Dari Penanggalan Jawa sampai Rizieq Bebas Ada yang menduga waktu pengumuman reshuffle kabinet sedang dihitung menggunakan penanggalan Jawa. Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin menilai, Jokowi sedang melihat waktu yang tepat. Paling sedikit ada dua kursi di Kabinet Jokowi kosong yaitu Menteri Kelautan dan Perikanan serta Menteri Sosial. Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharso Monoarfa, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dia berjanji akan mengembalikan kejayaan partai di Pemilu 2024, seperti masa jaya pada Pemilu 1999. Berita menarik lain diungkap oleh Polri yaitu tentang pengkaderan teroris muda Jamaah Islamiyah (JI) Indonesia. Sudah teridentifikasi 91 kader yang telah dilatih dan 66 diantaranya sudah dikirim ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok terror di sana. Masalah Covid-19 juga tetap menarik. Dalam jangka seminggu, antara tanggal 12-19 Desember 2020, jumlah korban Covid-19 yang meninggal dunia di Amerika Serikat (AS) mencapai 18.055 orang. Jumat yang lalu, dalam sehari, jumlah kasus baru di AS mencapai 243.146 orang, hampir seperempat juta orang. Indonesia wajib berhati-hati dan bersungguh-sungguh menghadapi Covid-19.. Untuk itu tepat apa yang dinyatakan Doni Munardo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bahwa wujud paling nyata dari aktivitas bela negara saat ini antara lain adalah mematuhi kepada protokol kesehatan. Mengenai kasus hukum yang menimpa Rizieq Shihab, Fachrizal Afandi, Direktur Eksekutif Pusat Pengembangan Riset Sistem Peradilan Pidana Universitas Brawijaya (Persada UB) menyatakan bahwa Rizieq Shihab sangat bisa terlepas dari jeratan hukum, kalau alat bukti yang disiapkan penyidik tidak kuat. Dan hal itu bisa dilakukan waktu pra peradilan. Selanjutnya silakan simak berita-berita menarik itu di bawah ini. (inharmonia.co). Membaca Arah Reshuffle Kabinet Jokowi Reporter: Dewi Nurita; Editor: Aditya Budiman Sabtu, 19 Desember 2020 10:04 WIB TEMPO.CO, Jakarta - Dua kursi di Kabinet Jokowi kosong usai ditinggal Menteri Kelautan dan Perikanan serta Menteri Sosial yang terseret kasus korupsi. Publik masih menunggu langkah Presiden Joko Widodo atau Jokowi menunjuk sosok pengganti Edhy Prabowo dan Juliari Batubara. Sampai saat ini, dua kursi tersebut masih diisi oleh menteri ad interim. Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin menilai, Jokowi sedang melihat waktu yang tepat. "Ini terkait hitungan penanggalan Jawa dan terkait dengan kondisi politik," ujar Ujang saat dihubungi Tempo, Jumat malam, 18 Desember 2020. Jokowi memang terkenal sebagai presiden 'njawani' nan lekat dengan simbol-simbol. Jika menilik manuver politik mantan Wali Kota Solo ini, jejak-jejak keputusan penting yang diambilnya berujung di hari Rabu. Peristiwa reshuffle Kabinet Jokowi datang pada Rabu Pon. Pernah juga pada Rabu Pahing. Jika menilik penanggalan Jawa bulan ini, Rabu Pon jatuh pada 23 Desember. Klik untuk baca: https://nasional.tempo.co/read/1415838/membaca-arah-reshuffle-kabinet-jokowi/full&view=ok Jadi Ketum PPP, Suharso Janji Kembalikan Masa Jaya Partai Seperti Pemilu 1999 JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Terpilih Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monarfa menyampaikan janji pertamanya kepada seluruh kader PPP di seluruh Indonesia. Suharso berjanji akan mengembalikan kejayaan partai di Pemilu 2024, seperti masa jaya pada Pemilu 1999. "Insya Allah, PPP akan lolos dari parlementary threshold 2024. Insya Allah partai yang kita cintai ini akan kembali ke masa jayanya, dan ini hanya bisa dilakukan secara bersama-sama. Itu yang bisa saya janjikan," kata Suharso yang terpilih berdasarkan hasil Muktamar IX yang diselenggarakan di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (19/12/2020) malam. Suharso menuturkan, PPP berjaya pada Pemilu 1999. Saat itu, PPP mendapat suara sebanyak 11.395.000. Baca juga: Suharso Monoarfa Terpilih sebagai Ketua Umum PPP secara Aklamasi Pada Pemilu 2024, ia menargetkan suara PPP akan mencapai 11.395.001. Sebagai perbandingan, lanjut dia, suara tersebut akan lebih banyak dua kali lipat dari 2019. "Pada tahun 2019 kita hanya mendapatkan 6,3 juta. Artinya kita akan mengejar dua kali lipat 2019. Target mengembalikan suara kita setidak-tidaknya satu suara di atas yang kita peroleh pada tahun 1999," tuturnya.Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2020/12/19/23100021/jadi-ketum-ppp-suharso-janji-kembalikan-masa-jaya-partai-seperti-pemilu-1999. Penulis : Nicholas Ryan Aditya; Editor : Krisiandi Polri: Jamaah Islamiyah Latih 91 Teroris Muda, 66 Dikirim ke Suriah Oleh : Bayu Nugraha. Minggu, 20 Desember 2020 | 00:20 WIB VIVA – Polri menyebut pengkaderan teroris muda yang dilakukan oleh Jamaah Islamiyah (JI) sudah sangat teragenda rapi. Bahkan perekrutmen para kader yang siap tempur juga sudah dilakukan. Hal ini teridentifikasi dengan adanya 91 kader yang telah dilatih oleh JI dan 66 di antaranya sudah dikirim ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok teror di sana. Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono menyatakan Polri sudah mendapatkan informasi soal adanya 91 kader JI yang dilatih siap tempur, dimana 66 di antaranya sudah dikirim ke Suriah dan beberapa sudah kembali ke Indonesia. “Mereka (JI) sudah menyiapkan kemampuan diri dengan pelatihan-pelatihan khusus guna mempersiapkan kekuatan melawan musuh yakni negara dan aparat. Sebagian besar dari mereka juga sudah berangkat ke Suriah bergabung dengan kelompok teror di sana dan berperan aktif dalam konflik di Suriah. Kemampuan yang sudah diasah di tempat pelatihan dan medan tempur sebenarnya (Suriah) menjadikan mereka sebagai potensi ancaman nyata,” kata Argo dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 20 Desember 2020. Klik untuk baca: https://www.viva.co.id/berita/nasional/1333068-polri-jamaah-islamiyah-latih-91-teroris-muda-66-dikirim-ke-suriah?headline=1 Doni Monardo Sebut Patuhi Protokol Kesehatan Wujud Nyata Bela Negara Komaruddin Bagja Arjawinangun Minggu, 20 Desember 2020 - 03:31 WIB JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo mengatakan, momentum Hari Bela Negara saat ini terasa lebih aktual saat bangsa dan negara sedang didera pandemi Covid-19. "Wujud paling nyata dari aktivitas bela negara adalah patuh kepada protokol kesehatan pakai masker, jaga jarak dan dilarang berkerumun serta mencuci tangan sesering mungkin dengan menggunakan sabun dan air yang mengalir," kata Doni dalam acara 'Puisi Bela Negara: Mari Bela Negara ke 72', Sabtu (19/12/2020). Klik untuk baca: https://nasional.sindonews.com/read/274276/15/doni-monardo-sebut-patuhi-protokol-kesehatan-wujud-nyata-bela-negara-1608401570 Habib Rizieq Bisa Terbebas dari Jeratan Hukum, Asal... Raka Dwi Novianto, Sindonews · Sabtu 19 Desember 2020 17:14 WIB JAKARTA - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab sangat bisa terlepas dari jeratan kasus yang menimpanya. Hal tersebut bergantung terhadap beberapa faktor salah satunya alat bukti. "Bergantung seberapa kuat alat bukti yang disiapkan penyidik," ujar Direktur Eksekutif Pusat Pengembangan Riset Sistem Peradilan Pidana Universitas Brawijaya (Persada UB), Fachrizal Afandi saat dihubungi Sindonews, Sabtu (19/12/2020). Habib Rizieq juga bisa terlepas dari jeratan hukumnya dengan praperadilan. Saat ini Habib Rizieq melalui tim kuasa hukumnya telah mengajukan praperadilan. Dan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan telah menjadwalkan sidang perdana praperadilan yang akan digelar Senin 4 Januari 2021. "Bisa (praperadilan)," ungkapnya. Klik untuk baca: https://nasional.okezone.com/read/2020/12/19/337/2330716/habib-rizieq-bisa-terbebas-dari-jeratan-hukum-asal