Tik Tok dalam kepompong menit dan sekian click ternyata selalu ada lupa yang ingin berlabuh entah dimana, mengapa, dari sekian luka yang coba ditelan asik iseng sendiri 2024 Kantor Pos Kantor pos itu tersenyum. Menunggu. Menatap lalu lalang alun-alun. Yang sibuk menata tahun baru. Dalam mendung pagi mengabarkan siapa saja yang akan pergi menyemai kota. Jadi sepersis .... "Kami menunggu ...." Lirihnya. 2024-25 Di sebuah sudut kota Melayu Ternyata kabut masih menyelinap di pucuk gedung yang kemarin kulupa Pagi, pukul 6 menuju 7, jalanan masih menyimpan traffic jam Sabtu malam toko toko pecinan masih menyalakan lampu menyimpan sebuah bus lux menunggu keberangkatan Dari jembatan penyeberangan, kota yang belum banyak berkata kata masih ingin tetap berjaya "Awas," seru Talian Percuma "...Jika berlaku kecemasan ... sila hubungi ... FREE PHONE (24 HOURS)." 2024-25 Di parang tritis Pagi jadi bening di langit memutih ditingkahi ombak bergulung menderu deru melepas larat lelah sekian .... 2023-24 Rolling Stone Mengalir air mata Stone memang berbeda dalam gitar dalam sepi Tapi tak berlarat disayat sayat drama juga sinetron .... 2023 di sebuah kastil Osaka castle tampaknya megah itu ialah sunyi dari gapura ke gapura bangunan tua yang angkuh direkam sejarah menyisakan kisah dari raja ke raja yang kini jadi artifak kota yang kian riuh menumpukan gedung dan rasa tertib dari atap kastil 2023 Dari Danau Gunung Fuji jauh dan dingin ketika sebuah sampan sendirian di danau Kawaguchi yang hening melintasi jalan bercecabang yang tertib melewati kota yang penuh gedung dan rapih dari sanalah Eiji Yoshikawa konon mencari Musashi memakai pedang kayu dan Hideyoshi mencari matahari menyiasati Nobunaga, dan Ieyasu terasa 2023 Asakusa Mungkin sebuah ingin yang menggigil oleh cuaca dan sekian harap pada sebuah angan di kuil itu saat banyak mimpi ditarik asap dupa dari jalanan dari pasar pun 2023-24 Balong seperti cermin kau membujuk masuk mencari riak hati di rintik hujan di dingin bukit hijau mengkabut 2023 Biodata Septiawan Santana Kurnia adalah guru besar ilmu komunikasi di Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung. Selain menulis di berbagai jurnal nasional dan internasional, ia menulis banyak buku tentang media, jurnalisme, komunikasi, menulis, dan lainnya; di antaranya: antologi puisi Pena di Meja (2021, Bukune); Kisah Menulis Storytelling secara Kesastraan (Literary Journalism) (2024, YOI), Menulis itu Ibarat Ngomong (2007, Kawan Pustaka), Jurnalisme Sastra (2002, Gramedia).