Puisi Septiawan Santana Kurnia Pilihan

Septiawan Santana Kurnia Selasa, 22 April 2025 14:44
(5 pemilihan)

Tik Tok

dalam kepompong menit dan sekian click ternyata

selalu ada lupa

yang ingin berlabuh

 

entah dimana,

mengapa,

dari sekian luka

yang coba ditelan

 

asik 

iseng sendiri

2024

 

Kantor Pos

Kantor pos itu tersenyum.

Menunggu.

Menatap lalu lalang alun-alun.

 

Yang sibuk menata tahun baru.

Dalam mendung pagi mengabarkan siapa saja yang akan pergi

 

menyemai kota.

Jadi sepersis ....

 

"Kami menunggu ...."

Lirihnya.

2024-25

 

Di sebuah sudut kota Melayu

Ternyata kabut masih menyelinap di pucuk gedung

yang kemarin kulupa

 

Pagi, pukul 6 menuju 7, jalanan masih menyimpan traffic jam

Sabtu malam toko toko pecinan masih menyalakan lampu

menyimpan sebuah bus lux menunggu

keberangkatan

 

Dari jembatan penyeberangan, kota yang belum banyak berkata kata

masih ingin tetap berjaya

 

"Awas," seru Talian Percuma

"...Jika berlaku kecemasan ... sila hubungi ... FREE PHONE (24 HOURS)."

2024-25

 

Di parang tritis

Pagi jadi bening

di langit memutih

ditingkahi ombak bergulung

 

menderu deru

melepas larat lelah

sekian ....

2023-24

 

Rolling Stone

Mengalir air mata Stone memang berbeda

dalam gitar

dalam sepi

 

Tapi tak berlarat

disayat sayat drama

juga sinetron ....

2023

 

di sebuah kastil

 

Osaka castle 

tampaknya megah itu ialah sunyi

dari gapura ke gapura bangunan tua

yang angkuh

direkam sejarah

menyisakan kisah

 

dari raja ke raja

 

yang kini jadi artifak

 

kota yang kian riuh

menumpukan gedung

dan rasa tertib

 

dari atap kastil

2023

 

Dari Danau

Gunung Fuji jauh dan dingin

ketika sebuah sampan sendirian

di danau Kawaguchi yang hening

 

melintasi jalan bercecabang yang tertib

melewati kota yang penuh gedung dan rapih

 

dari sanalah Eiji Yoshikawa konon mencari

Musashi memakai pedang kayu

dan Hideyoshi mencari matahari

menyiasati Nobunaga, dan Ieyasu

 

terasa

2023

 

Asakusa

Mungkin sebuah ingin yang menggigil oleh cuaca

dan sekian harap

pada sebuah angan

 

di kuil itu

 

saat banyak mimpi ditarik

asap dupa

 

dari jalanan

dari pasar

 

pun

2023-24

 

Balong

seperti cermin

kau membujuk

masuk mencari

 

riak hati di rintik

hujan di dingin bukit

hijau mengkabut

2023

 

Biodata

Septiawan Santana Kurnia adalah guru besar ilmu komunikasi di Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung. Selain menulis di berbagai jurnal nasional dan internasional, ia menulis banyak buku tentang media, jurnalisme, komunikasi, menulis, dan lainnya; di antaranya: antologi puisi Pena di Meja (2021, Bukune); Kisah Menulis Storytelling secara Kesastraan (Literary Journalism) (2024, YOI), Menulis itu Ibarat Ngomong (2007, Kawan Pustaka), Jurnalisme Sastra (2002, Gramedia).

 

 

Baca 334 kali
Bagikan: