Dari Natal Sampai Isu Ahmadiyah Berdasarkan hasil survey, masyarakat lebih senang di rumah pada liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Menhub Budi Karya Sumadi memantau lalu lintas Jakarta-Puncak, dan berkesimpulan bahwa jalan tidak macet. Walaupun tidak macet, Jasa Marga mencatat adanya peningkatan volume kendaraan di beberapa ruas tol menuju ke luar Jakarta pada libur Natal. Pada 23-24 Desember 2020, tercatat sudah ada 356.010 kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui beberapa gerbang tol. Sebaiknya liburan Nataru memang di rumah saja, karena kasus Covid-19 terus meningkat. Berdasarkan data, kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 700.097 orang hingga Jumat (25/12/2020). Jumlah tersebut didapatkan setelah ada penambahan sebanyak 7.259 kasus dalam 24 jam terakhir. Kemudian, pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh bertambah 6.324 orang, sehingga jumlahnya menjadi 570.304 orang. Sementara itu, ada penambahan 258 kasus kematian akibat Covid-19. Maka, pasien Covid-19 meninggal dunia jadi 20.847 orang. Saat ini tercatat ada 67.464 kasus suspek Covid-19. Selain itu, dalam 24 jam terakhir, pemerintah memeriksa 50.393 spesimen Covid-19 dari 38.849 orang. Yang perlu digarisbawahi dari kasus Covid-19 adalah jumlah kematian bertambah 258 orang dalam sehari. Test yang dilakukan hanya 50.393 specimen dari 38.849 orang, tapi kasusnya bertambah 7.259 orang. . (Perkembangan Covid-19 di dunia dapat diklik di: https://inharmonia.co/index.php/berita/berita/update-posisi-indonesia-dalam-pandemi-covid-19-seluruh-dunia). Bagaimana dengan Pilkada? Kompas.com melaporkan bahwa Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asyari mengatakan, Mahkamah Konstitusi (MK) telah menerima 131 permohonan sengketa hasil Pilkada 2020. Hal itu ia katakan berdasarkan hasil pemantauan KPU di laman resmi www.mkri.id hingga 23 Desember 2020 pukul 12.00 WIB. Selain masalah liburan, isu Ahmadiyah dan Syiah mencuat lagi. Dari Bandung, Ketua Pengurus Wilayah Persis Jabar Iman Setiawan Latief mengatakan, rencana Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas melakuan afirmasi terhadap kelompok Syiah dan Ahmadiyah dinilai kurang tepat. Menag diminta mengutamakan persoalan lain yang perlu penanganan segera. Sedangkan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas hati-hati bicara soal rencana mengafirmasi hak beragama warga Syiah dan Ahmadiyah di Indonesia. Sedangkan Wasekjen PBNU, Masduki Baidlowi menyatakan bahwa Menteri Agama sudah meneleponnya, “Katanya tidak ada afirmasi dan segala macam. Tapi lebih pada bagaimana memfasilitasi dialog agar mencari solusi sebagai warga negara.” Selanjutnya silakan simak berita-berita menarik itu di bawah ini. (inharmonia.co). Pantau Arus Nataru, Menhub: 70 Persen Masyarakat Senang di Rumah Kamis, 24 Desember 2020 | 23:33 WIB Oleh : Fikri Halim, Muhammad AR (Bogor) VIVA – Kementerian Perhubungan memantau tidak terjadi kemacetan kendaraan pada libur natal dan tahun baru tahun ini. Faktor pendukungnnya, berdasarkan hasil survei bahwa masyarakat lebih senang di rumah. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau langsung arus lalu lintas di kawasan Puncak Bogor hari ini bersama perwakilan Korlantas Polri, Kapolresta Bogor dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). "Memantau lalu lintas yang dari dan ke Jakarta yang melalui tol ke arah arah barat dan mamantau yang ke arah puncak. Dari pantauan kita, terlihat bahwa tidak macet, artinya yang kita bayangkan terjadi suatu kemacetan tidak ada," kata Budi, Kamis 24 Desember 2020. Klik untuk baca: https://www.viva.co.id/berita/nasional/1334398-pantau-arus-nataru-menhub-70-persen-masyarakat-senang-di-rumah Libur Natal, Sudah 356.010 Kendaraan Tinggalkan Jakarta Via Tol Tim detikcom – detikNews; Jumat, 25 Des 2020 16:06 WIB Jakarta - Jasa Marga mencatat adanya peningkatan volume kendaraan di beberapa ruas tol menuju ke luar Jakarta pada libur Natal. Pada 23-24 Desember 2020, tercatat sudah ada 356.010 kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui beberapa gerbang tol (GT). Angka tersebut merupakan total kumulatif dari tiga gerbang tol utama Tol Jakarta-Merak (arah barat), Tol Jakarta-Cikampek (arah Timur), dan Tol Ciawi (arah Selatan). Distribusi kendaraan di tiga ruas jalan tol tercatat mengalami kenaikan kurang dari 50 persen. "Total volume lalin kumulatif yang meninggalkan Jakarta ini naik 35,8 persen jika dibandingkan lalin normal," ujar Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga, Dwimawan Heru, dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (25/12/2020). Klik untuk baca: https://news.detik.com/berita/d-5309285/libur-natal-sudah-356010-kendaraan-tinggalkan-jakarta-via-tol?tag_from=wp_nhl_3 UPDATE 25 Desember: Ada 108.946 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Kompas.com - 25/12/2020, 16:13 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia pada Jumat (25/12/2020) ini mencapai 108.946 kasus. Angka itu setara dengan 15,6 persen dari total kasus konfirmasi positif Covid-19. Kasus aktif adalah pasien yang dinyatakan positif Covid-19 dan sedang menjalani perawatan. Angka itu didapatkan dengan mengurangi total kasus positif Covid-19 dengan angka kesembuhan dan kematian. Informasi itu disampaikan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melalui dokumen yang disiarkan kepada wartawan, Jumat sore. Berdasarkan data, kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 700.097 orang hingga Jumat (25/12/2020). Jumlah tersebut didapatkan setelah ada penambahan sebanyak 7.259 kasus dalam 24 jam terakhir. Kemudian, pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh bertambah 6.324 orang, sehingga jumlahnya menjadi 570.304 orang. Sementara itu, ada penambahan 258 kasus kematian akibat Covid-19. Maka, pasien Covid-19 meninggal dunia jadi 20.847 orang. Saat ini tercatat ada 67.464 kasus suspek Covid-19. Selain itu, dalam 24 jam terakhir, pemerintah memeriksa 50.393 spesimen Covid-19 dari 38.849 orang. Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2020/12/25/16135381/update-25-desember-ada-108946-kasus-aktif-covid-19-di-indonesia. Penulis : Tsarina Maharani; Editor : Jessi Carina MK Terima 131 Permohonan Sengketa Hasil Pilkada 2020 hingga 23 Desember SANIA MASHABI Kompas.com - Rabu, 23 Desember 2020 | 16:37 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asyari mengatakan, Mahkamah Konstitusi (MK) telah menerima 131 permohonan sengketa hasil Pilkada 2020. Hal itu ia katakan berdasarkan hasil pemantauan KPU di laman resmi www.mkri.id hingga 23 Desember 2020 pukul 12.00 WIB. "Ada 131 permohonan," kata Hasyim pada wartawan, Rabu (23/12/2020). Adapun 131 permohonan itu terdiri dari tiga permohonan sengketa hasil pemilihan gubernur. Lalu, 14 permohonan sengketa hasil pemilihan wali kota dan 114 sengketa hasil pemilihan bupati. Sebelumnya, Hasyim mengatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi gugatan sengketa hasil Pilkada 2020. Klik untuk baca: https://pemilu.kompas.com/rumahpilkada/read/2020/12/23/16372481/mk-terima-131-permohonan-sengketa-hasil-pilkada-2020-hingga-23-desember Afirmasi Syiah dan Ahmadiyah Tak Tepat, Persis: Menag Jangan Buat Gaduh Arif Budianto; Jum'at, 25 Desember 2020 - 14:52 WIB BANDUNG - Ketua Pengurus Wilayah Persis Jabar Iman Setiawan Latief mengatakan, rencana Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas melakuan afirmasi terhadap kelompok Syiah dan Ahmadiyah dinilai kurang tepat. Menag diminta mengutamakan persoalan lain yang perlu penanganan segera. "Mestinya Menteri Agama yang baru jangan tergesa-gesa, apalagi terkesan ingin mencari panggung. Seharusnya lebih berhati-hati dalam bersikap dan menyatakan pendapat. Pelajari terlebih dahulu masalah penting yang kita hadapi, materi, substansi dan dampaknya terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara," tegas Iman, Jumat (25/12/2020). Klik untuk baca: https://nasional.sindonews.com/read/280298/12/afirmasi-syiah-dan-ahmadiyah-tak-tepat-persis-menag-jangan-buat-gaduh-1608880346 MUI Imbau Menag Hati-hati Bicara Afirmasi Hak Beragama Syiah dan Ahmadiyah Reporter: Dewi Nurita; Editor: Kukuh S. Wibowo Jumat, 25 Desember 2020 15:11 WIB TEMPO.CO, Jakarta -- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas hati-hati bicara soal rencana mengafirmasi hak beragama warga Syiah dan Ahmadiyah di Indonesia. "Saya mengimbau Menag untuk berhati-hati karena masalah ini adalah masalah yang sangat sensitif, karena dia bersifat teologis," ujar Anwar lewat keterangan dalam bentuk video yang dikirimkannya kepada Tempo, Jumat, 25 Desember 2020. Anwar mempersilakan jika pemerintah ingin memfasilitasi dialog lebih intensif untuk menjembatani perbedaan yang ada, tapi ia menyarankan terlebih dahulu berbicara dengan ormas-ormas Islam dan ulama kharismatik untuk menyatukan sikap dan pandangan terhadap Ahmadiyah dan Syiah. "Inilah nanti yang akan dibawa dalam dialog dengan Syiah dan Ahmadiyah, karena kalau di kalangan internal belum selesai, dialog akan kacau balau dan menimbulkan ketegangan yang luar biasa. Malah nanti antara maksud dan fakta menjadi berbeda. Saya harap pemerintah bersikap arif dalam menyelesaikan masalah ini," ujar Anwar. Klik untuk baca: https://nasional.tempo.co/read/1417619/mui-imbau-menag-hati-hati-bicara-afirmasi-hak-beragama-syiah-dan-ahmadiyah Ditelepon Gus Yaqut, Wasekjen PBNU: Menag Bilang Tak Ada Afirmasi Syiah dan Ahmadiyah, Hanya Dialog Saja Irfan Ma'ruf · Jumat, 25 Desember 2020 - 16:34:00 WIB JAKARTA, iNews.id - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merespons pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang melakukan afirmasi hak beragama warga Syiah dan Ahmadiyah di Indonesia. Wasekjen PBNU Masduki Baidlowi menyebut bahwa isu afirmasi tidak ada, hanya ingin berdialog. "Pak Menteri Agama sudah telepon saya. Katanya tidak ada afirmasi dan segala macam. Tapi lebih pada bagaimana memfasilitasi dialog agar mencari solusi sebagai warga negara," kata Masduki saat dihubungi iNews.id, Jumat (25/12/2020). Klik untuk baca: https://www.inews.id/news/nasional/ditelepon-gus-yaqut-wasekjen-pbnu-menag-bilang-tak-ada-afirmasi-syiah-dan-ahmadiyah-hanya-dialog-saja.