Analisis Tajam Pakar Intelijen Negara, Prabowo Siapkan Gibran dan Teddy di Pemilu 2029!

Minggu, 03 Mei 2026 18:25
(0 pemilihan)

JAKARTA, DISWAY.ID - Sepak terjang Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang dicap sebagai bayang-bayang Presiden Prabowo Subianto menimbulkan polemik.  Keberadaannya yang selalu muncul berkomentar soal isu krusial dipertanyakan publik.

Bahkan dalam podcast Forum Keadilan TV,  Pakar Intelijen Negara Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra menilai Prabowo memang sengaja menyiapkan Teddy untuk berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka di Pemilu 2029. 

Mundur ke belakang, Sri Radjasa menjelaskan kalau Teddy sejak awal merupakan kaki tangan atau orang dekat Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat menjabat. 

Maka ketika Teddy memang ditempatkan untuk melekat dengan Prabowo saat ini, menurut Sri Radjasa tak menutup kemungkinan kalau Teddy memang bagian dari ‘geng Solo’.

“Jadi, melihat latar belakang Teddy seperti ini dan sikap Teddy hari ini seperti itu, tidak menutup kemungkinan Teddy juga bagian dari operasi garis dalamnya ‘geng Solo’. Dalam rangka apa? Dalam rangka membatasi ruang gerak presiden. Jadi presiden ini seperti ditaruh di menara gading, dalam rangka untuk membuat presiden merasa kesepian,” ujarnya dalam Podcast Forum Keadilan TV. 

Nah, sekarang tergantung, Sri Radjasa menjelaskan kalau kita lihat hari ini jika Prabowo melaksanakan tugasnya sebagai pemimpin pemerintahan dan pemimpin negara, tentu dia tidak akan menerima kondisi seperti ini karena dia dijauhkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Tapi, lanjutnya, ketika sekarang presiden berperan sebagai pemangku kerajaan dalam konteks monarki, ya semata-mata hanya untuk mengantarkan putra mahkota untuk menjadi raja nanti 2029, tentunya itu bukan hal yang mengganjal buat presiden hari ini.

“Kita lihat saja seperti apa. Tapi kalau saya melihat, ketika presiden tidak terusik dengan sikap Teddy yang seperti ini, artinya apa? Presiden hanya sekadar menjadi pemangku kerajaan yang nantinya hanya akan mengantar Gibran sebagai putra mahkota untuk merebut kekuasaan 2029,” ungkapnya.  

Lagi-lagi, Sri Radjasa menilai, Teddy dipersiapkan untuk mendampingi Gibran. “Dan tidak menutup kemungkinan kemudian Teddy juga akan dijadikan wakil presiden. Walaupun nanti akan terjadi gesekan,” jelasnya. Sri Radjasa juga menyinggung soal soliditas TNI hari ini masih ada, tetapi terdapat semacam dualisme loyalitas. 

“Ini berbahaya. Ketika Prabowo berkuasa, kepemimpinan TNI masih merupakan legacy dari era sebelumnya. Di sisi lain, sikap Teddy yang sangat dominan—bukan hanya sebagai pengatur, tapi juga pengendali—menentukan siapa yang bisa bertemu presiden dan siapa yang tidak,” katanya. 

Lagi-lagi dirinya juga harus melihat kemungkinan bahwa ini bagian dari operasi “garis dalam”. 

“Teddy sendiri dibawa naik oleh Jokowi. Permintaan agar ia menjadi ajudan presiden saat itu juga terbilang tidak lazim. Dengan latar belakang seperti itu, tidak menutup kemungkinan Teddy menjadi bagian dari strategi untuk membatasi ruang gerak presiden. Presiden seolah ditempatkan di “menara gading”, sehingga terisolasi dari dinamika nyata,” ucapnya.

Sumber: https://disway.id/read/944710/analisis-tajam-pakar-intelijen-negara-prabowo-siapkan-gibran-dan-teddy-di-pemilu-2029

 

 

Baca 22 kali Terakhir diubah pada Minggu, 03 Mei 2026 19:18
Bagikan: