Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina (Persero) mengklaim kebakaran yang melanda tangki Kilang Minyak Cilacap sudah berhasil dipadamkan total pada Minggu (14/11). 

Chief Executive Officer (CEO) Refining & Petrochemical Subholding Pertamina Djoko Priyono mengatakan pemadaman total berhasil dilakukan pada Minggu pukul 07.45 WIB. 

"Kebakaran telah dapat dipadamkan total jam 07.45 pagi, dan sudah declare aman jam 9.15," katanya kepada wartawan Minggu (14/11). Ia menambahkan keberhasilan itu dicapai setelah pihaknya menerapkan beberapa strategi pemadaman. 

Strategi pertama, melakukan penyekatan terhadap tangki yang terbakar supaya tak merembet. Kedua, melakukan pengendalian di tangki 36 T-102 dengan mentransfer isinya ke tangki lain. Ketiga, melakukan cooling di sekitar tangki yang terbakar di 36 T-102 maupun di 36 T-103.

"Kita juga lakukan offensive fire fighting di tangki 36 T-102. Dengan offensive fire fighting maka api bisa dikendalikan dan dipadamkan secara total," katanya. Sebagai informasi, kebakaran melanda Tangki 36 T-102 Kilang Minyak Cilacap pada Sabtu (13/11) petang. 

General Manager Kilang Cilacap Eko Sunarno mengatakan tangki yang terbakar berisi 31 ribu kiloliter komponen produk Pertalite. Ia mengatakan ketika terjadi kebakaran, pihaknya langsung melakukan alih tangki komponen produk Pertalite yang tidak terbakar di tangki 36 T-101 ke Terminal BBM Lomanis.

Corporate Secretary PT Kilang Pertamina Internasional Ifki Sukarya mengatakan untuk memastikan masyarakat dalam kondisi aman dari kebakaran, pihaknya juga telah mengevakuasi sekitar 80 warga dari Kelurahan Lomanis ke tempat pengungsian sementara di Aula Kelurahan Lomanis dan Masjid Baitul Munir, Lomanis.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menjamin kebakaran tak mengganggu pasokan bahan bakar minyak (BBM).

(wel/agt)

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20211114110506-85-720917/kebakaran-tangki-kilang-minyak-cilacap-berhasil-dipadamkan-total

 

Diterbitkan di Berita

Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina (Persero) menggunakan kapasitas maksimal alat pemadam berupa foam monitor untuk memadamkan kebakaran di Kilang Cilacap, Jawa Tengah. Sekretaris Perusahaan Kilang Pertamina Internasional Ifki Sukarya mengatakan saat ini pihaknya masih berupaya maksimal untuk melakukan pemadaman kebakaran tersebut.

"Upaya pemadaman dilakukan secara intensive dengan menggunakan high capacity foam monitor pada tangki yang terbakar," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Sabtu. Selain itu, Pertamina juga melakukan upaya pendinginan menggunakan water sprinkle untuk tangki-tangki yang berada di sekitar lokasi kebakaran agar api tidak merambat.

Perseroan juga melakukan pengecekan masyarakat di sekitar area kejadian untuk memastikan mereka dalam kondisi aman. Ifki mengungkapkan peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 19.20 WIB pada sebuah tangki yang berisi produk Pertalite dan hingga kini masih belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut.

Kilang Cilacap merupakan satu dari enam Kilang Pertamina dan kapasitas pengolahan 270 ribu barel per hari. Kilang ini memiliki sekitar 200 tangki untuk menampung crude yang akan diolah, gas serta BBM hasil pengolahan minyak mentah. Meskipun terjadi kebakaran, Pertamina memastikan pasokan BBM dan elpiji untuk masyarakat tetap aman.

"Saat ini, Pertamina juga memastikan pasokan BBM dan elpiji ke masyarakat dalam kondisi aman dan tidak mengalami gangguan," kata Ifki.

Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

 

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2522173/pertamina-pakai-foam-monitor-untuk-padamkan-kebakaran-kilang-cilacap?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=top_news

Diterbitkan di Berita

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) resmi mengelola Wilayah Kerja minyak dan gas bumi Rokan atau Blok Rokan pada 9 Agustus 2021. Sebelumnya blok ini selama setengah abad dikelola oleh Chevron.

Direktur Utama Pertamina Hulu Rokan Jaffee A Suardin menjelaskan, proses alih kelola Blok Rokan yang berlokasi di Provinsi Riau dari Chevron akan dilaksanakan pada 9 Agustus 2021 pukul 00.01 WIB. 

"Pada Sabtu 7 Agustus 2021, persiapan alih kelola WK Rokan telah mencapai 99,5 persen, seluruh tahapan dari 9 program transisi, telah dilaksanakan," jelas Jaffee seperti dikutip pada Minggu (8/8/2021).

Keputusan pemerintah untuk menyerahkan pengelolaan Blok Rokan kepada Pertamina ini terjadi pada tiga tahun lalu.

Tepatnya pada Selasa 31 Juli 2018, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengumumkan bahwa pemerintah menunjuk Pertamina untuk mengelola Blok Rokan.

Proposal yang diajukan Pertamina mengungguli proposal yang diajukan Chevron Pacific Indonesia. Pertamina pun memenangkan kontrak untuk menjadi operator Blok Rokan sepama 20 tahun dari 2021 sampai 2041.

Untuk diketahui, saat ini Blok Rokan dikelola Chevron Pacific Indonesia. Kontrak perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut habis pada 2021 nanti. Chevron telah mengeruk minyak dari Blok Rokan sejak 1971 atau sekitar 47 tahun.

Dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, sejarah pengelolaan migas di Blok Rokan sebenarnya dimulai sejak masa sebelum kemerdekaan atau tepatnya pada 1924 dimana saat itu Chevron yang sebelumnya bernama Caltex mencari minyak di sumatera.

kemudian di 1971, perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut menandatangani kontrak pengelolaan Blok Rokan selama 30 tahun. Kontrak tersebut diperpaharui atau diperpanjang pada 1992. Saat itu Chevron mendapat perpanjangan kontrak hingga 20 tahun.

Kemudian di 2018 Pertamina memenangkan lelang pengelolaan dan akan mengelola blok tersebut pada 2021.

 

Cadangan Migas Terbesar

 

Blok Rokan merupakan ‎produsen minyak terbesar di Indonesia dengan cadangan 500 juta sampai 1,5 miliar barel setara minyak.

Berdasarkan catatan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) produksi minyak siap jual Rokan semala semester I 2018 sebesar 771 ribu barel per hari, porsi produksi Rokan mencapai mencapai 207.148 barel.

Sementara potensi pendapatan negara dari kegiatan produksi di Blok Rokan selama 20 tahun sejak 2021 sebesar USD 57 miliar atau Rp 825 triliun dan komitmen kerja pasti USD 500 juta atau Rp 7,2 triliun.

Dengan mengelola Blok Rokan, kontribusi Pertamina terhadap produksi migas nasional akan melonjak hingga 60 persen. Pada 2018, kontribusi Pertamina baru 36 persen dan 39 persen dalam porsi produsen minyak nasional pada 2019.

Diterbitkan di Berita
Konten ini diproduksi oleh kumparan
 
Presiden Jokowi hari ini meresmikan Rumah Sakit Modular Pertamina Tanjung Duren, Jakarta Barat, yang merupakan RS darurat COVID-19. RS ini merupakan upaya pemerintah meningkatkan ketersediaan fasilitas perawatan bagi pasien corona.
Dalam kunjungannya, Jokowi terlihat didampingi oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.
 
Ia tampak mengelilingi ruang perawatan bagi pasien COVID-19, sambil mendengarkan penjelasan dari Erick dan Nicke. Dalam sambutannya, Jokowi mengungkapkan rumah sakit ini memiliki kapasitas 305 tempat tidur untuk pasien COVID-19.
 
 
Jokowi Resmikan RSD Corona Pertamina Tanjung Duren, Sediakan ICU untuk Ibu-Bayi (1)
Presiden Jokowi (tengah) meninjau dan meresmikan RS Modular Pertamina Tanjung Duren. Foto: Dok. YouTube Setpres
 
"Saya sangat berterima kasih kepada Menteri BUMN, kepada Pertamina yang menyiapkan RS Modular Pertamina ini dengan kapasitas 305 tempat tidur yang komplit dengan HCU dan juga ICU," kata Jokowi di lokasi, Jumat (6/8). 
Jokowi juga mengapresiasi karena RS Modular Pertamina ini juga memiliki ruang ICU bagi ibu dan anak-anak. Sehingga, diharapkan perawatan kepada ibu dan anak dapat berjalan lebih maksimal.
 
"Lebih bagus lagi ada juga ICU khusus untuk anak-anak dan bayi, dan ibu-ibu. Sehingga bisa memberikan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak. Saya sangat mengapresiasi sekali lagi, semoga ini bisa bermanfaat bagi rakyat, bagi masyarakat," tutup Jokowi.
 
 
Jokowi Resmikan RSD Corona Pertamina Tanjung Duren, Sediakan ICU untuk Ibu-Bayi (2)
Presiden Jokowi (tengah) meninjau RS Modular Pertamina Tanjung Duren. Foto: Dok. YouTube Setpres
 
Pembangunan RS modular ini dilakukan oleh PT Pertamina Bina Medika (Pertamedika) Indonesia Healthcare Corporation (IHC), bekerja sama dengan PT Patra Jasa dan WIKA Gedung. Pembangunan dilakukan sejak Juli lalu. 
RS Modular ini dibangun di atas lahan 4,2 hektare, dan dilengkapi dengan ruang IGD dan IGD ICU. Serta, disediakan juga ruang bersalin bagi ibu hamil yang positif COVID-19.
 
Selain di Tanjung Duren, pada tahun lalu, Pertamina juga telah mengoperasikan RS modular Simprug untuk perawatan pasien corona.
Diterbitkan di Berita

Pjs. SVP Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Fajriyah Usman mengatakan, keseluruhan nilai proyek PLTS Kilang Cilacap ini sebesar USD 1,3 Juta yang mencakup fasilitas pendukung kilang Cilacap yang juga akan dibangun di area Rumah Sakit Pertamina Cilacap (RSPC), 

Gelanggang Olah Raga Kilang Cilacap serta kawasan perumahan di Katilayu dan di Gunung Simping. “Kapasitas Power yang sedang dibangun ini akan mengurangi sekitar 13,5% energi dari penggunaan daya listrik existing yakni bahan bakar fosil yang selama ini digunakan,” kata Fajriyah.

Fajriyah menjelaskan proyek ini telah menyerap tenaga kerja lokal sekitar 67% dari total kebutuhan dan secara kumulatif penyerapan TKDN pada proyek ini mencapai 46,1% belum termasuk untuk pengadaan battery atau storage system.

“Kita berharap kehadiran PLTS di Kilang Cilacap ini, akan menambah kesadaran dan kepedulian masyarakat sekitar area Kilang Cilacap terhadap energi bersih juga semakin meningkat,” tegas Fajriyah.

Fajriah menambahkan, prioritas saat ini adalah implementasi EBT seluas-luasnya di wilayah kerja Pertamina, termasuk Kilang Cilacap.

Namun ke depan, kata Fajriyah, apabila PLTS ini telah beroperasi dan ada respons positif dari masyarakat sekitar yang berminat untuk ikut serta menggunakan PLTS di rumah masing-masing, tidak tertutup kemungkinan PNRE akan dapat berkontribusi dengan skema B2B.

Sejumlah proyek PLTS telah diselesaikan oleh PNRE, antara lain PLTS Badak berkapasitas 4 MW dan PLTS di sejumlah SPBU Pertamina dengan total kapasitas 260 KW.

Sedangkan proyek PLTS yang sedang di bangun saat ini antara lain PLTS Kilang Dumai berkapasitas 2 MW dan PLTS di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei berkapasitas 2 MW.

Di samping itu, Pertamina juga memiliki portofolio EBT lain, yaitu Geothermal dengan total kapasitas terpasang 672 MW, PLTBg (Pembangkit Listrik Bio Gas) Sei Mangkei dengan kapasitas 2 MW, dan PLTBg Kwala Sawit dan Pagar Merbau di Sumatera Utara dengan kapasitas 2 x 1 MW.

Diterbitkan di Berita

bensinkita.com Asrama Haji Pondok Gede diresmikan menjadi rumah sakit rujukan Covid-19 dengan nama Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ) Ekstensi Arafah.

Rumah sakit rujukan Covid-19 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta ini akan dioperasikan oleh PT Pertamina Bina Medika IHC guna membantu penanganan pasien Covid-19.

Acara peresmian dilakukan tiga menteri, yakni Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (19/7/2021).

Dengan peresmian ini, maka RSPJ Ekstensi Arafah siap melayani pasien covid-19. Sejumlah petinggi Pertamina juga ikut hadir menyaksikan peresmian ini, antara lain Komisaris Utama PBM IHC Farid Haryanto, Direktur Utama Pertamina Nieke Widyawati, Direktur Pertamedika IHC Fathema Djan Rahmat.

RSPJ Ekstensi Arafah menempati gedung Arafah yang berada di komplek Asrama Haji Embarkasi Jakarta Pondok Gede.

Dalam gedung empat lantai tersebut, pemerintah menyediakan 150 bed rawat isolasi Covid-19. Terbagi menjadi ruang instalasi gawat darurat (IGD) sebanyak 30 bed dan ruang rawat sebanyak 120 bed.

Ruang IGD yang berada di lantai dasar, terdiri dari 24 bed ICU dan 6 bed non-ICU. Sementara, ruang rawat yang berada di lantai 2, 3, dan 4 gedung Arafah ini memiliki 15 bed HCU dan 105 bed ICU.

RSPJ ekstensi juga dilengkapi dengan 74 unit mesin ventilato, 50 unit High Flow Nasal Canul (HFNC) dan 124 alat bantu pernapasan.

Fasilitas medis seperti oksigen sentral, negative pressure dengan hepafilter, Radiologi CT Scan, X Ray serta laboratorium klinik pun tersedia dalam rumah sakit ini.

Menag Yaqut menuturkan, keberadaan RSPJ Ekstensi Arafah ini tidak terlepas dari kerja sama semua pihak untuk saling bahu membahu menangani pandemi covid-19. Ia menyampaikan, kebersamaan ini harus menjadi kekuatan agar bangsa Indonesia dapat melewati pandemi covid-19 dengan baik.

Menag juga mengatakan bahwa Covid 19 adalah ujian sekaligus cara Tuhan untuk menjadikan bangsa Indonesia agar lebih besar dan kuat.

“Tidak ada sebuah bangsa yang tumbuh tanpa melewati berbagai ujian. Tugas kita adalah bagaimana mengkonversi ujian dan tantangan itu menjadi sebuah peluang yang akan menerbangkan sayap garuda terbang semakin tinggi,” tutur Menag.

“Kita pernah diuji dengan berbagai cobaan dan permasalahan kebangsaan, Penjajahan, bencana alam besar seperti Tsunami Aceh dan lainnya pernah kita rasakan bersama, namun semua itu berhasil kita llaui dengan baik,” imbuhnya.

Senada dengan Menag, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan kerjasama luar biasa yang dijalin dalam mewujudkan Rumah Sakit ini tidak akan sia-sia.

“Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang tidak henti-hentinya bekerja, berpikir dan berjuang untuk menyelamatkan nyawa saudara-saudara kita,” tutur Erick

Sementara Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebagai mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada jajaran Kementerian Agama dan Kementerian BUMN yang telah ikut serta dalam penanganan pandemi Covid 19 di Indonesia.

Dalam kesempatan ini Direktur Pertamedika IHC Fathema Djan Rahmat mengatakan, setelah diresmikan RSPJ Ekstensi Arafah sudah mulai menerima pasien. Usai diresmikan, sudah ada 20 pasien yang mendaftar untuk dirawat di rumah sakit ini. 

“Kami langsung melakukan gerak cepat, mengingat banyaknya masyarakat yang membutuhkan bantuan medis dalam penanganan covid 19, sehingga malam ini kami langsung menerima pasien,” pungkas Fathema.

Diterbitkan di Berita

Kerjha ― Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi PT Pertamina (Persero) yang bergerak cepat dan siap menyalurkan 21 tangki oksigen dengan kapasitas masing-masing 20 ton oksigen untuk kebutuhan rumah sakit yang menangani pasein Covid-19.

Dengan datangnya 21 ISO Tank atau tangki untuk oksigen dari Morowali Sulawesi Tenggara, tentu akan sangat membantu pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen di rumah sakit.

Menkes Budi menuturkan, dengan tersedianya 21 tangki oksigen tersebut, maka kapasitas oksigen yang dapat disalurkan akan naik menjadi 400 ton atau sekitar 50 persen dari kapasitas saat ini.
“Sekali lagi saya berterima kasih atas dukungannya. Saya percaya kita dapat bekerja sama untuk bangsa ini dan dengan bersama kita pasti bisa,” ucap Budi.

Sementara itu, Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina Mulyono menjelaskan, Pertamina selalu hadir melayani masyarakat Indonesia. Tidak hanya dari sisi penyediaan energi, namun juga dalam mendukung pemerintah menyalurkan oksigen ke rumah sakit untuk mempercepat penanganan Covid-19.

Sebanyak 21 tangki oksigen beserta truk pengangkutnya ini merupakan sinergi Pertamina dengan anak usahanya yaitu Subholding Gas (PGN, Pertagas) dan Subholding Commercial & Trading (Patra Niaga, Patra Logistik) serta berkolaborasi dengan beberapa pihak lainnya seperti IMIP (PT Indonesia Morowali Industrial Park).

Selanjutnya, truk tangki oksigen akan disalurkan Pertamina ke lima provinsi di Pulau Jawa masing-masing empat unit di DKI Jakarta, tiga unit untuk Jawa Barat, lima unit akan diantar ke Jawa Tengah, dua unit untuk DI Yogyakarta, serta lima unit diperuntukkan bagi rumah sakit di Jawa Timur. Adapun sebanyak 11 unit akan dikelola pemerintah pusat.

Dari 21 tangki oksigen tersebut, sebanyak tiga tangki sudah terisi oksigen dan telah disalurkan di wilayah DKI Jakarta sebanyak satu unit, Jawa Tengah satu unit dan DI Yogyakarta satu unit.

Menurut Mulyono, untuk mekanisme pendistribusian, Pertamina bekerja sama dengan instansi terkait seperti Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian BUMN, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Kesehatan.

“Kami mengikuti instruksi dari Kementerian Kesehatan ke mana truk tangki oksigen Ini akan digerakkan untuk seluruh rumah sakit yang memerlukan,” ungkapnya.

Selanjutnya, rencana tahap kedua akan datang lagi enam unit tangki oksigen dari Balikpapan pada 9 Juli 2021 mendatang.

“Harapannya, apa yang dilakukan Pertamina Group Ini dapat mendukung pemerintah serta bermanfaat bagi bangsa dan masyarakat Indonesia. Kita berharap Pandemi Covid-19 bisa segera berakhir sehingga kita bisa beraktivitas seperti sediakala,” pungkas Mulyono. (AJI)

Diterbitkan di Berita

Tim detikcom - detikFinance Jakarta - Publik kembali dihebohkan dengan munculnya dokumen kartu kredit PT Pertamina (Persero) yang mencapai Rp 420 miliar.

Dokumen tersebut muncul usai geger kartu kredit Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan limit Rp 30 miliar.

Seperti dilihat detikcom, Rabu (30/6/2021), dokumen tersebut memuat beberapa kolom. Kemudian, dalam kolom tersebut ada tulisan 'pagu kredit' dan di bawahnya tertulis 'super group credit limit'. Nilai super group credit limit tertulis di bawahnya dengan angka Rp 420 miliar.

Saat dimintai konfirmasi perihal tersebut, Ahok mulanya meminta agar hal itu dimintakan konfirmasi kepada Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.
 
"Nanya ke Dirut aja," katanya kepada detikcom lewat pesan singkat, Selasa kemarin (29/6/2021).
 
dokumen super group credit limit Pertamina
Ini Penampakan Dokumen Kartu Kredit Pertamina Rp 420 Miliar yang Bocor Foto: dokumen super group credit limit Pertamina (istimewa)

 

Saat ditanya apakah komisaris pernah mendapat laporan tersebut, Ahok mengatakan, justru ia meminta laporan tersebut. "Justru kami minta. Nanti jika dibuka bisa pada kaget," katanya.

Ahok sendiri merupakan komisaris yang menolak fasilitas kartu kredit untuk para petinggi Pertamina. Dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) usulan penghapusan fasiitas kartu kredit itu disampaikan.

Ia menilai, penghapusan fasilitas kartu kredit ini sebagai kontrol dari pemakaian yang tidak tepat sasaran. Tak lama, niat Ahok menghapus fasilitas kartu kredit itu terlaksana.

Kebijakan itu tertuang dalam surat No. 204/H00000/2021-S4 tanggal 15 Juni 2021 yang ditandatangani Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini.

Lebih lanjut Ahok menuturkan, selama ini dirinya hanya mendapat kartu kredit. Dia juga menuturkan, saat ini fasilitas kartu kredit untuk para petinggi Pertamina telah ditarik. "Iya dan udah dapat sekarang setelah jadi rame di media," ujarnya.

(acd/dna)

Diterbitkan di Berita
Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyatakan, fasilitas kartu kredit untuk manajer, direksi dan komisaris dihapus. Ia pun blak-blakan terkait fasilitas kartu kredit yang diterimanya.

Dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (16/6/2021), Ahok mengaku dapat fasilitas kartu kredit dengan limit sampai Rp 30 miliar.

"Iya, Komisaris Utama dengan limit Rp 30 miliar," kata Ahok. Ahok bilang, dirinya sudah meminta ke manajemen untuk menyetop program ini sejak tahun lalu. Namun, hal tersebut tidak digubris.

"Sudah kami minta sejak tahun lalu. Didiamkan saja." katanya. Kartu kredit yang diterima Ahok dikeluarkan oleh Bank Mandiri dengan jenis Platinum Corporate Card. Platinum Corporate Card ini menampilkan logo Pertamina juga sebagai identitas perusahaan.

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengatakan pemberian limit Corporate Card ini memang tergantung dari masing-masing perusahaan.

"Corporate Card ini tergantung dari perusahaannya," kata Rudi. Dengan limit yang mencapai Rp 30 miliar ini, Ahok bisa saja membeli 3 Ferarri 458 Italia Spider yang kurang lebih berharga Rp 10 miliar.

Ia meminta fasilitas tersebut dihapus dengan tujuan untuk mempermudah dalam melakukan kontrol dan mencegah pemanfaatan yang tidak kaitannya dengan perusahaan.

(acd/eds)

Diterbitkan di Berita

TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) siap menyambut pekerja Chevron, menjelang alih kelola Blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke Pertamina Hulu Rokan (PHR) berlaku pada 9 Agustus 2021.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengucapkan selamat bergabung kepada segenap pekerja CPI yang akan berganti status menjadi Perwira Pertamina.

"Saya ucapkan selamat datang kepada 2.757 pekerja Chevron Pacific Indonesia, calon pekerja Pertamina Grup," kata Nicke dalam keterangan tertulis, Sabtu, 5 Juni 2021.

"Pepatah mengatakan 'Tak kenal maka tak sayang', untuk itu hari ini diadakan pengenalan singkat dari Pertamina mengenai Corporate Overview, Subholding Upstream Overview, PHR Overview, serta Human Capital Aspects, sehingga rekan-rekan pekerja yang nantinya akan menjadi keluarga besar Pertamina Grup akan mengenal Pertamina lebih dekat lagi."

Dia mengatakan alih kelola ke Pertamina sebagai perusahaan nasional akan memberi manfaat yang lebih luas lagi bagi negara baik dari sisi pengelolaan maupun penerimaan negara dan memperkuat posisi Pertamina sebagai salah satu lokomotif pembangunan dan perekonomian nasional.

"Kami juga memiliki amanah dan tugas mulia di mana kita memiliki target untuk dapat memproduksi migas 1 juta barel pada tahun 2030, untuk itu dibutuhkan komitmen dan dedikasi dari seluruh elemen pekerja khususnya Subholding Upstream untuk dapat mewujudkan cita-cita ini," ujar Nicke.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi sebagai Subholding Upstream Budiman Parhusip menjelaskan bahwa nantinya Blok Rokan akan dikelola oleh PHR di bawah naungan PT Pertamina Hulu Energi selaku Subholding Upstream.

Saat ini, PHR mengelola Wilayah Kerja dan Asset Hulu yang ada di Wilayah Sumatera yang dikenal dengan Regional 1 - Sumatera Subholding Upstream.

"Dengan sistem Regionalisasi ini, antara Wilayah Kerja dan Aset yang saling berdekatan khususnya Sumatera dalam hal ini, dapat dilakukan optimalisasi lapangan dan efektifitas pengembangan operasi. Sehingga dengan bergabungnya Pekerja CPI juga akan lebih membuka kesempatan pengembangan karir," ujar Budiman.

Direktur Utama PHR Jaffee Arizon Suardin menambahkan penjelasan mengenai PHR yang juga sebagai Regional 1 – Sumatera di Subholding Upstream Pertamina bahwa PHR tidak hanya mengelola blok Rokan namun juga mengelola seluruh blok atau wilayah kerja Pertamina di Sumatera.

"Fokusnya adalah kita ingin tumbuh secara signifikan dan sustainable dengan fokus pada semua potensi yang masih bisa dikembangkan," kata Jaffee.

Dia mengatakan business continuity untuk mempertahankan bahkan meningkatkan produksi serta safety dan reliability tetap menjadi yang utama dalam melaksanakan pekerjaan.

Pertamina melalui PHR juga akan memastikan transfer operatorship berjalan lancar sehingga kita bisa menyelesaikan program di tahun 2021 dan tumbuh signifikan pada tahun-tahun berikutnya

Ihwal Sumber Daya Manusia, Oto Gurnita, Direktur SDM & Penunjang Bisnis Subholding Upstream menjelaskan prinsip-prinsip dasar pengelolaan pekerja menuju alih kelola khususnya terkait dengan organisasi, proses transfer of employment, pengembangan pekerja, dan hal-hal terkait hubungan industrial lainnya.

Managing Director Chevron IndoAsia Business Unit dan President Director CPI Albert Simanjuntak menyampaikan bahwa kesempatan berdiskusi secara terbuka ini merupakan langkah positif bagi kedua belah pihak.

Menurutnya, melalui acara ini kami berharap pekerja CPI dapat memperoleh wawasan yang menyeluruh mengenai PT Pertamina (Persero), Subholding Upstream dan juga khususnya PT Pertamina Hulu Rokan.

Dia menilai sumber daya manusia adalah aset terpenting di setiap perusahaan dan tidak terkecuali di CPI. Integritas, profesionalisme dan dedikasi adalah nilai-nilai yang terbukti membawa keberhasilan bagi kami.

Menurutnya, kerja keras dan nilai-nilai inilah yang akan terus membawa kesuksesan pekerja di manapun mereka berada.

Untuk itu, dia berharap para pekerja CPI yang akan bergabung ke PHR bisa memberikan kontribusi terbaiknya, bahkan di masa pandemi COVID-19 ini dengan harapan produksi blok Rokan mencapai hasil yang maksimal.

Diterbitkan di Berita
Halaman 1 dari 2