Dari Iglesias yang Meninggal sampai Polisi Bertindak Ternyata sekarang ini perlu waktu lama untuk memperoleh berita yang benar. Banyak berita bohong, fitnah, adu domba berbaur dengan berita yang benar, untuk itu orang terpaksa menyaring informasi yang beredar, sebelum mempercayai berita itu. Minggu ini inharmonia.co menyajikan beberapa berita hoax yang menarik, dan menyajikan beberapa saluran informasi untuk mengetahui apakah berita itu berita benar atau hoax. Salah satu berita hoax yang menarik adalah tentang penyanyi terkenal Julio Iglesias, dengan lagunya “To All the Girls I’ve loved before”. Dia dikabarkan meninggal kena Covid-19, ternyata dia masih hidup. Video yang diedarkan dalam berita hoax itu adalah video pemakaman mantan pemimpin Partai Komunis Spanyol, Julio Anguita. Di Amerika Serikat, dikabarkan bahwa pengawal Presiden AS Joe Biden adalah dari pasukan Cina. Faktanya, bukan pasukan Cina. Pengawal tersebut bernama David Cho, warga negara Amerika keturunan Korea, dan merupakan anggota Dinas Rahasia Amerika Serikat. Masih berkaitan dengan Cina, tetapi ini berita hoax yang beredar di Indonesia. Ada kemungkinan nanti Kapolri akan dijabat oleh anak Presiden Cina Xi Jinping, yang sekarang sudah menjadi Brigjen Pol, yaitu Brigjen Hendra Kurniawan. Ternyata, berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa Brigjen Hendra Kurniawan adalah anak kandung Presiden Cina Xi Jinping, keliru. Xi Jinping hanya memiliki satu anak, yakni anak perempuan yang bernama Xi Mingze. Ada berita bohong lain yaitu tentang foto Menteri Keuangan Sri Mulyani berjilbab yang diklaim tengah membicarakan program wakaf. Padahal foto itu diambil waktu Sri Mulyani ceramah di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) kota Banda Aceh pada 2017. Masih tentang uang, ada berita bohong bahwa Bank Indonesia (BI) mencetak uang Rp300 triliun karena negara dalam keadaan kritis. Demikianlah sangat banyak berita bohong membanjiri dunia maya. Menurut Wikipedia, berita bohong atau berita palsu atau hoaks adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya. Hal ini tidak sama dengan rumor, ilmu semu, maupun April Mop. Tujuan dari berita bohong adalah membuat masyarakat merasa tidak aman, tidak nyaman, dan kebingungan. Untuk mengetahui berita bohong, ada banyak situs yang tersedia di dunia maya, antara lain, https://cekfakta.tempo.co/; https://www.antaranews.com/jaringan-antara-cegah-hoax; https://www.detik.com/tag/hoax; https://www.pikiran-rakyat.com/cek-fakta; https://turnbackhoax.id/; https://www.kominfo.go.id/content/all/laporan_isu_hoaks. Menurut Kominfo, berita hoax makin menjamur dengan adanya pandemi Covid-19. Data dari Kementerian Komunikasi dan Informasi menunjukkan hingga 26 Januari 2021 terdapat 1.387 isu hoaks yang tersebar di berbagai platform digital. Saat ini sudah ada 104 kasus yang ditangani kepolisian terkait hoaks COVID-19. Untuk lebih berhati-hati dalam berkomunikasi di dunia maya, silahkan baca artikel menarik di situs www.hukumonline.com, yang berjudul “Pencemaran Nama Baik di Media Sosial, Delik Biasa atau Aduan?”, dan “Pasal yang Menjerat Pelaku Pengancaman.” Inharmonia.co juga menyajikan rubrik saring informasi (https://inharmonia.co/index.php/saringinfo), yang berisi artikel untuk menghadapi berita hoax, antara lain https://inharmonia.co/index.php/saringinfo/saringinfo/akal-sehat-melawan-hoax, https://inharmonia.co/index.php/saringinfo/saringinfo/manajemen-amarah, https://inharmonia.co/index.php/saringinfo/saringinfo/militer-dilatih-disinformasi, https://inharmonia.co/index.php/saringinfo/saringinfo/kembali-ke-media-konvensional. Selanjutnya silakan simak berita-berita menarik itu di bawah ini. (inharmonia.co). Hoaks, Julio Iglesias meninggal akibat COVID-19 Senin, 25 Januari 2021 21:10 WIB Di media sosial dikabarkan Julio Iglesias meninggal dunia karena Covid-19. Penyanyi terkenal yang menyanyikan lagu “To All the girls I’ve loved before” ternyata dia masih hidup. Video yang diedarkan dalam berita hoax itu adalah video pemakaman mantan pemimpin Partai Komunis Spanyol, Julio Anguita. Klik untuk baca: https://www.antaranews.com/berita/1967212/hoaks-julio-iglesias-meninggal-akibat-covid-19 [SALAH] “pengawal biden sekarang dari pasukan Cina…” January 28, 2021 Adi Syafitrah Akun Handaya Jaya (fb.com/handaya.jaya) pada 21 Januari 2021 mengunggah sebuah gambar tangkapan layar dengan narasi sebagai berikut: “pengawal biden sekarang dari pasukan Cina…. #kadrunmodeon” PENJELASAN Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa pengawal Presiden Amerika Serikat, Joe Biden sekarang dari pasukan Cina adalah klaim yang keliru. Faktanya, bukan pasukan Cina. Pengawal tersebut bernama David Cho, warga negara Amerika keturunan Korea, dan merupakan anggota Dinas Rahasia Amerika Serikat. Dilansir dari Medcom, klaim tersebut telah diperiksa oleh situs periksa fakta Snopes.com melalui laporan berjudul “Does Biden Have A ‘Chinese Bodyguard’?” dimuat pada 24 January 2021. Pada artikel itu dijelaskan, fakta bahwa agen yang dimaksud adalah agen Dinas Rahasia Korea-Amerika yang juga pernah bertugas di bagian keamanan mantan presiden Donald Trump. Pria tersebut bernama David Cho. “Karena Cho adalah warga negara Amerika keturunan Korea, dan merupakan anggota Dinas Rahasia AS yang sudah lama mengabdi dan dihormati, klaim bahwa dia adalah orang Tiongkok dan agen PKC adalah Salah.” tulis Snopes dalam laporannya. REFERENSI https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/8Kylm53k-cek-fakta-viral-seorang-pengawal-joe-biden-diisukan-berasal-dari-pasukan-tiongkok-ini-faktanya https://www.snopes.com/fact-check/biden-chinese-bodyguard/ https://www.nbcnews.com/news/asian-america/why-koreans-pointed-out-two-joes-inauguration-n1255221 Klik untuk baca: https://turnbackhoax.id/2021/01/28/salah-pengawal-biden-sekarang-dari-pasukan-cina/ Keliru, Brigjen Hendra Kurniawan Anak Kandung Presiden Cina Xi Jinping Senin, 4 Januari 2021 17:19 WIB Klaim bahwa Brigadir Jenderal Hendra Kurniawan adalah anak kandung Presiden Cina Xi Jinping viral di media sosial. Klaim itu juga menyebut bahwa Hendra yang merupakan Kepala Biro Pengamanan Internal Divisi Profesi dan Pengamanan Polri ini kemungkinan telah dipersiapkan untuk menjadi Kapolri. "Hendra kurniawan Anak kandung jie ping (presiden china) ia brigjen polisi yg tdk tertutup kemungkinan kedepannya dipersiapkan tuk menjadi kapolri... jika saat itu telah tiba maka binasalah umat islam indonesia krn negri ini sdh total dibawah kkekuasaan china komunis... JADI APAKAH KALIAN MSH BERDIAM DIRI SAJA SAMBIL MENUNGGU KEHANCURAN ITU TIBA....? Apakah umat Islam akan selama nya diam...???" demikian narasi yang dilengkapi dengan foto Hendra tersebut. Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa Brigjen Hendra Kurniawan adalah anak kandung Presiden Cina Xi Jinping, keliru. Xi Jinping hanya memiliki satu anak, yakni anak perempuan yang bernama Xi Mingze. Hendra sendiri merupakan Kepala Biro Pengamanan Internal Divisi Profesi dan Pengamanan Polri. Hendra memang berdarah Tionghoa. Namun, telah banyak keturunan Tionghoa yang menjadi polisi, setidaknya sejak Orde Lama. Klik untuk baca: https://cekfakta.tempo.co/fakta/1181/keliru-brigjen-hendra-kurniawan-anak-kandung-presiden-cina-xi-jinping [DISINFORMASI] Foto Sri Mulyani Terkait Program Wakaf Kategori Hoaks | mth Penjelasan : Beredar di sosial media Facebook sebuah foto Menteri Keuangan Sri Mulyani berjilbab yang diklaim tengah membicarakan program wakaf. Foto tersebut disertai dengan narasi "Kalo bukan menyerukan wakaf mana mungkin pake hijab. Bilang aja minta sumbangan biar saudara kita Nasrani, Hindu, Budha bisa ikut membantu memberikan sumbangan. Mayan buat bayar utang jg bisa." Setelah ditelusuri, foto Menteri Keuangan Sri Mulyani berjilbab yang diklaim tengah membicarakan program wakaf adalah salah. Faktanya dikutip dari liputan6.com, foto tersebut tidak ada kaitannya dengan program wakaf yang baru saja diluncurkan pemerintah. Foto itu merupakan kegiatan Sri Mulyani saat menjadi pembicara di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) kota Banda Aceh pada 2017 silam. KATEGORI: DISINFORMASI Klik untuk baca: https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4468800/cek-fakta-foto-sri-mulyani-ini-tak-terkait-program-wakaf Klik untuk baca: https://www.kominfo.go.id/content/detail/32403/disinformasi-foto-sri-mulyani-terkait-program-wakaf/0/laporan_isu_hoaks [Hoaks atau Fakta] Beredar Unggahan Indonesia Krisis, BI Cetak Uang Rp300 Triliun Tanpa Izin Edar Ayu Nur Anjani - 28 Januari 2021, 14:01 WIB PIKIRAN RAKYAT – Sebuah unggahan gegerkan jagat maya terkait negara Indonesia dalam keadaan kritis, dengan mencatut nama Bank Indonesia (BI). Terdapat sebuah unggahan yang beredar di media sosial, yang menyebut bahwa Bank Indonesia melakukan pencetakan uang sampai Rp300 Triliun karena negara dalam keadaan kritis. Unggahan pada 20 Januari 2021 itu menyebut, negara akan menghadapi resesi dan inflasi besar. Akun tersebut juga menyertakan tautan artikel yang menyatakan BI mencetak uang Rp300 triliun. Berikut narasi dari unggahan di media sosial tersebut: "*NAH, SDH KITA PREDIKSI 4-6 BULAN LALU. AKHIRNYA BOBOL JUGA, GAK KUAT NAHAN KESULITAN KEUANGAN. CARI HUTANGAN SUDAH MULAI SUSAH. NEGARA2, PIHAK KETIGA MULAI TIDAK PERCAYA. DANA MASYARAKAT BANYAK YG SDH DITARIK DR BANK,” “APA LAGI, SELAIN CETAK UANG ?! SIAP2 RESESI & INFLASI BESAR2 AN ! HINDARI RIBA & RESIKO : RESESI, INFLASI, MANIPULASI ! ANTISIPASI SEGERA : AMBIL ALIH KELOLA SIMPANAN & KAS MASJID/ORGANISASI UTK DIRI KITA, KELUARGA & UMMAT YG MANFAAT & PRODUKTIF : BERDAGANG, BERTANI, BETERNAK, EMAS/DINAR, PERAK/DIRHAM, WAKAF, INFAQ, ZAKAT, SHODAQOH. *BI Cetak Uang Rp 300 Triliun". Erwin Haryono, yang merupakan Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, menuturkan bahwa kabar yang mencatut Bank Indonesia mencetak uang sebesar Rp300 triliun karena negara kritis adalah berita yang tidak benar dan tidak didukung oleh data, fakta, dan infromasi valid. "Tugas BI dalam mencetak uang dilakukan di bawah amanat undang-undang dengan berbagai pertimbangan seperti kebutuhan likuiditas perekonomian, mengganti uang lusuh, dan lainnya. Jadi tidak bisa dilakukan tanpa perhitungan karena akan membahayakan perekonomian," tuturnya. Kemudian, mengenai kabar BI terkena lockdown oleh BIS, itu juga merupakan kabar yang tidak kredibel, menyesatkan, dan bertujuan membuat keresahan masyarakat. Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia itu mengatakan, BIS tidak memiliki tugas terkait dengan pengedaran uang di bank sentral dan atau otoritas moneter negara anggotanya. Pencetakan dan peredaran mata uang adalah wewenang masing-masing negara, dan tidak perlu meminta izin BIS. "BI memiliki hubungan yg baik dan senantiasa berkomunikasi dengan BIS. Jadi BIS tidak pernah melakukan freezing transaksi dengan BI. BIS dan BI sangat menghargai hubungan baik yang terjalin antara BIS dengan BI. Selain itu kalau dicek di situs resmi BIS sejak tanggal 9 Oktober 2020 sampai dengan saat ini, tidak terdapat press release berita mengenai lockdown BI," katanya. Klik untuk baca: https://www.pikiran-rakyat.com/cek-fakta/pr-011342612/hoaks-atau-fakta-beredar-unggahan-indonesia-krisis-bi-cetak-uang-rp300-triliun-tanpa-izin-edar Hoaks COVID-19 Menjamur, Kominfo Siapkan Sanksi Bagi Pembuat dan Penyebar Khadijah Nur Azizah – detikHealth, Rabu, 27 Jan 2021 17:36 WIB Jakarta - Sejak pandemi COVID-19 muncul di Indonesia pada Maret 2020 lalu, telah banyak berita hoaks atau berita bohong beredar di media sosial. Data dari Kementerian Komunikasi dan Informasi menunjukkan hingga 26 Januari 2021 terdapat 1.387 isu hoaks yang tersebar di berbagai platform digital. Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemkominfo Semuel A. Pangerapan menyebut peredaran hoax melonjak sejak program vaksinasi COVID-19 dimulai pada 13 Januari lalu. Hoaks di Indonesia masih terus menjamur karena masih ada oknum tidak bertanggung jawab yang dengan sengaja membuat dan menyebarkannya. Dirjen Semuel menegaskan Pemerintah melalui Kominfo terus berkomitmen memberantas penyebaran hoaks, salah satunya dengan memberi sanksi tegas. "Artinya apa? Masyarakat hati-hati juga, apalagi kalau penyebaran hoaks ditemukenali secara sengaja sudah pasti kita mengetahuinya dan akan kita kejar. Tapi jika ada masyarakat yang tidak tahu namun ikut menyebarkan, itu juga merupakan tindakan yang berbahaya yang ada sanksinya," tegasnya. Apabila berita yang disebarkan tidak sampai mengganggu ketertiban umum, Samuel mengatakan pihaknya akan menyebarkan fakta klarifikasi melalui diseminasi informasi. Namun apabila berita hoaks tersebut sudah mengganggu ketertiban umum, pihaknya tidak menutup kemungkinan akan lapor ke polisi untuk ditindaklanjuti. Samuel menegaskan dengan data-data log file mesin pengais yang dimiliki, Kementerian Kominfo mengklaim mampu mendeteksi siapa pelaku yang mengunggah konten hoaks pertama kalinya maupun melihat yang menjadi inisiatornya. Saat ini sudah ada 104 kasus yang ditangani kepolisian terkait hoaks COVID-19. (kna/fds) Klik untuk baca: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5350867/hoaks-covid-19-menjamur-kominfo-siapkan-sanksi-bagi-pembuat-dan-penyebar?_ga=2.44204260.1501517423.161200520 Pencemaran Nama Baik di Media Sosial, Delik Biasa atau Aduan? Josua Sitompul, S.H., IMM Indonesia Cyber Law Community (ICLC) Klik untuk baca: https://www.hukumonline.com/klinik/detail/ulasan/lt520aa5d4cedab/pencemaran-nama-baik-di-media-sosial--delik-biasa-atau-aduan/#:~:text=Bunyi%20Pasal%2027%20ayat%20(3,dan%2Fatau%20pencemaran%20nama%20baik. Pasal untuk Menjerat Pelaku Pengancaman Abi Jam'an Kurnia, S.H. Si Pokrol Klik untuk baca: https://www.hukumonline.com/klinik/detail/cl2025/pasal-untuk-menjerat-pelaku-pengancaman/