Limbah Dapur MBG Bau Busuk Menyengat, Lahan Pertanian Rusak Tercemar

Tumpukan sampah padat limbah dari dapur MBG di wilayah Tambelangan, Sampang, yang kondisinya mengeluarkan bau menyengat dan diprotes warga lantaran dibakar secara sembarangan. Tumpukan sampah padat limbah dari dapur MBG di wilayah Tambelangan, Sampang, yang kondisinya mengeluarkan bau menyengat dan diprotes warga lantaran dibakar secara sembarangan. / Foto: Muhlis
Selasa, 14 April 2026 09:51
(0 pemilihan)

SAMPANG, koranmadura.com – Bukan soal kualitas menu makanan yang disajikan, namun buruknya tata kelola limbah dapur dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Tambelangan, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, kini menuai protes keras dari warga sekitar.

Pasalnya, limbah buangan dari dapur MBG di desa tersebut menimbulkan bau busuk yang sangat menyengat dan mulai merusak ekosistem lingkungan. Padahal, sesuai aturan baku, seluruh pemilik dapur diwajibkan memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai agar sisa produksinya tidak mencemari lingkungan.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat lima titik dapur MBG yang beroperasi di wilayah Kecamatan Tambelangan. Baru-baru ini, kekesalan warga memuncak hingga mereka merekam aksi pembakaran limbah padat yang diduga dilakukan secara serampangan oleh pihak dapur.

Asap pekat dan bau menyengat dari tumpukan limbah tersebut langsung menusuk indra penciuman lantaran lokasinya yang sangat berdekatan dengan permukiman padat penduduk.

“Pembakaran limbah MBG ini baunya menyengat sampai masuk ke dalam rumah, baunya tidak kuat (bikin mual). Moga-moga cepat sadar. Ini ulat semua yang dibakar, hasil dari limbah MBG. Mudah-mudahan warga baik-baik saja dan pihak pengelola cepat sadar,” keluh warga dalam rekaman video amatir tersebut.

Diwawancarai secara terpisah, salah seorang warga sekitar berinisial H membenarkan bahwa limbah dapur MBG di desanya sudah berada pada tahap yang sangat meresahkan. Tidak hanya limbah padat yang dibakar, limbah cair pembuangan dapur juga ikut menjadi petaka.

Menurut H, pihak pengelola dapur membuang air limbah langsung ke arah lahan pertanian produktif milik warga tanpa melalui proses penyaringan.

“Sampah padatnya bau menyengat, biasanya setiap hari dibuang dan dibakar begitu saja. Parahnya lagi, air selokan (limbah cair) dialirkan sembarangan hingga menggenangi lahan warga. Akibatnya, tanah di situ menjadi rusak dan tidak bisa ditanami sama sekali,” ujarnya kesal, Senin, 13 April 2026.

Menanggapi keluhan pencemaran lingkungan tersebut, Sekretaris Satgas MBG Pemkab Sampang, Sudarmanto, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa limbah hasil operasional dapur MBG—baik padat maupun cair—mutlak harus melalui proses pengelolaan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

 

“Kami mengimbau keras kepada seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sampahnya harus dikelola secara mandiri yang baik, atau bisa juga bekerja sama dengan kelompok-kelompok masyarakat pengelola sampah setempat,” tegasnya.

Ketika disinggung mengenai fakta adanya limbah cair yang langsung dibuang dan merusak lahan pertanian warga, Sudarmanto menegaskan bahwa tindakan tersebut adalah sebuah pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP). Pihak SPPG dilarang keras mencemari lingkungan dengan membuang limbah secara sembarangan.

“Semua tata kelola itu harus sesuai SOP, dan itu wajib dipatuhi oleh pihak SPPG. Terkait temuan ini, ke depannya kami akan segera memonitor dan turun langsung ke lokasi supaya dievaluasi secara ketat dan diperbaiki kerusakannya,” pungkas Sudarmanto memberikan teguran. (Muhlis/fine)

 

Sumber: https://www.koranmadura.com/2026/04/limbah-dapur-mbg-bau-busuk-menyengat-lahan-pertanian-rusak-tercemar/

 

 
Baca 21 kali
Bagikan: