Ruteng, VoxNTT.com – Guru di SDK Ruteng II, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, memprotes menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima sekolah mereka karena buah jenis salak dalam kondisi busuk dan diduga tidak layak dikonsumsi. Protes itu disampaikan guru bernama Emiliana Helni melalui video berdurasi 2 menit 18 detik yang diterima media ini pada Kamis, 16 April 2026. Dalam video tersebut, Emiliana menyoroti distribusi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapur Pau II, Kecamatan Langke Rembong. Menurut Emiliana, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. Ia menyebut sekolah mereka sebelumnya juga menerima buah busuk pada Senin, 13 April 2026. “Selamat pagi, kami dari SDK Ruteng 2 menemukan buah dari makanan bergizi gratis, hampir semua kelas mendapatkan buah yang seperti ini (Buah Busuk), sebenarnya kami tidak mau tunjuk karena dua hari lalu tepatnya pada Senin 13 April 2026 mendapatkan buah yang sama, busuk juga,” jelas Emiliana Helni dalam video yang diterima media ini pada Kamis, 16 April 2026 siang. Ia mengatakan, saat menerima buah busuk pertama pada Senin lalu, pihak sekolah sempat menyampaikan keluhan kepada pengirim MBG. Namun, menurut dia, informasi itu diduga tidak diteruskan kepada kepala dapur. “Kami bikin video begini takut dibilang hoax oleh pemilik dapur, video ini sebagai bukti jangan sampai kami dibilang sebar berita bohong lagi, nanti mereka anggap kami mencemarkan nama baik MBG, makanya bikin video biar kami tidak dibilang bohong,” lanjutnya. “Kami bikin video ini karena sudah berulang-ulang namun tidak dihiraukan,” tambahnya. Kepala dapur Pau II, Sefin Sisila, menyatakan pihaknya telah melakukan penyortiran buah sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah. Ia juga mengaku telah mendatangi sekolah untuk meminta maaf. “Kami sudah melakukan penyortiran sampai dua kali. Kami sudah ke sekolah untuk minta maaf dan meluruskan masalah yang terjadi tadi pagi,” jelas Sefin melalui pesan WhatsApp kepada media ini pada Kamis 16 April 2026 malam. Sefin mengatakan, buah yang saat diperiksa terasa keras ternyata busuk di bagian dalam ketika dibuka. Menurut dia, kejadian itu menjadi evaluasi bagi pengelola dapur. “Kami jelaskan kalau kami itu sudah sortir, dan memang saat di pegang atau dicek itu memang keras. Tapi ternyata saat di sekolah ada yang busuk. Ini kelalaian kami yang menjadi pelajaran besar. Kami menerima setiap masukan dari sekolah, dan memperbaiki kesalahan agar lebih baik lagi ke depan,” ujarnya. Pengelola dapur MBG Pau II, Moni Ambang, juga membenarkan adanya temuan buah busuk tersebut. Namun ia mengaku tidak mengetahui buah itu rusak karena saat penyortiran kondisinya masih baik. “Saya baru pulang tadi dari sekolah tersebut, saya tidak nyangka busuknya buah itu, saat sortir semalam buah itu dalam keadaan baik-baik saja, kalau busuk saat sortir tidak mungkin kita kirim,” jelas Moni Ambang, pemilik dapur MBG Pau II Ruteng kepada media ini pada Kamis 16 April 2026 di kediamannya. Moni mengatakan salak tersebut dibeli dari Bima, Nusa Tenggara Barat. Ia mengklaim dari 12 sekolah yang dilayani dapur Pau II, temuan buah busuk hanya terjadi di SDK Ruteng II. “Kalau sekolah lain aman-aman saja, buah busuk ini hanya dialami di SDK Ruteng II saja, sekolah lain saya sudah cek aman,” jelas Moni. Penulis: Isno Baco Sumber: https://voxntt.com/2026/04/17/guru-sdk-ruteng-ii-protes-buah-mbg-busuk-pengelola-dapur-minta-maaf/110250/