tempo.co Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta menyatakan telah membuat regulasi untuk pemberian vaksin AstraZeneca sebagai bagian dari vaksinasi Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan telah mengeluarkan surat edaran perihal distribusi vaksin Covid-19 Astra Zeneca.

Pemprov DKI telah menerima 1,5 juta dosis vaksin AstraZeneca dari Kementerian Kesehatan dan mulai proses vaksinasinya pada Rabu, 5 Mei 2021, kepada masyarakat. "Sudah ada 28 ribu warga yang disuntik vaksin AstraZeneca," kata Widyastuti dalam diskusi daring, Rabu, 5 Mei 2021.

Adapun pemerintah telah membuat urutan prioritas dalam pemberian vaksin Covid-19 AstraZeneca yang tertuang dalam surat edaran Dinkes nomor 5134/1.778.16 yang ditandatangani Widyastuti pada 4 Mei kemarin.

Pertama adalah bagi warga yang tinggal di RW berdasarkan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 90 Tahun 2018 tentang Peningkatan Kualitas Pemukiman dalam Rangka Penataan Kawasan Pemukiman Terpadu.

Kedua, daerah yang terdapat atau berpotensi terjadinya kasus Covid-19 dengan Variant of Concern (VOC). Ketiga, di lokask PPKM Mikro sesuai dengan skala prioritas/daerah zonasi yang paling beresiko yang terdapat pada Kecamatan tersebut berdasarkan hasil kajian dan PPKM Mikro setiap dua minggu.

"Fasilitas pelayanan vaksinasi COVID-19 yang masih memiliki stok vaksin Covid-19 Sinovac, digunakan untuk pemberian vaksinasi dosis kedua."

Untuk menjamin stabilitas penyimpanan vaksin AstraZeneca, maka pada fasilitas pelayanan vaksinasi Covid-19 yang tidak memiliki tempat penyimpanan sesuai standar atau memiliki stok yang melebihi kebutuhan dosis kedua, dilakukan penarikan vaksin Covid-19 Sinovac oleh Puskesmas.

Reporter: Imam Hamdi
Editor: Dwi Arjanto
Diterbitkan di Berita

BBC News Indonesia

Seorang dokter kenamaan yang menentang vaksin virus corona dan dikenal sebagai pendukung teori konspirasi meninggal dunia setelah mengidap Covid-19.

Stephen Karanja, demikian nama dokter tersebut, meninggal dunia hari Kamis (29/04) saat dirawat di satu rumah sakit swasta di ibu kota Kenya, Nairobi.

Semasa hidupnya, Dr Karanja adalah ketua asosiasi dokter Katolik Kenya. Di organisasi ini, dia digambarkan sebagai "dokter pejuang sejati".

Dia tidak setuju dengan suntikan vaksin untuk menekan pandemi Covid-19 dengan mengatakan "vaksinasi sama sekali tak diperlukan". Penyebaran Covid-19, menurutnya, bisa ditekan "cukup dengan mengenakan masker".

Media di Kenya memberitakan Dr Karanja—yang merupakan dokter spesialis kandungan—menuduh pemerintah "tidak mengeluarkan informasi yang akurat terkait infeksi Covid-19".

Ia mengeklaim Covid-19 bisa diatasi dengan "obat biasa dan murah yang tersedia di pasar". Ia juga mengatakan, Covid-19 "bisa dilawan dengan menghirup uap air".

 
Vaksin Covid-19

Menurut Dr Karaja vaksin 'tidak diperlukan' untuk melawan pandemi Covid-19. REUTERS

 

Disebutkannya, pemerintah "bisa mencegah orang-orang jatuh sakit, bisa menekan anggaran, dan bahkan mencegah kematian seandainya memanfaatkan obat-obat preventif ketika melawan Covid-19".

Namun klaim ini dengan cepat dibantah oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Konferensi Uskup Katolik Kenya (KCCB).

Dalam satu pernyataan, KCCB mengatakan, "Kami ingin menekankan bahwa vaksin Covid-19 sangat penting untuk melindungi kita semua ... selain [protokol kesehatn] seperti mencuci tangan, menjaga jarak, dan mengenakan masker."

Mereka menyebut klaim Dr Karanaja "keliru dan menyebabkan ketidakpastian".

Dalam video yang beredar di media sosial pada akhir Maret, Dr Karanja mengkritik penerapan lockdown atau karantina wilayah di lima wilayah di Kenya.

Ia mengatakan karantina wilayah "tidak efektif dari sisi medis".

"Ketika Anda mengkarantina orang, Anda sebenarnya tidak sedang mengatasi penyakit. Ini tak berguna, berbahaya, dan harus dicabut sesegera mungkin," kata Dr Karanja seperti dikutip media Kenya.

Dr Karanja juga dikenal sebagai pendukung teori konspirasi bahwa pandemi Covid-19 "sengaja disebar sebagai alat untuk mengurangi jumlah penduduk".

Diterbitkan di Berita
Konten ini diproduksi oleh kumparan
 
Bio Farma menyatakan siap untuk memasok vaksin COVID-19 antara 16-18 juta dosis untuk bulan Mei 2021. Hal ini menyusul setelah kembali diterimanya pengiriman kesepuluh 6 juta bulk vaksin Sinovac pada tanggal 30 April 2021.
 
Sekretaris Perusahaan Bio Farma sekaligus Juru Bicara Vaksin Covid-19, Bambang Heriyanto, mengatakan bahwa kedatangan bulk sebanyak enam juta dosis pada hari ini, akan menambah pasokan bulk vaksin menjadi 65.500.000 juta dosis vaksin Covid-19.
 
"Dan dari jumlah tersebut akan dikonversi menjadi produk jadi sebanyak kurang lebih 52.800.000 juta dosis yang diperkirakan akan rampung pada 22 Mei," kata Bambang dalam keterangannya yang dikutip kumparan, Minggu (2/5).
 
Adapun yang saat ini sedang diproses di fasilitas fill and finish di Bio Farma, masih menggunakan persediaan supply bulk minggu ke-3 bulan April 2021 yaitu sebanyak 59.500.000 juta dosis. Ia akan menjadi finish produk sebanyak 46.000.000 - 47.000.000 dosis.
 
"Sampai dengan 30 April jumlah vaksin COVID-19 yang sudah berhasil diproduksi sebanyak 41.000.000 dosis," jelasnya.
 
Kabar Baik, Bio Farma Tambah Stok 18 Juta Dosis Vaksin COVID-19 (1)
Gedung Bio Farma di Bandung. Foto: Shutter Stock
 
Untuk pendistribusian vaksin COVID-19, akan dilakukan setelah mendapatkan lot release dari Badan POM. Terhitung tanggal 28 April 2021, jumlah vaksin COVID-19 yang sudah terdistribusi sebanyak hampir 22.500.000 juta dosis.
 
Jumlah ini diluar vaksin CoronaVac sebanyak 3.000.000 dosis dan vaksin AstraZeneca (Covax) sebanyak 1.113.600 dosis yang sudah didistribusikan sebelumnya.
 
“Bio Farma akan terus mendistribusikan vaksin Covid-19 ke seluruh provinsi di Indonesia sesuai dengan instruksi dari Kementerian Kesehatan RI. Sampai dengan tanggal 30 April sudah lebih dari 25.000.000 dosis vaksin COVID-19 yang terdistribusi ke seluruh provinsi di Indonesia
 
"Dan akan bertambah sebanyak 16.000.000 -18.000.000 dosis pada bulan Mei mendatang," tutup Bambang.
Diterbitkan di Berita
KONTAN.CO.IDJAKARTA. Indonesia kembali menerima vaksin Covid-19 sejumlah 6.000.000 dosis bahan baku vaksin (bulk) dari Sinovac Biotech Ltd. dan 482.400 dosis vaksin jadi (vial) dari Sinopharm China National Pharmaceutical Group Corporation, Jumat (30/4/) siang.

“Pada hari ini, tadi telah tiba vaksin COVID-19 sejumlah 6.000.000 dosis dalam bentuk bahan baku/bulk yang berasal dari Sinovac Biotech Ltd. dan sejumlah 482.400 dosis vaksin dalam bentuk jadi/vial dari Sinopharm China National Pharmaceutical Group Corporation,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten dilansir dari laman Setkab.

Johnny mengungkapkan, dengan kedatangan vaksin tahap ke-10 ini, Indonesia sudah menerima sejumlah 65.500.000 dosis vaksin bulk Sinovac dan 8.448.000 dosis vaksin dalam bentuk jadi atau finished product dari Sinovac, Sinopharm, dan COVAX GAVI Facility AstraZeneca.

Vaksinasi nasional adalah salah satu upaya dalam mencapai kekebalan kelompok (herd immunity). Di saat bersamaan, sambungnya, pemerintah akan terus melakukan 3T; testing, tracing, dan treatment.

Menkominfo juga berharap, masyarakat selalu disiplin melakukan protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer.

Ditambahkan Johnny, saat ini terdapat beberapa negara yang sedang menghadapi gelombang kedua (second wave) dan bahkan gelombang ketiga (third wave) penularan Covid-19 yang mengakibatkan kembali terjadinya lonjakan kasus positif Covid-19.

“Untuk itu kita harus bersama-sama berupaya agar kejadian tersebut tidak terjadi di Indonesia. Meskipun vaksinasi telah dilakukan, kita tidak boleh lengah. Kita harus tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan untuk keselamatan seluruh masyarakat Indonesia,” sambungnya.

Berkaitan dengan upaya pencegahan peningkatan penularan Covid-19 tersebut. Pemerintah melalui Surat Edaran Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021, telah menetapkan peniadaan mudik Hari Raya Idulfitri tahun 1442 Hijriah dari tanggal 6 hingga 17 Mei 2021.

Di samping itu, sesuai dengan Adendum Surat Edaran tersebut, upaya pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) juga diterapkan sejak dua pekan sebelum dan sepekan setelah masa peniadaan mudik, yakni 22 April-5 Mei 2021 dan 18-24 Mei 2021.

“Upaya-upaya ini diharapkan tidak hanya dapat memutus rantai penyebaran Covid-19, namun juga mampu mengantisipasi potensi peningkatan penularan kasus antardaerah. Sekali lagi, kita tidak boleh lengah demi melindungi diri, melindungi keluarga, dan melindungi seluruh masyarakat,” kata Johnny.

Lebih lanjut, Menkominfo menyampaikan saat ini dunia tidak hanya berupaya keras menangani pandemi Covid-19, tetapi juga sedang menghadapi infodemik.

“Infodemik semakin marak di tengah-tengah ruang informasi publik dan menyebar dengan sangat mudah dan cepat di media sosial, di media digital,” imbuhnya.

Secara spesifik, Johnny menyampaikan hingga keterangan pers ini dilakukan, Kementerian Komunikasi dan Infomastika telah mencatat dan telah melabeli sebanyak 1.556 hoaks terkait Covid-19, serta 177 hoaks terkait vaksin Covid-19.

Pemerintah terus mengimbau masyarakat agar selalu merujuk pada sumber-sumber informasi yang akurat dan dapat dipercaya, baik dari World Health Organization (WHO), pemerintah Indonesia dalam hal ini KPC PEN (Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional), Kementerian Kesehatan, dan kementerian atau lembaga terkait ataupun para ahli di bidangnya.

“Sekali lagi, saya ingin mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan 3M; memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer demi melindungi diri, melindungi keluarga, melindungi negeri kita dan mengakhiri pandemi Covid-19,” Pungkas Menkominf.

Diterbitkan di Berita

Khadijah Nur Azizah - detikHealth Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) mengeluarkan izin penggunaan darurat vaksin Corona buatan China National Pharmaceutical Group atau vaksin Sinopharm. 

Vaksin ini rencananya akan digunakan dalam program vaksinasi gotong royong yang didistribusi oleh Kimia Farma. "EUA 2159000143A2 untuk vaksin dengan kemasan 1 vial berisi 0,5 ml.

Indikasi yang disetujui adalah untuk membentuk antibodi untuk mencegah covid-19 pada orang dewasa di atas 18 tahun dengan pemberian dosis pada durasi 21-28 hari," kata Kepala BPOM Penny K Lukito, dalam konferensi pers, Jumat (30/4/2021).  

Penny mengatakan vaksin Corona Sinopharm akan tiba siang ini dan siap digunakan karena telah mengantongi izin EUA.

Lebih lanjut, disebutkan efikasi vaksin Sinopharm sebesar 78 persen yang ditemukan dalam uji klinis fase 3 di Uni Emirat Arab dengan 42 ribu subjek peneliti.

Adapun pengukuran imunogenitas setelah 14 hari pemberian dosis kedua memiliki netralitas 99,52 persen pada dewasa dan 100 persen pada lansia.

"Berdasarkan hasil eval terhadap data yang kami terima dapat disimpulkan bahwa pemberian vaksin Sinopharm 2 dosis dengan selang pemberian 21-28 hari menunjukkan profil keamanan yang dapat ditoleransi dgn baik," papar Penny.


(kna/up)

 
Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 3,8 juta dosis vaksin virus corona (covid-19) asal Inggris, AstraZeneca tiba di Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Senin (26/4) malam.

Pengiriman vaksin kali ini melalui skema kerjasama multilateral Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) COVAX Facility. Fasilitas tersebut merupakan kerjasama pengembangan vaksin antara Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan GAVI.

"Alhamdulillah dengan mengucap puji syukur kepada Allah pada malam ini Indonesia menerima batch kedua vaksin AstraZeneca sebesar 3.852.000 dosis," kata Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dalam tayangan yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (26/4).

Sebanyak 3,8 juta dosis vaksin tersebut melengkapi pengiriman vaksin AstraZeneca batch pertama pada 3 Maret lalu yakni sebesar 1,1 juta dosis. Dengan demikian, kata Retno, total vaksin AstraZeneca yang telah diterima Indonesia adalah 4.965.600 dosis vaksin secara gratis. 

Setibanya di Bandara Soetta, jutaan vaksin itu lantas akan dibawa ke kantor PT Bio Farma (Persero) di Bandung untuk proses lebih lanjut. "Jika kita gabungkan vaksin dari jalur multilateral dan bilateral sejauh ini vaksin yang telah tiba di Indonesia berjumlah 67.465.600 dosis," ucapnya. 

Keputusan itu diambil karena KIPI pengentalan darah hanya meliputi sebagian kecil dari penerima vaksin AstraZeneca. Sehingga, kejadian itu disebut sangat jarang terjadi.

BPOM diketahui telah menyatakan vaksin AstraZeneca masih bisa digunakan di Indonesia meskipun sejumlah negara di Eropa mulai menangguhkan penggunaan vaksin dari Inggris itu karena Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pengentalan darah.

Perihal program vaksinasi, pemerintah akan melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap 181,5 juta orang untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity).

Dengan memperhitungkan dua dosis vaksin untuk satu orang, serta mengikuti petunjuk (guide line) WHO agar mempersiapkan cadangan sebanyak 15 persen, maka Indonesia membutuhkan sebanyak 426 juta dosis vaksin.

(fey/pris)

Diterbitkan di Berita

voi.id JAKARTA – Melalui keterangan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin terungkap bahwa ketersediaan vaksin COVID-19 di dalam negeri dalam kondisi terbatas.

Dia menyebut bahwa stok vaksin saat ini berada di angka 8 juta dosis. Dari jumlah tersebut, 3 juta diantaranya merupakan produksi dalam negeri melalui Bio Farma. Sementara sisanya merupakan pengadaan dari mancanegara dan sejumlah produsen.

Dalam hitung-hitungannya, laju penyuntikan vaksin sempat menyentuh angka tertinggi 500.000 dosis perhari. Namun, seiring dengan ketersedian stok yang mulai menipis dan periode Ramadan, kecepatan injeksi turun menjadi rata-rata penyuntikan sekitar 350.000 hingga 400.000 dosis perhari.

“Kalau 8 juta saat ini dan penyuntikan 400.000 sehari, kita punya stok 20 hari suntik,” ujar dia saat menggelar rapat virtual, Jumat, 23 April.

Artinya, jika dihitung 20 hari ke depan berdasarkan  momentum Ramadan sekarang, maka aktivitas vaksinasi diperkirakan bakal terhenti pada H+2 atau H+3 setelah Lebaran apabila pemerintah tidak mendapat pasokan baru.

Menkes menambahkan, salah satu rintangan yang menjadi kendala di lapangan adalah terkait dengan proses produksi vaksin yang cukup memerlukan waktu lama.

“Memang agak mepet (stok vaksin saat ini), karena siklus produksi vaksin Bio Farma itu sekitar satu bulan setelah menerima bahan baku,” tutur dia.

Lebih lanjut, mantan bankir tersebut menjelaskan bahwa hingga hari ini Indonesia telah memperoleh 26,2 juta dosis vaksin. Dari jumlah itu, 18 juta sudah disalurkan dalam program vaksinasi. Sedangkan sisanya merupakan stok saat ini yang masih terus disalurkan oleh pemerintah.

Secara total, Indonesia merencanakan pengadaan 426 juta vaksin COVID-19 lewat berbagai upaya. Adapun, jumlah yang telah disepakati oleh pihak produsen sebanyak 225 juta dosis.

Pemerintah disebut Menkes, terus mengupayakan berbagai langkah untuk bisa mengamankan pasokan vaksin agar bisa mencukupi target awal pengadaan.

“Tapi memang jadwal pengiriman bisa bergeser-geser tergantung dari masalah logistik, produksi, dan kadang-kadang persoalan prioritas dari negara produsen,” katanya.

“Kita juga masih menunggu opsi vaksin gratis dari Gavi yang sudah komitmen 11 juta dosis,” sambung Menkes.

Dukungan fiskal

Terpisah, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani pada Konferensi Pers APBN Kita yang digelar pada Kamis, 22 April menyebutkan anggaran Kesehatan yang terdapat dapat dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 berjumlah Rp176,3 triliun.

Adapun, realisasi hingga Maret 2021 sebesar Rp12,4 triliun atau sekitar 7 persen dari pagu yang disediakan.

Sementera itu, penggunaan anggaran untuk program vaksinasi COVID-19 hingga saat ini disebutkan telah menyedot uang uang negara tidak kurang Rp36 triliun.

Bio Farma kejar produksi

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat tidak khawatir dengan ketersediaan vaksin. Pasalnya, Bio Farma kini tengah bekerja ekstra keras untuk memproduksi vaksin yang didapat dari bulk (bahan baku) asal mancanegara.

"Akan ada tambahan sekitar 20 juta dosis vaksin COVID-19 hasil produksi Bio Farma, sehingga diharapkan program vaksinasi pada bulan April Mei 2021 dapat terus berjalan," katanya di saluran Youtube Sekretariat Presiden, Kamis, 22 April.

DPR ingatkan pemerintah

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah segera melakukan langkah taktis guna menjamin ketersediaan vaksin nasional tercukupi

"Kalau pemerintah lambat, maka tujuan herd immunity sulit untuk kita capai," ujar Netty.

Wakil ketua Fraksi PKS ini khawatir Indonesia tidak dapat mewujudkan target 1 juta dosis suntikan perhari karena mengalami kekosongan vaksin.

"Kalau vaksin kita kosong, maka proses vaksinasi tidak bisa dilanjutkan. Pastinya, ini akan berdampak pada tidak tuntasnya vaksinasi dalam waktu 15 bulan sebagaimana target dari pemerintah" katanya.

Impor vaksin tembus Rp6 triliun dalam tiga bulan

Badan Pusat Statistik (BPS) mengkonfirmasi bahwa Indonesia telah melakukan impor vaksin senilai 443,4 Juta dolar AS atau setara Rp6,49 triliun (kurs Rp14.625) pada sepanjang kuartal I 2021.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan angka tersebut melonjak 1.315 persen dibandingkan dengan kuartal I 2020.

“Tentu saja peningkatan ini berkaitan dengan kondisi pandemi yang belum terjadi pada awal tahun lalu,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis, 15 April.

Suhariyanto menambahkan untuk impor vaksin pada sepanjang Maret 2021 tercatat sebesar 178,7 juta dolar AS, atau melejit 102,5 persen dari realisasi pada Februari 2020. BPS sendiri menggolongkan vaksin dalam barang impor berkode HS 30022090.

“Perlu diingat bahwa ini merupakan angka realisasi impor vaksin secara keseluruhan dan tidak hanya sebatas pada vaksin COVID-19,” tuturnya.

Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat kembali mengizinkan penggunaan vaksin Covid-19 produksi Johnson & Johnson setelah penghentian sementara akibat kasus penggumpalan darah berujung kematian beberapa waktu lalu.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengambil keputusan ini pada Jumat (23/4), setelah sejumlah ahli merekomendasikan penggunaan kembali vaksin Johnson & Johnson.

"Kami menyimpulkan bahwa manfaat vaksin Johnson & Johnson lebih besar dari risikonya," ujar Kepala Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS, Janet Woodcock, dalam pernyataan bersama dengan CDC.

 Meski demikian, CDC menyatakan bahwa Johnson & Johnson harus memasukkan pemberitahuan bahwa vaksin tersebut berisiko penggumpalan darah setelah penyuntikan.

"Komite keamanan menyimpulkan bahwa peringatan tentang pembekuan darah yang tidak biasa dengan trombosit darah rendah harus ditambahkan ke informasi produk untuk suntikan J&J," demikian pernyataan CDC yang dikutip AFP.

Sejumlah warga AS memang sempat mengalami penggumpalan darah setelah menerima vaksin Johnson & Johnson.

Dari 3,9 juta perempuan penerima vaksin Johnson & Johnson, 15 di antaranya mengalami penggumpalan darah serius. Dari 15 orang itu, tiga di antaranya meninggal dunia.

"Mayoritas kasus yang dikonfirmasi, 13 (yang meninggal) dari 15 berusia di bawah 50 tahun. Tidak ada kasus yang dilaporkan di antara pria," demikian bunyi laporan CDC.

Kepala CDC, Rochelle Walensky, pun menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan pemantauan ketat terhadap penggunaan vaksin ini.

"Peristiwa penggumpalan yang sangat langka telah diidentifikasi, memperkuat alasan regulator untuk terus memantau peluncuran vaksin," kata dia.

(tst/has)

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah Indonesia kembali menerima 6 juta dosis bahan baku vaksin atau bulk vaksin Covid-19 dari Sinovac Biotech, Cina, Minggu (18/4/2021). Bulk vaksin tersebut datang di Bandara Soekarno-Hatta siang ini menggunakan pesawat Garuda.

"Hari ini kita kedatangan 6 juta bulk vaksin dari Sinovac Cina. Kita sudah terima totalnya 59,5 juta bulk vaksin Sinovac, itu akan diproduksi menjadi sekitar 47 juta dosis," kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin di Bandara Soekarno Hatta.

Dengan begitu, hingga hari ini Pemerintah Indonesia sudah menerima 59,5 juta dosis bulk vaksin dari total 140 juta dosis yang dipesan Indonesia ke Sinovac Biotech. Jutaan bulk vaksin tersebut nantinya akan dijadikan vaksin.

Hingga kini, Indonesia sudah memproduksi 22 juta dosis vaksin yang telah didistribusikan ke berbagai daerah. Dalam satu bulan ke depan, Indonesia akan kembali menerima sekitar 20 juta dosis vaksin. Sehingga besar harap, distribusi vaksin dari April hingga Mei mendatang dapat berjalan dengan lancar.

"Kita harapkan program vaksinasi bulan April dan Mei bisa berjalan dengan lancar dan baik," harapnya.

Kedatangan 6 juta vaksin hari ini merupakan kiriman tahap kedelapan. Sebelumnya, pada tahap ketujuh Maret lalu, sudah didatangkan sekitar 16 juta bulk vaksin Sinovac. Bulk vaksin yang baru datang ini kemudian akan dikirim ke Bio Farma, Bandung untuk diproduksi sebagai vaksin.

Dari 6 juta dosis bulk vaksin akan diproduksi menjadi 47 juta dosis. Sehingga selama bulan Ramadan ini, vaksinasi tetap berjalan. Hal ini sesuai dengan fatwa MUI yang menetapkan bahwa vaksinasi tidak membatalkan puasa.

Diterbitkan di Berita

BANDUNG, itb.ac.id—Kepala Badan Pengawan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia Dr. Penny K. Lukito melakukan kunjungan ke Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam rangka melihat progres pembuatan vaksin “Merah Putih” yang salah satunya dibuat di ITB, Jumat (16/4/2020).

Kunjungan Kepala BPOM tersebut berlangsung ke Laboratorium Biokimia FMIPA ITB dan Laboratorium Bioaktivitas Molekul di Gedung Lab Doping ITB, Jalan Ganesha No.10.

Usai melakukan kunjungan, Kepala BPOM bersama dengan jajaran langsung berdiskusi dengan tim vaksin ITB di Gedung Rektorat Jl. Tamansari No. 64 Bandung.

Pada kunjungan yang dihadiri oleh Rektor ITB Prof. Reini Wirahadikusumah, Ph.D., itu berisi diskusi membahas langkah pendampingan pengembangan Vaksin Merah Putih yang dilakukan oleh Tim Vaksin ITB.

Pada saat ini tim Vaksin ITB melakukan pengembangan kandidat Vaksin COVID-19 yang berbasis platform subunit protein dan vektor adenovirus.

 

 

“Vaksin ini lintas sektor maka perlu pendampingan dan fasilitas yang komplit. Maka dari itu ini adalah kesempatan kita bisa bekerja sama dengan segala ekosistem yang dibutuhkan sehingga produk vaksin ini bisa dimanfaatkan untuk masyarakat,” ujar Kepala BPOM Dr. Penny.

 

 

Ia menjelaskan, riset mengenai vaksin memang tugas utamanya berada di bawah Kemenristek/BRIN. Akan tetapi dalam prorses hilirisasinya, merupakan tanggung jawab dari Badan POM.

Kunjungan ini dalam rangka memastikan bahwa penelitian vaksin yang sudah berjalan dapat dikembangkan sesuai standar yang ada sampai siap diuji klinik.

“Karena lintas sektor maka perlu pendampingan lebih intensif lagi hingga vaksin ‘Merah Putih’ yang sudah diteliti di berbagai kampus ini menjadi kemandirian kita di bidang vaksin, sehingga butuh pendampingan dan pengembangan fasilitas,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor ITB Prof. Reini menyambut baik atas kunjungan dari Kepala BPOM RI ke ITB. Kunjungan tersebut menunjukkan dukungan dan keseriusan BPOM dalam perkembangan pembuatan vaksin.

Rektor mengatakan, pembuatan vaksin melibatkan lintas disiplin ilmu sehingga diperlukan kolaborasi dan sinergi.

 

 

Pada kesempatan tersebut, tim vaksin ITB yaitu Prof. Dessy Natalia, Ph.D., memberikan paparan mengenai riset kandidat vaksin di ITB. Ia menjelaskan bahwa ada dua kandidat vaksin yang menjadi fokus riset ITB yaitu dari Adenovirus dan Protein Subunit (Bakteri dan Ragi).

Menurutnya tim vaksin di ITB sudah melakukan produksi protein RBD di E.Coli. Sementara itu, Dr. rer. nat. apt. Aluicia Anita Artarini menerangkan mengenai pengembangan kandidat vaksin berbasis adenovirus.

Dalam presentasinya itu ia menggambarkan mengenai proses produksi vaksin adenovirus skala lab dari tahap awal sampai uji imunogenesitas di hewan.

Pada kunjungan tersebut juga dihadiri ketua Tim Satgas COVID-19 ITB Ernawati Arifin Giri, Ph.D., dan Sekretaris Bidang Penelitian LPPM-ITB Dr. Rino R Mukti.

Diterbitkan di Berita