Jember, MCI News – Warga RT 01 RW 03 Desa Balet Baru, Kecamatan Sukowono, mengeluhkan dugaan pencemaran lingkungan akibat limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau program Makan Bergizi Gratis (MBG), Minggu (19/04/2026). Keluhan muncul setelah warga mencium bau tidak sedap yang disebut terjadi hampir setiap hari. Bau tersebut diduga berasal dari tumpukan limbah dapur yang berada tidak jauh dari permukiman warga. Ketua RT 01 RW 03 Desa Balet Baru, Ari Widiarto (45), menyebut limbah diduga dibuang menggunakan kantong plastik hitam dan menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas warga. “Kalau kena hembusan angin, baunya seperti bangkai. Ini sangat meresahkan warga,” ujar Ari saat dikonfirmasi. Selain bau, warga juga mengeluhkan meningkatnya jumlah lalat di sekitar rumah. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan serta berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi masyarakat sekitar. “Limbah dari dapur MBG ini sangat mengganggu. Bau busuk menyengat dan lalat juga banyak. Warga sudah tidak nyaman,” katanya. Menurut Ari, proses pendirian dapur SPPG di wilayahnya tidak melibatkan pengurus lingkungan setempat. Ia juga menyebut sebagian pekerja berasal dari luar desa tanpa adanya komunikasi terlebih dahulu dengan warga. “Tidak ada musyawarah dengan warga. Soal pembuangan sampah juga tidak pernah dirapatkan atau ada izin ke lingkungan sekitar,” ujarnya. Warga berharap pihak pengelola segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki sistem pengelolaan limbah agar tidak mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan masyarakat. Hingga berita ini ditulis, pengelola dapur SPPG/MBG Desa Balet Baru belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp belum mendapatkan respons. Sumber: https://mcinews.id/2026/04/20/warga-jember-keluhkan-limbah-dapur-mbg-bau-menyengat-dan-lalat-meningkat/