Berita Menarik 25 Nov 2020

Rabu, 25 November 2020 11:08
(1 Pilih)

Dari Menteri ditangkap sampai Kritik Megawati

Hampir semua media di Indonesia hari ini menyiarkan berita ditangkapnya Menteri KKP Edhy Prabowo oleh KPK. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah koalisi Gerindra dalam pemerintah akan terganggu? Berita besar ini pasti akan terus berlanjut.

Jangan lupa dengan masalah Covid-19, khususnya ikhtiar pemerintah untuk mendapatkan vaksin. Sejauh ini imunisasi masih menjadi cara paling ampuh dalam mencegah penyebaran penyakit menular dan berbahaya yang berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat.

Pandemi Covid-19 ini bukan hanya mengganggu kesehatan, tetapi juga ekonomi nasional. Setelah Indonesia memperoleh utang dari Jerman, sekarang Menko Luhut Panjaitan membawa oleh-oleh investasi dari Amerika Serikat sebanyak Rp28 triliun.

Masalah menarik lain yang perlu diamati adalah kritik Megawati kepada Jakarta dan ikhtiar Jawa Barat untuk mempertahankan status UNESCO Global Geopark untuk Ciletuk Pelabuhanratu.

Selanjutnya silakan simak berita utama itu di bawah ini. (inharmonia.co)



KPK Tangkap Menteri KKP Edhy Prabowo, Diduga Terkait Ekspor Benur

Kompas.com - 25/11/2020, 08:08 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Rabu (25/11/2020) dini hari. Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan, penangkapan Edhy terkait dengan dugaan korupsi dalam ekspor benur. "Benar KPK tangkap, berkait ekspor benur," kata Ghufron, saat dikonfirmasi, Rabu.
Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2020/11/25/08082241/kpk-tangkap-menteri-kkp-edhy-prabowo-diduga-terkait-ekspor-benur.
Penulis : Ardito Ramadhan; Editor : Kristian Erdianto

 

Vaksin Upaya Serius Negara Melindungi Masyarakat

Koran SINDO, Rabu, 25 November 2020 - 08:11 WIB

JAKARTA - Pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan terus mengampanyekan vaksinasi atau imunisasi kepada masyarakat luas. Sejauh ini imunisasi masih menjadi cara paling ampuh dalam mencegah penyebaran penyakit menular dan berbahaya yang berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat.

Sayangnya, sebagian kecil masyarakat masih ada yang enggan diberi vaksin dan masih mendapatkan informasi yang kurang tepat. Pemerintah sendiri sudah meyakinkan masyarakat untuk tidak takut disuntik vaksin karena vaksin sudah melewati uji klinis dan pemastian keamanan serta kemanjurannya.

Klik untuk baca: https://nasional.sindonews.com/read/244646/15/vaksin-upaya-serius-negara-melindungi-masyarakat-1606263099

 

Oleh-Oleh Menko Luhut dari AS, Bawa Pulang Rp28 Triliun

Djairan, Jurnalis · Selasa 24 November 2020 07:27 WIB

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan kerja di Amerika Serikat (AS) belum lama ini. Di sana Luhut mengaku hampir 6 jam berada di Gedung Putih dan bahkan diterima di tempat kerja resmi Presiden AS, Oval Office, untuk bertemu Donald Trump.

Pantang pulang dengan tangan kosong, dalam kunjungan itu Luhut menyaksikan sendiri penandatanganan Letter of Interest (LoI) oleh CEO United States International Development Finance Corporation (IDFC) Adam Boehler untuk investasi sebesar USD2 Miliar (Rp28 triliun) dari IDFC kepada sovereign wealth fund (SWF) Indonesia pada Kamis (19/11/2020).

“Ini adalah oleh-oleh yang besar karena keberadaan AS sebagai negara industri maju akan berpengaruh penting bagi perkembangan SWF di Tanah Air,” ujar Luhut dalam keterangannya dikutip pada Selasa (24/11/2020).

Klik untuk baca:  https://economy.okezone.com/read/2020/11/24/320/2314901/oleh-oleh-menko-luhut-dari-as-bawa-pulang-rp28-triliun?page=1

 

Pemprov DKI Anggap Kritik Megawati Masukan Positif

Jakarta - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyayangkan kondisi DKI Jakarta saat ini yang menjadi tak keruan. Megawati menilai Jakarta menjadi amburadul dan di sisi lain membanggakan kepala daerah asal PDIP. Hal itu disampaikan Megawati dalam acara pemberian penghargaan 'Kota Mahasiswa' atau 'City of Intellectual' berdasarkan riset yang dilakukan oleh tim yang dipimpin guru besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Hafid Abbas, Selasa (10/11/2020). Ketiga daerah yang mendapatkan penghargaan itu adalah Kota Semarang, Kota Solo, dan Kota Surabaya.

Klik untuk baca:  https://www.tvonenews.com/channel/tvonenews/27573-sindir-anies-mega-inginkan-apa-laporan-utama-tvone-24112020

 

Pertahankan Status UNESCO Global Geopark untuk Ciletuh-Palabuhanratu, Pemprov Jabar Kerahkan Upaya

Novianti Nurulliah - 22 November 2020, 07:56 WIB

PIKIRAN RAKYAT - Status Geopark Ciletuh-Palabuhanratu di Sukabumi sebagai Unesco Global Geopark (UGGp) akan divalidasi kembali. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh pihak pengelola untuk mempertahankan status tersebut. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat, Dedi Taufik mengatakan, terdapat 13 rekomendasi yang harus dikerjakan oleh pengelola Geopark Ciletuh-Palabuhanratu sebagai penambah nilai agar status UGGp tersebut tetap bisa dipertahankan (green card). 

“Salah satunya adalah penyelenggaraan berbagai event untuk meningkatkan kunjungan di Geopark Ciletuh-Palabuhanratu,” ujar dia, Sabtu, 21 November 2020.

Klik untuk baca: https://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/pr-01995868/pertahankan-status-unesco-global-geopark-untuk-ciletuh-palabuhanratu-pemprov-jabar-kerahkan-upaya

Baca 3643 kali Terakhir diubah pada Jumat, 27 November 2020 13:09
Bagikan: