CAKRADUNIA.CO, Jakarta – Presiden RI, Prabowo Subianto, mengumumkan langkah strategis yang akan mengubah wajah kawasan paling prestisius di ibu kota. Pemerintah menyiapkan lahan seluas hampir 4.000 meter persegi di kawasan Bundaran HI untuk pembangunan gedung terpadu bagi Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sejumlah lembaga umat Islam lainnya. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Pengukuhan dan Ta’aruf Pengurus MUI 2025–2030 di Masjid Istiqlal, Sabtu (7/2). “Hari ini saya bisa sampaikan bahwa saya sebagai Presiden Indonesia telah menyediakan lahan di depan Bundaran HI sebesar kurang lebih 4.000 meter untuk gedung bagi MUI dan badan-badan umat Islam,” ujar Prabowo. Gedung 40 Lantai di Kawasan Premium Thamrin Gedung tersebut direncanakan setinggi 40 lantai dan akan menjadi kantor bersama berbagai institusi keumatan, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Wakaf Indonesia (BWI), Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), hingga organisasi kemasyarakatan Islam lainnya. Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, menjelaskan lokasi gedung akan memanfaatkan lahan eks Kedutaan Besar Inggris di Jalan MH Thamrin, tepat di samping Grand Hyatt Jakarta—sebuah titik yang selama ini identik dengan pusat bisnis, hotel mewah, dan mal kelas atas. “Gedung yang dulunya Kedutaan Besar Inggris itu nanti akan dijadikan kantor bersama antara Baznas, BWI, MUI, BPKH, dan instansi keumatan lain,” ujar Nusron. Simbol Politik Ruang: Islam Masuk Pusat Etalase Kota Keputusan menempatkan gedung lembaga Islam di Bundaran HI bukan sekadar urusan administratif. Ini adalah langkah simbolik dan politis. Prabowo secara terbuka menyatakan kawasan tersebut tidak boleh hanya didominasi hotel dan pusat perbelanjaan. Ia ingin institusi keagamaan hadir di “jantung ibu kota”. “Nanti kantor institusi-institusi Islam akan berada di jantungnya ibu kota Jakarta ini. Jangan hanya ada hotel mewah, jangan hanya ada mal,” tegasnya. Langkah ini dapat dibaca sebagai reposisi ruang publik strategis—bahwa pusat ekonomi dan pusat moral bangsa tidak harus berjalan terpisah. Negara memberi tempat terhormat bagi institusi keumatan di kawasan paling elit dan paling terlihat di Indonesia. Pertanyaan Publik: Anggaran dan Prioritas Meski disambut positif oleh kalangan MUI dan sejumlah tokoh keumatan, proyek ini juga berpotensi memunculkan diskursus publik terkait anggaran, prioritas pembangunan, serta urgensi di tengah tantangan fiskal dan kebutuhan sektor lain. Soal pembiayaan dan target pembangunan, Nusron menyebut hal tersebut menjadi ranah Menteri Sekretaris Negara dan Menteri Agama. Namun secara politik, keputusan ini menandai komitmen Presiden Prabowo untuk memperkuat infrastruktur kelembagaan Islam secara fisik dan simbolik. Apakah ini sekadar pembangunan gedung? Atau bagian dari arsitektur baru relasi negara dan institusi keagamaan? Yang pasti, jika benar berdiri setinggi 40 lantai di Bundaran HI, gedung ini akan menjadi salah satu landmark paling kuat secara pesan politik di era pemerintahan Prabowo.[] Sumber: https://cakradunia.co/news/prabowo-siapkan-gedung-40-lantai-untuk-mui-di-bundaran-hi/index.html