Dari Aksi 1812 Sampai Berita Hoax Aksi 1812 dibubarkan paksa oleh polisi. Sehari sebelumnya memang sudah disampaikan oleh polisi, bahwa izin demontrasi tidak diluluskan sehubungan dengan pandemi Covid-19. Munarman, Sekjen FPI, mengingatkan para peserta aksi untuk hati-hati, karena ada kemungkinan ada penyusupan. Munarman menyebut, aksi yang akan melibatkan banyak orang itu tak lepas dari upaya penyusup yang akan menebar provokasi. Dirinya menegaskan, hal tersebut sudah terjadi berulang kali pada aksi demo serupa sebelumnya. Dalam aksi itu ada beberapa orang diamankan polisi, dan dalam Razia 1812 di perbatasan, polisi menyita celurit. Berita menarik lain adalah penolakan jurnalis Edy Mulyadi untuk diperiksa Bareskrim Polri sebagai saksi terkait bentrokan antara polisi dengan anggota Laskar Front Pembela Islam ( FPI) di Tol Jakarta-Cikampek KM 50. "Iya (menolak diperiksa) dengan alasan dia dilindungi UU Pers," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Andi Rian R Djajadi ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (18/12/2020). Untuk itu Bareskrim mengirim surat kepada Dewan Pers. Mengenai vaksin Covid-19, detik.com menyiarkan bahwa Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa semua masyarakat akan mendapatkan vaksin gratis tanpa syarat apa pun. Termasuk bagi mereka yang tidak menjadi anggota BPJS Kesehatan pun tetap akan mendapatkan akses vaksinasi gratis. Hal yang menarik lainnya adalah menyebarnya berita hoax. Beredar sebuah narasi yang menyebutkan tokoh nasional Din Syamsuddin menyampaikan pidato mengenai pelanggaran HAM Pemerintah Indonesia di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Faktanya, video tersebut adalah pidato Din Syamsuddin saat acara peringatan World Interfaith Harmony Week 2012 di New York, Amerika Serikat. Kemudian diberitakan bahwa Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj terkena stroke. Ternyata Ketua Umum PB NU dalam keadaan sehat. Menurut medcom,id, informasi seperti ini digolongkan sebagai hoaks Fabricated Content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Demikianlah, banyak sekali informasi palsu, khususnya di media sosial, untuk itu jangan cepat percaya. Periksa dan periksa sekali lagi, tabayyun. Selanjutnya silakan simak berita-berita menarik itu di bawah ini. (inharmonia.co). Aksi 1812 Dibubarkan Paksa, Polisi Tangkap Sejumlah Orang CNN Indonesia | Jumat, 18/12/2020 14:09 WIB Jakarta, CNN Indonesia -- Aparat kepolisian menangkap sejumlah orang yang hendak mengikuti aksi 1812 di kawasan Patung Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (18/12). Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, ada sekitar sembilan peserta aksi yang ditangkap. Satu orang ditangkap di kawasan Patung Kuda, sementara sisanya di kawasan MH Thamrin. Mereka sebagian merupakan orang dewasa dan remaja. Penangkapan itu berawal dari aksi saling dorong saat polisi berupaya membubarkan peserta di Patung Kuda. Salah seorang aparat kepolisian sempat menyerukan, "Tarik aja satu, tarik." Massa aksi kemudian semakin terdesak menuju arah Jalan MH Thamrin. Di kawasan Thamrin, polisi kemudian menangkap peserta lainnya. Klik untuk baca: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201218135746-20-583841/aksi-1812-dibubarkan-paksa-polisi-tangkap-sejumlah-orang Munarman Ingatkan Masa 1812 Ada Perusuh Disiapkan untuk Membumihanguskan Djairan, iNews · Jum'at 18 Desember 2020 09:14 WIB JAKARTA - Sekretaris Umum (Sekum) Front Pembela Islam (FPI), Munarman meminta kepada massa aksi 1812 untuk waspada akan adanya penyusup. “Saya mau sampaikan kepada demonstran, hati-hati besok itu akan banyak provokator penyusup yang akan menggiring, sudah ada skenario, upaya menggiring para demonstran ke Glodok, ke tempat-tempat sentra ekonomi, ini untuk fitnah, hati-hati. Nanti ketika demonstran lewat disitu, ada kelompok perusuh sudah disiapkan, akan membumihanguskan, tapi kesannya akan ditimpakan kepada demonstran,” ujar Munarman, Jakarta, Kamis (17/12/2020). Munarman menyebut, aksi yang akan melibatkan banyak orang itu tak lepas dari upaya penyusup yang akan menebar provokasi. Dirinya menegaskan, hal tersebut sudah terjadi berulang kali pada aksi demo serupa sebelumnya. Klik untuk baca: https://nasional.okezone.com/read/2020/12/18/337/2329915/munarman-ingatkan-masa-1812-ada-perusuh-disiapkan-untuk-membumihanguskan Jurnalis Edy Mulyadi Menolak Diperiksa Terkait Penembakan FPI, Bareskrim Surati Dewan Pers Kompas.com - 18/12/2020, 14:10 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Jurnalis Forum News Network (FNN) Edy Mulyadi menolak diperiksa oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri pada Kamis (17/12/2020). Edy sedianya diperiksa sebagai saksi terkait bentrokan antara polisi dengan anggota Laskar Front Pembela Islam ( FPI) di Tol Jakarta-Cikampek KM 50. "Iya (menolak diperiksa) dengan alasan dia dilindungi UU Pers," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Andi Rian R Djajadi ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (18/12/2020). Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2020/12/18/14104691/jurnalis-edy-mulyadi-menolak-diperiksa-terkait-penembakan-fpi-bareskrim. Penulis : Devina Halim; Editor : Bayu Galih Kemenkes Tegaskan Vaksin Gratis Tanpa Syarat! Kementerian Kesehatan memberikan pengumuman lanjutan seputar kebijakan vaksin Corona gratis. Pihak Kemenkes menekankan bahwa semua masyarakat akan mendapatkan vaksin gratis tanpa syarat apa pun. Termasuk bagi mereka yang tidak menjadi anggota BPJS Kesehatan pun tetap akan mendapatkan akses vaksinasi gratis. Klik untuk baca: https://20.detik.com/e-flash/20201218-201218066/kemenkes-tegaskan-vaksin-gratis-tanpa-syarat [Cek Fakta] Din Syamsuddin Sampaikan Pidato Pelanggaran HAM Indonesia di PBB? Ini Faktanya Medcom Files Cek Fakta Whisnu Mardiansyah • 17 Desember 2020 11:59 Beredar sebuah narasi yang menyebutkan tokoh nasional Din Syamsuddin menyampaikan pidato mengenai pelanggaran HAM Pemerintah Indonesia di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Narasi beredar di media sosial facebook. Klaim Din Syamsuddin menyampaikan pidato pelanggaran HAM Indonesia di PBB adalah salah. Faktanya, video tersebut adalah pidato Din Syamsuddin saat acara peringatan World Interfaith Harmony Week 2012 di New York, Amerika Serikat. Klik untuk baca: https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/dN6AAWGK-cek-fakta-din-syamsuddin-sampaikan-pidato-pelanggaran-ham-indonesia-di-pbb-ini-faktanya [Cek Fakta] Foto Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj Terkena Stroke? Ini Faktanya Medcom Files Cek Fakta Whisnu Mardiansyah • 17 Desember 2020 13:59 Beredar sebuah foto Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj bersarung dan mengenakan tongkat. Foto tersebut dinarasikan KH Said Aqil mengalami serangan stroke. Klaim Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj terkena stroke adalah salah. Faktanya, foto tersebut foto lama dan kondisinya terkini dalam keadaan sehat yang dikonfirmasi langsung pihak keluarga. Informasi ini jenis hoaks Fabricated Content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain. Klik untuk baca: https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/lKYwryVb-cek-fakta-foto-ketum-pbnu-kh-said-aqil-siradj-terkena-stroke-ini-faktanya