Terlanjur Diimpor, Ribuan Truk India Tetap Disalurkan ke Koperasi Merah Putih

Senin, 30 Maret 2026 11:27
(0 pemilihan)

Wjtoday, Bandung — Pemerintah tetap menyalurkan ribuan truk dan pikap impor dari India untuk operasional Koperasi Merah Putih, meskipun kebijakan tersebut menuai sorotan karena dinilai kurang berpihak pada industri dalam negeri.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan kendaraan yang telah terlanjur diimpor tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung koperasi desa yang telah siap beroperasi.

“Kemarin karena telanjur diimpor, jumlahnya masih ribuan, kita akan penuhi untuk operasional di koperasi desa yang sudah selesai bangunan fisik, gudang, gerai dan alat kelengkapannya,” ujarnya di Bandung, Minggu (29/3/2026).

Menurutnya, setiap koperasi nantinya akan mendapatkan satu unit truk, satu pikap, serta sepeda motor untuk mendukung distribusi barang dari dan ke desa.

Saat ini, sekitar 2.400 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah menerima distribusi kendaraan operasional tersebut. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekonomi desa melalui jaringan koperasi modern.

Namun demikian, Ferry mengakui bahwa pengadaan kendaraan seharusnya mengutamakan industri otomotif dalam negeri. “Tapi sekiranya kurang, kita tentu diperbolehkan untuk mengambil dari negara manapun,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah telah berkoordinasi dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita serta Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk memenuhi sisa kebutuhan kendaraan dari produksi dalam negeri.

Ke depan, kebutuhan kendaraan operasional akan meningkat seiring target pembentukan lebih dari 80 ribu unit Koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, impor kendaraan dilakukan oleh BUMN pangan dengan total mencapai 105.000 unit, terdiri dari 70.000 unit dari Tata Motors dan 35.000 unit dari Mahindra Ltd. Nilai impor tersebut diperkirakan mencapai Rp24,66 triliun.

Langkah impor ini memicu kritik karena dinilai berpotensi berdampak pada industri otomotif nasional yang merupakan sektor padat karya dengan jutaan tenaga kerja.

Meski demikian, pemerintah memastikan kebijakan tersebut diambil untuk memenuhi kebutuhan mendesak operasional koperasi yang tidak dapat dipenuhi secara cepat oleh industri dalam negeri.

Selain itu, pemerintah juga menyediakan akses permodalan awal bagi Koperasi Merah Putih hingga Rp3 miliar per unit melalui bank Himbara, dengan bunga sekitar 6 persen per tahun dan tenor hingga 10 tahun.

Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap koperasi desa dapat berkembang lebih cepat dan mampu menjadi penggerak utama ekonomi rakyat di tingkat lokal.***

 

Sumber: https://www.westjavatoday.com/terlanjur-diimpor-ribuan-truk-india-tetap-disalurkan-ke-koperasi-merah-putih

 

Baca 33 kali
Bagikan: