KOMPAS.com - Mencari ilmu dan belajar tak perlu memandang usia seseorang. Bahkan menjadi pembelajar sejati bisa dilakukan sepanjang hayat.

Seperti Rudy Setyopurnomo, di usianya yang tak lagi muda dia tetap bersemangat mengenyam pendidikan Program Doktor pada Program Studi Sains Manajemen, SBM Institut Teknologi Bandung (ITB).

Dalam tahun ajaran baru ini, Rudy menjadi mahasiswa "tertua" dengan usia 69 tahun. "Saya senang ilmu dan saya senang menyekolahkan anak muda. Karena saya percaya ilmu sangat bermanfaat untuk membimbing bangsa," kata Rudy seperti dikutip dari laman ITB, Rabu (18/8/2021).

Lulusan ITB tahun 1976 Rudy memilih ITB bukan tanpa alasan. Rudy juga merupakan lulusan ITB tahun 1976 silam. Rudy menilai ITB adalah salah satu kampus terbaik di Indonesia, terutama untuk bidang sains manajemen. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email Rudy berhasil lulus dan meraih gelar Insinyur di bidang teknik mesin. Kemudian pada 1990, melanjutkan ke Universitas Indonesia mengambil Master of Management.

Tak hanya mengenyam pendidikan di Indonesia, Rudy juga melanjutkan studi lagi ke Harvard University mengambil Master of Public Administration pada tahun 1991.

Tahun berikutnya, dia kembali kuliah ke Massachusetts Institute of Technology (MIT) mengambil Master of Science in Management, lalu pada 1994, melanjutkan Post Graduate-sandwich program, di Stanford University.

Mentransformasikan pengalaman ke bentuk 'ilmiah' Salah satu motivasi Rudy untuk berkuliah S3 lantaran keinginannya membuat sesuatu yang "ilmiah" dari pengalaman selama ini dalam mengelola perusahaan.

"Pengalaman saya cukup banyak termasuk membuat perusahaan yang bangkrut menjadi hidup kembali dan kuat, namanya metode turn around perusahaan," terang Rudy.

Dia menjelaskan, metode yang dipakai yaitu EBITDA atau earning before interest, taxes, depreciation, and amortization. Rudy yakin bila melanjutkan pendidikan doktor, ilmu terapan manajemen yang dimiliki bisa menjadi ilmiah dan mampu dipraktikkan semua orang.

"Tujuan utama kuliah kembali adalah menjadikan pengalamannya sebagai metode ilmiah. Sehingga satu-satunya jalan adalah masuk program doktor," papar Rudy.

Sudah memilih topik riset Untuk menyelesaikan program doktor ini, Rudy memilih topik riset yang diajukan sebagai proposal berjudul "Essentials of Strategy Execution System to Manage Business Risks and Operation Profitability: Operation Management by EBITDA Daily Control to minimize operational risks and maximize operation profitability".

"Intinya bukan untuk mencari gelar semata tetapi bagaimana membuat ilmu lapangan menjadi scientific, supaya dipakai banyak orang dan bermanfaat," ungkap Rudy.

Saat ini Rudy juga menjabat menjadi Founder, CEO PT Equiti Manajemen Teknologi dan Founder Direktur Fountain Bali Hydro System Corp. Ltd. Hongkong.

Di tengah kesibukannya yang padat dalam mengurus perusahaan, Rudy mempunyai cara khusus dengan menyisihkan waktu untuk belajar. 

Rudy juga memberi semangat kepada mahasiswa ITB pada khususnya serta generasi muda lainnya di Indonesia. Mereka bisa masuk MIT dan juga Harvard.

Berdasarkan pengalamannya, tingkat kesulitan di perguruan tinggi tersebut tidak lebih sulit dari di ITB.

"Jangan pernah takut daftar ke universitas terbaik di dunia setelah lulus dari ITB, pasti bisa. Coba diukur IQ-nya, kalau di atas 130 sebaiknya mengambil PhD," beber Rudy.

Penulis : Mahar Prastiwi
Editor : Dian Ihsan


Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: 
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Diterbitkan di Berita

BANDUNG, itb.ac.id—Pandemi Covid-19 yang melanda dunia selama lebih dari setahun ini membatasi pergerakan sosial di masyarakat. Sebagian masyarakat mengurangi aktvitas sosial di luar rumah, termasuk berolahraga.

Padahal, menurut Bompa (1994), olahraga bertujuan untuk meningkatkan fungsi fisiologi tubuh seseorang. Kementerian Pemuda dan Olahraga dan World Health Organization (WHO) lantas memberikan kiat-kiat untuk tetap dapat berolahraga dengan baik di tengah pandemi.

Penelitian terdahulu menyatakan olahraga kesehatan mampu meningkatkan sekresi hormon endorfin yang dapat meningkatkan imunitas tubuh (Nia Sri Ramania, dkk., 2020).

Bahkan, salah satu empat kegiatan penting dalam melawan Covid-19 yang dianjurkan oleh pemerintah adalah berolahraga. Adapun kegiatan lainnya adalah pemenuhan nutrisi yang baik, istrirahat yang cukup, dan penanganan stres.

Kegiatan berolahraga selalu dikaitkan dengan kebugaran tubuh. Semakin bugar keadaan tubuh seseorang, semakin tinggi derajat sehat orang tersebut.

Namun, perlu diperhatikan pula olahraga yang dilakukan harus memenuhi kriteria olahraga kesehatan, yaitu durasi minimum pelaksanaannya selama 20 menit, intensitas yang submaksimal, dan adanya seminimalnya keterlibatan otot besar yang bergerak serempak dalam tubuh.

Penelitian yang Dilakukan

Tim peneliti Kelompok Keilmuan Ilmu Keolahragaan dan Kelompok Keilmuan Farmakologi Klinik Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung melakukan pengamatan terkait perbandingan tingkat kebugaran antara populasi sampel yang terpapar oleh Covid-19 dan populasi sampel yang tidak pernah terpapar oleh Covid-19.

Kegiatan ini dilakukan melalui kegiatan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarat (LPPM) ITB. Tim peneliti yang diketuai oleh Dr. Nia Sri Ramania, M.Sc. ini berkolaborasi dengan tim dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung Bagian Rehabilitasi Medik serta peneliti muda Bagus Winata.

Studi ini dilakukan melalui pengukuran performa, meliputi antropometri dan V02max atau cardiorespiratory fitness dari kedua jenis populasi sampel tersebut.

Nantinya, hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran bagi masyarakat akan pentingnya olahraga dalam pembasmian virus Covid-19.

Hasil Penelitian

Nilai V02max merupakan kemampuan maksimal seseorang untuk mengonsumsi oksigen saat sedang melakukan aktivitas yang intens. Atas dasar pertimbangan itulah pengukuran V02max dilakukan.

Melalui penelitian ini didapatkan temuan V02max populasi sampel yang tidak pernah terpapar Covid-19 lebih baik (39 mVmin-1/kg-1) daripada hasil pada populasi sampel yang terpapar Covid-19 (28 ml/min-1/kg-1).

Hal ini membuktikan semakin baik V02max seseorang, semakin rendah risiko terpaparnya Covid-19.

Prinsip ATM

 

Selain melakukan penelitian, tim peneliti gabungan ini juga mengampanyekan kiat olahraga kesehatan yang tepat. Kiat-kiat ini meliputi perhitungan denyut nadi, pengenalan intensitas, dan durasi latihan olahraga kesehatan yang tepat.

Ditemukan pula sebuah rumusan prinsip saat berolahraga yang disebut dengan prinsip ATM. ATM merupakan kepanjangan dari aman, terukur, dan menyenangkan.

Saat berolahraga, harus dipilih kegiatan yang aman agar esensi dari aktivitas olahraga ini tetap sesuai, yaitu meningkatkan fungsi fisiologi tubuh.

Selain itu, kegiatan ini harus terukur agar dapat menggambarkan kegiatan olahraga yang dilakukan dan mengetahui kemampuan tubuh kita. Terakhir, kegiatan olahraga harus menyenangkan agar dapat membantu fungsi fisiologi dan psikologi secara opimal.

Dengan demikian, jangan lupa berolahraga agar imunitas bisa meningkat.

 

Program pengabdian masyarakat ini telah dipublikasi di Media Indonesia rubrik Rekacipta ITB pada 10 Agustus 2021 melalui web pengabdian LPPM ITB

Reporter: Hanan Fadhilah Ramadhani (Teknik Sipil Angkatan 2019)

Diterbitkan di Berita

Jakarta (ANTARA) - Upaya pemerintah mendorong penggunaan pembangkit listrik tenaga durya (PLTS) atap dengan mengubah regulasi harga beli listriknya dari semula 65 persen menjadi 100 persen akan menimbulkan ketidakadilan bagi sebagian besar pelanggan listrik PT PLN (Persero).

Nanang Hariyanto, pakar energi listrik dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung (ITB), melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu, mengatakan jika dipasang PLTS atap, beban yang ada di rumah akan mengambil lebih dulu energi yang dihasilkan dari PLTS atap.

Sisanya dari solar radiasi yang dihasilkan kemudian dikirim ke jaringan PLN. Dari jaringan PLN kemudian dikirim ke rumah-rumah yang lain. Harga listrik sisa harus dibeli PLN dengan harga yang sama dengan harga jual listrik PLN sebesar Rp1.440,7 per KWh.

“Ini yang saya lihat tidak adil. Waktu pengiriman ada susut energi karena melalui jaringan PLN. Belum lagi ada biaya pemeliharaan jaringan dan biaya pengembalian investasi jaringan PLN. Harganya harus adil,” ujar Nanang.

Menurut Nanang, harga jual listrik dari PLTS atap lebih mahal dibandingkan pembangkit PLTS nonatap. Contohnya PLTS nonatap seperti PLTS Cirata harga jual listriknya adalah 4 sen dolar AS per KWh atau setara Rp600 per KWh.

Sedangkan PLTS atap dijual ke PLN seharga Rp1.440 per KWh. “Akibatnya, tentu saja biaya pokok produksi (BPP) PLN akan naik,” kata Ketua Laboratorium Sistem Tenaga Listrik ITB.

Selain itu, lanjut Nanang, sistem kelistrikan Jawa Bali ditopang banyak pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang harus terus menerus beroperasi.

Namun karena ada PLTS Atap, beban akan dipenuhi terlebih dahulu dari pasokan PLTS atap. Akibatnya, operasi PLTU di tekan ke bawah. PLTU yang biasanya beroperasi 70-80 persen, karena ada PLTS atap, beban turun sehingga menekan operasi PLTU hingga 50-60 persen.

"Karena turun, keberadaan PLTS atap menekan operasi PLTU  hingga 50-60 (persen). Dampaknya, efisiensi PLTU menjadi rendah,” ungkap Nanang saat diskusi dengan media secara virtual, Sabtu (14/8) sore.

Akibat dua faktor itu, BPP listrik PLN dari pembangkit Jawa Bali menjadi naik. Semua pelanggan PLN akan menanggungnya. Padahal penyedia PLTS rooftop jumlahnya hanya beberapa persen. Kalau naik, harus disubsidi oleh negara dan menjadi beban APBN.

“PV (Photovoltaic Rooftop) yang hanya beberapa persen itu menyebabkan 70 juta pelanggan PLN merasakan dampak kenaikan BPP. Kecuali negara mau menanggung, silakan,” ujarnya.

Dia mengakui saat ini penggunaan energi terbarukan (renewable energy) adalah sebuah keniscayaan yang akan ada dan berjalan ke depan. Di Vietnam misalnya, pertumbuhan PLTS atap mencapai 2.000 megawatt (MW) atau 2 GW dalam dua tahun.

Penyedia PLTS atap di Vietnam inilah yang kemudian mulai bergeser ke Indonesia sehingga muncul tekanan untuk mendorong perkembangan PLTS atap.

“Inilah yang kemudian muncul tekanan hingga mengubah aturan yang baru dari sebelumnya 65 persen harga jual listrik Rooftop PV ke PLN dari sisa energi yang telah dipakai menjadi 100 persen,” kata Nanang.

Secara terpisah, Komaidi Notonegoro, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, menilai para pihak perlu pemahaman utuh jangan sampai pengembangan PLTS atap hanya didorong upaya mencapai target 23 persen EBT tanpa disertai informasi lain yang utuh. 

PLTS paling cepat prosesnya betul, tetapi risiko biaya yang tinggi juga harus dipahami.

“Risiko biaya yang timbul karena sifatnya yang intermiten karena hanya mampu berproduksi sekitar 4-6 jam per hari sehingga sisanya memerlukan bantuan dari jenis pembangkit yang lain yang kalau dijumlahkan biayanya tentu lebih mahal bagi PLN,” kata Komaidi.

Komaidi berharap regulasi terkait PLTS atap harus klir dengan memperhatikan banyak aspek. Apalagi saat ini sebagian besar komponennya masih sangat bergantung pada impor.

“Pengembangan PLTS atap perlu disinergikan dengan kebijakan TKDN agar manfaat ekonominya lebih besar lagi,” ujarnya.

Pewarta: Faisal Yunianto
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Diterbitkan di Berita

BANDUNG, itb.ac.id—Rasa bangga menyelimuti Fairuz Aisya Alzura (FKK 2018), Aulian Fajarrahman (FKK 2018), Aristo Hakisa Rendra (STF 2018), dan Jayson Wilbert (STF 2018). Mereka berhasil keluar sebagai Juara 1 Clinical Skills Event (CSE). Acara ini berlangsung dalam 20th Asia Pacific Pharmaceutical Symposium (APPS) 2021 pada Minggu (11/7/2021).

Selain Clinical Skills Event, APPS memiliki rangkaian acara berupa simposium dan lokakarya kefarmasian, juga professional development competitions lainnya. APPS menjadi acara tahunan dari International Pharmaceutical Students’ Federation Asia Pacific Regional Office (IPSF APRO). Menyesuaikan situasi pandemi, acara tahun ini diselenggarakan secara daring pada 2—11 Juli 2021 dengan tuan rumah University of the Philippines Pharmaceutical Association (UPPhA).

Berawal dari keinginan menguji ingatan, delegasi Himpunan Mahasiswa Farmasi ‘Ars Praeparandi’ ITB memanfaatkan ajang kompetisi ini yang memang menguji pengetahuan kefarmasian, terutama ilmu-ilmu yang telah didapat selama kuliah. Secara umum, topik-topik yang diangkat dalam lomba ini antara lain: pharmaceutical microbiology, formulation and pharmaceutical technology, clinical pharmacy, pharmacology, dan pharmaceutical calculation.

Tim ini perlu melewati tiga tahap sebelum akhirnya dinobatkan menjadi pemenang. Dimulai dari tahap preliminary pada Mei lalu yang mengharuskan mereka menjawab sejumlah soal pilihan ganda dan satu soal esai melalui Google Form dalam waktu yang ditentukan. Lolos ke tahap semifinal, mereka beradu dengan 11 tim lainnya untuk memperebutkan lima poin tertinggi agar bisa melaju ke babak final. Kali ini, mereka dikumpulkan dalam situs virtual meeting untuk menjawab 25 pertanyaan dalam waktu 30 menit. Setiap pertanyaan memiliki bobot nilai yang berbeda sesuai tingkatannya, mulai dari easy, intermediate, hingga advanced.

Mereka akhirnya lolos ke babak final setelah menempati posisi keempat dengan perolehan poin 700 pada tahap semifinal. Momen paling menegangkan dirasakan ketika poin antartim untuk soal easy dan intermediate tidak berbeda jauh, sehingga soal advanced menjadi penentu keberhasilan mereka. Ditambah, tahap ini menggunakan sistem betting points.

Koordinasi yang baik dan penyusunan strategi sebelum bertanding menjadi kunci keberhasilan tim ini pada babak final. Mereka membuat rencana mengenai berapa poin yang akan dipertaruhkan sejak satu hari sebelumnya. Selain itu, ketenangan saat menghadapi tekanan juga diperlukan.

“Kelompok lain betting-nya kadang terlalu tinggi dan itu sempat membuat kita cemas karena kalau jawabannya benar kita bisa ketinggalan poin. Tapi, akhirnya kita tetap tenang dan stick to the plan. Ini membuat penambahan skor kita tetap konsisten sampai akhir dan bisa lebih santai, terutama di soal terakhir kita sudah terjamin menang,” ungkap Jayson, salah satu anggota tim.

Koordinasi yang hanya dilakukan melalui sambungan telepon juga menjadi tantangan tersendiri bagi tim. Menurut Fairuz, anggota tim sempat salah mendengar jawaban Aristo di babak semifinal dan menganggapnya sebagai jawaban yang salah. Nyatanya, jawaban tersebut malah menyumbangkan poin paling tinggi. Agar kejadian ini tidak terulang, mereka sepakat untuk mengetik jawaban yang sulit disampaikan secara lisan. Mereka harus selalu siap siaga di grup untuk membacanya.

“Jujur ini pengalaman pertamaku ikut lomba CSE dan tidak menyangka banget tim kita bisa juara 1 di skala internasional. Jadi, buat teman-teman, kalau penasaran sama sesuatu, baik kegiatan, lomba, atau apa pun, coba saja dulu. Kamu tidak pernah tahu kalau itu ternyata passion kamu yang belum kamu exploreLearn new things everyday!” pesan Aristo yang menutup sesi wawancara.

Reporter: Ristania Putri Wahyudi (Matematika, 2019)

Diterbitkan di Berita
Tiara Aliya Azzahra - detikNews Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengakui dirinya ditegur oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri soal banjir rob di wilayahnya. Permukaan tanah di sejumlah wilayah di Jawa Tengah memang mengalami penurunan.

"Sebenarnya bukan saya pribadi, tidak hanya dari Joe Biden tapi dari bu Mega juga kemarin 'Hei Ganjar bagaimana itu rob-nya?'. 'Hai bu, siap'," ucap Ganjar dalam Webinar Jakarta Tenggelam bersama Ikatan Alumni ITB, Selasa (10/8/2021).

Ganjar mencontohkan penanganan banjir rob di Kota Semarang. Menurutnya, Kota Semarang memiliki strategi tersendiri meskipun kawasan ini menghadapi rintangan dalam menangani banjir rob.

"Enam tahun yang lalu Pemkot Semarang cukup punya inisiatif cepat sehingga pengendalian (banjir rob) itu bisa juga dilakukan," jelasnya.

"Kota Semarang akan punya problem besar karena tarik ulur antara pengendalian tata ruang dengan desakan tata uang. Sekali lagi, tata ruang dan tata uang ini akan saling tarik ulur dan kemudian yang kadang-kadang keputusannya menjadi sangat melemah," lanjut Ganjar.

Ganjar Sebut Beberapa Wilayah Jateng Sudah Tenggelam

Dalam pemaparannya, Ganjar juga mengakui beberapa wilayah di Jawa Tengah sudah tenggelam. Kondisi ini terjadi karena penurunan permukaan tanah atau land subsidence.

Seperti yang terjadi di Desa Bedono di Kecamatan Sayung, Demak. Ganjar menjelaskan, penurunan permukaan tanah menimbulkan kerusakan bagi rumah-rumah penduduk di desa Bedono yang notabene merupakan kawasan pesisir.

Bahkan, Politikus PDIP itu mengungkap di Brebes ada satu wilayah yang tenggelam dan kini menjadi hutan bakau.

"Kemudian ada (di) Pekalongan yang sekarang cukup terancam. Tapi sebenarnya di Brebes sudah sudah terjadi satu area yang sudah tenggelam dan sekarang jadi hutan bakau," imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bicara soal prediksi DKI Jakarta akan tenggelam dalam 10 tahun lagi. Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri mengaku telah membicarakan hal itu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Selain itu, Mega juga ingatkan Ganjar Pranowo soal ancaman banjir rob di Semarang. Pakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB) mengungkap prediksi tiga daerah di Jawa Tengah, yakni Semarang, Demak dan Pekalongan akan tenggelam karena terus mengalami penurunan tanah.

 

(isa/isa)

Diterbitkan di Berita

BANDUNG, itb.ac.id — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Dr. (HC) Ir. Suharso Monoarfa menjadi pembicara kunci dalam pembukaan Kegiatan Riset dan Rating Transformasi Digital dan Kota Cerdas Indonesia Tahun 2021, Senin (2/8/2021).

Alumni Teknik Planologi ITB, ’74 itu menjadi pembicara kunci pertama dalam pembukaan kegiatan Riset dan Rating Transformasi Digital dan Kota Cerdas Indonesia (RTDI dan RKCI) 2021. RTDI dan RKCI 2021 merupakan kegiatan pengukuran implementasi konsep kota cerdas di Indonesia yang akan digunakan sebagai bahan evaluasi dan masukan dalam rangka memajukan perkembangan kota di Indonesia.

Sebagai Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso mengawali pemaparannya tentang perencanaan pembangunan smart city dan transformasi digital dengan satu pertanyaan besar,

“Ketika ingin membangun kota cerdas, apakah kotanya yang cerdas, penduduknya yang cerdas, atau interaksi antara kota dan penduduknya yang cerdas, serta kecerdasan apa yang ingin dihadirkan?”

Dia menekankan bahwa segala instrumen smart city, seperti digitalisasi, berakar dari pelaku dan hal yang membuat sebuah kota dikatakan cerdas. Adapun digitalisasi merupakan bagian dari redesain transformasi ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan. Penyusunan enam strategi transformasi ekonomi dari berbagai aspek dilakukan untuk menyongsong cita-cita Indonesia maju sebelum 2045.

Smart city tidak hanya dibentuk oleh kecerdasan kota, tetapi juga manusia yang hidup di dalamnya,” tutur Suharso dalam pemaparannya.

Di sisi infrastuktur penunjang digitalisasi, Indonesia menjadi konsumen produk digital yang luar biasa, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal dalam rangka digitalisasi ekonomi. Selain itu, Indonesia menjadi negara pengguna internet tertinggi keempat di dunia. Penggunaan internet terbesar di Indonesia berada di sektor media sosial dan belanja online dengan nilai transaksi retail e-commerce meningkat pesat, terutama pada 2020 dan 2021 akibat pandemi. Akan tetapi, maksimalisasi penggunaan infrastuktur digitalisasi masih perlu ditingkatkan di Indonesia bagian timur dan tengah, terutama di daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T).

Suharso mengatakan bahwa pendidikan awal terhadap sumber daya manusia merupakan titik terpenting dalam transformasi digital. Oleh karena itu, berbagai upaya pengenalan kemajuan teknologi kepada generasi muda perlu dilakukan dalam rangka mencapai transformasi digital dan mendukung konsep smart city.

Transformasi digital, termasuk perencanaannya, juga terangkum dalam lima arahan Presiden Joko Widodo, sehingga Indonesia diharapkan bisa berdaulat dalam transformasi digital, tidak sekadar menjadi konsumen.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah integrasi situs dan aplikasi pemerintahan melalui satu data Indonesia serta pembangunan infrastruktur penunjang digitasi di berbagai desa di seluruh Indonesia.

 

Sifat kota yaitu memberikan pelayanan maksimal bagi penduduknya. Salah satu bentuk interaksi dan transaksi antara pemerintahan kota dan masyarakat kota adalah pelayanan publik.

Dengan pelayanan publik yang maksimal, masyarakat kota bisa beraktivitas dengan tingkat produktivitas tinggi. Lebih lanjut, hasil produktivitas masyarakat kota bisa kembali memberi manfaat kepada kota.

Oleh karena itu, dibutuhkan kota cerdas dengan sistem dan pendekatan infrastruktur penunjang yang terintegrasi dan efektif.

 

 

Adapun enam pendekatan cerdas pada infrastruktur penunjang, antara lain smart transportation, smart building, smart water, smart energy, smart waste management, dan smart services.

Keberadaan smart infrastructure merupakan dasar smart governance yang juga merupakan bagian dari smart city.

“Ujung dari ini (strategi smart city) adalah sustainability terhadap penduduk, bumi, dan menghasilkan kesejahteraan warga. Smart city tidak selamanya dimulai dengan kapasitas pembangunan infrastuktur digital yang luar biasa. Yang paling penting dalam smart city adalah seberapa besar tingkat kenyamanan penduduk, seberapa besar penduduk merasa terlayani dengan baik, serta apakah benar-benar pemerintahan memberikan respons yang diharapkan oleh masyarakat,” tutup Suharso dalam pemaparannya.

Reporter: Mirmanti Cinahya Winursita (Perencanaan Wilayah dan Kota, 2019)

Diterbitkan di Berita

alinea.id Belum lama ini, dalam pidato kenegaraannya, Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyinggung terkait ancaman tenggelamnya Jakarta sebagai dampak perubahan iklim.

Dengan naiknya permukaan air laut, maka topografi pesisir Jakarta yang saat ini sebagian sudah di bawah permukaan laut, Biden mengatakan bahwa dalam 10 tahun ke depan kemungkinan tenggelam secara permanen itu bukan isapan jempol.

Terlebih saat ini wilayah tanah di Jakarta juga terus mengalami penurunan atau land subsidence. Risiko Jakarta tenggelam telah menjadi isu dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa hasil penelitian menyimpulkan adanya ancaman tenggelam.

Data-data Global Positioning System (GPS), Interferometric Synthetic Aperture RADAR (InSAR), dan data LiDAR (Light Detection and Ranging) menunjukkan penurunan tanah di Jakarta dapat mencapai 10 sentimeter (cm) per tahun, sementara lebih dari 20% wilayah Jakarta sudah berada di bawah laut, sehingga memang rentan untuk tenggelam. 

Namun demikian, dalam keterangan tertulis pada Sabtu (31/7), Lembaga Riset Kebencanaan IA-ITB menyatakan, menemukan fakta lain bahwa saat ini terjadi perlambatan laju atau kecepatan penurunan tanah di Jakarta.

Pembangunan tanggul dan penataan pesisir juga merupakan upaya untuk mencegah Jakarta tenggelam.

Ketua Lembaga Riset Kebencanaan IA-ITB Heri Andreas, yang juga Ketua Laboratorium Geodesi ITB, justru lebih khawatir dengan ancaman tenggelamnya wilayah Kota Pekalongan, Semarang, serta wilayah Pesisir Demak. 

Menurutnya, kini laju penurunan tanah di wilayah-wilayah tersebut lebih besar dari Jakarta. Pasalnya, area-area wilayah itu berada di bawah laut lebih luas dari Jakarta. 

Heri berpendapat dalam 10 tahun ke depan jika tidak ada upaya manajemen risiko yang baik, maka prediksi tenggelamnya wilayah-wilayah ini akan lebih pasti dibandingkan Jakarta.

Lebih lanjut, Heri mengatakan saat ini terdapat 112 kabupaten/kota di Indonesia yang mempunyai risiko untuk tenggelam. 

"Potensinya sudah jelas dari data-data pengukuran. Mudah-mudahan pemerintah mulai memerhatikan hal ini," jelas pernyataan tersebut.

Lembaga Riset Kebencanaan IA-ITB disebut memprioritaskan riset mereka untuk wilayah-wilayah yang berisiko tenggelam tersebut.

Diterbitkan di Berita

BANDUNG, itb.ac.id—Institut Teknologi Bandung (ITB) mendapatkan kabar membanggakan dari Kompetisi Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (KNMIPA) 2021.

Pasalnya, ITB berhasil meraih gelar juara umum setelah memperoleh 18 medali dalam kegiatan tersebut. Kabar menggembirakan ini disampaikan dalam acara Penutupan dan Penganugerahan KNMIPA 2021 pada Jumat (30/7/2021).

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbudristek ini merupakan ajang kompetisi sains tingkat nasional untuk jenjang pendidikan tinggi.

Ia memperlombakan bidang matematika, kimia, fisika, dan biologi. Seleksi dimulai dari tingkat perguruan tinggi sejak Februari 2021, lalu disaring ke tingkat wilayah hingga berakhir di tingkat nasional.

Menyesuaikan situasi pandemi, kompetisi ini diselenggarakan secara daring tahun ini. Seluruh peserta diwajibkan untuk menyalakan kamera selama pelaksanaan seleksi untuk mengurangi kemungkinan tindak kecurangan.

Meski demikian, mahasiswa ITB tetap semangat dalam mempersiapkan diri dan mengikuti perlombaan hingga memperoleh medali terbanyak.

Pada bidang matematika, ada empat mahasiswa yang meraih medali. Mereka adalah Kinantan Arya Bagaspati (emas), Abdillah Ahmad (emas), Reynald Saputra (perak), Aditya Dwianto (perunggu). Pada bidang kimia, ada lima peraih medali.

Mereka adalah Azarya Adirama (emas), Mark Soesanto (emas), Bayu Dwiputra (perak), David (perak), Muhammad Rafli Fadhilah (perunggu).

 

 

Bidang fisika juga memiliki lima peraih medali. Mereka adalah Bryan (emas), Arkananta Rasendriya (perak), Dharma Prasetya Permana (perunggu), Muhammad A’an (perunggu), Aulia Anshari Rahman (perunggu).

Sementara pada bidang biologi, ada empat peraih medali, di antaranya Christopher Chandra (emas), Amalia Alita Fananda (emas), Alfred Patisenah (perak), Josefanny (honorable mention).

 

 

Segenap civitas academica ITB lantas mengucapkan selamat kepada para medalis KNMIPA 2021. Mereka juga mengapresiasi Anju sebagai salah satu mahasiswa ITB yang turut berjuang pada bidang biologi.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi pemantik prestasi lainnya yang dapat mengharumkan nama almamater.

 

Diterbitkan di Berita

energibaik.id - Di tengah kebutuhan energi terbarukan yang ramah lingkungan semakin meningkat, tim yang terdiri dari tiga mahasiswa ITB berinovasi ciptakan teknologi pembangkit listrik tenaga gelombang laut bernama Double Turbine Wave Energy.

Ketiga mahasiswa ITB tersebut adalah Larasita, Irfan Muhammad Yusuf, dan Rizky Duanita. 

Pada dasarnya, gelombang laut yang menyimpan energi kinetik dalam jumlah besar dapat dikonversi menjadi energi listrik.

Muka air laut yang selalu mengalami osilasi (gerakan naik turun) juga dapat dimanfaatkan untuk menggerakan generator. 

Prinsip kerja teknologi pembangkit listrik tenaga gelombang laut double turbine wave energy adalah saat diletakkan di permukaan laut, alat ini akan mendapat tekanan dari permukaan gelombang laut yang naik. Akibatnya udara di sekitar alat akan terdorong masuk kedalam.

Hal ini dapat terjadi karena double turbine wave energy memanfaatkan sistem oscillating water column yang menggunakan sistem kedap udara didalamnya.

Selanjutnya, udara yang masuk kedalam alat akan menggerakkan turbin. Turbin tersebut telah dihubungkan dengan generator yang dapat menghasilkan energi listrik.

Hal yang membedakan double turbine wave energy dengan pembangkit listrik tenaga gelombang laut yang pernah ada sebelumnya adalah terdapat di jumlah turbin yang digunakan.

Alat ini menggunakan dua buah turbin, sedangkan kebanyakan alat lainnya hanya menggunakan satu turbin. 

Penggunaan dua turbin inilah yang menjadi inovasi yang diciptakan tim mahasiswa ITB dengan double turbine wave energy.

Teknologi ini dapat meminimalisir kehilangan energi yang terjadi pada alat-alat yang telah ada sebelumnya. Hal tersebut membuat perolehan energi listrik menjadi lebih besar. 

Pembangkit listrik tenaga gelombang laut ini dapat menghasilkan energi hingga 9,3 juta Megawatt hour apabila digunakan di perairan yang memiliki gelombang laut cukup tinggi. 

Kelebihan lainnya dari pembangkit tenaga gelombang laut double wave energy juga terletak pada keramahan lingkungannya karena lebih sedikit menghasilkan polutan dibanding pembangkit listrik dari batubara. 

Diterbitkan di Berita

Liputan6.com, Bandung - Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi salah satu dari empat konsorsium yang kini tengah menggarap perancangan proyek laptop Merah Putih garapan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Proyek tersebut bertujuan mengembangkan produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di dalam negeri. 

Rektor ITB Reini Wirahadikusumah mengatakan, laptop ini menggunakan sumber daya manusia dalam negeri melalui kerja sama antar beberapa perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN BH).

Selain ITB, PTN BH yang terlibat dalam produksi laptop Merah Putih ini yaitu Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Rektor ITB Reini Wirahadikusumah mengatakan, keempat PTN BH tersebut bukan program perorangan, melainkan institusi.

"Sebagian besar dosen dan peneliti ITB yang memiliki kompetensi yang terkait akan dilibatkan, tentu tergantung dari dana yang tersedia dan aturan yang berlaku. Ini adalah pekerjaan multi-disiplin, tetapi yang paling banyak adalah dari bidang Teknik Elektro dan Informatika," kata Reini melalui keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Selasa (27/7/2021).

Reini menjelaskan, jumlah dosen dan peneliti yang akan terlibat cukup banyak. Paling tidak dalam masing-masing Tim di PTN BH anggota konsorsium terdapat lima koordinator yang akan mengelola kegiatan pengembangan untuk bagian-bagian yang berbeda dari sistem laptop ini.

Dan setiap koordinator ini akan memiliki anggota peneliti dan teknisi.

"Jadi, andaikata setiap bidang ada lima anggota peneliti dan teknisi, maka paling tidak ada 25 orang peneliti dan teknisi di setiap PTN BH. Jika, terdapat mahasiswa yang nantinya akan dilibatkan, maka jumlah yang terlibat lebih banyak lagi," ujarnya.

Reini menuturkan, terdapat lima kategori kegiatan dalam tim masing-masing di PTN BH anggota konsorsium, yaitu terkait dengan platform hardware atau perangkat keras, platform sistem operasi, software (perangkat lunak) aplikasi, perangkat peripherals, dan komponen.

Masing-masing kategori kegiatan ini membentuk jadi sebuah sub tim yang memiliki koordinator tim ahli masing-masing yang akan memiliki anggota peneliti dan teknisi.

"Tim akan bekerjasama dengan mitra industri untuk sisi produksinya. Tim ahli lebih fokus kepada RDE (penelitian, pengembangan, dan kerekayasaan), sementara untuk produksinya akan bekerjasama dengan mitra industri, baik lokal maupun multi-nasional,” ungkap Reini.

Menurut Reini, anggaran program laptop Merah Putih akan disediakan oleh Kemendikbudristek, baik untuk kegiatan RDE maupun pengadaan laptopnya yang akan diproduksi oleh mitra industri konsorsium.

“Keperluan dana sedang dipersiapkan. Jumlah dana persisnya sebaiknya ditanyakan ke pihak Kemendikbudristek,” kata dia.

Sebelumnya, Sekretaris Direktur Jenderal Dikti, Paristiyanti Nurwardani mengatakan, laptop Merah Putih tersebut ditargetkan diproduksi sebanyak 10.000 unit tahun ini. Barang baru itu, akan dibanderol dengan harga Rp5 juta per unit.

"2021 kita produksi 10.000 dengan harga Rp5 juta," ujar Peristiyanti, Jumat (23/7/2021).

Diterbitkan di Berita