BBC News Indonesia

Sekelompok arsitek Mesir berhasil memenangi sayembara desain pembangunan kembali Masjid Raya al-Nuri di Kota Mosul, Irak, setelah empat tahun lalu dihancurkan oleh kelompok milisi yang menyebut diri mereka Negara Islam (ISIS).

Kelompok itu meledakkan masjid peninggalan abad ke-12 tersebut pada Juni 2017 saat pasukan pemerintah Irak bergerak merebut kembali Kota Mosul. Pertempuran merebut kembali Mosul berlangsung hampir sembilan bulan, menghancurkan sebagian besar kota itu.

Ribuan warga sipil tewas dan lebih dari 900.000 lainnya kehilangan tempat tinggal.

Tiga tahun sebelumnya, pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, memproklamirkan "kekhalifahan" dari masjid tersebut.

Rekonstruksi masjid ini merupakan bagian dari proyek 'Membangkitkan Semangat Mosul' yang didanai Perserikatan Bangsa Bangsa.

Pembangunan kembali masjid raya itu "akan menjadi tonggak penting dalam proses memajukan rekonsiliasi kota itu setelah dilanda perang," kata Audrey Azoulay, yang memimpin badan PBB urusan kebudayaan, Unesco.

Delapan arsitek Mesir itu, dengan desain bernama Courtyards Dialogue, terpilih dari total 123 desain yang dilombakan.

 

masjid

Delapan arsitek Mesir itu, dengan desain bernama "Courtyards Dialogue", terpilih dari total 123 desain yang dilombakan. UNESCO

 

Desain aula salat akan dibuat seperti dulu, disertai dengan sejumlah perubahan, termasuk penggunaan cahaya alami dan perluasan ruang salat untuk perempuan dan tokoh-tokoh penting, demikian pernyataan Unesco.

 

Warisan Nur al-Din Mahmoud Zangi

Nama masjid raya itu terinspirasi dari seorang tokoh bernama Nur al-Din Mahmoud Zangi - penguasa Mosul dan Aleppo yang terkenal menyatukan laskar-laskar Muslim melawan Tentara Salib Kristen.

Dia yang memerintahkan pembangunan masjid itu pada 1172, dua tahun sebelum meninggal.

Selama 28 tahun memerintah, Nur al-Din berhasil merebut Damaskus dan turut berperan bagi keberhasilan Saladin, yang menjadi anak buahnya sebagai panglima perang di Mesir sebelum mendirikan dinasti Ayyubiyah dan merebut kembali Yerusalem pada tahun 1187.

Nur al-Din juga dihormati oleh para jihadis atas upayanya untuk membuat Muslim Sunni mendominasi atas Syiah.

 

masjid

Masjid ini jadi lokasi pemimpin ISIS memproklamirkan kekalifahan ALAMY

 

Menara "Si Bungkuk"

Terlepas dari hubungannya dengan sosok termasyhur itu, yang tersisa dari wujud asli masjid hanyalah menara miring, beberapa tiang dan mihrab, sebuah relung yang menunjukkan arah ke Mekah.

Menara miring itu dijuluki "al-Hadba" atau "si bungkuk", yang rusak parah selama Pertempuran Mosul.

Menara silindris tersebut ditutupi dengan susunan batu bata rumit yang terinspirasi oleh desain Iran dan ditutup dengan kubah kecil diplester putih.

Pada saat pembangunannya selesai, menara itu memiliki tinggi 45 meter. Tetapi pada saat Ibnu Batutah mengunjungi Mosul pada abad ke-14, menara itu sudah miring secara signifikan sehingga berjuluk "al-Hadba".

 

Masjid

Menara al-Hadba saat difoto pada 1932 sudah terlihat miring. LIBRARY OF CONGRESS

 

Penyebab kemiringan menara itu tidak sepenuhnya diketahui. Menurut kepercayaan lokal, menara itu membungkuk kepada Nabi Muhammad saat naik ke surga, walau faktanya adalah Nabi wafat berabad-abad sebelum masjid itu dibangun.

Tetapi para ahli percaya hal itu disebabkan oleh tekanan angin barat laut, efek matahari pada batu bata di sisi selatan, atau terkait kualitas gipsum yang digunakan untuk menahan batu bata.

Lalu serangan bom yang menyerang Mosul selama perang Iran-Irak juga merusak pipa bawah tanah di dekat dasar menara, dan ini membuat limbah terkumpul di kolam dan melemahkan fondasinya.

Pembangunan kembali masjid yang hancur itu akan dimulai akhir tahun ini.

Diterbitkan di Berita

Andi Saputra - detikNews Jakarta - Warga Kemang, Jakarta Selatan (Jaksel), berinisial AM (50), divonis 4 tahun penjara. Insinyur itu dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana terorisme karena bergabung dengan ISIS dan merekrut WNI yang mau bergabung dengan organisasi teroris dunia itu.

Hal itu tertuang dalam putusan PN Jaktim yang dikutip dari website MA, Selasa (13/4/2021). Berikut ini kronologinya:

2007
AM mulai mengikuti pengajian garis keras di salah satu masjid di Jaksel.

2008
Rumah AM mulai dipakai untuk pengajian kelompok teroris.

2014
ISIS dideklarasikan di Suriah. AM mulai tergerak bergabung.

Maret 2016
AM bersama istri dan dua anaknya berangkat ke Turki. Sebelum berangkat, AM menjual dua mobilnya dan laku Rp 160 juta. Tujuannya, bergabung dengan ISIS di Suriah.

Awalnya, mereka tinggal di apartemen yang dipesan lewat salah satu aplikasi. Mereka tinggal 1 bulan dengan visa turis dan setelahnya mengurus via izin tinggal selama 1 tahun.

Agustus 2016
AM meminta temannya di Jakarta menjual rumah di Kemang seharga Rp 6 miliar. Uang itu kemudian ditransfer dan dipakai untuk membeli apartemen di daerah Sogutlucesme, Istanbul, Turki.

AM berkali-kali mencoba menyeberang ke Suriah tetapi mengaku jalur belum aman sehingga mengurungkan niatnya.

13 Februari 2017
Izin tinggal AM di Turki habis. Dia pulang ke Jakarta. Di Jakarta, AM membuat KTP baru dan membuka rekening bank.

22 Februari 2017
AM kembali berangkat ke Turki. Sejak saat itu, AM memfungsikan apartemennya sebagai tempat singgah bagi WNI yang mau bergabung dengan ISIS.

23 November 2018
AM hendak pulang ke Indonesia. Namun, paspornya dicurigai pihak Imigrasi dan dia ditahan.

30 November 2018
AM dan keluarganya dideportasi ke Indonesia.

13 Maret 2020
AM ditangkap penyidik dan ditahan.

November 2020
AM mulai diadili di PN Jaktim.

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 4 tahun," kata ketua majelis Yudisilen dengan anggota Alex Adam Faisal dan Nun Suhaini.

31 Maret 2021
PN Jaktim memutuskan AM terbukti melakukan tindak pidana terorisme.

Majelis menyatakan AM terbukti memenuhi kualifikasi perbuatan yang diatur UU Terorisme. Apalagi, ISIS adalah organisasi terlarang. Sebab, tidak hanya di Suriah, akan tetapi juga merambah ke Indonesia.

Di Indonesia, para pendukung ISIS telah menggunakan peralatan apa saja serta mengakibatkan dampak yang menimbulkan suasana teror dan rasa takut yang luas di kalangan masyarakat sipil.

"Di samping melakukan pelatihan militer, mereka juga melakukan intimidasi dengan berbagai senjata dan modus teror yang mengancam masyarakat sipil yang tidak memiliki pemahaman yang sama dengan mereka," ujar majelis.

12 April 2021
PN Jaktim melansir putusan tersebut. (asp/HSF)

Diterbitkan di Berita

Muhaimin sindonews.com WASHINGTON - Abu Ibrahim al-Hashimi al-Qurashi adalah pria yang diidentifikasi sebagai pemimpin baru ISIS setelah pemimpin sebelumnya, Abu Bakr al-Baghdadi, tewas selama operasi militer Amerika Serikat (AS) di Suriah tahun 2019.

Bos baru ISIS itu ternyata mantan tahanan militer AS yang kooperatif, yang membantu Amerika dengan memberikan informasi penting tentang kelompok teror tersebut.

Catatan riwayat al-Qurashi ini terungkap dari dokumen AS yang tak dipublikasikan, yang diperoleh The Washington Post.

Menurut dokumen itu, al-Qurashi adalah mantan tahanan yang membantu AS melenyapkan rivalnya di organisasi teroris cikal bakal kelompok ISIS. Dia bekerja dengan AS ketika dia berada di penjara pada akhir tahun 2000-an untuk mengidentifikasi para petinggi kelompok teroris.

Laporan tersebut didasarkan pada interogasi rahasia sebelumnya yang mencatat informasi penting yang diserahkan al-Qurashi kepada Amerika.

Dokumen AS menyebut dia kadang-kadang ingin membocorkan informasi yang membantu pasukan AS melakukan operasi kritis terhadap kelompok teror itu.

Itu termasuk informasi yang membantu pasukan AS menemukan markas besar media rahasia ISIS.

“Tahanan tampaknya lebih kooperatif dengan setiap sesi,” bunyi laporan tahun 2008 yang diperoleh oleh The Washington Post, menggunakan nama asli al-Qurashi, yakni Amir Muhammad Sa'id Abd-al-Rahman al-Mawla.

"Tahanan memberikan banyak informasi tentang rekanan ISIS.” Al-Qurashi ditahan pada akhir 2007 atau awal 2008 dengan catatan interogasi dihentikan pada Juli 2008. Dokumen tersebut tak menyebutkan kapan dia dibebaskan AS.

Namun, selama dua bulan—saat jadi tahanan AS—dia memberikan "harta karun" berupa informasi penting bagi AS, termasuk menyediakan nomor telepon 19 pejabat kelompok cikal bakal ISIS.

Kelompok teroris itu sendiri secara resmi dideklarasikan oleh pemipin pertamanya, Abu Bakr al-Baghdadi, di Mosul, Irak, pada 2014.

Al-Qurashi, lanjut laporan The Washington Postkemarin, juga membantu AS untuk mengembangkan sketsa para pemimpin kelompok teroris.

Pada titik yang tidak diketahui al-Qurashi berhenti bekerja sama, dan laporan tersebut mengatakan bahwa dia menjadi "cemas" atas statusnya. "Menunjukkan bahwa dia mengharapkan imbalan atas jumlah informasi yang dia berikan," tulis The Washington Post.

Pemerintah Amerika belum berkomentar atas bocornya dokumen tentang sosok pemimpin baru ISIS tersebut. Sosok al-Qurashi kini jadi buron, di mana Amerika menawarkan hadiah USD10 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya.
(min)

Diterbitkan di Berita

BeritaHits.idPolitisi Ferdinand Hutahaean memberikan kritikan keras perihal pernyataan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera yang kembali viral.

Dalam sebuah artikel menyebutkan Mardani Ali Sera meminta pemerintah untuk memberikan keadilan terhadap WNI eks ISIS.

Sontak, hal tersebut pun ditanggapi oleh Ferdinand Hutahaean melalui akun Twitter @FerdinandHaean3.

Ferdinand meminta Mardani untuk berbicara dengan WNI eks ISIS. Menurut Ferdinand, mereka bahkan tidak memberikan keadilan terhadap negara dan rakyatnya.

 

 

 

"Hei saudara Mardani Ali Sera, mengapa engkau tidak coba bicara kepada para eks WNI anggota ISIS itu untuk adil terhadap Indonesia dan rakyatnya yang tak mau hidup dalam bayang-bayang ketakutan yang ditebar oleh teroris?" ujarnya, dikutip Beritahits.id.

Selanjutnya, Ferdinand mengatakan bahwa keadilan yang benar itu ialah menolak WNI eks ISIS untuk kembali menjadi WNI.

Menurut Ferdinand, tanpa mereka masih banyak WNI yang setia dengan negara Indonesia.

"Adil itu menolak WNI eks anggota ISIS kembali jadi WNI. Masih banyak rakyat yang setia NKRI," jelasnya.

Sebelumnya, Mardani Ali Sera pernah bersikeras meminta pemerintah untuk memulangkan WNI eks ISIS ke tanah air.

 Menurutnya, emulangan WNI eks ISIS ini harus dilakukan dengan penanganan serius.

Mardani mengaku kasihan melihat WNI eks ISIS yang hidup di sana. Sebab, banyak di antara mereka hanya mengikuti keluarganya atau ayahnya yang mengangkat senjata.

Dirinya juga menyetujui jika pemulangan WNI eks ISIS dilakukan dengan menyertakan program deradikalisasi yang melibatkan Kementerian Agama, Badan Intelijen Negara (BIN), Kementerian Sosial, hingga kementerian bidang perekonomian.

Diterbitkan di Berita

Muhaimin sindonews.com NIAMEI - Kelompok teroris membantai 137 orang di Niger dalam sehari pada hari Minggu. Mereka datang sepeda motor dan menembak segala sesuatu yang bergerak.

Pemerintah setempat mengatakan pembantaian ratusan orang ini tercatat sebagai serangan paling mematikan yang pernah melanda Niger. Kekejaman kelompokteroris ini juga menggarisbawahi tantangan keamanan besar yang dihadapi presiden baru Mohamed Bazoum.

Juru bicara pemerintah Zakaria Abdourahamane mengonfirmasi 137 orang tewas dalam serangan hari Minggu di desa-desa dekat perbatasan Niger dengan Mali.

"Dalam memperlakukan penduduk sipil secara sistematis sebagai target sekarang, bandit bersenjata ini telah melangkah lebih jauh ke dalam kengerian dan kebrutalan," kecam Abdourahamane dalam pernyataan yang dibacakan di stasiun televisi, seperti dikutip Gulf News, Selasa (23/3/2021).

Pemerintah mengumumkan tiga hari berkabung nasional untuk para korban mulai Selasa. Pemerintah berjanji akan memperkuat keamanan di wilayah tersebut dan membawa para pelaku yang bertindak pengecut dan kriminal itu ke pengadilan.

Orang-orang bersenjata itu tiba dengan sepeda motor dan menyerang desa Intazayene, Bakorat dan Wistane."Mereka menembaki segala sesuatu yang bergerak," kata seorang pejabat setempat.

Pembantaian mengerikan itu menambah jumlah korban jiwa di wilayah perbatasan Mali-Niger menjadi 236 hanya dalam waktu seminggu.

Niger tercatat sebagai negara termiskin di dunia menurut peringkat pembangunan PBB untuk 189 negara. Negara itu juga berjuang dengan pemberontakan kelompok Islamis yang meluas dari Mali dan Nigeria.

Ratusan nyawa telah hilang, hampir setengah juta orang telah meninggalkan rumah mereka, dan kerusakan parah telah terjadi di negara bekas koloni Prancis itu.

Ketiga desa yang jadi lokasi pembantaian terletak di wilayah Tahoua yang gersang di Niger barat, berbatasan dengan wilayah Tillaberi di zona perbatasan yang terkenal dengan serangan ekstremis.

Pada 15 Maret, tersangka "jihadis" membunuh 66 orang di wilayah Tillaberi, menyerang bus yang membawa pembeli dari pasar Banibangou, dan kemudian menggerebek desa Darey-Daye, membunuh penduduk dan membakar toko biji-bijian.

Pada hari yang sama, serangan yang diklaim oleh ISIS di apa yang disebut "daerah tiga perbatasan" di mana perbatasan Niger, Burkina Faso dan Mali bertemu menewaskan 33 tentara Mali.

"Setelah pembantaian Banibangou, kemarin para teroris, dengan cara barbar yang sama, menyerang penduduk sipil yang damai di Intazayene dan Bakorat," kata Bazoum dalam tweet pada hari Senin, yang menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada kerabat korban.

Diterbitkan di Berita

JAKARTA (CAKAPLAH) - Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) dan Satuan Tugas Foreign Terrorist Fighter (Satgas FTF), meminta masukan dari DPR melalui Komisi III yang membidangi masalah hukum, terkait upaya pemulangan 135 orang warga negara Indonesia (WNI), eks kelompok militan ekstremis ISIS kembali ke Indonesia yang berada di perbatasan Turki dan Suriah.

Hal itu disampaikan Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar, saat rapat kerja bersama Komisi III DPR.

Menurut Boy, pihaknya perlu terlebih dahulu melakukan asesmen atau pendataan dan verifikasi kepada sebanyak 20 WNI tersebut saat ini berada di daerah perbatasan Turki dan 115 WNI lainnya berada di perbatasan Utara Suriah.

"Kami rencananya setelah masa pandemi ini setelah jalur penerbangan terbuka dengan Satgas FTF yang terpadu dari berbagai instansi akan direncanakan berangkat ke daerah Irak and Suriah termasuk Turki dan sekitarnya untuk melakukan asesmen terhadap mereka," kata Boy dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Senin (22/3/2021).

Rencana itu disampaikan Boy, sebagai langkah persiapan untuk direalisasinya pemulangan para eks ISIS tersebut kembali ke tanah air.

"Tentu ini belum sampai kepada keputusan itu tapi tentu harus ada verifikasi dan asesmen terlebih dahulu oleh tim Satgas FTF, baru upaya pemulangan kembali ke tanah air dapat dilakukan," ucapnya.

Selain data di atas, disampaikan Boy, sejauh ini telah 272 orang WNI eks ISIS yang telah dikabarkan meninggal dunia.

"Kami duga 272 ini diantaranya telah meninggal dunia dan melakukan relokasi ke daerah-daerah konflik lainnya seperti Yaman Afghanistan dan Filipina Selatan," ungkapnya.***

Penulis: Edyson
Editor: Jef Syahrul
Diterbitkan di Berita

BAMAKO, KOMPAS.com – Kelompok teroris yang terafiliasi dengan ISIS Afrika Barat mengeklaim bertanggung jawab atas penyergapan yang menewaskan 33 tentara Mali.

Klaim tersebut diwartakan oleh kelompok pemantau organisasi teroris, SITE Intelligence Group, pada Minggu (21/3/2021). Melansir Reuters, penyergapan dan serangan mematikan tersebut terjadi pada Senin (15/3/2021) pekan lalu.

Dalam penyergapan dan serangan di Tessit, kota utara Mali yang berbatasan dengan Niger tersebut, sebanyak 14 tentara juga mengalami luka-luka.

Menurut SITE Intelligence Group, ISIS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa para milisinya mengambil alih tiga kendaraan tentara. Selain itu, para milisi tersebut juga merampas senjata dan amunisi sepasukan tentara Mali yang disergap tersebut.

Sebelumnya, kelompok tersebut mengaku bertanggung jawab atas serangan di perbatasan Mali dan Nigeria. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan puluhan tentara Mali dan Nigeria.

Selain itu, kelompok tersebut juga melakukan penggerebekan sekaligus penyerangan di sebuah desa di Tongo Tongo, Nigeria pada 2017. Dalam serangan tersebut, sebanyak empay tentara dari pasukan khusus Amerika Serikat tewas.

Sebanyak lima tentara Nigeria juga tewas dalam serang itu. Awal bulan ini, kelompok teroris menyerang kamp tentara di Mali pada pagi waktu setempat. Akibat serangan tersebut, 10 tentara Mali dilaporkan tewas sebagaimana dilansir dari Anadolu Agency.

Menurut laporan media lokal, para teroris menyerang sebuah detasemen Angkatan Bersenjata Mali yang berbasis di desa Boni, wilayah Mopti. Sebuah kelompok teroris yang berafiliasi dengan Al Qaeda mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan tersebut.

Klaim tersebut dikabarkan dan disebarkan oleh media propaganda yang dekat dengan Al Qaeda, Tadayt. Anadolu Agency melaporkan, wilayah Mopti sering menjadi sasaran organisasi teroris sejak 2012.

Editor : Danur Lambang Pristiandaru

 

Diterbitkan di Berita

Syaiful W Harahap tagar.id Jakarta - Konflik di Suriah memasuki babak baru setelah militer Turki melancarkan serangan terhadap posisi milisi Kurdi di timur laut Suriah. Inilah faksi-faksi yang berperang di Suriah. Elizabeth Schumacher dan Alexander Pearson menuliskannya untuk dw.com/id.

suriah1

Perang Tiada Akhir (Foto: dw.com/id)

 

Perang Tiada Akhir - Suriah telah dilanda kehancuran akibat perang saudara sejak 2011 setelah Presiden Bashar Assad kehilangan kendali atas sebagian besar negara itu karena berbagai kelompok revolusioner. Sejak dari itu, konflik menarik berbagai kekuatan asing dan membawa kesengsaraan dan kematian bagi rakyat Suriah.

suriah2

Kelompok Loyalis Assad (Foto: dw.com/id)

 

Kelompok Loyalis Assad - Militer Suriah yang resminya bernama Syrian Arab Army (SAA) alami kekalahan besar pada 2011 terhadap kelompok anti-Assad yang tergabung dalam Free Syrian Army. SAA adalah gabungan pasukan pertahanan nasional Suriah dengan dukungan milisi bersenjata pro-Assad. Pada bulan September, Turki meluncurkan invansi militer ketiga dalam tiga tahun yang menargetkan milisi Kurdi.

suriah3

Militer Turki (Foto: dw.com/id)

 

Militer Turki – Hampir semua negara tetangga Suriah ikut terseret ke pusaran konflik. Turki yang berbatasan langsung juga terimbas amat kuat. Berlatar belakang permusuhan politik antara rezim di Ankara dan rezim di Damaskus, Turki mendukung berbagai faksi militan anti-Assad.

suriah4

Tentara Rusia (Foto: dw.com/id)

 

Tentara Rusia - Pasukan dari Moskow terbukti jadi aliansi kuat Presiden Assad. Pasukan darat Rusia resminya terlibat perang 2015, setelah bertahun-tahun menyuplai senjata ke militer Suriah. Komunitas internasional mengritik Moskow akibat banyaknya korban sipil dalam serangan udara yang didukung jet tempur Rusia.

suriah5

Sekutu Barat (Foto: dw.com/id)

 

Sekutu Barat – Sebuah koalisi pimpinan Amerika Serikat yang terdiri lebih dari 50 negara, termasuk Jerman, mulai menargetkan Isis dan target teroris lainnya dengan serangan udara pada akhir 2014. Koalisi anti-Isis telah membuat kemunduran besar bagi kelompok militan. AS memiliki lebih dari seribu pasukan khusus di Suriah yang mendukung Pasukan Demokrat Suriah.

suriah6

Pemberontak Free Syrian Army (Foto: dw.com/id)

 

Pemberontak Free Syrian Army - Kelompok Free Syrian Army mengklaim diri sebagai sayap moderat, yang muncul dari aksi protes menentang rezim Assad 2011. Bersama milisi nonjihadis, kelompok pemberontak ini terus berusaha menumbangkan Presiden Assad dan meminta pemilu demokratis. Kelompok ini didukung Amerika dan Turki. Tapi kekuatan FSA melemah, akibat sejumlah milisi pendukungnya memilih bergabung dengan grup teroris.

suriah7

Pemberontak Kurdi (Foto: dw.com/id)

 

Pemberontak Kurdi - Perang Suriah sejatinya konflik yang amat rumit. Dalam perang besar ada perang kecil. Misalnya antara pemberontak Kurdi Suriah melawan ISIS di utara dan barat Suriah. Atau juga antara etnis Kurdi di Turki melawan pemerintah di Ankara. Etnis Kurdi di Turki, Suriah dan Irak sejak lama menghendaki berdirinya negara berdaulat Kurdi.

suriah8

Islamic State ISIS (Foto: dw.com/id)

 

Islamic State ISIS - Kelompok teroris Islamic State (Isis) yang memanfaatkan kekacauan di Suriah dan vakum kekuasaan di Irak, pada tahun 2014 berhasil merebut wilayah luas di Suriah dan Irak. Wajah baru teror ini berusaha mendirikan kekalifahan, dan namanya tercoreng akibat genosida, pembunuhan sandera serta penyiksaan brutal.

suriah9

Afiliasi Al Qaeda (Foto: dw.com/id)

 

Afiliasi Al Qaeda - Milisi teroris Front al-Nusra yang berafiliasi ke Al Qaeda merupakan kelompok jihadis kawakan di Suriah. Kelompok ini tidak hanya memerangi rezim Assad tapi juga terlibat perang dengan pemberontak yang disebut moderat. Setelah merger dengan sejumlah grup milisi lainnya, Januari 2017 namanya diubah jadi Tahrir al-Sham.

suriah10

Pasukan Iran (Foto: dw.com/id)

 

Pasukan Iran - Iran terlibat pusaran konflik dengan mendukung rezim Assad. Konflik ini juga jadi perang proxy antara Iran dan Rusia di satu sisi, melawan Turki dan AS di sisi lainnya. Teheran berusaha menjaga perimbangan kekuatan di kawasan, dan mendukung Damaskus dengan asistensi startegis, pelatihan militer dan bahkan mengirim pasukan darat (dw.com/id). []

Diterbitkan di Berita

Rhany Chairunissa Rufinaldo, Adam Abu-bashal  Anadolu Agency ABUJA Pasukan khusus Nigeria melumpuhkan 33 pejuang Boko Haram dalam bentrokan di Negara Bagian Borno pada Selasa.

Para teroris tewas dalam bentrokan di wilayah Chikingudu, namun rekan-rekan mereka berhasil melarikan diri dari tempat kejadian, sementara tentara menyita sejumlah besar amunisi. Dalam bentrokan itu, dua tentara gugur dan tujuh lainnya luka-luka.

Boko Haram melancarkan pemberontakan berdarah di timur laut Nigeria pada 2009, tetapi kemudian menyebarkan kekejamannya ke negara tetangga, Niger, Chad dan Kamerun, yang memicu tanggapan militer.

Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan, lebih dari 30.000 orang tewas dan hampir 3 juta orang terlantar dalam satu dekade kegiatan teroris Boko Haram di Nigeria,

Kekerasan yang dilakukan oleh Boko Haram telah mempengaruhi sekitar 26 juta orang di wilayah Danau Chad dan membuat 2,6 juta lainnya mengungsi, menurut Badan Pengungsi PBB.

Diterbitkan di Berita

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemerintahan AS Joe Biden menetapkan dua afiliasi ISIS di Mozambik dan Republik Demokratik Kongo sebagai "organisasi teroris asing," dan menjatuhkan sanksi luas pada kelompok-kelompok itu.

Sanksi tersebut diumumkan oleh Kementerian Keuangan AS pada Rabu (10/3/2021) melansir AP. Baca juga: Bentrok dengan Kelompok Teroris, 10 Tentara Nigeria Tewas Sanksi ini juga membekukan aset apa pun yang mungkin dimiliki grup tersebut di yurisdiksi AS.

Orang AS juga dilarang melakukan bisnis dengan mereka. Lebih signifikan, entitas asing yang berbisnis dengan keduanya sekarang akan dikenakan sanksi AS juga. Kementerian Keuangan AS juga memberikan sanksi pribadi kepada para pemimpin kelompok itu.

Mereka menyebutnya "teroris global yang ditandai secara khusus".

Kedua kelompok itu disalahkan atas beberapa serangan di Afrika selatan dan tengah yang telah menewaskan ratusan orang sejak 2017.

Di Kongo, ISIS-DRC dituding bertanggung jawab atas serangan di provinsi timur Kivu Utara dan Ituri, yang terutama menargetkan pasukan keamanan pemerintah dan warga sipil.

Di Mozambik, kelompok yang dikenal sebagai Ansar al-Sunna diduga telah membunuh lebih dari 1.300 warga sipil, dalam pemberontakan di bagian utara negara yang telah merenggut nyawa lebih dari 2.300 orang secara keseluruhan.


Penulis : Bernadette Aderi Puspaningrum

Diterbitkan di Berita