Dari Presiden Kecewa sampai Pembakaran di Boven Digul Perhatian media masih ke pandemi Covid-19, kasus Rizieq Shihab, terorisme di Sigi, dan pilkada. Presiden Joko Widodo kecewa terhadap penanganan Covid-19. “Semuanya memburuk!” katanya. Jumat lalu (29 Nov 2020), penambahan kasus baru mencapai rekor baru, yaitu 6.267 kasus baru. Walaupun Presiden menyatakan kasus Covid-19 memburuk, namun jika dilihat dari kaca mata dunia, peringkat jumlah kasus di Indonesia membaik. Worldometer.info melaporkan jumlah kasus di Indonesia pada peringkat 22 (https://inharmonia.co/index.php/berita/berita/update-posisi-indonesia-dalam-pandemi-covid-19-seluruh-dunia), sebulan yang lalu (01 November 2020) Indonesia pada peringkat 19. Ini bukan karena Indonesia membaik, tetapi keadaan dunia lebih buruk lagi. Dijajarkan dengan keadaan dunia yang memburuk, Indonesia kelihatan “baik”. Bulan November 2020 jumlah kasus baru Covid-19 bertambah 17,7 juta, “sumbangan” Indonesia sebanyak 128.795 kasus. Untuk itu Indonesia harus hati-hati sekali, ancaman dari dalam negeri maupun luar negeri. Berkaitan dengan Covid-19, kasus Rizieq Shihab juga mendapat sorotan media. Salah satu penyebanya adalah karena Rizieq adalah orang terkenal dan banyak pengikutnya. Perlu dicatat bahwa Walikota Depok terpapar Covid-19 setelah berpelukan dengan Rizieq, mungkin Walikota Depok tertular dari Rizieq atau sebaliknya Rizieq mungkin tertular dari Walikota Depok. Sekali lagi jaga jarak fisik dari Rizieq, tidak perlu mencium tangannya kalau bersalaman, dan tidak perlu berpelukan dengan Rizieq. Bahkan kalau pun Rizieq dinyatakan sehat, tetaplah menjaga jarak fisik dengannya, karena mungkin anda yang kurang sehat dan bisa menulari dan membuat Rizieq sakit. Hari ini Rizieq dipanggil polisi, ada kemungkinan masih belum bisa hadir. Masih berkaitan dengan Covid-19, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim meminta pemerintah daerah (Pemda) mempertimbangkan pemberian izin satuan pendidikan untuk melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) secara matang. Selain kasus Covid-19, kasus terorisme di Sigi banyak mendapat sorotan. Presiden Joko Widodo mengutuk keras aksi terror di Sigi. Kapolri memerintahkan tembak mati kelompok MIT jika melawan petugas, dan Panglima TNI mengirim pasukan khusu TNI untuk memburu teroris MIT. Pilkada juga menarik perhatian media, salah satunya ada pembakaran Gedung di Boven Digul. Selanjutnya silakan simak berita-berita menarik itu di bawah ini. (inharmonia.co) Presiden Jokowi Kecewa Penanganan Covid-19: Semuanya Memburuk! Fahreza Rizky, Okezone · Senin 30 November 2020 10:28 WIB JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, kondisi penanganan Covid-19 di Indonesia saat ini memburuk. Hal itu terlihat dari meningkatnya kasus aktif dan menurunnya angka kesembuhan pada pekan ini. Ia mewanti-wanti jajarannya agar bekerja lebih baik lagi. "Ini semuanya memburuk," ujar Jokowi dengan raut wajah kecewa saat rapat terbatas di Istana Merdeka, Senin (30/11/2020). Klik untuk baca: https://nasional.okezone.com/read/2020/11/30/337/2318594/presiden-jokowi-kecewa-penanganan-covid-19-semuanya-memburuk Habib Rizieq Belum Pasti Penuhi Panggilan Polda Metro Besok, Ini Kata Polisi Yogi Ernes – detikNews; Senin, 30 Nov 2020 19:15 WIB Jakarta - Wakil Sekretaris Umum Front Pembela Islam Aziz Yanuar mengatakan Habib Rizieq Shihab belum pasti memenuhi panggilan Polda Metro Jaya besok. Apa kata pihak kepolisian? Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, secara aturan, saksi yang dipanggil memang bisa tidak memenuhi panggilan polisi. Asalkan, terperiksa memberi alasan jelas. "Mekanismenya silakan selama bisa menyampaikan alasan yang pasti. Alasan yang menurut aturan UU itu betul," kata Yusri kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (30/11/2020). Klik untuk baca: https://news.detik.com/berita/d-5275913/habib-rizieq-belum-pasti-penuhi-panggilan-polda-metro-besok-ini-kata-polisi Nadiem Minta Pemda Pertimbangkan Izin Pembelajaran Tatap Muka secara Matang Kompas.com - 30/11/2020, 12:51 WIBJAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim meminta pemerintah daerah (Pemda) mempertimbangkan pemberian izin satuan pendidikan untuk melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) secara matang. Dalam penyesuaian Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri disebutkan, pembelajaran tatap muka dapat dilakukan mulai Januari 2021 dengan izin dari pemerintah daerah. “Dari semua ini yang terpenting adalah pemerintah daerah harus mempertimbangkan dengan matang pemberian izin PTM,” kata Nadiem dalam Rakornas Pembukaan Sekolah Pada Masa Pandemi Covid-19 yang diselenggarakan KPAI, Senin (30/11/2020). Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2020/11/30/12515371/nadiem-minta-pemda-pertimbangkan-izin-pembelajaran-tatap-muka-secara-matang. Penulis : Irfan Kamil; Editor : Kristian Erdianto Jokowi Kutuk Keras Aksi Teror di Sigi, Presiden: Tidak Ada Satupun Tempat Tanah Air Bagi Terorisme Arman Muharam - 1 Desember 2020, 06:24 WIB Senin, 30 November 2020 20:09 WIB PR CIREBON- Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengutuk keras segala bentuk tindak teror dan di luar batas kemanusiaan yang terjadi terhadap satu keluarga di Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah tersebut. Presiden juga menegaskan bahwa tak ada satupun tempat di Tanah Air bagi tindak terorisme tersebut. Hal itu disampaikan Presiden Jokowi dalam keterangan resminya di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 30 November 2020. Klik untuk baca: https://cirebon.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-041039135/jokowi-kutuk-keras-aksi-teror-di-sigi-presiden-tidak-ada-satupun-tempat-tanah-air-bagi-terorisme Kapolri Perintahkan Tembak Mati Kelompok MIT Jika Melawan Petugas Mohammad Yamin Senin, 30 November 2020 - 19:53 WIB JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis mengaku sudah menerjunkan Satuan Tugas (Satgas) Tinombala ke Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah untuk mencari kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT)pimpinan Ali Kalora atas pembunuhan satu keluarga dan pembakaran rumah warga, Jumat (27/11) lalu. Mantan Kepala Bareskrim Polri itu menegaskan negara tidak boleh kalah dengan kelompok teror yang sudah melakukan tindakan pembunuhan terhadap masyarakat apapun dalihnya. “Saya sudah bilang ke anggota, tindak tegas mereka. Jika ketemu lalu mereka melawan, tembak mati saja,” ujar Idham dalam keterangannya, Senin (30/11/2020). Klik untuk baca: https://nasional.sindonews.com/read/251318/13/kapolri-perintahkan-tembak-mati-kelompok-mit-jika-melawan-petugas-1606738260 Panglima Kirim Pasukan Khusus TNI Buru Kelompok Teroris MIT JAKARTA, KOMPAS.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyiapkan pasukan khusus TNI untuk mengejar kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur ( MIT) yang diduga pelaku pembunuhan empat warga di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (27/11/2020). Rencananya, pasukan khusus ini diberangkatkan melalui Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (1/12/2020) pagi. Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2020/11/30/13495511/panglima-kirim-pasukan-khusus-tni-buru-kelompok-teroris-mit?page=all. Penulis : Achmad Nasrudin Yahya; Editor : Krisiandi Protes KPU, Massa Bakar Rumah Calon Bupati Boven Digoel CNN Indonesia | Senin, 30/11/2020 22:20 WIB Jakarta, CNN Indonesia -- Massa membakar rumah calon bupati Boven Digoel, Chaerul Anwar, karena tidak terima dengan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang membatalkan pencalonan paslon Yusak Yaluwo dan Yakob Weremba. Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal, mengatakan bahwa pembakaran itu terjadi pada Senin (30/11) sekitar pukul 15.30 WIT. "Terjadi kasus pembakaran rumah salah satu paslon, nomor urut 02, oleh massa yang tidak terima dengan hasil putusan KPU RI tentang Penetapan Paslon peserta Pemilihan Bupati dan wakil Bupati Boven Digoel tahun 2020," kata Ahmad dalam keterangannya, Senin (30/11). Aksi itu berawal saat massa mulai berdatangan di depan kediaman Yusak pada pukul 09.20 waktu setempat. Mereka kemudian melakukan konvoi di seputar Kita Tanah Merah dengan membawa senjata tajam. Klik untuk baca: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201130215854-20-576379/protes-kpu-massa-bakar-rumah-calon-bupati-boven-digoel