Konten ini diproduksi oleh kumparan
 
Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, meminta Dinas Kesehatan tiap kabupaten/kota untuk kembali mengecek ulang data stok vaksin.
Sehingga, mereka tidak kehabisan stok yang dapat menghambat jalannya vaksinasi. "Pengiriman vaksin bagi kabupaten/kota dengan estimasi stok lebih dari 30 hari akan ditunda terlebih dahulu.
 
Kabupaten/kota diberikan waktu 2 hari untuk melakukan cross-check dan update terkait data stok yang telah disampaikan, untuk memastikan tidak ada kekurangan pada saat pelaksanaan vaksinasi karena ditundanya pengiriman vaksinasi," kata Nadia dalam keterangan pers virtual, Rabu (1/9). Nadia menjelaskan, pengiriman vaksin corona dapat diprioritaskan pada daerah yang stok vaksinnya lebih sedikit. Selama ini pun pengiriman vaksin dilakukan setiap minggu.
 
Untuk itu, pihaknya meminta kepada seluruh dinkes kabupaten/kota untuk memastikan stok vaksinnya paling tidak memenuhi paling sedikit sampai 7 hari ke depan. "Alokasi vaksin di kabupaten/kota mempertimbangkan laju penyuntikan pada minggu sebelumnya. Sehingga alokasi vaksin diharap dapat memenuhi kebutuhan dosis 1 dan 2 minimal 7 hari," ungkapnya.
 
Selain itu, dinkes provinsi juga dapat merealokasikan stok vaksin pada kabupaten/kota yang stoknya berlimpah kepada daerah lain yang stoknya menipis.
 
 
Kemenkes Tunda Distribusi Vaksin Corona ke Daerah yang Stoknya Cukup Sebulan (1)
Petugas kesehatan menyuntikan vaksinasi Pfizer. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
 
"Dinkes provinsi perlu didorong untuk mempercepat laju distribusi vaksin dari provinsi ke kabupaten/kota mengikuti laju pengiriman pusat terutama bagi daerah yang mudah dijangkau. Bila perlu pemerintah provinsi bisa realokasi pada kabupaten/kota yang masih memiliki stok vaksin yang cukup banyak untuk diberikan kepada kabupaten/kota lain yang tentu memiliki stok vaksin sedikit di minggu tersebut," jelas Nadia.
 
Dengan adanya pendistribusian vaksin ke daerah yang masih kekurangan stok, Nadia optimistis dapat mengejar target penyuntikan hingga 2 juta dosis sehari pada September ini. "Dengan distribusi vaksin sebanyak 15,2 juta di minggu ke-4 Agustus ini dan 20,3 juta di minggu ke 5 Agustus hingga awal September nanti. Maka kami yakin target 2 juta dosis per hari bisa dicapai," pungkasnya.
Diterbitkan di Berita
Tim detikcom - detikNews Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan ada daerah yang sudah masuk PPKM level 1. Daerah mana itu?

Juru bicara Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, mengatakan update data wilayah yang menerapkan PPKM dapat dilihat di sini (https://vaksin.kemkes.go.id/#/sckab). Lalu daerah mana yang satu-satunya di Indonesia menerapkan PPKM level 1?

"Daerah tersebut adalah Kabupaten Dogiyai, Papua. Mohon tetap mengupdate datanya dari situs resmi pemerintah," kata Wiku saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (1/9/2021).

Sementara itu, dilihat di situs covid19.go.id, terlihat wilayah Pegunungan Arfak di Papua Barat terlihat masuk ke dalam zona hijau. Pegunungan Arfak juga menjadi satu-satunya wilayah yang masuk ke zona hijau di Indonesia.

Wiku menjelaskan warna hijau pada peta zonasi risiko bukan menjelaskan soal tingkatan penerapan PPKM di sebuah wilayah. "Implementasi PPKM per Kabupaten/Kota saat ini menggunakan sistem leveling.

Sedangkan zonasi risiko kabupaten/kota digunakan sebagai indikator sektor khusus di daerah level 2 dan 1 serta zona risiko RT untuk penanganan di hulu," jelas Wiku.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengumumkan kabar baik mengenai perbaikan level PPKM di Jawa Bali dan luar Jawa Bali. Ada daerah yang ternyata sudah masuk level 1.

Dalam konferensi pers virtual, Senin (30/8), Jokowi mengumumkan Malang Raya dan Solo Raya turun ke PPKM level 3. Kabar baiknya yakni Semarang Raya yang menjadi level 2.

Rinci data PPKM level di Jawa Bali terbaru:
- Level 4 dari 51 kabupaten kota menjadi 25 kabupaten kota
- Level 3 dari 67 kabupaten kota menjadi 76 kabupaten kota
- Level 2 dari 10 kabupaten kota menjadi 27 kabupaten kota

Presiden Jokowi juga mengumumkan data PPKM level di luar Jawa-Bali. Salah satunya 1 daerah yang menerapkan PPKM level 1.

"Untuk wilayah di luar Jawa Bali juga terjadi perbaikan," kata Jokowi sembari memerinci level 4 dari 7 provinsi menjadi 4 provinsi, level 4 dari 104 kabupaten kota menjadi 85 kabupaten kota; level 3 dari 234 kabupaten kota menjadi 232 kabupaten kota; dan level 2 dari 48 kabupaten kota menjadi 68 kabupaten kota.

"Kemudian level 1 dari tidak ada kabupaten menjadi 1 kabupaten kota," kata Jokowi.

(jbr/tor)

Diterbitkan di Berita

Suara.comBanyak cara dilakukan untuk menjaga kesehatan di tengah pandemi, mulai dari berjemur, minum vitamin, olahraga, hingga mengonsumsi makanan bernutrisi. Tapi satu hal yang tidak diketahui banyak orang, yaitu minum kopi hitam. Lho, apa hubungannya?

Manfaat kopi hitam untuk kesehatan sudah sering diungkap dalam berbagai riset. Hal ini lantaran kopi disebut banyak mengandung zat yang mampu melindungi tubuh dari penyakit.

Bahkan, sekarang ini mulai banyak penelitian terkait kopi dan imunitas terhadap Covid-19 yang dilakukan banyak institusi, khususnya di luar negeri. Beberapa data dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang minum kopi 3 cangkir sehari lebih kebal terhadap virus Covid-19. 

Kopi hitam banyak mengandung polifenol dan fenolik yang berperan dalam imunitas tubuh. Keduanya diketahui memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan.

Kandungan antioksidan dalam kopi hitam membantu memelihara kesehatan jantung dan juga irama detak jantung, sehingga minum kopi hitam rutin dapat mencegah penyakit jantung.

Dilansir dari laman Theraflu, ahli gizi Ashley Reaver mengatakan bahwa kandungan antioksidan dalam kopi membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu memerangi inflamasi.

Hal tersebut juga telah dibuktikan dalam riset yang diterbitkan Pharmacology & Therapeutics di tahun 2006. Tidak hanya itu, kopi hitam juga dapat memberikan energi, menurunkan berat badan, dan meningkatkan fokus.

Kandungan kafein yang ada dalam kopi dapat meningkatkan suasana hati, membantu otak bekerja lebih baik, dan meningkatkan stamina selama melakukan olahraga.

Minum kopi tanpa gula dapat menghilangkan bakteri dan toksin dari dalam perut. Bakteri dan toksin ini akan dikeluarkan lewat urin. Kopi hitam juga membantu menghentikan pertumbuhan parasit jahat yang bisa menimbulkan masalah kesehatan perut.

Dilihat dari sisi nutrisi, kopi hitam lebih banyak mengandung vitamin dan mineral, termasuk vitamin B1, vitamin B3, vitamin B2, vitamin B5, magnesium, kalsium, potassium, dan mangan. Semua ini diperlukan tubuh setiap hari untuk kesehatan yang optimal.

Selain kafein, di dalam kopi hitam ada beberapa zat lain yang mendukung peningkatan pertahanan imun tubuh, yaitu antioksidan polifenol dan L-theanine.

Keberadaan antioksidan polifenol dalam kopi hitam dapat membantu mencegah penyakit utama seperti diabetes, masalah jantung, penyakit saraf, osteoporosis, dan kanker.

Sedangkan L-theanine memiliki produk metabolisme, yaitu Ethylamine, yang juga ditemukan dalam teh hitam, dan memicu reaksi sel T tertentu, yang membantu sistem imun untuk melindungi tubuh dari penyakit dan infeksi.

Saat terserang Covid-19, biasanya orang cenderung merasa lemas, ditambah sistem imun yang melemah memudahkan infeksi lain dalam tubuh. Keberadaan zat tersebut sangat menguntungkan untuk membantu pemulihan lebih cepat.

Untuk mendapatkan efek positif dari kopi hitam di masa pandemi Covid-19, sebagian besar terjadi lewat asupan kafein tingkat sedang.

Lalu, berapa jumlah kafein yang disarankan? Jumlah asupan yang disarankan adalah 400 miligram kafein atau sekitar tiga hingga empat cangkir kopi per hari. Jumlah tersebut dianggap ideal untuk orang dewasa yang sehat.

Dan bagi ibu hamil, disarankan hanya mengkonsumsi kopi tak lebih dari 2 cangkir per hari. Namun, untuk orang-orang muda sebaiknya tidak mengkonsumsi kafein lebih dari 100 mg per hari.

Nah, tertarik untuk mulai minum kopi hitam hari ini? Ada banyak manfaat lain yang bisa dijadikan alasan untuk minum kopi hitam sekali setiap hari, selain membuat mata terjaga lebih lama dan juga menghilangkan stres.

Berikut manfaat kopi bagi kesehatan yang sudah ditemukan oleh para ahli.

1. Meningkatkan Fungsi Otak dan Memperbaiki Mood
Bicara soal manfaat kopi hitam bagi otak, ternyata sangat banyak dan juga menguntungkan. Setelah Anda meminum kopi hitam, kafein yang diserap oleh tubuh Anda akan menghambat hormon adenosin.

Dengan terhambatnya adenosin, produksi dopamin dan norepinefrin jadi bertambah. Dopamin mempengaruhi mood sehingga Anda lebih ceria, sementara norepinefrin dapat meningkat denyut jantung Anda.

Hal ini berbeda dengan kokain atau ekstasi yang lama kelamaan memperburuk fungsi otak, mengonsumsi kafein dalam takaran wajar dapat membuat otak dan mood lebih baik.

Kafein yang terdapat pada kopi hitam ternyata mampu membuat otak Anda bekerja lebih baik, lho. Anda dapat mengingat lebih tepat, memproses informasi lebih cepat, dan lebih fokus.

Itu sebabnya, tak jarang bagi penikmat kopi hitam merasakan sensasi rasa kantuk yang seolah menghilang setelah meminumnya.

2. Menambah Energi
Dengan minum kopi hitam, kefein mendorong tubuh memproduksi epinephrine, adrenalin dalam darah sehingga mampu memberi stimulus pada sistem saraf.

Tak hanya itu, kafein juga sangat ampuh meningkatkan metabolisme dalam tubuh sebanyak 3-11% lebih baik. Untuk melakukan proses perubahan ini kafein menggunakan energi dari lemak darah.

Alasan tersebut menjadikan tubuh terasa lebih berenergi dan bersemangat setelah minum kopi.

3. Obat Sakit Kepala
Dalam kondisi sakit kepala dan stres, minum segelas kopi merupakan langkah awal yang tepat untuk meredakan sakit kepala sementara. Kafein berperan penting dalam membantu mengurangi rasa sakit migrain dan sakit kepala ringan akibat peradangan.

Menurut riset yang dilakukan oleh peneliti di Department of Emergency Medicine, Shohadaye Tajrish Hospital pada 2016, kopi hitam aman dikonsumsi bersama dengan obat pereda nyeri seperti acetaminophen, aspirin, atau ibuprofen.

Bahkan, mengkonsumsi jenis obat tersebut dengan meminum kopi hitam meningkatkan efektifitas obat hingga 40%. Hal ini karena kafein dapat melebarkan aliran darah sehingga rasa sakit dapat berkurang.

Studi tentang manfaat kopi di bidang obat masih terus berlanjut hingga saat ini. Namun, meski banyak potensinya bagi kesehatan, jangan mencampurnya dengan jenis obat lain sebelum ada anjuran ahli, ya.

4. Mencegah Parkinson dan Alzheimer
Jika Anda pecinta kopi hitam, atau kopi pahit, meminum kopi hitam secara rutin dapat mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif seperti parkinson dan alzheimer, penyakit neurodegeneratif yang menyebabkan penderitanya mengalami penurunan fungsi saraf, perubahan kepribadian, kehilangan memori, hingga demensia. Kedua penyakit ini adalah penyumbang terbesar penderita demensia di dunia.

Penelitian yang dilakukan National Food and Nutrition Institute, Warsawa, Polandia menunjukan bahwa peminum kopi memiliki 65% resiko lebih kecil menderita alzheimer dan 40% lebih kecil terjangkit parkinson.

5. Mengurangi Risiko Diabetes Tipe II
Minum kopi hitam secara rutin ternyata memiliki resiko mengidap diabetes tipe II lebih rendah. Diabetes tipe II adalah penyakit degeneratif yang disebabkan oleh kombinasi antara gaya hidup yang kurang sehat dan faktor genetik.

Banyak penelitian yang menyatakan tentang konsumsi kopi hitam bagi kesehatan memang sangat baik. Akan tetap, Anda harus tetap memperhatikan konsumsi gula saat menikmatinya.

Kopi hitam pada dasarnya memiliki rasa pahit alami yang khas dan beberapa orang memilih untuk menambahkan gula. Itu tidak salah, yang salah hanyalah ketika terlalu berlebih.

Pada dasarnya, biji kopi memiliki kandungan gula alami di dalamnya. Bahkan setelah di-roasting, kandungan gula dalam bijinya tidak hilang dan malah terkaramelisasi.

Selain gula alami, di dalam biji kopi juga terdapat asam klorogenat yang mampu membakar lemak darah menjadi energi. Hal tersebut juga menjadi salah satu alasan setelah minum kopi seseorang langsung merasa lebih fokus dan semangat.

Sayangnya, kebanyakan orang Indonesia mengkonsumsi minuman ini dengan gula. Sehingga, pembakaran lemak darah tidak terjadi karena tubuh mengambil energi dari gula.

Dengan sederet manfaat kesehatan di atas, termasuk dalam hal peningkatan imun, tak salah jika manfaat kopi sangat disoroti selama masa pandemi. Kemudahan menyiapkan dan menyajikan kopi mendasari pilihan jenis kopi yang dibeli untuk dikonsumsi selama pandemi Covid-19 ini.

Mulai dari kopi instan atau kopi sachet yang tersedia di berbagai gerai dengan harga terjangkau, hingga kopi bubuk dalam kemasan, dan tentu saja kopi literan yang bisa langsung dinikmati tanpa perlu keluar rumah.

Tapi ingat, minum kopi untuk meningkatkan imun selama pandemi guna menghadapi virus Covid-19 juga harus dibarengi dengan rutin berolahraga, nutrisi lengkap dan seimbang, serta istirahat yang cukup, ya.

Diterbitkan di Berita

katadata.id Singapura melaporkan lonjakan kasus Covid-19, dengan mencatat 156 kasus baru yang ditularkan secara lokal pada Selasa (31/8). Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi dalam kurun waktu lebih dari satu bulan terakhir.

Dilansir dari Channel News Asia, menurut data harian Kementerian Kesehatan Singapura (MOH), 26  dari kasus baru terkait dengan kluster staf pertukaran bus, yang kini telah berkembang menjadi total 276 infeksi di delapan kluster.

Kemudian, sebelas dari kasus baru berasal dari kluster Bugis Junction, yang sekarang memiliki 222 kasus.

Dari 156 kasus baru yang dilaporkan pada Selasa (31/8), Dari kasus baru yang dilaporkan pada hari Selasa, 48 infeksi terkait dengan kasus sebelumnya dan telah ditempatkan di karantina.

Sedangkan 29 infeksi terkait lainnya terdeteksi melalui pengujian pengawasan. Kementerian Kesehatan Singapura mengungkapkan, di antara kasus baru tersebut, dua kasus di atas usia 70 tahun yang tidak divaksinasi atau baru divaksinasi dosis pertama, dan berisiko sakit serius.

Kasus baru Covid-19 pada Selasa (31/8) merupakan jumlah harian tertinggi dari kasus penularan lokal sejak 22 Juli lalu, ketika Kementerian Kesehatan Singapura melaporkan 162 kasus.

Sejak munculnya pandemi Covid-19 pada 2020 lalu,  total kasus infeksi yang dilaporkan oleh Singapura mencapai 67.620 kasus dengan kasus kematian menembus 55 jiwa.

Sementara itu,  Singapura sudah memberikan 8,7 juta dosis vaksin Covid-19 di bawah program vaksinasi nasional, dengan lebih dari 4,3 juta orang telah menyelesaikan vaksinasi penuh pada Senin (30/8).

Selain itu, 167.242 dosis vaksin lain yang diakui dalam daftar penggunaan darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah diberikan pada Senin (30/8), mencakup 85.688 orang.

Secara total, 80% populasi Singapura telah menyelesaikan vaksinasi lengkap atau menerima dua dosis vaksin Covid-19, sementara sebanyak 83% telah menerima setidaknya satu dosis.

Diketahui, Pemerintah Singapura berencana membuka kembali berbagai kegiatan di negaranya serta akan hidup berdampingan dengan Covid-19 layaknya penyakit umum seperti influenza setelah capaian vaksinasi warganya sudah 80%.

Pemerintah Singapura akan melonggarkan lebih banyak pembatasan seperti perjalanan, pertemuan sosial, acara massal dan makan di tempat pada September. Singapura juga akan memudahkan akses masuk bagi warga negara asing serta wisatawan yang telah divaksinasi.

Pertemuan sosial juga akan dilonggarkan yang sebelumnya dibatasi dua orang menjadi lima orang. Acara massal seperti pertunjukan langsung akan diizinkan untuk menerima hingga 500 peserta, asalkan semuanya divaksinasi.

Jumlah ini akan dinaikkan menjadi 1.000 peserta jika persentase vaksinasi meningkat. Melonjaknya kasus Covid-19 di Singapur bisa mengganggu pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

Perekonomian Singapura tumbuh 14,3% pada kuartal II-2021 dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year). Pertumbuhan ini menunjukkan Singapura telah bangkit dari resesi, sekaligus menjadi yang tertinggi sejak kuartal II-2010.

Kementerian Industri dan Perdagangan Singapura mengatakan pertumbuhan ekonomi yang menguat sebagian besar disebabkan oleh basis yang rendah pada kuartal II-2020.

Saat itu, pemerintah menerapkan karantina wilayah, sehingga ekonomi terkontraksi 13,3% secara tahunan.  Ekonomi Singapura pun berangsur membaik setelahnya, meski masih dalam fase kontraksi.

Pertumbuhan ekonomi Negeri Singa tercatat sebesar -5,8% pada kuartal III-2020 dan -2,4% pada kuartal IV-2020. Angkanya baru tumbuh positif pada kuartal lalu, yakni 1,3%.

 

 

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi Editor: Maesaroh

Diterbitkan di Berita

MURIANEWS, Kudus – Jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Kudus hingga Rabu (1/9/2021) pagi masih bertahan di bawah angka 50 kasus, tepatnya 24 pasien. Bahkan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit hanya tersisa enam orang saja.

Sementara 18 pasien lain menjalani isolasi mandiri, karena tak bergejala atau gejalanya ringan. Sementara jumlah akumulasi total Covid-19 di Kabupaten Kudus kini berada di angka 16.823 kasus.

Dengan rincian 24 pasien aktif, 15.419 pasien sudah sembuh dan 1.380 pasien lainnya meninggal dunia.

“Sampai saat ini memang masih sering terjadi fluktuasi kasus, namun angkanya masih di bawah 50 kasus dan kami harapkan juga masih bisa berkurang lagi,” kata Bupati Kudus HM Hartopo, Rabu (1/8/2021) pagi.

Walau demikian, Hartopo berharap masyarakat Kabupaten Kudus untuk terus menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketika beraktivitas di luar rumah. Dengan begitu penularan Covid-19 di Kudus bisa ditekan semaksimal mungkin.

Mulai dari mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak ketika berada di kerumunan, serta mengurangi mobilitas. “Walau berapapun jumlah kasusnya, harus tetap berprokes,” ujarnya. Pihaknya pun memastikan tetap akan memantau dan mengawasi kerumunan di Kota Kretek.

Hanya, pihaknya akan lebih memfokuskan kewaspadaan pada orang luar Kudus yang baik disengaja atau kebetulan berkunjung di Kota Kretek.

“Justru orang luar daerah ini yang perlu diwaspadai karena kita tidak tahu statusnya apakah itu OTG atau tidak, kalau masyarakat Kudus sendiri kami pikir sudah tidak masalah,” kata Hartopo.

Pemkab, kemudian mengoptimalkan pengawasan pada orang luar daerah dengan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro. Ketua RT dan RW pun diharapkan punya peran lebih untuk ini.

“Sehingga ketika nanti ada orang luar daerah yang berkunjung, langsung didata, dilaporkan ke Satgas sehingga bisa terlacak dengan baik,” tegas dia. Masyarakat di Kabupaten Kudus pun diharapkan untuk tidak lengah akan penerapan protokol kesehatan ketika berada di luar rumah.

Sehingga benar-benar bisa menekan angka penularan Covid-19 di Kudus.  

Reporter: Anggara Jiwandhana Editor: Ali Muntoha

Diterbitkan di Berita

TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah kasus harian infeksi SARS-CovV-2, virus penyebab Covid-19, di Indonesia perlahan menurun. Data dari Satgas Penanganan Covid-19, per Selasa, 31 Agustus, kasus harian bertambah 10.534 kasus, dan total keseluruhan lebih dari 4 juta kasus.

Guru Besar di Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan penurunan kasus itu terjadi karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Kita bersyukur kasus baru harian bisa turun, bahkan sempat turun 10 kali lipat, dari 50 ribu kasus menjadi 5 ribuan kasus, pada Senin, 30 Agustus,” ujar dia, dalam keterangan tertulis, Selasa.

Namun, Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara periode 2018-2020 itu mengatakan jangan sampai dengan pelonggaran PPKM, maka kasus naik lagi. Menurutnya, itu tergantung dari tiga hal, yakni orang yang menularkan, moda atau cara penularan, dan orang yang tertular.

Untuk menghadapi tiga hal tersebut perlu dilakukan beberapa langkah antisipasi. Dia menyarankan agar orang yang menularkan dikurangi jumlahnya dengan melakukan tes, telusur dan isolasi.

Sementara, cara penularan diminimalisir dengan menjaga ketat protokol kesehatan dan melakukan pelonggaran PPKM secara bertahap dan berhati-hati.

“Protokol kesehatan 5M itu tentunya memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” tutur Tjandra.

Dia mengingatkan perlunya meningkatkan daya proteksi orang yang akan tertular. Caranya dengan vaksinasi dan upaya peningkatan daya tahan tubuh secara umum, seperti makan makanan bergizi, olahraga, istirahat yang cukup, dan lain-lain.

“Selain itu, perkembangan data harus diamati dengan sangat ketat dan bila perlu dilakukan pengetatan lagi, jangan sampai terlambat,” tutur Tjandra yang juga Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI, Jakarta, itu menambahkan.

Diterbitkan di Berita

WHO Waspadai Varian Corona Baru Bernama Mu

Rabu, 01 September 2021 11:18

Jakarta, CNN Indonesia -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa mereka sedang terus memantau perkembangan varian virus corona baru yang dikenal dengan nama Mu.

Melalui buletin mingguannya yang terbit pada Selasa (31/8), WHO menyatakan bahwa varian bernama ilmiah B.1.621 itu kini masuk dalam kategori "variant of interest (VOI)".

Menurut WHO, mutasi varian itu mengindikasikan risiko kekebalan terhadap vaksin. Mereka pun menyerukan studi lebih lanjut untuk lebih memahami varian Mu ini.

"Varian Mu punya konstelasi mutasi yang mengindikasikan potensi kebal imun," demikian keterangan WHO dalam buletin tersebut. 

WHO memaparkan bahwa varian Mu ini pertama kali terdeteksi di Kolombia. Setelah itu, varian Mu juga dilaporkan terdeteksi di negara-negara Amerika Selatan dan sebagian Eropa.

Merujuk pada data yang dihimpun WHO, varian Mu baru terdeteksi di 0,1 persen kasus Covid-19 global. Namun, varian itu sudah mendominasi 39 persen infeksi corona di Kolombia.

Sebagaimana dilansir AFP, kini para ahli memang sedang mengkhawatirkan kemunculan berbagai varian baru karena lonjakan tingkat infeksi corona secara global.

Kekhawatiran kian tinggi karena saat ini virus corona varian Delta - yang dikenal lebih cepat menular - mendominasi kasus Covid-19 global. Sementara itu, berbagai negara mulai melonggarkan aturan pencegahan Covid-19.

WHO menjelaskan bahwa semua virus pasti bermutasi. Mutasi itu dapat berbahaya, bisa juga tidak, tergantung ketahanannya terhadap vaksin dan seberapa cepat menyebar.

Saat ini, WHO sedang terus memantau empat varian Covid-19 baru selain Mu, termasuk Alpha yang ditemukan di 193 negara, dan Delta di 170 negara.

(has)


Diterbitkan di Berita

tagar.id Jakarta - Singapura jadi salah satu negara di Asia yang telah sukses memvaksinasi 80% populasi secara penuh. Sementara itu, Jepang masih berjuang dengan kampanye inokulasinya setelah beberapa suntikan vaksin Moderna tercemar.

Singapura telah sepenuhnya memvaksinasi 80% populasi. Keberhasilan ini menjadikannya negara dengan tingkat vaksinasi tertinggi di dunia, di tengah upaya negara-negara lain yang sedang berjuang mengendalikan penyebaran varian Delta.

"Kami telah melewati tonggak sejarah lain, di mana 80% dari populasi telah menerima dua dosis vaksin," kata Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung, dalam sebuah postingan di media sosial. "Kesuksesan itu berarti Singapura telah selangkah lebih maju dalam menangani Covid-19," tambahnya.

"Ini adalah hasil dari upaya kolektif banyak orang yang bekerja di belakang layar dan orang-orang Singapura maju untuk menjaga diri mereka sendiri dan orang-orang di sekitar mereka."

 

Budi Gunadi Sadikin

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Tagar/Dok Kemenkes)

 

1. Indonesia

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan Indonesia bisa menyalip Jerman dalam hal laju vaksinasi Covid-19. Caranya dengan mengebut penyuntikan hingga 2,3 juta orang per bulan.

"Per hari ini saya lihat sudah 97,8 juta sudah kita suntikan, mudah-mudahan bisa mengejar Jerman kalau angkanya juga naik terus," kata Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers soal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Senin, 30 Agustus 2021.

Menkes mengatakan Presiden Joko Widodo meminta agar dilakukan percepatan vaksinasi hingga 100 juta dosis pada akhir bulan Agustus 2021. "Dan kalau bisa rata-ratanya ditingkatkan ke 2,3 juta," katanya.

olimpiade tokyo

Tokyo menjadi tuan rumah upacara pembukaan Paralimpiade (Foto: dw.com/id)

 

2. Jepang

Jepang menargetkan vaksinasi penuh warganya pada Oktober atau November mendatang, menurut Kepala Program Vaksinasi Nasional Taro Kono. Dia juga menjanjikan suntikan booster untuk pekerja medis dan orang tua pada awal tahun depan.

"Jepang menargetkan tingkat vaksinasi 80%," kata Kono di Fuji TV.

Target tersebut diyakini akan tetap dijalankan meski Jepang tengah berurusan dengan vaksin Moderna yang tercemar, yang dilaporkan telah mengorbankan dua warganya. Inokulasi di pusat vaksinasi skala besar di prefektur Okinawa pun dihentikan pada Minggu (29/08) setelah pencemaran ditemukan di beberapa suntikan.

 

Dr Anthony Fauci

Dr Anthony Fauci, pakar penyakit menular AS (Foto: voaindonesia.com/AP)

 

3. Amerika Serikat

Pakar penyakit menular terkemuka AS, Dr Anthony Fauci, mengatakan Amerika Serikat tetap berpegang pada implementasi vaksin booster Covid-19 kepada warganya, delapan bulan setelah menerima dosis kedua.

Fauci menyebut "tidak ada keraguan" dalam pikirannya bahwa orang perlu mendapatkan suntikan tambahan setelah mereka menerima vaksin Pfizer atau Moderna dua dosis, mengingat masifnya penyebaran varian Delta yang sangat menular.

"Hanya sekitar 50% atlet pria pada turnamen US Open yang telah divaksinasi," kata juru bicara ATP. Sementara bagi penonton yang ingin menyaksikan US Open, wajib memiliki setidaknya satu suntikan vaksin Covid-19 [ha/hp (Berbagai sumber)]/dw.com/id. []

Diterbitkan di Berita

MURIANEWS, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah mengizinkan pembelajaran tatap muka (PTM) digelar mulai 30 Agustus 2021. Namun izin PTM ini tak berlaku untuk semua daerah di provinsi ini.

Hanya wilayah dengan status PPKM level 2 dan level 3 yang diizinkan membuka sekolah secara terbatas. Sementara di daerah level 4 pembelajaran tetap dilakukan secara daring.

Izin untuk membuka PTM terbatas ini dikeluarkan Ganjar melalui Instruksi Gubernur (Ingub) Jawa Tengah Nomor 10 Tahun 2021 tentang Implementasi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Level 3 dan Level 2 Corona Virus Disease di Provinsi Jawa Tengah, terkait pendidikan.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Suyanta mengatakan, ingub itu dikeluarkan berlandas dari Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 35 Tahun 2021.

Ia mengatakan, Gubernur Ganjar juga telah mengeluarkan surat edaran (SE) tentang daerah-daerah yang boleh menggelar PTM. Ia menegaskan, jika PTM yang diizinkan sifatnya masih terbatas.

“Pak gubernur (Gubernur Jateng Ganjar Pranowo) sudah membuat surat edaran yang menyatakan bahwa kalau suatu daerah kabupaten/kota yang masuk dalam level 4 maka pembelajaran tetap daring.

Dan level 3 dalam aglomerasi level 4 maka dia (daerah) pun masih daring. Untuk daerah kabupaten/kota yang level 2 dan level 3 itu dipersilakan untuk melaksanakan PTM terbatas,” kata Suyanta, Kamis (26/8/2021).

Berdasarkan Ingub, daeah di Jateng yang masuk level 2 PPKM ada dua, yakni Kabupaten Kudus dan Kabupaten Jepara. Baca: Alhamdulillah, Dua Daerah di Jateng Masuk PPKM Level 2, Level 4 Masih 15 Kabupaten/Kota Sementara yang masuk level 3 PPKM ada 18 daerah.

Yakni, Wonosobo, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Magelang, Brebes, Pemalang, Grobogan, Kabupaten Tegal, Pati, Banjarnegara, Batang, Rembang, Semarang, Kendal, Demak, Kota Semarang, Blora dan Temanggung. Sedangkan level 4, ada 15 kabupaten/kota yaitu Boyolali, Purbalingga, Wonogiri, Sukoharjo, Klaten, Kebumen, Banyumas, Kota Tegal, Kota Surakarta, Kota Salatiga, Kota Magelang, Sragen, Purworejo, Cilacap, dan Karanganyar.

Suyanta mengatakan, tidak serta-merta semua sekolah yang berada di daerah level 2 dan 3 bisa langsung melakukan PTM terbatas. Harus ada tahapan yang harus dilalui.

Terutama sekolah yang belum pernah menggelar uji coba atau simulasi PTM, harus melakukan simulasi selama satu hingga dua pekan. Kalau hasilnya berjalan baik, maka sekolah bisa lakukan PTM terbatas.

Selain itu, ada persyaratan yang  harus dipenuhi agar sekolah bisa menggelar PTM terbatas. Seperti harus punya kesiapan, serta menjalankan panduan pembelajaran yang telah diterbitkan Dinas Pendidikan.

Kesiapan sarana prasarana, serta ada izin dari dari orang tua, gugus tugas kabupaten/kota, dan pemangku wilayah yaitu bupati/wali kota, atau gubernur untuk jenjang SMA/SMK.

Dia melanjutkan, agar sekolah bisa melakukan uji coba PTM, juga harus ada rekomendasi Dinas Pendidikan kabupaten/kota, dan verifikasi Cabang Dinas Pendidikan.

“Sekolah yang sudah siap nanti harus mendapatkan izin dulu. Itulah pentingnya. Ini diatur, dikendalikan dalam rangka pengendalian Covid-19. Jangan sampai, PTM terbatas ini menjadi klaster baru.

Maka dinas lain termasuk Dinas Pendikan harus patuh kepada pengendali, gugus tugas Covid setempat,” tuturnya.    

Reporter: Ali Muntoha 

Diterbitkan di Berita

KOMPAS.com - Pemerintah melalui Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 meminta masyarakat agar tidak mencetak sertifikat vaksinasi. Hal itu penting untuk diketahui untuk melindungi data pribadi.

Seperti diketahui, sertifikat vaksin Covid-19 memuat sejumlah data pribadi dari orang yang divaksinasi.

Kebocoran data Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pencetakan kartu vaksin rawan kebocoran data yang dapat disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab. Karena itu pihaknya mengingatkan warga yang telah divaksin untuk tidak perlu mencetak sertifikat vaksin tersebut. 

“Masyarakat tidak perlu lagi mencetak sertifikat vaksin sekaligus juga dapat melindungi data pribadi dari potensi kebocoran penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Wiku seperti dikutip dari Kompas.com, 26 Agustus 2021.

Mencetak kartu sertifikat vaksin berarti harus menjaga agar tidak tercecer atau hilang, sebab termuat informasi data diri yang penting seperti: Nama lengkap Nomor Induk Kepegawaian (NIK) Tanggal lahir Kode batang (barcode) ID Tanggal vaksin diberikan Informasi vaksinasi dosis ke berapa Merek vaksin yang diperlukan Nomor batch vaksin Pernyataan kesesuaian dengan peraturan Menteri Kesehatan Indonesia.

Adapun mencetak sertifikat vaksin menggunakan jasa cetak berisiko kebocoran data pribadi, yang dapat disalahgunakan oleh penyedia jasa untuk berbagai hal negatif. Seperti salah satunya mengakses pinjaman online hingga tidak kriminal lainnya.

Pemerintah tidak mewajibkan Perlu diketahui, tidak ada persyaratan yang mengharuskan masyarakat mencetak sertifikat vaksin dalam bentuk kartu. Pemerintah maupun penyedia layanan perjalanan dan layanan publik tidak mewajibkan sertifikat vaksin dalam bentuk kartu fisik.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menuturkan, Kemenkes tak mengatur ketentuan boleh-tidaknya sertifikat vaksinasi dicetak dalam bentuk fisik. “Ini (cetak sertifikat vaksin) tidak kami atur ya,” tutur Nadia.

Masyarakat dapat menggunakan aplikasi PeduliLindungi di ponsel untuk menjaga keamaanan informasi pribadi. Dengan mengunduh aplikasi ini, seseorang dapat dengan mudah menunjukkan sertifikat vaksin saat dibutuhkan dan data pribadi juga aman terlindungi.

Pantauan Kompas.com, akses ke aplikasi Peduli Lindungi membutuhkan akun untuk akses masuk. Jika belum mempunyai akun, maka dapat melakukan pendaftaran dengan alamat e-mail atau nomor telepon, dan ikuti petunjuk yang tersedia.

Setelah memiliki akun, buka aplikasi dan masukkan e-mail atau nomor telepon yang terdaftar. Ketikkan kode OTP yang dikirimkan ke nomor telepon untuk verifikasi.

Setelah itu, di bagian atas akan muncul menu Akun, klik menu tersebut. Pilih menu Sertifikat Vaksin, dan sertifikat akan muncul. Jika ingin memperbesar, tinggal klik gambar vaksinnya.

Penjual jasa cetak kartu vaksin Melansir situs Covid-19, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah memblokir penjual jasa cetak kartu vaksin di marketplace, yang bertujuan mencegah kebocoran data.

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag Veri Anggrijono memaparkan, ada sebanyak 2.453 produk dan jasa pencetakan kartu vaksin di marketplace telah diblokir oleh pemerinah.

“Sejauh ini sudah dilakukan sebanyak 137 kata kunci (keywords) dan 2.453 produk dan jasa pencetakan kartu vaksin,” ujar Veri.

Ia menyampaikan, dalam marketplace terdapat berbagai penawaran jasa mencetak kartu vaksin Covid-19 yang dapat berpotensi melanggar ketentuan perlindungan data pribadi.

Kemendag melalui Direktorat Jenderal PTKN meningkatkan pengawasan jasa layanan cetak kartu vaksin Covid-19 di marketplace Indonesia.

Hal itu menyusul ditemukannya 83 tautan pedagang yang menawarkan jasa layanan cetak kartu atau sertifikat vaksin dengan harga yang beragam.


Penulis : Mela Arnani
Editor : Rizal Setyo Nugroho

Diterbitkan di Berita