CIANJUR TIMES, Warungkondang – Temuan belatung pada menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan terjadi di SDN Cisarandi 1, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Selasa (7/4/2026). Pihak sekolah dan penyedia makanan (SPPG) memberikan penjelasan berbeda terkait asal makanan tersebut. Insiden bermula saat sekolah menerima 297 tray makanan sekitar pukul 08.00 WIB. Temuan tersebut pertama kali diketahui oleh siswa saat waktu makan. Guru SDN Cisarandi 1, Didan, mengatakan belatung ditemukan oleh siswa kelas dua di dalam salah satu menu makanan. “Menu datang sekitar jam setengah delapan dengan jumlah 297 tray. Untuk menu daging memang sama, tapi ada satu menu yang berbeda yaitu di kelas dua, awalnya dikira daging ternyata telur,” kata Didan. Sekolah: Akibat Temuan Belatung, Siswa Enggan Mengonsumsi Makanan Didan menyebut temuan tersebut membuat sebagian siswa enggan mengonsumsi makanan yang dibagikan. “Kalau dipersentase mungkin kecil, sekitar lima persen. Tapi belatungnya masih hidup, jadi anak-anak pada jijik dan hampir rata-rata tidak dimakan,” katanya. Ia juga menyebut sebelumnya, siswa pernah menemukan benda lain dalam makanan, seperti sarung tangan dan rambut. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan siswa yang mengalami gangguan kesehatan. “Untuk sementara belum ada yang sakit, hanya keluhan jijik saja,” imbuhnya. SPPG Bantah Berasal dari Dapur Sementara itu, Asisten Lapangan Dapur SPPG Cisarandi 2, Dedi Supriadi, membantah makanan tersebut berasal dari pihaknya. “Kami sudah pastikan dari tim dapur, packaging, hingga distribusi, tidak ada menu seperti itu. Bahkan untuk hari ini tidak ada menu telur dari kami,” tegas Dedi. Menurutnya, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan jumlah temuan tidak sebanyak yang dilaporkan. “Dari hasil pengecekan, yang ditemukan hanya satu. Itu juga kami simpan sebagai bukti,” katanya. Dedi menambahkan, pihaknya masih melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.*** Sumber: https://cianjurtimes.com/2026/04/08/temuan-belatung-di-menu-mbg-sdn-cisarandi-1-sekolah-dan-penyedia-makanan-beri-penjelasan-berbeda/