jpnn.com, BANDUNG - Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Kota Bandung menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Kamis (11/6). Mereka mendesak sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan rakyat, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga turunkan harga BBM. Pantauan di lokasi, massa tiba di Gedung DPRD sekitar pukul 15.30 WIB. Mereka datang berjalan kaki sembari membawa sejumlah spanduk. "Hari ini kita berkumpul, hari ini kita berduka, kita berkumpul demi kebaikan negeri," ucap salah seorang aksi. Koordinator FMN Bandung Raya, Ainul Mardhyah, mengatakan tuntutan utama yang dibawa mahasiswa ialah mendorong negara menjalankan reforma agraria dan industrialisasi nasional. Menurutnya, kedua agenda tersebut bisa menjadi jalan keluar untuk mengatasi berbagai bentuk ketimpangan dan penindasan yang masih terjadi. "Yang pertama tentunya, hari ini yang paling pokok dan akar adalah kami ingin mendesak negara untuk mewujudkan reforma agraria sejati dan industrialisasi nasional, sebagai jalan keluar atas banyaknya penindasan yang kita alami," kata Ainul di lokasi. Selain itu, massa aksi juga menuntut penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Massa menilai program tersebut menghabiskan anggaran negara dan menimbulkan berbagai persoalan di lapangan. "Hentikan total MBG, karena jelas ini menghabiskan banyak anggaran yang sudah dikeluarkan oleh negara," ucapnya. Pihaknya mendesak pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, kenaikan harga BBM berdampak langsung terhadap biaya transportasi masyarakat dan turut memicu kenaikan harga kebutuhan pokok. "Kami bersikukuh minta pemerintah turunkan harga BBM. Kami masyarakat Indonesia berhak untuk mendapatkan akses transportasi yang murah, terjangkau, di tengah kenaikkan harga bahan-bahan pokok yang lain," ucapnya. Dalam aksi tersebut, mahasiswa turut menyoroti persoalan pendidikan yang dinilai makin mahal Mereka meminta pemerintah menggratiskan pendidikan dan mengalihkan anggaran untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. "Kemudian kami mendesak agar negara menggratiskan pendidikan yang semakin hari semakin dikomersialisasi. Negara harusnya mengalihkan anggaran MBG untuk pendidikan gratis," tuturnya. Massa aksi juga menyuarakan tuntutan agar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menemui langsung masyarakat. Ainul mengatakan aksi serupa akan terus dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi kepada pemerintah. "Kami tidak akan pernah diam. Kalau Prabowo-Gibran menganggap bahwa aksi hanya sebatas hari ini, tidak." "Kami akan pastikan beberapa hari ke depan kita akan terus aksi, bahkan bulan-bulan selanjutnya," pungkasnya. (mcr27/jpnn) Sumber: https://m.jpnn.com/amp/news/demo-mahasiswa-di-bandung-suarakan-penghentian-total-program-mbg