Temuan Belatung di Menu MBG, SMK Pangudi Luhur Magelang Data Siswa yang Butuh Makan Gratis

Senin, 28 Juli 2025 21:16
(0 pemilihan)

MAGELANG, KOMPAS.com – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pangudi Luhur di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, akan mendata ulang siswa yang benar-benar membutuhkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil menyusul insiden temuan belatung dalam lauk lele yang disajikan dalam MBG pada Kamis (24/7/2025).

Seorang siswa kelas X jurusan Mesin mendapati larva merayap di daging lele dalam makanannya. Video temuan itu beredar luas di media sosial.

Pihak Sekolah Evaluasi Penerima MBG Kepala SMK Pangudi Luhur, Bruder Totok Tri Nugroho, mengatakan sekolah akan mengevaluasi ulang daftar penerima manfaat. Saat ini, sebanyak 501 siswa kelas X dan XI menjadi penerima MBG.

"Selama ini kan (pihak dapur) hanya tanya ‘muridmu berapa’. (Ke depannya) kalau dia tidak butuh, tidak diberikan," ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (25/7/2025).

Totok menyebut siswa yang mendapati belatung tidak mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan tersebut. Permintaan Peningkatan Kualitas Dengan lebih sedikitnya siswa yang menerima MBG ke depannya, maka pihak sekolah berharap adanya peningkatan kualitas makanan.

Meski terjadi insiden, Totok menyatakan sekolah tetap bersedia menjadi bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu. Namun, pihaknya meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk meningkatkan higienitas bahan baku dan proses memasak. "Kami juga menyarankan agar makanan kering tidak hanya disediakan pada hari Jumat, bisa juga di hari lain," katanya.

Koordinator MBG di SMK Pangudi Luhur, Retno Wilis, menambahkan bahwa siswa lebih menyukai menu kering seperti roti lapis telur yang disediakan pada hari Jumat. Jenis makanan ini dianggap lebih praktis karena bisa dibawa pulang.

Penjelasan dari Pihak Dapur Umum Program MBG di SMK Pangudi Luhur didistribusikan oleh SPPG yang dikelola Yayasan Al Fath Islamic Center dan berlokasi di Dusun Ngaglik, Muntilan, sekitar 1,5 kilometer dari sekolah. Penanggung jawab yayasan, Eko Praharjono, menjelaskan bahwa seluruh bahan baku, termasuk lele, dikirim oleh pemasok pada malam hari sebelumnya.

“Dibawa oleh supplier dalam bentuk bersih. Kami tinggal masak jam 01.00 seperti biasanya,” ujar Eko kepada Kompas.com.

Ia menyatakan ragu atas temuan belatung tersebut. “Kami sangsi dengan itu, karena karakteristik lele yang kami terima berbeda. Juga, apakah bisa secepat itu muncul belatungnya,” jelasnya.

Menurutnya, tidak ditemukan kejanggalan saat bahan diperiksa sebelum dimasak. “Supplier sudah kami tekanan untuk membersihkan sendiri. Harus bersih, steril,” tambahnya. Program MBG yang dikelola SPPG telah beroperasi sejak 19 Mei 2025 dan menyasar 3.418 anak di 36 sekolah.

Hingga saat ini, menurut Eko, tidak ada sekolah yang meminta penghentian program meskipun muncul insiden belatung.  


Sumber: https://regional.kompas.com/read/2025/07/25/135758978/temuan-belatung-di-menu-mbg-smk-pangudi-luhur-magelang-data-siswa-yang

 

Baca 268 kali
Bagikan: