JAKARTA, HOLOPIS.COM  Polda Metro Jaya menggencarkan program ‘vaksin merdeka’ dalam rangka HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Lima hari berjalan, polisi menyebut hampir 100 persen warga ibu kota kini telah divaksin COVID-19 tahap pertama.

“Data terbaru pada hari kelima warga DKI Jakarta yang telah divaksin COVID-19 dosis pertama ada 94,32 persen,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus seperti dilansir dari polri.go.id, Sabtu (7/8).

Angka itu disebut mengalami peningkatan. Pasalnya, pada medio Juli 2021, Yusri menyebut baru ada 84,55 persen warga DKI Jakarta yang menerima dosis pertama vaksin COVID-19.

Program vaksin merdeka dinilai disambut antusias oleh warga. Dalam tinjauannya di Kelurahan Cipulir, Jakarta Selatan, Yusri menyebut ada 285 warga yang divaksin COVID-19 di lokasi.

“Warga sangat antusias untuk melakukan vaksinasi COVID-19 agar dapat segera terbentuk kekebalan komunal atau herd immunity,” jelas Kabid Humas.

Hal sama ditemui di Gedung Grafur Print, Kelurahan Sukabumi Utara, Jakarta Barat. Yusri menyebut ada 66 orang mendaftar untuk vaksinasi.

45 orang terdaftar melakukan vaksin untuk dosis pertama, dan 15 orang untuk dosis kedua. Adapun 6 orang terpaksa harus ditunda karena alasan kesehatan sehingga hanya 60 orang yang dilakukan vaksinasi.

Program vaksin merdeka yang digagas Polda Metro Jaya mulai dilakukan dari 1 Agustus hingga 17 Agustus 2021. Lewat program itu diharapkan presentase warga Jakarta yang telah divaksin COVID-19 dosis pertama mencapai 100 persen pada 17 Agustus 2021 mendatang.

“Progam vaksin merdeka bertujuan memberi kado ulang tahun dengan 100 persen warga yang divaksinasi dosis pertama pada Hari Kemerdekaan RI ke-76 pada 17 Agustus 2021 nanti,” pungkas Kabid Humas.

Diterbitkan di Berita

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemberian vaksin untuk dosis ketiga (booster) untuk tenaga kesehatan (nakes) bisa mencampurkan dua jenis vaksin berbeda.

"Dicampur (jenis vaksin)-nya bisa," kata Budi saat ditemui tengah meninjau Sentra Vaksinasi Ikatan Alumni Taruna Nusantara (IKASTARA) di Ancol Beach City (ABC) Mall, Pantai Carnaval, Taman Impian Jaya Ancol, Sabtu.

Ia mengatakan pemerintah sedang bekerja keras untuk mencapai target vaksinasi pada Agustus sebanyak 70 Juta per bulan.

Sedangkan, jumlah dosis yang datang dalam kurun waktu tujuh bulan, dari Januari hingga akhir Juli 2021, baru 90 juta. Adapun vaksin yang Pemerintah Republik Indonesia dapat saat ini sekitar 140 juta dosis vaksin Covid-19.

"Jadi harus di vaksinnya, betul-betul kerja keras. Dan enggak mungkin pemerintah melakukan sendiri, kalau tidak berkolaborasi dengan seluruh unsur masyarakat. Harus kita bangun Gerakan Vaksinasi Nasional lah, jangan hanya diprogram pemerintah," kata Budi.

Ia percaya kalau semua komponen bangsa sudah datang bergotong royong dan bekerja sama, seharusnya pandemi ini bisa diatasi dan menjadi hadiah paling bagus untuk menyambut Hari Kemerdekaan nanti.

"Vaksin booster itu jangan dulu, masih 140 juta baru dapat. Jadi vaksin booster baru buat nakes saja dulu ya," kata Menkes RI menjelaskan.

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Angka kasus Covid-19 di Sri Lanka kembali melonjak, rumah sakit di negara tersebut pun keteteran menangani jumlah pasien yang membludak.

Melansir AFP, Pemerintah Sri Lanka melarang gelaran upacara kenegaraan dan pertemuan publik hingga 1 September mendatang demi mencegah terjadinya krisis Kesehatan.

Pemerintah Sri Lanka membatasi para pegawainya untuk masuk kantor setelah sebelumnya membolehkan pegawai negeri untuk kembali bekerja di kantor.

Pemerintah Sri Lanka meminta perusahaan untuk membuat laporan siapa saja pegawai kantor yang harus bertugas di luar rumah. Pembatasan ini diambil setelah pada Jumat angka kasus positif dan kematian naik drastis dalam sepekan. Angka kasus dan kematian melebihi angka bulan lalu.

Gambaran situasi rumah sakit disampaikan oleh seorang penyiar televisi Sri Lanka, Thilakshani Maduwanthi. Ia memperlihatkan kondisi rumah sakit Kolombo Selatan sangat padat. Dalam satu ranjang tiga orang pasien harus berbagi tempat tidur.

Thilakshani mengatakan, dua pasien meninggal di hadapannya dan para tenaga kesehatan terpaksa merawat para pasien di bawah pohon karena tidak dapat masuk ke dalam rumah sakit.

Dilansir dari AFP, dalam unggahan di Facebook, Thilakshani menuliskan: "Apa yang kami laporkan tentang India di mana orang-orang meninggal di luar rumah sakit yang penuh sesak bulan lalu, kini pemandangan serupa terjadi tepat di depan mata saya."

Unggahan lain di media sosial menunjukkan penumpukan jenazah di dua rumah sakit di luar ibu kota. Pemerintah Sri Lanka hanya mengizinkan 25 pelayat dan pernikahan hanya diperbolehkan sebanyak 150 orang.

Pemerintah Sri Lanka melonggarkan pembatasan kegiatan pada bulan lalu saat pemerintah mengedarkan dan mengkampanyekan vaksinasi. Lebih dari 10 juta orang dari total 21 juta populasi telah diberikan vaksin dosis pertama dan 2,67 juga jiwa telah menerima vaksin dosis kedua pada Kamis (5/8).

Meski begitu, jumlah infeksi meningkat lebih dari dua kali lipat per harinya, dengan rata-rata kasus harian mencapai 2.500 dan angka kematian berada di atas 80. Sampai saat ini, Sri Lanka telah mencatat ribuan angka kematian.

Kasus kenaikan signifikan terjadi setelah pemerintah melonggarkan pembatasan pada bulan April untuk merayakan perayaan Sinhala dan Tahun Baru Tamil. Peraturan diperketat lagi di bulan Mei dan dilonggarkan kembali pada bulan Juli.

(AFP/imb/bac)

Diterbitkan di Berita

Anadolu Agency JAKARTA Indonesia akan menerima tiga juta dosis vaksin Covid-19 dari pemerintah Prancis.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan pemberian bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasinya dengan Menlu Prancis Jean-Yves Le Drian pada 22 Juli lalu.

“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pemerintah Prancis,” kata Menlu Retno dalam konferensi pers daring, Kamis. 


Berdasarkan informasi sementara dari Kementerian Luar Negeri RI, vaksin yang akan diberikan Prancis yakni AstraZeneca.

Nantinya, pengiriman pertama dijadwalkan pada akhir Agustus sebanyak 1,3 juta dosis vaksin.

Indonesia memiliki lebih dari 3,53 juta kasus Covid-19, termasuk penambahan 35.867 pasien baru pada Rabu.

Indonesia sekaligus melaporkan tambahan 1.747 kasus kematian Covid-19 pada kemarin sehingga totalnya mencapai 100.636.

 

 

 

 

 

 

 

Diterbitkan di Berita

TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, berhasil mengembangkan alat Oxygen Concentrator. Alat ini diprakarsai oleh tim riset konsorsium beranggotakan dosen dan peneliti lintas Departemen dan Fakultas di ITS untuk membantu penanganan pasien Covid-19.

Ketua tim riset Fadlilatul Taufany dari Departemen Teknik Kimia, ITS, menjelaskan, Oxygen Concentrator merupakan perangkat teknologi yang bekerja secara selektif. “Memisahkan kandungan gas oksigen dalam udara bebas dari kandungan gas nitrogennya, sehingga bisa didapatkan konsentrasi pasokan gas oksigen yang diperkaya,” ujar dia saat dihubungi, Jumat malam, 6 Agustus 2021.

Produk gas oksigen ini kemudian disimpan dalam tabung gas penampung untuk selanjutnya digunakan oleh pasien yang membutuhkan suplai oksigen eksternal. “Sehingga meningkatkan saturasi oksigen dalam darahnya kembali ke batas normal yang aman bagi kesehatannya,” kata dosen Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem, ITS itu.

Terapi oksigen direkomendasikan untuk semua pasien Covid-19 yang parah dan kritis. Dosisnya rendah, mulai dari 1-2 L/menit (LPM) pada anak-anak dan mulai 5 L/menit pada orang dewasa dengan kanula hidung, laju aliran sedang digunakan dengan masker Venturi (6-10 LPM); atau kecepatan aliran lebih tinggi (10-15 LPM) menggunakan masker dengan kantong penampung.

Selain itu, oksigen dapat diberikan pada laju aliran yang lebih tinggi dan dalam konsentrasi yang lebih tinggi, menggunakan perangkat kanula hidung (HFNC) aliran tinggi, ventilasi non-invasif (NIV) dan perangkat ventilasi invasif. “Oxygen Concentrator adalah perangkat medis mandiri bertenaga listrik yang dirancang mengkonsentrasikan oksigen dari udara sekitar,” tutur Taufany.

Memanfaatkan proses yang dikenal sebagai pressure swing adsorption (PSA), Oxygen Concentrator menghasilkan hingga 95,5 persen oksigen pekat untuk kemudian digunakan oleh orang-orang yang memerlukan oksigen medis karena tingkat (saturasi) oksigen yang rendah dalam darah mereka. 

Taufany yang juga Kepala Sub Direktorat Riset dan Publikasi Ilmiah Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) ITS itu menjelaskan pihaknya membuat alat itu karena ketersediaan tabung oksigen yang tidak mencukupi kebutuhan jumlah pasien terinfeksi Covid-19 yang meningkat. Juga karena tidak siapnya kapasitas produksi oksigen untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat pesat.

“Dengan teknologi ini pasien tidak perlu lagi melakukan pengisian ulang gas oksigen,” kata lulusan Ph.D Nanoteknologi dari National Taiwan University of Science and Technology itu.

Dalam pengembangan purwarupa teknologi Oxygen Concentrator ini, tim ITS juga melakukan branding dengan berbagai desain open source yang ada di manca negara, di antaranya Project Appollo dengan kapasital 5L/min dan kemurnian 90 persen, Oxikit dengan kapasitas 25L/min dan kemurnian 92 persen, serta Marut dengan kapasitas 10L/min dengan kemurnian 92 persen.

Diterbitkan di Berita
Khadijah Nur Azizah - detikHealth Jakarta - Filipina memutuskan untuk mengunci wilayah atau lockdown ibukota Manila selama dua pekan yang dimulai pada Jumat (6/8/2021). Filipina telah melaporkan 10.623 kasus virus Corona baru, lonjakan infeksi satu hari terbesar selama hampir empat bulan.

Kasus Corona di Filipina diperparah dengan kemunculan varian Delta yang membuat tekanan di rumah sakit. Sekitar 13 juta penduduk yang tinggal di Manila diminta untuk tetap tinggal di rumah.

"Pemerintah pusat bersama-sama dengan pemerintah daerah harus bertindak agresif, seolah-olah sudah ada penularan dalam masyarakat," kata juru bicara kementerian kesehatan Maria Rosario Vergeire pada konferensi pers, merujuk pada varian Delta yang sangat menular.

Aturan lockdown ini membatasi aktivitas warga dan hanya bisnis dan pekerjaan penting yang dapat beroperasi. Guna menertibkan warga, pemerintah juga membuat pos pemeriksaan di seluruh wilayah ibu kota.

Pejabat Manila mengatakan mereka akan menggunakan periode lockdown selama dua minggu untuk memvaksinasi empat juta orang di wilayah ibu kota. Filipina menargetkan untuk memvaksinasi hingga 70 juta orang tahun ini.

Sebanyak 450 kasus terkonfirmasi varian Delta COVID-19 telah terdeteksi di Filipina. Namun, para ahli percaya angka sebenarnya bisa jauh lebih tinggi, karena kurangnya kapasitas pengurutan genom di negara tersebut.


(kna/kna)

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, KOMPAS.TVPemanfaatan tempat tidur di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran terus mengalami penurunan.

Pada Jumat (6/8/2021) siang, tercatat ada 217 pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 dan dipulangkan dari RSD Wisma Atlet Kemayoran.

“Untuk update hari ini memang turun lagi, sekarang di angka 2002, ini kira kira BOR-nya (Bed Occupancy Rate) itu 25,36%,” kata Koordinator Humas RSD Wisma Atlet Kemayoran, Kolonel Mintoro Sumego, Jumat (6/8/2021).

Kolonel Mintoro Sumego menambahkan, pasien yang masih menjalani perawatan di RSD Wisma Atlet Kemayoran merupakan pasien bergejalan ringan, sedang, hingga berat dengan komorbid.

“Kita masih tetap pasien-pasien yang dirawat di sini adalah dengan gejala ringan maupun sedang dan berat dengan komorbid. Jadi tetap dengan sesuai dengan SOP yang ada,” ujarnya.

“Dengan menurunnya pasien sekarang tower 4 sudah kosong, untuk sementara di-standby-kan (disiapkan). Jadi sekarang yang dipakai adalah tower lima enam dan juga tujuh.”

Meski demikian, Mintoro Sumego menuturkan untuk keterisian ruang ICU di RSD Wisma Atlet Kemayoran masih cukup tinggi, yaitu berada di angka 70 persen.

“ICU sekarang dihuni oleh 70 persen pasien dari 39 tempat tidur yang ada, terus di tower enam dan tujuh juga ada perbaikan ICU intermediat care dan HCU jumlahnya nanti ditingkatkan,” jelas Kolonel Mintoro Sumego.

Tower delapan digunakan bagi mereka yang repatriasi nah begitu hasil swabnya positif maka mereka akan digeser ke wisma atlet.”

Kolonel Mintoro Sumego menuturkan salah satu faktor yang membuat keterisian RSD Wisma Atlet Kemayoran turun adalah adanya penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Selain itu, angka pasien yang sembuh lebih tinggi jika dibandingkan dengan pasien positif baru Covid-19.

“Yang masuk ke sini yaitu 100 sampai 150 pasien perhari, sedangkan untuk pasien yang sembuh itu lebih banyak di angka 300 sampai 400 jadi trennya memang lebih banyak yang sembuh,” jelasnya.

“Kedua mungkin juga karena PPKM ketat pasien bisa saja dirawat di rumah tanpa gejala isolasi mandiri.”

Dalam keterangannya, Kolonel Mintoro Sumego, pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Kemayoran rata-rata dirawat 10-12 hari.

Namun, sambungnya, ada juga pasien Covid-19 yang dirawat hingga 26 hari.

“Obat dan oksigen juga cukup, oksigen kita banyak bantuan, baik oksigen tabung dan kita juga sudah menggunakan liquid oksigen di ruang ICU (Intermediat Care Unit) dan HCU,” jelasnya.

Kemudian, tambahnya, berdasarkan keterangan pasien yang dirawat di RSD Wisma Atlet kebanyakan tertular dari klaster keluarga dan perkantoran.

“Hampir 70 persen tapi di angka 20 persen itu kebanyakan dari keluarga yang sisanya itu dari kantor,” ujarnya.

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti | Editor : Gading Persada

Diterbitkan di Berita

Yosafat Diva Bayu Wisesa - Hops.ID Haikal Hassan mendadak jadi sorotan publik lantaran mengimbau agar orang yang terpapar alias positif Corona berpuasa. Bahkan tak tanggung-tanggung, dia menyarankan supaya orang yang terinfeksi virus Covid-19 untuk puasa selama 18 jam.

Video imbauan Haikal Hassan dalam sebuah acara itu dibagikan oleh pengguna TikTok @bgzacky008_2. Diduga video aslinya telah di-take down, karena dinilai sebagai konten yang menyesatkan terkait Covid-19.

Saksikan sebelum di-take down TikTok,” tulis @bgzacky008_2 sebagai keterangan dalam video seperti dikutip Suara (Jaringan Hops) pada Kamis, 5 Agustus 2021.

Terlihat dalam video yang diunggah, Haikal Hassan menyatakan tidak setuju dengan pernyataan Dokter Tirta yang menyebut pasien Covid-19 harus banyak makan.

Sebaliknya, menurut dia, pasien virus corona harus sering berpuasa. “Dokter Tirta kalau Anda mendengar acara ini, salam sehat. Tolong direvisi kata-kata Dokter Tirta tentang mangan mangan mangan mangan.

Dok, udah diuji belum dok (pernyataan pasien Covid-19 harus banyak makan)?” tanya Haikal. 

Haikal Hassan. Foto: Dok Suara.
Haikal Hassan. Foto: Dok Suara.

 

Haikal menilai klaim pasien virus corona harus puasa itu sesuai dengan hadis nabi. Menurutnya, saat badan terasa tidak enak karena terinfeksi Covid-19, itu merupakan sinyal dari Tuhan agar kita jangan makan.

“Kalau saya sangat teruji, sesuai dengan hadis nabi. Begitu berasa gak enak, secara alamiah tubuh kita itu menolak makanan, dok. Dan itu sebenarnya adalah sinyal dari Tuhan,” kata Haikal.

Pasalnya jika tetap makan, Haikal menyebut itu sama saja dengan memberi makan untuk virus corona. Karena itu, ia menyebut pasien Covid-19 seharusnya puasa 18 jam.

Haikal juga menyarankan pasien Covid-19 menghabiskan waktu dengan tidur. Cara tersebut diklaim Haikal bisa membuat virus corona mati dengan sendirinya.

“Jangan kasih makan itu virus. Biarkan virus itu mati dengan cara bedrest, tidur total dan puasa 18 jam. Atau bisa juga 16 jam. Itu akan membuat virus lemah. Makan sedikit secukupnya, langsung tidur lagi, langsung puasa lagi,” ucap Haikal.

Lebih lanjut Haikal menjelaskan kasus yang terjadi di Jerman. Menurut keterangannya, tidak ada kasus kematian pasien Covid-19 di Jerman.

Haikal menyebut hal itu disebabkan karena Jerman menidurkan pasien virus corona. Tak hanya itu, rumah sakit di Jerman juga dipuasakan menurut klaim Hassal.

“Bukankah dokter harus tahu perbandingan pengobatan? Di Jerman misalnya, (pasien Covid-19) itu ditidurkan dan dipuasakan. Dan ternyata tidak ada kasus kematian yang terjadi,” pungkasnya.

Mendapat berbagai kecaman publik

Penceramah Haikal Hassan
Penceramah Haikal Hassan

 

Pernyataan kontroversial Haikal Hassan itu sudah tersebar sampai Twitter, dan menuai sorotan tajam. Banyak warganet yang mendebat dan tidak setuju jika pasien Covid-19 harus puasa 18 jam agar sembuh.

Menurut mereka, cara itu dinilai justru dapat membahayakan pasien, dan menghilangkan nyawa mereka. Pasalnya, manusia tetap membutuhkan asupan makanan dan gizi yang cukup secara teratur.

“Aneh banget masa dia bilang kena Covid-19 malah disuruh puasa gak boleh makan. Cuma disuruh tidur katanya jangan kasih makan virusnya biar virusnya mati. Terus dia bilang itu anjuran hadis nabi, emang ada hadis nabi bilang kalo sakit disuruh puasa, gak makan?” protes akun @tubifess.

“Puasa gua baca emang bagus si, cuma gak bisa digeneralisir juga, ada beberapa kondisi dimana malah gak boleh biasanya yang parah. Gua pun seorang positif covid pas awal-awal itu demam sampe 38 derajat jadi emang gak bisa puasa. Ini alasan kita harus hati-hati nder,” timpal warganet.

“Bukan nyembuhun covid, tapi meningkatkan imun. Kalau belum bisa puasa, ganti pakai makanan sehat. Kurangi gula. Tapi, lebih baik lagi misal kena covid, dengerin anjuran dokter yang nanganin kita gimana,” jelas warganet.

“Pada sok tahu semua dah. Spekulasi, menurut ina inu, ita itu. Kalau sakit tanya dokter, dateng ke puskesmas atau klinik atau rumah sakit. Jelas. Ahlinya langsung. Badan masing-masing kan beda-beda penanganan. Seenggaknya mereka udah sekolah dan mendalami ilmu,” saran warganet.

“Emang ada anjuran puasa buat yang kena covid tapi gak bisa sembarangan diaplikasiin ke semua orang. Kalau gak salah ini butuh pengawasan dokter. Emang dari pengalaman gue sendiri banyak makan itu bikin cepet sembuh, terutama makan protein sama sayur. Badan tiap orang bisa beda-beda pemulihannya,” terang lainnya.

Diterbitkan di Berita

BEIJING, NETRALNEWS.COM - Sedikitnya 20 pejabat di Pemerintah Kota Zhangjiajie, Provinsi Hunan, China, dicopot dari jabatannya akibat kelalaiannya sehingga menyebabkan terjadinya penularan COVID-19 varian Delta secara massal.

Mereka dianggap paling bertanggung jawab terhadap pertunjukan seni di kota wisata yang pernah menjadi lokasi syuting film Avatar yang memicu penyebaran wabah tersebut ke delapan provinsi lainnya di China.

Media setempat pada Kamis, (5/8/2021) menyebutkan di antara yang dikenai sanksi pemecatan itu adalah pejabat level distrik, staf manajemen rumah sakit, dan personel yang terkait dengan pertunjukan seni di gedung teater Charming Xiangxi yang dipadati 2.000 penonton pada 22 Juli lalu.

Ada enam pejabat publik di Distrik Yongding, Kota Zhangjiajie, termasuk Kepala Bidang Kesehatan Xu Xionghui yang didongkel dari posisinya, sebagaimana laporan CCTV.

Xu dianggap tidak berkompeten dalam mengimplementasikan protokol kesehatan dan lemah dalam mengontrol pasien yang terinfeksi, demikian pernyataan otoritas setempat. Di Distrik Yongding hingga Selasa (3/8) terdapat 15 kasus positif COVID-19 varian Delta.

Direktur Departemen Kegawatdaruratan Rumah Sakit Daerah Zhangjiajie, Deng Huabin, yang bertanggung jawab atas tes PCR juga dicopot dari jabatannya lemahnya manajemen hingga menyebabkan kerumunan dan kekacauan di rumah sakit saat tes berlangsung.

Menurut otoritas setempat, kerumunan itu sangat berisiko terjadinya infeksi silang di rumah sakit. Saat ini, baik warga Zhangjiajie maupun wisatawan yang mengisi liburan musim panas, dilarang meninggalkan kota itu.

Sementara itu, seorang pengiring pasien COVID-19 di Rumah Sakit Daerah Zhangjiajie ditangkap polisi.

Biro Keamanan Publik Kota Zhangjiajie mengumumkan bahwa seorang bermarga Ruan melanggar peraturan antipandemi dan undang-undang pencegahan penyakit menular karena menyembunyikan hasil tes positif COVID-19.

Selama 16-30 Juli, dia juga berulang kali mengunjungi kedai kopi di dekat rumah sakit. Seperti diberitakan sebelumnya, seorang perempuan tua asal Nanjing, Provinsi Jiangsu, juga ditangkap polisi karena dianggap memicu terjadinya penularan wabah COVID-19 secara massal di Kota Yangzhou.

Perempuan bermarga Mao melakukan perjalanan sejauh 100 kilometer dari Nanjing ke rumah adiknya di Yangzhou dalam masa larangan bepergian.

Sebanyak 94 warga Yangzhou, termasuk adik Mao, turut terinfeksi COVID-19 varian Delta klaster Nanjing. 

Reporter : Antara
Editor : Nazaruli

Diterbitkan di Berita

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memutuskan, warga yang belum memiliki NIK tetap dapat divaksinasi.

Dalam teknis pelaksanaan vaksinasi tersebut dibutuhkan pendataan sasaran yang akan dimasukan dalam Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi Covid-19 yang memuat nama dan alamat serta nomor induk kependudukan.

Untuk itu, dalam rangka percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dengan target kelompok masyarakat rentan dan masyarakat lainnya yang belum memiliki NIK, diperlukan optimalisasi dukungan pelaksanaan vaksinasi dari pemerintah daerah.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat drg Widyawati mengatakan, Kemenkes telah mengeluarkan Surat Edaran nomor HK.02.02/III/15242/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 bagi Masyarakat Rentan dan Masyarakat Lainnya yang Belum Memiliki Nomor Induk Kependudukan. Surat Edaran itu ditujukan kepada seluruh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten, dan Kota.

“Surat edaran itu dimaksudkan untuk meningkatkan dukungan dan kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan terkait dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat rentan dan masyarakat lainnya yang belum memiliki NIK,” katanya dalam siaran pers yang diterima, Rabu (4/8/2021).

Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota berkoordinasi dengan Instansi perangkat daerah provinsi dan perangkat daerah kabupaten/kota terkait pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat rentan, seperti kelompok penyandang disabilitas, masyarakat adat, penghuni lembaga pemasyarakatan, Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), dan Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMIB), serta masyarakat lainnya yang belum memiliki NIK.

Dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat rentan dan masyarakat lainnya yang belum memiliki NIK, Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota memastikan agar instansi dan perangkat daerah terkait seperti Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM, Kantor Wilayah Kementerian Agama, Unit Pelaksana Teknis Kementerian/Lembaga, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk segera berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat apabila terdapat target sasaran vaksinasi Covid-19 yang belum memiliki NIK.

Pelayanan vaksinasi bagi masyarakat yang belum memiliki NIK dapat dilakukan bersama-sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di satu lokasi pelayanan yang disepakati sehingga masyarakat dapat terlayani dan kebutuhan NIK dapat terpenuhi.

Kebutuhan vaksin dan logistik vaksin untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat rentan dan masyarakat lainnya yang belum memiliki NIK dapat mengoptimalkan ketersediaan di tingkat kabupaten/kota dan provinsi.

Apabila kebutuhan vaksin dan logistik vaksin Covid-19 masih belum mencukupi, maka Dinas Kesehatan Provinsi atau Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dapat mengajukan usulan kebutuhan vaksin dan logistik vaksinasi Covid-19 kepada Kementerian Kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Diterbitkan di Berita