Ditolak Warga, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Baloi Center Dihentikan

Jumat, 17 April 2026 14:03
(0 pemilihan)

batampos Rencana pembangunan Koperasi Merah Putih (KMP) di atas lahan fasilitas umum (fasum) RW 03 Baloi Center, Kelurahan Baloi Indah, Kecamatan Lubukbaja, Kota Batam, resmi dihentikan. Keputusan ini diambil setelah warga secara tegas menolak pembangunan yang dinilai dilakukan tanpa sosialisasi dan berpotensi mengalihfungsikan fasum milik masyarakat.

Penolakan mencuat pada Senin (12/1) sore, saat material bangunan tiba-tiba masuk ke area fasum. Warga menilai langkah tersebut mengabaikan fungsi sosial fasum yang selama puluhan tahun dibangun, dirawat, dan dimanfaatkan melalui swadaya masyarakat.

Fasum RW 03 Baloi Center memiliki lahan cukup luas dan selama ini menjadi pusat aktivitas warga, mulai dari olahraga, tempat bermain anak, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga lokasi Posyandu Anggrek XV yang aktif setiap pekan.

Salah seorang warga, Leni, mengatakan fasum tersebut memiliki nilai historis bagi masyarakat. Lahan yang sebelumnya berupa kolam dan semak belukar ditimbun secara gotong royong oleh warga pada 1998.

“Ini murni hasil swadaya warga. Dari dulu sampai sekarang dipakai untuk kepentingan bersama. Tiba-tiba mau dibangun tanpa musyawarah,” ujarnya.

Warga RW 03 yang terdiri dari 12 RT mengaku terkejut karena tidak pernah dilibatkan dalam sosialisasi rencana pembangunan koperasi. Padahal, material bangunan sudah terlanjur masuk ke lokasi.

“Kami mendukung Koperasi Merah Putih. Tapi jangan dibangun di fasum warga,” tegas Leni. Keluhan serupa disampaikan Asun, warga lainnya. Ia menyebut kehadiran tukang dan material sejak pagi membuat warga resah. “Kami merasa tidak dihargai sebagai pengelola fasum,” katanya.

Masih di hari yang sama, dilakukan mediasi di lokasi fasum yang dihadiri Ketua RW 03, Lurah Baloi Indah, Sekretaris Camat Lubukbaja, Danramil 01/Lubukbaja, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga.

Dalam mediasi tersebut, seluruh perwakilan warga menyatakan penolakan. Setelah diskusi panjang, disepakati pembangunan koperasi di fasum Baloi Center tidak dilanjutkan.

Tokoh masyarakat Baloi Center, Juaner Abdul Gani, menegaskan penolakan warga bukan untuk menghambat program pemerintah. “Warga mendukung Koperasi Merah Putih, tapi fasum ini pusat kegiatan masyarakat dan tidak bisa dialihfungsikan,” ujarnya.

Ketua RW 03 Baloi Center, Purwanto, memastikan keputusan warga akan dihormati. Material bangunan yang telah masuk akan dikembalikan dan pembangunan dihentikan. “Kami akan berkoordinasi dengan kelurahan dan kecamatan untuk mencari lokasi alternatif,” katanya.

Sekretaris Camat Lubukbaja, Muhammad Bachri, menyatakan pemerintah akan mencari lokasi lain agar program koperasi tetap berjalan tanpa menimbulkan konflik. Sementara itu, Danramil 01/Lubukbaja, Samjos Sirait, menegaskan TNI hanya berperan sebagai mediator. “Ini murni miskomunikasi. Pembangunan di lokasi ini resmi dihentikan,” ujarnya. (*)

Editor : M Tahang

 

Sumber: https://batampos.jawapos.com/batam/2601130032/ditolak-warga-pembangunan-koperasi-merah-putih-di-baloi-center-dihentikan

Baca 13 kali Terakhir diubah pada Jumat, 17 April 2026 14:05
Bagikan: