Bila kita membuka kembali surat kabar terbitan lawas, termasuk membaca dan membuka halaman demi halaman surat kabar Pikiran Rakyat Bandung edisi 21 Juni 1974 terbitan 51 tahun silam, kita terasa dibawa kembali ke masa lampau. Dalam Pikiran Rakyat terbitan lawas tersebut ada kolom khusus yang menampilkan iklan film-film yang akan dan sedang diputar di bioskop-bioskop yang ada di kota Bandung, baik film dalam negeri maupun mancanegara. Adapun film yang cukup menarik perhatian yaitu film "Cinta Pertama" yang merupakan film drama musikal Indonesia yang produksi tahun 1973 dan sedang diputar di bioskop-bioskop Bandung. Film Cinta Pertama memenangkan Piala Citra pada FFI 1974 antara lain sebagai Film Terbaik, Sutradara Terbaik dan Pemeran Utama Wanita dengan Pujian. Film ini disutradarai oleh Teguh Karya dan diperankan oleh antara lain Christine Hakim, Slamet Rahardjo, dan Robby Sugara. Cerita dan skenario ditulis oleh Teguh Karya dan Usman Effendy. Selain dibintangi oleh Christine Hakim dan Slamet Rahardjo, film ini juga didukung oleh Norma Muchsin, Robby Sugara, Alam Surawidjaja, Soultan Saladin, Nani Widjaja, Henky Solaiman, A. Khalik, Noor Nasution, Ully Artha, Aedy Moward, N. Riantiarno, Sari Narulita, Ardi HS dan Habibah. Sebagai penata musik digarap oleh Idris Sardi dan Suparman Sidik dan sinematografri dipercayakan kepada Iry Supit dan Akin. Film ini didistribusikan oleh PT Jelajah Film. Film ini memperoleh Penghargaan Festival Film Indonesia 1974, sebagai:Film TerbaikSutradara Terbaik : Teguh KaryaPemeran Utama Wanita Terbaik : Christine HakimTata Sinematografi Terbaik : AkinTata Musik Terbaik : Idris Sardi Kisah cinta Film ini menceritakan Ade dan kawan-kawannya bertemu dengan Bastian di kereta yang membawa mereka ke Jakarta. Bastian bermaksud memenuhi panggilan lamaran kerja, sementara Ade dan kawan-kawannya baru pulang dari bepergian. Ternyata Bastian bekerja pada kantor ayah Ade. Tumbuhlah cinta di antara mereka, tetapi terhadang dua permasalahan. Ade dijodohkan dengan Johny, anak dari rekan kerja ayah Ade, yang baru saja kembali dari Jerman, tetapi Ade menolaknya. Permasalahan lain muncul ketika seseorang yang mengaku mertua Bastian datang ke kantor ayah Ade dan melaporkan bahwa Bastian adalah mantan napi, karena telah membunuh anaknya. Ade hanya bisa bersikap pasrah, apalagi Bastian tiba-tiba menghilang, hanya meninggalkan sepucuk surat. Ternyata Bastian kembali menekuni pekerjaan bertani bunga, membantu orang tua angkatnya. Pada waktu Bastian mengantar bunga ke Jakarta, bertemulah ia dengan Ade dan calon suaminya Johny. Bastian marah karena tidak rela Ade bersanding dengan Johny. Bastian mempunyai dendam dengan Johny, karena penyebab kematian istrinya adalah Johny. Johny pernah memperkosa istrinya, sehingga timbul perkelahian, tetapi justru istrinya yang menjadi korban terbunuh oleh suaminya sendiri. Bastian menceritakan semua kejadian dengan mengirim surat yang dibawa oleh sahabat Ade. Ade akhirnya kembali ke Bastian dan melarikan diri pada saat hari pernikahan Ade dengan Johny. Ade dan Bastian akhirnya menikah, sementara Johny dan Herman meninggal saat perkelahian menyelamatkan Ade dan Bastian. Beriklan di koran Promosi film "Cinta Pertama" tersebut, diputar di bioskop ternama yang ada di kota Bandung, yaitu bioskop: CAPITOL Theatre yang berada di Jl Jenderal Sudirman No.93 Kota Bandung. Bioskop ini sebelumnya bernama Bioskop Kencana. Adapun jadwal pertunjukan film ini diputar 4 kali dalam sehari yaitu jam 14.15, 16.15, 19.15 dan jam 21.15 WIB, dengan harga karcis Rp. 200,- yang cukup terjangkau untuk ukuran saat itu. Selain bioskop CAPITOL Theatre di daerah Jalan Jenderal Sudirman Bandung tersebut, terdapat juga beberapa gedung bioskop lainnya seperti: Paramount Theatre, Texas Theatre dan Ramayana Theatre, bioskop-bioskop tersebut mempunyai penontonnya masing-masing. Poster dan iklan film yang dimuat surat kabar digunakan sebagai sarana promosi film yang paling efektif dan terus berlanjut hingga saat itu. Perusahaan bioskop tersebut memasang iklan berupa poster film di koran-koran. Salah satu koran yang rajin memuat iklan promosi film adalah koran Pikiran Rakyat yang terbit di Bandung. Saat itu, metode beriklan di koran dilakukan untuk mempromosikan film-film terbaru. Biasanya, promosi film itu dilengkapi dengan jadwal pemutaran dan lokasi bioskop yang akan memutar film. Dengan demikian, penikmat film dapat memperoleh informasi tentang film baru dan jadwal pemutaran film tersebut. Membaca koran lawas dan majalah lama mempunyai sensasi tersendiri, kita seperti dibawa kembali ke masa lalu, mundur puluhan tahun ke belakang saat media cetak tersebut diterbitkan. Kin Sanubary - Kolektor Media Lawas