Berita Menarik 16 Des 2020

Rabu, 16 Desember 2020 20:37
(11 pemilihan)

Dari Vaksin Gratis sampai Intoleransi

Dua hari yang lalu detik.com menyiarkan bahwa Ketua Umum PB IDI menyatakan kalau Jokowi siap disuntik vaksin Corona Pertama, dia juga bersedia. Ajakan Daeng M Faqih itu diterima Presiden Joko Widodo. Presiden bersedia menjadi orang pertama yang divaksin untuk meyakinkan rakyat Indonesia bahwa vaksin itu aman. Pemerintah juga akan mengratiskan vaksin Covid-19.

Serangan Covid-19 di dunia makin menakutkan. Belanda, Turki, Jerman, Jepang, bahkan Korea Selatan melakukan lockdown. Negara-negara lain yang telah melakukan lockdown antara lain Perancis, Italia, Ceko. Irlandia, Inggris, Austria. Walaupun demikian pemerintah tetap optimis, UU Cipta Kerja akan mengakselerasi bisnis dan investasi. (Perkembangan Covid-19 di dunia dapat diklik di: https://inharmonia.co/index.php/berita/berita/update-posisi-indonesia-dalam-pandemi-covid-19-seluruh-dunia).

Berita yang masih ramai adalah berita FPI dan MRS. Salah satu berita tentang FPI adalah kehadiran Kapolda Metro Jaya ke Komnas HAM. Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara menilai, Kapolda Metro Jaya bersikap kooperatif dan transparan dalam pemeriksaan investigasi kasus kematian enam laskar FPI tersebut. Beka melanjutkan, Fadil mempersilakan kepada tim Komnas HAM untuk mendapatkan informasi apa pun, termasuk barang bukti yang dimiliki kepolisian dalam kasus ini.

Ada berita gembira yang dinyatakan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) yang berkomitmen menjaga kualitas produk jurnalistik dan ikut menyapu sampah hoaks. Sedangkan Alumni Universitas Trisakti yang tergabung dalam Barisan relawan Trisakti untuk Indonesia (TUI) berpendapat bahwa pemerintah harus bergerak cepat menangani permasalahan intoleransi dan radikalisme. Mereka berpendapat semua jenjang sudah terdampak persoalan ini, mulai dari kalangan anak sekolah, guru, hingga mahasiswa, aparatur sipil negara, bahkan pegawai perusahaan pelat merah.

Selanjutnya silakan simak berita-berita menarik itu di bawah ini. (inharmonia.co).

 

PB IDI: Kalau Jokowi Siap Disuntik Vaksin Corona Pertama, Kami Juga Bersedia

Nafilah Sri Sagita K – detikHealth

Jakarta - Senin, 14 Des 2020 17:30 WIB

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih angkat bicara soal kabar PB IDI menolak terima vaksin Corona. Ditegaskan kabar tersebut keliru, PB IDI siap menjadi yang pertama disuntik vaksin Corona usai Presiden juga menerima vaksin tersebut.

"Kalau bapak Presiden menyampaikan bapak Presiden siap menjadi bagian yang pertama divaksin, PB IDI juga mungkin karena dianggap sebagai role model dalam bidang kesehatan, kami juga bersedia menjadi salah satu yang siap pertama dilakukan penyuntikan," tegas Daeng dalam acara konferensi pers melalui kanal YouTube PB IDI, Senin (14/12/2020).

Klik untuk baca: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5294756/pb-idi-kalau-jokowi-siap-disuntik-vaksin-corona-pertama-kami-juga-bersedia

 

Jokowi Siap Jadi Orang Pertama Divaksin Covid-19, Ini Alasannya

Rabu, 16 Desember 2020 | 14:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan siap menjadi orang pertama yang menerima vaksin Covid-19 di Indonesia. Bukan tanpa alasan Jokowi memasang badan sebagai orang pertama yang divaksin Covid-19 di tanah air.

“Saya juga ingin tegaskan lagi saya yang akan menjadi penerima pertama (divaksin Covid-19) untuk memberikan kepercayaan dan keyakinan kepada masyarakat bahwa vaksin yang digunakan aman,” ujar Jokowi dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (16/12/2020).

Dalam kesempatan yang sama, Jokowi juga menyampaikan tidak akan mengenakan biaya alias menggratiskan biaya vaksin Covid-19 untuk masyarakat. Kebijakan ini diambil setelah menerima banyak masukan dari masyarakat dan melakukan perhitungan ulang keuangan negara.

Klik untuk baca: https://www.kompas.tv/article/131115/jokowi-siap-jadi-orang-pertama-divaksin-covid-19-ini-alasannya

 

Daftar Negara yang Lockdown Lagi Gegara Corona Mengganas

Tim detikcom – detikNews; Rabu, 16 Des 2020 04:08 WIB

Tokyo - 

Wabah virus Corona di sejumlah negara kembali mengganas. Beberapa negara pun mulai memberlakukan aturan lockdown lagi.

Lockdown diberlakukan untuk membatasi pergerakan warga yang bisa terpapar virus Corona. Lockdown ini berkaitan dengan momen perayaan Natal dan Tahun Baru yang biasanya membuat masyarakat berinteraksi.

Dirangkum detikcom, Selasa (15/12/2020) berikut ini daftar negara yang kembali memberlakukan lockdown Corona: Belanda, Turki, Jerman, Jepang, Korea Selatan.

Klik untuk baca: https://news.detik.com/internasional/d-5296752/daftar-negara-yang-lockdown-lagi-gegara-corona-mengganas

 

Pemerintah optimistis UU Ciptaker akselerasi bisnis dan investasi

Selasa, 16 Desember 2020, 16.01 WIB

Jakarta (ANTARA).- Pemerintah optimistis UU Cipta Kerja mendorong akselerasi pertumbuhan bisnis dan investasi di Indonesia karena mereformasi regulasi dan mendorong kemudahan berusaha.

Klik untuk baca: https://www.antaranews.com/berita/1896200/pemerintah-optimistis-uu-ciptaker-akselerasi-bisnis-dan-investasi

 

Komnas HAM Beberkan Hasil Pemeriksaan Kapolda Metro Soal Kematian 6 Laskar FPI

Muhammad Radityo Priyasmoro; 14 Des 2020, 19:26 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah menggali keterangan dari Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran terkait investigasi dugaan pelanggaran HAM pada kasus kematian enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) di Km 50 Tol Jakarta-Cikampek.

Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara menilai, Kapolda Metro Jaya bersikap kooperatif dan transparan dalam pemeriksaan investigasi kasus kematian enam laskar FPI tersebut.

"Pak Kapolda memberikan keterangan soal kronologi peristiwa terkait meninggalnya 6 anggota FPI, juga menyampaikan apa saja langkah yang sudah ditempuh oleh Polda pascakejadian. Jadi soal otopsi, uji balestik, itu tadi disampaikan. Artinya Pak Kapolda menyampaikan keterbukaan dari kepolisian," kata Beka di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (14/12/2020).

Beka melanjutkan, Fadil mempersilakan kepada tim Komnas HAM untuk mendapatkan informasi apa pun, termasuk barang bukti yang dimiliki kepolisian dalam kasus ini.

Klik untuk baca: https://www.liputan6.com/news/read/4433297/komnas-ham-beberkan-hasil-pemeriksaan-kapolda-metro-soal-kematian-6-laskar-fpi

 

Asosiasi Media Siber Jaga Kualitas Berita dan Ikut Sapu Sampah Hoaks

Di tengah maraknya hoaks di internet, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) berkomitmen untuk terus menjaga kualitas produk jurnalistik. Karena itu AMSI membangun kerja sama dengan berbagai kalangan, baik di pemerintahan, swasta, perguruan tinggi dan kalangan lain. “Kami berkepentingan agar produk jurnalistik bisa berkualitas,” kata  Ketua Umum AMSI Wenseslaus Manggut saat memberikan sambutan secara virtual dalam acara Indonesia Digital Conference (IDC) 2020, Selasa (15/12).
Klik untuk baca: https://katadata.co.id/pingitaria/berita/5fd8acd4181bf/asosiasi-media-siber-jaga-kualitas-berita-dan-ikut-sapu-sampah-hoaks; Penulis: Pingit Aria
Editor: Pingit Aria 

Bertemu Mahfud Md, Alumni Trisakti Dukung Penanganan Intoleransi

Reporter: Budiarti Utami Putri; Editor: Juli Hantoro

Rabu, 16 Desember 2020 03:24 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Alumni Universitas Trisakti yang tergabung dalam Barisan relawan Trisakti untuk Indonesia (TUI) bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md. pada Selasa, 15 Desember 2020. Ketua Umum TUI Muhanto Hatta mengatakan, pertemuan itu membahas sejumlah isu terkini, di antaranya persoalan intoleransi, radikalisme, dan upaya pemerintah menangani pandemi Covid-19.

"Kami berdiskusi dengan Pak Mahfud Md perihal situasi nasional yang berkembang saat ini. Diskusi berlangsung santai dan kekeluargaan," kata Muhanto dalam keterangan tertulisnya.

Muhanto menuturkan, TUI menyampaikan bahwa pemerintah harus bergerak cepat menangani permasalahan intoleransi dan radikalisme. Mereka berpendapat semua jenjang sudah terdampak persoalan ini, mulai dari kalangan anak sekolah, guru, hingga mahasiswa, aparatur sipil negara, bahkan pegawai perusahaan pelat merah.

Klik untuk baca: https://nasional.tempo.co/read/1414837/bertemu-mahfud-md-alumni-trisakti-dukung-penanganan-intoleransi/full&view=ok

 

Baca 3663 kali
Bagikan: