TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Satu lagi masjid Indonesia diresmikan penggunaannya di Jepang kemarin (20/7/2021).

“Peresmian Masjid NU At Taqwa Ibaraki oleh Bapak Dubes Heri Akhmadi kemarin  (20/7/2021)di kota Koga,” ungkap Ketua PCI NU Miftakhul Huda kepada Tribunnews.com Rabu (21/7/2021).

Huda juga memohon  doa dan dukungannya kepada para Nahdliyin semuanya agar proses penyelesainnya berjalan lancar. “Kami masih membuka kesempatan donasi untuk pelunasan Masjid dan proses renovasi maupun pembelian tanah tempat parkir.”

Mohon doanya agar kegiatan Masjidnya semarak bermanfaat berkah untuk umat Islam di Jepang menunaikan dakwah Islam Rohmatal lil’alamiiin, pusat pendidikan, sosial, maupun ekonomi masyarakat sekitar, tambahnya.

“Sekarang status tanah sudah di DP (Down Payment) untuk pembelian dan dalam proses mengangsur.” Peresmian Masjid NU At Taqwa sekaligus peresmian PKBM Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)

Peresmian oleh Duta Besar Heri Akhmadi didampingi Atase Pendidikan dan Kebudayaan Yusli Wardiatno. Tak hanya itu, hadir pula Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jepang Miftakhul Huda.

Acara dibuka dengan pidato sambutan Heri Akhmadi. Ia menyebut, organisasi yang baik adalah organisasi yang membela negaranya. Di mana nilai tersebut telah sejak lama dipraktikkan oleh NU. Khususnya sejak masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.

"Adanya Masjid NU di Jepang ini diharapkan dapat semakin memperkokoh persatuan Warga Negara Indonesia (WNI) di Jepang. Seperti halnya lagu Yaa Lal Wathan karya KH Wahab Chasbullah yang berisi semangat cinta tanah air. Di mana lagu tersebut kerap terdengar di berbagai acara-acara besar NU," tuturnya.

Masjid direncanakan sejak Maret 2021 bekas pabrik sayur dan kontrak pembelian sejak Mei 2021.

Selain Ketua PCINU Jepang juga dihadiri oleh Mashiko Hironori dari perwakilan Pemda Koga, Rois Syuriyah PCINU Jepang Kyai Abdul Aziz, Ketua Lazisnu Jepang Kyai Ahmad Munir, Ketua DKM Masjid Robihun.

 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang Editor: Johnson Simanjuntak

 
Diterbitkan di Berita

Jakarta (Kemenag) --- Pandemi telah berdampak pada ekonomi masyarakat. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pengurus Pusat Muhammadiyah mengimbau masyarakat mendonasikan atau mensedekahkan dana kurbannya untuk membantu warga terdampak Covid-19.

"Pandemi Covid-19 telah menimbulkan dampak buruk di masyarakat terutama timbulnya masalah sosial-ekonomi. Oleh karena itu, PBNU mengimbau warga nahdliyin yang memiliki kemampuan secara ekonomi agar mendonasikan dana yang akan dibelikan hewan, untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19," demikian dikutip dari Surat Edaran PBNU 4162/C.I.34/07/2021, Sabtu (17/7/2021).

Surat edaran ini terbit pada 28 Dzulqa'dah 1442 H atau 9 Juli 2021. SE ini ditandatangani Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekjen PBNU H Ahmad Helmy Faishal Zaini, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf.

Meski demikian, PBNU mempersilakan warga yang mampu bila ingin tetap membeli hewan kurban, serta membantu warga terdampak Covid-19.

"Warga nahdliyin yang memiliki kemampuan untuk berdonasi dalam rangka membantu penanggulangan dampak Covid-19, dan juga memiliki kemampuan untuk melaksanakan kurban dipersilakan untuk melaksanakan keduanya," demikian tertulis dalam poin d edaran tersebut.

Dalam ketentuan lainnya, edaran ini menjelaskan, tempat-tempat yang dinyatakan aman dari Covid-19 oleh pemerintah setempat dan satgas Covid-19 dapat melaksanakan Salat Iduladha di masjid/mushalla dengan menjalankan protokol kesehatan ketat. Sedangkan daerah yang menjalankan PPKM Darurat diminta untuk tidak melaksanakan salat di masjid/mushalla atau lapangan.

Imbauan senada disampaikan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang tertuang dalam edaran Nomor 05/EDR/I.0/E/2021 tentang Imbauan Perhatian, Kewaspadaan, dan Penanganan Covid-19, serta Persiapan Menghadapi Idul Adha 1442 Hijriah. Imbauan ini ditandatangani Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Syamsul Anwar dan Sekretaris Mohammad Mas'udi di Yogyakarta, 2 Juli 2021.

Selain mengimbau Salat Iduladha di rumah, PP Muhammadiyah menyarankan umat muslim yang hendak berkurban, bisa dialihkan dengan bersedekah menggunakan uang tunai. Sebab, jumlah kaum dhuafa di Indonesia meningkat karena dampak pandemi Covid-19. Sehingga, 
sangat disarankan agar umat Islam yang mampu untuk lebih mengutamakan bersedekah berupa uang daripada menyembelih hewan kurban.

Meski demikian, PP Muhammadiyah juga mempersilakan umat muslim yang mampu untuk melangsungkan keduanya baik berkurban dan bersedekah uang tunai. Baik membantu duafa maupun berkurban, keduanya mendapatkan pahala di sisi Allah SWT.

 
Diterbitkan di Berita

SEPUTARTANGSEL.COM - Gus Najih Maimoen akhirnya dilaporkan ke polisi oleh Barisan Ksatria Nusantara (BKN).

Laporan tersebut dilayangkan BKN ke Polda Jateng pada Jumat, 16 Juli 2021 kemarin setelah Gus Najih Maimoen dinilai telah menyebarkan kabar bohong terkait vaksinasi Covid-19.

Melalui video ceramahnya yang viral di YouTube, Gus Najih Maimoen mengatakan bahwa pemerintah telah mendukung pembantaian melalui vaksinasi Covid-19.

Selain itu, dia juga mengatakan bahwa pemerintah saat ini telah dikuasai China. Menanggapi hal ini, Politisi Muannas Alaidid mengaku bersyukur.

Pasalnya menurut Muannas, pernyataan putra dari KH Maimoen Zubair itu dapat memecah belah bangsa.

 

 

"Alhamdulilah Gus Najih Maimun akhirnya resmi dilaporkan BKN (Barisan Ksatria Nusantara) dugaan menyebarkan berita bohong yg memecah belah dg menyebut Pemerintah RI mendukung pembantaian massal lewat vaksin covid, sekaligus tuduhan membabi buta lainnya thd PBNU @nuchannels," tulis Muannas, dikutip Seputartangsel.com dari akun @muannas_alaidid pada Sabtu, 17 Juli 2021.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa sikap Gus Najih Maimoen belakangan sangat jauh dari sikap para ulama panutan Nahdlatul Ulama (NU).

Karenanya, Muannas mendukung segala proses hukum yang akan dikenakan kepada Gus Najih.

"Beliau harus dipanggil kalo perlu tangkap aja sikapnya belakangan ini sangat jauh dari ulama panutan NU Mbah maimun & kiai NU lainnya, saya pribadi mendukung proses hukum terhadapnya @divisihumaspolri," tegasnya.***

Diterbitkan di Berita

Jakarta, Dakwah NU
Dalam rangka mewujudkan daya saing santri dalam bidang teknologi, RMI PBNU sebagai Lembaga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang menaungi pesantren NU bekerjasama dengan Amazon Web Service (AWS).

AWS merupakan layanan berbasis Cloud Computing yang disediakan oleh Perusahaan Amazon.com. Kerjasama ini berbentuk pelatihan bagi 20 pesantren terpilih dan telah dilatih langsung oleh para ahli dari AWS.

“Program Laptop for Builders kerjasama Amazon Web Services dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah ini akan membekali para santri tentang keterampilan-keterampilan baru yang dibutuhkan pada saat ini, seperti cloud computing dan complex problem solving skil,” ujar Program Manager Laptop for Builders RMI PBNU Hatim Gazali, kepada wartawan, Minggu (11/7/2021).

Ketua RMI PBNU KH. Abdul Ghaffar Rozin alias Gus Rozin mengungkap program ini telah berjalan sejak bulan Desember 2020 dan diikuti total 100 santri yakni 20 Master Trainer dan 4 Teachers dari masing-masing 20 pesantren peserta.

Para santri peserta dari program ini difasilitasi masing-masing 1 laptop sebagai media belajar. Laptop yang diserahkan ke peserta merupakan program Laptop For Builders dari AWS.

Gus Rozin juga mengatakan santri yang mengikuti program pelatihan ini telah mengenal dasar-dasar dari teknologi cloud computing, pembuatan website, database, publikasi ilmu-ilmu agama dan kajian melalui website serta dikembangkan dengan pembuatan start up terutama yang berkaitan dengan dunia kepesantrenan.

“Untuk menghadapi berbagai tantangan pesantren harus melakukan adaptasi dan mengambil berbagai inovasi dalam pengembangan teknologi,” kata Gus Rozin dalam sambutan Kick Kompetisi Santri 4.0.

Sementara itu, Gunawan Santoso selaku Country Manager AWS Indonesia mengatakan pihaknya dan RMI akan mengadakan Kompetisi Santri 4.0 dengan tema ‘Dari Santri untuk Pesantren dan Umat Islam’.

Melalui kompetisi ini, kata Gunawan, para santri akan membuat proposal proyek untuk pengembangan pesantren dan umat Islam melalui pemanfaatan teknologi pada Amazon Web Service.

Harapannya dari kompetisi ini santri dapat membuat aplikasi atau sistem yang nantinya berguna bagi dunia Pesantren dan Umat Islam.

“Dengan besarnya potensi santri yang ada, kami harapkan akan muncul lebih banyak lagi jagoan teknologi, digital dan cloud dari Pondok Pesantren. Dan kerjasama strategis dengan RMI yang menaungi lebih dari 23.000 pondok pesantren memungkinkan kita dapat berkontribusi untuk menciptakan talenta masa depan,” kata Gunawan Susanto.

Adapun Kick off Kompetisi ini akan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 11 Juli 2021 pukul 12.30 melalui Zoom Meeting. Acara ini dihadiri oleh KH. Abdul Ghaffar Rozin selaku Ketua RMI PBNU dan Bapak Gunawan Santoso selaku Country Manager AWS Indonesia dan diikuti oleh seluruh Master Trainers, Teachers dan terbuka untuk santri umum. (red)

Diterbitkan di Berita

Jakarta, Dakwah NU Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta sukses menyelenggarakan Sosialisasi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM Darurat) pada Kamis, 8 Juli 2021. 

Acara yang dilaksanakan secara virtual tersebut, menghadirkan empat narasumber yaitu Irjen Pol Muhammad Fadil Imran, Kodam Jaya, Wakil Ketua DPRD H. Mochammad Taufik, dan Asisten Pemerintahan serta moderator H. Abdul Muin.

Dari diskusi antara PWNU DKI Jakarta dengan beberapa pihak yang hadir, kemudian menghasilkan beberapa poin penting yang menjadi rekomendasi & tugas bersama yaitu:

1.Pemerintah dalam hal ini Gubernur sampai pada perangkat kelurahan agar dapat menyatukan persepsi pemaham terkait dengan pelaksanaan Keputusan Gubernur 875 tentang PPKM Darurat terutama pada poin 7 tentang kegiatan peribadatan kepada tokoh agama, ormas dan tokoh masyarakat guna menyatukan pemahaman tentang PPKM darurat, untuk menyamakan persepsi dimasyarakat DKI Jakarta maka Gubernur harus mengambil langkah-langkah sebagai berikut :

a. Melakukan sosialisasi Masif tentang Keputusan Gubernur 875 tentang PPKM Darurat.
b. Mengajak/mensosialisasikan bisa melalui zoom kepada tokoh agama, ormas dan tokoh masyarakat di masing-masing tingkatan pemerintahan tentang Keputusan Gubernur 875 tentang PPKM Darurat terutama pada poin 7 tentang kegiatan peribadatan.
c. Membuat surat intruksi secara masif kepada pengurus/pengelola tempat ibadah agar mematuhi Keputusan Gubernur 875 tentang PPKM Darurat terutama pada poin 7 tentangkegiatan peribadatan.
d. Gubernur, Kapolda dan Pangdam Jaya dengan perangkat di bawahnya bersama-sama melakukan tindakan Preventif Edukatif kepada masyarakat.

2. Pemerintah bersama-sama Kepolisian dan Pangdam untuk melakukan pengawasan ketat terhadap pemberlakuan PPKM Darurat karena ini merupakan Jumat pertama di pemberlakuan PPKM Darurat ini.

3. Pemerintah harus melakukan evaluasi terkait PPKM darurat tentang pelaksanaan peribadatan di DKI Jakarta.

4. Pemerintah harus menggandeng organisasi keagamaan dan organisasi masyarakat agar masyarakat patuh melaksanakan PPKM.

5. Pihak kepolisian melalui Babinkamtibmas dan Pangdam Jaya melalui Babinsa harus melakukan tindakan Preventif Edukatif dan patroli sampai tingkat RT.

6. Pemerintah harus memperhatikan kebutuhan masyarakat selama penerapan PPKM Darurat.

7. Menindak tegas terhadap provokator yang dengan sengaja menghambat PPKM Darurat tidak berjalan.

8. Pemerintah, Polda dan Pangdam Jaya serta Stakeholder untuk mensukseskan dan menjadikan masyarakat DKI Jakarta kebal terhadap covid-19 dengan program vaksinasi.

9. PWNU DKI Jakarta akan menjadi Pelopor pertama terhadap jakarta menuju kebal virus melalui vaksinasi.

10. PWNU DKI Jakarta adalah organisasi yang turut mempelopori dalam mensosialisasikan Keputusan Gubernur 875 tentang PPKM Darurat.

11. PWNU DKI Jakarta akan selalu melakukan ikhtiar lahir melalui sosialisasi PPKM sampai pada tingkat ranting dan program vaksinasi sampai tingkat ranting untuk jakarta bebas covid-19.

12. PWNU DKI Jakarta akan selalu melakukan ikhtiar batin yang sudah dilakukan melalui :

a. Pembacaan sholawat nariyyah
b. Sholat tolak bala’
c. Khotmil Quran

Diterbitkan di Berita

sindonews.com JAKARTA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo serta Ketua Umum dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Utama (PBNU) KH. Said Aqil Siradj meninjau kegiatan vaksinasi massal di Yayasan Al-Mahbubiyah.

Vaksinasi massal untuk mempercepat terciptanya herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus Corona itu diselenggarakan atas kerja sama TNI, Polri dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta di Yayasan Al-Mahbubiyah, Jalan Jeruk Purut, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (7/7/2021).

"Kami bersama Panglima lanjutkan rencana akselerasi percepatan vaksinasi dan alhamdulillah hari ini kami bisa laksanakan kerja sama dengan NU," kata Sigit. Baca juga: Gawat! Sehari Covid-19 Bertambah 34.379 Kasus

Untuk semakin mempercepat akselerasi Herd Immunity yang ditargetkan Pemerintah, Sigit telah menginstruksikan seluruh jajaran TNI dan Polri, untuk menggandeng seluruh warga NU di Indonesia menggelar vaksinasi massal.

"Jadi kerja sama ini tidak hanya berbatas hanya di pusat, tapi di seluruh wilayah Indonesia dimana NU berada. Kami sudah perintahkan kepada seluruh jajaran kami untuk bisa kerjasama," ujar mantan Kapolda Banten ini.

Dengan adanya kerja sama dengan NU se-Indonesia, Sigit optimistis bahwa, target Pemerintah untuk menciptakan kekebalan kelompok dapat berjalan dengan sebagaimana telah ditargetkan.

"Sehingga akselerasi percepatan pun untuk mencapai target pemerintah di akhir Juli ini diharapkan bisa masuk, kalau kemarin di awal Juli 1 juta, mungkin di akhir Juli dan Agustus bisa masuk jadi 2 juta.

Kemudian selanjutnya Oktober dan November juga bisa dilaksanakan 3 juta sehari," ucap eks Kabareskrim Polri tersebut. 

Senada, Panglima TNI juga menyampaikan apresiasi kepada NU karena mau terlibat aktif dalam program vaksinasi massal guna mempercepat terwujudnya Herd Immunity.

"Alhamdulillah, hari ini kami melaksanakan program Pemerintah yaitu vaksinasi nasional yang dilaksanakan secara serentak," ujar Hadi.

Sementara, Ketum PBNU Said Aqil mengapresiasi kerja keras dari jajaran TNI-Polri, yang melakukan akselerasi Herd Immunity untuk warga Indonesia dalam menghadapi virus Corona.

Dia menyatakan siap dan bakal selalu mendukung vaksinasi massal. Hal ini, menurutnya sebagai wujud pengabdian terhadap bangsa dan negara.

"Kerja-kerja kita lillahi ta'ala sebagai ormas keagamaan, kemasyarakatan tanpa pamrih, betul-betul pengabdian bagi bangsa dan negara. Terutama bekerjasama dengan pihak terkait, dalam rangka bertanggungjawab kepedulian bersama," tutup Said Aqil. Puteranegara

(cip)
Diterbitkan di Berita

Jakarta, Dakwah NU - Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) mengundang Khalid Basalamah untuk menjadi khotib Shalat Jumat di Markas komando (Mako) Paspampres, Jakarta Pusat pada 25 Juni 2021 lalu.

Dari akun Channel Youtube resmi milik Khalid Basalamah Official disebutkan tema khotbah Jumat yakni “Akibat Makanan Haram”. Dalam rekaman berdurasi sekitar 30 menit itu, Khalid Basalamah menjelaskan dengan gamblang persoalan halal dan haram.

Khalid Basalamah ini termasuk ustadz Salafi-Hijazi: prinsipnya adalah melakukan purifikasi Islam yang membid’ahkan amalan tahlilan, maulid Nabi, dan khazanah Islam yang ada di Nusantara yang lainnya. Mereka tidak cocok dengan NU.

Dari penelusuan redaksi Dakwah NU, setiap ceramah yang disampaikan Khalid Basalamah itu selalu menimbulkan kebencian, menjelek-jelekkan pihak tertentu dan provokatif.

Bahkan, Khalid sendiri juga selalu mendapatkan penolakan dari berbagai pihak di setiap daerah di Indonesia ketika ia hendak mengisi acara pengajian.

Sekadar diketahui, Khalid Basalamah dalam sebuah pengajiannya yang dishare di YouTube tidak membolehkan membaca surah Yaasin yang ditentukan pada tiap malam Jumat. Menurutnya, hal semacam itu tidak diajarkan Nabi Muhammad SAW.

Sebuah ibadah harus ada dalilnya. Ia juga menyebutkan dalam shalat itu tidak mesti menggunakan lafal “ushalli”.

Selain itu, kata “sayyidna” tidak semestinya disematkan kepada Nabi Muhammad SAW karena tidak ada dalilnya. Padahal semua itu telah menjadi kebiasaan di kalangan Muslim Indonesia.

Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo, Jawa Timur H. Rizza Ali Faizin mengatakan, pengajian Khalid Basalamah cenderung berisi mengkafirkan orang tanpa klairifikasi, sangat disesalkan. 

“Yang kami sayangkan adalah penyampaian dan materinya itu cenderung mendiskreditkan aliran tertentu. Di NU dan Ansor itu selalu terbiasa klarifikasi atau tabayun. Sedangkan Khalid Basalamah itu menyatakan ini kafir, haram dan lain sebagainya.

Bahkan untuk pemanggilan Sayyidina untuk Nabi Muhammad juga tidak diperbolehkan olehnya,” kata Rizza dikutip NU Online. (red)

Diterbitkan di Berita

Jakarta, Dakwah NU Wakil Katib Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi DKI Jakarta KH Taufik Damas menolak kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masuk dalam jajaran kepengurusan NU, terlebih di Provinsi DKI Jakarta.

Hal tersebut disampaikan melalui cuitan yang ia bagikan pada akun twitter miliknya, Sabtu 19 Juni 2021, ketika dirinya ditanyai perihal syarat keanggotaan pengurus Nahdlatul Ulama (NU).

Awalnya, ia mengatakan bahwa SK kepengurusan NU DKI Jakarta baru diterbitkan. Ia kemudian mengaku mendapatkan pertanyaan mengapa seseorang bisa jadi pengurus NU.

Kiai Taufik kemudian memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut pada cuitan yang sama.

Ia mengatakan bahwa pihaknya menerima siapapun menjadi pengurus NU, entah dari partai mana saja, begitu juga dengan orang yang berada di dalam NU. Akan tetapi, kata Kiai Taufik, hal itu tidak berlaku bagi kader Partai Keadilan Sejahtera atau PKS.

“Saya jelaskan bahwa NU adalah melting pot. Siapa pun bisa jadi pengurus NU dari partai apapun ada di dalam NU, kecuali PKS,” tegas Taufik Damas.

Kiai Taufik Damas menjelaskan bahwa pihaknya menolak dan tak memperbolehkan kader PKS menjadi pengurus Nahdlatul Ulama lantaran menurutnya partai itu berbeda ideologi dengan NU.

“Gak boleh, karena beda ideologi,” pungkasnya. (red)

Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengimbau agar umat Islam untuk menghindari aktivitas di tempat ibadah seperti di masjid dan musala sementara waktu imbas penularan virus Corona (Covid-19) yang tengah melonjak.

Sekretaris Jendral PBNU Helmy Faishal Zaini mengimbau agar umat Islam beribadah di rumah untuk menekan angka penularan Covid-19.

"Mari kita tunda dan hindari kegiatan-kegiatan yang bersifat kolosal, berkumpul dan bergerombol. Segala aktivitas keagamaan bisa dilakukan di rumah demi keamanan bersama," kata Helmy dalam keterangan resminya, Jumat (18/6).

Helmy juga meminta kepada seluruh warga Indonesia, terutama warga NU untuk selalu mematuhi instruksi dan imbauan dari pemerintah. Termasuk patuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan selama menghadapi pandemi Covid-19 ini.

Ia juga mendorong peran aktif tokoh agama untuk menjadi teladan mengampanyekan dan mempraktikkan protokol kesehatan agar terhindar dari wabah Covid-19

"Kami juga meminta kepada segenap jajaran Pengurus Nahdlatul Ulama dari wilayah sampai ranting agar aktif ikut mensosialisasikan protokol dan imbauan pemerintah melalui sarana-sarana yang dimiliki. Antara lain dengan speaker, toa, media sosial dan lain sebagainya," kata dia.

Senada, Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad juga mengimbau agar umat yang berada di zona merah penularan corona untuk menghindari kerumunan, termasuk di rumah ibadah.

Imbauan itu sejalan dengan edaran Menteri Agama agar seluruh kegiatan keagamaan di rumah-rumah ibadah di daerah zona merah untuk sementara ditiadakan sampai wilayah tersebut dinyatakan aman dari virus Corona.

"Sama, untuk zona merah sementara menghindari kerumunan termasuk di tempat ibadah," kata Dadang kepada CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

Dadang menilai melonjaknya Covid-19 belakangan ini karena keteledoran semua pihak. Pasalnya, protokol kesehatan yang seharusnya dipatuhi justru mulai diabaikan.

Ia lantas meminta semua pihak bisa menahan diri untuk selalu menggunakan prokes termasuk di mall, pasar, tempat rekreasi dan di rumah ibadah.

"Sangat memprihatinkan. Karena keteledoran kita semua abai pada prokes," kata dia.

readyviewed Belakangan ini Indonesia mengalami lonjakan penularan virus corona. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa lonjakan kasus usai Libur Lebaran 2021 lebih tinggi dari Lebaran tahun lalu.

Pada pekan keempat usai Lebaran 2020, kasus naik 93,11 persen, sementara tahun ini naik hingga 112,22 persen.

(rzr/bmw)

Diterbitkan di Berita

Jakarta, Dakwah NU Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun mengharapkan, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Said Aqil Siroj dan tokoh-tokoh NU lainnya untuk berkunjung ke Palestina. Ia juga berharap agar ada kunjungan dari Palestina ke Jakarta.

Hal itu disampaikan saat hadir di sela-sela Dialog Eksklusif antara Kiai Said dengan Penasihat Presiden Palestina Bidang Agama dan Hubungan Islam Mahmoud Habbash, yang ditayangkan secara langsung melalui TVNU, pada Kamis (20/5).

Menurutnya, pertemuan antara pemerintah Palestina dengan PBNU tersebut merupakan langkah strategis untuk membangun kesepahaman sebagai wujud harakah insaniyah (gerakan kemanusiaan).

“Kami berharap agar para tokoh-tokoh NU, khususnya Kiai Said, bisa berkunjung ke Palestina dan juga kunjungan dari Palestina ke Jakarta. Pertemuan ini adalah langkah-langkah yang strategis untuk membangun kesepahaman serta kerja sama anak bangsa dan dunia, sebagai kegiatan harakah insaniyah,” kata Zuhair.

Ia mengucapkan banyak terimakasih atas kepedulian yang dilakukan masyarakat Indonesia, terutama PBNU, terhadap perjuangan kemerdekaan bagi bangsa Palestina. Zuhair pun mengabarkan kepada Mahmoud Habbash bahwa bangsa Indonesia sangat cinta pada perjuangan Palestina.

“Saya menginformasikan kepada Mahmoud Habbash bahwa masyarakat Indonesia sangat cinta kepada perjuangan Palestina. Inilah wajah Indonesia yang sangat mulia untuk memberikan dukungan moral kepada Palestina,” ucap Zuhair.

Sementara itu, Kiai Said Aqil Siroj menyampaikan bahwa saat ini Nahdliyin bersama masyarakat Muslim Indonesia akan terus memberikan doa dan bantuan terbaik kepada masyarakat Palestina. Ia lantas meminta Mahmoud Habbash untuk terus menjalin komunikasi intens antara Palestina dan NU.

“Kami meminta agar ada komunikasi yang sangat intens antara Palestina dan NU. Insyaallah kemerdekaan Palestina akan digapai dalam waktu dekat,” harap Kiai Said.

Disampaikan pula bahwa sikap NU terhadap Palestina, sejak dulu hingga saat ini, tidak pernah berubah. Kepada Mahmoud, Kiai Said menyatakan bahwa pada Muktamar NU di Menes, Banten, pada 1938 silam, NU sudah menyatakan sikap untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

“Ketika itu, Pendiri NU Hadlratussyekh Hasyim Asy’ari telah mengajak seluruh masyarakat Indonesia dan Nahdliyin untuk memanjatkan doa, Qunut Nazilah, dan memberikan bantuan kepada Palestina yang sedang mengalami persoalan,” terang Profesor Ilmu Tasawuf dari Universitas Umm Al-Qura, Makkah itu. (fqh)

Diterbitkan di Berita
Halaman 2 dari 4