kabarpasti.com BOJONEGORO – Pemerintah Desa (Pemdes) Campurejo Kec/Kab. Bojonegoro Jawa Timur, mengkritik menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur yang berada di jalan Lettu Suyitno, Desa Mulyoagung. Pasalnya, menu MBG untuk Balita sangat tidak masuk akal. Hal tersebut, diungkapkan Kepala Desa (Kades) Campurejo, Edi Sampurno, S.Sos., setelah melihat secara langsung menu MBG yang telah didistribusikan, Jum’at(17/5/2026). “Masak balita diberi menu sambal ayam, penyajian model apa ini,” katanya dengan nada geram. Kepada media ini, Edi Sampurno juga mengaku telah menghubungi pihak penanggungjawab SPPG serta bagian distribusi. “Saya sudah menyampaikan protes langsung ke pihak SPPG, dan kami berharap pada penyajian selanjutnya mohon diperhatikan untuk standar menu yang benar-benar bergizi khususnya untuk balita”. Ia juga mengemukakan, bahwa pihak pengelola SPPG sejauh ini tidak melakukan koordinasi maupun komunikasi dengan pemerintah desa secara baik. “Sampai sekarang kami tidak mengetahui berapa jumlah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang mendapatkan program MBG, karena pihak SPPG tidak pernah ada komunikasi”. “Padahal mereka juga membutuhkan kader-kader kesehatan dan gizi dari desa, bahkan juga butuh fasilitas untuk mendistribusikan MBG, kami rasa sangat aneh kalau program sebaik itu hanya dilempar begitu saja, tanpa ada koordinasi dan komunikasi yang baik,” tuturnya tegas. Edi Sampurno menambahkan, jika hal seperti itu masih tetap dilakukan, maka pihaknya secara tegas akan melapor ke pemerintah agar dilakukan evaluasi. Secara terpisah, Hafizul Azim selaku Kepala SPPG Yayasan Yakusa saat dikonfirmasi media ini mengucapkan permohonan maaf kepada seluruh penerima manfaat program MBG khusus para balita. “Mohon maaf, atas sedikit kesalahan menu MBG khususnya untuk penerima manfaat balita,” ucapnya. “Untuk standar gizi MBG balita yang kami sajikan memang kami akui ada sedikit kesalahan. Di mana, pada hari Jum’at, 17 April 2026 menu nasi, ayam, mentimun, tahu, susu, namun juga kami beri sambal,” tandasnya. Adanya protes dari Kepala Desa Campurejo, pihaknya telah melakukan pembahasan bersama tim SPPG. “Kami segera akan evaluasi khususnya untuk menu MBG balita,” terang Hafizul Azim. Dirinya mengatakan, bahwa SPPG Yayasan Yakusa yang berada di jalan Lettu Suyitno Desa Mulyoagung ini melayani program MBG untuk siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. “Untuk 3B (baca: Bumil, Busui, Balita) sebanyak 266 penerima manfaat yang ada di desa Campurejo dan Semanding Kecamatan Bojonegoro”. “Khusus untuk penerima manfaat balita sebanyak 219,” pungkasnya. (DeBe/red) Sumber: https://kabarpasti.com/mbg-balita-diberi-menu-ayam-sambal-kades-campurejo-bojonegoro-protes-ke-sppg/