WNI positif Covid-19 dengan perincian 29 sembuh dan satu stabil. Sebanyak 27 WNI di Maladewa terinfeksi dengan perincian 25 sembuh, satu stabil, dan satu meninggal. Sementara itu, 24 WNI positif di Finlandia. Dua stabil dan 22 lainnya sembuh.

Terdapat 22 WNI di Hongaria yang terjangkit Covid-19. Sebanyak 21 sembuh dan satu stabil. Sementara itu, Sudan melaporkan 22 WNI terjangkit Covid-19. Sebanyak 21 sembuh dan satu stabil.

Terdapat 21 WNI terjangkit di Belgia dengan perincian seluruhnya sembuh. Sebanyak 20 WNI terjangkit Covid-19 di Oman. Dua sembuh dan 18 stabil.

Terdapat 19 WNI dilaporkan terinfeksi Covid-19 di Azerbajian, Uzbekistan, Kazakhstan, dan Kamboja. Sebanyak 18 sembuh dan satu meninggal di Uzbekistan, 16 sembuh dan tiga stabil di Kamboja, seluruhnya sembuh di Kazakhstan, sementara 17 sembuh dan dua stabil di Azerbajian.

Sebanyak 16 WNI terjangkit Covid-19 di Peru dengan perincian 12 sembuh, dua stabil dan dua meninggal. 

Portugal dan Irak melaporkan 15 WNI terjangkit. Seluruhnya dalam kondisi stabil di Portugal, sementara 13 sembuh, satu stabil, dan satu meninggal di Irak.

Selain itu, 14 WNI positif Tunisia. Seluruhnya dinyatakan stabil. Sementara itu, Yunani dan Prancis mencatat 13 WNI positif dengan perincian tujuh sembuh, lima stabil, dan satu meninggal di Yunani, sementara delapan sembuh dan lima stabil di Prancis.

Romania, Aljazair, Australia, dan Thailand masing-masing melaporkan 12 WNI terinfeksi. Seluruhnya sembuh di Aljazair dan Romania, 10 sembuh dan dua stabil di Australia, sementara sembilan sembuh dan tiga stabil di Thailand.

Sebanyak 11 WNI dilaporkan terjangkit Covid-19 di  Timor Leste. Seluruhnya stabil. Bulagria, Ethiopia, dan Kanada mencatat 10 WNI terinfeksi. Tujuh sembuh dan tiga stabil di Kanada, seluruhnya sembuh di Bulgaria, sementara enam sembuh dan empat stabil di Ethiopia.

Sementara itu, Swiss melaporkan sembilan kasus WNI positif Covid-19 dengan perincian seluruhnya stabil. Sebanyak delapan WNI terjangkit Covid-19 di Ceko dan Brunei Darussalam. Sebanyak enam stabil dan sisanya sembuh di Ceko, sementara tujuh sembuh dan satu stabil di Brunei Darussalam.

Argentina melaporkan tujuh WNI positif Covid-19 dengan perincian lima stabil dan dua sembuh. Bangladesh serta Bosnia & Herzegovina melaporkan enam WNI yang terjangkit coronavirus jenis baru. Lima sembuh dan satu stabil di Bangladesh, sementara seluruhya sembuh di Bosnia & Herzegovina.

Di Denmark, dan Sri Lanka lima WNI terinfeksi. Dua sembuh dan tiga stabil di Denmark, sementara empat sembuh dan satu stabil di Sri Lanka.

Panama, Norwegia, dan Madagaskar mencatat empat WNI terjangkit coronavirus jenis baru. Seluruhnya stabil di Madagaskar, sementara seluruhnya sembuh di Norwegia dan Panama.

Masing-masing tiga WNI di Austria, Chile, Suriname, Mozambique, Meksiko, Papua Nugini, Kuba, dan China khususnya Macau terinfeksi coronavirus jenis baru. Dua sembuh dan satu stabil di Austria, Chile, dan Mozambique, seluruhnya sembuh di Suriname dan Meksiko, seluruhnya stabil di Papua Nugini, dua meninggal, dan satu sembuh di Kuba, sementara sisanya sembuh.

Albania, Irlandia, Makedonia Utara, Timor Leste, Myanmar, Nigeria, Polandia, Slovenia, dan Serbia mengonfirmasikan masing-masing dua WNI. Seluruh WNI di Albania, Irlandia, Myanmar, Makedonia Utara, Slovenia, Polandia, dan Nigeria sembuh, seluruhnya stabil di Serbia, sementara masing-masing satu sembuh serta satu stabil di Finlandia.

Masing-masing satu WNI terinfeksi di Bahama, China, Ekuador, Ghana, Iran, Libya, Lebanon, Namibia, Siprus, Swedia, dan Vietnam. WNI di Lebanon, Swedia, dan Vietnam masih menjalani perawatan dengan kondisi stabil, sementara satu meninggal di Libya dan Ghana. Lainnya dinyatakan sembuh.

Hingga berita ini diturunkan, kasus Covid-19 secara global melampaui 169,6 juta. Lebih dari 3,5 juta di antaranya meninggal dan lebih dari 151,3 juta lainnya dinyatakan sembuh.

Diterbitkan di Berita
Khadijah Nur Azizah - detikHealth Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan RI dr Dante Saksono Harbuwono mengatakan pengendalian pandemi COVID-19 di DKI Jakarta masuk dalam kategori yang buruk. Penilaian ini dilihat dari kapasitas Bed Occupation Rate (BOR) dan tracing di wilayah itu.
 
"Masih banyak daerah yang dalam kondisi terkendali, kecuali di Jakarta kapasitasnya E karena di DKI bed occupation rate-nya sudah mulai meningkat dan tracingnya tidak terlalu baik," jelas dr Dante dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI, Kamis (27/5/2021).

DKI Jakarta satu-satunya provinsi di Indonesia yang diberi skor E untuk penanganan pandemi oleh Kementerian Kesehatan. Beberapa provinsi yang mendapat skor D antara lain Sumatera Utara, Riau, dan Sumatera Barat.

Transmisi komunitas virus Corona di DKI Jakarta juga sudah berada di level 4 yang berarti laju penularannya tinggi.

Nilai kualitas pengendalian pandemi berkisar yang paling baik dengan skor A hingga terburuk yakni E. Penentuan level juga diberikan sesuai dengan respons daerah apabila terjadi transmisi komunitas.

"Penilaian kualitas pengendalian pandemi ini kita buat secara metrik dan level capasity. Level capacity ini dilakukan untuk melakukan penilaian terhadap kualitas penanganan pandemi," pungkasnya.
(kna/up)

Diterbitkan di Berita
Konten ini diproduksi oleh kumparan
 
Wamenkes turut menyoroti perkembangan penularan varian corona India di kapal MV Hilma Bulker di Cilacap, Jawa Tengah. Varian baru yang lebih cepat menular itu dibawa ABK Filipina.
"Di Cilacap ada kapal Filipina datang dari India, kemudian dari 20 ABK kami lakukan whole genome sequencing, ternyata ada 14 kasus mutasi, ternyata menularkan ke 31 nakes," kata Dante dalam rapat dengan Komisi IX DPR, Kaamis (27/5).
 
Lalu tracing kemudian diperkuat. Kemudian ditemukan lagi 18 kasus.
"Nah ini menujukkan betapa agresifnya penularan variant of concern ini kepada orang lain. Kemudian dari 31 kasus pada nakes padahal nakes sudah pakai APD saat melakukan kontak, itu keluarganya ditracing lagi, kemudian ketemu 12," ungkap dia.
 
"Setelah 12 itu ditracing lagi ketemu 6. Jadi ada 49 kasus yang tertular dari 14 kasus," imbuhnya. Semua pihak harus waspada dan belajar dari kasus ini. Penularan corona India sangat cepat.
 
"Dari 14 kasus jadi 49 kasus artinya, laju penularannnya kira-kira 3,35 kali lipat dibandingkan dengan target kita seharusnya kurang dari 0,9 atau paling tinggi 1. Kalau kita ingin mendefinisikan kasus itu tidak menular secara berat," tutup Dante.
 
Diterbitkan di Berita

Dian Utoro Aji - detikNews Kudus - Puluhan bus yang memuat wisatawan diputar balik saat akan masuk di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Hal tersebut sebagai langkah upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19.

"Sekitar 40 kendaraan baik bus maupun elf yang sudah kita putar balik. Sejak dua hari yang lalu, tiga hari ini," kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Abdul Halil usai memantau penyekatan di jalan masuk Kudus, Rabu (26/5/2021).

Halil mengatakan jumlah bus dan elf yang diputar balik diprediksi akan meningkat. Apalagi daerah luar Kudus belum mengetahui jika semua objek wisata di Kudus saat ini tengah ditutup.

"Masih tetap bertambah, karena mungkin karena mereka luar kota belum tahu, tapi dari grup WA punya paguyuban ini sudah kita beritahu. EO sopir bus sudah kita kasih tahu kalau di Kudus sementara waktu ini ditutup," jelas Halil.

Dia mengatakan selepas lebaran merupakan musim wisatawan datang ke Kudus. Terutama wisatawan yang akan berwisata religi.

"Pertimbangannya seperti itu. Karena ini musim ziarah habis lebaran kemudian di Kudus seperti ini makanya ambil keputusan ada penyekatan itu," ungkapnya.

Halil mengatakan ada sebanyak puluhan personel gabungan TNI, Polri, Dishub, dan dinas lainnya yang disiagakan. Mereka berjaga di enam titik untuk menghalau wisatawan yang akan masuk Kudus.

"Ada enam titik penyekatan, simpang Ngembal, Kerawang, Jember, Jetak, kemudian simpang Dawe, terus simpang tujuh. Kita juga siagakan 70 personel TNI Polri, Dishub dan dinas terkait," kata Halil.

Sementara itu, Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan kegiatan sore ini di jalan masuk Kudus dilakukan penyekatan. Terutama menghalau wisatawan yang akan masuk di Kudus.

"Salah satu menghalau bus pariwisata elf yang dari luar kota kita hentikan. Kita cek random, kalau bus pariwisata kita halau putar balik.

Karena lonjakan COVID ini di Kudus luar biasa," ungkap Hartopo ditemui usai memantau penyekatan di jalan masuk Kudus perbatasan Kabupaten Demak, sore tadi.

Menurutnya kasus Corona di Kudus tengah naik tajam. Semua objek wisata di Kudus pun ditutup untuk mencegah penyebaran virus Corona.

"Maka dari itu antisipasi penyebaran COVID ini harus kita lakukan secara konkret. Langkah konkret untuk menutup wisata," jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Badai Ismoyo mengatakan ada penambahan kasus baru sebanyak 89 orang terkonfirmasi positif COVID-19 dalam sehari. Jumlah kasus aktif sebanyak 813 orang yang terpapar Corona.

"Penambahan kasus baru ada 89 orang terpapar Corona per hari Rabu (26/5) hingga pukul 18.45 WIB," jelas Badai dalam keterangan tertulis kepada wartawan, malam ini.

"Kasus terkonfirmasi positif Corona aktif ada 813 kasus, terdiri dari 261 orang dirawat di rumah sakit, lalu ada 552 orang menjalani isolasi mandiri," imbuh Badai.

(rih/rih)

Diterbitkan di Berita

tagar.id Jakarta – Ketika banyak negara miskin di dunia kesulitan membeli vaksin Covid-19, Hong Kong justru harus membuang jutaan dosis vaksin virus corona (Covid-19) karena mendekati tanggal kedaluwarsa.

Partisipasi warga Hong Kong yang sangat rendah untuk menerima suntikan vaksin juga memperburuk kondisi tersebut.

Sejauh ini kurang dari 20% penduduk di Hong Kong yang memilih untuk menerima suntikan vaksin corona, meski persediaan berlimpah

Hong Kong adalah salah satu dari sedikit negara di dunia yang mendapatkan dosis vaksin lebih dari cukup untuk seluruh populasi yang berjumlah 7,5 juta orang.

Namun, ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah karena "membasmi" perbedaan pendapat dan banyaknya informasi salah tersebar di internet, menyebabkan keraguan untuk menerima suntikan vaksin Covid-19.

Pada Selasa, 25 Mei 2021, seorang anggota satuan tugas vaksin pemerintah Hong Kong memperingatkan bahwa warga Hong Kong "Hanya memiliki waktu tiga bulan" sebelum batch pertama vaksin Pfizer-BioNTech kedaluwarsa.

"Semua vaksin memiliki tanggal kedaluwarsa," kata Thomas Tsang, mantan pengawas Pusat Perlindungan Kesehatan, kepada radio RTHK.

 

prt hong kong wajib tes dan vaksinasi

Pekerja rumah tangga di Hong Kong telah diperintahkan untuk menjalani tes dalam beberapa hari mendatang dan diberi tahu bahwa vaksinasi virus corona akan diwajibkan (Foto: rfi.fr - Peter PARKS/AFP)

 

"Mereka tidak dapat digunakan setelah tanggal kedaluwarsa dan pusat vaksinasi untuk BioNTech, menurut rencana saat ini, akan berhenti beroperasi setelah September 2021," kata Tsang mengingatkan warga.

1. Dosis Vaksin yang Melimpah

Hong Kong membeli masing-masing 7,5 juta dosis vaksin Pfizer-BioNTech dan Sinovac Cina, yang terakhir ini belum disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia PBB (WHO).

Mereka juga memesan 7,5 juta dosis suntikan AstraZeneca, tetapi kesepakatan itu dibatalkan pada awal 2021 karena pihak berwenang berencana mengalokasikan anggaran untuk membeli vaksin generasi kedua tahun depan.

Sejauh ini hanya 19% populasi yang telah menerima satu dosis vaksin, sementara 14% lainnya telah menerima dua dosis.

2. Hibah ke Negara Lain

Keragu-raguan juga membayangi tenaga medis. Pada awal bulan ini, Otoritas Rumah Sakit Hong Kong mengungkapkan hanya sepertiga dari stafnya yang mengambil kesempatan untuk divaksinasi.

 

prt hong kong antre tes covid

Pekerja rumah tangga asing di Hong Kong berdiri dalam antrean panjang selama akhir pekan setelah perintah wajib tes Covid-19 diberlakukan untuk masyarakat (Foto: scmp.com/ K. Y. Cheng)

 

Saat ini ada jutaan dosis Pfizer-BioNTech yang tidak terpakai, yang harus disimpan pada suhu sangat rendah dan hanya dapat disimpan selama enam bulan. Sebanyak 3.263.000 dosis vaksin Pfizer-BioNTech telah dikirim ke Hong Kong, tetapi hanya 1.231.600 yang telah terpakai.

Beberapa pekan terakhir, sejumlah politisi Hong Kong telah menyarankan kota tersebut untuk mengirim vaksin yang tidak terpakai ke luar negeri.

Kepercayaan publik pada pemerintah Hong Kong berada pada titik terendah dalam sejarah sejak Beijing dan otoritas lokal menghukum siapapun yang berbeda pendapat [ha/hp (AFP)]/dw.com/id. []

Diterbitkan di Berita
Konten ini diproduksi oleh kumparan
 
Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir mengungkapkan satu solusi yang mungkin bisa dilakukan agar jemaah asal Indonesia bisa lolos syarat haji sebagaimana ditetapkan Pemerintah Arab Saudi.
Honesti mengatakan, Pemerintah Saudi memberikan izin haji bagi jemaah yang telah mendapat vaksinasi dengan vaksin produksi Eropa dan Amerika Serikat (AS) yakni Pfizer, Moderna, Johnson & Johnson, dan AstraZeneca.
 
"Indonesia sendiri baru memiliki satu jenis vaksin yang sesuai dengan kriteria Pemerintah Arab Saudi yaitu AstraZeneca," kata Honesti dikutip dari Antara, Rabu (26/5).
 
Vaksin Pfizer sendiri memang belum ada di Indonesia. Sementara Johnson & Johnson juga baru akan memasok ke Indonesia pada 2022.
Oleh karena itu, menurut Honesti, pihaknya menyiapkan opsi agar jemaah haji Indonesia bisa divaksinasi menggunakan vaksin AstraZeneca agar bisa memenuhi persyaratan Pemerintah Saudi.
 
"Menurut saya, karena kita sudah memiliki vaksin AstraZeneca, mungkin jadi opsi, bisa diatur bagi jemaah kita diskusikan dengan BPOM, Komnas KIPI--apakah mereka boleh diberikan vaksin AstraZeneca untuk bisa memenuhi persyaratan," jelasnya.
 Honesti mengatakan tentu hal tersebut harus mendapat pertimbangan tertentu dari para ahli. Namun, opsi tersebut bisa jadi pertimbangan untuk bisa dilakukan.
 
 
 
Sinovac Masih Ditolak Saudi, RI Buka Opsi Calon Jemaah Haji Divaksin AstraZeneca (1)
Dirut Biofarma Honesti Basyir Foto: Facebook/Honesti Basyir
 
Ia menuturkan saat ini Sinovac tengah dalam proses untuk mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use listing (EUL) dari WHO. Sementara Sinopharm, yang juga produksi China, telah mendapatkan EUL dari WHO baru-baru ini.
"Kami kemarin masih komunikasi dengan Sinovac. Memang ada satu data lagi yang diminta WHO, tapi mereka optimis minggu pertama atau kedua Juni, mereka akan mendapat EUL dari WHO. Tentu kita berharap ini bisa kita komunikasikan dengan Pemerintah Saudi," katanya.
 
Honesti juga berharap upaya diplomasi bisa terus dilakukan Pemerintah RI agar Saudi bisa mempertimbangkan untuk meloloskan Sinovac sebagai vaksin yang diperbolehkan. Syarat tersebut jadi kendala besar bagi Indonesia yang punya jumlah jemaah haji terbesar di dunia.
 
"Tentu kami berkeyakinan Pemerintah Arab Saudi bisa memberikan kebijakan sehingga vaksin-vaksin yang sudah diberikan di Indonesia mungkin bisa jadi bagian dari vaksin yang diterima oleh Pemerintah Arab Saudi. Memang perlu ada diplomasi antarnegara untuk bisa memasukkan vaksin yang ada di Indonesia ke Arab Saudi," pungkas Honesti.
Diterbitkan di Berita

Seorang Anak Buah Kapal (ABK) asal Philipina meninggal di RSUD Cilacap pada 11 Mei 2021 lalu. Kasus ini menjadi pintu gerbang masuknya varian baru virus COVID-19 dari India ke Jawa Tengah.

Kapal MV Hilma Bulker yang mengangkut gula berangkat dari India pada 14 April dan tiba di Pelabuhan Cilacap, Jawa Tengah, pada 25 April. Setelah pemeriksaan kesehatan, diketahui 14 dari 20 ABK positif terinfeksi COVID-19.

Salah satunya, berinisial DRA bahkan kondisinya cukup buruk hingga harus dirawat intensif sejak 30 April, dan kemudian meninggal pada 11 Mei.

 

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. (Foto: dok)
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. (Foto: dok)

 

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memastikan, seluruh kontak erat korban sudah dilacak. Hasilnya kemudian diketahui, penularan sudah terjadi di lingkungan tenaga kesehatan RSUD Cilacap.

“Dilakukan whole genome sequencing, dan akhirnya semua positif ini varian baru dari India. Dan pada saat mereka dirawat di rumah sakit, di Cilacap, langsung kita tracing kontak erat dan kontak dekat.

Ternyata, nampaknya varian baru ini masuk ke perawat. Hari ini rumah sakit ditutup dan kita membuat isolasi,” papar Ganjar dalam acara yang diselenggarakan Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama), Minggu 23 Mei.

 

Kepastian mengenai varian baru diperoleh dari keteragan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), Kementerian Kesehatan. Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji, hari Sabtu (22/5) dalam keterangan resmi di kantornya mengutip hasil pemeriksaan tersebut. Dijelaskan, bahwa 13 ABK Kapal MV. Hilma Bulker terkonfirmasi positif COVID-19 varian B.1617.2.

Sementara Direktur Utama RSUD Cilacap, dr. Moch. Ichlas Riyanto dalam kesempatan sama mengatakan, telah memeriksa 179 tenaga kesehatan, di mana 32 di antaranya diketahui melakukan kontak langsung dengan ketigabelas ABK itu.

 

Bupati Cilacap didampingi Satgas Covid-19 memastikan masuknya varian baru ini dalam keterangan resmi Sabtu 22 Mei 2021. (Foto: Dok Humas Pemkab Cilacap)
Bupati Cilacap didampingi Satgas Covid-19 memastikan masuknya varian baru ini dalam keterangan resmi Sabtu 22 Mei 2021. (Foto: Dok Humas Pemkab Cilacap)

 

Mutasi Ubah Skenario Pandemi

Epidemiolog dari Universitas Gadjah Mada, Dr Riris Andono Ahmad menyebut, mutasi virus adalah cara dia beradaptasi dengan lingkungan. Dalam kasus ini, upaya virus untuk tetap bertahan hidup, memang akan merugikan jika dilihat dari sisi manusia. Sayangnya, itu adalah proses evolusi yang tidak dapat dihindari.

 

Karena itulah, setidaknya kini sudah ada empat varian baru, yaitu dari Inggris, Amerika Selatan, Afrika Selatan dan India. Kehadiran varian yang terus memperkuat diri ini, diyakini akan mengubah skenario pandemi COVID-19.

 

Epidemiolog UGM, Riris Andono Ahmad. (Foto: VOA/Nurhadi Sucahyo)
Epidemiolog UGM, Riris Andono Ahmad. (Foto: VOA/Nurhadi Sucahyo)

 

“Karena dua dari mutasi virus tersebut menyebabkan kemampuan penularannya semakin meningkat, derajat keparahan meningkat, dan salah satu mutasi tersebut diperkirakan bisa menurunkan efektivitas dari vaksin. Nah kalau efektivitas vaksin semakin menurun, tentu akan sulit untuk menghentikan laju pandemi ini,” kata Riris.

Vaksin memang disebut-sebut sebagai penentu akhir pandemi. Di sejumlah negara yang telah berhasil melakukan vaksinasi, kebijakan pengetatan dalam bersosialisasi bahkan sudah dilonggarkan.

Namun, pandemi dalam skala dunia membutukan kondisi herd immunity atau kekebalan komunitas dalam skala dunia juga. Kondisi itu, disamping terkait cakupan skala vaksinasi, juga bergantung pada kecepatannya. [ns/ab]

Diterbitkan di Berita

BBC News Indonesia

Tren kasus Covid-19 dan keterisian tempat tidur rumah sakit - khususnya di Sumatra - yang terus mengalami peningkatan di tengah laporan tambahan kasus varian dari Inggris dan India adalah "puncak gunung es" yang menunjukkan Covid-19 di Indonesia jauh lebih parah dari kenyatannya, kata epidemiolog.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan bertambahnya kasus varian baru dan mobilisasi penduduk selama liburan Lebaran berkontribusi pada tren lonjakan kasus selama beberapa hari terakhir - mencapai 5.000 kasus per hari - yang diprediksi akan terus meningkat sampai pertengahan Juni.

Pakar epidemiologi dari Universitas Griffith di Australia, Dicky Budiman, menyebut tren lonjakan kasus selama sepekan terakhir adalah "sinyal yang sangat serius" di tengah "minimnya pengetesan dan pelacakan".

"Dengan situasi minimnya testing dan tracing, di tengah sebagian kasus terjadi di rumah-rumah dan ada peningkatan di rumah sakit, itu adalah puncak gunung es yang sudah menyentuh rumah sakit. Artinya, kasus yang sebenarnya di daerah jauh lebih serius, harus dilakukan pendataan ke rumah-rumah," kata Dicky Budiman kepada BBC News Indonesia, Senin (24/05).

Di sisi lain, ia memprediksi dalam dua hingga tiga bulan ke depan Indonesia akan menghadapi lonjakan kasus Covid-19 dengan semakin banyaknya kasus varian B117 dari Inggris dan varian B1617 dari India yang ditemukan Indonesia.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa sudah ada 54 kasus mutasi virus SARS-Cov-2 yang tergolong variant of concern (VoC), dengan rincian 18 kasus B117, 32 kasus B1617 dan 4 kasus varian B1351 dari Afrika Selatan.

Empat provinsi di Sumatra, yakni Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau dan Sumatra Selatan, termasuk dalam zona merah Covid-19 dengan risiko tinggi.

 

pekerja migran

Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) antre untuk melakukan pengecekan dokumen perjalanan di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (29/04). Disebutkan, sebagian kasus varian dari luar negeri berasal dari PMI dan WNA. ANTARA FOTO/TEGUH PRIHATNA

 

Kementerian Kesehatan mencatat rata-rata keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di Indonesia berkisar 30%, namun di Sumatra Utara, Sumatra Barat dan Riau di atas 50%.

Riau mencatat rata-rata BOR unit perawatan intesif (ICU) tertinggi, yakni 65%.

Jumlah itu melebihi ambang batas aman persentase BOR rumah sakit yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni sebesar 60 persen.

'Keterisian ICU 80% hingga 100%'

Suasana di Pasar Raya Padang pada Minggu (23/05) tampak ramai dijejali dengan warga yang berbelanja. Mereka tampak berimpitan satu sama lain di antara lapak-lapak pedagang yang berjejer tanpa menjaga jarak. Kebanyakan dari mereka, tampak tak mengenakan masker.

Situasi abai protokol kesehatan juga tampak terjadi di Pantai Padang, pada Minggu (23/05) sore.

 

Pasar Raya Padang

Suasana di Pasar Raya Padang pada Minggu (23/05)malam. GAMBAR,AGUS EMBUN

 

Salah satu warga, Maharajo, seorang sopir angkot di Padang, mengaku tak lagi percaya dengan Covid dan menyebutnya sebagai "konspirasi".

Kendati ada tren pelonjakan kasus di tempat tinggalnya, pria berusia 40 tahun ini mengaku tak takut dengan bahaya Covid-19.

"Percaya nggak percaya. Yang mati itu tetap akan mati, itu takdir Tuhan. Saya masih tetap tidak percaya," ungkap Maharajo kepada wartawan Agus Embun yang melaporkan dari Padang, Sumatra Barat.

"Saya merasa itu bisnis industri pandemi. Contohnya vaksin, masak vaksin itu yang harus kita pakai? Apa tidak ada pilihan lain? Obat flu aja ada pilihannya, masak vaksin nggak ada pilihannya? Jadi saya tidak percaya itu, pandai-pandai mereka aja," katanya.

Hal senada diungkapkan oleh warga di Padang Pariaman, Armaini, yang menyebut tak merasa perlu mengenakan masker dan menerapkan protokol kesehatan yang lain.

"Banyak meninggal karena Covid. Di sini, tak ada orang meninggal. Hanya saja ada yang demam dan batuk langsung dibilang Covid. Dulu, kalau batuk itu adalah penyakit yang sudah lumrah terjadi kepada setiap orang. Karena faktor cuaca saja itu," jelas Armaini.

 

Pantai Padang

Wisata di Pantai Padang tanpa prokes pada Minggu (23/5/2021) sore. AGUS EMBUN

 

Tren penambahan kasus di Sumatra Barat yang terjadi belakangan, membuat salah satu rumah sakit yang menangani pasien Covid-19, RPSUP DR. M Djamil Padang, kewalahan.

"Pasien kita sekarang ini lebih kurang 120 yang dirawat yang positif Covid, pasien tersebut dirawat di ruang ICU. Ruang ICU kita itu keterisiannya lebih kurang 80%.

Kemudian, kadang kala ruang ICU yang pakai ventilator keterisiannya bisa 100%," kata Gustafianof, juru bicara RSUP DR. M Djamil Padang.

Sementara keterisian tempat tidur di ruang isolasi perawatan Covid, lanjut Gustafianof, kurang lebih 40-50%.

 

RSUP DR. M Djamil Padang

Dirut RSUP DR. M Djamil Padang mengecek ruangan isolasi Covid-19 AGUS EMBUN

 

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, manajemen rumah sakit menyiapkan ruang tambahan dengan 84 tempat tidur, 20 tempat tidur di antaranya untuk perawatan intesif.

Adapun, rata-rata keterisian tempat tidur rumah sakit di Sumatra Barat dan Riau sebanyak 53%. Sedangkan di Sumatra Utara sebesar 58%.

'Hampir seluruh Sumatra alami kenaikan'

Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Kemenkes Kesehatan Azhar Jaya mengungkapkan hampir seluruh provinsi di Sumatra mengalami kenaikan kasus Covid-19.

Bahkan, tren peningkatan kasus di Sumatra Utara, Riau, Sumatra Barat dan Kepulauan Riau telah terjadi sebelum masa libur panjang Lebaran.

"Ini kita perkirakan karena provinsi-provinsi ini yang banyak pekerja migrannya dan memang sangat sulit sekali, berdasar keterangan para kepala dinas dan direktur rumah sakit, karena banyak sekali punya pos lintas batas tradisional," ujar Azhar dalam rapat koordinasi satuan tugas penanganan Covid-19 Nasional, Minggu (23/05).

 

Tren peningkatan kasus Covid-19 di Sumatra

Tren peningkatan kasus Covid-19 di Sumatra SATGAS COVID-19

 

"Maka khusus untuk Sumatra trennya nggak turun-turun, naik terus. Jadi ini adalah lima provinsi yang kami terus cermati, karena ada potensi selain mudik lokal, PMI-nya juga sangat tinggi," imbuhnya.

Tren peningkatan kasus juga terjadi di seluruh provinsi di Pulau Jawa, sebagai imbas dari mobilisasi penduduk selama libur panjang Lebaran.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menambahkan mobilisasi penduduk, di tambah semakin meningkatnya jumlah kasus varian baru di Indonesia, berkontribusi pada jumlah peningkatan kasus Covid-19.

"Kita bisa melihat pada empat hari terakhir, peningkatan kasus baru itu mencapai 5.000 [per hari]. Ini menunjukkan mobilisasi selama Ramadan sudah terlihat minggu ini.

 

Terminal Domestik Pelabuhan Sekupang, Batam,

Penumpang kapal asal Dumai tiba di Terminal Domestik Pelabuhan Sekupang, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (21/04) ANTARA FOTO/TEGUH PRIHATNA

 

"Prediksi yang kita lakukan, mungkin akan mencapai peningkatannya sampai pertengahan Juni," kata Dante dalam konferensi pers, Senin (24/05).

Pakar epidemiologi dari Universitas Griffith di Australia, Dicky Budiman, menyebut tren lonjakan kasus selama sepekan terakhir adalah "sinyal yang sangat serius" di tengah "minimnya pengetesan dan pelacakan".

"Dengan situasi minimnya testing dan tracing, di tengah sebagian kasus terjadi di rumah-rumah dan ada peningkatan di rumah sakit, itu adalah puncak gunung es yang sudah menyentuh rumah sakit. Artinya, kasus yang sebenarnya di daerah jauh lebih serius, harus dilakukan pendataan ke rumah-rumah," kata Dicky.

 

Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC), Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta

Sejumlah tenaga kesehatan berjalan menuju ruang perawatan pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC), Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Rabu (05/05) ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT

 

Kasus varian dari India dan Inggris bertambah

Dante menambahkan, hingga kini Kementerian Kesehatan telah mencatat 54 kasus varian yang dikategorikan sebagai variant of concern oleh WHO, yang berasal dari Inggris, Afrika Selatan dan India. Jumlah ini meningkat tiga kali lipat ketimbang jumlah 17 kasus yang tercatat pada April lalu.

"35 di antaranya berasal dari migran dari luar Indonesia dan 19 kasus berasal dari Indonesia, jadi sudah ada penyebaran internal dari varian tersebut."

"Kombinasi antara mobilisasi dan mutasi dari virus menyebabkan kasus ini akan meningkat dalam beberapa saat ke depan," jelas Dante.

 

vaksin, AstraZeneca

Varian baru dari Afrika Selatan disebut berpotensi membuat vaksin jenis tertentu tidak efektif PA MEDIA

 

Pakar epidemiologi dari Universitas Griffith di Australia, Dicky Budiman, memprediksi dalam dua bulan ke depan, Indonesia akan menghadapi lonjakan kasus varian B117 yang berasal dari Inggris.

Disebutkan oleh Dicky, varian ini menambah tingkat keparahan penyakit sehingga akan membuat orang-orang yang disebut rawan - baik dari segi usia dan komorbiditas - akan cenderung mencari layanan kesehatan.

Menurutnya, potensi ini akan jauh lebih buruk lagi dua-tiga bulan ke depan dengan adanya dampak dari varian B1617 dari India, sebab data terakhir menunjukkan B1617 memiliki dampak atau gejala kinlis yang cenderung lebih buruk dari B117.

Di sisi lain, infection contraction transmission varian ini 50-60% lebih tinggi dari B117, kata Dicky.

"Baru mulai ya, tapi belum puncaknya," katanya.

 

Virus corona

Varian baru virus corona yang ditemukan di Inggris memiliki mutasi pada bagian "receptor-binding domain", yang digunakan virus untuk menginfeksi sel tubuh manusia. GETTY IMAGES

 

Minimnya surveilans genomik varian virus corona, kata Dicky, membuat Indonesia "tidak terlalu mengetahui pemetaan varian yang beredar di Indonesia saat ini secara menyeluruh".

Adapun, merujuk data Kementerian Kesehatan, hingga kini telah dilakukan 1.749 sekuens genomik virus Sars-Cov2.

Dari situ, tercatat ada 54 kasus dengan rincian 18 kasus varian B117 dari Inggris, empat kasus varian B1351 dari Afrika Selatan dan 32 kasus varian B1617 dari India.

Kasus varian baru itu kebanyakan berasal dari pekerja migran Indonesia (PMI) yang kembali ke kampung halaman dari sejumlah negara, seperti Arab Saudi, Ghana dan Malaysia.

Sisanya, berasal dari warga negara asing yang tiba dari Taiwan, Singapura dan India.

 

Covid 19

Petugas memeriksa penumpang bus saat pengecekan protokol kesehatan di Terminal Tipe A Mengwi, Badung, Bali, Senin (26/04). NYOMAN HENDRA WIBOWO/ANTARA FOTO

 

Mengapa Covid di Indonesia tampak terkendali?

Di saat Indonesia menghadapi tren lonjakan kasus selama empat hari terakhir, negara-negara tetangga di Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, Filipina dan Thailand, telah lebih dulu mengalami lonjakan kasus.

Namun tak seperti negara-negara di kawasan, situasi Covid di Indonesia tampak lebih terkendali, mengapa demikian?

Pakar epidemiologi Dicky Budiman menyebut "situasi di Indonesia seperti tidak ada masalah" sebab kebanyakan warga Indonesia masih mengaggap enteng Covid-19 dan memilih untuk mengobati penyakit secara mandiri ketimbang merujuk ke fasilitas kesehatan.

Budaya seperti ini, kata Dicky, juga terjadi di India dan Brazil sebelum pada akhirnya terjadi lonjakan kasus dan fasilitas kesehatan kewalahan.

Indonesia, menurutnya, memiliki pra-kondisi di mana "tsunami Covid" seperti yang terjadi di India, kemungkinan terjadi.

"Itu yang menyebabkan India seperti sekarang ini dan itu akan berpotensi dialami di Indonesia, paling tidak dua-tiga bulan ke depan. Ini menjawab kenapa Indonesia seperti tidak ada masalah, kalau diperiksa, banyak," kata dia.

 

Covid 19 di India

Seorang warga India yang meninggal akibat terpapar Covid-19 akan dikremasi di Chandigarh, India, Selasa (26/04). RAVI KUMAR/GETTY

 

Pengetesan dan pelacakan minim

Lebih lanjut, Dicky menyatakan bahwa laporan harian Covid-19 di Indonesia, hanya sepersepuluh dari estimasi permodelan epidemiologi kasus harian, yang menurutnya, tak memenuhi logika program epidemiologi.

Dalam logika epidemiologi, kasus bisa diklaim mengalami penurunan jika positivity rate maksimal 5%. Namun di Indonesia, kasus diklaim turun dalam kondisi positivity rate tinggi, yakni sekitar 10%.

"Itu adalah bukti banyak kasus tidak terkendali karena logika program epidemiologi, jika ada 5,000 kasus dilaporkan dalam 3x24 jam ada 100,000 testing, itu minimal.

 

Stasiun Senen

Sejumlah calon penumpang mengantre menaiki kereta di Stasiun Senen, Jakarta, Kamis (20/05). Kemenkes memprediksi lonjakan kasus Covid-19 imbas mudik Lebaran akan terasa hingga Juni. ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A

 

"Tapi kita tidak pernah melihat itu selama satu tahun terakhir. Itu menggambarkan dari satu kasus positif itu tidak tuntas tracing-nya, bagaimana kita berharap karantinanya efektif?

"Yang dilaporkan pemerintah tidak menggambarkan angka yang sesungguhnya. Bahkan di angka kematian saja itu tidak mendekati pada kondisi yang hampir relatif riil, apalagi angka-angka kasus poisitifnya," jelas Dicky.

Pakar permodelan matematika dari Institut Teknologi Bogor, Nuning Nuriani menyebut kapasitas pengetesan memang berkurang karena relawan tracing dan testing berhenti. Akibatnya, sumber daya untuk melakukan pengetesan dan pelacakan kurang.

"Oleh sebab itu karena kurang dites kasusnya tampaknya tidak terlihat. Padahal kalau dlihat data bulan-bulan terakhir positivity rate-nya tinggi, kisarannya 20-40% padahal kita tahu standardnya 5%. Jadi belum aman sama sekali.

"Berkaitan dengan varian baru yang ditemukan, tentu saja ini menambah kecepatan penyebarannya," jelas Nuning.

Sementara itu, analisis dari Insitute of Health Metric and Evaluations di Univesitas Washington, AS, menunjukkan bahwa jumlah total kematian Covid-19 di Indonesia, dan juga di dunia, bisa lebih dari dua kali lipat angka yang dilaporkan.

 

Insitute of Health Metric and Evaluation
INSITUTE OF HEALTH METRIC AND EVALUATION

 

Analisis itu memprediksi bahwa lebih dari 123.000 orang meninggal karena Covid-19 sejak dimulainya pandemi pada Maret tahun lalu. Jumlah itu lebih dari dua kali lipat dari total angka resmi Satgas Covid-19 sebanyak sekitar 49.000.

Adapun hingga kemarin, Indonesia mencatat hampir 6.000 harian dengan jumlah keseluruhan lebih dari 1,7 juta kasus terkonfirmasi.

Diterbitkan di Berita

BBC News Indonesia

Pemerintah India melaporkan lebih dari 8.800 kasus 'jamur hitam' yang mematikan di tengah kasus Covid-19 yang terus meningkat.

Infeksi yang sangat langka ini disebut mucormycosis dan memiliki risiko kematian 50%. Sejumlah pasien selamat setelah menjalani operasi pengangkatan bola mata.

Beberapa bulan belakangan ini, penyakit tersebut menjangkiti ribuan pasien Covid-19 yang sudah sembuh maupun dalam tahap pemulihan.

Para dokter mengatakan, penyakit ini berkorelasi dengan steroid yang digunakan untuk mengobati Covid. Pengidap diabetes, khususnya, punya risiko khusus.

Para dokter juga mengatakan kepada BBC, bahwa penyakit tersebut tampaknya menyerang pasien dalam jangka 12 hingga 18 hari setelah pulih dari Covid.

 

jamur hitam, india

Seorang dokter memeriksa seorang pasien pengidap Mucormycosis atau Jamur Hitam di sebuah bangsal khusus rumah sakit di Pune, India, pada 22 Mei 2021. HINDUSTAN TIMES/GETTY IMAGES

 

Negara Bagian barat Gujarat dan Maharashtra melaporkan lebih dari setengah kasus-kasus yang dilaporkan. Setidaknya lebih dari 15 negara lainnya mencatat delapan hingga 900 kasus.

Di tengah kasus yang terus meningkat, 29 negara bagian di India diinstruksikan untuk menyatakan penyakit jamur hitam sebagai epidemi.

Bangsal-bangsal khusus yang baru dibuka untuk menangani pasien dengan penyakit ini penuh dengan cepat, kata para dokter.

Sebagai contoh, di RS Maharaja Yeshwantrao di Kota Indore, jumlah pasien melonjak dari delapan orang pada pekan lalu, menjadi 185 orang pada Sabtu (22/05) malam.

 
 
jamur hitam, india

 

Seorang pasien pengidap jamur hitam tengah dirawat di Pune, India. Banyak pasien mencari pertolongan ketika sudah terlambat, ketika sudah kehilangan penglihatan, dan dokter terpaksa melakukan operasi pengangkatan mata guna mencegah infeksi menjalar ke otak. HINDUSTAN TIMES/GETTY IMAGES

 

Lebih dari 80% pasien membutuhkan operasi dengan segera, kata Dr VP Pandey, kepala departemen medis rumah sakit kepada BBC.

Dr Pandey mengatakan pihaknya telah mendirikan 11 bangsal dengan total 200 tempat tidur untuk mengobati pasien pengidap jamur hitam.

"Yang jelas, lonjakan pasien ini tak terprediksi," katanya. "Sebelumnya, kami hanya menangani satu atau dua kasus dalam setahun".

Dia memperkirakan bahwa setidaknya 400 pasien dengan penyakit ini di Indore saja.

"Infeksi jamur hitam saat ini menjadi tantangan lebih besar daripada Covid-19. Jika pasien tidak tertangani dengan cepat dan benar, maka tingkat kematiannya bisa mencapai 94%. Biaya pengobatannya mahal, dan obat-obatan terbatas," kata Dr Pandey.

Dokter mengatakan amphotericin B atau "ampho-B" adalah suntikan anti-jamur yang harus diberikan setiap hari selama delapan minggu kepada pasien yang didiagnosa dengan mucormycosis.

Ada dua bentuk obat yang tersedia: amphotericin B deoxycholate standar dan liposomal amphotericin.

 

jamur hitam, india

Seorang satpam berdiri di pintu masuk bangsal perawatan pasien yang terinfeksi Mucormycosis atau lebih dikenal dengan sebutan Jamur Hitam, di sebuah rumah sakit umum di Ahmedabad, India, pada 23 Mei 2021. AFP/GETTY IMAGES

 

Pandey mengatakan dia telah mengumpulkan data 201 pasien dari empat rumah sakit di kota.

Kebanyakan pasien telah sembuh dari Covid-19 dan berjenis kelamin pria. Kebanyakan dari mereka telah diobati dengan steroid dan memiliki penyakit bawaan, utamanya diabetes.

Penelitian lainnya dilakukan oleh empat dokter India, yang mengamati lebih dari 100 kasus pasien Covid-19 yang terinfeksi mucormycosis. Penelitian mereka menemukan 79 di antara mereka adala pria, dan 83 dari mereka mengidap penyakit diabetes.

Penelitian lainnya terhadap 45 pasien dengan jamur hitam di dua RS di Mumbai menemukan, semuanya didiagnosa mengidap diabetes. Mereka memiliki tingkat gula darah tinggi.

"Tak ada pasien dengan mucormycosis yang memiliki kondisi kadar gula dalam tubuh yang normal," kata Dr Akshay Nayar, seorang dokter bedah mata yang telah menangani sejumlah pasien, kepada BBC.

 

india

Seorang perempuan berduka setelah melihat jenazah putranya yang meninggal akibat Covid-19 di New Delhi, India. REUTERS

 

Stok obat menipis

Obat anti-jamur yang digunakan dalam pengobatan infeksi langka yang disebut mucormycosis, atau 'jamur hitam', pasokannya menipis di seluruh negara bagian di India.

Amphotericin B, yang diproduksi oleh banyak perusahaan India, juga dijual di pasar gelap.

Ada banyak permintaan darurat di media sosial atas obat tersebut, karena kenaikan kasus mucormycosis.

Dokter-dokter mengatakan infeksi 'jamur hitam' itu dapat dipicu oleh penggunaan steroid bagi pasien Covid yang masuk kategori parah.

Apa itu Mucormycosis ?

Mucormycosis disebabkan paparan jamur mucor yang biasanya ditemukan di tanah, tanaman, kotoran hewan, sayuran serta buah-buahan yang membusuk.

Jamur ini menginfeksi sinus, otak, dan paru-paru sehingga dapat mengancam keselamatan jiwa pasien diabetes atau orang dengan tingkat imun rendah, seperti pasien kanker atau pengidap HIV/AIDS.

Banyak pasien mencari pertolongan ketika sudah terlambat, ketika sudah kehilangan penglihatan, dan dokter terpaksa melakukan operasi pengangkatan mata guna mencegah infeksi menjalar ke otak.

 

Mucor ditemukan pada tanah, tanaman, kotoran hewan dan buah busuk

Mucormycosis disebabkan paparan jamur mucor yang biasanya ditemukan di tanah, tanaman, kotoran hewan, sayuran serta buah-buahan yang membusuk. GETTY IMAGES

 

Pekan lalu, Menteri Kesehatan di Negara Bagian Maharashtra, Rajesh Tope, mengatakan ada 1.500 kasus infeksi di wilayahnya. Negara bagian ini merupakan salah satu yang terdampak paling parah dalam gelombang kedua Covid-19 di India.

Sebanyak 52 orang meninggal karena mucormycosis di negara bagian itu semenjak wabah virus korona dimulai tahun lalu, ujar seorang pejabat senior departemen kesehatan kepada kantor berita PTI, pekan lalu.

Sejumlah pejabat di Negara Bagian Gujarat mengatakan hampir 900 kasus 'jamur hitam' telah dilaporkan dalam sebulan terakhir.

Pemilik sebuah apotek di kota Ghaziabad di Negara Bagian Uttar Pradesh mengatakan kepada BBC bahwa sebelumnya obat tersedia dengan mudah, namun menjadi sulit diperoleh semenjak permintaan melonjak tiga minggu lalu.

Dihadapkan persoalan kekurangan obat di seluruh kota, sejumlah warga kalut meminta pertolongan melalui Twitter.

 

 

Presentational white space

 

Dokter-dokter mengatakan amphotericin B atau "ampho-B" adalah obat anti-jamur berupa suntikan antijamur yang harus diberikan setiap hari hingga delapan minggu kepada pasien yang didiagnosis terpapar mucormycosis.

Ada dua bentuk obat yang tersedia: amphotericin B deoxycholate standar dan liposomal amphotericin.

"Kami lebih memilih bentuk liposomal karena lebih aman, lebih efektif dan memiliki efek samping yang lebih rendah. Sisi sebaliknya adalah lebih mahal," kata Dr Akshay Nair, ahli bedah mata yang berbasis di Mumbai, kepada BBC.

Kekhawatiran atas mucormycosis. memberikan tekanan finansial ekstra pada sebagian keluarga.

Membayar guna perawatan dapat mencapai ratusan ribu Rupee. Dan sejumlah keluarga membayar lebih banyak jika mereka harus membeli obat di pasar gelap.

'Jamur hitam' sebabkan cacat pada pasien Covid-19 di India

Pada Sabtu (08/05) lalu, dr Akshay Nair, dokter spesialis mata di Mumbai, India, bersiap-siap melakukan operasi terhadap seorang perempuan berusia 25 tahun yang sudah sembuh dari Covid-19 tiga minggu sebelumnya.

Di ruang bedah - seperti dilaporkan oleh wartawan BBC di India, Soutik Biswas - seorang spesialis telinga, hidung dan tenggerokan (THT) sudah melakukan tindakan terhadap pasien dengan riwayat diabates itu.

 

jamur hitam, india

Seorang dokter memeriksa pasien Mucormycosis atau Jamur Hitam di sebuah bangsal khusus di RS Noble, Pune, India, pada 22 Mei 2021. Pengidap penyakit tersebut disebut mencapai ribuan pasien, sedangkan stok obat menipis. AFP/GETTY IMAGES

 

Ia memasukkan pipa ke dalam hidung dan membersihkan lapisan yang terinfeksi mucormycosis, infeksi jamur yang jarang terjadi tetapi berbahaya.

Infeksi agresif ini terjadi pada hidung, mata dan kadang-kadang otak.

Setelah spesialis THT menyelesaikan tugasnya, dr Nair menjalankan prosedur selama tiga jam untuk mengangkat mata pasien.

"Saya akan mengangkat mata pasien untuk menyelamatkan nyawanya. Begitulah caranya," kata dr Nair.

Di tengah terjangan gelombang kedua Covid-19 di India, para dokter melaporkan banyak kasus infeksi langka - yang juga dikenal dengan nama "jamur hitam" - pada pasien Covid-19 yang sedang menjalani penyembuhan dan mereka yang sudah sembuh.

Para dokter meyakini mucormycosis, yang menyebabkan tingkat kematian 50%, mungkin dipicu oleh penggunaan steroid, obat yang dapat menyelamatkan nyawa pasien Covid-19 kategori parah dan kritis.

 

Obat steroid

Steroid adalah obat penolong bagi pasien Covid-19. GETTY IMAGES

 

Steroid mengurangi pembengkakan pada paru-paru pasien dan tampak membantu mencegah kerusakan ketika sistem kekebalan tubuh bekerja keras untuk melawan virus corona.

Tetapi steroid juga dapat mengurangi kekebalan tubuh dan mendongkrak gula darah pasien Covid-19, baik yang mempunyai riwayat diabetes maupun tidak.

Penurunan imun ini diyakini dapat mendorong timbulnya kasus-kasus mucormycosis.

"Diabetes menurunkan sistem imun tubuh, virus corona memperparah kondisi itu dan kemudian obat steroid yang digunakan untuk mengatasi Covid-19 berfungsi seperti layaknya bahan bakar pada api," jelas dr Nair kepada wartawan BBC di India, Soutik Biswas

Dr Nair bekerja di tiga rumah sakit di Mumbai, salah satu kota di India yang paling parah dilanda gelombang kedua.

Ia mencatat sudah ada sekitar 40 pasien yang mengalami infeksi jamur itu pada bulan April.

Sebagian besar dari mereka mengalami diabetes yang menjalani perawatan Covid-19 di rumah. Sebelas di antara mereka terpaksa menjalani operasi pengangkatan mata.

Antara Desember hingga Februari, hanya enam kolega dr Nair di lima kota - Mumbai, Bangalore, Hyderabad, Delhi dan Pune - melaporkan 58 kasus infeksi jamur hitam. Mayoritas pasien terinfeksi jamur antara hari ke-12 sampai hari ke-15 sesudah sembuh dari Covid-19.

Dokter-dokter mengatakan mereka terkejut atas keseriusan dan frekuensi dari infeksi jamur selama gelombang kedua, dibanding beberapa kasus selama gelombang pertama tahun lalu.

Dr Nair mengatakan ia telah menemukan tak lebih dari 10 kasus di Mumbai selama dua tahun terakhir. "Tahun ini berbeda," katanya.

Seorang pejabat tinggi pemerintah menegaskan sejauh ini "tidak ada wabah besar."

 

Mucor ditemukan pada tanah, tanaman, kotoran hewan dan buah busuk

Jamur mucor biasanya ditemukan pada tanah, tanaman, kotoran hewan dan sayuran serta buah-buahan yang membusuk. GETTY IMAGES

 

Apa saja gejala-gejala?

Pasien yang mengalami infeksi jamur biasanya mengalami gejala-gejala seperti hidung tersumbat dan berdarah; pembengkakan dan nyeri mata; kelompak mata terkulai, penglihatan kabur dan akhirnya hilang sama sekali.

Pasien mungkin juga mengalami kulit belang di sekitar hidung.

Sejumlah dokter mengatakan mayoritas pasien mencari pertolongan ketika sudah terlambat, ketika sudah kehilangan penglihatan, dan dokter terpaksa melakukan operasi pengangkatan mata guna mencegah infeksi menjalar ke otak.

Pada sebagian kasus, para dokter di India mengatakan pasien kehilangan penglihatan pada kedua mata. Dan pada kasus-kasus langka, tim dokter harus mengangkat tulang rahang untuk mencegah penyebaran infeksi.

Apa obatnya?

Suntikan untuk melawan jamur dengan harga 3.500 rupee atau sekitar Rp681.000 dan harus diberikan kepada pasien setiap hari selama sampai delapan minggu adalah satu-satunya obat yang yang manjur melawan penyakit itu.

Menurut dokter spesialis diabetes di Mumbai dr Rahul Baxi, ada cara menghambat kemungkinan infeksi jamur pada pasien Covid-19, yakni memastikan mereka diberi obat steroid dengan dosis tepat dan durasi pengobatan yang tepat pula.

Ketentuan ini berlaku dalam proses perawatan maupun pemulihan.

Dikatakannya, selama satu tahun terakhir terdapat sekitar 800 pasien yang ia tangani, dan tak seorang pun mengalami infeksi jamur.

"Dokter harus memperhatikan tingkat gula setelah pasien diizinkan pulang," kara dr Baxi kepada wartawan BBC untuk India, Soutik Biswas.

Diterbitkan di Berita

Elshinta.com - Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia Inspektur Jenderal Polisi Istiono mengatakan tes usap (swab) antigen selama pelaksanaan di 149 titik pengetatan arus balik libur Lebaran 2021 efektif dalam mencegah penularan COVID-19 di DKI Jakarta.

Saat memantau mobilitas penduduk di Kilometer (KM) 34 Tol Cikampek, Jawa Barat, Minggu, ia memaparkan, selama tujuh hari, sejak 15 - 22 Mei, pihaknya dan instansi terkait telah melakukan tes cepat (rapid test) tersebut secara mandatori (wajib) maupun acak (random) terhadap 180 ribu orang dan mendeteksi 525 orang reaktif COVID-19.

“Data dari tanggal 15 sampai 22 Mei itu sudah kami lakukan, baik yang mandatori maupun random sebanyak 180 ribu lebih. Dan yang reaktif 524 orang,” kata Istiono.

Ia mengatakan setiap kendaraan dari Sumatera menuju Jakarta, maupun dari Bali dan Jawa menuju Jakarta, diminta melaksanakan tes usap antigen ketika melintasi 149 titik pengetatan arus balik libur Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah tersebut.

Hasilnya, 524 orang yang reaktif COVID-19 berhasil dideteksi Korlantas Polri dan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan ditangani lebih lanjut agar tidak menularkan virus ketika sampai di Jakarta.

"Ini sangat efektif. Bayangkan, kalau tidak kita lakukan wajib dan random (tes antigen), bagaimana 524 orang itu bisa menularkan yang lain," kata Istiono.

Diterbitkan di Berita