Agung Bakti Sarasa sindonews.com BANDUNG - Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) terus berpartisipasi dalam vaksinasi COVID-19 kepada lebih dari 8.000 alumni UI warga Jakarta dan Depok.

Pemberian vaksinasi pertama dilakukan untuk alumni lanjut usia (lansia) warga Jakarta di RSCM Kencana pada 11 Maret lalu dilanjutkan dukungan layanan vaksinasi drive thru untuk alumni UI di Depok dan dosen UI terhitung sejak 22 Maret hingga 21 Mei mendatang di RSUI Depok.

Ketua Umum ILUNI UI, Andre Rahadian menuturkan, program vaksinasi ini merupakan wujud dukungan terhadap pemerintah dalam mengatasi COVID-19 melalui program vaksinasi COVID.

"Kami membuka layanan sentra vaksinasi untuk alumni UI dan dosen UI yang diadakan di RSCM dan RSUI. Kami juga membuka kolaborasi dengan berbagai elemen, termasuk dengan swasta, seperti kerja sama vaksinasi drive thru dengan XL Axiata untuk vaksin di Depok dengan target tiga puluh ribu penerima vaksin selama durasi program," ujar Andre dalam keterangan resminya, Senin (12/4/2021) petang.

Andre mengungkapkan, sedikitnya 8.000 lebih warga Jakarta dan Depok menerima manfaat program ini, temasuk di antaranya alumni UI, pasangan alumni UI, keluarga dari alumni UI, serta dosen UI.
 
Andre menerangkan, program vaksinasi alumni di Jakarta pada 11 April 2021 kemarin merupakan vaksinasi kedua setelah sebelumnya ILUNI UI mengadakan vaksinasi tahap pertama pada 11 Maret 2021 lalu.

"Ada ratusan alumni yang berpartisipasi dalam program vaksinasi alumni pertama. Dalam program ini, ILUNI UI bekerja sama dengan RSCM dan atas pengawasan dari Dinkes Pemprov DKI Jakarta dan Kemenkes RI," ujarnya.

Lebih lanjut Andre menjelaskan, dalam program vaksinasi di RSCM, ILUNI UI berkontribusi dalam menyediakan relawan nakes dan non-nakes.

ILUNI UI juga membuka pendaftaran penerima vaksin, melakukan penjadwalan traffic management, serta pre-skrining untuk para lansia.

"Kami mendapatkan banyak dukungan dari RSCM dan juga dari relawan yang berasal dari ILUNI Fakultas," katanya.

Sementara itu, dalam progam vaksinasi Drive-Thru Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit di RSUI, ILUNI UI berkolaborasi dengan XL Axiata, UI, Kemenkes RI, Pemprov Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kota Depok.

Termasuk mitra bisnis lainnya, seperti Benih Baik, Protelindo, Tower Bersama Group, Alita, dan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

"Dalam program ini, ILUNI UI memberikan dukungan kepada pihak XL Axiata berupa penyediaan tenaga relawan non-medis yang membantu proses administrasi, menyediakan pelaksana teknis lapangan, membantu proses perizinan selama vaksinasi di RSUI, serta membantu dalam hal publikasi,” jelas Andre.

Sejauh ini, sudah ada total 3.577 penerima vaksin non-lansia, termasuk di dalamnya dosen UI, dosen PNJ, dan pelayanan publik serta 4.811 peserta vaksin lansia.

Sehingga, per 8 April 2021 lalu, tercatat 8.388 orang berpartisipasi dalam program vaksinasi Drive-Thru Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit.

Sementara itu, Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini menyatakan rasa terima kasih atas sinergi antara XL Axiata dan ILUNI UI dalam pelaksanaan progam vaksinasi Drive-Thru Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit.

Dia menyebut, ILUNI UI dan XL Axiata memiliki kesamaan visi-misi dalam mendukung program vaksinasi dari pemerintah.

Dia juga berharap, kerja sama yang terjalin mampu memberi dampak signifikan akan penyaluran vaksinasi kepada masyarakat.

"Tentunya merupakan suatu kehormatan bisa bekerja sama dengan RSUI dan ILUNI UI dalam program vaksinasi ini. Semoga kerja sama dapat terjalin lebih erat dan memberikan manfaat luas kepada masyarakat. XL Axiata berkomitmen untuk membantu penyelenggaraan vaksinasi sebagai bagian dari pencegahan penyebaran COVID-19," katanya.

Direktur Utama RSUI, Astuti Giantini menyampaikan apresiasinya atas dukungan berbagai pihak dalam penyediaan sentra vaksinasi untuk warga Depok dan dosen-dosen UI.

"RSUI mengapresiasi atas penyelenggaraan vaksin drive thru ini. Meski telah mendapatkan vaksin, tentunya kita tetap harus menerapkan protokol kesehatan. RSUI juga akan tetap memberi pelayanan terbaik untuk warga UI dan masyarakat," ujarnya.
 
 
Diterbitkan di Berita

Jakarta (ANTARA) - DPR akan mendukung semua kebijakan pemerintah untuk mendapatkan vaksin Covid-19 sebab pasokan vaksin sangat penting untuk bisa menekan kasus positif Covid-19.

"DPR tentu mendukung setiap kebijakan pemerintah dalam mendapatkan vaksin sesuai regulasi yang ada," kata Ketua Komisi IX DPR, Felly Estelita, di Jakarta, Senin.

Indonesia merupakan salah satu negara yang mengalami tantangan dalam pengadaan vaksin setelah negara produsen membatasi penjualan vaksin ke negara lain. Presiden Joko Widodo dalam KTT D-8 mengajak pemimpin negara lain menolak nasionalisme vaksin.

Vaksin merupakan barang publik sehingga tidak boleh ada pembatasan terhadap produksi dan distribusi. Estelita  mengatakan, penegasan sikap presiden dalam forum dunia tersebut amat penting. "Komisi IX DPR sejalan dengan sikap presiden yang menolak nasionalisme vaksin," kata dia.

Ia menilai ada beberapa hal yang harus dilakukan pemerintah untuk mencegah kekurangan stok vaksin karena ada embargo dari negara produsen.

"Pertama, tetap mengedepankan penerapan protokol kesehatan secara ketat," katanya.

Berikutnya, kata dia, pemerintah membuat penyesuaian penerima vaksin harus benar-benar tepat sasaran dan orang yang berisiko tinggi, seperti lanjut usia dan tenaga pendidik.

"Kemudian, pemerintah sudah saatnya memberikan kesempatan selebar-lebarnya dan seluas-luasnya untuk pengembangan vaksin dalam negeri," kata dia.

Ia melihat pemerintah sudah berupaya memenuhi kebutuhan stok vaksin Covid-19. Kemenlu dan Kemenkes katanya telah melakukan upaya diplomasi dalam pemenuhan kebutuhan stok vaksin.
 
"Dalam pemenuhan stok vaksin telah dilakukan upaya diplomasi oleh Kemenlu dan Kemenkes untuk bisa membuka peluang kerja sama dengan perusahaan kandidat vaksin," ujar dia.

Menteri Kesehatan, Budi Sadikin, mengatakan pemerintah menjalankan berbagai upaya untuk menjaga pasokan vaksin dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Jumat, 9 April. Seperti, negosiasi dengan Global Alliance for Vaccine and Immunization (GAVI) dan juga AstraZeneca.
 
Pemerintah Indonesia meminta GAVI dan AstraZeneca memenuhi komitmen dalam penyediaan vaksin. Khusus terkait AstraZeneca, pemerintah sudah melakukan pembicaraan tingkat tinggi di level bilateral.

Langkah lainnya adalah pemerintah mendorong pengadaan vaksin gotong-royong. Pengadaan untuk vaksin gotong-royong saat ini sudah mendapatkan komitmen dari Sputnik (Rusia), Cansino, dan Sinopharm.

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2021
Diterbitkan di Berita

New York (ANTARA) - Harga minyak turun tipis pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), di tengah meningkatnya pasokan dari produsen-produsen utama dan kekhawatiran atas gambaran beragam tentang dampak pandemi COVID-19 pada permintaan bahan bakar.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, patokan untuk minyak mentah AS, berkurang 28 sen atau 0,5 persen menjadi menetap pada 59,32 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Untuk minggu ini, Harga minyak WTI anjlok 3,5 persen. Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni, patokan global untuk minyak mentah, tergerus 25 sen atau 0,4 persen menjadi ditutup pada 62,95 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Untuk minggu ini, Brent merosot 3,0 persen. Tekanan turun telah diberikan oleh keputusan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, untuk meningkatkan pasokan sebesar dua juta barel per hari antara Mei dan Juli.

"Prospek permintaan minyak yang menguntungkan sebagian besar diimbangi oleh perkiraan peningkatan produksi OPEC+ yang bisa mendekati dua juta barel per hari pada akhir Juli," kata Presiden Ritterbusch and Associates, Jim Ritterbusch, di Galena, Illinois.

"Ujian sebenarnya hanya akan dihadapi sekarang setelah kelompok tersebut (OPEC+) sepakat pekan lalu untuk meningkatkan produksi secara signifikan dalam tiga bulan ke depan meskipun prospek permintaan masih lemah," kata Analis energi Commerzbank Research, Eugen Weinberg, dalam sebuah catatan pada Jumat (9/4/2021).

"Kami menduga OPEC+ mengambil keputusannya agak prematur kali ini dan harga akan berada di bawah tekanan dalam beberapa bulan mendatang mengingat kemungkinan surplus produksi," katanya.

Sementara itu pengebor AS mempertahankan jumlah rig minyak tidak berubah minggu ini, perusahaan jasa energi Baker Hughes Co mengatakan pada Jumat (9/4/2021), dengan analis memperkirakan lebih banyak rig diperlukan untuk menjaga produksi tetap stabil.

Penguncian yang diperbarui di beberapa bagian dunia dan masalah dengan program vaksinasi dapat mengancam prospek permintaan minyak.

Kepala Strategi Pasar Global Axi, Stephen Innes, mengatakan, harga minyak diperkirakan diperdagangkan dalam kisaran antara 60 dolar AS hingga 70 dolar AS karena investor mempertimbangkan faktor-faktor ini.

“Ada dorongan nyata di pasar berdasarkan akselerasi vaksinasi, peningkatan produksi, dan penguncian baru, itulah sebabnya kami bergerak ke samping,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC di New York.

Pembicaraan untuk membawa Iran dan Amerika Serikat kembali sepenuhnya ke dalam kesepakatan nuklir 2015 sedang membuat kemajuan, kata delegasi pada Jumat (9/4/2021), tetapi para pejabat Iran menunjukkan ketidaksepakatan dengan Washington mengenai sanksi mana yang harus dicabut.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021
Diterbitkan di Berita

Syaiful W Harahap tagar.id Jakarta – Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan jadwal pengiriman 100 juta dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca mengalami penundaan. Sementara, seorang pejabat memperingatkan bahwa keterlambatan pasokan tersebut dapat menghambat program vaksinasi nasional.

Menkes Budi mengatakan Indonesia hanya akan menerima 20 juta dosis vaksin AstraZeneca melalui kesepakatan bilateral pada 2021, lebih kecil dari kesepakatan semula sebanyak 50 juta dosis. Sebanyak 30 juta dosis sisanya, menurut Menkes, akan dikirim pada kuartal kedua 2022.

Indonesia juga dijadwalkan untuk menerima 54 juta dosis vaksin AstraZeneca secara bertahap melalui skema aliansi vaksin global COVAX. Namun, Budi mengatakan pembatasan ekspor oleh India akan menunda pengiriman tersebut pada April.

jokowi vaksinasi ambon

Presiden Jokowi meninjau vaksinasi massal Covid-19 di RSUP dr J. Leimena di Kota Ambon, Provinsi Maluku, Kamis, 25 Maret 2021 (Foto: setneg.go.id)

 

“Itu sesuatu yang tidak bisa kami terima dan kami sedang bernegosiasi dengan AstraZeneca. Jadi itu 100 juta dosis vaksin yang jadwalnya masih belum jelas,” ujarnya. AstraZeneca tidak segera menanggapi permintaan komentar. Sekretaris perusahaan BUMN farmasi, Bio Farma, yang mendistribusikan vaksin, menolak berkomentar.

Menurut Menkes Budi, karena penundaan itu laju vaksinasi perlu dipercepat antara Mei dan Juni 2021 dan dosis yang tersedia akan diberikan untuk para lansia dan guru. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan kepada Kantor Berita Reuters penundaan itu dapat berdampak pada program vaksinasi Indonesia "jika kami tidak mendapatkan vaksin lain sebagai pengganti."

 

jubir vaksinasi

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi. (Foto: voaindonesia.com/VOA-screenshot)

 

Selain AstraZeneca, Indonesia sangat bergantung pada vaksin yang diproduksi oleh Sinovac Biotech dari China untuk program vaksinasi yang dimulai pada Januari.

Pemerintah menargetkan untuk menjangkau 181,5 juta orang dalam waktu satu tahun sebagai upaya mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

Lebih dari 9,22 juta orang, setidaknya telah mendapatkan satu dosis vaksin melalui program vaksinasi nasional.

Pemerintah Indonesia telah berjuang untuk mengendalikan salah satu epidemi terburuk di Asia. Kasus virus corona di Tanah Air hingga Rabu, 7 April, mencapai lebih dari 1,54 juta dengan 42 ribu kematian (ah/au/ft)/Reuters/voaindonesia.com. []

Diterbitkan di Berita
Dita Angga Rusiana sindonews.com JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-10 D-8. KTT sendiri digelar di Dhaka, Bangladesh dan diikuti oleh delapan kepala negara atau kepala pemerintahan negara-negara anggota.

Pada kesempatan itu Jokowi melihat krisis global akibat pandemi justru bisa menjadi batu loncatan bagi semua negara anggota D-8 untuk terus maju.

"Kita punya potensi dan kekuatan untuk maju. Dengan total populasi 1,1 miliar jiwa dan potensi ekonomi yang hampir mencapai USD4 triliun, D-8 harus menjadi bagian penting agar dunia bisa keluar dari pandemi, agar dunia bisa kembali pulih," katanya dikutip dari pers rilis Biro Pers Setpres, Jumat (9/4/2021).

Jokowi juga menyampaikan, negara-negara D-8 harus tetap mendorong akses yang adil terhadap vaksin. Dia pun menyerukan penolakan adanya nasionalisme vaksin.

"Ketersediaan dan keterjangkauan vaksin merupakan kunci untuk keluar dari krisis. Namun, saat ini kita saksikan meningkatnya nasionalisme vaksin. Ini harus kita tolak. Kita harus mendukung vaksin multilateral," tegasnya.

Menurutnya vaksin covid-19 adalah barang publik global. Sehingga dunia perlu bersatu untuk memproduksi dan mendistribusikan vaksin untuk semua.

Maka dari itu dia mengatakan, dunia harus dapat menggandakan kapasitas produksi. Dia menegaskan bahwa tidak boleh ada pembatasan terhadap produksi dan distribusi vaksin.

"Di sinilah D-8 bisa berperan dalam menawarkan kapasitas produksi yang dimilikinya untuk meningkatkan produksi, mendorong akses yang sama terhadap vaksin, dan mendorong transfer teknologi," ungkapnya.

"Beberapa dari kita, termasuk Indonesia, tengah mengembangkan produksi vaksin sendiri. D-8 harus membuka kerja sama pengembangan dan produksi vaksin ke depan," lanjutnya.

Selain itu Jokowi juga menyampaikan bahwa negara-negara D-8 harus berkontribusi pada pemulihan ekonomi global. Dengan potensi perdagangan antarnegara anggota yang melebihi USD1,5 triliun, dia yakin D-8 dapat berkontribusi besar dalam pemulihan ekonomi global.

"Fasilitasi perdagangan intranegara D-8 harus didorong, hambatan perdagangan harus diminimalisir, intensifikasi intraperdagangan antarnegara anggota D-8 adalah kunci. Ini akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

Kemudian juga dia mengatakan bahwa D-8 harus mengembangkan teknologi digital. Menurutnya, digitalisasi, artificial intelligence, computing power, big data, dan data analytics telah melahirkan terobosan-terobosan baru. Di sisi lain juga merupakan ekonomi masa depan.

D-8 memiliki potensi yang besar, keunggulan demografi penduduk muda D-8 sekitar 323 juta orang atau sekitar 27,3%. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah penduduk muda negara G-7 sebesar 135 juta atau sekitar 17,3% dari total populasi.

"Investasi kepada kaum muda adalah investasi untuk masa depan. Untuk itu, inovasi harus terus ditumbuhkan, industri start-up harus terus didorong. Keunggulan D-8 sebagai negara mayoritas muslim harus dimanfaatkan. Pengembangan industri start-up berbasis syariah dapat dikembangkan," paparnya.
 
 
Diterbitkan di Berita

PIKIRAN RAKYAT – Dunia telah dilanda wabah Covid-19, tak terkecuali Tanah Air yang turut merasakan dampaknya. Sulit dimungkiri, masih banyak orang yang tidak mempercayai akan adanya bahaya virus Covid-19.

Teori konspirasi tentang Covid-19 pun menyebabkan masalah yang lebih besar, dengan anjuran tidak divaksinasi, memakai masker, atau mengikuti pedoman lain.

Beberapa teori aneh tentang virus tersebut telah mendorong orang percaya untuk membakar menara sel 5G , menutup klinik vaksinasi, atau bahkan menelan racun yang disebut-sebut sebagai obat.

Pakar misinformasi dan psikologi yang diwawancarai oleh The Associated Press, menawarkan beberapa kiat, soal bagaimana cara berbicara dengan teman atau keluarga, yang mempercayai teori konspirasi tentang Covid-19.

Berikut adalah 8 cara berbincang dengan orang yang percaya akan teori kospirasi Covid-19, sebagaimana Pikiran-Rakyat.com kutip dari AP News:

  1. Dengarkan, Jangan Berbicara

Pemercaya pada teori konspirasi kemungkinan besar tidak akan terpengaruh oleh orang yang mengejek pandangan mereka.

Alih-alih memberi sanggahan, dengarkan dan ajukan pertanyaan tentang bagaimana mereka menjadi tertarik pada teori konspirasi.

Dari mana mereka mendapatkan informasi, dan apakah mereka telah mempertimbangkan penjelasan lain. Jika memungkinkan, lakukan percakapan secara offline.

  1. Tetap Tenang

Berdebat dengan seseorang tentang teori konspirasi kemungkinan besar hanya akan menghasilkan tekanan darah yang lebih tinggi.

Ingatlah bahwa beberapa orang tidak akan berubah pikiran apa pun yang Anda katakan, dan memperdebatkan manfaat penggunaan masker atau vaksin, yang terbukti tidak akan meyakinkan mereka.

  1. Ganti Topik

Bahas pengalaman dan minat yang sama untuk membantu orang tersebut fokus pada koneksi pribadi. Jika seseorang terus memikirkan teori konspirasi, dengan sopan katakan Anda lebih suka membicarakan hal lain.

Sedangkan untuk meningkatkan pertahanan Anda sendiri terhadap teori konspirasi dan informasi yang salah tentang virus (atau topik lainnya), para ahli menyarankan hal berikut:

  1. Perluas Diet Media Anda

Memeriksa berbagai sumber berita, termasuk beberapa outlet utama lokal, nasional, dan internasional.

Hal tersebut adalah cara terbaik untuk tetap mendapat informasi dan menghindari lubang kelinci kesalahan informasi dan teori konspirasi. Jangan hanya mengandalkan media sosial untuk berita Anda.

  1. Periksa Sumber

Lihat untuk melihat siapa yang menulis konten, dan siapa yang dikutip di dalamnya. Apakah mereka dinamai? Apakah mereka memiliki posisi, atau pengalaman, yang memberikan kredibilitas pada klaim mereka? Apakah sudut pandang lain diungkapkan dalam artikel itu?

Berhati-hatilah dengan klaim yang dibuat oleh "orang dalam", poster internet anonim atau siapa pun yang mengutip desas-desus sebagai fakta.

Juga, periksa tanggalnya, informasi yang salah sering mengunggah foto atau berita lama dan mengklaim bahwa itu baru.

  1. Hati-Hati Terhadap Konten yang Bermain Dengan Emosi

Teori misinformasi dan konspirasi sering kali mengeksploitasi kemarahan, ketakutan, atau emosi lainnya. Berhati-hatilah dengan konten yang menampilkan bahasa yang sangat emosional, atau yang tampaknya dimaksudkan untuk membuat Anda marah.

Jika Anda membaca sesuatu yang benar-benar membuat Anda bersemangat, tunggulah sampai emosi Anda mereda sebelum memposting ulang atau mengirimkannya ke teman.

  1. Verifikasi Klaim Luar Biasa

Jika Anda membaca sesuatu yang membuat klaim luar biasa, yang tampaknya terlalu bagus, terlalu mengerikan atau terlalu aneh untuk menjadi kenyataan.Periksa untuk melihat apakah itu dilaporkan di tempat lain. Jika itu cerita penting, outlet lain akan mengkonfirmasi detailnya.

Berhati-hatilah dengan klaim yang meledak-ledak jika hanya dibuat di satu situs web atau oleh satu pengguna media sosial.

  1. Perbanyak hobi

Pandemi Covid-19 telah menjadi saat stres dan ketakutan yang meningkat bagi semua orang, dan ada banyak pertanyaan yang sah tentang virus.

Para ahli mengatakan kebiasaan sehat seperti olahraga, meditasi, hubungan positif, relawan, dan bahkan hobi dapat meredakan beberapa ketakutan,  dan membuat kita lebih tahan terhadap informasi yang salah dan teori konspirasi yang mengeksploitasi rasa takut atau amarah kita.***

 

Editor: Gita Pratiwi

Sumber: AP News

Diterbitkan di Berita

Rachel Schraer BBC News Indonesia

Penelitian menemukan bahwa orang yang didiagnosis dengan Covid-19 dalam enam bulan terakhir lebih mungkin mengalami depresi, demensia, psikosis, dan stroke.

Sepertiga dari orang yang pernah terinfeksi Covid-19 mengembangkan suatu kondisi psikologis atau neurologis, atau mengalami kondisi tersebut kambuh lagi.

Akan tetapi mereka yang dirawat di rumah sakit atau dalam perawatan intensif jauh lebih berisiko.

Para peneliti menyoroti efek stres, dan dampak langsung virus pada otak.

Sekelompok ilmuwan di Inggris memeriksa catatan medis lebih dari setengah juta pasien di AS, serta peluang mereka mengembangkan salah satu dari 14 kondisi psikologis atau neurologis yang umum, termasuk:

  • pendarahan otak
  • stroke
  • Parkinson
  • Sindrom Guillain-Barré
  • demensia
  • psikosis
  • gangguan mood
  • gangguan kecemasan

Para peneliti menjelaskan, kegelisahan dan gangguan mood adalah diagnosis paling umum di antara mereka yang terinfeksi Covid-19, dan ini kemungkinan disebabkan oleh stres akibat pengalaman sakit parah atau dibawa ke rumah sakit.

Kondisi seperti stroke dan demensia lebih mungkin disebabkan oleh dampak biologis dari virus itu sendiri, atau reaksi tubuh terhadap infeksi secara umum.

Covid-19 tampaknya tidak berkaitan dengan peningkatan risiko Parkinson atau sindrom Guillain-Barré (risiko dari flu).

Sebab dan akibat

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Lancet Psychiatry ini bersifat observasional. Jadi para peneliti tidak dapat mengatakan apakah Covid-19 merupakan penyebab diagnosis - dan beberapa orang akan mengalami stroke atau depresi dalam enam bulan ke depan, terlepas dari infeksi Covid.

Tetapi dengan membandingkan sekelompok orang yang pernah menderita Covid-19 dengan dua kelompok - penderita flu dan penderita infeksi saluran pernapasan lainnya - para peneliti di Universitas Oxford menyimpulkan bahwa Covid-19 berkaitan dengan lebih banyak kondisi otak daripada penyakit pernapasan lainnya.

Para peserta dicocokkan berdasarkan usia, jenis kelamin, etnis, dan kondisi kesehatan, agar dapat dibandingkan sebaik mungkin.

Penderita Covid-19 16% lebih mungkin mengembangkan gangguan psikologis atau neurologis setelah sakit dibandingkan penderita infeksi pernapasan lainnya, dan 44% lebih mungkin dibandingkan orang yang pulih dari flu.

Selain itu, semakin parah penyakit pasien, semakin besar kemungkinan mereka untuk didiagnosis dengan gangguan kesehatan mental atau gangguan otak.

Gangguan mood, kecemasan, atau psikotik mempengaruhi 24% dari semua pasien tetapi angka ini meningkat menjadi 25% pada mereka yang dirawat di rumah sakit, 28% pada orang yang dalam perawatan intensif, dan 36% pada orang yang mengalami delirium (kebingungan parah, mengigau) saat sakit.

Stroke memengaruhi 2% dari semua pasien Covid-19, bertambah menjadi 7% dari mereka yang dirawat di ICU, dan 9% dari mereka yang mengalami delirium.

Dan demensia didiagnosis pada 0,7% dari semua pasien Covid-19, namun 5% dari mereka yang merasakan delirium sebagai gejala.

Dr Sara Imarisio, kepala divisi riset di Alzheimer's Research UK, mengatakan: "Studi-studi sebelumnya menyoroti bahwa orang dengan demensia risikonya lebih tinggi untuk menderita Covid-19 yang parah. Studi terbaru ini menyelidiki apakah hubungan ini juga berlaku sebaliknya (penderita Covid-19 yang parah lebih berisiko mengembangkan demensia)."

"Studi ini tidak berfokus pada penyebab hubungan ini dan penting bagi para peneliti untuk mengetahui apa yang mendasari temuan ini."

Terdapat bukti bahwa virus dapat masuk ke dalam otak dan menyebabkan kerusakan langsung, profesor neurologi Masud Husain dari Universitas Oxford menjelaskan.

Ini dapat memberi efek tidak langsung lainnya, misalnya memengaruhi pembekuan darah yang dapat menyebabkan stroke. Dan peradangan biasa yang terjadi di dalam tubuh saat merespons infeksi dapat memengaruhi otak.

Bagi lebih dari sepertiga orang yang mengembangkan satu atau lebih dari kondisi tersebut, ini adalah diagnosis pertama mereka.

Tetapi bahkan bagi mereka yang sejak awal mengidap kondisi tersebut, dan kambuh lagi setelah terinfeksi, para peneliti mengatakan ini tidak menghapus kemungkinan bahwa Covid-19 menyebabkan episode baru penyakit.

Prof Dame Til Wykes, di Institute of Psychiatry, Psychology and Neuroscience, King's College London, mengatakan: "Studi ini menegaskan kecurigaan kami bahwa diagnosis Covid-19 tidak hanya terkait dengan gejala pernapasan, tetapi juga terkait dengan masalah kejiwaan dan neurologis.

"Mengamati [kondisi pasien] lebih dari enam bulan setelah diagnosis menunjukkan bahwa "efek samping"dapat muncul lebih lama dari yang diperkirakan - hal yang tidak mengherankan bagi mereka yang menderita Covid jangka panjang.

"Meskipun sesuai harapan, hasilnya lebih serius pada mereka yang dirawat di rumah sakit, penelitian ini menunjukkan bahwa efek serius juga terlihat pada mereka yang tidak dirawat di rumah sakit."

 

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, REQnews - Uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) dilakukan Pemprov DKI Jakarta mulai Rabu, 7 April 2021. Untuk sementara, uji coba baru dilakukan di 85 sekolah.

Namun, kondisi pandemi yang saat ini masih belum berakhir membuat banyak orang tua belum mau memberi izin anaknya untuk mengikuti kegiatan PTM.

Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, baru 20-30 persen orangtua yang mengizinkan anaknya mengikuti sekolah tatap mukai sebab masih khawatir dengan penularan Covid-19. "Orangtua tentu masih khawatir," katanya, Rabu, 7 April 2021.

 

Meski demikian, Riza mengungkapkan belum semua orangtua di Ibu Kota yang disurvei. Riza mengingatkan sistem belajar tatap muka dicampur daring ini baru berlaku di 85 sekolah. Uji coba sekolah tatap muka Jakarta dari tingkat SD hingga SMA dimulai 7-29 April 2021.

Riza menambahkan, akan membuka lebih banyak sekolah jika uji coba di 85 sekolah berhasil. "Mudah-mudahan bisa meyakinkan kita semua bahwa sapras (sarana prasarana) bisa disiapkan dengan baik termasuk pendidik.

Jika ini berhasil, maka ke depan kami mempertimbangkan untuk memperluas kembali," ujarnya. Dirnya menegaskan, bahwa pemerintah DKI akan memastikan sarana dan prasarana pendukung sekolah tatap muka tersedia lengkap.

Tenaga pendidik dan guru juga harus sudah mendapat suntikan vaksin Covid-19. Upaya ini diharapkan membuat 100 persen orangtua percaya dengan sekolah tatap muka bersistem campuran.

Menurut dia, Gubernur DKI Anies Baswedan bakal mengevaluasi sekolah tatap muka dua bulan mendatang. Pendapat para ahli dan pakar juga bakal dipertimbangkan.

"Kami akan putuskan apakah di tahun ajaran baru ke depan kita akan melanjutkan dengan uji coba terbatas yang diperluas atau melaksanakan tatap muka terbatas," ujarnya.

Diterbitkan di Berita

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 10.666 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 862 positif dan 9.804 negatif. Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 3.665 orang dites, dengan hasil 74 positif dan 3.591 negatif. 

“Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 326.647. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 63.961. Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta naik sejumlah 279 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 6.296 (orang yang masih dirawat/ isolasi)," kata Dwi Oktavia di Jakarta, Rabu (7/4/2021).

Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 388.338 kasus. Dari jumlah total kasus tersebut, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 375.651 dengan tingkat kesembuhan 96,7%, dan total 6.391 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,7%.  

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 9,8%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,2%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%. 

Sementara itu, proses vaksinasi juga masih terus berlangsung. Adapun jumlah sasaran vaksinasi tahap 1 dan 2 (tenaga kesehatan, lansia, dan pelayan publik) sebanyak 3.000.689 orang.

Total vaksinasi dosis 1 saat ini sebanyak 1.415.143 orang (47,2%) dan total vaksinasi dosis 2 kini mencapai 580.965 orang (19,4%). 

Rinciannya, yaitu untuk tenaga kesehatan, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 122.326 orang (108,9%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 106.437 orang (94,8%), dengan target vaksinasi sebanyak 112.301 orang.

Sedangkan, pada kelompok lansia, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 496.569 orang (54,5%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 124.880 orang (13,7%), dengan target vaksinasi sebanyak 911.631 orang.

Pada kelompok pelayan publik, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 796.248 orang (40,3%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 349.648 orang (17,7%), dengan target vaksinasi sebanyak 1.976.757 orang. 

Pemprov DKI Jakarta telah menyediakan tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU dalam penanganan COVID-19. Berdasarkan data terakhir hingga 28 Maret 2021, terdapat peningkatan kapasitas tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU di 106 RS rujukan.

Untuk tempat tidur isolasi sejumlah 7.692, persentase keterisiannya sebesar 49% dengan total pasien isolasi sebanyak 3.774 orang. Sedangkan, untuk tempat tidur ICU sejumlah 1.137, persentase keterisiannya sebesar 54% dengan total pasien ICU sebanyak 610 orang.

Melalui Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, penindakan atas pelanggaran penggunaan masker dan pendataan buku tamu juga akan digencarkan, begitu pula dengan bentuk pelanggaran-pelanggaran PSBB lainnya. 

Sehingga, harapannya, masyarakat dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan turut berpartisipasi dalam memutus mata rantai penularan COVID-19. 

Berdasarkan laporan harian Satpol PP Provinsi DKI Jakarta hingga 6 April 2021 pukul 18.00 WIB, telah dilakukan penertiban dengan rincian sebagai berikut:

A. PERORANGAN (Tidak Memakai Masker)

- Kerja Sosial = 2.602

- Denda = 30

- Jumlah = 2.632

B. RESTORAN / RUMAH MAKAN

- Denda   = 0

- Penghentian Sementara Kegiatan 1x24 jam = 3

- Penghentian Sementara Kegiatan 3x24 jam = 0

- Teguran Tertulis = 15

- Pembubaran = 4

- Pembekuan Sementara/Pencabutan Izin = 0

- Tidak ditemukan Pelanggaran = 306

- Jumlah = 328

C. PERKANTORAN, TEMPAT USAHA, TEMPAT INDUSTRI

- Denda   = 0

- Penghentian Sementara Kegiatan 3x24 Jam  = 0

- Teguran Tertulis = 12

- Pembekuan Sementara/Pencabutan Izin = 0

- Tidak ditemukan Pelanggaran = 377

- Jumlah = 389

NILAI DENDA

- Perorangan = Rp4.100.000

- Tempat Usaha Makan Minum / Restoran / rumah Makan = Rp - 

- Tempat Kerja / Kantor/ Tempat Industri = Rp -

-Jumlah = Rp4.100.000

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan 3M, lantaran kasus positif COVID-19 yang masih terus bertambah.

Kendati Pemprov DKI Jakarta terus meningkatkan 3T, diperlukan kerja bersama masyarakat untuk memutus mata rantai penularan virus ini. 

Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Zona merah atau wilayah dengan risiko penularan virus corona tinggi di Indonesia saat ini berjumlah 10 kabupaten/kota. Data itu bersumber dari catatan perkembangan terakhir Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 per 4 April.

Adapun daerah yang masuk kriteria zona merah pada pekan ini bertambah dari data pekan lalu yang hanya mencatat lima zona merah. Kota Tangerang Selatan tercatat satu-satunya daerah di Pulau Jawa yang masuk kategori zona merah pekan ini.

Sepuluh kabupaten/kota yang tercatat masuk zona merah dalam pekan ini, tiga diantaranya dari Provinsi Bali, yakni Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, dan Kabupaten Buleleng.

Tiga daerah juga berasal dari Kalimantan Tengah, yakni Kota Palangkaraya, Kabupaten Kapuas, dan Kabupaten Barito Timur.

Selanjutnya Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan; Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB); Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung; dan Kota Tangerang Selatan, Banten.

Lebih lanjut, penurunan jumlah zonasi terjadi di zona oranye atau wilayah dengan risiko sedang penularan Covid-19. Dari pekan lalu tercatat sebanyak 301 wilayah zona oranye, sementara pekan ini tersisa 289 kabupaten/kota zona oranye.

Tercatat, lima kota administrasi di DKI Jakarta tergabung dalam zona oranye ini, mereka yakni Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara.

Sedangkan untuk zona kuning atau wilayah dengan risiko rendah penularan Covid-19 tersisa 207 wilayah. Jumlah itu mengalami kenaikan dari pekan lalu yang hanya mencatat 201 kabupaten/kota masuk dalam zona kuning.

Sementara itu, tujuh kabupaten/kota masuk dalam kategori zona hijau tidak ada kasus. Mereka yakni tiga daerah dari Sumatera Utara yakni kabupaten Nias Barat, Nias Selatan dan Nias Utara. Dua daerah dari Papua, yakni Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Mamberamo Raya.

Sedangkan dua lainnya berasal dari Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara dan Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku.

Satgas Covid-19 juga mencatat satu wilayah yang tidak terdampak virus corona hingga saat ini adalah kabupaten Dogiyai di Papua.

Secara kumulatif, sebanyak 1.542.516 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 1.385.973 orang dinyatakan pulih, 114.566 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 41.977 lainnya meninggal dunia.

Data terakhir yang dirilis Satuan Tugas Penanganan Covid-19 terakhir Selasa (6/4) mencatat terdapat penambahan kasus Covid-19 sebanyak 4.549 orang. Untuk kasus sembuh terdapat penambahan sebanyak 4.296 kasus, dan kasus meninggal 162 kasus baru.

(khr/wis)

Diterbitkan di Berita