Kasus Dugaan Keracunan MBG Di Jetis Bantul Bertambah Menjadi 80 Orang. Ini Menunya !

Rabu, 15 April 2026 10:44
(0 pemilihan)

beritajogja.com (‎Bantul) - Jumlah siswa yang diduga keracunan usai mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis - MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi - SPPG di Jalan Parangtritis KM 15, Kategan, Kalurahan Patalan, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul terus bertambah menjadi 80 siswa.

Bahkan kemungkinan data masih bisa bertambah. Sebab SPPG melayani sekitar 25 sekolah. ‎Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bantul, Hermawan Setiaji sebelumnya jumlah siswa yang diduga keracunan MBG di SMP Negeri 3 Jetis berjumlah 71 orang namun data bertambah menjadi enam menjadi 77 siswa.

Selain itu ada tambahan siswa yang diduga keracunan MBG sebanyak satu siswa dari SMP Muhammadiyah Pulokadang juga mengalami gejala keracunan dan ditambah dua guru dari SMPN 3 Jetis yang juga mengalami gejala keracunan.

‎"Jadi yang mengalami gejala keracunan itu tidak hanya siswa di SMPN 3 Jetis namun juga ada tiga guru yang juga diduga mengalami keracunan usai menyantap MBG," katanya, Selasa (14/04/2026).

‎‎Menurutnya SPPG yang memberikan layanan MBG kemudian selang satu hari siswa mengalami gejala keracunan tetap memberikan layanan MBG atau belum dilakukan penutupan sementara.

‎"Kan kasus keracunan diketahuinya hari ini dan yang MBG yang dikonsumsi merupakan MBG pada hari Senin kemarin sehingga SPPG masih memberikan layanan MBG," ungkapnya.

‎Ditanya tentang pasca adanya kejadian keracunan yang diduga dari MBG apakah SPPG akan ditutup sementara operasionalnya, Hermawan menyatakan bahwa kewenangan penutupan sementara SPPG ada di Badan Gizi Nasional bukan di Pemkab Bantul. Sehingga diserahkan sepenuhnya kewenangan itu kepada BGN.

‎"Namun berkaca pada SPPG Srihardono 1 dan 2 Kapanewon Pundong yang ditutup usai ada dugaan kasus keracunan  karena MBG kemudian ditutup oleh BGN maka sangat besar kemungkinannya SPPG di Kategan, Kalurahan Patalan juga akan ditutup," ucapnya.

‎‎Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Bantul, Samsu Aryanto mengatakan jumlah 80 orang yang diduga keracunan MBG itu data hingga pukul 13.00 WIB dan dimungkinkan akan bertambah. Sebab SPPG tidak hanya melayani satu sekolahan, namun informasinya 25 sekolahan.

Tim dari Dinkes Bantul saat ini baru turun ke lapangan untuk memastikan jumlah siswa dan guru yang diduga mengalami keracunan usai mengkonsumsi MBG.

‎"Yang jelas dugaan keracunan MBG itu tidak saja menimpa siswa namun juga ada guru yang juga mengalami gejala keracunan dan harus mendapatkan perawatan medis," katanya.***

Editor: Sigit Purwita

 

Sumber: https://www.beritajogja.com/news/187357153/kasus-dugaan-keracunan-mbg-di-jetis-bantul-bertambah-menjadi-80-orang-ini-menunya

 

Baca 38 kali Terakhir diubah pada Rabu, 15 April 2026 10:55
Bagikan: