BITHE.co – Penanganan kasus dugaan keracunan massal yang diduga bersumber dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Indra Makmur, Aceh Timur, menuai sorotan tajam. Merasa tak mendapat kejelasan dan pertanggungjawaban, para orang tua korban resmi melayangkan somasi kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Blang Nisam. Somasi tersebut dikirim 14 hari setelah insiden yang menyebabkan puluhan bayi, anak-anak, hingga remaja mengalami gejala keracunan. Hingga kini, pihak keluarga menilai belum ada klarifikasi terbuka maupun tanggung jawab nyata dari vendor penyedia MBG. “Kami menuntut permintaan maaf terbuka, tanggung jawab penuh, dan jaminan keamanan pangan. Jika dalam 4x24 jam setelah somasi diterima tidak ada respons, kami akan menggelar aksi demonstrasi,” kata perwakilan keluarga korban, Muhammad Yasin, kepada wartawan Bithe.co, saat dikonfirmasi via aplikasi perpesanan, Sabtu (7/2/2026). Temukan lebih banyak Kursus Jurnalistik Online Kolom opini Kursus Manajemen Bencana Kekecewaan orang tua kian bertambah lantaran sejumlah korban sempat menjalani perawatan di Puskesmas Alue Ie Mirah hingga RSUD Zubir Mahmud, Idi. Bahkan, beberapa anak dilaporkan mengalami trauma dan menolak kembali mengonsumsi menu MBG. Sorotan juga mengarah ke Dinas Kesehatan Aceh Timur yang hingga kini belum mempublikasikan hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang disita. Yasin mendesak pemerintah bersikap transparan dan tegas jika ditemukan pelanggaran standar operasional. “Jika terbukti melanggar SOP, vendor harus diberi sanksi tegas. Ini menyangkut keselamatan anak-anak, bukan sekadar proyek,” ujarnya. Sementara itu, tokoh masyarakat Muhammad Nuraqi menilai kasus ini mencerminkan lemahnya tata kelola SPPG dan sudah masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). “Kasus MBG di Indra Makmu mengindikasikan lemahnya tata kelola SPPG. Ini sudah masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) yang harus ditangani secara serius,” kata Nuraqi. Ia mendesak BPOM melakukan audit menyeluruh terhadap bahan baku, proses produksi, hingga distribusi MBG, serta meminta percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi penyedia layanan. “Program MBG penting, tapi pengawasannya tak boleh longgar agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Nuraqi. Hingga berita ini diturunkan, Bithe.co belum memperoleh tanggapan resmi dari pihak SPPG Blang Nisam. Insiden dugaan keracunan terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026 lalu, beberapa jam setelah paket MBG dibagikan di Kecamatan Indra Makmur. Para penerima manfaat, terutama pelajar dan balita, mengeluhkan mual, muntah, sakit perut, diare, hingga tubuh lemas. Sebagian malah terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit. Editor : Fauzul HusniSumber: https://www.bithe.co/news/mbg-berujung-keracunan-di-aceh-timur-orang-tua-korban-layangkan-somasi-dan-ancam-demo/index.html.