inharmonia Bandung Barat, 12 April 2026 — Di tengah kesibukan setiap orang, warga Perumahan Sariwangi Indah RT 05 RW 08, Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, menggelar kegiatan Silaturahim Idul Fitri 1447 Hijriah sebagai upaya memperkuat kembali kebersamaan di lingkungan masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di halaman Masjid Raudhatul Irfan pada Minggu (12/4/2026) ini dihadiri oleh warga dari berbagai kalangan generasi dan menjadi momentum untuk membangun kembali kedekatan sosial pasca Hari Raya Idul Fitri. Rangkaian acara dimulai sekitar pukul 09.57 WIB dengan pembukaan sebagai awalan. Kegiatan dilanjutkan dengan lantunan indah Al-Qur’an oleh Ustadz Riki Abu Brantas, seorang mahasiswa Program Studi Manajemen FPEB UPI. Lantunan Al-Qur’an membuat suasana di Masjid Raudhatul Irfan terasa damai dan tentram. Dengan penuh kekhidmatan, Ustadz Riki melantunkan potongan ayat dari Surah Ali ‘Imran ayat 133-134 dan Surah Ibrahim ayat 7. Kedua potongan ayat tersebut mengajarkan bahwa betapa pentingnya bersyukur, memaafkan, dan mencari ampunan Allah SWT. Kemudian, agenda acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua RT 05 RW 08, Prof. Dr. H. Suwatno, M.Si. Dalam sambutannya, ia menyoroti pentingnya menjaga silaturahim di tengah perubahan pola interaksi masyarakat yang semakin individualistis. “Kegiatan seperti ini bukan hanya tradisi, tetapi kebutuhan sosial. Kita perlu ruang untuk saling bertemu, berbicara, dan memperkuat rasa kebersamaan,” ujarnya. Dimensi reflektif kegiatan ini diperkuat melalui tausyiah yang disampaikan oleh Prof. Dr. Bunyamin, M.Pd., M.A. Ia mengangkat kisah Nabi Yusuf dan Nabi Ya’qub sebagai cerminan keteguhan iman dalam menghadapi ujian kehidupan. Menurutnya, nilai istiqomah, kesabaran, dan keikhlasan menjadi fondasi penting, tidak hanya dalam hubungan spiritual, tetapi juga dalam membangun harmoni sosial di tengah masyarakat yang semakin kompleks. Setelah tausyiah, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dan musafahah antarwarga. Suasana kemudian bertransformasi menjadi lebih cair melalui sesi hiburan, di mana warga melantunkan berbagai lagu, termasuk lagu religi. Interaksi sosial semakin terasa dalam kegiatan makan bersama, pelaksanaan salat Zuhur berjamaah, hingga sesi foto bersama yang menutup rangkaian acara. Meski bersifat lokal, kegiatan ini mencerminkan upaya masyarakat dalam menjaga kohesi sosial di tengah tantangan perubahan zaman. Tradisi silaturahim tidak lagi sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi ruang penting untuk merawat relasi sosial yang kian tergerus oleh rutinitas dan teknologi. Kegiatan berakhir pada pukul 13.00 WIB dengan harapan nilai-nilai kebersamaan yang terbangun dapat terus dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari warga.