Berita Menarik 28 Des 2020

Senin, 28 Desember 2020 19:04
(11 pemilihan)

Dari Indonesia Tutup Pintu sampai Hoax Kasus FPI

Ancaman Covid-19 makin serius, sehingga Pemerintah Indonesia menutup pintu masuk bagi warga asing dari semua negara. Inharmonia.co menyarankan untuk menutup pintu bagi warga Malaysia dan Singapura, namun pemerintah justru lebih hati-hati dalam menolak Covid-19. (https://inharmonia.co/index.php/component/k2/berita-2/berita-menarik-26-des-2020).

Worldometer.info mengutip covid19.go.id, mengungkapkan tambahan kematian di Indonesia dalam sehari kemarin mencapai 215 orang, kasus baru bertambah 5.854 orang, padahal test yang dilakukan hanya 38.796 specimen. Bagi yang berminat mendalami kasus Covid-19 dapat membuka analisis data Covid-19 di link https://covid19.go.id/p/berita/analisis-data-covid-19-indonesia-update-20-desember-2020. Sedangkan perkembangan Covid-19 di dunia dapat diklik di: https://inharmonia.co/index.php/berita/berita/update-posisi-indonesia-dalam-pandemi-covid-19-seluruh-dunia.

Dalam kaitan Covid-19 ini, situs rri.co.id menyiarkan editorial untuk mendukung GeNose UGM. Editorial itu menyatakan GeNose murah dan cepat, yaitu hanya Rp25 ribu, sedangkan biaya PCR minimal Rp900 ribu per orang.

Republika.co.id menawarkan 5 top news untuk dibaca, antara lain adalah pelemparan bom Molotov ke sebuah masjid, sampai ke protes aktivis Hindu ke Louis Vuitton untuk menarik matras yoga yang sebagian bahannya terbuat dari kulit sapi. Aktivis itu menyebut jenama asal Prancis tersebut sangat tidak sensitif. Sedangkan Liputan6 menawarkan berbagai keleidoskop 2020, di antaranya keleidoskop tentang berita hoax.

Masih tentang hoax, Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, mengakui, saat ini marak berita bohong atau hoaks terkait upaya penyelidikan penembakan enam laskar FPI. "Soal hoax, memang sudah banyak beredar hoax yang menggabungkan analisa peristiwa yang diselidiki Komnas dengan peristiwa lain," kata Beka Ulung Hapsara, dalam konferensi pers terkait penyelidikan penembakan enam laskar FPI, di Kantor Komnas HAM, Senin (28/12/2020).

Salah satu hoax yang beredar adalah tentang rumah tempat penyiksaan laskar FPI. Tingkatan hoax tentang kasus FPI ini sudah merupakan hoax kelas tinggi, kelas disinformasi, dan seringkali berbentuk video. Hati-hati kalau menonton video yang beredar di media sosial. Untuk itu wajar untuk menyimak peringatan Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, "Masyarakat harus kritis dan aktif menyebarkan informasi yang sehat. Sampai saat ini Komnas belum mengambil kesimpulan. Bahkan kesimpulan awal saja kami belum simpulkan."

Jika ada waktu, silahkan kunjungi https://turnbackhoax.id/tag/disinformasi/ untuk mengenal berbagai disinformasi. Selanjutnya silakan simak berita-berita menarik itu di bawah ini. (inharmonia.co).

 

Mulai 1 Januari 2021, Indonesia Tutup Pintu Masuk Warga Asing dari Semua Negara

Antara, Jurnalis · Senin 28 Desember 2020 16:51 WIB

PEMERINTAH Indonesia mengumumkan penutupan pintu masuk sementara bagi seluruh warga negara asing (WNA) termasuk wisatawan mancanegara dari semua negara per 1 Januari 2021.Kebijakan ini diambil terkait dengan munculnya varian baru virus penyebab COVID-19, yang disebut menular lebih cepat.

"Menutup sementara dari tanggal 1 sampai 14 Januari 2021 masuknya WNA dari semua negara ke Indonesia," kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam konferensi pers virtual, Senin (28/12/2020), berdasarkan rapat kabinet terbatas di hari yang sama.

Klik untuk baca: https://travel.okezone.com/read/2020/12/28/406/2335113/mulai-1-januari-2021-indonesia-tutup-pintu-masuk-warga-asing-dari-semua-negara

 

GeNose UGM, Ada Baiknya Didukung

KBRN, Jakarta: Satu satunya test diagnosis yang diakui dan valid soal Covid-19 adalah test SWAB PCR. Test ini sangat tinggi akurasinya sehingga digunakan oleh berbagai lembaga kesehatan untuk mengetahui potensi virus Covid-19 di dalam tubuh manusia. 

Persoalannya, penggunaan SWAB PCR mahal dan memerlukan waktu lama. Pasien kadang harus menunggu lebih dari 24 jam untuk mengetahui hasil test terhadap dirinya. Karena itu, ketika peneliti dari UGM Yogyakarta merancang alat Ge Nose, maka harapan mendapatkan fasilitas pengecekan secara cepat dan murah dapat terealisir.

Ketua Tim Peneliti GeNose, Prof Dr Eng Kuwat Triyana, MSi, juga sudah menyatakan bahwa ada izin edar yang sudah diterbitkan oleh kementerian kesehatan. Karena itu ada baiknya, bila pemerintah dan pihak lain memberi dukungan agar alat GeNose UGM ini segera dapat digunakan. 

Bandingkan harga biaya PCR yang minimal Rp900 ribu per orang dengan Ge Nose yang konon hanya akan dipatok Ro25 ribu.

Klik untuk baca: https://rri.co.id/editorial/2171/genose-ugm-ada-baiknya-didukung?utm_source=editorial_main&utm_medium=internal_link&utm_campaign=General%20Campaign

 

Top 5 News: Hidayah Surat Al-Ikhlas, Masjid Dilempar Molotov

Senin 28 Dec 2020 15:13 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang pria melempar bom molotov ke halaman Masjid al-istiqomah, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (26/12). Pelaku tertangkap, tetapi putranya mengklaim jika ayahnya sudah 10 tahun mengidap gangguan jiwa. Akhirnya pelaku pun dibawa ke psikiater.

Kabar itu pun membuat masyarakat tersentak, sehingga berita-berita terkait pelemparan molotov tersebut masuk jajaran top 5 news di Republika.co.id, Ahad (28/12). Selain kabar pelemparan molotov, berita terpopuler dalam 24 jam terakhir adalah cerita seorang mualaf, I Gede Nyoman Wisnu, yang menemukan hidayah karena mendengar Surah Al-Ikhlas.

Aktivis Hindu mendesak merek fashion mewah Louis Vuitton untuk menarik matras yoga yang sebagian bahannya terbuat dari kulit sapi. Aktivis itu menyebut jenama asal Prancis tersebut sangat tidak sensitif.

Klik untuk baca: https://republika.co.id/berita/qm1iud282/emtop-5-newsem-hidayah-surat-alikhlas-masjid-dilempar-molotov

 

Kaleidoskop 2020: Geger Bahaya Radiasi Thermo Gun hingga Vaksin Covid-19 Ubah DNA

Hanz Jimenez Salim; 25 Des 2020, 09:00 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Kabar palsu atau hoaks banyak bertebaran di media sosial selama 2020. Apalagi sepanjang 2020, dunia dilanda pandemi virus corona Covid-19. Penyebaran Covid-19 juga diikuti dengan beredarnya hoaks di media sosial. Tak ketinggalan, teori konspirasi dan mitos seputar Covid-19 juga bertebaran.

Klik untuk baca: https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4441691/kaleidoskop-2020-geger-bahaya-radiasi-thermo-gun-hingga-vaksin-covid-19-ubah-dna

 

Disesalkan, Maraknya Hoax Terkait Penembakan FPI

Senin, 28 Desember 2020 | 12:30 WIB
Oleh : Tim Beritasatu.com / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, mengakui, saat ini marak berita bohong atau hoaks terkait upaya penyelidikan penembakan enam laskar FPI. Dari sejumlah hoax yang beredar malah disebutkan Komnas telah menyampaikan kesimpulan terkait kasus tersebut.

"Soal hoax, memang sudah banyak beredar hoax yang menggabungkan analisa peristiwa yang diselidiki Komnas dengan peristiwa lain," kata Beka Ulung Hapsara, dalam konferensi pers terkait penyelidikan penembakan enam laskar FPI, di Kantor Komnas HAM, Senin (28/12/2020).

Dalam kesempatan itu, dirinya juga mengajak kepada seluruh masyarakat dapat berpikir kritis dan aktif menyebarkan informasi yang benar. Jangan sampai upaya penyelidikan yang dilakukan Komnas HAM menjadi terganggu dengan maraknya berita hoaks.

"Masyarakat harus kritis dan aktif menyebarkan informasi yang sehat. Sampai saat ini Komnas belum mengambil kesimpulan. Bahkan kesimpulan awal saja kami belum simpulkan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu Komnas HAM juga berjanji akan bekerja secara transparan, obyektif dan partisipatif. Semuanya juga akan dilakukan secara hati-hati dan secepat mungkin.

Klik untuk baca: https://www.beritasatu.com/nasional/714001/disesalkan-maraknya-hoax-terkait-penembakan-fpi

 

Heboh Rumah Penyiksaan Laskar FPI, Ini Kata Komnas HAM

Senin, 28 Desember 2020 | 14:36 WIB

Oleh : Siti Ruqoyah, Willibrodus

VIVA – Komisioner dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Choirul Anam, mengaku pihaknya tidak menemukan rumah yang menjadi tempat penyiksaan terhadap enam anggota Front Pembela Islam (FPI). Hal ini dikatakannya berdasarkan hasil penyelidikan sementara Komnas HAM atas peristiwa tewasnya enam anggota FPI di Tol Jakarta-Cikampek pada 7 Desember lalu.

"Saya pastikan kami (Komnas HAM) tidak pernah menemukan rumah tempat penyiksaan. Kami masih akan menelusuri kasus ini," kata Anam dalam konferensi pers, Senin 28 Desember 2020.

Klik untuk baca: https://www.viva.co.id/berita/metro/1335030-heboh-rumah-penyiksaan-laskar-fpi-ini-kata-komnas-ham

Baca 4196 kali
Bagikan: