JAKARTA, BANGSAONLINE.com-Maksud hati mau membela Presiden Prabowo Subianto atas kritik Dino Patti Djalal, tapi ternyata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya malah "dikeroyok" netizen. Akun media sosial Teddy diserbu ribuan netizen dengan berbagai cacian dan hujatan. Memang ada yang membela Teddy. Tapi tak signifikan. Bahkan akun yang membela Teddy ikut dikeroyok. "Teruslah cari-cari alasan. Kau anggap rakyat ini bodoh semua. Kalau gak sanggup mundur," tulis seorang netizen di akun Teddy Indra Wijaya di Facebook. Sampai berita ini ditulis, Selasa, 2 Juni 2026, pukul 9.00 WIB, ribuan netizen terus membajiri akun Teddy di facebook. Respons negatif itu bermunculan dengan sangat cepat. Bahkan banyak yang menyumpah serapah dengan bahasa yang kasar. Juga banyak yang menghujat terkait isu sensitif, yaitu orientasi seksual. Dalam membully Teddy itu netizen memiliki banyak amunisi. Antara lain realitas rupiah yang terus melemah berhadapan dengan dolar. Sekarang rupiah tersungkur Rp 17.900. Hujatan lain tentu soal kunjungan Prabowo dan rombongan keluar negeri – seperti yang disorot Tino Patti Djalal. Mereka mempersoalkan biaya hotel Presiden Prabowo mencapai Rp 5,8 miliar seperti ditulis Tempo. Menurut Tempo, Prabowo memboking 27 kamar Four Seasons Hotel George V di Paris, Prancis. Disi juga Prabowo ikut merayakan Ulang Tahun Teddy yang menghebohkan itu. Sebenarnya wajar saja Teddy membela Prabowo untuk mewakili pemerintah. Terutama menjelaskan duduk perkara kunjungan Presiden Prabowo ke luar negeri – termasuk ke Prancis – yang disorot Dino Patti Djalal. Hanya saja netizen banyak yang kesal karena Teddy membuka pembelaannya dengan bahasa yang meremehkan dan mendiskreditkan Tino Patti Djalal. Seolah Dino orang tak berkualitas. Teddy mengcounter Dino Patti Djalal dengan kalimat: “Beliau pernah menjadi wamenlu, meskipun hanya diberi kesempatan 3 bulan.” Diksi Teddy itu dianggap merendahkan kapasitas Dino Patti Djalal yang secara intelektual dan wawasan maupun pendidikan bahkan pengalaman jauh lebih berkualitas ketimbang Teddy. “Teddy memulai dengan pernyataan yg sangat tidak negarawan, cenderung mendiskreditkan karakter dan melemahkan kompetensi pribadi Dino sebagai pengkritik,” tulis seorang di akun facebook yang lain. Sekedar informasi, selain menyerbu aku Teddy, banyak juga analis politik menulis analisis di akunnya masing-masing. Menurut dia, secara politis, kalimat tersebut tampak sebagai ad Hominem halus. “Memulai dengan langsung mendiskreditkan kredibilitas pribadi daripada menjawab substansi kritikan,” tulisnya. Menurut dia, Teddy berupaya memprovokasi, mendorong perhatian publik untuk menyoroti Dino yang dalam narasi Teddy dianggap tidak cukup pengalaman, hanya 3 bulan jabat wamenlu. Sehingga Dino Patti Djalal dianggap tidak cukup kredibel, tidak kompeten menilai dan mengomentari frekuensi serta kebutuhan politik kunjungan Prabowo secara profesional. “Pertanyaannya, apakah kompetensi Teddy jauh lebih baik dari Dino ? Apakah pengetahuan dan pengalaman Teddy lebih layak dibanding Dino ?,” tanyanya. “Kita tau, Dino memiliki rekam jejak yg sangat mumpuni dalam konteks diplomasi dan polugri sejak bergabung dengan Kemenlu tahun 1987. Selain menjadi wamen, juga sebagai dubes Indonesia untuk Amerika. Kepala bidang politik Indonesia di Washington DC, jubir P3TT dan masih banyak lagi. Termasuk 3 kali diberi penghagaan tinggi negara karena prestasi diplomasinya,” tulisnya. “Berbeda dengan Teddy, letnan Kolonel oplosan, seskab hasil kompensasi politik yang melanggar hukum,” tulis dia lagi. Bukan hanya persoalan konten dan sikap Teddy yang dianggap tak pas. Netizen mengaku heran kenapa justeru Teddy yang ditugaskan Presiden Prabowo membantah atau mengklarifikasi kritik Dino Patti Djalal. Menurut mereka, seharusnya Menlu Sugiono. Yaitu kementerian yang terkait langsung dengan situasi luar negeri. Selain itu, mereka menilai Teddy sedang mendapat sorotan negatif terkait isu sensitif dan juga dianggap tak punya kapasitas intelektual memadai. Apalagi dibanding Dino Patti Djlalal. Sumber: https://bangsaonline.com/berita/162630/dianggap-remehkan-dino-patti-djalal-teddy-dikeroyok-ribuan-netizen-ditanya-apa-kompetensinya?page=all