okezone.com JAKARTA - Nama dr Lois Owien mendadak menjadi perbincangan masyarakat di Indonesia. Bukan hanya soal tak percaya adanya Covid-19, wanita yang mengaku sebagai dokter namun namanya tak tertera dalam IDI ini juga sempat menyenggol pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.

Dalam akun Instagramnya 18 Februari 2021 lalu, ia tampak mengomentari Raffi yang sudah menjalani vaksin Covid-19. Dengan tega, ia menyebut bahwa Nagita Slavina akan menjadi seorang janda.

 

 

Raffi Ahmad dan Nagita Slavina

 

"Rafi Ahmad ini sudah disuntik vaksin flu kan?? Ingat suami BCL?? Nah, bisa kejadian mendadak seperti itu. Karena Rafi Ahmad ini SDH menyimpan etil mercury dan formaldehid di tubuhnya," tulis dr Lois sambil menyertakan foto Raffi, Nagita, dan Rafathar.

"Begitu rajin minum susu calsium dan obat penurun kolesterol(Statin,Lipitor). Maka...istrinya akan jadi Janda kembang," sambungnya.

Meski sudah hampir 5 bulan tulisan itu diunggahnya di akun sosial media, tetapi netizen terlihat cukup bersemangat untuk berkomentar. Bahkan mereka terlihat menyebut kolom komentar dengan meninggalkan pesan menohok untuk dr Lois.

"Ini dokter atau dukun," tulis vhasyifaa.

"Ini lah bun,kalau masuk fakultas kedokteran jalur haram wkwk," tulis fathur.sahita.

"Ini pas kuliah ni pasti suka nitip absen ya," tulis virginiachabelita_.

"Katanya org berpendidikan, tp kok begini sich cara penyampaiannya. Seenak jidatnya ngomong," tulis kenzo.muvilan.

 

(aln)

Diterbitkan di Berita
Konten ini diproduksi oleh kumparan
 
Program Vaksin Gotong Royong (VGR) saat ini dikhawatirkan dapat berbenturan dengan vaksin program pemerintah. Apalagi rencananya, vaksin tersebut bisa dibeli individu di apotek Kimia Farma.
Saat ini, vaksinasi oleh pemerintah telah menggunakan vaksin Sinovac dan juga AstraZeneca. Sementara untuk VGR sendiri menggunakan Sinopharm dan juga Cansino.
 
Menanggapi adanya kekhawatiran tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan VGS jelas tak akan berbenturan dengan program pemerintah. Sebab, merek yang dipakai saja berbeda.
 
'' Vaksin Gotong Royong juga opsi, tetap semua rakyat bisa akses vaksin gratis dan hanya ditetapkan vaksin Sinopharm dan Cansino. Tidak akan berbenturan dengan program pemerintah.
Dan diskusinya karena ditanggung individu, ini dapat meringankan APBN jadi akhirnya kita buka dan Vaksin Gotong Royong yang lambat ini bisa jadi pilar baru untuk mempercepat vaksinasi ini,'' jelas Budi dalam rapat dengan Komisi IX DPR, Selasa (13/7).
 
Menkes: Vaksin Sinopharm yang Didapat dari Hibah Tak Akan Dijual (1)
Vaksin Sinopharm. Foto: Shutter Stock
 
Terkait pemerintah Indonesia yang juga bakal memperoleh vaksin Sinopharm dari pemerintah Uni Emirat Arab (UEA), Menkes menegaskan bahwa 500 ribu dosis Sinopharm tersebut tidak dijual. Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 18 Tahun 2021, tertulis bahwa vaksin yang merupakan hibah tidak boleh diperjualbelikan.
 
Namun dalam kondisi tertentu, vaksin yang digunakan dalam VGR boleh sama dengan pemerintah selama yang diperoleh pemerintah adalah hibah. Hal ini yang terjadi pada vaksin Sinopharm.
 
''Ada pertanyaan vaksin Sinopharm 500 ribu hibah itu bagaimana? Saya ingin memastikan 500 ribu Sinopharm dan akan tambah lagi 250 ribu hibah pribadi dari raja UAE ke Presiden Jokowi tidak dijual oleh Bio Farma. Itu dipegang Kemenkes, kami sangat hati-hati dalam mengeluarkan. Dan kami minta arahan Bapak Presiden dan arahannya tadinya bakal dipakai buat haji,'' jelasnya.
 
Rencana penggunaan vaksin hibah Sinopharm tersebut semulanya diperuntukkan bagi calon jemaah haji. Kemudian dialihkan pada para penyandang disabilitas yang berada di zona merah.
''Tapi karena haji tidak jadi, sudah diarahkan ke difabel yang bisu, tuli, cacat, dan lain-lain di zona-zona merah,'' tutup Budi.
Diterbitkan di Berita
Sarah Oktaviani Alam - detikHealth Jakarta - Belum lama ini, para ilmuwan di seluruh dunia tengah meneliti untuk mencampurkan dua dosis vaksin yang berbeda, seperti vaksin Pfizer untuk dosis pertama dan dosis kedua dengan AstraZeneca atau sebaliknya.

Namun, melihat fenomena ini kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Soumya Swaminathan menyarankan agar tidak melakukan 'mix and match' alias mengkombinasikan beberapa vaksin COVID-19 dari berbagai produsen.

Menurutnya, tindakan ini bisa menjadi 'tren berbahaya' karena hanya ada sedikit data terkait dampak kesehatannya.

"Ini sedikit tren yang berbahaya di sini. Kami berada di zona yang masih belum memiliki banyak data dan bukti untuk 'mix and match' (vaksin)," kata Soumya Swaminathan dalam briefing online yang dikutip dari Fox News, Selasa (13/7/2021).

 Swaminathan mengatakan saat ini penelitian sedang berlangsung. Tetapi, mengutip temuan awal dari Universitas Oxford, kombinasi antara vaksin AstraZeneca untuk dosis pertama dan Pfizer pada dosis kedua bisa menginduksi antibodi dan respons sel T yang lebih tinggi daripada sebaliknya.

Namun, respons antibodi tertinggi didapatkan setelah pemberian dua dosis Pfizer-BioNTech. Sementara respons sel T tertinggi bisa didapatkan setelah menerima suntikan AstraZeneca yang diikuti dengan Pfizer.

"Ini akan menjadi situasi kacau di negara-negara jika warga mulai memutuskan kapan dan siapa saja yang seharusnya mendapatkan dosis kedua, ketiga, dan keempat," kata Swaminathan mengingatkan.

(sao/up)

Diterbitkan di Berita
 
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Keuangan mencatat realisasi belanja pengadaan vaksin COVID-19 telah mencapai Rp10,2 triliun untuk 59,3 juta dosis per 10 Juli 2021. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, sejak Januari hingga 10 Juli 2021 tercatat sekitar 51 juta dosis vaksin sudah disuntikkan kepada masyarakat Indonesia.

"Jumlah dosis vaksinasi pertama sebanyak 36,19 juta dosis dan vaksinasi kedua 14,97 juta dosis," kata Sri Mulyani saat paparan dalam Rapat Kerja Badan Anggaran DPR-RI, di Jakarta, Senin. Menurut dia, sebanyak 68,7 juta dosis vaksin COVID-19 telah didistribusikan ke seluruh Indonesia dari 78,2 juta dosis yang telah dirilis, termasuk vaksin hibah.

Seiring dengan peningkatan pasokan vaksin tersebut, jumlah vaksinator juga ditambah melalui TNI/Polri, Bidan, serta tenaga lainnya. Bendahara Negara menjelaskan, hal tersebut lantaran peningkatan tren vaksinasi sejak Januari dan pada awal Juli 2021 sudah menembus target satu juta dosis per hari.

Selanjutnya, target vaksinasi harian pada Agustus 2021 yakni dua juta dosis per hari dan September 2021 sebanyak tiga juta dosis per hari. "Target ini untuk mengejar herd immunity, supaya pemulihan ekonomi dan mobilisasi masyarakat tidak menimbulkan kenaikan jumlah COVID-19," ujar dia.
Sementara itu, Sri Mulyani menyebutkan realisasi klaim pasien COVID-19 mencapai Rp11,1 triliun per 9 Juli 2021 dan telah dialokasikan tambahan sebesar Rp11,97 triliun.

 

Pewarta: Agatha Olivia Victoria/Royke Sinaga
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Diterbitkan di Berita
sindonews.com JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Dedy Permadi dalam keterangan persnya di akun YouTube Sekretariat Presiden menyebutkan bahwa kedatangan vaksin Moderna hari ini akan diutamakan untuk perlindungan para nakes.
"Kita bersyukur siang tadi baru menerima 3 juta lebih vaksin moderna dari Amerika Serikat yang sudah disetujui penggunaannya oleh WHO dan BPOM," ujar Dedy Permadi, Minggu (11/7/2021).
 
Ia mengungkapkan vaksin tersebut diperuntukkan khusus untuk menjamin keselamatan nakes yang setiap hari harus berinteraksi dengan pasien Covid-19 baik yang bergejala ringan, sedang, hingga berat.
"Dan kebijakan Kementerian Kesehatan adalah memberikannya kepada yang paling membutuhkan yakni tenaga kesehatan yang sedang merawat 376.015 saudara kita yang sedang berjuang melawan Covid-19 per hari ini," tambah Dedy Permadi.

Ia berharap kehadiran vaksin tersebut diharapkan dapat meningkatkan semangat dan daya juang nakes. "Meskipun 100% tenaga kesehatan sudah menerima dosis lengkap, namun perlindungan tambahan ini membuat mereka akan semakin semangat meningkatkan angka kesembuhan," tandas Dedy Permadi. [Carlos Roy Fajarta]
 
Diterbitkan di Berita

Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi mengemukakan harga vaksin dosis lengkap Sinopharm berbayar untuk individu ditetapkan pemerintah Rp879.140 per orang.

"Harga itu sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021," kata Siti Nadia Tarmizi melalui pesan singkat di Jakarta, Minggu pagi.

Keputusan Menteri Kesehatan tersebut berisi tentang sejumlah aturan terkait penetapan besaran harga pembelian vaksin produksi Sinopharm melalui penunjukan PT Bio Farma (Persero) dalam pelaksanaan pengadaan vaksin COVID-19 dan tarif maksimal pelayanan untuk pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong.

Sesuai dengan aturan tersebut, kata dia, harga vaksin per dosis Rp321.660 ditambah dengan harga layanan Rp117.910 sehingga harga per dosis vaksin yang dibebankan kepada penerima manfaat seharga Rp439.570 per dosis.

"Untuk satu orang kan butuhnya dua dosis, jadi dikalikan dua menjadi totalnya Rp879.140," kata Siti Nadia.

Sebelumnya dalam sesi diskusi daring, Guru Besar Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan makin banyak orang yang divaksin itu akan semakin bagus.

"Kalau bisa makin banyak orang divaksin dengan apapun juga caranya dan makin cepat makin bagus," katanya saat menjawab pertanyaan seputar vaksinasi berbayar bagi individu di Indonesia.

Ia mengatakan vaksinasi bukan hanya COVID-19. Indonesia telah mengawali program vaksinasi sudah berpuluh-puluh tahun yang lalu.

"Vaksin kalau mau gratis bisa di puskesmas atau di posyandu. Kalau mau pergi ke rumah sakit A atau B ya bayar. Memang ada opsi itu dibuka buat vaksinasi anak seperti BCG, DPT dan lainnya," katanya.

Negara seperti India, kata dia, juga melakukan hal yang sama. "Jadi vaksinasi gratis juga diberikan. Tapi kalau orang mau pergi ke dokter pribadi yang rumah sakitnya bagus, yang pakai AC yang tidak panas-panasan itu bayar," katanya.

Namun juga tidak memungkiri bahwa banyak juga negara lain yang 100 persen menggratiskan vaksinasi bagi penduduknya. "Jadi itu, silakan ditimbang yang baik yang mana," demikian Tjandra Yoga Aditama.

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Diterbitkan di Berita

Siti Fatimah - detikFinance Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan dalam waktu dekat RI akan kembali kedatangan vaksin COVID-19. Dia mengatakan, setidaknya ada total 441 juta dosis vaksin yang dikumpulkan Indonesia hingga akhir tahun 2021.

Adapun pada bulan ini pihaknya akan menerima dosis vaksin sebanyak 33 juta dari Amerika Serikat. "Seperti tadi Pak Menko sampaikan, terima kasih kepada teman-teman dari Amerika yang sudah memberikan moderna 4 juta akan datang bertahap, tahap pertamanya akan datang minggu ini," kata Budi dalam konferensi pers PPKM Luar Jawa-Bali, Jumat (9/7/2021).

Kemudian vaksin selanjutnya akan datang dari Jepang sebanyak 2,1 juta dosis. Budi mengatakan, sebagian sudah diterima dan total dosis akan datang di pekan ini.

Lalu ada vaksin dari Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) COVAX sebanyak 3,4 juta dosis. Dengan begitu, kata dia, semakin banyak vaksin yang diterima maka akan mempercepat proses vaksinasi bagi masyarakat.

"Makin banyak vaksin yang datang, kita bisa menyuntikan ini ke rakyat kita dengan lebih cepat," ujarnya.

Pada Juli, Indonesia akan menerima 33 juta dosis vaksin COVID-19, berlanjut Agustus sebanyak 45 juta dosis dan naik hingga puncaknya pada Oktober 2021 sebanyak 85 juta dosis vaksin COVID-19.

"Walaupun data ini berubah even setiap hari karena memang ada ketidakpastian dari sisi suplainya. Setidaknya kalau kita lihat secara akumulasi sampai akhir tahun ini kita bisa menerima 441 juta dosis," jelasnya.

Sekedar diketahui, untuk mencapai herd immunity, Indonesia menargetkan vaksinasi pada 181,5 juta jiwa atau setara dengan 363 juta dosis. Dengan total vaksin tersebut, Budi menyebut seharusnya sudah dapat memenuhi kebutuhan vaksin di Indonesia.

"Seperti teman-teman ingat target vaksinasi 181,5 juta orang atau 363 juta dosis. Harusnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi seluruh target populasi kita," pungkasnya.

(eds/eds)

Diterbitkan di Berita
Konten ini diproduksi oleh kumparan 
 
Penasihat Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat Jake Sullivan berkomunikasi dengan Menlu Retno Marsudi, Sabtu (3/7). Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Emily Horne, mengungkapkan dalam komunikasi itu, Jake Sullivan menegaskan dukungan AS kepada masyarakat Indonesia yang tengah menghadapi lonjakan kasus COVID-19.
  
"Mr. Sullivan mengatakan AS akan mendonasikan 4 juta dosis vaksin Moderna ke Indonesia dan vaksin tersebut akan dikirim melalui COVAX secepat mungkin," kata Horne dalam keterangannya yang dikutip kumparan.
Selain itu, Jake Sullivan dan Retno juga membahas rencana AS untuk meningkatkan bantuan penanganan kasus COVID-19 di Indonesia.
 
Amerika Serikat Donasikan 4 Juta Dosis Vaksin Moderna untuk Indonesia (1)
Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan. Foto: Tom Brenner/REUTERS
 
"Mr. Sullivan menyoroti pentingnya pemerintahan Biden-Harris di Indonesia, Asia Tenggara, dan mengakhiri pandemi secara lebih luas dan menjanjikan dukungan berkelanjutan dan keterlibatan tingkat tinggi," pungkasnya.
 Sebelumnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan Indonesia akan mendapatkan bantuan vaksin Moderna dari AS.
 
Ia berharap dengan bantuan vaksin dari AS, akan semakin banyak dosis vaksin yang didapatkan untuk mempercepat target vaksinasi Indonesia.
"Kalau dapat mungkin akan ada 10 juta [dosis vaksin] dari Australia dan dari Amerika 4 juta dosis Moderna. Jadi semakin banyak dosis vaksin yang akan kita dapatkan. Kalau lebih banyak lagi, maka terima kasihnya lebih banyak," kata Budi dalam jumpa pers virtual, Kamis (1/7).
Diterbitkan di Berita
Ardela Nabila - detikHealth Jakarta - Vaksinasi COVID-19 bagi anak dan remaja sudah dimulai. Berikut ini daftar lokasi vaksin COVID-19 untuk anak 12-17 tahun di DKI Jakarta dan sekitarnya.

Kementerian Kesehatan RI sudah resmi memulai pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi anak usia 12-17 tahun. Hal tersebut berdasarkan Surat Edaran nomor HK.02.02/I/1727/2021 tentang Vaksinasi Tahap 3 Bagi Masyarakat Rentan serta Masyarakat Umum dan Vaksinasi Anak Usia 12-17 Tahun.

Bagi anak dan remaja usia 12-17 tahun yang ingin divaksin, salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah dengan membawa Kartu Keluarga atau dokumen lainnya yang mencantumkan NIK (Nomor Induk Kependudukan) anak.

Sementara itu, mekanisme pelaksanaannya masih sama dengan vaksinasi COVID-19 untuk orang dewasa, yakni tahap screening, pelaksanaan, dan observasi. Jenis vaksin yang digunakan dalam vaksinasi COVID-19 anak usia 12-17 tahun ini pun sudah ditetapkan oleh Pemerintah.

"Menggunakan vaksin Sinovac dengan dosis 0,5 ml sebanyak dua kali pemberian dengan jarak atau interval minimal 28 hari," tulis Kemenkes.

Berikut ini daftar lokasi vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 12-17 tahun di DKI Jakarta.

(Update 3 Juli 2021)

Rumah Sakit Lapangan Artha Graha Peduli (Rumkitlap AGP) (Jakarta Utara)

Jadwal: Senin-Sabtu pukul 10.00-14.00 WIB.

Syarat:

  • Terbuka untuk semua WNI berusia di atas 12 tahun yang memiliki NIK.
  • Penyandang disabilitas.
  • Membawa identitas diri berupa KTP atau Kartu Keluarga.
  • Melakukan pendaftaran online melalui TAUTAN INI
  • Bisa mendaftar offline, tetapi kuota terbatas.

Mall Artha Gading, Function Hall Lantai 5 (Jakarta Utara)

Jadwal: Senin-Sabtu pukul 10.00-14.00 WIB.

Syarat:

  • Terbuka untuk semua WNI berusia di atas 12 tahun yang memiliki NIK.
  • Penyandang disabilitas.
  • Membawa identitas diri berupa KTP atau Kartu Keluarga.
  • Melakukan pendaftaran online melalui TAUTAN INI
  • Bisa mendaftar offline, tetapi kuota terbatas.

SCBD, Lot 8 (ex. Live Space) (Jakarta Selatan)

Jadwal: Senin-Sabtu pukul 10.00-14.00 WIB.

Syarat:

  • Terbuka untuk semua WNI berusia di atas 12 tahun yang memiliki NIK.
  • Penyandang disabilitas.
  • Membawa identitas diri berupa KTP atau Kartu Keluarga.
  • Melakukan pendaftaran online melalui TAUTAN INI
  • Bisa mendaftar offline, tetapi kuota terbatas.

Hotel Borobudur Jakarta, Hall Majapahit (Jakarta Pusat)

Jadwal: Senin-Sabtu pukul 10.00-14.00 WIB.

Syarat

  • Terbuka untuk semua WNI berusia di atas 12 tahun yang memiliki NIK.
  • Penyandang disabilitas.
  • Membawa identitas diri berupa KTP atau Kartu Keluarga.
  • Melakukan pendaftaran online melalui TAUTAN INI
  • Bisa mendaftar offline, tetapi kuota terbatas.

Summarecon Mall Serpong, Gedung Parkir L6 SMS 2 (Kabupaten Tangerang)

Jadwal: Minggu, 4 Juli 2021 pukul 08.00-14.00 WIB.

Syarat:

  • Membawa KTP/Kartu Keluarga/surat keterangan domisili di Kabupaten Tangerang
  • Berusia 12 tahun ke atas.
  • Belum pernah terdaftar vaksinasi.
  • Melakukan pendaftaran di 
  • Informasi lebih lanjut hubungi (021) 5422-0811 atau 0813-1772-0859.

Rumah Sakit St. Carolus Summarecon Serpong (Kabupaten Tangerang)

Jadwal: Senin, 5 Juli 2021 pukul 08.00-12.00 WIB.

Syarat:

  • Membawa KTP/Kartu Keluarga/surat keterangan domisili di Kabupaten Tangerang
  • Berusia 12 tahun ke atas.
  • Belum pernah terdaftar vaksinasi.
  • Melakukan pendaftaran di 
  • Informasi lebih lanjut hubungi (021) 5422-0811 atau 0813-1772-0859.

Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Universitas Indonesia (RSKGM UI) (Jakarta Pusat)

Syarat:

  • Berusia 12-17 tahun.
  • Membawa Kartu Keluarga atau dokumen lainnya yang mencantumkan NIK anak.
  • Melakukan pendaftaran di TAUTAN INI

(Update 2 Juli 2021)

Mal Taman Anggrek (Jakarta Barat)

Jadwal: Senin-Minggu pukul 10.00-16.00 WIB.

Lokasi:

  • Ground Floor - The Kitchen (untuk tahap registrasi dan verifikasi data).
  • 4th Floor - North Wing (untuk tahap screening kesehatan, vaksinasi, dan observasi).

Syarat:

  • Anak berusia 12-17 tahun.
  • Membawa Kartu Keluarga atau dokumen lain yang mencantumkan NIK anak.
  • Bagi anak yang berdomisili di luar DKI Jakarta, maka diharuskan juga untuk membawa surat keterangan domisili.
  • Melakukan pendaftaran di TAUTAN INI

Klinik Pediacare (Jakarta Selatan)

Syarat:

  • Anak berusia 12-17 tahun.
  • Membawa Kartu Keluarga DKI Jakarta atau identitas lain yang mencantumkan NIK anak.
  • Melakukan pendaftaran melalui 
  • Informasi lebih lanjut hubungi 0819-1000-0019.

Mall Kota Kasablanka, Lantai 3 (Jakarta Selatan)

Jadwal:

  • Periode I: 5-9 Juli 2021.
  • Periode II: 12-16 Juli 2021.

Syarat:

  • Membawa pre-screening yang telah dicetak.
  • Membawa KTP asli atau fotokopi Kartu Keluarga bagi pendaftar berusia 12-17 tahun.
  • Membawa pulpen.
  • Melakukan pendaftaran dan memilih jadwal vaksinasi melalui aplikasi JAKI.

Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta Pusat)

Jadwal: 3-4 Juli 2021.

Syarat:

  • Membawa pre-screening yang telah dicetak.
  • Membawa KTP asli atau fotokopi Kartu Keluarga bagi pendaftar berusia 12-17 tahun.
  • Membawa pulpen.
  • Melakukan pendaftaran dan memilih jadwal vaksinasi melalui aplikasi JAKI.

RSIA SamMarie Basra (Jakarta Timur)

Jadwal: Rabu dan Jumat pukul 09.00-14.00 WIB (mulai 7 Juli 2021).

Syarat:

  • Anak berusia 12-17 tahun.
  • Membawa Kartu Keluarga atau dokumen lain yang mencantumkan NIK anak.
  • Informasi lebih lanjut dan pendaftaran dapat menghubungi (021) 8661-3145 atau Whatsapp 0877-8400-2551/0821-5712-2323/0812-1913-5501.
(up/up)
 
Diterbitkan di Berita

Kedatangan vaksin hibah dari Jepang ini menjadikan jumlah vaksin AstraZeneca yang sudah diterima Indonesia menjadi 9.226.800 dosis. Sedangkan total vaksin COVID-19 dari semua merek telah diterima Indonesia meningkat menjadi 99.226.800 dosis.

Dalam jumpa pers secara virtual menyambut kedatangan vaksin AstraZeneca sumbangan dari Jepang itu, Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar mengatakan kedatangan 998.400 dosis vaksin AstraZeneca ini merupakan pengiriman pertama dari rencana dua kali pasokan vaksin AstraZeneca donasi dari Jepang.

 

Wamenlu Mahendra Siregar (Foto: Dokumentasi Humas Setkab)
Wamenlu Mahendra Siregar (Foto: Dokumentasi Humas Setkab)

 

Mahendra menambahkan Indonesia berterima kasih kepada pemerintah dan rakyat Jepang yang telah berbagi vaksin COVID-19 dan mendukung secara konkret penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia.

Dia menegaskan Jepang merupakan mitra strategis bagi Indonesia dan kerjasama kedua negara terus berkembang meski di masa pandemi COVID-19.

Menurut Mahendra, di awal pandemi COVID-19 kerjasama bilateral terlihat dari sokongan pemerintah Jepang dalam memulangkan 69 warga Indonesia merupakan kru kapal pesiar Diamond Princess.

"Jepang juga telah menyalurkan berbagai bantuan penanganan COVID-19 melalui berbagai organisasi internasional serta memberikan dukungan pengadaan obat Avigan dan mobil sinar X," kata Mahendra.

 

Seorang perempuan menerima satu dosis vaksin COVID-19 AstraZeneca dalam program vaksinasi massal untuk Kawasan Wisata Hijau di Sanur, Bali, 23 Maret 2021. (Foto: REUTERS/Nyimas Laula)
Seorang perempuan menerima satu dosis vaksin COVID-19 AstraZeneca dalam program vaksinasi massal untuk Kawasan Wisata Hijau di Sanur, Bali, 23 Maret 2021. (Foto: REUTERS/Nyimas Laula)

 

Mahendra mengatakan dukungan Jepang terhadap penanganan COVID-19 di Indonesia diyakini dapat membantu mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Hal ini penting bagi kerjasama bilateral Indonesia-Jepang.

Mahendra menegaskan Jepang tahun lalu adalah mitra dagang terbesar kedua bagi Indonesia dan termasuk investor terbesar di tanah air.

Menkes Berharap Tambahan Hibah Vaksin

Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan secara keseluruhan Jepang akan memberikan bantuan sebanyak 2,1 juta dosis vaksin AstraZeneca. Dia mengharapkan hibah vaksin dari Jepang akan ditambah lagi.

 

Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Biro Press)
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Biro Press)

 

"Vaksin AstraZeneca ini akan kita distribusikan, tadi baru diputuskan oleh Bapak Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Luhut Binsar Pandjaitan), semua vaksin yang kita peroleh (dari Jepang hari ini), 50 persen akan didistribusikan ke kabupaten/kota yang masuk ke level 3 dan 4 dari laju penularan, sisanya akan dibagi ke seluruh Indonesia," ujar Budi Gunadi.

Pada jumpa pers tersebut, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Keni Kanasugi menyampaikan pesan dari Perdana Menteri Yoshihide Suga untuk Presiden Joko Widodo yang dia bacakan dalam Bahasa Indonesia.

Pesan itu mempertegas persahabatan erat Jepang-Indonesia lewat bantuan hampir satu juta dosis vaksin AstraZeneca.

Dalam pesan singkat yang dibacakan oleh Kanasugi itu, Perdana Menteri Suga menekankan Jepang ingin terus bekerjasama dengan Indonesia yang merupakan mitra strategis Jepang untuk mengatasi COVID-19.

Kanasugi juga menyoroti melonjaknya kasus harian COVID-19 Indonesia yang melonjak tinggi sehabis lebaran Idul Fitri.

"Pemerintah Indonesia dan para tenaga kesehatan selama ini telah berupaya menangani COVID-19 dengan sungguh-sungguh, namun ada banyak orang yang meninggal dunia. Saya ingin menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya untuk kasus kematian akibat COVID-19. Saya juga ingin menyampaikan apresiasi terhadap upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia dan tenaga kesehatan," ujar Kanasugi.

Kanasugi berharap 998.400 dosis vaksin AstraZeneca pemberian Jepang hari ini dapat mendukung upaya pemerintah Indonesia dan tenaga kesehatan dalam menangani pandemi COVID-19.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito menjelaskan vaksin AstraZeneca hibah dari Jepang itu akan diproses lewat jalur yang sama dengan vaksin-vaksin merek lain untuk mendapatkan izin penggunaan darurat dari BPOM. [fw/em]

Diterbitkan di Berita