Zulfikar Sy MerahPutih.com - Sebanyak 138.650 orang mengikuti vaksinasi COVID-19 dosis pertama hingga pukul 12.00 WIB, Sabtu (6/3). Dengan penambahan itu, total mencapai 2.552.265 orang sudah divaksin.

Berdasarkan data dari Satuan Tugas Penanganan COVID-19 yang diterima di Jakarta, Sabtu, tercatat pula penambahan 15.987 orang yang mendapatkan vaksinasi dosis kedua, sehingga totalnya kini mencapai 1.130.524.

Pemerintah menargetkan vaksinasi untuk tenaga kesehatan di tanah air sebanyak 1.468.764 orang.

Sementara total sasaran vaksinasi adalah 181.554.465 jiwa dari seluruh penduduk Indonesia atau sekitar 70 persen dari total populasi untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity).

Hingga Sabtu, pukul 14.00 WIB, terdapat sebanyak 1.189.510 orang sembuh dari COVID-19 di Indonesia. Angka kesembuhan bertambah 6.823 orang.

 

Petugas kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 kepada warga lanjut usia (lansia) di RSUD Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (20/2/2021). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.
Petugas kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 kepada warga lanjut usia (lansia) di RSUD Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (20/2/2021). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.
 

 Sedangkan total kasus positif COVID-19 mencapai 1.373.836 orang setelah mengalami penambahan sebanyak 5.767 orang.

Kasus kematian akibat COVID-19 bertambah 128 orang sehingga menjadi 37.154 orang sejak ditemukannya kasus pertama di Indonesia awal Maret 2020.

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat Indonesia untuk tidak terlena dengan menurunkan protokol kesehatan setelah vaksin hadir. Kelalaian protokol kesehatan memicu kenaikan kasus dan mengancam jiwa masyarakat.

Program vaksinasi hanya satu dari berbagai upaya penanganan pandemi yang harus dilakukan bersamaan dengan program lain. (*)

Diterbitkan di Berita

Puguh Hariyanto sindonews.com JAKARTA - Kegiatan vaksinasi Covid-19 terus dilakukan di berbagai daerah. Jumat (5/3/2021), bertempat di Gedung E Depohar 50 Lanud Adi Soemarmo, telah dilaksanakan kegiatan vaksinasi Covid-19 untuk para purnawirawan TNI se-Solo Raya.

Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari Serbuan Vaksinasi Covid-19 yang sebelumnya telah dilaksanakan pada hari Selasa 2 Maret 2021 di tempat yang sama yang ditujukan untuk para Babinsa (Bintara Pembina Desa) dan Babinpotdirga (Bintara Pembinaan Potensi Kedirgantaraan) se-Solo Raya.

Para petugas dari Kodim-Kodim di wilayah Surakarta tidak kenal lelah membantu mengantarkan para purnawirawan tersebut untuk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bukti cinta dan penghormatan para prajurit yang masih aktif kepada para senior Purnawirawan yang sudah mendahului pensiun dari kedinasan dan pengabdiannya di TNI.

Pada kesempatan ini turut hadir Komandan Koharmatau Marsekal Muda TNI Tri Suryono beserta Komandan-Komandan Satuan TNI-Polri di Jajaran wilayah Surakarta untuk turun langsung meninjau jalannya pelaksanaan kegiatan vaksinasi ini.

(zik)

Diterbitkan di Berita

Riezky Maulana sindonews.com JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa memimpin kegiatan vaksinasi serentak bagi seluruh Prajurit TNI Angkatan Darat di lingkungan Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Selasa (2/3/2021).

Kegiatan vaksinasi yang dilakukan ini merupakan kelanjutan dari Vaksinasi tahap I yang dikhususkan bagi tenaga kesehatan TNI AD sejumlah 20.565 orang.

Vaksinasi dilakukan dalam rangka mendukung program pemerintah guna mencegah penyebaran virus COVID-19 serta meningkatkan imunitas tubuh bagi seluruh prajurit TNI AD.

Selain di Mabes AD, Jakarta, vaksinasi turut dilaksanakan secara serentak dan tersebar di seluruh Komando Utama (Kotama) dan Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) jajaran TNI AD. Vaksinasi dibagi dalam beberapa gelombang dengan jumlah penerima vaksin yaitu 353.647 personel.
Gelombang pertama vaksinasi dimulai pada hari ini, Selasa (2/3/2021) dengan jumlah total 61.054 personel. Adapun vaksin ini diperuntukkan bagi penegak disiplin protokol kesehatan dan personel Kodam Jaya serta Balakpus.

"Selanjutnya, gelombang kedua akan dimulai Senin (15/3/2021) sejumlah 80.000 personel. Gelombang kedua vaksin diperuntukkan bagi personel Satuan Kostrad, Kopassus dan personel di 15 Kodam seluruh Indonesia," kata Jenderal TNI Andika Perkasa.

Kemudian, untuk gelombang ketiga akan dimulai 1 April 2021 sejumlah 100.000 personel. Vaksinasi tahap ketiga diperuntukkan seluruh Kodam kecuali Kodam Jaya. Gelombang keempat atau yang terakhir dimulai pada 16 April 2021 berjumlah 92.028 personel, diperuntukkan bagi seluruh personel yang belum mendapatkan vaksinasi.

Adapun Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang akan menggelar kegiatan vaksinasi secara serentak berjumlah 500 Faskes, terdiri dari 248 Faskes yang setingkat Rumah Sakit, dan 252 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) setingkat Poliklinik.

Diharapkan pada akhir April 2021, seluruh personel TNI Angkatan Darat telah menerima vaksinasi COVID-19.
 
(abd)
Diterbitkan di Berita

Jakarta (ANTARA) - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menekankan pentingnya realisasi dari program vaksinasi yang dapat berjalan dengan baik dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Perry Warjiyo dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara-negara G20.

“Pentingnya program vaksinasi dapat berjalan dengan baik untuk mendukung pemulihan ekonomi,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu.

Perry menegaskan pihaknya selalu bersinergi dan mendukung stimulus fiskal yang telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi pandemi dan mendukung pemulihan ekonomi melalui stimulus moneter.

Berbagai stimulus moneter itu berupa penurunan suku bunga kebijakan hingga 150 bps sejak 2020, menambah likuiditas atau quantitative easing di perbankan senilai 4,8 persen dari PDB dan melakukan pembelian SBN di pasar perdana sekitar 3 persen dari PDB pada 2020.

Selain itu, BI juga mendorong pengembangan ekonomi digital untuk meningkatkan akses keuangan bagi UMKM, penyaluran bansos serta kebijakan sistem pembayaran seperti perluasan akseptasi QRIS dan pengembangan infrastrukturnya.

Hal ini sejalan dengan komitmen negara G20 untuk mendorong inklusi keuangan melalui pemanfaatan teknologi dan perluasan akses bagi UMKM.

Lebih lanjut, Perry juga menyampaikan dukungan rencana Financial Stability Board (FSB) dan lembaga keuangan internasional untuk mengidenti_kasi pelajaran yang didapat dari pandemi guna mengatasi kerentanan di sektor keuangan.

Sustainable Finance Study Group (SFSG) turut diaktifkan kembali guna mendiskusikan pengembangan pembiayaan beraspek lingkungan hidup, memitigasi risiko dan menggarisbawahi pentingnya pendekatan yang inklusif untuk meningkatkan peran negara berkembang.

Dalam pertemuan ini, negara-negara G20 sepakat untuk meningkatkan kerja sama dan koordinasi global dalam mengatasi pandemi dan kerentanan yang terjadi untuk menjaga serta mendorong pemulihan ekonomi global.

Pemulihan ekonomi global harus diarahkan untuk mendukung pertumbuhan yang kuat, berkelanjutan, dan inklusif dengan memperhatikan lingkungan serta meningkatkan resiliensi sektor keuangan khususnya nonbank.

Hal tersebut harus dilakukan mengingat dukungan kebijakan moneter dan _skal telah mampu mendukung pemulihan ekonomi di berbagai negara dengan proyeksi IMF untuk pertumbuhan global 2021 mencapai 5,5 persen.

Dalam forum itu juga disepakati penguatan kerjasama untuk membantu negara berpenghasilan rendah dalam menghadapi pandemi dan meningkatkan kapasitas pengelolaan utang.

G20 pun meminta IMF untuk mempersiapkan proposal alokasi Special Drawing Rights (SDR) untuk negara-negara anggota guna menjaga likuiditas dan memperkuat cadangan devisa di tengah masih tingginya ketidakpastian akibat pandemi COVID-19.

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah

Editor: Biqwanto Situmorang

COPYRIGHT © ANTARA 2021

Diterbitkan di Berita

VOA Indonesia

Pakar penyakit menular yang disegani di Amerika Dr. Anthony Fauci hari Minggu (28/2) menyerukan warga Amerika untuk mendapatkan salah satu dari tiga vaksin virus corona yang tersedia.

Fauci mengatakan akan disuntik vaksin Johnson&Johnson yang baru diotorisasi, dan menyerukan kepada warga Amerika untuk mau divaksinasi salah satu dari tiga vaksin yang ada.

“Ketiganya benar-benar cukup bagus, dan orang-orang harus mengambil salah satu yang paling tersedia untuk mereka. Jika pergi ke suatu tempat dan disediakan Johnson&Johnson, dan itulah yang tersedia sekarang, maka saya akan menerimanya,” ujarnya dalam program “Meet the Press” di stasiun televisi NBC.

 

Pemerintah Amerika Sabtu lalu (28/2) telah mengesahkan vaksin dengan dosis tunggal Johnson&Johnson, menjadikannya sebagai vaksin ketiga yang tersedia setelah Pfizer-BioNTech dan Moderna.

Dua vaksin sebelumnya membutuhkan dua dosis yang disuntik dalam rentang waktu tertentu dan harus didistribusikan dalam keadaan beku. Namun vaksin Johnson&Johnson dapat didistribusikan dan disimpan pada suhu lemari es normal.

Vaksin Johnson&Johnson diharapkan mendapat persetujuan akhir untuk digunakan secara luas pada hari Minggu (28/2) dan dapat mulai didistribusikan pada hari Minggu atau Senin (1/3).

Baik vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna menunjukkan tingkat kemanjuran yang lebih tinggi dalam uji coba yang menggunakan dua dosis, dibanding vaksin satu dosis Johnson&Johnson.

Namun Fauci dan beberapa pakar lain mengatakan perbandingan langsung sulit dilakukan karena uji coba memiliki tujuan yang berbeda, dan uji coba vaksin Johnson&Johnson dilakukan ketika varian baru yang lebih cepat menular muncul.

Lebih jauh Fauci mengatakan saat ini sedang berlangsung kajian untuk menentukan keefektifan dan keamanan vaksin bagi anak-anak di bawah usia 18 tahun yang tampaknya tidak terlalu terpapar virus ini.

Siswa sekolah dasar diharapkan akan divaksinasi pada akhir tahun ini atau awal tahun depan, sementara siswa SMP dan SMA kemungkinan akan divaksinasi pada musim gugur ini, ujar Fauci.

Vaksin baru itu memberi pilihan pada pemerintah Amerika, yang sedang berupaya memvaksinasi sebanyak mungkin warga sesegera mungkin. Menurut data pemerintah, sekitar 14% warga Amerika telah divaksinasi dosis pertama.

Presiden Joe Biden mengatakan sedianya ada cukup pasokan vaksin untuk memvaksinasi seluruh warga Amerika selambatnya pada akhir Juli nanti.

Covid-19 telah merenggut nyawa lebih dari setengah juta orang di Amerika dan negara-negara bagian menuntut lebih banyak dosis untuk membendung kasus, jumlah orang yang dirawat di rumah sakit dan kematian. [em/jm]

Diterbitkan di Berita

Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta dan mengharapkan dukungan para ulama dan keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) untuk turut membantu menyukseskan kebijakan vaksinasi massal yang saat ini menjadi program terkini pemerintah untuk menekan penyebaran pandemi.

"Kami mohon dukungan para ulama dan keluarga besar NU untuk ikut membantu pemerintah dalam menyukseskan program vaksinasi nasional ini, dan mohon bantuan untuk memberikan informasi yang akurat kepada umat," kata Presiden Jokowi, saat menyampaikan ucapan selamat kepada NU yang pada Sabtu, 27 Februari 2021, atau bertepatan dengan tanggal 16 Rajab 1442 Hijriah memperingati hari lahir (harlah) ke-98 NU.

Presiden juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar NU di seluruh nusantara yang telah mengambil peran penting untuk memastikan kesehatan dan keselamatan masyarakat hingga membantu mengatasi pandemi di tingkat akar rumput. Kebersamaan dan kolaborasi serupa ini yang memang diharapkan muncul di masa pandemi saat ini.

Di tengah ikhtiar bangsa dalam menangani pandemi, Presiden Jokowi mengucap syukur kepada Allah SWT, karena berkat rahmat-Nya bangsa Indonesia dapat tetap tangguh menghadapi tantangan, bersatu, bergotong royong, saling membantu tanpa melihat perbedaan, dan saling peduli untuk meringankan beban dan kesulitan.

Kepala Negara sekaligus menerangkan upaya-upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19 dan menangani dampak ekonomi yang ditimbulkan. Menurut Presiden, pandemi COVID-19 yang melanda setidaknya 215 negara di dunia, selama

setahun belakangan ini, memberikan dampak luar biasa, termasuk kepada masyarakat Indonesia.

Persoalan dari sisi kesehatan akibat pandemi, juga diikuti oleh dampak perekonomian yang mengakibatkan banyak warga kehilangan pekerjaan dan penghasilan. "Saya tahu selama pandemi ini ada jutaan Nahdliyin yang terdampak. Ada ribuan pesantren dan lembaga pendidikan agama Islam yang juga terdampak," ujarnya pula.

Untuk itu, pemerintah berupaya keras untuk meringankan beban masyarakat di kala pandemi ini melalui sejumlah program bantuan sosial, program padat karya, dan kebijakan pemulihan ekonomi nasional lainnya.

Bagi kalangan pesantren sendiri, pemerintah juga memberikan bantuan operasional pendidikan pesantren, bantuan pembelajaran daring, insentif guru pondok pesantren, dan masih terdapat beberapa program lain.

"Sementara itu untuk tahun 2021 ini, pemerintah menambah dukungan infrastruktur, pendampingan, pelatihan, dan pengembangan model bisnis untuk mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren sebagaimana amanat UU Pesantren," kata Presiden Jokowi.

Kepala Negara mengatakan bahwa puncak harlah NU ini menjadi momentum untuk mengukuhkan tali persaudaraan, ukhuwah islamiyah, dan ukhuwah wathaniyah yang menjadi modal ketangguhan bangsa.

"Saya mengucapkan selamat hari lahir ke-98 Nahdlatul Ulama yang jatuh pada tanggal 16 Rajab. Puncak harlah ini akan menjadi wasilah untuk mengukuhkan tali persaudaraan, ukhuwah islamiyah, dan ukhuwah wathaniyah yang merupakan modal utama ketangguhan bangsa Indonesia," ujar Presiden, disampaikan secara virtual sebagaimana ditayangkan akun YouTube Sekretariat Presiden pada hari yang sama.

Pewarta: Hanni Sofia

Editor: Budisantoso Budiman

COPYRIGHT © ANTARA 2021

Diterbitkan di Berita

TEMPO.COJakarta - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengatakan Pemerintah menjamin ketersediaan vaksin COVID-19, karena telah melakukan diplomasi dengan beberapa negara dalam menyediakan dosis vaksin yang mencukupi seluruh kebutuhan masyarakat Indonesia.

"Melalui diplomasi dan kerja sama internasional yang gigih, Indonesia berhasil mengamankan ketersediaan vaksin COVID-19 yang mencukupi seluruh kebutuhan kita," kata Ma'ruf Amin dalam keterangannya, Jumat 26 Februari 2021.

Merujuk pada data Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization), hingga akhir Januari masih ada 130 negara yang belum mendapatkan vaksin COVID-19; bahkan sebagian negara maju pun belum dapat memastikan ketersediaan vaksin bagi seluruh masyarakatnya, kata Wapres, saat menutup The International Conference Tackling the COVID-19 Pandemic: Health, Economics, Diplomacy and Social Perspective secara daring, Kamis 25 Februari 2021.

"Masih ada 130 negara yang belum mendapatkan akses terhadap vaksin COVID-19, mayoritasnya adalah negara sedang berkembang. Dalam kaitan itu, kiranya kita patut bersyukur bahwa Indonesia berada dalam situasi yang lebih baik," ujar Wapres.

Menurut Wapres, vaksin COVID-19 menjadi hal yang ditunggu-tunggu sejak awal pandemi melanda, karena dengan divaksinasi maka kekebalan komunitas atau herd immunity di suatu negara dapat terbentuk sehingga perlindungan dari penyakit akibat COVID-19 dapat terjadi.

Selain menjamin ketersediaan vaksin bagi masyarakat, kata Wapres lagi, Indonesia bahkan berkomitmen untuk dapat mengekspor vaksin COVID-19 guna membantu negara-negara di kawasan Asia Tenggara dalam memperoleh vaksin.

Melalui komitmen tersebut, Indonesia juga mendapatkan apresiasi dari masyarakat internasional dalam program penyediaan vaksin COVID-19 secara setara bagi negara-negara lain. "Indonesia juga telah berkomitmen untuk membantu negara-negara sahabat di kawasan yang membutuhkan vaksin COVID-19.

Peran aktif diplomasi Indonesia juga mendapatkan apresiasi dari masyarakat internasional dalam program penyediaan vaksin COVID-19 bagi seluruh negara di dunia secara setara," ujar Wapres Ma'ruf Amin.

Reporter: Antara
Editor: Eko Ari Wibowo
Diterbitkan di Berita
Konten ini diproduksi oleh kumparan

Malaysia memulai program vaksinasi massal COVID-19 pada Rabu (24/2/2021). PM Muhyiddin Yassin jadi orang pertama yang disuntik vaksin di Negeri Jiran.

Untuk tahap pertama, Malaysia menggunakan vaksin Pfizer-BionTech. Muhyiddin optimis bahwa vaksinasi dapat membawa Malaysia keluar dari pandemi COVID-19.
 
"Saya percaya vaksin ini aman dan efektif," ucap Muhyiddin usai divaksin, seperti dikutip dari Reuters.
 
Malaysia Mulai Vaksinasi COVID-19, PM Muhyiddin Jadi yang Pertama Disuntik (1)
Proses penerimaan gelombang pertama Vaksin Pfizer saat tiba di Malaysia. Foto: Kemenkes Malaysia
 
Vaksinasi terhadap Muhyiddin digelar di kantor Kementerian Kesehatan Malaysia di Putrajaya. Setelah Muhyiddin, tenaga medis Malaysia menjadi kelompok selanjutnya yang disuntik vaksin.
 
Pemerintah Malaysia memasang target 80 persen populasi divaksin COVID-19. Vaksinasi massal rencananya berlangsung selama setahun atau tepatnya hingga Februari 2022.
 
Di samping Pfizer, Malaysia akan menggunakan berbagai vaksin lain seperti AstraZeneca, Sputnik V sampai Sinovac.
 
Saat vaksinasi dimulai, Malaysia berada di peringkat tiga kasus COVID-19 terbesar di Asia Tenggara. Kini terdapat 290 ribu kasus dan 1.076 kematian akibat corona di Malaysia.
Diterbitkan di Berita

Tiara Aliya - detikNews Jakarta - Guru, dosen dan tenaga pendidik hari ini menerima vaksinasi COVID-19. Presiden Joko Widodo (Jokowi), Mendikbud Nadiem Makarim dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memantau langsung vaksinasi COVID-19 di SMAN 70 Jakarta di Bulungan, Jakarta Selatan.

Pantauan detikcom di lokasi Rabu (24/2/2021), Anies Baswedan tiba lebih dulu sekitar pukul 10.40 WIB. Kemudian, pukul 11.10 WIB Jokowi dan Mendikbud Nadiem Makarim tiba dan langsung meninjau jalannya vaksinasi COVID-19.

Ketiganya kemudian mulai berkeliling memantau proses vaksinasi bagi guru, dosen dan tenaga pendidik. Mereka tampak berbincang sambil berjalan memasuki ruangan vaksinasi. Seperti diketahui, Ratusan guru, dosen dan tenaga pendidik menerima vaksinasi COVID-19 hari ini di SMAN 70 Jakarta.

Presiden Joko Widodo hingga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim membuka langsung vaksinasi bagi golongan ini.

Terpantau, vaksinasi COVID-19 dibagi menjadi 3 kloter untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan. Rinciannya, pukul 08.00-10.00 WIB sebanyak 250 orang, pukul 10.00-12.00 WIB sebanyak 150 orang dan 13.00 WIB hingga selesai sebanyak 250 orang.

"(Sekitar) 650 orang, sudah termasuk di bawah naungan Kemenag. Nanti mas Menteri (Nadiem) sampaikan angka rincian," kata Dirjen guru dan Tenaga Pendidikan Kemendikbud Iwan Syahril saat ditemui di SMAN 70 Jakarta, Bulungan, Jakarta Selatan, Rabu (24/2/2021).

Berdasarkan keterangan yang tercantum di meja registrasi, pihak yang divaksinasi hari ini terdiri dari Organisasi Guru Undangan Ditjen GTK, Guru Disdik Provinsi DKI Jakarta hingga organisasi PGRI.Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi memastikan seluruh guru, baik ASN maupun honorer mulai divaksinasi COVID-19 sejak hari ini.

Nantinya, program ini akan dilakukan bertahap di seluruh Indonesia.Setelah registrasi selesai dilakukan, mereka diarahkan ke meja verifikasi data. Setelah itu, vaksinator segera menyuntikkan vaksin ke para guru, dosen dan tenaga pendidik yang berhasil lolos tahap verifikasi data.

(dwia/dwia)

 
Diterbitkan di Berita
Konten ini diproduksi oleh kumparan
 
Tokoh lintas agama mulai menjalani vaksinasi COVID-19, Selasa (23/2). Kegiatan bertajuk Pekan Vaksinasi Tokoh Lintas Agama ini digelar mulai Selasa (23/2) hingga Sabtu (27/2) di basement Masjid Istiqlal, Jakarta.
 
Kegiatan yang terselenggara atas kerja sama Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan ini menargetkan vaksinasi 10 ribu tokoh agama. Vaksinasi ini akan dilakukan bertahap dalam rentang 4 hari ke depan.
 
Berdasarkan data panitia, saat ini sudah ribuan data tokoh agama yang telah tervalidasi untuk diberikan vaksinasi, baik tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, maupun Khonghucu.
 
Ribuan Tokoh Agama Ikuti Vaksinasi COVID-19 di Basement Masjid Istiqlal (1)
Tokoh lintas agama mulai menjalani vaksinasi COVD-19, Selasa (23/2) di Basement Masjid Istiqlal, Jakarta. Foto: Kemenag
 
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi peran aktif para tokoh agama dalam program vaksinasi pemerintah. Menurutnya, vaksinasi ini bagian dari wujud sinergitas antarlembaga negara, Kemenag, dan Kemenkes, bersama para tokoh agama dalam ikut mengatasi pandemi COVID-19.
 
"Ini adalah bentuk sinergi dalam menangani wabah Covid-19 yang sudah hampir setahun terjadi di Indonesia. Peran aktif para tokoh agama patut diapresiasi. Semoga ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam terus mendukung program vaksinasi ini secara bersama," tutur Gus Menteri, sapaan akrab Menag, dalam rilis Kemenag.
 
Ribuan Tokoh Agama Ikuti Vaksinasi COVID-19 di Basement Masjid Istiqlal (2)
Tokoh lintas agama mulai menjalani vaksinasi COVD-19, Selasa (23/2) di Basement Masjid Istiqlal, Jakarta. Foto: Kemenag
 
Para tokoh lintas agama yang divaksinasi, ujar Gus Yaqut, bisa menjadi teladan bagi umat dalam ikut menyukseskan vaksinasi. Menag berharap para tokoh juga dapat memberikan sosialisasi tentang pentingnya dilakukan vaksinasi.
 
"Karena sejatinya para tokoh agama mempunyai peranan penting di tengah masyarakat dalam melakukan pendekatan persuasif sehingga program vaksinasi ini dapat berjalan lancar. Dan wabah ini segera berakhir," tuturnya.
 
“Ini adalah vaksinasi pertama. Meski sudah divaksin, saya berharap para tokoh agama tetap disiplin dalam protokol kesehatan dan mematuhi 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan interaksi, serta menghindari kerumunan,” lanjutnya.
 
Ribuan Tokoh Agama Ikuti Vaksinasi COVID-19 di Basement Masjid Istiqlal (3)
Tokoh lintas agama mulai menjalani vaksinasi COVD-19, Selasa (23/2) di Basement Masjid Istiqlal, Jakarta. Foto: Kemenag
 
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan kagum dan menyampaikan apresiasi kepada para tokoh agama yang datang ke Masjid Istiqlal untuk melaksanakan program vaksinasi.
 
"Saya merasakan betapa masjid terbesar di Jakarta membuka diri untuk semua tokoh agama besar lainnya untuk hadir bersama-sama melaksanakan program vaksinasi,” kata Menkes.
Diterbitkan di Berita